SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 16 Bagian 2

SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 16 Bagian 2
SINOPSIS Love in The Moonlight Episode 16 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: KBS2

Keesokan harinya, penjagaan dalam istana semakin diperketat dan prajurit disiagakan disetiap sudut istana. Dipapan pengumuman juga terdapat gambar Ra On dan semua dayang diperiksa satu persatu.

Yoon Sung terlihat khawatir saat gambar Ra On tersebar dimana – mana.



Do Gi dan Sung Yeol melihat gambar Ra On tanpa sengaja. Keduanya terbengong bengong mengira kalau semua ini hanya imajinasi. Tapi disana tertulis kalau Kasim Hong adalah pemberontak.

Selain itu, dia bukan putra tapi putri pemberontak. Keduanya bertatapan masih dengan wajah tak percaya.


Sama halnya dengan Ha Yeon, dia juga terkejut saat mendengar Kasim Hong adalah seorang wanita. Apalagi dia merupakan putri seorang pemberontak.



Kasim Han memberitahukan rencana pembebasan Hong Gyeong Nae dalam dua hari. Mereka akan melakukan pembebasan itu saat pergantian penjaga dan memaksanya membuka sel. Byung Yeon bertugas membawanya ke terowongan dan Kasim Han akan membantu keluar dari sana.

“Baik. Berapa orang yang ada disana?”

“Ada sepuluh orang termasuk kau. Lindungi dia dengan baik agar jangan sampai dia ketahuan.”

Byung Yeon mengerti.


Ketika kembali ke Dongungjeon, Ha Yeon telah menantikan Young diruangannya. Ha Yeon berkata kalau upacara pernikahan mungkin belum jadi dilaksanakan tapi sepertinya dia sudah dianggap seperti Putri Mahkota. Dia bahkan dibiarkan tinggal sendirian di Donggungjeon ketika Putra Mahkota tidak ada ditempat.

Young tampak kelelahan dan meminta Ha Yeon untuk kembali ke paviliunnya. Lagipula sekarang sudah larut malam.


Tanpa sengaja Ha Yeon melihat ke arah pergelangan tangan Young yang sekarang sudah tak mengenakan gelangnya lagi. Dia bertanya apa dia melepas gelangnya? Sepertinya benda itu sangat berharga tapi sekarang ia tak melihatnya.

“Aku hanya meninggalkannya di tempat lain.”


Ha Yeon tersenyum memuji pedagang yang pintar membuat cerita, katanya kalau mengenakan gelang itu maka sebuah pasangan tak akan terpisahkan.

“Karena mereka tahu betul hati seseorang yang ingin mempercayai sesuatu meskipun itu hanyalah bualan.” Ucap Young membuat Ha Yeon terdiam memikirkan sesuatu.


Ditaman, Ha Yeon memikirkan kembali kejadian – kejadian yang meyakinkan dugaannya kalau Kasim Hong adalah wanita yang dicintai Putra Mahkota. Mulai dari gelang pasangan yang keduanya pakai lalu Putra Mahkota yang berkata bahwa ia mencintai seseorang.

Dia ingat betul bagaimana paniknya Putra Mahkota ketika Kasim Hong diseret menuju paviliun Ratu Kim.

Saat dugaan itu semakin menguat, Ha Yeon meneteskan air mata sedih.

Gyeong Nae sedang memandangi kain berbordir anggrek putih buatan istrinya. Tepat saat itu Ra On datang dan ia segera menyembunyikan kain itu dalam genggamannya. Mereka berdua sama – sama canggung untuk memulai perbincangan.

“Apa kau ingin mengatakan sesuatu?”

Ra On mengaku kalau dia hanya menggantikan penjaga yang bertugas disini saja.



“Ra On -ah.” Panggilnya.

Seketika mata Ra On meremang mendengar Ayahnya memanggil namanya untuk pertama kali.

“Hong Ra On.”

Setetes air mata mengalir dipipi Ra On. Ayah meminta maaf, dia memberinya nama itu bukan untuk membuatnya hidup dalam penderitaan seperti ini. Ra On bertanya apakah Ayahnya pernah punya niatan untuk muncul dihadapannya?



Tentu. Dia juga berharap agar Ra On suatu hari nanti tidak perlu keluar dengan menggunakan pakaian pria semacam itu.

“Meskipun kau tak mengubah dunia. Tetaplah disisiku sebagai seorang Ayah. Itu akan memberiku kekuatan..” ucap Ra On.

Ayah hanya ingin mengubah dunia bermasalah ini agar hidup anaknya bisa sedikit lebih baik.


Meskipun begitu, lebih baik lagi kalau Ra On bisa tahu Ayahnya masih hidup. Dia akan sangat merindukannya dan memanggilnya “Ayah” berulang kali. Ucapan Ra On membuat Hong Gyeong Nae meneteskan air matanya.


Ternyata Young ada disana, ia mendengar pembicaraan mereka berdua dan matanya terlihat berkaca – kaca.



Saat perjalanan kembali, tak ada pembicaraan yang terjadi antara Young dan Ra On. Keduanya terhanyut dalam pikiran masing – masing. Kasim Song yang sedang lewat melihat mereka. Ia begitu terkejut dan cepat – cepat ingin melapor.


Tanpa sengaja dia malah bertubrukan dengan Yoon Sung. Melihat gelagat Kasim Song, Yoon Sung langsung mencurigainya.


Dengan tergesa – gesa, Kasim Song melapor bahwa dia telah menemukannya. Hong Sam.. bukan.. maksudnya Hong Ra On. Ratu Kim terkikik memuji keberanian Ra On yang berkeliaran di istana. Baiklah, dimana kau melihatnya?

Kasim Song berkata kalau dia melihatnya menuju ke Jahyeondang bersama dengan Putra Mahkota. Ratu Kim terkejut mendengar Putra Mahkota bersamanya, dia memerintahkan agar Kasim Song melaporkan pada Menteri Kehakiman. Ratu Kim juga ingin menyaksikannya sendiri.


Saat keduanya keluar, Yoon Sung sudah menanti didepan pintu untuk mengantarkan teh kiriman PM Kim dan dia ingin membicarakan sesuatu dengan Ratu Kim. Ratu Kim mengucapkan terimakasih tapi dia punya sesuatu yang penting, mereka bertemu lagi nanti.

“Tidak, kurasa kau harus mendengarkan apa yang aku katakan terlebih dulu.”

“Bukankah aku memintamu untuk datang lagi nanti?” kesal Ratu Kim.


Yoon Sung berbisik ke telinga Ratu Kim, “Ini menyangkut bayi yang baru lahir dan diselipkan melalui pintu belakang istana baru – baru ini. Apa aku harus membicarakannya nanti?”


Ratu Kim akhirnya mengurungkan kepergiannya dan berbicara dengan Yoon Sung. Ia meremas bajunya dengan kesal dan menganggap Yoon Sung telah menghina ibu bangsa ini dengan cerita tak masuk akal.

Yoon Sung sama sekali tak takut karena dia tak menghina ibu bangsa ini. Dia tahu betul apa yang terjadi. Jadi dia meminta Ratu Kim untuk tidak memberitahukan Raja maupun PM Kim tentang apa yang Kasim Song katakan.


“Apa yang akan kau lakukan kalau aku memberitahu mereka? Apa kau akan melapor omong kosong kalau aku menukar bayi Raja, begitu? Apa kau pikir dia akan percaya?”


Yoon Sung tersenyum kecil mengakui bahwa masalah ini tidak akan bisa muncul tanpa adanya sebuah bukti. Tapi bagaimana kalau anak itu kebetulan tidak mati dan masih hidup? Apa ceritanya akan berbeda?


“Aku mencoba untuk tidak membuat kekacauan...”

Young menyela ucapan Ra On dan memintanya tak mengatakan hal semacam itu. Disaat dia tak mengetahuinya, takdir sudah terikat. Ra On menatap Young kemudian menyuruhnya untuk kembali karena sudah malam.

Malam ini berawan dan bulan tak nampak. Jalanan gelap. Jadi Young ingin berada disini sedikit lebih lama.



Young mengaku kalau dia berulang kali membayangkan jika mereka bersama dalam kondisi berbeda. Meskipun hanya kali ini, dia ingin berada ditempat yang tak diketahui siapapun dan tanpa memikirkan apapun.

“Ra On –ah..” panggilnya sambil menatap mata Ra On lekat – lekat “Kurasa aku akan bisa tidur nyenyak malam ini.”



Raja tengah sibuk bekerja dalam ruangannya. Tapi tiba – tiba pintu terbuka dan Hong Gyeong Nae menghampirinya dengan sebilah pedang yang siap menebasnya. Raja panik tapi ternyata itu semua hanya mimpi buruk Raja.

Dia pun semakin was – was dan menyuruh penjaga untuk memanggil PM Kim. Dia ingin memulai penyelidikan hari ini juga.
-oOo-

Dengan dipercepat penyelidikan maka rencana Kasim Han menjadi kacau. Melarikan diri dari tempat penyiksaan akan sepuluh kali lebih berat ketimbang melepasnya dari tahanan.

“Ya, aku tahu.” Jawab Byung Yeon.



Kasim Han mengatakan bahwa dia yang telah membunuh Jang Gi Baek ditahanan. Dia melakukannya karena tahu Gi Baek telah berkhianat meskipun mereka sudah berkawan selama 10 tahun. Namun pengkhianatan merupakan masalah besar ketimbang hubungan pribadi.

“Fokuskan semua kekuatanmu untuk memungkinkan seseorang yang sudah kita tunggu begitu lama untuk melarikan diri dari tempat penyiksaan. Samarkan Ra On dan suruh dia bersembunyi di dekat pintu istana. Aku akan membawa mereka berdua keluar dari istana. Itu adalah cara paling amannya.”



Young menemui Gyeong Nae sebelum dilakukan penyiksaan. Gyeong Nae bertanya apa yang membuat Putra Mahkota menemuinya. Young ingin membicarakan tentang masalah yang terakhir kali mereka bicarakan. Penguasa yang didirikan oleh rakyat, apa dia mengisyaratkan agar Raja menjadi orang – orangan sawah yang harus mendengarkan rakyat?

“Tidak.”

Kalau begitu Young juga ingin politik yang memihak rakyat  lalu bagaimana memilih Raja untuk rakyat?


Mereka hanya menginginkan politik yang memihak rakyat. Orang seperti Putra Mahkota, yang dikirim dari langit menganggap dirinya adalah matahari yang bersinar. Sedangkan jika Raja berasal dari rakyat maka penguasa itu akan menganggap dirinya sederajat. Mereka semua adalah manusia. “manusia bermimpi menjadi manusia, bukankah itu lucu?”



“Lalu kenapa kau berpikir bahwa menyingkirkan Raja adalah satu-satunya cara untuk mencapai semua itu?”

“Karena setiap Raja tak ingin merelakan takhtanya. Kau dan aku, bangsawan dan budak, keturunan pengkhianat dan keturunan penguasa. Apa kau mau mengizinkannya (hidup dengan derajat sama) ketika menjadi Raja?” tanya Hong Gyeong Nae.



Penjaga mengeluarkan Gyeong Nae karena mereka harus bergegas melakukan penyiksaan.

“Seseorang yang dikirim oleh masyarakat bukan satu-satunya orang yang akan menghargai rakyat. Bagaimana bisa seseorang yang menganggap setiap dan semua rakyat berharga malah merendahkannya sebagai anjing atau babi?”

“Apa yang ingin kau katakan?”

Young menyimpulkan bahwa dunia yang mereka inginkan tidaklah berbeda. Dia ingin mereka bisa bertemu lagi dan menemukan jalan menuju dunia yang mereka impikan tanpa adanya pertumpahan darah.


Semua orang berjalan menuju ke tempat penyiksaan. Ra On menunggu didepan gerbang namun seseorang membekap mulutnya dari belakang.


Raja langsung panik ketika bertatapan dengan Hong Gyeong Nae.



PM Kim memulai jalannya penyelidikan dengan bertanya “Kriminal Hong Gyeong Nae, kau mengakui bahwa kau melakukan pengkhianatan?”

Gyeong Nae tak mau mengaku karena dia tidak melakukan pengkhianatan. PM Kim berkata kalau bukti telah ditemukan. Apa dia masih mau berbohong?

“Apa itu pemberontakan? Apa itu pengkhianatan?” balas Gyeong Nae.


Raja emosi dan meminta mereka memulai penyiksaan sampai dia mau mengaku, sampai dia menangis darah.


Mereka pun mulai menempelkan besi membara ke paha Gyeong Nae. Dia mengerang menahan sakit tapi tetap tak mau berkata kalau dia melakukan pengkhianatan.


Ternyata Ra On tertangkap dan dia dibawa ke tempat penyiksaan. Dia melihat ayahnya yang mengerang menahan sakit dengan tak tega.


PM Kim mengancam akan mengeksekusi ditempat jika dia masih berbohong. Kriminal Hong Gyeong Nae, kau sudah melakukan pembelotan mulai dari sepuluh tahun yang lalu, menjadikan bangsa jatuh dalam kekacauan dan membunuh ribuan warga?


Kalau memang makna pembelotan, pengkhianatan dan pemberotankan adalah hal itu. Maka Hong Gyeong Nae akan mengakuinya. Banyak sekutu yang melakukan tindakan berbahaya itu ada disini. Mereka.. Para manusia munafik yang memberlakukan pajak berlebihan dan mengambil 90% pajak untuk mengisi perut mereka sendiri. “Aku, Hong Gyeong Nae, orang yang menghasut manusia yang mati kelaparan dan memojokkan mereka dalam situasi mematikan. Sampai akhirnya mereka kuat menahan rasa sakit dan berkeinginan merubah dunia, harapan mereka, kehidupan mereka, Raja –lah yang telah melepaskan semua harapan itu!”


Raja memerintahkan mereka memenggal kepala Hong Gyeong Nae.



Baiklah. Dia sudah mengaku jadi ia meminta agar semuanya dipenggal.. Gyeong Nae menatap ke arah para menteri “Itu adalah bagaimana caraku membayar semua darah yang ditumpahkan ribuan orang!”


Raja kembali memerintahkan agar kepala Gyeong Nae segera dipenggal. Prajurit akan mengikuti perintahnya namun Young bangkit dan meminta Raja menarik kembali perintahnya. Tak akan terlambat jika mereka memberikan vonis setelah melakukan penyelidikan.

“Segera singkirkan semua pedang itu!” teriak Young.



PM Kim menebak kalau alasan Putra Mahkota menentang keputusan ini karena sesuatu. Rumor sudah menyebar bahwa Young memiliki hubungan pribadi dengan Putri Hong Gyeong Nae.

Raja tak percaya dan mencecar Young untuk memberikan jawaban. Young tetap diam sehingga PM Kim menyuruh pengawal membawa Ra On kehadapan mereka semua.


Yoon Sung sampai ke tempat penyiksaan dan melihat Ra On sudah berada disana.

“Apa benar bahwa ini adalah gadis yang bersembunyi di sisi Putra Mahkota sebagai mata-mata? Apa benar kau menyembunyikan Putri Pengkhianat karena kau mencintainya?” tanya PM Kim.


Young tak memberikan jawaban sama sekali.


Gyeong Nae panik dan meminta mereka semua untuk menanyakan saja dosa – dosanya. Dia belum pernah melihatnya dan belum menyebut namanya, Ra On bukan anak yang memiliki hubungan dengannya.

Ra On menangis mendengar ucapan Ayahnya.


PM Kim meminta Young membuktikan bahwa dia tak melakukan pembelotan dengan berkerjasama dengan pemberontak. Dia harus memenggal gadis itu.



Raja menyuruh Young memenggal Ra On. Karena Young tetap diam, Raja menyuruh seorang prajurit memenggalnya.

Ra On menatap Young “Putra Mahkota, mulai saat ini dan seterusnya, jangan mencintaiku dan ingatlah aku sebagai putri pengkhianat. Seorang wanita yang kau cintai tak bisa melindungi rasanya sakit hati. Aku tak ingin memberimu hal itu.” batin Ra On.



SYAT! Dan ternyata orang – orang disana bercampur aduk dengan para pemberontak lainnya. Orang yang berniat memenggal Ra On sudah ditebas oleh orang lain. Terjadi keributan, pemberontak melindungi Ra On dan Gyeong Nae sedangkan prajurit siaga menjaga bangsawan istana dan Raja.


Byung Yeon konflik batin ketika melindungi Young. Dia meneguhkan hatinya dan berbalik kemudian meletakkan pedangnya dileher Young.




Semua orang terkejut dan tak ada yang berani berkutik.

“Kalau kalian ingin menyelamatkan Putra Mahkota kalian semua! Singkirkan pedang kalian.” Ancam Byung Yeon dengan tatapan tajam.

Young membeku ditempatnya, Byung Yeon –ah...

-oOo-

13 Responses to "SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 16 Bagian 2"

  1. scene terakhir .... byung yeon ...
    aaahhh .... ga bisa berkata apa-apa.
    posisinya serba salah. disatu sisi harus ngelindungi ra on. disisi lain ga mau berkhianat sama young
    tapi feelingku mungkin ini gertakan byung yeon biar semua prajurit istana mau lepas pedang buat ra on dan gyeong nae.
    secara ga mungkin kan dia berkhianat gitu ... hihiiii

    young-aa, kenapa kau tetap terlihat tampan meski sedang sedih maupun terkejut >??? hahhaha (mian oot) kwkkwkw

    ReplyDelete
  2. Young gak jadi nikah hehe senengg �� tapi kok ceritanya malah makin sedih aja ��

    ReplyDelete
  3. ceritanya makin sedih.. dan ga terasa tinggal 2 episode huaaaa

    ReplyDelete
  4. Yg itu sedih, yg ini sedih, hicks hicks hicks... thanks...

    ReplyDelete
  5. Top bgt cepet banget sinopsis nya
    Jadi ngak sabar. Nunggu episode selanjutnya
    Bikin marah,seneng,sedih
    Mudah2 an bener mpe episode 20
    Kalo mpe 18 sedih banget
    Gomawo^~^

    ReplyDelete
  6. Kacau kacau episode ini. 2 episode terakhir masih kayak gini. Episode romantis terakhirnya bagaimannnnaaa

    ReplyDelete
  7. Sumpah ga kuat liat ekspresi young di scene terakhir, kaget, sedih, shock, ga sabar buat liat joseon dan goryeo minggu depan,,

    ReplyDelete
  8. kerreeennnnnnnn bangeet

    ReplyDelete
  9. Ikut bergetar melihat wajah byung yeon..seakan2 bs ngerti dgn apa yg dia putuskan..😭😭 #padahalcumabacalewatsinopsis..gumawo puji..😘

    ReplyDelete
  10. Seru banget..bangett, d tunggu kelanjutan y.

    ReplyDelete
  11. episode nya bkin mewek smua...haduhhhhh mata mpe kya mata panda nech

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^