SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 18 Bagian 1

SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 18 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: KBS2

Dengan mengenakan tudung bambu, Byung Yeon mengintip ke ruangan Ra On. Dalam batinnya dia berkata bahwa dia tak tahu akankah ini akan menjadi perjalanan panjang atau tidak tapi dia berjanji akan kembali ke sisi Ra On dan Yang Mulia.

Byung Yeon pun pergi menuju ke suatu tempat.

Dalam tidurnya, Ra On tampak tak tenang. Rupanya ia tengah memimpikan saat dimana Young memotong gelang pasangan miliknya.

Tepat saat itu, Young yang sudah menanggak racun langsung tumbang. Pelayan Donggungjeon langsung ribut untuk menyelamatkannya.

Ra On terbangun dari tidurnya sambil memegangi pergelangan tangannya dengan sedih. Ia baru saja memimpikan saat dimana ia berpisah dengan Young.

Duk Ho mendatangi rumah Guru Dasan dengan terburu – buru. Guru Dasan menanyakan alasannya datang kesana. Duk Ho meminta Guru Dasan untuk segera ke istana. Putra Mahkota dalam bahaya, ada yang berusaha meracuninya.

Saat keduanya bicara, Ra On keluar kamar dan mendengar semuanya. Sontak lututnya lemas dan terduduk ditanah saking khawatirnya. Ra On seperti tak bisa berfikir, duduk membeku tak mengatakan apapun lagi.

Ra On dan Guru Dasan bergegas menuju ke istana. Dia menunjukkan tanda pengenalnya kepada penjaga, dia menerima panggilan dari Putra Mahkota. Penjaga melihat Ra On yang mengenakan cadar, mereka tentu mencurigainya dan meminta dia melepaskan penutup wajahnya.

“Ia adalah perawat dari Haeminseo (Pusat Kesehatan Nasional).” Jelas Guru Dasan. Kedua penjaga masih belum mempersilahkan mereka berdua masuk.

Untungnya saat mereka dicegat, Kasim Jang datang dan menyuruh Guru Dasan untuk bergegas melihat kondisi Young. Mereka berdua akhirnya lolos dari penjagaan.



Guru Dasan memeriksa denyut nadi Young kemudian mempersiapkan obat. Ra On masih terpaku memperhatikan Young yang belum sadarkan diri. Wajahnya pucat dan keringat dingin membasahi tubuhnya.

“Yang Mulia, Ini aku.. Ra On. Anda baik – baik saja?” tanya Ra On seraya meraih tangannya.

Guru Dasan menyuapi Young dengan obat penangkal racunnya. Ra On bertugas mengelap keringat yang membasahi wajah Young.


Setengah sadar, Young membuka matanya perlahan dan melihat wajah Ra On yang mengenakan cadar. Ra On memanggilnya Yang Mulia tapi pandangan Young masih kabur dan tak bisa melihat dengan jelas.

Tepat saat itu, Ha Yeon datang sehingga Ra On bergegas bangkit kemudian meninggalkan kamar Young.

“Bagaimana keadaan Yang Mulia?”

“Dia baru saja siuman.” Jawab Guru Dasan.


Ha Yeon menghampiri Young dan memanggilnya namun Young masih begitu lemah bahkan untuk sekedar membuka mata.

Ra On berdiri didepan pintu sambil terus memperhatikan Young. Wajahnya menunjukkan ke-angganan untuk meninggalkannya saat ini.

Permaisuri Kim masih terus memikirkan bayi perempuan yang kini di rawat oleh Ha Yeon. Ekspresi Permaisuri Kim begitu ambigu, entah dia sedih memikirkan anaknya atau lebih sedih kalau rahasianya terbongkar.

Dayang tiba – tiba datang dan memberitahukan kabar bahwa Putra Mahkota ambruk setelah meminum tonik beracun.

“Apa itu benar?” tanya Permaisuri Kim terkejut. Dayang mengiyakan dan akhirnya Permaisuri Kim tak bisa menyembunyikan kesenangannya mendengar kabar ini. Ia tersenyum licik karena impiannya mungkin akan segera terwujud.

Meskipun begitu, rupanya Young sudah sadarkan diri dan bisa berdiskusi dengan Guru Dasan. Guru Dasan memberitahukan bahwa racun yang diminum oleh Putra Mahkota bukan terdapat pada tonik melainkan pada bagian luar mangkuknya. Oleh karena itu, ketika Dayang mengetesnya tak terjadi apa – apa tapi ketika Putri Mahkota memegang mangkuknya, cincinnya berubah warna akibat racun tersebut. Syukurlah Young bisa melewati kondisi kritis karena jumlah racun yang dikonsumsinya tidak banyak.

“Semua berkat Guru yang segera datang kemari.” Ucap Young.

Young meminta Guru Dasan merahasiakan akan kesadarannya. Jika orang yang berfikir dia sudah mati tapi ternyata dia masih hidup, Young sungguh menantikan reaksinya. Guru Dasan mengerti dan akan mematuhi perintahnya.


Benar saja, rumor dalam istana langsung menyebar dan Kasim Song memberitahukan kabar ini pada PM Kim. Semua orang di Dungungjeon berusaha tutup mulut, tapi katanya Putra Mahkota sedang sekarat. Dia mendengar tabib istana tak bisa masuk kesana seenaknya.

PM Kim terdiam memikirkan sesuatu.


Ha Yeon ada di paviliunnya, dia memikirkan kembali saat ia di Dungungjeon dan melihat perawat yang mengenakan cadar. Dia mungkin sudah bisa menebak kalau pelayan itu adalah Ra On. Ha Yeon memejamkan matanya, meyakinkan diri “Bukan.. bukan..”


Ra On bertugas untuk mengompres Young. Namun saat ia hendak pergi, tangan Young menahannya. Saat Ra On sadar kalau Young sudah sadarkan diri, ia segera memalingkan wajah untuk menghindari kontak mata.

Young membuka cadar yang menutupi wajah Ra On. Ternyata dirinya tak salah lihat.

“Kudengar Yang Mulia dalam bahaya.” Ujar Ra On.

Young mengaku cemas karena saat ia membuka mata, ia khawatir kalau seseorang yang pertama kali dia lihat bukanlah Ra On. Dia berfikir kalau orang yang dilihatnya bukanlah Ra On melainkan orang lain.

Ra On mengaku telah berjanji pada kakek kalau dia akan berhati – hati saat berada disamping Young agar tak seorang pun mengetahuinya. Jadi dia memohon agar Young pura – pura tak mengetahui keberadaannya.

Young menyibak lengan baju Ra On dan terdapat gelang pasangan miliknya yang sudah rusak. Dia tersenyum dan berjanji akan pura – pura tak mengetahuinya agar Ra On bisa terus disampingnya, bahkan kalau cuma sampai dia sembuh.


Dia tersenyum dan menyentuh lembut pipi Young penuh kerinduan.


Tanpa keduanya sadari, Ha Yeon melihat kedekatan mereka dari balik pintu dengan perasaan sedih. Dia membatalkan niatannya untuk menemui Young dan memilih pergi.


Young meminta maaf pada Sookui Park karena telah membuatnya khawatir. Tidak, Sookui Park malah lega karena sudah mengetahui kalau kondisi Young baik – baik saja.

“Sookui, apa anda mengingat kematian ibuku?”

Tentu saja Sookui Park mengingatnya. Young menambahkan kalau Ibunya meninggal setelah meminum tonik kemudian beberapa dayang mati akibat kejadian ini. Tapi semuanya berlalu begitu saja seperti tak terjadi apapun.

“Kenapa anda mengungkit kisah menyedihkan itu?” tanya Sookui.

Yah, kejadian ibunya dan dia sangat mirip. Oleh karena itu, Young berfikir kalau pelakunya adalah orang yang sama. Saat ini adalah saat yang tepat mengungkapkan kematian ibunya. Meskipun yakin dengan kecurigaannya, Young belum memiliki bukti.

Putri Young Eun terlihat panik dan tak tenang saat Young membahas masalah ini.

Malam harinya, Permaisuri Kim telah memerintahkan Kasim Song untuk membawa bayi perempuan dari tangan Kepala Pelayan Istana. Dia menyuruhnya untuk melakukan seperti apa yang ia perintahkan terakhir kali, kalau sampai gagal lagi maka Permaisuri Kim yang akan membunuh Kasim Song.

“Berhenti.” Tegur seseorang.


Permaisuri Kim terkejut ketika mendapati Young sudah ada disana. Young tahu kalau dia berusaha untuk menyingkirkan bayinya tapi dengan tegas ia meminta Kasim Song meletakkan bayi itu. Kasim Song gemetaran, bingung mau menuruti Young atau Permaisuri Kim.

“Putra Mahkota, apa yang kau lakukan?” tanya Permaisuri Kim.

Meskipun bayi itu harus mati, paling tidak dia harus menangis semaunya sekali saja. Young berkata kalau kriminal yang disiksa saja bisa berteriak kesakitan dan bayi itu.. dia hanya bisa menangis. Sebelum dia mati, setidaknya izinkan dia menangis didepan orang yang membuangnya “ibunya.”


“Sesukamu saja Putra Mahkota. Bayi ini tidak punya hubungan apapun denganku.” Bantah Permaisuri Kim.

Young memberikan kesempatan terakhir agar Permaisuri Kim bisa mengaku kalau anaknya bukanlah seorang Pangeran melainkan anak ini. Ini satu – satunya cara agar mereka berdua memulai hidup baru dan selamat.

“Aku sama sekali tidak mengerti yang berusaha kau katakan.” Ucap Permaisuri Kim meninggalkan putrinya.


Saat baru beberapa langkah berjalan, bayi dalam gendongan Kasim Song menangis. Suaranya tangisan bayi itu terdengar begitu miris sampai Young hampir meneteskan air mata. Permaisuri Kim sempat gamang namun dia langsung meyakinkan dirinya dan tetap meninggalkan putrinya sendiri.

2 Responses to "SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 18 Bagian 1"

  1. Bagian 2 please please please pujiiii

    ReplyDelete
  2. Mau nanya dong, scarletheartryeo minggu ini nggak tayang?

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^