SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 14 Bagian 2

SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 14 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: SBS


Keduanya naik perahu di danau, Hae Soo masih terus menunduk kecewa sedangkan So menjahilinya dengan menggoncang perahunya. Ia pun tertawa puas saat melihat Soo tampak panik.

Dengan cemberut, Soo meminta So untuk mendayung perahunya lebih cepat. Dia ingin merasakan semilir angin ketika naik perahu.

“Kau mau yang mendayung?” tawar So sebal.


“Aku selalu penasaran. Apa ini perahumu, Yang Mulia?”
So membenarkan. Saat ia kecil, ia yang pertama kali membawa perahu ini ke istana. Ketika ia menaiki perahu ini maka ia akan melupakan hal lain. Perahu ini adalah hal kesukaannya di istana. Hae Soo heran, kenapa dia tak pernah melihatnya naik perahu ini?

Karena terlalu menyukainya, So memutuskan untuk tak menaikinya. Kalau terlalu sering, nanti dia tak ingin meninggalkan istana.
Hae Soo terus menatap So.

“Kenapa kau menatapku?” tanyanya.

“Aku hanya penasaran bagaimana rasanya berpaling dari hal yang kausukai. Aku juga berpikir pasti senang rasanya kau tak perlu seperti itu lagi.”

So menatap Soo dengan tatapan berbeda, ia meminta maaf karena telah melupakan hal penting yang ingin ia ucapkan. Soo tak mempermasalahkannya, dia juga nanti akan mengingatnya lagi.

Ji Mong menghampiri So yang sedang merenung sendirian menatap langit. Ia tahu kalau semua ini adalah keputusan yang sulit. So yakin kalau ia menikahi Putri maka Ratu Yoo dan Shinju akan menganggapnya menjadi penerus Raja. Dia akan mengendalikan keluarga lain dan mengurangi desakan pada Raja.

“Kau rupanya sudah memperhitungkan hal itu. Kemampuan politikmu semakin baik.” Puji Ji Mong.

Tapi ada hal yang belum So pahami. Apa sekarang dia akan menjadi anjing penjaga yang dirantai untuk melindungi kakaknya? Apa ini takdirnya? Ia muak harus meninggalkan hal yang paling ia sukai. Katakan padaku, apa yang harus aku lakukan untuk terlepas dari rantai ini?

“Kebanyakan orang dalam situasimu, akan menggigit majikannya dan menjadi anjing yang mengambil alih semuanya.”

“Apa kau menyarankan agar memberontak?”

Tentu tidak. Ji Mong tersenyum mengucapkan terimakasih pada So karena telah menjaga Raja. Raja tak akan bergantung lebih lama lagi pada So. Ji Mong menatap ke arah langit saat mengatakan hal itu.
-oOo-

Esok harinya, Wook tengah membacakan permohonan Wang Kyu pada Raja. Namun Raja menghentikannya, dia tak ingin Wook membacanya lagi. Dia yakin inti dari permohonan itu hanya untuk meminta dia lengser dari kedudukannya dan memberikan takhta pada Wook.

Wook memohon maaf karena kata – katanya telah membuat Raja salah paham. Dia hanya bertujuan untuk membantu Raja mengurangi bebannya. Apa anda marah?

“Tidak. Perkataanmu benar. Aku berencana berbagi bebanku dengan saudaraku.” Jawab Raja.
Tak selang lama, So datang dan Raja mempersilahkannya masuk. Dia memberitahukan bahwa So akan menikah dengan Putri Sulungnya. Karena Putrinya masih begitu muda dan belum bisa mengandung maka So akan menjadikannya sebagai selir.

So menyerahkan amplop dari Ji Mong yang berisi tanggal pernikahannya.

“Aku sudah menerima saranmu, Wook. Aku akan menyerahkan takhtaku kepada So. Dia adalah saudaraku dan menantuku. Siapa lagi yang lebih cocok untuk menggantikanku?”

Wook terlihat tak marah sama sekali, dia menatap So sambil tersenyum remeh saat memberikan ucapan selamat. Dia harap tak ada wanita yang menangis karena kehilangan pria sehebat So.

So paham betul maksud sindiran Wook, ia balas menatapnya dengan dingin.

Hae Soo sedang menatap wajah Soon Duk dengan teliti. Soon Duk kesal soalnya dia minta dirias tapi kenapa Hae Soo hanya menatapnya?

“Pertama, kita harus mencuci dan membersihkan kulitmu.”

Akhirnya Hae Soo menggunakan masker ke wajah Jung dan Soon Duk. Baek Ah datang dan mencium aroma mawar bulgaria yang digunakan Hae Soo untuk masker wajah Jung. Dia jelas tak terima hadiahnya digunakan untuk orang lain.

“Keahlianku harus ditunjukkan, jadi aku memakai minyak mawar itu. Aku sudah mencampurkannya dengan dosis yang banyak. Kulit mereka pasti hasilnya akan sangat lembut.”
“Dia ini orangnya kasar dan selalu pakai pedang. Tak ada gunanya menyia-nyiakan minyak mahal untuknya!” kesal Baek Ah.

Jung bersiap melabraknya tapi ditahan oleh Hae Soo. Soon Duk juga tak tahan harus rebahan lama.

“Nyonya, Pangeran ke-10 pasti nanti sangat senang.” Tegur Hae Soo membuat Soon Duk rebahan lagi.

Jung memuji kulit Soon Duk yang terlihat lebih cerah seperti kata Hae Soo. Soon Duk menyentuh pipi Jung, kulit kusam Yang Mulia juga sudah menghilang.

Tepat saat itu Eun datang. Tentu saja dia sebal melihat kedekatan mereka. Cerah. Bersinar. Kencang. Dia menganggap ucapan mereka berdua begitu menjijikkan. Soon Duk selalu cemburu dengan hubungannya dan Hae Soo tapi sekarang Soon Duk malah menggoda adiknya. Setidaknya Hae Soo tak segenit dirimu!

“Hentikan. Kau itu terkadang kelewatan sekali.” ucap Soon Duk kecewa dan meninggalkan mereka.

Jung kesal dengan sikap cemburu Eun, kalau memang dia cemburu jangan libatkan Hae Soo dalam masalahnya. Dia membuat semua orang terpojok.

Hae Soo berpapasan dengan Soon Duk. Ia pun langsung menegur sikap Eun yang tak menyadari perasaannya sendiri. Kenapa dia harus jahat seperti itu?

Sudahlah. Eun menganggap kalau pernikahan adalah hal yang tak ada gunanya di dunia ini. Ia harap So Hyungnim akan membatalkan keputusannya selagi sempat.

“So Hyungnim akan menikah?” tanya Jung dengan terkejut.

“Kau belum tahu? So Hyungnim akan menjadi menantu Raja.”
Hae Soo terkejut namun tak mengatakan apapun dihadapan Jung dan Eun.

Tentu saja Hae Soo langsung menggalau ria dan duduk di dekat pemandian sambil melamun. So datang dan Hae Soo langsung berdiri saat itu juga. Dari ekspresi Hae Soo, So bisa menebak kalau dia telah mengetahui tentang pernikahannya. Dia boleh membencinya dan menyalahkannya. Ini memang salahnya.

“Buat apa aku membenci atau menyalahkanmu? Buat apa aku membenci atau menyalahkanmu?”

So pernah bilang ingin mengeluarkannya dari istana dan membuatnya bebas. Namun ia belum bisa menepati janjinya.

“Apa kau bahkan tak mau menjelaskan alasannya kenapa?” tanya Soo.

So merasa telah membuat Hae Soo sering terluka. Alasan apapun yang ia lontarkan, dia sudah kehilangan kepercayaannya. So tak ingin mengatakan apa apa lagi.

Hae Soo mengerti. Dia tak akan bertanya apa – apa lagi. Ia menunduk hormat dan mengucapkan selamat atas pernikahannya. Setetes air mata mengalir di pipi Hae Soo, ia pamit pergi dari hadapan So.
-oOo-

Baek Ah menemui Hae Soo untuk memberikan sebuah amplop. So menitipkan ini padanya, dia ingin agar Hae Soo menganggapnya sebagai sebuah alasan.
[Saat danau mulai kekeringan, tunggulah di tepi danau, dan awan mulai mendung.] – tulis So dalam surat tersebut. Hae Soo tersenyum miris karena ia tak tahu tulisan So ternyata sebagus ini. Dia mengira dirinya cukup memahami So tapi ternyata tidak.

Baek Ah memastikan pada Hae Soo kalau saat So memintanya meninggalkan istana, dia serius saat mengatakan hal itu.


Saat sedang sendiri, Hae Soo terus membaca surat So berulang kali. Dia terus mengucapkan kata perkata tanpa henti dan menulis ulang sampai berlembar lembar. Air matanya mengalir deras saat ia terus melakukan hal itu, menulis dan membaca kata – kata dalam surat So.

Jung pergi ke kuil untuk menemui ibunya tapi dayang melarangnya masuk kedalam. Ratu tak mengizinkan siapapun mengganggunya berdoa. Jung melihat ada sepatu pria dan sepatu ibunya ditata berjejeran. Jung tak menghiraukan lagi peringatan dayang dan membuka pintu kuil.

Tak disangka, Jung melihat sosok Yo yang tengah duduk bersama ibunya. Ratu Yoo dengan senang mengajak Jung untuk duduk bersama. Ternyata langit masih berkehendak agar kakaknya masih hidup.

“Lalu, kenapa kau pura-pura mati selama ini? Kenapa?” kesal Jung.

Yo sudah dilabeli sebagai pengkhianat oleh karena itu dia tak bisa keluar sembarangan. Tanpa bantuan Paman Wang Shik Ryeon mungkin ia sudah mati.

Kalau begitu, Jung akan memohon pada Raja untuk mengembalikan posisinya. Raja adalah orang yang baik.

Yo menegaskan bahwa dirinya pernah berusaha merebut takhta, kalau sampai Raja melihatnya maka dia akan langsung dibunuh. Yo mengingatkan kalau Raja akan menikahkan putrinya dengan So. Sepertinya Raja ingin menyerahkan takhta padanya.

Sebenarnya Jung tak menyetujui keputusan tersebut tapi dia juga tak akan memihak pada Yo. Kalau memang Yo berniat memberontak, maka satu pemberontakan saja sudah cukup. 

Pemberontakan yang berhasil adalah dengan duduk di takhta. Yo sudah kalah sekali dan dia tak akan kalah untuk kedua kalinya.

“Aku mengabdi kepada Raja.” Tegas Jung.

Memang mereka bersaudara, tapi Yo mendengar kalau Raja membunuh penjahat dikamarnya dengan satu serangan. Ternyata dia hanya berhalusinasi dan membunuh seorang dayang. Raja yang seperti itu dan pengganti yang dipilihnya, apa kau ingin menyerahkan nasib Goryeo pada orang seperti mereka?


Malam harinya, So berpatroli dengan prajurit istana karena peraturan terbaru melarang setiap orang keluar dari istana malam hari. Dia tanpa sengaja melihat kelebatan orang yang melompati pagar.

Rupanya orang itu adalah Jung dan So mengejarnya tanpa tahu siapa pria yang melompati pagar. Salah satu prajurit mengatakan kalau pria tadi sepertinya menuju ke arah Damiwon.

Prajurit menunjuk sebuah ruangan yang kemungkinan besar tempat pria tadi bersembunyi. Hae Soo keluar dari dalam ruangan tersebut, ada apa ini? Damiwon bukanlah tempat yang bisa mereka masuki begitu saja. Tolong pergilah.

Prajurit menjelaskan bahwa mereka tadi melihat pria memanjat tembok istana dan menyelinap ke sini. Kami harus menggeledah kamarmu.

Hae Soo menolaknya. Dia sedari tadi tengah membaca dan tak melihat siapapun. Geledah saja tempat lain.

So mengedikkan dagu memberi isyarat agar prajuritnya menggeledah kamar Hae Soo. Soo tentu menghalanginya “Aku dayang tingkat tinggi di Damiwon. Aku sendiri mengabdi kepada Raja. Aku tak bisa membiarkan sembarang pria masuk ke kamarku.”

So berniat memeriksanya sendiri. Hae Soo mengambil hiasan rambutnya dan mengarahakannya ke leher. Sebagai wanita yang belum menikah, dia lebih baik mati ketimbang menerima hinaan semacam ini. Mintalah persetujuan Raja sebelum masuk kedalam kamarnya.

Leher Hae Soo tergores oleh hiasan rambutnya. So tak tega, kau yakin tak ada siapapun di kamarmu?

“Aku yakin.”

Baiklah. So memberikan perintah agar prajurit menggeledah kamar lain.

Saat kembali ke kamarnya, Hae Soo terduduk lemas karena tegang. Jung melihat leher Hae Soo terluka, apa dia berniat ingin menikah lehernya dengan hiasan rambut. Soo terpaksa melakukannya karena mereka memaksa untuk masuk.

“Kenapa kau bertindak sejauh itu? Kenapa kau bertindak sejauh itu?”

Hubungan Jung dan So sudah cukup buruk, dia ingin menghindari konflik lebih lanjut.

“Jika ini dialami salah satu saudaraku kau juga pasti akan melakukan hal yang sama, kan?”

“Tentu saja.” Jawab Hae Soo membuat Jung agak kecewa.

Soo duduk bersandar di pagar. Jung bertanya – tanya kalau seandainya diantara mereka sedang berseteru, Hae Soo akan berada dipihak siapa?

“Kenapa aku harus berpihak? Mungkin, aku akan menjadi wasit saat kalian bertengkar.” Jawab Soo.

Tapi tetap saja, kebersamaan mereka saat di kediaman Wook tak akan bisa terjadi lagi. Semuanya telah berubah dan Hae Soo juga harus memihak.

Soo meminta Jung untuk tidur, dia bisa pergi setelah situasi sudah aman. Dan sekali lagi ia menegaskan kalau dirinya tak akan memihak siapapun. Dia tak ingin siapapun terluka.

So rupanya masih berdiri didepan kamar Hae Soo. Entah dia mendengarkan pembicaraan mereka atau tidak tapi ia bisa melihat penerangan di kamar Soo terus menyala.


Jung memperhatikan hiasan rambut milik Soo dengan senyumnya. Dia pun menyelimuti Hae Soo yang sudah tertidur. Menatap wajah posolnya dan senyum kembali terulas dibibir Jung.
-oOo-


Keesokan harinya, So membawa Hae Soo keluar Damiwon dan mencecarnya untuk mengaku kalau semalam Jung bersembunyi dikamarnya. Apa dia tak tahu seberapa inginnya dia menyelinap dalam kamar Soo? Jelaskan kenapa Jung menyelinap dalam kamarnya!

“Kenapa tidak kau menjelaskan alasanmu duluan padaku, Yang Mulia? Bukan dengan puisi. Melainkan dengan penjelasan yang bisa kupahami. Kenapa kau mendadak akan menikah? Apa benar kalau kau tamak dengan takhta?”

So akhirnya menjelaskan kalau Putri akan dikirim ke Khitan sebagai tawanan. Cara satu – satunya menyelamatkan anak itu adalah dengan menikahinya. Kalau dia mengatakan hal ini maka ia harus meminta Hae Soo menunggunya lagi. Dia tahu kalau Hae Soo tidak menyukai poligami dan dia sudah mencoba menghindari pernikahan. Tapi tak ada cara lain.

Soo pun ujung – ujungnya mau mengaku kalau Jung memang bersembunyi dikamarnya. Dia latihan beladiri sampai lupa waktu, tak ada yang terjadi selain itu. Mulai sekarang, So meminta Hae Soo tak berbohong lagi padanya. Tak peduli seburuk atau separah apapun itu, mereka berdua harus jujur. So benci orang yang berbohong.

“Kalau begitu, aku juga. Aku juga takkan berbohong.” imbuh Hae Soo.
Keduanya sudah akur lagi akhirnya. Soo bertanya apakah So menyesal harus melangsungkan pernikahan?

“Tidak. Aku harus melindungi Raja. Tak ada pilihan lain. Sang putri sudah dibawa ke kuil Gaetasa. Itulah kesepakatan kami sebelum kami menikah.” Jelas So.

Dengan takut – takut, So bertanya apakah pria yang dicintai oleh Hae Soo adalah Jung?

Hae Soo tertawa geli. Bukan. Lalu hal penting yang ingin So katakan saat naik perahu, sebenarnya dia tak melupakannya kan? Hal penting itu apa?

So mengambil satu langkah mendekat pada Hae Soo. “Aku... mencintaimu.”


Hae Soo spontan memberikan satu hadiah kecupan di bibir So. Jangan lupakan hal itu.


So tersenyum menarik pinggang Hae Soo. Menatap kedua manik matanya dan membelai rambutnya. Perlahan, ia pun mendekat dan mencium bibir Hae Soo.

Baek Ah jalan – jalan ke hutan dan menikmati suasana damai disana. Memejamkan mata membayangkan Woo Hee tengah menari.
Saat Baek Ah membuka matanya kembali, ia berniat pergi namun tiba – tiba sosok Woo Hee sudah berdiri dihadapannya. Baek Ah terkejut dan memalingkan wajahnya, menghela nafas sebelum menatap Woo Hee lagi. “Apa ini bukan mimpi?”

“Selama ini, aku memikirkanmu. Kuharap luka yang menimpamu belum sembuh sehingga kau tetap memikirkanku.” Ucap Woo Hee.

Baek Ah memeluknya dengan rindu, dia selama ini tak mengunjungi Woo Hee karena takut akan membuatnya sedih.

Won datang menemui Wook dengan membawa seorang tamu. Tamu itu menggunakan jubah yang menutupi wajahnya. Wook sontak bangkit dari duduknya saat tahu pria dibalik jubah adalah Yo.

Yo menyapanya santai. Dia dengar kabar dari Won kalau Wook memasukkan merkuri kedalam Damiwon. Ternyata orang paling pintar adalah orang yang paling menakutkan.

Wook langsung menatap Won sengit. Won dengan sok polos berkata kalau dia orang yang setia. Dia tak bisa mengkhianati saudara ke – 3.

“Sepertinya, ada banyak hal yang ingin kau katakan padaku.”

Tentu saja. Yo pikir semalaman pun takkan cukup untuk menyelesaikan pembicaraan diantara mereka berdua. Wook dan Yo pun bertatapan, sama – sama sengitnya dan punya maksud tersendiri satu sama lain.
-oOo-

Yo membawa pasukan menerobos ke dalam istana. Dia masuk ke Damiwon dan menyuruh anak buahnya untuk mencari Raja.

Ratu Yoo menghalangi Jung yang berniat melindungi Raja. Pokoknya Ratu Yoo tak mau melihat putranya saling bertarung. Dia tak sanggup melihatnya mati dihadapannya! Yo harus menjadi Raja agar semua kembali ke keadaan semula. Dengan begitu, Goryeo akan kokoh dan damai. Kau mau melihat ibumu mati?

Raja keluar dari pemandian dengan tubuh lemas dan wajah tak lesu. Dia berjalan sambil terhuyung dan jatuh ke lantai kemudian darah keluar dari mulutnya. Hae Soo terkejut, ia mencoba menolongnya.
Chae Ryung sama terkejutnya tapi dia tak membantu Hae Soo dan langsung bersembunyi.


Prajurit menjagal Hae Soo dan Yo menghampiri mereka. Raja yang sudah sangat lemah memohon agar Yo bisa menyelamatkannya. Namun tanpa ampun, Yo malah menendang Raja ke dalam pemandian.

Soo meronta meminta mereka menyelamatkan Raja yang gelagapan. Dia sudah sangat lemah untuk berenang.


Yo tersenyum kecil melihat tubuh Raja mengambang di air.

Hyungnim, kau memang ditakdirkan hidup menderita dan menggelepar seperti itu. Seandainya almarhum ayah kita tahu hidupmu seperti ini, dia pasti takkan memilihmu menjadi raja.” Batin Yo

Won mengatakan kalau Raja mungkin sudah mati. Yo berkata kalau dia mungkin pernah kalah sekali tapi dia tak akan kalah untuk kedua kalinya.


So datang bersama dengan Ji Mong. Dia terkejut melihat Raja sudah mengambang dalam air tapi ia tambah terkejut lagi karena Yo masih hidup. So marah dan menyerang pemberontak dengan membabi buta.

Ji Mong menghampiri tubuh Raja yang mengambang di air. Suaranya bergetar memanggil Yang Mulia.

“Yang Mulia? Yang Mulia.. Moo –ya.. bukalah matamu..” ucap Ji Mong tak bisa menahan tangisnya lagi.

Chae Ryung yang ada dibalik persembunyian langsung panik dan memutuskan untuk pergi.

Yo berkata kalau dia tak membunuhnya. Raja memang sudah terpapar racun merkuri dan Hae Soo yang melakukannya. Raja hanya memperbolehkan Hae Soo menyiapkan pemandiannya.

Hae Soo tak tahu masalah itu.


So langsung menyerang Yo dengan marahnya. Yo dengan santai memberikan pilihan, antara memilih kakak mereka yang sudah mati dan membiarkan gadisnya meninggal atau menyelamatkan gadis itu dengan berlutut dihadapannya. Dia bisa kapan saja menghabisi Hae Soo dengan tuduhan pembunuhan pada Raja.

Tak tahan lagi, So kembali menyerang Yo tapi Yo menjadikan Hae Soo sebagai tawanan.


Won mengarahkan pedang ke leher Hae Soo.

“Memang betul serigala jantan tetap setia pada pasangannya sampai mati. Kau memang binatang. Pilihlah, Hae Soo atau Raja yang sudah mati..” ucap Yoo.

-oOo-
Nah, Chae Ryung yang awalnya kau punya hubungan sama Won. Ternyata sepertinya benar - benar ada something diantara mereka. Ingat pas scene Hae Soo dipukuli oleh Yeon Hwa dan Won memalingkan wajahnya pada Chae Ryung. Aku inget banget pas itu, tapi kesini - sini lupa soalnya ga tahu hubungan apa yang ada diantara mereka.

Disini, Wook juga udah pakai eyeliner deh buat mempertegas matanya. Biar kelihatan jahatnya kali yah. Tapi kok jadi makin ganteng .. Tapi tetep aku ga bisa kabur dari kharisma Ahjussi kece *lirikSo
Semakin kesini, banyak banget lompatan waktu yang terjadi sampai aku pusing juga sih.
Awal banget aku denger drama yang katanya disebut Moon Lover, aku lihat episodenya ada 50. Terus aku denger lagi namanya diubah jadi Scarlet Heart: Ryeo sampai akhirnya namanya jadi Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo.
Sempet aku lihat episode jadi 35 dan yang terakhir katanya 20.
Tapi makin banyaknya lompatan waktu ini, kayaknya PD -nim banyak lakuin pemotongan buat mempercepet jalan ceritanya. 

Tapi, lovey dovey dalam drama ini makin kerasa banget. Hubungan antara Soo dan So yang menunjukkan kedewasaan mereka. Ngambek. Ngobrol. Baikan. Indah banget kan kalo gitu, apalagi akhirnya kissu kissu *eh...


15 Responses to "SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 14 Bagian 2"

  1. duh... makin gk sabar tggu epi slanjutnya... smangat yauu.....!!"

    ReplyDelete
  2. Yeeaaaay udh keluar part 2 nya mkasiii \m/

    ReplyDelete
  3. Iya puji...kayaknya won sama wook jg udah jd sekutu ya? Jarang sih ngeliat mereka bareng tp dg ini jadi jelas. Kasian sebenernya sama wook. Ambisinya keliatan tp di sejarah ga ada ya namanya di jejeran penguasa tahta? Artinya dia jg ga berhasil di sini? Hmmmm kalo alurnya cepet kita bisa liat so sama soo putus celet jg dong? Wkwkwkwk btw dari mana tuh so tau soo gamau poligami? Nguping??? Lol

    ReplyDelete
  4. lee jun gi keren kali, bikin baper aja

    ReplyDelete
  5. tiap ada wang yo,, jadi inget drama Empress Ki(Wang Yo yg meranin Jo Jin Moo)hehee,,
    yg awalnya sweet jdi sekejam itu #nunjuk Wook😞
    yg awalnya kejam jdi sweet gtu #nunjuk SoπŸ˜™
    iyaa,, dramanya alurnya emg cpt,, mgkn krn cuma 20episode,,

    akhirnya kissnya tnp paksaan,, hehee,,
    baek ah sama woo hee knp nongolnya cuma bentar😞😞😞
    apalagi yaa akan menimpa hae soo krn lagi2 kena tuduhan pembunuhan ???
    #gksabarjadinya
    gomawo puji,,

    ReplyDelete
  6. Asiik,,aq udh nntn ep 15 tp blum adA teks ny,,lg ngguin sinopsis mbaa ni 😍😘

    ReplyDelete
  7. So sweet naik perahu ma So..jd pngen..hehehe...😊 baper sndri bca episod nie..tp alur crta nya cpt bgt..pdhl pngen ny crtanya smpe detail kyk empress ki..oppa jun ki keren bgt sih..😘..fighting eonni nulis sinop nya..q tggu sinop episod 16 nya..gamsahamida eonni..😊

    ReplyDelete
  8. Makin jatuh cinta sama ahjushi kece joon gi πŸ˜™πŸ˜™ gx sabar nunggu episode selanjutnya..semangat πŸ™†

    ReplyDelete
  9. Makasihh min seneng cepet banget keluar sinopsisx suka2

    ReplyDelete
  10. Seandainya di dunia nyata punya pasangan seperti pangeran So pasti happy trus n dunia hanya q n pangeran So trus yg lainnya pada ngontrak. Hahahahahha,.......... Maksih ya min udah di update sinopnya, ditunggu kelanjutannya

    ReplyDelete
  11. Seandainya di dunia nyata punya pasangan seperti pangeran So pasti happy trus n dunia hanya q n pangeran So trus yg lainnya pada ngontrak. Hahahahahha,.......... Maksih ya min udah di update sinopnya, ditunggu kelanjutannya

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. Pengen tambah nangis nonyon enfingnya trus bc sinopsisnya dr awal

    ReplyDelete
  14. Aku udah nonton trus baca sinopsisnya.. trus nonton lagi... hehehe... kadang kalo nonton ada yg gak mudeng. Untung ada sinopsisnya jadi banyak manfaatnya...

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^