SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 18 Bagian 2 (END)

SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 18 Bagian 2 (END)
Sumber gambar dan konten: KBS2

Keesokan harinya, Ra On tanpa sengaja melihat Putri Young Eun sedang duduk dengan murungnya. Dia menurunkan sedikit maskernya dan memberitahukan kalau dirinya adalah Kasim Hong. Putri Young Eun mengambil alat tulis kemudian bertanya, apakah Kasim Hong berpakaian seperti itu karena Yang Mulia sedang tidak sehat?

Ra On membenarkan. Dia akan berada disini sampai kondisi Putra Mahkota membaik. Dan apa ada sesuatu yang membuat Tuan Putri cemas?

“Kasim Hong, boleh aku minta tolong lagi?” tulis Young Eun.



Young Eun mengajak Ra On masuk ke ruangan tempat dia melihat PM Kim membunuh seorang dayang. Ia ingat saat dayang itu datang keruangan, dia membawa sebuah amplop kemudian menyembunyikannya dibawah kayu.

Sampai akhirnya PM Kim dan dua anak buahnya datang membunuh dayang tersebut.

Mengingat wajah PM Kim membuat Young Eun merasa sessak. Dia duduk lemas, menangis sesenggukan sampai membuat Ra On khawatir. Young Eun menepuk dadanya kemudian menunjuk ke sudut ruangan “di..di..di..di..disana..” ucap Young Eun dengan susah payah.

Ra On pun menemukan sebuah amplop yang tersembunyi dibalik lantai kayu.

Tanpa keduanya ketahui, ada seseorang yang mendengarkan pembicaraan mereka. Orang itu langsung melapor pada PM Kim tentang kertas yang disembunyikan dibalik lantai. Dia juga yakin kalau orang yang menemani Putri Young Eun adalah Ra On. Apa dia harus ditangkap?

“Bawa dia kemari meskipun harus dibunuh.”

Yoon Sung menawarkan diri untuk melakukannya tapi PM Kim tak langsung setuju dan mengisyaratkan agar anak buahnya untuk keluar.


PM Kim tak bisa mempercayai Yoon Sung karena dia memiliki perasaan pada anak itu. Yoon Sung meyakinkan bahwa ia ingin menguji perasaannya sendiri.

“Karena Putra Mahkota memilikinya dan tidak melepaskannya, kau kecewa?”

“Ya. Keluarga harus punya kekuatan demi mendapatkan yang diinginkan. Bukankah begitu?”

Baiklah, PM Kim setuju. Tangkap dia!


Young menyerahkan amplop yang ditemukan Ra On pada Raja. Didalam amplop tersebut terdapat sebuah sapu tangan dan surat. Raja bertanya apakah benar kalau Ra On yang telah menemukannya?

“Ya. Yang Mulia.”

Raja langsung berkaca - kaca saat melihat surat dalam amplop tersebut, itu memang tulisan Ibu Young.


Raja memberikan surat itu pada Young. Didalamnya tertulis, “Putra Mahkota, saat mendapatkan surat ini, aku harap semua kesedihan dan kemarahan sudah dapat kau atasi. Posisi Putra Mahkota yang ibu lindungi dengan nyawa, bukanlah demi kekuasaan putraku, melainkan demi harapan baru untuk Joseon. Jangan lupakan itu.

Di Jahyeondang, Yoon Sung menemui Ra On dengan ditemani oleh beberapa orang berpakaian serba hitam. Tanpa banyak kata, orang – orang itu langsung menyeret Ra On untuk mengikuti mereka.

Kaki Ra On tersandung dan dia mengaduh kesakitan. Yoon Sung dengan wajah serius langsung berbalik dan mengarahkan pedang padanya. Ra On tegang menantikan pergerakan Yoon Sung selanjutnya.

Tapi ternyata dia tak mengincar Ra On melainkan dua orang yang menjagal tangannya. Dia langsung menebas dua orang itu lalu menarik Ra On untuk bersembunyi dibalik punggungnya.

“Tuan! Jika Perdana Menteri tahu..”

“Kenapa? Kau kaget?”

Yoon Sung bergerak dengan gesit mengincar mereka. Tapi sayangnya perut Yoon Sung terkena tebasan pedang, pergerakannya langsung terhenti. Salah seorang dari pria itu ingin menusuknya tapi Ra On buru – buru melindungi Yoon Sung. Yoon Sung tak bisa membiarkan Ra On terluka dan langsung mendorongnya hingga jatuh, punggung Yoon Sung kembali tertikam.


Seseorang coba mengincar Ra On tapi Yoon Sung lagi menggunakan tubuhnya sebagai tameng untuk melindungi Ra On. Dia memegang pedang pria itu kemudian menusuknya.

Setelah berhasil menumbangkan semua orang suruhan PM Kim, Yoon Sung tumbang ke tanah. Ra On panik dan berniat mencari bantuan tapi Yoon Sung menahan tangannya. Ra On pun meletakkan kepala Yoon Sung ke pangkuannya.

Ra On meneteskan airmata melihat darah yang mengalir di perut Yoon Sung namun Yoon Sung segera menggunakan tangannya untuk menutupi lukanya.


Yoon Sung memintanya untuk tidak menangis karena dia tak mau diingat sebagai wanita tampan yang membuat seorang gadis menangis. Ra On tetap tak bisa menahan airmatanya, disaat seperti ini Yoon Sung masih saja bercanda.

“Tolong jangan bersedih.” Pinta Yoon Sung seraya menghapus airmatanya. Nafasnya pun kini semakin tercekat.

“Tuan, kau selalu membuatku tertawa. Sudah membuatmu terluka seperti ini, maafkan aku Tuan."

Yoon Sung menggeleng “Kau adalah lukisan yang selalu ingin kulukis. Selama aku bisa melukismu, aku bahagia maka itu sudah cukup. Jadi, tolong kau juga berbahagia.”

Yoon Sung mengucapkan kata - kata terakhirnya dalam pangkuan Ra On, wanita yang dicintainya. Ra On menangis.. bangun.. tanahnya dingin.. tuan..

Permaisuri Kim melakukan pertemuan dengan PM Kim. Dia memberitahukan alasannya kenapa dia ingin memiliki Pangeran atau hanya sekedar berpura – pura melahirkannya. PM Kim bisa mengerti akan ambisi alamiah seorang ibu negara.

Ya. Tapi alasan Permaisuri Kim melakukan semua itu adalah agar dia diakui oleh PM Kim sebagai putrinya. Meskipun tidak kompeten, dia ingin menjadi Putri PM Kim. Tidak pernahkan sekalipun kau menyayangi aku seperti anakmu sendiri?

“Demi menjaga posisimu sebagai Ratu kau membuang anakmu sendiri. Kau tidak tepat berkata begitu.”

Permaisuri Kim tersenyum miris mendengar ucapannya. Dengan kata – kata itu, dia semakin yakin kalau dia adalah Putri PM Kim. Siapapun yang menghalangi jalan mereka, mereka akan membuang atau membunuhnya “Kita mirip sekali.”

Kau ingin aku mengakuimu? Tanya PM Kim. Permaisuri Kim tidak akan bisa mendapatkannya karena dia memiliki darah rendah seorang gisaeng. Permaisuri Kim tak bisa berkata – kata lagi, menahan tangisnya akibat perkataan PM Kim yang menohok perasannya.

Ketika keduanya sedang serius bicara, Raja meneroboh dalam ruangan mereka dengan tergesa – gesa. Perdana Menteri, apa itu benar?

Young menunjukkan secarik kertas dihadapan PM Kim. PM Kim sempat mengernyit bingung.

10 Tahun yang lalu,


PM Kim mempertanyakan akan kebenaran kalau Ratu Yoon (Ibu Young) memang mempelajari ajaran orang barat. Apalagi dia mendengar kalau Ratu Yoon menyeret Putra Mahkota didalamya. PM Kim menunjukkan kitab agama khatolik.

“Kenapa kau menunjukan padaku buku terlarang ini?”

“Anda membaca buku ini saat anda di kediaman anda?”

Ratu Yoon masih berkelit dan mengaku membaca hanya sekedar penasaran saja. PM Kim tak mempercayainya, siapa yang tahu akan isi hati permaisuri?


“Anda mengajarkan pada Putra Mahkota mengenai keadilan dan kesetaraan status, padahal itu tidak ada.” Ujar PM Kim.

Ratu Yoon membahas mengenai pemberontakan Hong Gyeong Nae yang telah membuat luka bagi Raja dan Rakyat. Dia hanya ingin Putra Mahkota untuk menghargai rakyatnya.

“Anda mau turun takhta dan menjadikan Putra Mahkota sebagai kriminal atau mundur sendiri dan diingat sebagai Ratu tak bercela?” tanya PM Kim.

Kembali ke masa kini,


PM Kim membaca surat itu. Tiba – tiba kasim datang dengan tergesa – gesa dan mengatakan “Perdana Mentri, ada masalah! Tuan Muda Yoon Seong Ia telah..”

Semua orang terkejut termasuk PM Kim.


Hari telah berlalu dan status Perdana Menteri telah berubah menjadi Kriminal Kim Hun. Young membacakan dakwaannya “Kriminal Kim Heon. Telah menghina keluarga kerajaan dan Istana dengan menyembunyikan status Permaisuri Kim, karena berusaha membunuh Putra Mahkota dengan meracuninya. Diam – diam membunuh Permaisuri Yoon. Kriminal Kim Heon dipecat dari posisinya sebagai Perdana Menteri bersama dengan dengan dua mantan menteri, Kim Ui Gyo dan Kim Geun Pyo yang telah mengirim pembunuh ke Istana Timur, akan dipenggal.”

“Lalu, Permaisuri Kim yang menyembunyikan fakta kerajaan dengan menukar bayi Putri dan Pangeranakan diturunkan dari takhtanya sebagai Permaisuri.”

Sebelum meninggalkan istana, Kim Hun meminta izin untuk melihat ruang kerja Yoon Sung lebih dulu. Kepala Keamanan mengizinkannya.

Dalam ruangan tersebut, Kim Hun mengingat kembali kejadian saat Young dan Yoon Sung masih kecil. Setelah berlatih melempar panah, rupanya mereka berdua bertukar topi sambil berbincang - bincang. Jadi yang mengenakan topi berbodir bangau sebenarnya adalah Young.

“Dengan memakai jubah kerajaan,  aku jadi Putra Mahkota?” tanya Yoon Sung polos.

Tidak, tentu saja tidak. Tapi dengan menggunakan jubah Putra Mahkota, mungkin Yoon Sung akan mengetahui rasanya.

“Dengan memakai bajuku, apa yang akan anda rasakan ?”

“Yoon Seong, bajumu juga sama beratnya dengan jubah kerajaanku.” Jawab Young.


PM Kim membuka kotak senjata milik Yoon Sung, terdiam cukup lama memperhatikan pistol peninggalan cucunya tersebut.

DOR! Terdengar suara tembakan dari dalam ruangan. Penjaga panik memasuki ruang kerja Yoon Sung.
-oOo-

Hari berlalu, Young berjalan menuju ke tempat makam ibunya. Senyum kecil terulas diwajah Young. Dia meletakkan surat pemberian ibunya dan mengingat kembali pesan yang pernah beliau sampaikan.

Aku harap Putra Mahkota dapat menjadi Raja yang adil. Duduk terlalu tinggi dapat menghalangi pandanganmu kebawah. Aku harap kau juga dapat mendengar dengan baik. Mulai sekarang jangan hanya mendengar teriakan orang yang ada di depanmu. Lindungi seluruh rakyatmu seolah mereka adalah satu-satunya rakyatmu. Berjanjilah pada ibu kalau kau akan jadi Raja seperti itu?”

Dalam batin, Young menjawab “Ya, akan kuingat dan selalu kuingat itu.”


Kembali ke kerajaan, Young telah memutuskan bahwa meskipun Ra On adalah keturunan dari keluarga Hong, seorang pemberontak, tapi karena dia sudah berkontribusi pada stabilitas keluarga kerajaan dan mendapatkan kehormatan. Dengan penuh pertimbangan, maka dia membebaskan Ra On dari seluruh tindakan kriminal.

Ra On tersenyum bersujud dihadapan istana saat keputusan tersebut dibacakan.


Sedangkan Ha Yeon, dia memutuskan untuk melepaskan posisinya sebagai seorang Putri Mahkota. Raja terkejut mendengar keputusan tersebut, kalau dia melakukannya maka ia harus hidup sendiri selama hidupnya?

Ha Yeon menyadari konsekuensi tersebut tapi Putra Mahkota memang tak pernah memandangnya sebagai seorang wanita dan ia menyadari semua itu. Ia awalnya berfikir jika terus berada disampingnya mungkin perasaan Putra Mahkota lama – lama akan terbuka. Tapi kini Ha Yeon selalu menyalahkan dirinya sendiri karena tak bisa menghibur pikiran Putra Mahkota yang kelelahan.

“Aku menyadari betapa bodohnya diriku. Daripada menjadi Putri Mahkota yang akan membebani bahu Putra Mahkota, Aku lebih baik hidup sendiri seumur hidupku. Mohon pertimbangkan permohonan hamba.”

Hari berlalu, Ha Yeon tersenyum cerah menuju ke pelabuhan. Terdengar suara Raja yang memberikan keputusan kalau ia akan membuat penobatan Ha Yeon seolah tak pernah terjadi. Ia harap agar Ha Yeon bisa berbahagia dan menemukan lelaki yang mencintainya apa adanya.

Satu tahun kemudian,

Kasim Jang mengumumkan bahwa Raja telah datang. Young berjalan menggunakan jubah Raja menuju ke aula pertemuan.


Duk Ho telah menjadi pejabat tingkat atas dan ikut dalam rapat. Guru Dasan sudah menggantikan posisi Kim Hun menjadi perdana menteri.


Young menatap singgasananya tapi entah kenapa dia tak ingin duduk disana dan memilih duduk ditangga.

“Yang Mulia, kenapa tidak duduk di Singgasana?” tanya Guru Dasan.

“Mulai sekarang aku akan terus seperti ini.  Posisi tinggi dan rendah antara diriku dan rakyatku, serta jarak antara aku dan kalian pahami perasaanku, yang ingin selangkah lebih dekat dengan kalian semua.” Jelas Young.

Semua orang tersenyum termasuk Kasim Jang yang terlihat seperti seorang Ayah yang bangga pada putranya.

Kasim Jang sudah menjadi Kepala Kasim dan memberikan pidato pada para calon kasim.


Do Gi dan Sung Yeol melihat salah satu peserta, dia merasa aneh melihat peserta itu. Mereka seperti pernah memiliki perasaan yang sama. Peserta kasim itu menoleh ke arah Do Gi dan Sung Yeol kemudian mengedipkan matanya. Jelas kalau dia adalah seorang perempuan..


Dalam perjalanan, Myung Eun disambut oleh barisan kasim dan dayang yang memberikan sekuntum bunga. Dibarisan terakhir, ada Duk Ho yang menantinya.. “Semuanya ada 99 bunga, dan yang terakhir..”

“Yang terakhir adalah aku? Kekanankan sekali..” ucap Myung Eun malu – malu.

Duk Ho langsung membuang bunga dibalik punggungnya dan membenarkan ucapan Myung Eun. Tak bisa memungkiri kalau Tuan Putri adalah bunga. Maukah, dia menikah dengannya?

Myung Eun ragu karena dengan menikahinya maka kesuksesan Duk Ho bisa menghilang. Duk Ho tak mempermasalahkannya karena setiap jalan yang ia lalui bersama Myung Eun adalah jalan bertabur bunga.

Duk Ho menatap Myung Eun “Aku hanya membutuhkanmu, Myeong Eun.” Ucapnya kemudian mengecup Myung Eun.


Gyeong Nae dan Byung Yeon bersama – sama, mereka menatap Young yang tengah berbaur dengan rakyat dari kejauhan. Keduanya tersenyum saat Young bersedia bermain bersama mereka.

“Anda tahu tentang ungkapan Melukis awan dan bulan?” tanya Byung Yeon.

“Melukis awan agar bulan bersinar, bukankah begitu?”

Byung Yeon tersenyum bangga pada Young karena Raja bukanlah matahari yang bersinar sendirian tapi seperti bulan yang bersinar karena dikelilingi oleh rakyatnya. Gyeong Nae mengerti maksud Byung Yeon, dia menepuk pundaknya “Jadi, kau ingin berada di sisi Raja, untuk tetap menjadi awannya?”


Disebuah toko buku, Ra On memajang buku dengan cover wajah Young. Buku itu berjudul “Cahaya Rembulan dilukis oleh Awan”


Seseorang menarik buku itu dari pajangan “Kau bilang sedang mengerjakan Mahakarya sehingga tidak bisa menunjukkan wajahmu. Tapi apa ini?”


Ra On tersenyum dan menjelaskan kalau penjualan buku tergantung pada sampulnya. Dia tak memiliki pilihan.


Young mendekatkan wajahnya pada Ra On, dia memastikan untuk mendapatkan bayaran karena menjadikannya sebagai sampul.


Ra On melongo kemudian memegang bibirnya, memperhatikan kondisi sekitar “disini?”



Pfttt.. Memangnya apa yang kau pikirkan? Young menekankan bahwa dia sebenarnya meminta bayaran atas penjualan setiap buku. Ketampanannya itu bukan sesuatu yang boleh dipergunakan tanpa izin.

Ra On nyengir tak percaya dan meninggalkan Young.


Mereka berjalan sambil bergandengan tangan disebuah taman bunga. Young bertanya mengenai makna judul buku Ra On ‘Cahaya Rembulan yang Dilukis oleh Awan’. Ra On menjelaskan kalau bukunya tentang seorang pangeran yang tampan layaknya bunga, dia tinggal nan jauh disana. Meskipun dia pemarah karena tak mengenal dunia..

“Kau menggunakan wajahku tanpa ijin, tapi sekarang menggunakan kisah hidupku juga?” protes Young.

“Dengarkan sampai selesai.. Lalu Putra Mahkota melakukan banyak hal dan naik takhta menjadi Raja bijak yang tidak ada duanya. Kurang lebih begitu.”

“Itu yang kau inginkan?”

“Negara yang akan diciptakan oleh Yang Mulia, aku hanya mengintipnya sedikit.”

“Memangnya siapa dirimu?”

“Orang pertama yang menjadi rakyatmu di negeri yang akan kau ciptakan?”

Young menggeleng.

“Cinta pertama yang muncul dalam perwujudan seorang kasim?”

Masih belum betul.

“Kalau begitu, aku siapa?” keluh Ra On.

“Kau yang memiliki seluruh duniaku, Ra On.” Jawab Young kemudian menciumnya.

-oOo-
KOMENTAR:
Nice ending.. Happy ending.. dan semuanya tertata rapi.. menurut aku..

Meskipun dibeberapa episode akhir, tapi pada akhirnya semuanya terjawab dalam episode kali ini. Mulai dari Byung Yeon yang memutuskan bersama Gyeong Nae, mungkin pada akhirnya mereka akan menjadi salah satu pengawas yang selalu memperhatikan jalannya pemerintahkan Young.

Aku suka sekali eksekusi drama ini. apalagi awalnya aku khawatir kalau sampai Ha Yeon dan Yoon Sung berubah jadi ganas akibat rasa sukanya pada Ra On dan Young tapi nyatanya mereka berdua memilih menunjukkan rasa cintanya, dan berharap mendapatkan balasan. Tapi saat perasaan itu tak mendapatkan balasan, dengan ikhlas mereka tetap membantu asalkan orang yang mereka cintai bahagia.

Meskipun pada akhirnya Yoon Sung harus berkorban.. PD -nim sepertinya sengaja ga membuat kematian Yoon Sung ambigu. Kemungkinan mati sih, tapi PD -nim ga mau memperjelasnya.

Sedangkan PM Kim, kemungkinan juga mati tapi juga ga diperjelas dan ga di tunjukkan kematiannya. Mungkin mau buat dramanya full happy ending :D

Akhirnya terbogumisasi dan harus setia menunggu drama - drama dia selanjutnya. 

Kalau aku boleh menilai dari dramanya, aku bisa bilang dari musik setiap scene -nya tertata banget dan berasa pas mewakili setiap suasananya. Pengambilan gambar dan akting setiap pemainnya dapet banget, mulai dari yang sampingan sampai pemain utama. Semuanya jjang..

Dan akhirnya.. Gomawoo~~ Kalian semua udah menemani aku untuk menyelesaikan drama ini. wkwkw.. Tanpa kalian.. gua ga akan semangat nulisnya :D

25 Responses to "SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 18 Bagian 2 (END)"

  1. Makasih juga puji udah bersedia nyempetin nulis sinop,, aku sih berharap nya ya setidaknya ada 1 episode lagi, karena menurutku endingnya kaya diburu buru, *sebenernya mau liat bogum lebih lama* oh iya,, drama ini ada spesial episode ny ga ya ?? Epsode yg nayangin tentang BTS nya gitu !! Semoga ada deh..

    ReplyDelete
  2. Yah....akhirnya udah habis ajah yah drama ini.....belum apa2 sudah rindu ....hehehe
    Kamsaeyo putri utk seelesainya project inih and keep fighting for the next project! Assa assa, fighting!

    ReplyDelete
  3. Akhirnya...happy ending..walaupun kesannya dipaksakan...nice drama..

    ReplyDelete
  4. Terbogumisasi...wkwkkwkw...saya suka...saya suka...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ha...ha..lucu pas baca 1 kata ini, justru harus diulang berkali-kali...ha...ha...terbogumisasi....benar...benar

      Delete
  5. Thanks thanks thanks thanks.............

    ReplyDelete
  6. Syedih kali aku, Yoon Sung kenapa harus mati :-(

    ReplyDelete
  7. happy ending,,
    yoon sung๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญjinyoung๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ
    kenapa PD-nim mengorbankn jinyoung๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

    terima kasih puji,,

    ReplyDelete
  8. akhirnya happy ending ๐Ÿ˜Š..thanks a lot mba puji ๐Ÿ˜Š..

    ReplyDelete
  9. Makasih sinopsisnya mbak puji..
    Maaf selalu jadi silent reader.. ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

    ReplyDelete
  10. Kirain ini drama bakalan ngikutin cerita aslinya..ternyata...puas bgt sm endingnya.walaupun terkesan terburu2..efek ga rela pisah sm young wkwkwk..

    ReplyDelete
  11. happy ending.. tapi belom puas ama endingnya.. kurang panjang. tapi terimakasih udah nulis sinopsisnya

    ReplyDelete
  12. Kasim baru nya kaya splash2 love kwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya...splash2 love.. hehe kayakx nyabung ceritax..jd pengen nton splash2 love lagi..

      Delete
  13. Yes akhirnya happy ending ^^ tapi kok sedih ya jadi ga ada drama yang harus aku tunggu tiap minggu lagi huhu :( dan aku masih haus akan scene romance yoojung bogumnya

    ReplyDelete
  14. terima kasih atas kerja kerasnya mba. hwaiting untuk sinopsis drama bogumy selanjutnya.

    ReplyDelete
  15. Ending yg dipaksakan, namanya jg drama hehhee..kirain sama dg sejarah

    ReplyDelete
  16. Gomawo mb puji sinopx...aku tambah terbogumisasi baca komen penutup mba...stuju ama readers lain...1 ep yg padat buanget..untungnya happy ending...makin suka terbogumisasi..

    ReplyDelete
  17. senangnya ada mb yang membuat sinopsis cerita ini. plus komentar komentarnya yang segar semakin membuat menarik sinopsis yang ada. mantaaapppp....

    ReplyDelete
  18. Makasi sinopsisnya.... happy end ^_^
    but Ra On jadi ratu gak yaaaa? (Ngarep MDbC 2)

    ReplyDelete
  19. Weeeww iya kan banyak yg bilang endingnya padet banget kaya diburu2 dlm 1 eps, kayanya dalam 1 eps semua masalah terselesaikan helooow hahaha...terbogumisasi lah makasi sinopsisnya semangat terus utk drama2 berikutnya

    ReplyDelete
  20. satu lagi...sebenernya rada kecewa juga soalnya yoonsungnya mati. ya dalam nulis cerita -- i'm a writer too -- memang ada banyak alasan to kill a character. tapi kalo yoonsung ini kok kayanya maksa ya, padahal kan bisa aja dia pergi gitu (ga rela yoonsung mati hahahah)

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^