SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 17 Bagian 1

SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 17 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: SBS

Sebelumnya, So sering bilang kalau dia tak perlu menjadi Raja asalkan bersama Hae Soo. Tapi sekarang dia tak pernah mengatakan hal semacam itu lagi.

So berkata kalau mereka sudah berjanji untuk tidak saling berbohong lagi. Ia memulai semua ini untuk menghentikan pertumpahan darah diantara saudara – saudaranya. Tapi saat dirinya membangun istana diluar, ia sadar kalau dunia bisa berubah saat Raja berubah. Dia tak akan dikendalikan oleh siapapun dan menghentikan pertumpahan darah diantara keluarganya. Menjadi Raja adalah sebuah keharusan untuk So saat ini.

So tersenyum lembut menatap Soo, kenapa? Apa kau tak suka aku menjadi Raja?

Dengan jujur Hae Soo mengaku tak menyukainya tapi dia lebih tidak suka kalau harus berpisah dengan So. Hae Soo menatap kedua manik mata So dalam - dalam, memintanya untuk berjanji kalau ia tak akan membunuh saudara – saudaranya.

So mengangguk dan meraih kedua tangan Hae Soo, menatapnya memberikan sebuah keyakinan.

Terdengar suara sorakan semangat para prajurit So. Sedangkan prajurit yang menjaga istana panik dan bergegas untuk menutup gerbang istana ketika pasukan So mulai mendekat.

Hae Soo gemetaran ketika menyajikan teh untuk Yo. Yo langsung menampik cangkirnya dan bertanya apakan dia menaruh racun dalam cangkir tersebut. Hae Soo meyakinkan bahwa dirinya tak melakukan hal semacam itu dan dayang lain sudah mengetes teh –nya.

Kalau dipikir – pikir, Yo rasa Hae Soo adalah penyebab kenapa dirinya bisa jadi begini. Moo Hyungnim, Eun dan Istrinya serta Raja Taejo, semua orang itu mengganggu pikirannya. Dirinya telah membuat keputusan untuk membunuh saudaranya untuk menjadi Raja tapi karena Hae Soo menyamarkan bekas luka So, So merebut semua miliknya.

Terdengar suara gemuruh diluar istana, Hae Soo tampak cemas dan perlahan memundurkan langkahnya. Ratu Yoo masuk dalam ruangan Yo dengan panik dan mengambil secarik kertas. Dia mengatakan bahwa So menyerbu istana, dia telah melakukan pemberontakan.

Yo benar – benar bingung dan tak tahu harus berbuat apa sampai dia cuma bengong ditempat.

Ratu Yoo menyuruhnya untuk menulis mandat kalau ia akan menyerahkan takhtanya untuk Jung. Mereka tidak bisa kehilangan takhta ini, setelah Jung menjadi Raja maka mereka akan merencanakan sesuatu di masa mendatang.

“Lalu.. aku?” Yo menatap Ratu Yoo sedih “Apa aku bukan anakmu? Ibu, aku ini apa untukmu? Hanya pion untuk menduduki takhta Raja?”

Yo menghempaskan tangan Ibunya, bertanya – tanya apakah Ibunya sudah tak membutuhkan anak yang tak bisa menjadi Raja lagi?


Ratu Yoo membujuknya karena mereka akan kehilangan segalanya kalau mereka tak menyerahkan takhta untuk Jung. Yo masih tak terima, sekarang dia tahu bagaimana perasaan So.

“Usir Ibu Suri dari sini!” teriak Yo.

Kasim pun langsung masuk dan menyeret paksa Ratu Yoo.

Hae Soo pun berniat untuk meninggalkan Yo tapi langkahnya terhenti karena Yo membanting gelas tehnya. Hae Soo gemetaran ketika dia berjalan menghampirinya.


Ditengah kekacauan ini, Yeon Hwa tak bisa menemukan keberadaan Wook. Ratu Hwangbo telah berubah pendirian dan merasa sudah salah dalam mendidik kedua anaknya selama ini. Dia memberikan kebebasan Yeon Hwa untuk memilih dan ia akan mengikutinya.

“Jika kau ingin mengambil alih istana, kau harus mengorbankan sesuatu. Kau harus tentukan keputusanmu sekarang. Kau bisa memiliki seluruh dunia tapi tak bisa merasakan cinta. Kau bisa memiliki cinta tapi hidup di dunia yang sangat kecil.”

Yeon Hwa tersenyum mantap, bagaimana kalau dia memilih seluruh isi dunia ini?

“Maka... Ibu akan menyingkirkan Wook.” Putus Ratu Hwangbo.



Jenderal Park tidak menyangka kalau dia akan menyerang istana yang selama ini ia lindungi. So mengangkat pedangnya, memberi komando untuk memulai penyerangan namun belum sempat menyerang, gerbang istana sudah terbuka. Yeon Hwa menyambut mereka dan menyatakan akan memberikan bantuan agar mereka bisa masuk istana tanpa pertumpahan darah.

“Aku takkan melupakan kesetiaanmu.” Balas So.

Yo tertawa frustasi karena pada akhirnya So akan mendapatkan segalanya. Apa salahnya? Sekarang ia juga takut disingkirkan dan seperti So yang ditelantarkan. Ibunya dulu mengatakan kalau dia sempurna dan bisa melakukan segalanya.

“Tapi... ini semua karenamu.” Tunjuk Yo pada Hae Soo.

Yo mendorongnya sampai jatuh. Dia benar – benar sudah putus asa dan bertanya – tanya pada siapa dia harus memberikan takhta ini. Jung? Wook? Baek Ah atau So? Kondisi Yo semakin memburuk ditambah dengan suasana mencekam di istana. Suara jejeritan para dayang membuat Yo makin panik.

Dia memberikan kertasnya pada Hae Soo. Namun belum sempat ia memberikan kerta tersebut, dada Yo semakin sakit dan langkahnya terhenti.

Yo pun ambruk dengan mata melotot. Dalam batinnya berkata “Aku hanya mencoba untuk bertahan hidup.

Hae Soo benar – benar ketakutan dan tak tahu harus berbuat apa. Dia membeku menatap Yo.

So berhasil masuk dalam ruangan Raja, dia menemukan Yo yang sudah tergeletak disamping Hae Soo. Ia memungut kertas yang ada dalam genggaman Yo dan membacanya.
“Apa kau sudah membacanya?” tanya So. Hae Soo menggeleng dan So pun langsung menyobek kertas tersebut.

Ratu Yoo bisa lepas dari cekalan para kasim dan kembali memasuki ruangan Yo namun ia dikejutkan dengan Yo yang sudah tergeletak di lantai. Ji Mong dan beberapa prajurit menyusulnya.

Hae Soo langsung berlutut dihadapan So “Salam pada Raja baru. Mansae! Mansae! Man Mansae!”

Ratu Yoo kebingungan dengan tingkah Hae Soo. So juga tampak terkejut tapi kemudian ia mengatakan bahwa Yo telah menyerahkan takhta padanya sebelum meninggal. Sontak Ji Mong berlutut dan diikuti oleh prajurit lain dalam ruangan untuk memberikan hormat pada Raja baru.

Akhirnya So pun dinobatkan menjadi Raja.


Hae Soo menanti didepan istana, dia menatap So yang sudah mengenakan mahkotanya. Dalam batinya Hae Soo berkata kalau So adalah Raja ke –empat, Raja Gwangjong. Mulai sekarang, dia tak akan dikenal sebagai Raja yang bengis lagi. Hae Soo akan membantunya.

Wook duduk merenung dalam ruang kerjanya yang begitu gelap. Kembali mengingat ucapan Ratu Hwangbo yang memutuskan bahwa Keluarga Hwangbo akan menggunakan segenap kekuatannya untuk merebut posisi Ratu, buka Raja. Dia sangat marah akan perubahan sikap Wook. Semakin jauh dia kehilangan akal, dia akan semakin menderita. Ratu Hwangbo menyarankan agar Wook menjauhkan diri dari Keluarga Kerajaan.

“Kenapa kau tidak datang ke penobatan? Kalau ada orang yang berpikiran tidak-tidak, bagaimana?” tanya Yeon Hwa.

Wook berkata saat dia datang ke Seokyeong, Wang Shik Ryeom telah meninggal. Dia langsung mengirimkan perintah untuk menemukan pengikut Pangeran ke-4 tapi ternyata kursi takhta telah berubah. Seorang pemberontak yang melakukan pengkhianatan dan menjatuhkan orang lain malah menjadi pahlawan. Kursi yang ia inginkan malah menjadi milih So.

“Kau juga ingin aku jadi raja. Bukankah ini terlalu kejam?” tanya Wook menyindirnya.

Yeon Hwa meminta Wook untuk membantunya menjadi Ratu dan ia akan membalas dendam atas sakit hati yang dialami kakaknya. Dia bersedia berbagi beban yang selama ini Wook pikul.
So mulai melakukan pekerjaannya sebagai Raja dan memutuskan pembatalan perpindahan ibukota ke Seokyeong. Berikan gaji pada buruh kerja paksa sesuai pelayanan yang telah dilakukannya. Lalu untuk pekerja yang sudah mati, kabulkan permintaan keluarganya. Jaminkan pekerjaan dan ganti rugi bagi pekerja yang luka.

Baek Ah mencatat semua perkataan So. Pekerjaan So pun sudah selesai untuk hari ini, pelayannya memberitahukan bahwa Dayang Hae dari Damiwon sudah menantinya.




Hae Soo ketiduran ketika menunggu So. So mengguncang tubuhnya pelan. Hae Soo terbangun dan buru – buru bangkit memberikan hormat karena disana ada Baek Ah dan pelayan So.

“Kau sudah lama menungguku, ya? Maafkan aku.” Ucap So.

Saat makan malam, So memberikan sepotong daging untuk Baek Ah. Baek Ah pun buru – buru bangkit mengucapkan terimakasih. So menyuruhnya untuk memanggilnya Hyungnim saja, cuma dia yang boleh memanggilnya begitu toh sedang tak ada siapa – siapa disini.

“Ya, Yang Mulia.”

“Kenapa panggil Yang Mulia lagi?”

Jung pun akhirnya duduk lagi.


Hae Soo memberi isyarat agar dia diam. Ia pun perlahan mengambil sepotong makanan dan meletakkan ke mangkuk Baek Ah. Sontak Baek Ah bangkit mengucapkan terimakasih. So tertawa puas menyaksikan reaksi Baek Ah. Baek Ah cengo menatap dua orang yang kompak mengerjainya.


So senang sekali saat ini, sudah sejak lama ia ingin makan bersama dengan mereka berdua. Hae Soo menyuruh So untuk makan kalau terus bicara kapan mereka akan makan, saat ini ia tengah kelaparan.

“Baiklah. Mari makan.”

Hae Soo menyelimuti So yang tengah tertidur namun So tiba – tiba bangkit memanggil namanya. So memeluk Hae Soo cemas, dia kira Hae Soo akan meninggalkannya. Hae Soo menenangkan, dia akan pergi setelah So tertidur.


So menarik Hae Soo untuk tidur disebelahnya, “Kenapa kau harus repot-repot keluar masuk kamarku? Tidur saja bersamaku.”

Hae Soo melepaskan diri dari dekapan So. Dia harus pergi karena So baru saja menjadi Raja, dia tak mau ada rumor buruk tentangnya. Besok dia akan kemari lagi.



So tiba – tiba seperti bocah dan meminta Hae Soo untuk terus berada disisinya. Dia merasa gelisah karena pernah melihat Raja sebelumnya meninggal disini. Memikirkan dirinya sendirian diruangan ini membuatnya merasa sesak. Tinggallah disini bersamaku, ya? Tetaplah disini.

So tidur dalam pangkuan Hae Soo dan memintanya bercerita. Karena tak bisa melihat bintang disini, Hae Soo akan menceritakan kisah tentang So saja. Ini kisah tentang seekor serigala yang membunuh gadis berkerudung merah.

Hae Soo menepuk punggung So dengan penuh kasih sayang sampai akhirnya ia pun terlelap.

-oOo-

5 Responses to "SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 17 Bagian 1"

  1. Semangat ya nulisnya..
    ♥lopyu
    next...

    ReplyDelete
  2. Ga kuat mau nonton filmnya, baca sinopsisnya juga deg deg an.. Ya ampuuuunnnn :(

    ReplyDelete
  3. Episode2 trakhir sprtinya menguras air mata terus 😭😭

    ReplyDelete
  4. bikin baper aja lihat so pas merengek sama hae soo

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^