SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 15 Bagian 1

SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 15 Bagian 1
SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 15 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: KBS2
Ketika kembali ke Dongungjeon, Young menemukan sebuah surat yang tergeletak diatas meja. Ia tampak terkejut ketika membacanya.
Ra On juga menerima sebuah surat, seseorang ingin mengatakan sesuatu mengenai Ayahnya. Dia akan memberitahukan tempat dan waktunya untuk bertemu.
Young terus merenung di Dongungjeon, dia memegangi suratnya dengan banyak pertimbangan. Malam harinya, ia pun memutuskan untuk menemui Ra On. Tanpa kata – kata yang diucapkan, ia langsung memeluknya erat – erat.

Ra On sempat terkejut tapi akhirnya ia membalas pelukan Young juga.
Young melepaskan pelukannya, dia menatap kedua manik mata Ra On dalam – dalam. Dia hanya akan mempercayainya, entah kebohongan pun dia akan percaya. Apa semua yang ia tunjukkan selama ini... tulus?
“Maafkan aku, Putra Mahkota.” Jawab Ra On sambil menunduk bimbang. Young terkejut mendengar jawabannya, ia mengeratkan pegangannya dilengan Ra On seolah tak mempercayainya.
Disaat keduanya tengah berbicara, Byung Yeon datang dan meminta keduanya untuk bergerak cepat.

Menteri Geun Pyo membuka pintu tempat pertemuan Ra On dan mengepungnya. Hanya ada satu orang berbaju biru disana yang memunggungi mereka. Mereka semua siaga namun beberapa saat kemudian, beberapa prajurit istana muncul melindungi pria berbaju biru.

Yap. Geun Pyo terkejut ketika melihat Putra Mahkota berada disana.
Sedangkan Byung Yeon, ia membawa Ra On kabur melewati pintu belakang. Dengan mudahnya ia melumpuhkan beberapa prajurit yang berjaga disana.
Menteri Geun Pyo langsung memberikan hormat ketika melihat wajah Young.

“Apa yang kau lakukan di sini, Menteri Kehakiman? Siapa yang mengirim surat palsu untuk membuatku masuk ke dalam perangkap? Aku keluar karena aku ingin tahu tentang itu. Ternyata kau?” sengit Young.

Menteri Geun Pyo beralasan bahwa ia mendapatkan laporan kalau seseorang mencoba diam – diam menghubungi pemberontak.
“Siapa yang berani membuat tuduhan pengkhianatan palsu kepada putra mahkota! Segera tangkap orang itu! Itulah satu-satunya cara bagimu untuk tetap hidup. Mengerti?” tandas Young.

Menteri Geun Pyo dengan canggung mengiyakan ucapannya.

[EPISODE 15: Kebohongan yang terasa nyata.]
Keesokan harinya, Byung Yeon melapor pada Young kalau ia telah menyembunyikan Ra On ditempat yang aman. Young memendam rasa penasaran, tapi ia yakin kalau kemana pun perginya Ra On, aku tak boleh mengetahuinya kan?

“Kalau Putra Mahkota ingin mengetahuinya, itu hanya akan membuat semuanya menjadi sulit.”
Young mengerti karena dia hanya akan membuat Ra On kesulitan. Dia tak akan menanyakan apapun lagi.

Saat Byung Yeon pamit pergi, Young teringat akan perpisahannya semalam. Ra On memintanya agar dia tak penasaran kemana pun dirinya pergi. Tidak perduli berita apa yang ia dengar tentangnya, jangan goyah. Ra On pun akan melakukan hal yang sama.
Young menahan tangan Ra On. Namun dengan berat hati, Ra On melepaskan tangan Young.
Ratu Kim menemui Ha Yeon dan berbasa – basi dengannya. Ia kemudian membahas mengenai tanggal pernikahan mereka berdua. Ha Yeon belum tahu pasti tapi katanya biro astronomi akan menentukan hari baik.

“Apa gunanya kalau mereka mengirimkan hari baik? Putra Mahkota membuat segala macam alasan untuk tidak menetapkan tanggalnya.” Ucap Ratu.
Ha Yeon mencoba bersikap tenang, ia yakin Putra Mahkota memiliki alasan baik untuk melakukannya. Ratu Kim membenarkan, sejak kasim yang sangat ia perhatikan menghilang. Apa kau tahu bagaimana hancurnya perasaan Putra Mahkota?
“Maaf?” tanya Ha Yeon mengernyit tak mengerti.

“Tolong hibur Putra Mahkota dengan baik seperti ibunya.” Ucap Ratu Kim. Ha Yeon pun mengiyakan saja meskipun banyak pertanyaan dalam benaknya mengenai ucapan Ratu Kim barusan.
Ditempat pertemuan, semua orang bertanya pada Byung Yeon tentang keberadaan Hong Ra On. Byung Yeon mengaku tidak mengetahuinya, dia datang ke rumah Ra On sebagai pengawal Putra Mahkota. Saat sampai disana, Ra On sudah pergi.
Tuan Han penasaran dengan orang yang menggunakan namanya, dia yakin kalau orang tersebut ada dalam organisasi. Kalau sampai ia tahu ada yang mengkhianatinya dalam organisasi, dia tak akan mengampuninya.
Ternyata tempat pertemuan kemarin bukan Rumah Ra On, dan kini Ra On kembali kerumahnya dengan ibu. Dia mengajak Ibu untuk tidur namun Ibu menolak karena pekerjaannya belum selesai.

“Apa kau membenci ayah?” tanya Ibu tiba – tiba.

“Karena dia membuat kita menderita?”

Ibu mengiyakan.
“Kau bilang yang dilakukannya benar. Seseorang memang harusnya melakukannya..” ucap Ra On.

Ibu membenarkan tapi dia tidak menyukai suaminya melakukan hal itu. Dia membutuhkan keluarga yang makan, tidur, menangis dan tertawa bersama bukannya seorang suami yang melakukan hal besar.
Ra On tersenyum, Ibunya terdengar seperti tengah merindukan Ayah dan ingin bertemu dengannya. Ibu malu dan mengajak Ra On untuk segera tidur.

Saat Ra On keluar rumahnya, dia melihat ada (seperti) sekantung gandum tergeletak diatas tumpukan jerami. Ia melihat kesekitar tapi tak melihat siapapun berada disana.
Young menginterogasi seorang dayang, dia bertanya apakah dayang itu yang sudah meletakkan surat di mejanya. Dayang membenarkan dengan ketakutan. Young kembali bertanya apakah dia tahu siapa yang memintanya melakukan itu?

Dayang tersebut gamang untuk menjawab. Young meyakinkan bahwa dirinya tak berniat memberikan hukuman, dia hanya ingin mengetahui orang yang mengirim surat tersebut padanya.

“Aku belum pernah melihat dia di istana sebelumnya, Putra Mahkota. Dia bertanya apa aku bertugas membersihkan Dongungjeon kemudian menawarkan aku 2 nyang.”

“Apa kau ingat seperti apa dia?”

Dayang tersebut mengangguk. Young meminta anak buahnya untuk memanggil seorang dari Biro Lukis.
Pria bertudung bambu yang menemui PM Kim adalah salah satu petinggi di awan putih. Dia atasannya Byung Yeon. PM Kim tak sepenuhnya percaya padanya, dia mengkhianati Awan Putih jadi kemungkinan ia akan mengkhianatinya.

Pria itu meyakinkan bahwa ia lebih mempercayai kekuatan uang daripada apapun.

Menteri Ui Gyo memberikan tanah yang ia janjikan. Sebagai gantinya, dia meminta pria itu membawa Hong Ra On kehadapannya.

Ditempat lain, Yoon Sung menggendong seorang bayi perempuan. Rupanya dia sudah menghadang kurir yang bertugas membuang bayi Ratu Kim dan menyelamatkan bayi itu sebelum sempat dibuang. Dia memungut anak itu dan menitipkannya pada seorang gisaeng.
“Kim Yoon Sung membuat permintaan seperti itu, dari keluarga mana anak ini? Kau tidak akan pernah memberitahu aku?” tanya Gisaeng.

Yoon Sung mengaku kalau anak itu tiba – tiba menjadi yatim piatu dan tak memiliki tempat untuk tinggal. Gisaeng tadi merasa simpati, meskipun dia hanya gisaeng rendahan tapi ia akan membesarkannya.

8 Responses to "SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 15 Bagian 1"

  1. Gomawo.. Ditunggu bagian 2 nya y kak.. Cepetin y kak.. Penasaran

    ReplyDelete
  2. Dilanjut part 2 nya, min.... Thx ya,,

    ReplyDelete
  3. Lam kenal mba puji drinking solo ep 10 11 d post dng mba!gomawo mba fighting y nulisna

    ReplyDelete
  4. Lam kenal mba puji drinking solo ep 10 11 d post dng mba!gomawo mba fighting y nulisna

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^