SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 12 Bagian 2

SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 12 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: SBS
Para pelayan cuci bergosip tentang pangeran di kerajaan. Kabarnya Pangeran ke -8 dekat dengan Raja, banyak bangsawan yang ingin menikahkan putri mereka dengannya. Soo cuma diam mendengarkan mereka.

Kedua pelayan itu kemudian bertanya pada Soo. Dia kan dulu pernah tinggal di Damiwon, menurutnya siapa pangeran yang paling rupawan?

Hae Soo malas menyahut, dia menyuruhnya untuk tak membicarakan soal Pangeran atau nanti terkena masalah. Pelayan cuci jelas langsung geram dengan sikap Soo, mereka menganggapnya sombong. Dia sudah diusir dari istana, jangan pikir kalau dia lebih baik dari mereka semua!

Mereka mengerjai Soo kemudian melemparnya dengan kain. Soo tentu saja kesal menerima perlakuan kurang ajar mereka, dia balas melemparkan kain cucian pada keduanya.

Tentu saja mereka semakin tak terima, mereka semua sudah tahu kalau Soo adalah penyebab kematian atasannya. Dia adalah pembawa sial. Ucapan mereka menohok perasaan Hae Soo, dia hampir menangis menerima tudingan itu.

Tak hanya sampai disitu, dua pelayan cuci itu kemudian menumpahkan pakaian yang dicuci Hae Soo ke sungai.
Jung dan Wook melihat Hae Soo sedang di –bully. Mereka berdua tak tega tapi keduanya hanya memperhatikan dari jauh dan tak menolongnya. Wook malah memilih untuk pergi saking kesalnya.

Jung mengejar Wook yang pergi begitu saja. Wook sadar kalau Jung sengaja mengambil jalan yang salah untuk memperlihatkan kondisi Hae Soo.

“Sudah hampir setahun. Apa kau akan membiarkannya tinggal di sana?”

Wook menegaskan bahwa Hae Soo sekarang hanyalah pelayan cuci di Gyobang, pekerjaan terendah yang ada dikerajaan. Jung mengenal Wook dengan baik, dia yakin kalau Wook menyukai Hae Soo. Pasti ada sesuatu yang membuatnya bersikap seperti ini.
“Aku tak bisa mati demi dia. Raja yang mengusir Hae Soo. Aku tak bisa menentang Raja. Kau juga harus berhati – hati.” Ucap Wook.
Malam harinya, Hae Soo duduk ditepian sungai sambil memakan sekepal nasi yang sudah ia persiapkan. Wook tetiba datang malam itu, Hae Soo langsung berdiri. Keduanya sama – sama terdiam sampai akhirnya Wook bertanya, apakah kaki Soo masih sakit? Jung bilang dia sudah mengirimkan obat.

Kakinya masih sakit kalau terlalu lama bekerja atau berlama – lama dalam air. Tapi Hae Soo mengaku baik – baik saja.
Wook bertanya apakah Hae Soo marah padanya? Apa dia membencinya? Dia tak bisa menjanjikan apapun hingga ia tak berani untuk mengunjunginya. Karena tak berdaya, ia tak bisa melakukan apapun. Kematian Dayang Oh membuat Raja geram sehingga ia tak bisa membawa Hae Soo ke istana. Ia pun tak berani meminta izin untuk menikahi Hae Soo. (Sigh~)

“Apa kau pernah merindukanku? Pernahkah sekali saja, kau merindukanku?” tanya Hae Soo menyela ucapan Wook.

“Setiap hari. Aku merindukanmu.”

Kalau begitu, semuanya sudah cukup bagi Hae Soo.

“Jadi nanti, kalau aku mendapatkan kekuasaan..”

Sekali lagi Hae Soo menyela ucapan Wook, dia menyuruhnya untuk tak terlalu berusaha keras untuknya. Jangan membahayakan dirinya lagi, sudah cukup dia melihat hal semacam ini terjadi.

Dengan mata berkaca – kaca, Wook meminta Hae Soo jangan sampai sakit. Jangan sampai dia merasa bersalah lagi. Ia pun berjalan meninggalkan Hae Soo yang tampak sama sedihnya dengan Wook.
-oOo-
“Gaozu meninggal, dan keponakannya Chundi menggantikan kedudukannya. Sepertinya mereka akan melawan Kitan untuk perebutan wilayah tapi keabsahannya akan kedudukannya sekarang dipertanyakan.” Lapor So ketika kembali dari Dinasti Jin.
Raja rasa Dinasti Jin tidak akan bisa mengalahkan Khitan karena Khitan lebih berkuasa saat ini. Jadi sekarang, dia mengutus So untuk memata – matai Khitan. Tanpa pikir panjang, So langsung menolaknya “Yang Mulia telah mengingkari janji saat aku pergi menuruti perintahmu.”

Sontak Raja murka, apa dia masih menyukai gadis itu? Seorang Raja harus bisa meninggalkan apapun demi negerinya!
So bukanlah Raja dan tak akan menjadi Raja. Jika memang Putra Mahkota membutuhkannya sebagai sekutu maka biarkan dia bebas. So ingin hidup selayaknya manusia.
Raja menggebrak meja karena kepergian So yang tak menggubrisnya. Tapi Raja tidak marah, dia malah berkata kalau seharusnya So bersikap seperti ini sejak awal. Sekarang dia bisa melawan dan mengalahkan siapapun. Dia harus seperti itu supaya ia bisa mati dengan tenang.
“Bintang Yang Mulia masih bersinar terang. Kenapa Yang Mulia berkata begitu?” tanya Ji Mong.

“Terkadang, seorang pria akan menyadari apa yang jadi takdirnya sebelum takdir itu berkata lebih dulu. Persiapkan diri kalian semua.” Ucap Raja.

Saat Hae Soo sedang menjemur kain, dia seperti melihat bayangan So dibalik kain yang terkena angin. Hae Soo menajamkan penglihatannya tapi ternyata tak ada siapa – siapa dibalik kain itu.

Dia pun melanjutkan untuk menjemur kain.
“Kau tak pernah menuruti apa kata orang, ya? Aku sudah menyuruhmu, tetaplah tinggal di Damiwon. Tapi, kau memang paling cocok bekerja fisik daripada jadi dayang istana.” Ucap So.

So memeluk Hae Soo, “Aku merindukanmu.”

Hae Soo mengabaikan So, dia tak seharusnya berada disini. Pura – pura saja tak melihatnya.
So menarik Hae Soo agar menatap matanya. Dia meraih tangan Hae Soo yang sudah berubah menjadi kasar, tapi bagi So, dia tetaplah masih sama. Tetap cantik.
Hae Soo masih terus memperhatikan So, kenapa dia menggunakan topengnya? Apa dia lupa cara menggunakan riasannya? Apa lukanya semakin parah? Bukankah dia membenci memakai topeng itu tapi kenapa...
“Aku memakai topeng ini agar aku takkan melupakanmu. Aku ingin kembali dan melihatmu lagi.” Jawab So.

Hae Soo berkata kalau dia kini hanya pelayan di Gyobang dan bukan dayang istana lagi. Ia tak pantas menemuinya. Sekarang So sudah kembali dengan selama, dirinya juga baik – baik saja.

So mengejar Hae Soo, dia tak seharusnya tinggal disini “Ikutlah denganku. Aku yang akan bertanggung jawab.”

Tingalkan aku sendiri! Hae Soo menghempaskan tangan So. Dia disini karena ia tak bisa hidup atau mati. Dayang Oh meninggal, kehidupan dalam istana telah membuatnya ketakutan. Tapi dengan bekerja keras disini, ia bisa melupakannya.
Dalam batin Hae Soo berharap agar So berhenti memperdulikannya. So menolaknya, dia akan membantu Hae Soo melupakannya tanpa harus melakukan pekerjaan kasar.

Kumohon, jangan mengesampingkan kewajibanmu sebagai pangeran karena aku.” Batin Hae Soo.

“Orang yang paling ingin kuhindari adalah kau, Yang Mulia.” Ucap Hae Soo berbohong.
Sontah So membeku.

Hae Soo berkata kalau So telah membuat ingatan buruknya kembali muncul. Dia akan baik – baik saja disini. Tolong hiduplah dengan tenang, jangan membenci atau menyimpan dendam. Lupakan segalanya dengan begitu tak akan ada yang terluka.

Hae Soo pun meninggalkan So yang belum bergerak sejengkal pun dari tempatnya saat ini.
Malam harinya, Hae Soo hanya termenung di ruangan gelap tanpa melakukan apapun. Ji Mong entah untuk urusan apa datang mengunjunginya.
Raja tampak pucat. Tabib memeriksa denyut nadinya, tabib itu pun tampak gelisah. Raja memintanya tak perlu khawatir, dia sudah mengetahui kondisi tubuhnya lebih baik ketimbang orang lain.

Saat tabib undur diri, Ji Mong mempersilahkan Raja untuk meminum teh dari Damiwon. Raja menolak karena tak ada yang ia inginkan, tak ingin makan atapun minum. Ji Mong meminta Raja menghirupnya lebih dulu, dayang telah membuat racikan terbaru.  
Sekali sesap saja, Raja sudah bisa menebak kalau Hae Soo telah membuatnya. Dia menyuruh Ji Mong membawa anak itu kehadapannya.
Tanpa diduga, Yeon Hwa tiba – tiba berkata ingin menikah dengan So. So tentu saja mengira salah dengar tapi ternyata Yeon Hwa memang tidak bercanda. Dia ingin menikah dengan So.

Meskipun dirinya terlahir sebagai seorang Putri yang penuh dengan kasih sayang, tapi ia tak pernah puas. Ketika keluarganya diasingkan, dia baru menyadari bahwa ia membutuhkan kekuasaan. Satu hal yang akan memuaskannya adalah takhta.
So pikir Yeon Hwa sudah salah menilainya, dia bukan orang seperti itu.

Memang benar, tapi Yeon Hwa menyadari bahwasannya dia adalah seorang wanita. Sejak lama ia telah memendam perasaan untuk So. Aku ditakdirkan untuk bersamamu.
So tak mempercayai takdir. Saat kecil, ia dikatakan akan menjadi Raja tapi disaat wajahnya memiliki luka, tak ada yang memperlakukannya seperti Pangeran apalagi memperlakukannya seperti Raja. Selain itu, So juga sudah memiliki orang yang ia sukai.
Yeon Hwa bisa menebak kalau orang yang dimaksud So adalah Hae Soo. Tapi dia tak akan mempunyai masa depan jika bersamanya.
“Aku bahkan tak punya masa depan  kalau bukan karena Soo. Karena aku sudah mengucapkannya, aku sudah tahu pasti sekarang. Tanpa dia, aku bukan apa-apa.” Jelas So.

Hae Soo menghadap Raja dan melihatnya tengah meminum secangkir teh. Ia melihat tangannya gemetaran dan Soo langsung ingat akan kakeknya, dulu kakeknya seperti itu sebelum meninggal. Dia tak tahu kapan Raja Taejo akan meninggal tapi yang jelas, umurnya tak akan lama lagi.

“Kau berpikiran hidupku takkan lama lagi. Darimana asalmu?” tanya Raja menganggetkan Hae Soo.
Semenjak kematian Dayang Oh, ia telah mencari informasi mengenai Hae Soo. Teman lama, kerabat dan semua dayang di kediaman Wook. Raja menyimpulkan bahwa Soo berbeda. Perkiraannya, Hae Soo sama dengan Ji Mong. Dia mengetahui masa depan yang tak mereka ketahui.

“Apa kau tahu Pangeran ke-4 terlahir dan ditakdirkan menjadi raja? Putra Mahkota Moo dan So, tentu saja keduanya memang ditakdirkan menjadi raja. Tapi tak ada yang tahu apa yang akan terjadi di Istana. Kau pasti tahu segalanya. Kalaupun kau mengetahuinya, jangan biarkan dirimu terlibat.” Pinta Raja.
Hae Soo meremas dadanya, ia meminta Raja mengirimnya jauh dari istana. Dia tak sanggup hidup disini lebih lama lagi.


Tutup saja matamu saat kau melihat sesuatu yang tak bisa kau kendalikan. Jika Hae Soo tetap tak bisa mengabaikannya, maka dia akan mengalami sesuatu yang sama dimanapun dia berada. Jangan memfokuskan masa depan dengan mengorbankan apa yang ia miliki sekarang. “Soo Yeon (Dayang Oh) menganggapmu sebagai putrinya. Aku pun akan menganggapmu sebagai putriku, karena itulah aku memberikan saran itu padamu.”
Hae Soo berjalan keluar istana. Tiba – tiba dalam pendengarannya terdengar suara keributan dan suara pedang yang beradu. Begitu ribut dan suara erangan terus mengisi rongga pendengaran Hae Soo.
Ketika latihan menari, Woo Hee terus terjatuh hingga membuat Baek Ah mengkhawatirkannya. Dia ingin melihat tangan Woo Hee tapi Woo Hee malah menyembunyikannya.
Rupanya tangan Woo Hee punya banyak luka bekas goresan pedang. Baek Ah bertanya “Apa yang terjadi? Aku tak boleh bertanya, ya?”

Woo Hee mengangguk.

Kalau begitu, Baek Ah akan memeluknya saja. Maaf karena ia tak bisa menemaninya selama masa sulit. Woo Hee berkata kalau hal itu terjadi sebelum mereka bertemu. Nah itulah yang membuat Baek Ah menyesal, kenapa tidak dari dulu dia mengenalnya? Baek Ah hanya ingin yang terbaik untuk Woo Hee. Berbahagialah. Percayalah padaku..

“Siapa kau yang bisa  menjamin itu semua?” tanya Woo Hee melepas pelukan Baek Ah.
Woo Hee pun pergi begitu saja. Baek Ah menggerutu sendiri, padahal dia ingin menyatakan perasaannya.
Hae Soo tanpa sengaja berpapasan dengan Woo Hee yang duduk dengan murungnya. Apa ada yang terjadi dengan Baek Ah?

“Kau kenal Baek Ah darimana?"

Hae Soo sedikit berbohong dengan mengaku kalau mereka pernah berpapasan di pasar sebelum ia masuk ke istana. Baek Ah mengenal kakak sepupunya, begitulah awal mula perkenalannya. Woo Hee rasa kalau Baek Ah adalah orang yang baik. Hae Soo menjamin hal itu.
Woo Hee kira kalau dirinya tak menjadi penari maka ia tak akan pernah mengenalnya. Hae Soo memang tak bisa memberikan saran karena tak tahu pokok permasalahannya, hanya saja ia harap Woo Hee tak menjauhi Baek Ah.
Tidak. Woo Hee tak akan mendekatinya lagi, dia akan pergi. Lebih baik mereka tak saling tahu sehingga tak akan ada kesulitan saat sesuatu terjadi.
Besok adalah hari perkumpulan persahabatan, Woo Hee meminta Hae Soo untuk mendadaninya. Tentu saja, Hae Soo akan menjadikannya sebagai gadis tercantik di Gyobang.

“Aku ingin semua orang hanya melihatku dan tak bisa melupakanku. Buatlah aku tampil mempesona. Aku ingin diingat seperti itu.” pinta Woo Hee.
Yo menemui PM Young Gyu untuk menanyakan tentang gadis itu, apa dia sudah siap? Perkumpulan persahabatan adalah kesempatan terbaik mereka. PM Young Gyu memintanya untuk tidak khawatir. Dia sangat dendam pada Raja.

Yo juga meminta PM Young Gyu merahasiakan rencana ini dari Ibunya. Meskipun membencinya, Ratu Yoo tetap masih menyimpan rasa sayang pada Raja.
Raja semakin lemah dan hampir terjatuh ketika berdiri. Ji Mong menyarankan agar Raja tak menghadiri perkumpulan persahatan ini.
Yo setuju dengan saran Ji Mong. Biasanya Yang Mulia tak menghadiri acara tersebut kecuali ada lawatan dari keluarga penguasa. Paman Wang Shik Ryeon akan datang tapi Yo yakin bisa mengatasinya dengan Wook.

Wook kontak mata dengan Yo. Ia menyuarakan ketidaksetujuannya, Raja seharusnya tetap datang untuk menunjukkan bahwa Yang Mulia sehat – sehat saja. Yang Mulia bisa menghadiri acara itu sebentar saja, hanya untuk menangkal rumor yang menyebar.
Raja sependapat. Dia tak bisa menunjukkan kelemahannya dan datang ke perkumpulan ini.
Woo Hee kembali melatih permainan pedangnya sebelum melakukan pertunjukkan.
-oOo-
Acara sudah dimulai, pertunjukan tarian mengisi acara ini dan beberapa pangeran melemparkan bunga saat pertunjukkan berakhir. Raja duduk di kursinya, dia tampak semakin lemah dan pucat.

So sudah menanti Hae Soo dan tanpa babibu menunjukkan jepit rambut yang sempat ia bawa sebagai jimat keberuntungan. “Kita.. menikah saja.”

Hae Soo tentu terkejut, menikah?

Ya. Kalau mereka menikah maka Hae Soo bisa meninggalkan Gyobang. Kalau memang Hae Soo tak menyukainya, mereka bisa bercerai setelah keluar dari istana. Dia ingin melakukannya demi Hae Soo, yang terpenting mereka bisa pergi lebih dulu.

“Banyak kewajibanmu disini, Yang Mulia. Kau tak perlu pergi darisini karena aku. Dan Raja juga sangat peduli dan mengandalkanmu.” Tolak Hae Soo.

So tak yakin soalnya Raja hanya menguji anak – anaknya. Dia lebih mementingkan menjadi Raja ketimbang menjadi Ayah.
“Bagaimana kalau kau juga akan menjadi raja, Yang Mulia? Apa kau tetap akan pergi dari Songak?” tanya Hae Soo.
So balik bertanya, apa Hae Soo mau bersamanya kalau dia menjadi Raja? Sulit sekali menjadi seorang utusan tapi ia punya banyak kebebasan. So ingin agar Hae Soo juga bisa bebas.Dia ingin bersama dengan Soo dalam kedamaian, tak ada yang mengganggu kita.

Kalau tak bersama Hae Soo, menjadi Raja atau apapun itu, tak akan ada artinya bagi So.
So meletakkan jepit rambutnya ditangan Hae Soo, “Ikutlah denganku. Kau orangku, kan?”

Hae Soo sempat termangu menatap So tapi kemudian ia menolak. Ia tak mungkin menikah dengan So hanya karena ingin keluar dari istana. Ia mengembalikan jepit rambut itu ketangan So lagi.

Saat Soo berniat pergi, keduanya menyadari kalau Wook berdiri tak jauh dari mereka. Hae Soo gugup dan bergegas meninggalkan So pergi. So ingin mengejarnya tapi Wook menahannya.
“Seorang pangeran mau menikahi pencuci baju? Janganlah coba-coba membodohi Soo.”

“Kalau aku mau menikah, ya aku menikah.” Balas So.
Wook menyalahkan So kalau dia yang telah membuat Hae Soo dalam bahaya. Dia terjebak diantara konflik Ratu Yoo dan So sehingga ia diusir. Kaulah yang memulai segalanya! Kau mau menikahinya? Aku tak bisa memaafkanmu.
Tapi ingat, So telah melakukan segala cara untuk membuktikan bahwa Hae Soo tak bersalah. Wook sendiri tak melakukan apa – apa, ketidakmampuannya membuat So muak.
Wook menarik baju So dengan kesal. Keduanya bersitatap dengan sengit.

Tarian Woo Hee berjalan dengan baik dan membuat Baek Ah tersenyum bangga padanya.

Tapi kemudian senyuman bangga itu pudar saat Baek Ah melihat tatapan tajam Woo Hee pada Raja. Tatapan itu semakin tajam terarah pada Raja dan Woo Hee mengubah gerakan pedangnya, memegangnya dengan kepalan dan berlari menuju ke arahnya.
Baek Ah menghadang Woo Hee. Pedang yang akan Woo Hee gunakan untuk menusuk Raja akhirnya malah menusuk temannya sendiri, Baek Ah.
So memperingatkan Wook, “Berhentilah pura-pura peduli padanya lalu berpaling darinya seperti yang biasa kau lakukan. Kau bukan lagi kakak iparnya. Dia bukan urusanmu lagi.”

-oOo-

Seperti yang banyak kita ketahui, drama ini memang banyak menerima kritikan pedas lah yah. Cuma secara aku pribadi, aku masih tetep sangat sangat menyukai drama ini ditengah segela kekurangannya.

Secara internasional sih, bisa dibilang banyak yang suka. Recap di dramabeans rame. Tread soompi-nya juga rame banget. Di youku, viewernya udah lebih dari 1 milyar lebih kayaknya padahal baru 12 episode.

Tapi emang ada satu yang bikin aku bete, PD -nimnya suka banget ngedit zoom wajah padahal kalau drama saeguk apalagi drama ini, aku suka banget liat warna - warni pakaian mereka. Liat pemandangannya, liat dekorasinya.. sia - sia banget kan pemandangan cantik kaya dibawah ini kurang lama dipajang.. 


Akhirnya, setelah geget Soo belum juga jatuh hati pada So, akhirnya dia mulai ga bisa mengabaikan dia juga. Setelah semua pengorbanannya, kapan hatimu akan lebih terbuka nak? Kapan? Ini udah episode ke -13 loh tapi Soo masih terus menghindar dari So aja. 

Drama ini memang harusnya punya episode lebih panjang deh kayaknya, masih kompleks banget masalahnya tapi tinggal tersisa 8 episode aja.

Dan akhirnya, Wook bermigrasi menjadi Antagonis. Aku suka .. aku suka.. karena memang drama ini udah terlalu banyak scene yang romance, aku sendiri pengin lihat perebutan tahkta antara So dan Wook.



18 Responses to "SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 12 Bagian 2"

  1. Love this drama so much … baper tingkat tinggi!!! Makasih update sinopsisnya :)

    ReplyDelete
  2. Tidaakkkkk!!!!
    Jangan menikam Baek Ah 😭😭😭


    First comment Btw πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
  3. mau dunk satu co kya so hehe yg dri awal pnya pemikiran tetap.gg ky wook plinplan. wah mkin so sweety bkln rebutan tahta raja sama sajah merebut hae soo juga bgi so dan wook !! gg sabar bca selanjutnya makasih min semangat 😊😊😊

    ReplyDelete
  4. Konflik dan intrik
    Heemm..
    Lanjut chingu..

    ReplyDelete
  5. Makin ga sabar nunggu eps 13 nya nih.. Biarpun bnyak menuai kritikan tp paling ditunggu bgt klo udh hari senin,,, fighting eonnie lanjutin sinopsisnya,jgn lama2 yaa ngupdatenya.. Udh ga sabar bgt😍😍

    ReplyDelete
  6. Apa pun kata org disana...drama ini favorit gw bangetttt....
    Seruuuu....bikin gregetan...gk sabar nunggu senin selasa tiap minggunya

    ReplyDelete
  7. hahaha itu karena mereka good looking semua puji, sayang kalau ga di zoom out...sekalian prmosi makeupnya korea flawless :P *plak
    setuju sih kalau rasanya kurang 20 episode itu, cuma kok mendadak jadi keinget uf ya hahahahaha dicepetin gini ada enaknya juga. ga cepet bosen ^^"

    ReplyDelete
  8. Drama ini bkin aq abaikan smw kerjaan en tugas2 demi apapun sehri aq marathon . . Tapi sering ketggalan 12 en 13 nya. .. gmn2 puter otak nyempetin kejer. . . . Drama ini ngajarin banyak hal . . Nyiratin banyak hal. .. aplg kadg klo aq g ngerti mksd apa yg ada d drama aq buka sinopsia ini. . . G gampang mmg melihat dan memahami lalu tuangin dlm tulisan. . . So proud of u . . . . Thankiee apapun itu hrus semangat yaa. . Terlihat sepele tp sangaaaaaat berarti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaan komen nya..
      Sy mlh pernah sampe setengah 4 pagi marathon baca sinopsisnya setelah lihat drama nya.. marathon jg brapa episode gitu.. sampe lupa masak
      Wkwkwk

      Delete
  9. So lakik banget deh pas bilang, kalau aku menikah ya aku akan menikah, ga kaya si wook, meskipun sebenernya dia juga cinta sama hae soo, tapi dia ga bisa nunjukin secara gamblang, dan akhirnya hae soo juga mulai bosen sama sikap wook

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iaa benerr banget . . . Malah dayang oh pernah bilang ama si hae soo jgn terlalu baik. . . Hrus beraikap hati2 kyk berjalan d atas salju. . . Trus jgn terima ajakan wook krna wook gampag teralihkan juga dya akan g nepatin janji krna bnyknya tekanan . . . Buktinya bener khan��

      Delete
  10. Komen pertamaku dari sinopsis 1-12 .semangat nulisnya, dan makasi banget udah ngelanjutin sinopsisnya.
    Terus berkarya ya

    ReplyDelete
  11. Wang So ah you are so sweet and gentle.... Oalala happy or sad endng, ya? Thank, gamsahamnida eonnie

    ReplyDelete
  12. Konflik, intrik, politik, romance dan history...lengkaplah. love this drama

    ReplyDelete
  13. episode 12 yg bkin baper,,
    Q jg pgen di lamar,, hahaa,,
    #efekjomblo,,
    lbh suka co cuek,, krn biasanya co cuek itu ada tingkahnya yg sweet n bkin senyum2 gaje,,
    kalo co yg dri awal udah romantis kdng ujung2nya bosenin,, heheeπŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„
    #teamwangso

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas meluk dr blakang di jemuran kain itu yak.. sm pas bohong nyuri cium itu
      Haha

      Sabar mbloo :v

      Delete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^