SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 18 Bagian 2

SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 18 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: SBS

Upacara penikahan telah usai, So membuka kerudung yang menutupi wajah mempelai wanitanya. Tapi dia sama sekali tak memiliki napsu pada Yeon Hwa, ia meninggalkannya begitu saja. Yeon Hwa mengetakan kalau Hae Soo akan sering digunakan untuk mengancam So, cara terbaik adalah dengan menyingkirkan...

“Kau.. Kau fokus saja menjadi ratu. Jangan pernah melewati batas lagi.” Tandas So meninggalkannya.
Soo berdoa terus menerus di tumpukan batu buatannya. Chae Ryung menghampirinya dan memberikan kain, kalau dia sedih maka tubuhnya akan menjadi semakin sakit. Dia lalu berkomentar melihat tumpukan batu buatan Soo, dulu Nyonya Hae juga sering menumpuk batu – batu dikediaman Pangeran ke-8.

Yah, Hae Soo mengingatnya dan merindukan Nyonya Hae.
Chae Ryung kemudian berlutut menyatukan kedua tangannya didepan dada. Hae Soo bertanya dia sedang berdoa untuk apa. Chae Ryung mengaku tak sedang mendoakan siapapun, dia hanya memikirkan ibunya. Kini dirinya dan adiknya baik – baik saja. Dulu ibunya sakit, apa sekarang dia sudah sehat disana?

Soo ikut berlutut, memejamkan matanya sembari berkata “Aku baik – baik saja. Aku sungguh.. baik – baik saja.”
Sangat kontras dengan kenyataannya, Chae Ryung paham betul dengan perasaan Soo yang hancur lebur untuk saat ini. Dia memegang kedua tangan Soo demi memberikan sedikit ketenangan.
So rupanya datang kesana juga, dia melihat Chae Ryung tengah menemani Hae Soo. Dia bisa melihat senyum palsu Hae Soo dihadapan Chae Ryung. Entah kenapa, So seolah tak memiliki keberanian untuk menemui Hae Soo dan memilih untuk meninggalkan mereka.

Malam harinya, Soo termenung memeluk lututnya kesepian namun tak seorang pun menemuinya. So sebenarnya datang tapi ia ragu untuk masuk menemui Hae Soo, ia lagi – lagi memilih untuk pergi.
Keesokan harinya, semua pejabat datang ke rapat pagi dan memenuhi aula. So senang dengan kehadiran mereka. Ia mengumumkan bahwa dirinya akan menggunakan otoritasnya untuk menamai era kepemimpinannya. Dia akan memberi nama era ini sebagai Gwangdeok.
Wook menyetujui usulan itu begitu saja dan mereka juga sudah mempertimbangkan untuk membagikan beras pada para pekerja paksa. Tapi untuk managemen keuangannya, serahkan urusan tersebut pada mereka.
So menyetujuinya begitu saja. Tampaknya menterinya cukup bisa dipercaya jadi dia akan berburu dan membaca buku. Dia kemudian mengumumkan bahwa ia akan memberikan hukuman untuk Jung, ia sudah bersalah atas pengkhianatan dan akan dipulangkan ke kampung halamannya.
Baek Ah terkejut, ia meminta Raja untuk menggunakan alasan yang jelas dan masuk akan sebelum memberikan keputusan itu.
Jung telah meragukan penobatan So dan menuduhnya sudah berbohong atas mandat yang diterimanya dari Raja terdahulu. Jung sudah sengaja menentangnya tapi So memberikan sedikit kelonggaran karena mereka saudara se –ibu. Dia hanya akan mengasingkannya ke chungju tapi kalau sampai ia berani datang ke Songak setelah hari ini, ia akan langsung dieksekusi.
Hae Soo menerima kabar bahwa Jung akan dipulangkan ke Chungju. Itu adalah hukuman terberat kedua setelah hukuman mati, gelar dan kekuasaannya akan dicabut. Dia tidak akan boleh kembali ke Songak dan tidak diperkenankan meninggalkan Chungju.
Tentu saja Soo khawatir, apalagi dulu Jung pernah memimpin ratusan ribu pasukan tapi masih merasa frustasi dan kabur melompati dinding. Mereka harus membujuk Raja.
Woo Hee menghentikannya karena Soo bukanlah siapa – siapa. Lagipula ini bukan lagi masalah sederhana antara adik dan kakak. Baek Ah membenarkan, dia memintanya untuk menunggu sampai kondisi So agak tenang.
Setelah menerima kabar kalau Jung diasingkan ke Chungju, Ratu Yoo ambruk karena syok. Yeon Hwa menjenguknya dengan khawatir. Ratu Yoo berkali – kali memanggil nama Baek Ah dan Yeon Hwa pun mengatakan kalau ia akan memanggil Raja.
Belum sempat keluar, So sudah datang kemudian mengatakan bahwa ia yang akan merawat Ibu Suri dan tak seorang pun boleh masuk ke ruangan ini tanpa izin darinya. So kemudian mengompres wajah Ratu Yoo “Kau harus segera sembuh, ibu.”

Ratu Yoo tak suka melihat kedatangannya, tapi ia tak mengatakan apapun dan terus menatap So. Nafasnya tersengal – sengal tak beraturan.
Jung mencoba untuk masuk ke Songak tapi penjaga kerajaan menghalangi jalannya tanpa memperdulikan alasan apapun.


Hae Soo tak bisa tinggal diam dan memutuskan untuk membujuk So agar bisa membiarkan Jung bertemu Ibu Suri. Kalau sampai terjadi sesuatu padanya maka hal itu akan menghantui So selamanya.

“Apa kau yang menulis surat pada Jung dan menyuruhnya kemari?” Tanya So. Dia sudah memerintahkan semua orang untuk tidak mengirim surat untuknya. Hanya Soo yang melakukan hal itu.

Hae Soo membenarkan. Soalnya Jung sudah terpisah dengan ibunya, paling tidak ia harus mendampinginya saat Ibu Suri sakit.

So mempertegas bahwa Jung akan mati kalau menginjakkan kaki di Songak. Sudah untung So tak memberikan hukuman eksekusi.
Nafsu makan So sudah hilang, ia bangkit untuk pergi namun sebelum itu ia memperingatkan agar Soo jangan sampai membiarkan Jung masuk ke Songak. Dia tak akan tinggal diam meskipun yang melakukannya adalah Hae Soo.


Jung masih bersikeras untuk bisa menemui ibunya. Dia menanti didepan gerbang berhari – hari sampai lemas tapi tetap saja belum diperbolehkan masuk. Baek Ah prihatin tapi tak bisa membantu apapun. Ia memberikan sebotol minuman untuknya namun Jung tak meminumnya. Dia hanya menggunakan air itu untuk membasahi kepalanya.
So merawat ibunya namun ibunya menolak untuk makan apapun yang diberikan olehnya. Rupanya sudah lima hari dia menolak untuk makan dan minum. So bertanya apakah ibunya mau mati seperti ini?
Ratu Yoo tak memperdulikan ucapannya, dengan nafas yang semakin memberat, ia memanggil nama Jung berulang kali.
“Lihatlah. Siapa putra yang ada di sisi Ibu sekarang? Si hebat dan sempurna Yo telah tiada. Jung, kesayangan ibu pun tak ada di sisimu. Hanya aku disini, aku telah menjadi raja dan aku melindungi Ibu.”
Ratu Yoo menatap So, mengingat kembali ucapannya dimasalalu bahwa ia tak akan meninggalkan ibunya meskipun Ibunya telah membuangnya. Ia memastikan bahwa ibunya hanya akan melihatnya!

So melanjutkan bahwa ia akan membangun kuil terbesar dan termegah di Goryeo untuk ibunya. Ia juga akan menyebar rumor bahwa ibunya sangat perduli dan begitu mengaguminya. Mereka akan menjadi anak yang saling menyayangi, semua orang akan mengetahui hal itu. So mulai meneteskan air matanya, dia akan menjadi satu – satunya anak yang berharga bagi ibunya. “Ini.. adalah pembalasan dendam dariku.. karena telah ditelantarkan oleh Ibu.”

Ratu Yoo menggerakkan tangannya, meraih wajah So dengan tangan yang sudah kaku. Tapi baru saja kulit mereka bersinggungan, tangan Ratu Yoo sudah terkulai lemah dan ia menghembuskan nafas terakhirnya.

Meskipun So tadinya tampak garang, akhirnya dia menangis disamping tubuh ibunya. Menangis, menumpahkan kepedihan yang selama ini ia rasakan. Marah. Sedih. Bercampur-aduk.
Setelah Ratu Yoo meninggal, Jung akhirnya diperbolehkan untuk melihat jasadnya. Namun baru sebentar ia melihat tubuh sang ibu, So sudah datang dan menyuruhnya untuk pergi. Ia yang akan memakamkan Ibu mereka. Hukuman Jung hanya dibatalkan untuk sementara saja.

Setelah meninggalnya Ratu Yoo, terjadi perdebatan antara Soo dan So. So menganggap kalau Hae Soo membela Jung, kau harusnya berpihak padaku!

“Ini bukan soal siapa memihak siapa. Karena keras kepalamu, Jung tidak bisa menemani Ibunya di saat terakhirnya.”

Kemarahan So semakin membuncah, bukankah seharusnya Hae Soo mengasihaninya. Bukan Jung tapi dirinya yang selalu disingkirkan. Selama 25 tahun dia hidup, akhirnya Ibu menyentuh wajahnya tepat sebelum ia meninggal. Memangnya salah kalau So menginginkan ibunya untuk dirinya sendiri sebelum ia meninggal?

Hae Soo berniat meraih wajah So tapi So menampiknya “Seharusnya kau mengatakan kalau kau memahamiku."

Hari berikutnya, So mengintrogasi Won masalah merkuri yang terdapat di bak mandi kakak tertua mereka. Ia bertanya apakah ini semua adalah ulah Wook? Won berkelit bahwa ia tak mengetahuinya apa – apa soal itu.

So membahas tentang Chae Ryung. Dayang yang bekerja di kediaman Wook, dulunya dia adalah pelayan Won, kan? Bukankan Won dan Wook yang memperkerjakannya di Damiwon? Kalau memang bukan Wook, berarti pelakunya adalah Won.

Won semakin panik tapi dia masih kekeuh mengatakan tak tahu apa – apa.
Ji Mong menyuruhnya untuk jangan berkelit lagi. Kalau dia terus merahasiakannya, dia akan menghukum Won karena telah menjual perak palsu. Hukumannya akan dimasukkan dalam air mendidih.
Setelah terpojok akhirnya dia mengaku, dia hanya mendapatkan perintah saja. Semua ini ide Wook, ia telah merencanakannya bersama Raja terdahulu.
Mengetahui hal ini, So semakin marah dan menggebrak mejanya.
Saat datang ke Damiwon, Hae Soo merasa kondisi disana terlihat aneh. Ia menghampiri Woo Hee dan bertanya dimana Chae Ryung.
Ketika keduanya keluar ke halaman, dayang – dayang sedang berkumpul menyaksikan prajurit yang memukul gulungan penuh darah. Hae Soo bertanya apa yang tengah terjadi?  

Dayang itu mengatakan kalau Raja memerintahkan mereka menyaksikan semua ini. Mereka akan mendapatkan hukuman yang sama kalau sampai bicara sembarangan di istana.

Hae Soo kemudian menghampiri Ji Mong untuk mendapatkan penjelasan apa yang sebenarnya terjadi. Ji Mong mengatakan kalau mereka tengah memberikan hukuman pada dayang yang melakukan tindak kriminal.

Dayang Damiwon? Hae Soo terkejut “Siapa? Siapa?!”

Ji Mong menjawab tak enak. Chae Ryung.

Saat gulungan tersebut ditendang, tubuh Chae Ryung berguling sudah tak bernyawa. Tubuhnya penuh darah dan tampak mengenaskan. Hae Soo syok melihat teman terdekatnya itu, meninggal dengan mengenaskan di depan kedua matanya. Lutut Hae Soo lemas, ia pun pingsan.
Dalam benaknya, ulasan kebersamaan dirinya dengan Chae Ryung kembali terulas. Chae Ryung orang pertama yang ditemuinya di Goryeo. Teman yang mengajarinya banyak hal ditempat ini dan selalu menemaninya ketika ia membutuhkan.
So panik ketika mengetahui kalau Hae Soo jatuh sakit. Hae Soo tertidur dengan tidak tenang, ia masih terus menggumam nama Chae Ryung sampai ia terbangun. So menghampirinya tapi Hae Soo menolak disentuh olehnya. “Teganya kau? Teganya kau melakukan hal itu pada manusia? Kau memukulinya sampai mati seperti anjing!”
Terpaksa So menjelaskan semua kebusukan yang dilakukan oleh Chae Ryung yang telah memata – matainya dan membocorkan informasi tersebut pada Pangeran ke-9. Ia yang telah mencuri barang – barang So dan menjadikannya seperti mata – mata karena Soo menulis tulisan hangul (mungkin dikira kata-kata rahasia). Dia sudah ikut andil dalam menggagalkan pernikahan mereka.  Dan Chae Ryung juga yang telah memasukkan merkuri dalam bak mandi Raja terdahulu.

Serta lorong yang akan digunakan oleh Eun untuk kabur. Chae Ryung mengetahui jalan rahasia tersebut dari Wook dan Won. Makannya saat Eun kabur, disana sudah terdapat penjaga.


Chae Ryung berusaha untuk dekat dengan Soo dan mencoba memisahkan mereka. Dia sedang menunggu waktu yang tepat untuk menyakiti Hae Soo jadi So tak punya alasan untuk memaafkannya.

Soo tetap menunduk sedih “Dia... kejahatan yang dia lakukan adalah karena dia terlahir sebagai budak. Dia bagaikan adikku.”

So meminta Hae Soo untuk tidur, dia harus beristirahat dan melupakan semuanya.
Ditempatnya, So mabuk – mabuk karena marah akan ulah Wook yang sampai meracuni kakak pertama mereka menggunakan merkuri. Hae Soo adalah satu – satunya yang So miliki tapi Wook telah membuatnya tampak seperti monster dihadapan Soo. Dia harus menanggung semua akibatnya.
Hae Soo melihat kain yang ditinggalkan oleh Chae Ryung dan menemukan tulisan disana. Ia langsung menghela nafas ketika mengingat bahwa Chae Ryung mengaku tak bisa membaca. Soo meremasnya dengan sedih bercampur kecewa, seberapa banyak kebohongan yang diucapkan olehnya?

Ia menguatkan diri dan lanjut membaca surat Chae Ryung. Chae Ryung meminta Hae Soo menjaga keluarganya. Dia sudah tahu kalau ajalnya sudah dekat. Ia berniat mengakui kesalahannya tapi dia tak akan sempat. “Aku hanyalah seseorang yang tak bisa berhenti mencintai cinta pertamaku.”

Sewaktu kecil, Chae Ryung terlihat panik dengan baju kumuhnya meminta sedekah pada orang – orang namun tak ada yang mau berbagi padanya. Sampai akhirnya dia terjatuh didekat tandu Won. Won langsung menjatuhkan sebatang perang untuknya. Chae Ryung sungguh berterimakasih.

Setelah saat itu, dia kemudian menjadi budak di tempat Won namun Won dengan baik hati mau membantunya belajar menulis. Kebersamaan diantara mereka itu membuat Chae Ryung tak bisa lepas dari cinta pertamanya.
Aku yakin kau akan memahami perasaanku. Aku tidak menyesal. Aku tidak menyalahkan siapapun, ada tidaknya suatu makna dalam melakukan sesuatu, jawabannya hanya kau sendiri yang tahu.
Setelah mabuk – mabukan, So kembali ke kamarnya dan menemukan seseorang mengenakan topeng sudah menanti. Ia tersenyum senang ketika mengira Soo telah memaafkannya. Ia pun menariknya pinggangnya dan berniat menciumnya tapi... ada sesuatu yang berbeda.. So buru – buru membuka kedok wanita itu, rupanya dia adalah Yeon Hwa.

So tak banyak kata, keluar!
Yeon Hwa memperingatkan kalau So yang sudah menyuruhnya untuk fokus menjadi Ratu. Mereka harusnya membuat kesepakatan yang benar. So membutuhkan takhta dan ia membutuhkan seorang pewaris.


Ia pun memeluk So erat. So tersenyum licik dan bertanya apakah Yeon Hwa mau mengkhianati Wook dan keluarganya? Bisakah dia melakukannya, kalau memang dia mau maka So berjanji akan menjadikan Yeon Hwa ratu satu – satunya dan membuat keturunan mereka menjadi Putra Mahkota.

Yeon Hwa terkejut menerima tawaran tersebut.


Di Damiwon, Soo terus – terusan sedih dan melamun kesepian. Ketika Baek Ah datang, ia bertanya apa yang seharusnya ia lakukan? Orang yang ia cintai telah membunuh adiknya.

Baek Ah memberitahukan bahwa So telah mengetahui rencana Chae Ryung sejak awal. Dia sudah berusaha mengirimnya pergi tapi Chae Ryung malah terus menempel pada Hae Soo hingga akhirnya So memilih untuk menghukumnya.

Soo mengerti tapi bagaimanapun itu, dia tak pantas menghukumnya seperti itu. Hae Soo sungguh tak tahu bagaimana caranya melarikan diri dari penderitaan ini. Chae Ryung hanyalah seseorang yang sedang jatuh cinta.
Baek Ah meminta Hae Soo jangan menunjukkan wajah sedih itu. So pasti akan sangat khawatir melihatnya. Soo menepuki dadanya yang terasa sesak. Ia kemudian meminta sebuah bantuan pada Baek Ah, ia ingin agar Baek Ah memberikan hiasan rambutnya pada Jung dan sampaikan pesan....

“Aku menginginkannya.”

Baek Ah tampak khawatir, dia pasti tahu kalau kata – kata Hae Soo memiliki makna lain yang tak diketahuinya. Apa kau tak akan bersedih lagi kalau aku melakukannya?

Soo mengangguk. Sampaikan kalau Hae Soo.. sungguh – sungguh.. menginginkannya.

-oOo-
Cuap - cuap:

Dipertengahan episode ini, sepanjang jalan penuh tanda tanya. Bener - bener ga habis pikir dengan cara pikir So. Gimana bisa akhirnya dia memilih menghukum Chae Ryung dengan secara keji begitu? Padahal awalnya dia sudah legowo dan berniat mengeluarkan dia dari istana, kalau dia tahu Chae Ryung nempel terus sama Hae Soo, harusnya dia tegas tetep ngirim Chae Ryung keluar. Toh kemungkinan rasa marah Soo gak akan sehebat ini, gimana seseorang yang udah dia anggap sebagai adik mati dihadapannya? Apalagi dia tahu kalau sebenarnya Chae Ryung melakukan ini demi cintanya.

Memang dari sisi So, Chae Ryung ini salah.. salah.. banget. Musuh dalam selimut apalagi udah bantu bunuh Moo. Kakak kesayangannya. 

Tapi disini, So juga ga mempertimbangkan gimana perasaan Soo dengan memilih membunuhnya dihadapan semua orang. Apalagi menyuruh dayang melihat kejadian kejam itu. Apa gak sebaiknya sembunyi - sembunyi aja bunuhnya supaya Hae Soo ga tahu?

Drama.. sabar. drama. Kalo ga gitu dramatis -nya kurang dong.

Dan aku juga ga ngeh sih, kenapa tiba - tiba So jadi bisa bersikap liar seliar -nya setelah menikah dengan Yeon Hwa. Mungkin dia merasa bersalah karena sudah menikah dengan Yeon Hwa, tapi kenapa malah dia menjauhi Hae Soo gitu. Harusnya dirayu kek, ato ga kasih kata - kata alay lebay yang kaya biasanya itu.. "Hanya kaulah.. ratuku.." apa ga meleleh kan.. coba.
Tapi mungkin jalan pikiran So lagi keseleo sedikit kali yah. Dan kayaknya besok makin bengkak aja.. soalnya dia tahu kalau Wook mantan pacarnya Hae Soo. Wkwkwkwk.. Tunggu preview yah..

Dan mulai pasrah kalau endingnya sad. 

SINOPSIS BAGIAN 2


18 Responses to "SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 18 Bagian 2"

  1. Iya, makin kacau rasanya pikiran so setelah jadi raja. Kita ga liat pemikirannya yang besar buat negara, tp kita diliatin perasaannya yang terombang ambing sebagai raja. Ambil keputusan ini itu terkait saudaranya. Menangis dan tertawa, perubahan emosinya cepat jadi amarah. Jangan jangan kursi raja ada racunnya kali ya yang bikin otak ga bisa berpikir jernih loooooool drama ini bikin ngayal aneh aneh deh #ehsayaajading
    Tp masih enak soo punya baek ah. Ada temen curhatlah setidaknya. beda sama so. Ji mong ga bisa diajak curhat senyaman itu :p Cuma emang ending baek ah jg mengkhawatirkan sama woo hee hahahaha

    ReplyDelete
  2. bkaln sad ending y min, hiks hiks

    ReplyDelete
  3. Jiaaaaa...makin penasaran dg endingnya...

    ReplyDelete
  4. Jiaaaaa...makin penasaran dg endingnya...

    ReplyDelete
  5. Pasti soo merasakan kesakitan yg parah hikss

    kasian tapi menurutku so lebih sakit lagi,harus liat org yg dikasihinya trus2an di bohongin

    ReplyDelete
  6. Nyeseeek.. Cuma berani baca sinopsis doang, lihat dramanya langsung ga beraniiii :'( ya ampuuun, sedih baper jadi satu.. Dan setuju sama yang nulis nih, pasrah sama endingnya :'(

    ReplyDelete
  7. Mau nanya nih min pendapat mimin pas ratu yoo meninggal tuh. Setelah So ngmong blabla itukan ratu yoo kaya mau megang wajah So tapi juga kayak mau ngegeraut gitu eskpresinya juga kayak marah. Mnrut mimin gimana??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ambigu. Ga ada yang tahu maknanya, aku awalnya bingung juga dan cari beberapa referensi recaper lain, dan itu gerakan tangannya emang ga ada yang tahu maknanya.

      Tapi emang mungkin lebih kaya mau nyakar gitu. Cuma BAGI So menganggap gerakan tangan ibunya sebagai bentuk kasih sayang, dia cuma pengen percaya apa yang dia percayai aja.

      Kalo menurutmu gimana?

      Delete
  8. Semangat terus min nulis sinosipnya.
    Ditunggu episode 19 n 20 nya.
    Mau tanya min, knp something about 1 % nya ga dilanjutin?
    Mba ima juga sama ga ngelanjutin.

    ReplyDelete
  9. Sedih sekaligus serem ngeliat so,

    ReplyDelete
  10. kalau menurut aku sih ya, kenapa wangso pada akhirnya tetap menghukum mati chaeryung ya karena memang kesalahannya yang sudah menghianati dan bahkan membantu dalam pembunuhan kakak tertua wangso. bukannya memang hukum jaman kerajaan itu selalu mengerikan ya? enggak ada kata "maaf" bagi siapapun yang sudah menghianati kerjaan tersebut.
    dan kenapa wangso tetap membunuhnya walaupun sudah pernah mau membebaskannya? ya sebenarnya karena haesoo yang minta, kalau dalam drama ini karena wangso jatuh cinta sama haesoo lah yang membuat permintaan haesoo mudah diterima oleh wangso. kan wangso sendiri bilang dalam drama. hehe
    itu sih yang aku tangkap kalau soal kasus hukuman mati buat chaeryung.

    dan untuk keliaran wangso, ya mungkin dia galau thor karena enggak bisa menikah sama pujaan hatinya dan malah menikah sama salah satu dari keluarga yang ingin menjatuhkan dia. kalau dari yang saya tangkap sih, sebenarnya wangso sudah tau kalau keluarga dari wook itu ada ambil andil dalam penurunan tahta atau mungkin penghianatan, hanya saja karena tuntutan dari kerjaan yang mengharuskan wangso menikah dengan yeonhwalah yang membuat wangso terpaksa memilih jalan tersebut dan salah satunya juga dari penolakan haesoo. karena sebenarnya wangso tetap mau menikah dengan haesoo, hanya saja haesoo yang menolaknya karena beberapa pemikiran yang dipikirkan oleh haesoo.

    i love this drama, karena aku suka drama yang penuh misteri dan harus dipecahkan, bahkan sulit ditebak ending ceritanya bakalan siapa yang memenangkan pertarungan.

    terima kasih kak author yang sudah menuliskan sinopsis ini.
    kadang aku enggak ngerti nonton dramanya, setelah baca sinopsisnya jadi sedikit paham.

    semngat terus kak nulisnya, masih ad 2 episode lagi ehehehehehe

    selamat siang dan selamat berkativitas ^^

    ReplyDelete
  11. Mulai benci sm sikap wang soo yang otoriter jdi raja. Berharap hae so sm wook aja dulu nikah. Jdi gg bakalan gini kan? Dan shrusnya bukan hae so yg merubah hdup so. Pnyesalan trbesar bgi hae so pstinya.

    ReplyDelete
  12. Mulai benci sm sikap wang soo yang otoriter jdi raja. Berharap hae so sm wook aja dulu nikah. Jdi gg bakalan gini kan? Dan shrusnya bukan hae so yg merubah hdup so. Pnyesalan trbesar bgi hae so pstinya.

    ReplyDelete
  13. Kalau aku pribadi sudah pasrah sama sad ending Di drama ini sejak ep 14 an. Hehehe, selain sudah terlanjur baca beberapa spoiler yg selalu nyesek. 😂😂😂

    Dan akhirnya, Di episode 18 kemarin aku mulai bisa menerima kalau memang nanti hae soo Berakhir sm Jung. Krn cuma Jung yg yakin saat menawarkan Jalan keluar Istana.

    Dan semakin aku lihat, karakter So berkembang making kelam setelah Jd raja. Mungkin krn penulisnya ga Mau ngerubah sejarah raja GwangJong yg terkenal kejam. Jd Jalan cerita So dibuat serumit mungkin. Aku liat So yg skrg cocok juga sama Yeon hwa, sifatnya Jd agak mirip. 😁😁😂😂

    Terlepas dr kebaperanku nnton drama ini, semuanya aku suka. Dan kalau kata aku kayaknya rating drama ini rendah diKorea krn merupakan drama remake yg notabene penontonnya Di Korea pasti sudah bandingin duluan sama versi chinanya. Dan sudah keburu nebak2 endingnya.

    Itu aja curhatanku. Thanks ya sis, aku silent reader blogmu. Suka mampir buat bc sinopsis drakornya.

    Kalau sempat mampir Di.blog punyaku ya, blog emak2 rwempong. Hehehehe. Di www.emaksevge.co.id

    Salam literati
    Ariny R.S

    ReplyDelete
  14. Oh Baru bc ga boleh cantumin link aktif. So sorry ya sis author. 😅😄😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. gapapa.. Asalkan jangan ke blog download aja.. Makasih sudah mau berkunjung ^_^

      Delete
  15. Tinggal 2epsd lagi, gimana nasib Hae Soo & Wang So??

    ReplyDelete
  16. Tinggal 2epsd lagi, gimana nasib Hae Soo & Wang So??

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^