SINOPSIS Something About 1% (2016) Episode 6 Bagian 1

SINOPSIS Something About 1% (2016) Episode 6 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: DramaX

Episode 6: Seperti pasangan lain, menghabiskan waktu bersama disaat kita sibuk.


Dengan dandanan cantik, Da Hyun membuat Pengacara Park terpesona sedangkan Jae In malah kesal dan menawarkan jas –nya untuk menutupi pakaian Da Hyun yang terbuka. Da Hyun menolak tawarannya.

“Kau gila? Kenapa kau berpakaian seperti ini?”

“Karena kita sudah janjian kan. Memangnya kenapa dengan ini?”

Jae In mengatainya aneh sedangkan Pengacara Park malah memujinya, kau terlihat menakjubkan. Sontak Jae In mendelik tidak suka sehingga Pengacara Park langsung menunduk tak berani bicara lagi.

“Kenapa, kau tidak berpakaian seperti biasanya?” tanya Jae In benar – benar tak suka.

Da Hyun berkata kalau cara pakainnya yang biasa terasa kuno. Jae In mengaku lebih suka cara pakaiannya yang seperti biasa saja, pakaian ini tidak sopan untuk digunakan oleh seorang guru.

“Aku sedang tidak bekerja.” Jawab Da Hyun.

Pengacara Park malah excited memujinya, soalnya tampilan dia lebih cantik dari sebelumnya saat terakhir kali mereka bertemu. Da Hyun pun senang menerima pujian tersebut.

Ditempat lain, Ayah Tae Ha sedang mengumpulkan informasi kenapa Kakek mengubah surat wasiatnya. Sedangkan Tae Ha sudah mencari informasi mengenai wanita yang dikencani oleh Jae In. Hanya guru SD biasa tapi mereka percaya kalau wanita itu memiliki sesuatu sehingga Jae In bersedia mengencaninya. Tae Ha sudah memerintahkan orang untuk membuntuti Da Hyun.

Pengacara Park gak bosen – bosen untuk ngobrol dengan Da Hyun sambil memasang tampang suka. Jae In sebal dan bertanya bukankah katanya dia mau cepat – cepat pergi?

“Tidak apa-apa. Sudah terlambat kok.” Ucapnya. Belum lama berkata begitu, seseorang sudah menghubungi Pengacara Park sehingga ia harus pergi sebentar.

Saat beberapa pria lewat, mereka curi – curi pandang pada Da Hyun. Jae In semakin tidak nyaman melihat pakaian Da Hyun dan memaksanya memakai jas miliknya. Da Hyun menolak karena alasan gerah dan jas itu tidak cocok dengan gaunnya.

Jae In tidak mau lagi menerima kata penolakan hingga akhirnya Da Hyun terpaksa memakainya dengan tampang cemberut.


Pengacara Park kembali setelah selesai berbicara dengan seseorang. Dia menahan senyum melihat Da Hyun dan Jae In sama – sama menunjukkan tampang masam. Da Hyun sudah tak tahan lagi, ia akhirnya permisi pergi duluan karena sudah memiliki janji dengan orang lain.

“Kemana kau mau pergi? Apa kau akan menemui kakaknya temanmu atau temannya kakakmu?” tanya Jae In curiga.

“Bukan, aku akan menemui temanku, Hyun Jin.” Ketus Da Hyun.

Jae In meminta Da Hyun tetap memakai jas –nya tapi Da Hyun menolak dan meninggalkannya dengan sewot.

Pengacara Park memuji Da Hyun yang telihat seksi. Jae In tak setuju soalnya Da Hyun biasanya terlihat kuno dan...

Jae In menyadari sesuatu, ia mendesis kesal dan pamit untuk mengejar Da Hyun. Ia juga menemukan tas selempang Da Hyun ketinggalan diatas kursi.

Pengacara Park cengo sendiri melihat tingkah dua pasangan aneh itu. Ia kemudian tersenyum “Direktur, sepertinya dia mengencaninya dengan baik.”

Jae In berhasil mengejar Da Hyun yang berjalan dengan sangat cepat. Ia bertanya apakah Da Hyun punya sesuatu yang ingin ia sampaikan padanya?

“Tidak, bukannya kau yg butuh bicara padaku!” ketusnya.

Mereka berdua akhirnya berdamai dan Jae In bisa mengerti alasan Da Hyun tiba – tiba berpakaian semacam ini. Tapi ia berkomentar kalau sikapnya itu begitu bodoh. Da Hyun meminta maaf karena dia tak bisa se-profesional Jae In. Ia pikir dirinya norak, ia tak mau mempermalukan dirinya sendiri didepan teman Jae In.

Jae In menyuruh Da Hyun tidak mengenakan pakaian semacam ini lagi karena dia sendiri yang akan mengurusnya.

“Kalau gitu jangan menghinaku dari belakang lagi.” Ucap Da Hyun.

“Aku tadi tidak menghinamu!”

Da Hyun menuntut agar Jae In mau mengatakan apa yang mereka berdua bicarakan, soalnya dia hanya mendengar sepenggal pembicaraannya saja.


Jae In bertemu Hyun Jin, dia langsung menyuruhnya untuk tak memberikan pakaian semacam itu pada DaDa lagi. Hyun Jin heran karena pakaian semacam itu membuat Da Hyun jadi seksi lagipula pakaian itu sedang populer dan semua wanita memakainya. Terserah kalau untuk wanita lain, tapi Jae In tidak suka kalau Da Hyun menggunakannya.

Da Hyun sudah berganti pakaian sederhananya seperti biasa. Jae In memujinya yang terlihat lebih bagus seperti itu. Dia langsung menyeret Da Hyun untuk pergi.

Hyun Jin mendesis melihat kelakuan Jae In. Sun Woo oppa memang benar – benar terlambat kali ini.

Dikediaman kakek, Ibu Jae In bertanya – tanya wanita macam apa yang tengah dikencani Jae In. Kakek berkata kalau wanita itu tidak terkenal dan tidak bisa membantunya dalam berbisnis.

“Lalu kenapa? Apa kakek sedang berusaha mencari cara untuk membuat Jae In kembali lagi ke kantor pusat? Jika memang begitu, Aku akan bertindak, Kakek.”

Kakek yakin kalau wanita yang dikencani Jae In pasti memiliki sesuatu yang istimewa. Jae In tak akan dengan mudah berkencan ataupun menikah. Lagipula kalau Jae In kembali ke kantor pusat, itu juga bukan ide yang buruk kan?


Da Hyun sedang makan ayam tapi pikirannya melayang memikirkan pembicaraannya dengan Jae In tadi siang. Jadi Jae In menerangkan kalau sebenarnya dia menyukai Da Hyun yang biasanya meskipun tampak norak. Dia tak tahu alasannya, tapi itu yang ia rasakan. Tapi satu hal lagi, Da Hyun itu seperti rubah “Dan kau yang paling licik.”

“Terimakasih. Tapi itu semua kan menurutmu.”

Benar, Jae In mengakuinya tapi yang terpenting Da Hyun jangan berkeliaran setengah telanjang lagi. Itu membuat jantung Jae In mau copot melihatnya.


Melihat Da Hyun cengar – cengir gaje, Hyun Jin penasaran sebenarnya Da Hyun bahagia karena ayamnya enak atau karena pria itu. Tentu saja Da Hyun mengaku karena ayamnya. Dia kan penggemar Ayam, mana mungkin dia goyah karena seorang pria.

Tetap saja, Hyun Jin merasa dikhianati karena Da Hyun sudah punya pria duluan.

Kalau cara mainnya begitu, Da Hyun malah lebih sering dikhianati oleh Hyun Jin. Toh ini juga cuma hubungan... “Palsu..” ucap Da Hyun tidak ikhlas.

Hyun Jin meraih ponsel Da Hyun, karena dia merasa bersalah maka ia akan minta maaf pada Jae In.


Ucapan permintaan maaf itu berupa foto Da Hyun yang mengenakan gaun hitam terbuka. Ia mengirimkannya pada Jae In. Jae In celingukan sambil senyum – senyum sendiri.

[Ini sebagai bentuk permintaan maafku. Akan lebih baik, kalau hanya kau saja yg melihatnya kan?] – tulis Hyun Jin.

Setelah larut malam, dia mengirimkan pesan pada Da Hyun, ia mengajaknya untuk makan malam dan nonton film. Da Hyun membaca pesan itu keesokan harinya dengan wajah sumringah.
-oOo-
NOTE:

Mian, siapa bilang ga dilanjut? ^_^ Aku emang abis ganti lepi (pamer.hehehe) soalnya lepi rusak dan filenye belum aku selametin. Sedih harus download ulang.. tapi tetep dilanjut, mba Imma juga lanjut cuma emang agak molor dari akunya. Tolong di tunggu saja soalnya aku juga belum buat k2 cuma k2 udah ada diblog lain makannya aku duluin something about 1% -nya dulu. Ditunggu aja kawan, aku ga mungkin ninggalin pasangan DaDa & Jae In kok.. apalagi cuma 8 episode.

10 Responses to "SINOPSIS Something About 1% (2016) Episode 6 Bagian 1"

  1. Menarik .. Kyk abg yg bru mengenal lawan jenis ..
    Smg lepinya gk rusak lg y ..

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Makasih ya sinopnya,,tapi kyknya gak hnya smpe ep.8 mbk soalnya aku sdh liat yg ep.8 walaupn gak ada subtittlenya,,hehhehe makanya nunggu sinopsis dari mbk,,mohon dilanjut yaaa nulisnya😊semangat

    ReplyDelete
  4. Smga slalu sehat...biar lanjut sinopnya....hihi...

    ReplyDelete
  5. Smga slalu sehat...biar lanjut sinopnya....hihi...

    ReplyDelete
  6. Makasih mbak uda dilanjut sinosipnya,
    Semangat terus mbak, ditunggu kelanjutannya.

    ReplyDelete
  7. Makasih mba sinopsisnyaa suka banget drama ini :)

    ReplyDelete
  8. Penasaran banget sama ceritanya, jgn lama2 bikin sinopsisnya donk kak... hihihi

    ReplyDelete
  9. yeayy.. gomawo kakak udah d'lanjut.. aku tunggu eps.7 ama 8 nya 😚😚😚

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^