SINOPSIS Something About 1% (2016) Episode 2 Bagian 2

SINOPSIS Something About 1% (2016) Episode 2 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: DramaX
Keesokan harinya, Jae In menghubungi Da Hyun dan mengajaknya bertemu. Da Hyun pun menuju ke restauran setelah mengajar disekolah. Dia mengedarkan pandangannya “Apa dia belum datang?”

“Tidak. Aku sudah datang..” ucap Jae In tepat dibelakang Da Hyun. Da Hyun berjingkat kaget sampai hampir menabrak seseorang. Beruntung Jae In sigap menariknya mendekat agar menghindar dari tubrukan.

“Dia membuatku terkejut.” Desis Da Hyun saat Jae In sudah berjalan pergi.

Saat sudah duduk, Da Hyun meminta alasan Jae In terus menghubunginya. Dia sudah mengatakan kalau ia tak tertarik dengan Jae In maupun SH Grup. Selesaikan masalahmu sendiri.
Tidak bisa karena dirinya dan Da Hyun sudah terikat bersama – sama dengan Kakek. Da Hyun menyesap minumannya “(Terikat) dengan apa?”

“Pernikahan.”

Seketika Da Hyun tersedak mendengar jawaban Jae In. Bukankah dia sudah mengatakan kalau ia tak akan melakukan hal itu?

“Apa kau mau melakukannya?” tanya Jae In.

“Apa kau bercanda?”


Jae In kemudian memberitahukan bahwa kakek sudah membatalkan keputusannya dan akan membuat ulang surat wasiat yang baru asalkan mereka mau bersama dengan berungguh – sungguh.

“Bersama? Lalu apa yang aku dapatkan dari itu?”

Tentu saja ini jalan terbaik agar mereka bisa keluar dari kekacauan ini. Jae In mengaku sudah susah payah membujuk kakeknya.

“Jadi aku harus mengucapkan terimakasih?” ketus Da Hyun.

“Kalau begitu, kau mau menikah?”


Da Hyun berfikir kemudian bertanya seolah mengejek Jae In “Kalau aku mau?”

Jae In kesal dengan candaan Da Hyun. Tapi yang jelas, Kakeknya sudah setuju mereka tak menikah asalkan mereka mau menjadi pasangan. Mereka harus berkencan layaknya pasangan selama 6 bulan kedepan.

“Kau mau kuberitahu berapa banyak penghasilan yang didapatkan perusahaan SH setiap tahunnya? Apa kau mau tahu berapa gaji bulanannya?” tanya Jae In.

Da Hyun sama sekali tak tertarik dengan topik semacam itu, dia saja bingung dengan gajinya sendiri jadi untuk apa memikirkan keuntungan SH Grup.

“Kau punya kemungkinan untuk mewarisi kekayaan yang besar ini.” ujar Jae In.

Da Hyun memang tertarik kalau bisa mendapatkan warisan tapi jika harus menikah dengan Jae In untuk mendapatkannya, maka ia menolak.  Dia tak mau menikah hanya demi menjadi pewaris kekayaan orang lain. Da Hyun menyarankan agar Jae In membicarakan masalah ini dengan kakeknya karena dirinya benar – benar menolak keputusan ini.

“Jadi kau bersungguh – sungguh?”

“Ya, aku sudah bersungguh-sungguh sejak awal.” Tandas Da Hyun meninggalkan tempat duduknya. Baru beberapa langkah berjalan, Da Hyun berbalik kembali ke meja mereka. Jae In yang loyo langsung duduk tegak menaruh harapan. Tapi sayangnya Da Hyun hanya kembali untuk mengambil ponselnya yang ketinggalan kemudian pergi lagi.

Dirumahnya, Da Hyun kembali memikirkan tawaran Jae In. Sebenarnya sayang juga menolaknya tapi dia yakin tak akan mendapatkan semua uangnya. Lagipula orang itu terlihat jahat, dia tak tahu rencana apa yang dimilikinya.

Ponsel Da Hyun berdering. Dia pun langsung mengangkat panggilan dari Ibunya, Ibu menyuruhnya untuk kencan dengan seorang ahli herbal. Da Hyun terlihat sudah biasa melakukan kencan buta hingga dia pun menanggapi dengan santai “Baiklah. Bisa – bisa aku akan menemui semua ahli herbal Korea.” Candanya.

Jae In kembali memandangi foto lecek Da Hyun. Dia mengingat saat Da Hyun terus menolaknya tapi disisi lain Kakek juga mengancam akan memberikan mall SH pada Tae Ha.

“Dengarkan guru, kau membuat semuanya menjadi rumit untukku dengan bersikap seperti itu.” ucapnya.

Kakek sudah bisa menebak kalau Jae In akan ditolak oleh Da Hyun. Baiklah, kalau begitu giliran menentukan waktu untuk menghubungi Tae Ha. Dia meminta Ketua Tim Kang menghubungi Pengacara Park.

“Sekarang?” tanya Ketua Tim Kang terkejut.
-oOo-

Keesokan harinya, Da Hyun sudah berdandan rapi dan bersiap menemui No Hyun Woo di Restoran Dongyang Hotel. Sebenarnya Da Hyun malas apalagi ini di akhir pekan yang begitu cerah, bukannya berlibur malah harus menemui pria yang tak dikenalnya.


Di sisi lain, Jae In melakukan pertemuan dengan Ibunya disebuah hotel. Ibu mengeluh karena dia kesulitan menemui anaknya sendiri. Ibu dengar kalau Kakek menghubungi Jae In. “Apa dia mengancammu kali ini?”

Tidak. Lagipula Jae In bisa mengatasinya.

“Apa kau... tetap berhubungan dengan bibimu di Kanada?” tanya Ibu.

Ditempat yang tak jauh dari Jae In, Da Hyun melakukan pertemuan dengan Tuan No. Jae In bisa melihat mereka berdua dan terus memperhatikannya. Ibu bertanya apakah Jae In mengenal mereka?

“Um, ya, kira-kira begitulah.”

Ibu menebak kalau mereka berdua sedang melakukan perjodohan. Keduanya tampak cocok satu sama lain. Lalu, Apa Jae In tak akan menikah? Ibu sudah lelah menunggunya untuk melangsungkan pernikahan.

“Aku akan menikah kalau sudah saatnya.”

Terdengar suara tawa Da Hyun dan Jae In tampak tidak suka melihat kedekatan mereka.
Ibu mengatakan kalau Jae In bukan hanya cucu tertua dari Presdir Lee tapi juga cucu dari Presdir Daehan Elektrik (Keluarga Ibunya). Kakek Jae In pasti akan menyiapkan apapun yang dibutuhkan olehnya.

Jae In sama sekali tak bisa berkosentrasi dan terus memandangi Da Hyun. Dia pun memutuskan untuk menyudahi pertemuannya dengan Ibu.

“Memangnya ada masalah?”

“Ya. Masalah besar.” Ucap Jae In terus memandangi Da Hyun.

Ibu mengerti dan menyuruh Jae In untuk menyelesaikan masalahnya. Dia akan pergi menemui Nyonya Kang.


“Nona Kim Da Hyun..” sapa Jae In.

Sontak Da Hyun kaget melihat kehadiran Jae In disana. Jae In langsung duduk disampingnya dan mengatakan kalau mereka masih memiliki ikatan. Bukankah apa yang dilakukan oleh Da Hyun adalah sebuah perselingkuhan?

“Selingkuh? Apa yang kau katakan? Bukankah kita sudah cukup membicarakannya waktu itu?”

Tuan No kebingungan melihat pertengkaran antara Da Hyun dan Jae In. Jae In meminta maaf pada Tuan No dan berlagak seperti kekasih Da Hyun. “Saat kau berkencan dengan seseorang, kesalahpahaman kecil akan jadi besar. Menjalani sebuah hubungan memang sulit.”

Da Hyun mencoba meyakinkan Tuan No kalau ucapan Jae In itu bohong.

“Bukankah mereka sudah sepakat untuk tidak menikah? Aku pikir kita hanya berkencan....” Ops, Da Hyun keceplosan.

Tuan No tentu tersinggung mendengar ucapan Da Hyun. Dia langsung bangkit dari duduknya.

“Aku rasa tidak seharusnya aku berada di sini” ucapnya kemudian pergi.


Jae In menunjukkan sikap tanpa dosa dan mengajak Da Hyun untuk memulai hubungan mereka kembali.

Da Hyun keluar dari restauran dengan kesal. “Apa kau sudah gila? Kenapa kau melakukan itu?”

“Tidak. Seperti yang aku bilang, aku ingin memulai kembali.”

“Memulai kembali apanya? Kapan kita pernah memulai sesuatu?”
Jae In menyeret Da Hyun kembali ke dalam restauran. Kalau begitu mereka harus memulainya dari sekarang.

Da Hyun menerima panggilan dari Ibu yang langsung mendampratnya. Kalau memang dia sudah berkencan lalu kenapa tak memberitahunya dan membawanya ke rumah. Da Hyun berbisik ke ponselnya dan mengaku tak tahu apa – apa, dia tak mengenalnya.

“Yah, kau bohong kalau bilang tak mengenalku.” Ucap Jae In menunjukkan senyum polos.


Da Hyun melirik ke arah Jae In dengan tajam. Dia mengatakan pada Ibunya kalau pria itu sedikit tak waras. Jae In pun langsung melotot menatap Da Hyun.

Da Hyun menenangkan Ibu dan berjanji akan melakukan kencan buta lagi minggu depan. Ia pun mengakhiri panggilannya.


Da Hyun kemudian menyuruh Jae In untuk mencari alasan agar ia bisa memaafkannya. Jae In tak berniat untuk meminta maaf. Toh Da Hyun juga sedang mencari pria untuk melakukan kencan buta. Da Hyun bisa memecahkan masalah dengan berkencan dengannya.

Tetap saja, bagi Da Hyun itu tetap rumit dan aneh.

“Aku akan membuatnya jadi tidak rumit! Memang apanya yang aneh? Kau membutuhkan seorang pria dan aku membutuhkanmu, songsaeng.. nim.” Jae In menyebut panggilan Da Hyun dengan kaku.

“Tidakkah orang-orang mengatakan kau itu keras kepala sekali?”

“Kadang.” Jawab Jae In polos.

Da Hyun kesal karena dia sedang menyindir bukannya memuji. Tapi baiklah kalau begitu, sekarang dia setuju untuk mencoba melakukannya.

Dikantor, Pengacara Park terkejut mendengar kabar kalau CEO Lee ingin memberikan salinan surat wasiatnya pada Tae Ha.

Jae In menjelaskan kalau pilihan terbaik adalah dengan berkencan selama enam bulan sesuai keinginan kakeknya.

Tapi Da Hyun keberatan dengan kata ‘pilihan terbaik’ karena pada dasarnya pihak Jae In yang paling diuntungkan. Dengan berkencan bersamanya, dia akan mendapatkan warisan. Sedangkan Da Hyun harus rugi karena membuang kesempatan menemukan suami dan mendapatkan saham. Lebih buruknya lagi dia harus menoleransi Jae In selama enam bulan.



Jae In marah karena Da Hyun sendiri yang bilang tidak tertarik dengan warisan. Da Hyun memang tidak tertarik dengan pernikahan tapi setidaknya dia menginginkan perjanjian yang menguntungkan kedua belah pihak.
Baiklah, tapi Jae In rasa Da Hyun tak mengalami kerugian apapun jika membuat perjanjian dengannya. Kalau perjanjian selama 6 bulan selesai maka Jae In akan memberikan dividen selama 3 tahun. Da Hyun akan lebih mudah berkencan dengannya, tidak terperangkan dalam rapat direksi dan tak perlu melakukan kencan buta bersama orang aneh.

Loh tapi menurut Da Hyun, apa yang dikatakan oleh Jae In semakin membuat rumit. Kalau seandainya dia menikah, ia tak memerlukan uang Jae In. Dia akan memiliki uang, saham dan suami. Kenapa aku harus memilih jalan yang lebih sulit ketimbang yang mudah?
Baiklah, Jae In akan membuatnya menjadi lebih jelas. Apa yang sebenarnya Da Hyun inginkan?

“Pertama...”

“Pertama? Memang berapa banyak yang kau inginkan, bukankah kau menjadi serakah?” rutuk Jae In.

Pertama! Da Hyun meminta Jae In memanggilnya dengan ‘Kim Da Hyun –ssi’ atau Songsaengnim. Mudahkan?

“Ah, sialan..” kesal Jae In.

“Dan tolong perhatikan ucapanmu..” tambah Da Hyun.

“Baiklah. Kim Da Hyun –Ssi. Kim Da Hyun Songsaengnim.” Ucap Jae In dengan penuh penekanan.

Belum apa – apa, Jae In menerima panggilan dari Ketua Tim Kang. Dia marah – marah dan menyuruhnya untuk menulis surat pengunduran diri kalau sampai gagal mendapatkan kesempatan negosiasi dengan Amchan Korea.

Dia membanting ponselnya dengan kesal.


Dikantor, Ketua Tim Kang langsung cengo karena disuruh oleh Jae In menulis surat pengunduran diri. Dia mengira Jae In sudah tahu kalau dia bekerja dengan CEO Lee (Kakek). Apa kau yang mengatakannya?

Tidak. Pengacara Park memang teman Jae In tapi dia mengakui kalau Jae In itu menakutkan. Ketua Tim Kang setuju, kenapa semua orang dalam keluarganya memuakkan?

Jae In menyuruh Da Hyun untuk menyebutkan permintaannya lagi.

Yang kedua, Da Hyun menginginkan teknologi terbaru untuk perpustakaan sekolah. Ruang olahraga agar semua anak didiknya bisa bermain saat hujan serta bus dan cermin besar.


"Ada lagi?”

Yang Ketiga, bisakah Jae In mencarikan sebuah agensi baru untuk Ji Soo? Dia penyanyi dan aktor berbakat, selain itu juga tampan tapi sayangnya agensinya kacau. Dia terjebak dalam slave contract sehingga membutuhkan tuntutan hukum. Bisakah pengacaramu mengatasinya?

“Kau bersungguh-sungguh?”

“Aku tidak bercanda kali ini. Hidup seorang anak muda tergantung pada ini.” yakin Da Hyun.

Mereka berdua sepakat dan Da Hyun mengajaknya menulis kontrak perjanjian.


Saat akan berpisah, Jae In menunjukkan ponsel Da Hyun yang ketinggalan. “Apa kau sengaja melakukannya? Kenapa kau selalu meninggalkan barang-barangmu?”

Sebuah mobil melintas. Jae In sigap menarik Da Hyun untuk menghindari kecelakaan. Da Hyun pun jatuh dalam pelukan Jae In.
-oOo-
NOTE:
Biarkata ga se –beken drama yang lain, tapi drama ini menarik juga sih. Hubungan antara Jae In dan Da Hyun, isinya cuma adu mulut aja sepanjang episode. Tapi aku malah menikmati interaksi mereka ini. Jae In yang arogan dan mau menang sendiri vs Da Hyun yang selalu aja bisa menyangkal kata – kata Jae In.

Drama ini juga plotnya cepet, entah mana yang bener, ada yang menulis 8 episode tapi ada juga yang katanya 16 episode. Masih belum jelas tapi durasi per episode cuma 45 menit dan episode genapnya 35 menit.


15 Responses to "SINOPSIS Something About 1% (2016) Episode 2 Bagian 2"

  1. stlah bolak balik, akhir'y ad jg part 2'y, smngat y min nulis sinop'y, i'll be waiting for . .

    ReplyDelete
  2. semangat min, d tnggu update'y, gomawo

    ReplyDelete
  3. ceritanya ringan..awalnya ribut melulu lama2 akn jatuh cinta...

    ReplyDelete
  4. Makasih..semangat yaa nulisnya☺

    ReplyDelete
  5. Menarik......temanya sih sdh lumayan banyak diangkat di drakor,tapi eksekusinya itu loh , beda2 aja.....
    Kamsaeyo puji!

    ReplyDelete
  6. Sekedar penghilang stress diakhir pekan... ceritanya memang ringan dan mudah dimengerti... lanjutkan...👍

    ReplyDelete
  7. Sy kok suka y dg ini drama...smngat eonni...gamsahapnida...

    ReplyDelete
  8. Sy kok suka y dg ini drama...smngat eonni...gamsahapnida...

    ReplyDelete
  9. Da hyun ini kayak mengalami gejala awal penderita alzhemer ya? ._.

    ReplyDelete
  10. iyaa bener, kbanyakan isinya debat duel antara Da Hyun sama Jae In mulu. tp salut sama Da Hyun bisa ngatasi kata2 menjengkelkannya Jae In.. gomawo eps 2 nya 😊

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^