SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 17 Bagian 1

SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 17 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: KBS2


Byung Yeon masih menjadikan Young sebagai tawanan. Menteri Ui Gyo memerintahkan prajurit untuk menangkapnya tapi Raja menghentikan mereka. Dia menyuruh mereka semua jangan ada yang bergerak.

“Keselamatan Putra Mahkota harus menjadi prioritas utama! Semuanya menyingkir!” teriak Kasim Han.



Ikatan Hong Gyeong Nae dilepaskan dan awan putih bergegas memapahnya untuk pergi. Ra On masih sempat menatap Young, keduanya seperti ingin saling menghampiri tapi kini Young masih dalam ancaman Byung Yeon.



Byung Yeon menetaskan air mata ketika menatap Young.

Dalam benaknya ia ingat perbincangan bersama Young beberapa waktu lalu, Young penasaran mengenai organisasi awan putih. Dan apa dinding pemisah antara dirinya dan rakyat?

“Negara yang ingin dibangun Yang Mulia mungkin ada di balik dinding itu.” ucap Byung Yeon ambigu. Young tersenyum dan meminta Byung Yeon untuk berada disampingnya agar dia bisa melihat semua itu terwujud.



“Byung Yeon-ah..” ucap Young.

Byung Yeon tersenyum dan mengatakan kalau dia ingin melihat dunia yang diinginkan oleh Young dan rakyat. Negara yang diciptakan oleh Yang Mulia, dia ingin melihatnya.. Byung Yeon mengambil satu langkah menjauhi Young.

“Jangan tarik pedangmu! Saat kau menarik pedangmu, aku akan kehilangan dirimu!” pinta Young saat melihat prajurit pemanah sudah bersiaga dan Penjaga pun sudah mengepung Byung Yeon menggunakan pedang.


Jangan tarik pedangmu! Ini perintah! tegas Young sekali lagi. Byung Yeon kembali tersenyum, ia meminta maaf karena tak bisa mematuhi perintah Yang Mulia. Ia pun menjatuhkan pedangnya.



Sontak Prajurit melepaskan anak panah dan tepat mengenai dada Byung Yeon. Byung Yeon mencoba bergerak dan anak panah kembali mengenai kakinya. Dia terhuyung hingga berlutut ditanah.

“Tunggu!” seru Young.

Namun tepat saat itu sebuah pedang menebas dada Byung Yeon. Byung Yeon memuntahkan darah dari mulutnya dan tumbang.


Kasim Han dan Yoon Sung terkejut melihat Byung Yeon tergeletak ditanah.


Yang Mulia Raja terhuyung lemas karena kejadian hari ini dan Kasim Han memerintahkan untuk membawa Raja kembali ke paviliunnya.

Meskipun sempat dihalangi tapi Young tetap ngotot ingin menghampiri Byung Yeon. Dia memangku kepala Byung Yeon “Jangan lupa.. aku hanya punya satu orang kepercayaan didunia ini.. sampai saat ini orang itu belum berubah.. orang itu adalah kau.”



“Kau sudah mempercayaiku.. Gomapta.” Ucap Byung Yeon menggunakan banmal. Tak seperti biasanya.

Young menangis melihat kondisi Byung Yeon. Byung Yeon menggerakkan tangannya hendak mengusap air mata Young tapi belum sempat tangan itu sampai, Byung Yeon sudah hilang kesadaran. Tangannya terkulai lemas. Young mengguncang tubuhnya dengan panik, Byung Yeon-ah..


Saat festival lampion, Ra On dan Young menghabiskan waktu bersama – sama dan menerbangkan lampion bertuliskan harapan. Rupanya Byung Yeon memperhatikan mereka dari kejauhan, dia pun menerbangkan lampionnya. [Semoga kita bisa menjadi teman disaat terakhir kita.]

Permohonan terakhirku, agar aku bisa menjadi temanmu.” – Byung Yeon



Didepan gerbang istana, penjaga menghentikan Ra On dan rombongannya. Mereka mencurigai mereka karena berniat meninggalkan istana tengah malam. Kasim Han datang dan menunjukkan tanda pengenal miliknya, buka gebangnya! Mereka harus memindahkan kriminal ke Biro Invertigasi, ini perintah Raja!

Penjaga pun mematuhi perintah kasim Han dan membiarkan Gyeong Nae dan Ra On meninggalkan istana.



Tepat saat mereka sudah keluar, Penjaga Istana datang terburu – buru untuk mengejar mereka. Kasim Han menutup gerbang istana ketika Gyeong Nae mengajaknya keluar darisana. Dia harus mengulur waktu untuk mereka.

Penjaga berhasil sampai ke gerbang dan langsung menebas punggung Kasim Han. Gyeong Nae dan Ra On berkaca – kaca melihat pengorbanan mereka, rombongan mereka pun terpaksa meninggalkan istana dan meninggalkan Kasim Han yang tumbang.




Yoon Sung dan Kasim Jang menghentikan pesuruh yang membawa mayat Byung Yeon meninggalkan istana. Yoon Sung mengaku sebagai sahabatnya dan meminta izin untuk mengambil mayatnya. Pesuruh sempat menolak tapi Kasim Jang memohon dan memberikan sekantung uang.

Pesuruh akhirnya setuju. Yoon Sung sedih melihat tubuh sahabatnya sudah tak bernyawa dan ia pun memegang tangannya. Tanpa diduga tangan Byung Yeon tampak menunjukkan sedikit pergerakan.. Yoon Sung terpaku dalam diam memperhatikan tangan Byung Yeon. Masih hidupkah?

EPISODE 17 Love in The Moonlight: Akhir demi sebuah awal

Satu bulan kemudian


Pagi yang cerah, Kasim Jang berulangkali memanggil Putra Mahkota dan bertanya apa dia sudah berdehem. Tak ada jawaban, akhirnya Kasim Jang masuk kamar Young dan menemukan baju kebesarannya sudah tergeletak diatas kursi.

Tak heran Kasim Jang tak mendapatkan jawaban, orangnya tidak ada didalam. Putra Mahkota tak akan datang ke perpustakaan, Kasim Jang pun sudah siap untuk menerima omelan.


Rupanya Young sudah ada di tempat para gisaeng, melihat pertunjukkan meskipun sebenarnya dia tak tampak menikmatinya. Dia bersikap dingin ketika seorang gisaeng melayaninya.


Dalam pertemuan, PM Kim membahas Putra Mahkota yang kembali absen dari pertemuan kali ini. Awalnya, dia sudah menghalangi eksekusi seorang kriminal dan sekarang dia meremehkan tugasnya menjadi seorang Wakil Raja. Para sarjana telah mengirimkan petisi yang meminta Putra Mahkota diturunkan dari jabatannya.

“Sudah kubilang, hal itu tidak akan kubahas lagi.”


“Mohon jangan lagi membiarkan Kuil Altar Jongmyo terancam lagi, Yang Mulia.” Ucap Menteri Ui Gyo.

Menteri Jo tak sependapat karena yang membahayakan Kuil Jongmyo bukanlah Putra Mahkota. Menteri Jo menatap PM Kim, “Kau menuduhnya ada hubungan dengan Awan Putih padahal kau belum yakin, menuduhnya tidak patuh atas semua tindakannya. Lalu kau memerintahkan para sarjana untuk menulis petisi agar Ia turun dari takhta!”


PM Kim tetap teguh pada pendiriannya apalagi Putra Mahkota sudah kehilangan kehormatan dan pengabdiannya. Dia lebih sering datang ke Gibang dibanding menghadiri rapat. PM Kim mendesak Raja untuk menurunkan Pangeran dan mengangkat Putra Mahkota baru.



Young meninggalkan Gibang. Namun saat ia berjalan belum terlalu jauh, dia mendengar suara seseorang. Saat menoleh ternyata disana ada Kasim Song yang masuk ke gibang.

Matanya menyipit seperti menemukan sebuah kejanggalan.


PM Kim menemui Ratu Kim untuk menanyakan kabar tentang pangeran. Ratu Kim mengatakan bahwa kondisi anaknya semakin hari semakin sehat. PM Kim membenarkan, dia akan menjadi Putra Mahkota maka dia harus sehat.

“Apa yang barusan anda katakan?”

PM Kim memberitahukan bahwa sebentar lagi akan ada penghuni baru yang menempati Donggungjeon.


“Benarkah?”

“Ya, tidak lama lagi akan terlaksana.”

Ratu Kim tentu sangat senang mendengar kabar ini.


Saat PM Kim sudah meninggalkan kediamannya, wajah bahagia Ratu Kim perlahan memudar ketika mengingat ucapan Yoon Sung tentang bayi yang dibuang keluar istana. Bagaimana kalau seandainya bayi itu belum mati dan masih hidup?

Ratu Kim berubah kesal.

“Yang Mulia, aku kasim Seong.” Ucap Kasim Song dengan suara terburu – buru. Ratu Kim menyuruhnya untuk masuk.



Yas. Byung Yeon masih selamat dan Young menjenguknya. Dia mencoba memanggilnya namun belum mendapatkan balasan karena sampai sekarang dia belum sadarkan diri.

“Kapan.. kau akan membalas sapaanku?” Young membenahi selimut Byung Yeon dan meninggalkan ruangannya.


Saat Young sudah pergi, Byung Yeon tampak menggerakkan pupil matanya, dia membuka matanya sedikit.

-oOo-

4 Responses to "SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 17 Bagian 1"

  1. Woaa sedih :( btw makasi sinopnya mba ^^

    ReplyDelete
  2. yeayy,, byung yeon msh hidup😙😙😙

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^