SINOPSIS The K2 Episode 3 Bagian 1

SINOPSIS The K2 Episode 3 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: tvN


“Tembak dia! Tembak!” jerit Anna yang keluar dari dalam kamarnya. Je Ha terkesiap melihat sosok Anna. Si Wanita kumal yang ia temui diluar negeri, dia terus menjerit memintanya untuk menembak Yoo Jin.

Bodyguard Anna muncul, dia segera menggeretnya untuk kembali ke dalam kamar.

Je Ha menodongkan pistolnya ke arah Yoo Jin lagi. Rupanya ada orang lain yang menginginkan kematian Yoo Jin.



Sekretaris Kim muncul bersama dengan bodyguard yang siaga mengacungkan pistolnya. Je Ha menjadikan Yoo Jin sebagai sandera sekaligus tameng untuknya. Sekretaris Kim memerintahkan anak buahnya untuk menurunkan pistol mereka, Nyonya dalam bahaya!

Je Ha meminta pada mereka semua untuk keluar, siapkan sebuah mobil untuknya. Mereka sempat ragu namun Yoo Jin memerintahkan agar mereka menuruti kemauan Je Ha.


Mencoba menenangkan diri, Yoo Jin berkata kalau dia mati maka Je Ha tak akan bisa keluar dari rumah ini dalam keadaan hidup. Je Ha sama sekali tak gentar dengan ancaman remeh itu, dia menyuruh Yoo Jin mengkhawatirkan dirinya sendiri.

“Satu-satunya caramu untuk bisa hidup sekarang adalah dengan kau menghentikan ini dan memohon padaku agar tidak membunuhumu.” Ucap Yoo Jin.


Je Ha mengarahkan pistolnya tepat ke pelipis Yoo Jin. Jarinya sudah menekan setengah dari pelatuk pistol ini “Pistol ini... yang akan membunuhmu.”

Tubuh Yoo Jin seketika menegang ketakutan. Dia diam dalam ketegangannya.


Ketua Joo menerima laporan dari anak buahnya. Dia memerintahkan pada sopir untuk memutar balik kendaraan. Dia memberitahukan pada Se Joon kalau Nyonya menjadi sandera saat ini.

Bukannya khawatir, Se Joon hanya menghela nafas dan meminta Ketua Joo untuk menghentikan mobil mereka.



Je Ha memainkan ponselnya disaat menodongkan pistol. Yoo Jin bertanya – tanya apa yang tengah ia lakukan.

Je Ha menjawab santai kalau ia tengah mengirimkan email. “Ini adalah video yang merekam semua  yang kau katakan dan semua yang terjadi. Aku mengirimkannya kepada pers, jaksa, dan Blue House.”


Dia telah mengaturnya untuk terkirim setelah 24 jam. Jadi jangan ganggu dia dengan orang yang ada disekelilingnya. Kalau pun Je Ha mati saat ini maka akan ada orang lain yang akan mengirimkan email itu “Jadi teruslah berdoa agar aku bisa terus hidup.”




Je Ha memasukkan ponselnya ke dalam oven dan meledakkannya. Yoo Jin dan Sekretaris Kim gemetar marah melihat tingkahnya namun mereka tak bisa melakukan apapun. Je Ha memerintahkan Sekretaris Kim untuk mengurus anak buahnya. Akan menjadi masalah besar kalau sampai anak buahnya mencoba membunuhnya.


Ketua Joo tetap melajukan mobilnya menuju ke rumah Yoo Jin. Se Joon cukup marah karena Ketua Joo tak menggubris perintahnya. Bukankah tugasnya adalah menjaganya dari bahaya tapi kenapa dia malah menuju ke tempat berbahaya?

“Aku sedang mencoba menepati janjiku!”

“Janji? Apa?”

Ketua Joo mengatakan kalau Anna ada dalam rumah itu. Se Joon terkesiap, dia baru tahu kalau putrinya ada dirumah Yoo Jin saat ini. Ia pun berubah panik.



Polisi sudah menunggu di depan kediaman Yoo Jin. Je Ha dan Yoo Jin keluar bersama – sama. Polisi menyapanya namun Je Ha langsung kontak mata dengan Yoo Jin, memberi isyarat agar Yoo Jin mengenyahkan polisi itu.

Yoo Jin tersenyum ramah “Iya. Terima kasih atas semua kerja kerasmu.”

Je Ha membimbing Yoo Jin untuk masuk ke kursi kemudi dan dia duduk di kursi penumpang.



Polisi sempat keheranan karena Yoo Jin mengemudikan mobilnya sendiri. Sekretaris Kim panik bukan kepalang dan mengejar mobil yang membawa Yoo Jin.




Yoo Jin mendecih karena kesalahannya telah meremehkan Je Ha. Baiklah, dia mengakui kesalahannya itu. Dan sekarang ini adalag saatnya mereka untuk melakukan negosiasi.

“Negosiasi?” tanya Je Ha.

“Katakan apa yang kau minta?”

Je Ha mulai mengerti arah pembicaraan Yoo Jin. Dia menginginkan kode akses menuju emailnya? Harga email itu mungkin senilai dengan hidupnya. Apa itu berarti aku akan mati?

“Sebutkan harganya. Aku akan memberikan dua kali lipat.” Tawar Yoo Jin.

Baiklah. Kalau begitu berapa harga Yoo Jin? Je Ha berniat menghubungi suami Yoo Jin dan menawarkan dua pilihan, akun emailnya atau keselamatan Yoo Jin. Menurutnya apa yang akan suaminya pilih? Apa dia akan menyerahkan kekuasaan politik dan memilih Yoo Jin? Atau dia akan memilih kekuasaan politik dan mengabaikan Yoo Jin?
Yoo Jin tak menjawab pertanyaan Je Ha.

“Apa, kau tidak yakin kalau dia akan memilihmu? Apa itu berarti akses email itu  lebih berharga daripada dirimu?” olok Je Ha.

Sebuah motor mengikuti mobil mereka. Je Ha mendesah karena bawahan Yoo Jin tak bisa mematuhi perintah. Yoo Jin melihat motor itu dari kaca spion, dia sepertinya tak mengenali pengendara motor itu.

Anna berniat keluar dari kamarnya namun bodyguardnya melarang.
Ketua Joo dan Se Joon sampai ke rumah. Sontak Anna panik dan langsung masuk ke dalam kamarnya.

“Bagaimana dengan Anna?” tanya Ketua Joo.

“Nona Muda aman.”

Anna mengintip dari pintu namun segera menutupnya ketika Se Joon menoleh ke arahnya. Bibi menawarkan untuk memanggil Anna agar turun menemuinya.

Didalam kamar, Anna tersenyum kecil penuh harap menantikan jawaban sang ayah.

Se Joon masih diam.

Anna menanti.

“Tidak usah. Aku harus beristirahat. Aku lelah.” Jawab Se Joon dengan berat hati.
Mata penuh harap Anna segera berubah sedih. Ia mulai terisak mendengar jawaban sang Ayah yang tampak seolah mengabaikannya.



Dijalanan, penunggang motor yang mengejar mobil Yoo Jin tengah memainkan tabletnya. Dia menangatur kecepatan mobil Yoo Jin menggunakan tablet itu. Je Ha keheranan melihat Yoo Jin tiba – tiba ngebut.

“Bukan aku yang melakukannya.” Jawab Yoo Jin kemudian menginjak rem. Dia semakin panik karena rem –nya tak berfungsi.

Je Ha memperhatikan gelagat penunggang motor, dia langsung bisa menebak kalau mobil Yoo Jin sudah diretas. Ternyata semakin banyak saja orang yang menginginkan Yoo Jin mati.
Ketua Jo dan Sekretaris Kim terkejut saat mengetahui ada motor yang bergerak disamping mobil Yoo Jin.


Je Ha bersiap menembakkan peluru pada pengendara motor dari dalam mobil. Ia mencoba menurunkan kaca mobilnya tapi tak berhasil. Je Ha memutuskan untuk menembak dari balik kaca mobil.

Percuma, Yoo Jin memberitahukan kalau kaca mobilnya anti peluru.
Tak ada waktu lagi, Je Ha mengambil alih kemudi.
Anak buah melaporkan kalau Je Ha dan Yoo Jin bertukar posisi. Ketua Joo makin terheran – heran, kalau memang semua ini adalah rencana mereka maka mereka tak akan berbuat semacam ini.
Je Ha mengemudikan mobilnya dengan kecepatan semakin tinggi. Dia menerobos mobil – mobil yang menghalangi jalannya. Yoo Jin panik, apa kau gila!

Je Ha yakin dengan apa yang akan dia lakukan. Pengendali hanya berfungsi dalam jarak 20 meter, itulah sebabnya motor itu mengikuti mereka dari dekat. Mereka harus bergerak dengan jarak lebih dari 20 meter agar pengendalinya tak berfungsi lagi.


Mereka membuat kekacauan dijalan raya dan banyak mobil harus saling tubruk. Peretas mobil Yoo Jin kehilangan sinyal. Yoo Jin berhasil membuka kaca mobilnya. Je Ha menyuruhnya untuk bersiap dan memutar kemudi secara tiba – tiba.
Rem berdecit keras saat mobil Je Ha berputar. Dia mengarahkan pistolnya dan menembak motor si peretas.


Melihat tembakan itu, anak buah Yoo Jin baru sadar kalau motor itu bermasalah. Ketua Joo memerintahkan untuk membereskan motor itu lebih dulu.

Peretas masih bisa menggunakan motornya dan mengejar mereka. Dia mengatur kecepatan mobil Yoo Jin menjadi 145 km/jam. Je Ha menginjak rem tapi tak berhasil, akhirnya dia pun harus menabrak pembatas jalan.

Peretas memutuskan untuk menghentikan pengejaran mereka dan membiarkan mobil Yoo Jin menabrak pembatas jalan. Sekretaris Kim marah melihat peretas itu, bunuh mereka!
Mereka pun menabrak peretas itu tanpa ampun.


Sedangkan Mobil Yoo Jin terbalik. Beberapa pertugas yang ada disana bisa menolong Je Ha keluar dari dalam mobil. Mobil terbakar dan pertugas kabur meninggalkan mobil itu dengan ketakutan.

Yoo Jin masih terjebak didalamnya. Je Ha mencoba menyadarkannya dan membuka pintu mobil tapi tak bisa.
Sekretaris Kim juga pingsan ketika mobilnya menubruk pembatas jalan. Saat tersadar, dia panik melihat mobil yang dikendarai Yoo Jin terbakar. Dia berusaha untuk bisa menyelamatkan Yoo Jin. Bodyguard menahannya.

Untungnya Je Ha berhasil mengeluarkan Yoo Jin dan membopongnya keluar dari mobil. Tubuhnya berdarah – darah, Yoo Jin yang setengah sadar memperhatikan wajah Je Ha.


Mobil meledak saat keduanya berhasil menjauh. Bagian mobil ada yang terpental saat ledakan dan mengarah pada mereka. Je Ha yang menunduk melindungi Yoo Jin pun terkena besi mobil itu.

Yoo Jin diam. Menatap wajah Je Ha dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


9 Responses to "SINOPSIS The K2 Episode 3 Bagian 1"

  1. Makasih sinopsisnya...part 2nya ditunggu..

    ReplyDelete
  2. ahhhhh... makin suka sma drama ini keren bgtt... je ha kok keren bnget ya :D

    ReplyDelete
  3. Debaaaak luar biasa ni film kereeeen, d tunggu part2 nya mba

    ReplyDelete
  4. Wau keyeeennn... sayang scene nya yoona msi dikit...(haha dasar sone) tpi gak papa
    ...nanti juga banyakan...
    Semangat terus yg bikin sinopnya...๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
  5. Woahhh Daebakk Ji Chang Wook oppa meskipun berlumuran darah tetap keyennnn, cool ,,awawaw ๐Ÿ˜๐Ÿ˜ ditunggu part2 nya, khamsahamnida ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜˜

    ReplyDelete
  6. knp 2016 dramanya pda daebak2 yaa๐Ÿ˜bertabur cogan2 favorit๐Ÿ˜„

    hadeuch,, jangan ada love line dach antara yoo jin ama je ha,, no no no,, hahaa,,
    bapaknya anna bersikap gitu pasti ada sesuatu dach,,
    mungkin buat ngelindungi anna,,
    hehee,,

    ReplyDelete
  7. Buagus banget nget...sampe kebawa mimpi ne

    ReplyDelete
  8. Mba puji , sinopsis K2 Episode 2 bag 1&2 ny gda kah ?

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^