SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 16 Bagian 1

SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 16 Bagian 1
SINOPSIS Love in The Moonlight Episode 16 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: KBS2



“Ini aku..” ucap pria bertudung.

“Ayah Ra On?”

Gyeong Nae menghampiri Ibu dengan panik, mereka harus segera pergi sekarang dan bertanya dimana keberadaan Ra On. Ibu masih linglung karena kemunculan suaminya yang sangat tiba – tiba “Ra On... ada... dibukit...”


Gyeong Nae melihat serombongan prajurit yang berjalan menuju ke tempat mereka. Ia cepat – cepat menarik ibu untuk bersembunyi didalam rumah. Prajurit menggeledah rumah Ra On dan tempat persembunyian keduanya hampir ketahuan.

“Jangan bergerak sedikit pun, tetap di sini.” Perintahnya.

Ibu menggeleng dan menahan tangan suaminya yang berniat pergi. Gyeong Nae tersenyum seolah meyakinkan Ibu kalau semua akan baik – baik saja.
Gyeong Nae keluar dari persembunyiannya. Prajurit langsung bersiaga namun Gyeong Nae mampu memberikan perlawanan pada mereka. Meskipun begitu, Gyeong Nae kalah jumlah dalam pertarungan ini dan akhirnya ia pun terkepung oleh para prajurit.

Ibu mengintip dari balik tempat persembunyiannya, tangannya bergetar seperti ingin meraih suaminya yang sudah ditodong tombak dari segala arah. Gyeong Nae menatap sang istri dan mengangguk kecil padanya.


Jenderal masuk ke ruang Raja dengan panik dan melaporkan bahwa Hong Gyeong Nae masih hidup. Kini dia telah tertangkap dan dibawa ke biro investigasi. Raja berdiri dengan geramnya, dia merasa dipermainkan. Bagaimana bisa orang yang sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu bisa muncul kembali?

“Saya pikir dia memang Hong Gyeong Nae yang selamat dari Jeong Ju Seong 10 tahun yang lalu dan tengah mempersiapkan pemberontakan yang lain.” jelas Jenderal.

Sontak Raja jatuh pingsan karena panik sekaligus terkejut mendengar berita mengejutkan ini.

Kasim Han sama terkejutnya. Sepertinya dia tak tahu kalau Hong Gyeong Nae sebenarnya masih hidup.


Ra On menemukan kondisi rumahnya yang begitu berantakan dan Ibunya terduduk linglung.

Sepertinya pernikahan Young belum dilangsungkan, Young berjalan menuju ke paviliun Raja dengan tergesa - gesa. Dalam benaknya ia masih mengingat ucapan Kasim Jang bahwa Hong Gyeong Nae masih hidup.
“Ibu, apa kau baik-baik saja?” Ra On mengusap tangan Ibunya.

“Dia tertangkap...” gumam Ibu.

“Siapa?”

“Ayahmu.”

Ra On belum sepenuhnya mengerti ucapan Ibu tapi Ibu sudah menangis duluan. Ia pun memeluk ibunya yang tampak masih begitu syok.

“Saat aku pikir dia sudah mati, aku berharap dia masih hidup. Dia masih hidup. Dia masih hidup..”
Hong Gyeong Nae dibawa ke istana menggunakan kerangkeng dan diarak dihadapan semua orang.

Kasim Han memperhatikannya dari kejauhan untuk memastikan. Dia memang sudah menduga kalau Gyeong Nae belum mati. Ia sudah menunggu lama tapi kenapa mereka harus bertemu dengan cara seperti ini.

“Dia sedang ke dikirim ke istana bukannya Biro Investigasi Kerajaan di bawah perintah Yang Mulia.” Jelas Byung Yeon.

Meskipun harus mempertaruhkan nyawanya, Kasim Han rela demi membantu Hong Gyeong Nae melarikan diri.



Ra On kini tinggal dalam penjagaan Kasim Han. Kasim Han menyuruhnya tidak khawatir karena mereka akan menjaga tempat ini dengan sangat berhati – hati. Bagimana dengan kondisi ibumu?

“Sepertinya dia sangat terkejut dan tidak bisa menguasai dirinya.”

“Dia akan baik-baik saja setelah beristirahat. Jangan terlalu mengkhawatirkannya.”

Sebelum Kasim Han pergi, Ra On meminta izin padanya agar dia bisa menemui Ayahnya. Kasim Han menentang keras keinginannya, istana sangat berbahaya apalagi mereka baru saja menangkap kriminal yang sudah melarikan diri selama sepuluh tahun. Situasi sekarang sangat sulit untuk melindungi Ra On dan Ayahnya.

Tapi Ra On ingin bertemu dengan Ayahnya, Ayah yang dikenal seluruh negeri namun ia sendiri sama sekali tidak mengetahuinya.

“Aku tidak bisa membiarkan kau juga berada dalam bahaya.”

“Untuk terakhir kalinya, hanya satu kali. Tidak.. Untuk pertama kalinya, tolong bantu aku bertemu ayahku.” Ra On memohon dengan mata berkaca – kaca.

Dihadapan semua orang, Raja terus ngedumel panik kalau dia baru saja bermimpi bertemu dengan Hong Gyeong Nae. Tapi ternyata semua itu bukanlah mimpi. Raja kemudian mendaprat bawahannya karena telah merusak hari baik, hari dimana penikahan Putra Mahkota akan dilangsungkan.

Menteri Jo mencoba menenangkan, tanggal pernikahan bisa ditentukan ulang tapi yang lebih penting untuk saat ini adalah kesehatan Yang Mulia.

“Dia seorang penjahat yang telah mengejekku selama sepuluh tahun. Jika aku memberikan hukum penggal maka tak akan berlebihan.” Ucap Raja.

PM Kim setuju, mereka akan mengadakan sidang interogasi dan menyingkirkannya pembangkang itu setelahnya. Young terkejut karena sidang interogasi terlalu cepat dilaksanakan. Sidang itu bisa memperburuk kondisi Raja saat ini.

Menteri Jo setuju dengan pendapat Young, mengingat kondisi Raja yang memburuk. Itu bukanlah ide yang baik.

“Tidak. Seperti yang dikatakan Perdana Menteri, aku akan menginterogasinya sendiri.” pungkas Raja.

Young terkejut mendengar keputusan Ayahnya.

Malam harinya, Ra On menantikan diluar istana dengan menyamar sebagai seorang prajurit.

“Tundukan kepalamu dan ikuti aku.” Ucap Seseorang. Ra On terkejut karena ternyata orang yang membantunya adalah Kim Hyung. Byung Yeon menyuruh Ra On tidak banyak tanya dan ikut dengannya.

Disisi lain, Kasim Jang panik saat menemani Young bepergian tengah malam. Young mengatakan kalau ia akan pergi ke penjara, dia harus menemuinya secara langsung.


Byung Yeon membiarkan Ra On menemui Gyeong Nae sendiri. Ra On memperhatikan Gyeong Nae yang memunggunginya. Dia terus diam tanpa menegur.

Tak lama kemudian, Byung Yeon mendengar suara derap kaki seseorang yang berjalan menuju penjara. Dia mengajak Ra On untuk bergegas pergi. Ra On mengikuti perintah Byung Yeon dan menjatuhkan selembar kain ke dalam sel Ayahnya.

Sepertinya Gyeong Nae menyadari kehadiran Ra On sejak tadi tapi ia sengaja memunggunginya seolah – olah tak melihatnya. Dia langsung menoleh saat Ra On sudah pergi dan menemukan kain berbordir anggrek putih tergeletak diatas tikar.

Tepat saat Ra On dan Byung Yeon berhasil pergi, Young bersama Kasim Jang baru sampai ke penjara.

Saat berjalan melewati gerbang, Ra On berpapasan dengan Menteri Ui Gyo bersama rombongannya. Byung Yeon langsung menarik Ra On untuk berjalan dibelakang beberapa prajurit lain.

Untungnya mereka tak ada yang mengenali Ra On dan Byung Yeon karena mereka menggunakan topi. 



Tapi saat keduanya sudah menjauh, Menteri Ui Gyo menaruh curiga pada mereka dan memperhatikannya. Sekilas Menteri Ui Gyo bisa melihat wajah Ra On.

“Apa kau benar-benar Hong Gyeong Nae?” tanya Young.

Gyeong Nae membenarkan. Lalu apa yang membuat Putra Mahkota menemui secara langsung?

“Apa keluargamu tahu kalau kau tertangkap?”

“Aku tidak memiliki hal semacam itu.”

“Aku dengar kau ingin keluarga kerajaan musnah, apa aku bagian dari targetmu?”

“Apa kita sudah memulai Interogasi Kerajaan?” tanya Gyeong Nae.


Dengan menahan emosinya, Young mengatakan kalau Gyeong Nae telah membuatnya kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Gyeong Nae menimpali bahwa seorang pemimpin diciptakan oleh langit adalah untuk membantu semua orang bukannya hanya untuk memenuhi kebutuhan individu saja.

“Itu adalah filosofi Organisasi Awan Putih.” Ucap Young.

Tidak. Ada satu lagi karena Gyeong Nae merasa bahwa filosofi itu memiliki kesalahan dalam pemikirannya. Seharusnya pemimpin yang bekerja untuk rakyat bukan diciptakan dari langit melainkan berasal dari rakyat itu sendiri.


Karena terlalu berbahaya maka Byung Yeon mengajak Ra On untuk bersembunyi lebih dulu di Jahyendang.

“Kau akan melalui banyak hal karena aku, Kim Hyung.” Ucap Ra On. Dia kemudian mengedarkan pandangan ke Jahyeondang yang terlihat masih sama seperti saat ditinggalkan olehnya.

Drap! Seseorang tiba – tiba memasuki Jahyeondang dan ternyata dia adalah Putra Mahkota. Ketiganya langsung canggung satu sama lain.

“Apa kau yang membawanya kemari?”

“Maaf, Yang Mulia.” Jawab Byung Yeon.


Menteri Ui Gyo melaporkan temuannya pada PM Kim, dia awalnya curiga karena seorang prajurit menghindari kontak mata dengannya dan akhirnya membandingkan gambar dengan sangat hati – hati.

PM Kim memerintahkan mereka untuk menemukan anak itu sebelum Interogasi. Dia penasaran melihat reaksi Putra Mahkota saat anak dan ayah itu bersama – sama.

Young menunjukkan ruang rahasia yang terdapat di Jahyeondang. Dia menyuruh Ra On bersembunyi disana kalau keadaan mendesak. Ra On mengedarkan pandangan melihat ruangan itu, apa ada ruangan seperti ini dalam Jahyendang?

“Ibuku terkadang menggunakan tempat ini.”

Ra On terdiam seolah tak enak hati ketika Young menyebut nama Ibunya. Young berkata kalau dia akan melakukan sesuatu dan membuat Ra On bisa menyusup ke penjara. Dia harus menemui orang yang ia rindukan.

6 Responses to "SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 16 Bagian 1"

  1. Mbak puji duluin nulis sinopsis Moonlight ep 16 bag 2 y.. Jangan yg lain dulu.. Please.. Karna moonlight drama kesayangan dan selalu kunanti2..Gomawo

    ReplyDelete
  2. Iya dong mba puji tolong dilanjut part 2 nya.. Gumawo^^

    ReplyDelete
  3. Iya dong mba puji tolong dilanjut part 2 nya.. Gumawo^^

    ReplyDelete
  4. makasih untuk sinopsis part 1 nya ^.^

    ReplyDelete
  5. Ga bisa milih antara goryeo atau joseon,, 2 2 nya ngegemesin

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^