SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 16 Bagian 2 (End)

SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 16 Bagian 2 (End)
Sumber gambar dan konten: tvN


Kilasan kenangan manis antara dirinya dan Ji Woon terngiang dalam ingatan Ha Won. Semua perlakuan sederhana Ji Woon yang mampu membuatnya jatuh hati. Membantunya ketika ia tengah kesulitan, mengeramasinya ketika kakinya terluka, dan banyak lagi.

Ha Won menangis dan terus menangis “Aku menyesal aku terus melarikan diri. Kau selalu mendekatiku duluan, tapi..”

Manager memberikan jadwal manggung Seo Woo yang sudah terisi penuh karena dia harus mengganti jadwal yang sempat tertunda. Seo Woo nampak muram dan bertanya, bukankah kau lebih suka kalau aku terus bernyanyi?

Manager membenarkan. Saat Seo Woo bernyanyi, dia tampak berbinar – binar.

“Aku akan kembali ke jalanan, dan mengamen.” Ucap Seo Woo.

Sontak Manager terkejut, mengamen? Dijalanan?


Hye Ji tersenyum ketika melihat Hyun Min sampai ke cafe. Hyun Min duduk dibalik kaca dan memonyongkan wajahnya seakan - akan mencium Hye Ji. Pengunjung cafe lain menertawakan tingkah konyol Hyun Min.

Hye Ji kembali tersenyum dan menghampiri Hyun Min diluar cafe.

“Apa yang kau lakukan?”

“Menciummu.”

“Banyak yang liat tahu!”

Tidak perduli. Hyun Min akan memeluk Hye Ji semaunya, menciumnya dan memegang tangannya. Dia tidak akan pernah melepaskan Hye Ji. Hye Ji tertawa, dia tak akan pergi kemana – mana. Tidak akan pernah.

Hyun Min pun mencium Hye Ji.

Di Sky House, Ji Woon menggalau ria karena Ha Won meninggalkannya. Seo Woo menghampirinya dan bertanya apa yang terjadi? Apa dia belum bisa menemui Ha Won?

Ji Woon berkata kalau Ha Won tidak mau melihatnya lagi. Seo Woo merasa aneh sendiri, dia malah melihat Ha Won begitu memperhatikannya. Ji Woon pikir dia telah menjadi beban untuk Ha Won. Awalnya dia kira semua ini karena kakek tapi sekarang dia malah tak mengerti bagaimana perasaannya. Sepertinya memang dia harus merelakannya kalau hanya membuatnya kesulitan.

“Yah, tentu saja. Karena kau menyukainya. Kupikir dia juga merasakan yang sama denganmu.” Ucap Seo Woo.
Seo Woo ingat ucapan Ha Won di rumah sakit kalau dia selalu berusaha lari dari Ji Woon.

“Dia pura-pura terpaksa meninggalkanmu, demi kebaikanmu. Eun Ha Won sangat menyukaimu. Dia menyukaimu seolah kau satu-satunya orang yang ada di planet ini. Pastikanlah kau jangan sampai membiarkan dia pergi.”
Ji Woon mengangguk mengerti. Dia mengucapkan terimakasih atas ucapan Seo Woo telah membuat pikirannya kembali jernih.
Seo Woo memperhatikan kepergian Ji Woon.

“Karena kau mencuri cinta pertamaku, kau harus baik-baik padanya.” ucapnya seraya tersenyum.
Ji Woon sudah menduga kalau kepergian Ha Won ada kaitannya dengan kakek. CEO Kang mengatakan kalau ini demi kebaikannya, demi masa depannya. Ji Woon yakin kalau Kakek telah melakukan hal yang sama pada Ibunya. Semuanya pasti berbeda hasilnya kalau Kakek tidak melakukan itu pada orangtuanya!

“Kalau begitu, apa kau pikir kalian berdua akhir yang berbeda dari orangtuamu?”
Tidak. Ji Woon sama sekali tak perduli kalau hubungannya akan berakhir bahagia atau menderita seperti orangtuanya. Tapi dia ingin tetap bersama Ha Won, meski dia akan terluka nantinya! Jika Ji Woon merelakan Ha Won maka ia akan menyesal seumur hidupnya. Sama seperti Kakek yang menyesal telah membuat Ayah pergi seperti itu.

“Apa Kakek ingin merasa terbebani lagi jika Kakek kehilanganku? Jika Kakek telah mengakuiku, akuilah Ha Won juga!” tuntut Ji Woon.

“Itu sangat berbeda!”

Ji Woon berlutut dihadapan kakek dan memohon dengan sungguh – sungguh. Dia tak mau bernafas tanpa Ha Won disampingnya. Tolong restui kami..

CEO Kang terlihat gamang melihat keseriusan Ji Woon.
CEO Kang merenung sendirian di ruangannya. Ia mengingat kembali keseriusan dan ketelatenan Ha Won ketika merawat Ji Woon pasca operasi. Melihatnya selalu menangis ketika Ji Woon belum juga sadarkan diri. Ha Won juga berkata kalau dia ingin terus berada disisi Ji Woon.

Dia menghela nafas berat mengingat semua itu.
Akhirnya Ha Won bisa menikmati makan bersama – sama keluarganya. Soo Kyung berkata kalau Ayah harus makan tofu setelah keluar dari penjara. Ayah mengklaim dirinya tak lama ada dipenjara. Tetap saja, Soo Kyung menyuruhnya makan tofu soalnya waktu singkat di penjara tetaplah seperti neraka.

“Aku tidak bisa hidup tanpamu, Sayang.” Bisik Soo Kyung.

Ayah mesem malu melihat putrinya lalu menyuruh mereka untuk makan.

Ha Won berniat mengambil sepotong daging tapi ia agak ragu. Soo Kyung melihat gelagatnya dan menggeser piring daging ke hadapan Ha Won. Ha Won tersenyum kecil tapi dia tak melupakan Yoo Na dan menggeser piring itu padanya. Yoo Na langsung menolak, dia tak mau, kau makan saja..

Meskipun ditolak, Ha Won meletakkan sepotong daging ke mangkuk Yoo Na. Keduanya pun saling melempar senyum meskipun sama – sama masih canggung.
Saat makan, Ha Won menerima panggilan dari CEO Kang.
Dia pun menemuinya setelah itu. Ia bersyukur melihat CEO Kang terlihat sehat - sehat saja. CEO Kang berkata kalau semua orang mengkhawatirkan Ha Won karena pergi tanpa mengatakan apapun.

“Maafkan aku.”

Tidak usah minta maaf, toh memang CEO Kang sendiri yang menyuruhnya pergi. Dia kemudian menanyakan pendapat Ha Won mengenai Hyun Min.
Ha Won tersenyum seolah memikirkan Hyun Min. Hyun Min adalah tipe orang yang tidak pernah serius dalam mengerjakan apapun. Tapi terkadang cukup polos dan bijaksana. Membuat Ha Won tertawa ketika memiliki masalah. Dia juga bukan seorang playboy, dia polos.

“Kalau Seo Woo?”
Seo Woo adalah seorang yang baik dan ramah. Paling bisa dijadikan teman diantara Kang Bersaudara. Seolah dia tak terlalu berguna tapi dia punya filosifi hidup sendiri. Dia cucu orang kaya tapi sadar kalau hidup itu sulit.

“Bagaimana dengan Ji Woon?”

Seketika Ha Won terdiam. CEO Kang berkata kalau dia sudah merestui mereka, sekarang terserah mereka berdua. Ji Woon sepertinya merindukanmu.

Ha Won tersenyum pahit mengatakan kalau perkataan CEO Kang memanglah benar. Dia yang telah memilih uang ketimbang Ji Woon. Dia telah memilih lari dari Ji Woon. Ini bukan kesalahan orang lain melainkan dirinya sendiri. Tapi, Ha Won senang bisa tinggal di Sky House.Sekarang dia tak perlu menyelesaikan misinya lagi tapi Kang Bersaudara sudah menjadi pribadi yang lebih baik.

“Belum lewat tiga bulan, dan itulah apa yang kau janjikan padaku. Jangan sungkan kembali ke Kediaman Haneul kapan saja.”

Mata Ha Won berkaca – kaca dan tak bisa memberikan jawaban.

Manager menghentikan langkah Seo Woo yang berjalan keluar gedung. Dia yakin kalau Seo Woo mengamen dijalanan maka orang – orang akan menggila melihat wajahnya. Dia akan melindungi artisnya. Tas Seo Woo juga terlihat berat, dia sudah menyediakan seorang porter. Porter!

Ja Young keluar sarang dengan wajah berseri – seri. Memperkenalkan dirinya sebagai Manager baru. Manager langsung meralat, dia manager magang tahu.

“Baiklah! Aku akan bekerja keras!” ucap Ja Young mengepalkan tangannya.
Seo Woo cuma bisa tersenyum – senyum melihat tingkah mereka. Ja Young dengan semangat membawakan tas Seo Woo.
CEO Kang menyodorkan kotak cincin milik Ayah Ji Woon. Orang tua Ji Woon bertukar cincin pasangan dan cincin ini milik ayahnya. Berikanlah pada wanita yang ia cintai, karena dia memisahkan Ayah Ji Woon jadi dia hanya menyimpan milik Ayah Ji Woon saja. Apa kau tak pernah melihat milik ibumu?

Ji Woon menggeleng dan membuka kontak cincin tersebut.
Cincinnya sama dengan kepunyaan Ha Won. Dia langsung teringat percakapannya waktu itu, Ha Won bilang kalau cincin yang dia jadikan bandul kalung bukanlah cincin pernikahan kedua orang tuanya tapi cincin itu ada digenggaman ibunya ketika meninggal.

Hari kematian antara Ibu Ji Woon dan Ibu Ha Won juga sama. Ji Woon mengernyit keheranan.

Ha Won duduk dibangku pinggir jalan sembari memperhatikan ponselnya. Ia tengah melihat foto tangannya yang tengah bertautan dengan tangan Ji Woon. Ha Won tak bisa menyembunyikan senyumnya saat melihat foto itu.
Hyun Min datang dengan membawa koper berisi barang – barang milik Ha Won. Ha Won bercanda saat mendengar nada bicaranya, apa kau marah karena aku meminta bantuanmu? Sepertinya dia bukan lagi tunangan Hyun Min karena dia sudah berpacaran dengan Hye Ji.

“Apa kau menyesal tidak berhasil menggaetku?” balas Hyun Min.

“Kalian berdua memang serasi.”

“Terus bagaimana dengan kalian berdua?”
Ha Won diam dengan tampang sedih. Hyun Min memberikan kotak berisi sepatu yang digunakan Ha Won saat pernikahan kakek. Kau pikir, kau cinderella atau apa?

Ini bukan miliknya. Ha Won mengembalikan kotak itu pada Hyun Min lagi. Seperti yang dikatakan oleh Hyun Min, dia memang bukan cinderella. Dia tak cocok.

“Cocok kok..” ucap Hyun Min meletakkan kotak itu ke pangkuan Ha Won. Dulu juga Ha Won memakai sepatu ini karena Hyun Min yang sudah memaksanya. Berbanggalah orang keren memasangkan sepatu dikakinya.

Hyun Min meminta Ha Won menggunakan sepatu itu saat menemui orang yang ia sukai. Dulu, Hyun Min sengsara dan patah hati, ia berusaha menyembunyikan perasaannya tapi sebenarnya orang lain sudah mengetahui semua itu. Jadi tak perlu disembunyikan, tunjukkan saja perasaanmu. Jangan melarikan diri. Kau menyukai Kang Ji Won, kan? Pikirkan saja perasaanmu padanya.
Mata Ha Won berkaca – kaca mendengarkan saran Hyun Min. Dia kemudian memperhatikan kotak sepatu yang kini berada dipangkuannya.
Ji Woon memandangi cincin pasangan milik ayahnya. Dia pun memutuskan untuk menghubungi sebuah Asosiasi untuk menanyakan orang yang meninggal di hari yang sama dengan ibunya. Dia malah terkejut saat mendengar ada yang sedang mencarinya.

Benar saja, orang yang tengah mencari Ji Woon adalah Ayah Ha Won. Keduanya duduk dicafe sambil berbincang sedikit mengenai cincin itu. Ayah memberikan kalung yang biasanya dikenakan oleh Ha Won. Dia menceritakan kalau cincin di kalung itu dikira milik ibunya jadi Ha Won selalu memakainya. Tapi ternyata kalung itu adalah milik seseorang yang ingin diselamatkan oleh Ibu Ha Won, wanita yang tinggal di kamar 307.

“Alangkah lebih baik kalau seandainya ibunya Ha Won bisa menyelamatkan ibumu tapi kurasa memang saat itu mereka sudah waktunya meninggalkan dunia ini. Tapi aku penasaran apa arti cincin itu sampai dia memintanya untuk memberikannya padamu?”

“Ini cincin ayahku. Sepertinya dia berusaha membantuku menemukan keluargaku.”

Ayah menganggap kalau cincin itu sebagai amanah istrinya maka dia ingin memberikan pada pemilik yang sebenarnya. Ji Woon mengucapkan terimakasih.

Ayah kira hubungan antara Ha Won dan Ji Woon cukup dalam, dia kira mereka ada di rumah duka yang sama. Ji Woon terkejut tak tahu hal itu. Selain itu, kalau tak salah Ayah melihatnya di rumah sakit yang sama juga.
Weh, takdir yah emang. Ji Woon sudah ada dimobil menuju ke suatu tempat dengan senyum sumringah.

Pertemuan mereka berawal dari mawar putih yang Ha Won bawa ke krematorium dan Ji Woon melihatnya. Takdir membuatnya menemukan mawar putih kering yang hanyut. Ia mengembalikan mawar putih yang tak lain milik Ha Won.
Rupanya mereka memang ada di rumah duka yang sama, Ji Woon kecil memberikan setangkai mawar putih untuk menghiburnya.
Dia mengajak Ha Won kecil untuk melihat langit dari kotak yang dibuat menggunakan tangan mereka. Katanya mereka bisa melihat Ibu disurga dengan melakukan ini.


Setelah berakhir upacara kematian, Ji Woon memberikan kain putih yang dipasang dilengannya (apa yah?) pada Ha Won “Jika kau memegang ini, aku akan mengenalimu.”

Sebagai gantinya, Ha Won memberikan jepit rambut pita putih yang terpasang dirambutnya. “Pastikan kau kembalikan padaku.”

Ji Woon kecil mengangguk.
Ha Won melihat sepasang sepatu merah pemberian Hyun Min. Dia mengingat kembali wejangannya agar Ha Won menunjukkan saja perasaannya, jangan berlari dan perdulikan saja perasaannya sendiri.
Ponsel Ha Won berdering, Ayah memberitahukan bahwa ia telah menemukan pemilik cincin yang asli. Ha Won bersyukur mendengarnya. Ayah bertanya, apa kau tahu siapa pemiliknya?

“Memangnya siapa?”

“Pria dari Haneul Grup yang datang menemuimu terakhir kalinya.”

Ha Won terkejut, Ji Woon?

“Ya. Apa kau.. menyukainya?” tanya Ayah.

Senyum keduanya mengembang saat melihat satu sama lain. Ha Won melangkahkan kakinya menuruni tangga, mengenakan dress putih selutut yang nampak cantik dan juga dengan sepatu merahnya. Ji Woon tersenyum lebar, berjalan menghampirinya.

Aku tak tahu apa itu nasib baik atau buruk, tapi ibumu memegang cincin itu di tangannya saat dia meninggal. Dan kau terus memakainya selama sepuluh tahun setelah itu. Dan kita juga mengadakan peringatan kematian Ibu di tempat yang sama juga. Kupikir ini bukan sekadar kebetulan saja.” – suara Ayah terdengar ketika keduanya menghampiri satu sama lain.
Mereka bertukar kembali barang yang sempat mereka berikan ketika kecil.

Ji Woon memasangkan cincin dijari Ha Won “Saat kau melihat cincin ini sekarang, jangan pikirkan ibumu, tapi pikirkan saja aku.”

Ha Won juga memasangkan cincin dijari Ji Woon, “Kau juga.”
Ji Woon menarik pinggang Ha Won dan menciumnya.

Seo Woo mulai mengamen dijalanan lagi dengan penonton yang berjibun. Ja Young terus menemaninya dan berada disampingnya membawakan minum.

Sedangkan Yoon Sung menjadi pengajar beladiri sekarang. Hyun Min menghampirinya dan bertanya apa dia benar – benar tak akan kembali? Yoon Sung merasa dirinya tak berhak berada di Haneul Grup.

Hyun Min meminta maaf karena sempat meragukannya tapi dia benar – benar ingin melindungi Haneul Grup seperti Yoon Sung. Dia memohon agar Yoon Sung mau kembali, Kakek sudah menunggunya.
Hwa Ja bekerja menjadi sales asuransi tapi cukup sulit untuknya mendapatkan pelanggan. CEO Kang tiba – tiba muncul dan berlutut dihadapannya menyodorkan sebuket bunga mawar merah “Aku tak mau menyesal.”

Hwa Ja masih bengong dan memperhatikan CEO Kang dengan mata berkaca – kaca. CEO Kang mengaku menyesal telah membuat kesalahan pada anaknya dan hampir menyesal karena melakukan kesalahan yang sama pada cucunya. “Ha Won juga mengerti, jadi dia menyuruhku kembali padamu, dan menghargai cinta kita.”

Hwa Ja menangis terharu, dia merasa menyesal sekaligus bersyukur.

Hyun Min dan Hye Ji menuju ke tempat peristirahatan Park Jung Hyun. Hyun Min mengaku kalau dirinya selalu memikirkan kematian Jung Hyun selama 10 tahun ini. Tapi sekarang, dia hanya akan memikirkan Hye Ji. Ia akan mencintainya atas nama Jung Hyun.
Hye Ji tampak sedih mengingat kakaknya. Hyun Min memeluknya dengan penuh kasih sayang.

Saat perjalanan pulang, Hyun Min dengan narsis berkata kalau dirinya sungguh luar biasa loh. Dia selalu ingin melihat Hye Ji padahal dia selalu disampingnya. Tapi ia malah menunggu selama 10 tahun penuh.

“Siapa suruh melakukannya?” tanya Hye Ji. Hyun Min langsung menghadiahinya dengan kecupan didahi.

“Matamu indah.” Ucap Hyun Min mengecup matanya. Hidungnya juga. Ia mendaratkan kecupan dihidung Hye Ji. Pipinya juga. Ia mendaratkan kecupannya lagi.

“Bibirku juga, kan?” tanya Hye Ji mengecup bibir Hyun Min. Hyun Min pun kemudian menciumnya.

Ji Woon bermain – main menggunakan kameranya. Ha Won muncul dengan riang dan menawarkan untuk memfoto Ji Woon.

Ji Woon berlagak manja, “Aku malu..”

Ji Woon menunjukkan gaya sok imutnya. Tapi dia langsung menghentikan Ha Won dan bertanya dimana cincinnya? Kenapa dia tak memakainya?

Oh, tadi Ha Won melepasnya sebentar saat membantu Ahjumma.
Ji Woon langsung ngomel, Kau melepasnya? Cuma sebentar? Ji Woon bahkan tak pernah melepasnya selama sebulan saat mandi sekalipun. Cuma sebentar?
Iya. Iya. Ha Won tidak akan melepaskannya mulai sekarang.
Ngambek deh, terserah Ha Won. Mau dilepas, dibuang atau disembunyikan. Yang jelas, dia tak boleh skinship selama sebulan. Jangan dekat – dekat!
Ha Won merutuk melihat sikap kekanakannya Ji Woon. Dia seperti sedang pacaran dengan anak kecil saja. Skinship? Baiklah. Kita lihat siapa yang akan lebih menderita.

Ji Woon buru – buru memeluk Ha Won. Ha Won mengingatkan kalau mereka tak boleh melakukan skinship. Ji Woon berkata kalau dia cuma ingin menjaga benda yang telah menghubungkan mereka sejak lama. Dia ingin menjaga cincin ini sebagai benda berharga. Ji Woon kembali memasangkan cincin Ha Won dijarinya.

“Aku mencintaimu, Eun Ha Won.” bisik Ji Woon.

“Yaa~~~ Aku juga mencintaimu.”

“Kau masih suka pacaran denganku, meskipun aku kekanak-kanakan, 'kan?”

Ha Won langsung berubah sebal mengatai Ji Woon sebagai tukang marah. Ji Woon mencoba menggandeng tangannya tapi Ha Won memperingatkan larangan skinship mereka barusan.






Mereka hidup bahagia. Hyun Min bersama dengan Hye Ji. Ji Woon dan Ha Won. Sedangkan Seo Woo kini dekat dengan Ja Young. Mereka duduk dan tertawa bersama di tempat piknik. Sedangkan Yoon Sung? Masih jomblo rupanya. Dia cuma memperhatikan pasangan – pasangan itu, ikut berbahagia.

-oOo-

Suka deh sama eksekusi drama ini, dan tentunya permainan takdir yang dibuat oleh PD - nim. Yap, memang udah menduga kalau akhirnya cincin itu adalah milik Ji Woon. Tapi aku ga nyangka kalau mawar putih juga memiliki arti buat kebersamaan mereka.

Suka banget bagaimana pertemuan mereka di rumah duka, Ji Woon mencoba menghibur Ha Won kecil yang kehilangan ibunya. Mereka berjanji satu sama lain dan ternyata.. takdir mempertemukan mereka kembali. Huwweee,,,

Dan Hyun Min, diakhir episode dia digambarkan menjadi yang paling dewasa diantara yang lain. Bijaksana meskipun masih ala - ala playboy gitu dihadapan Hye Ji.

Sebenarnya sih, aku berharap diakhir episode ada sedikit tambahan. Bukan cuma masalah cinta aja yang berakhir bahagia, tapi soal study mereka. Pengin ada cuplikan Ha Won kuliah dan Hye Ji pergi ke luar negeri.

Mungkin PD -nim lupa kalo Ha Won punya cita - cita jadi guru yah? :D

Dan yang jelas, Ha Won - Ji Woon akhir episode lucu banget. Kenapa ga dari kemaren - kemaren coba Ji Woon kaya gitu dihadapan Ha Won. 

Meskipun berakhir jomblo, keduanya tetep bahagia. Silahkan bagi pemirsa yang ingin mendaftarkan diri untuk menjadi pasangan mereka..

Tentu saja, aku pengin melihat kelanjutan akting dua manusia tampan diatas. Jung Shin punya projek baru ga yah?

Aku setiap kali melihat review tentang Cinderela 4Knights ini, rata - rata memang bilang kalau storynya punya cukup banyak kelemahan. Tapi dengan ringan dan santainya drama ini, buat mereka kesengsem sama dramanya.

Katanya sih, beberapa chanel TV pernah menolak menayangkan drama ini. Sampai akhirnya tvN yang ambil dan ternyata ratingnya, cukup lumayan untuk drama tv kabel.
2,5%  sampai 3% 
Terimakasih semuanya yang sudah membaca sinopsis di My Little Hobbie dan Drama Diary.

Terus mampir yah.. Anyeong~

23 Responses to "SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 16 Bagian 2 (End)"

  1. Drama yg ttp ringan bawaannya sampe akhir.chaljha four knight, kamsahamnida puji.....

    ReplyDelete
  2. Akhirnya the end ,, keren banget sumpahh .. bakal kangen sama kang bersaudara nihh .. gumawo ya eonni udah nulis ini sinop ampe ending .. XDXD

    ReplyDelete
  3. happy ending buat Ji Woon dan Hyun Min :D tp teteup bikin geleng2 kepala sama sifatnya Ji Woon sejak ada rasa ke Ha Won hahaa. pdhl dulu2nya super jutek amat ><
    gomawo unnie buat sinopsisnya, drtd refresh2 mulu buat part 2 ini hehee. gomawo utk sinopsis episode sbelum2nya juga ^^

    ReplyDelete
  4. Happy ending yeahhh :D, jujur suka banget sama drama ini,ceritanya ringan dan seru banget, gomawo yah unni atas sinopsisnya ^^

    ReplyDelete
  5. Gumawo mba telh buat sinop nya suka dengn kang bersodara akhir nya happy ending jg

    ReplyDelete
  6. Gumawo mba telh buat sinop nya suka dengn kang bersodara akhir nya happy ending jg

    ReplyDelete
  7. Yeeeee hapy ending ....masih ga rela yakin...makasih eonni udh bikin sinopsis y...

    ReplyDelete
  8. waw...komplit banget sinopsisnya...makasih ya buat miminnya...

    Drama Korea 2016 - Pemeran Cinderella And Four Knight

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. Unni mau ijin share...yang mau lihat-lihat lagu OST Drama Korea Bisa langsunga aja klik di www.ostsonglyrics.com

    yang mau nulis disana bisa juga hubungi saya....

    ReplyDelete
  12. Dari awal sampai akhir aku baca sinopsisnya d sini suka sama drama sama cerita yg d tulis sinopsis ini, jadi kayak baca cerita, makasih <••> :D

    ReplyDelete
  13. ending.a maniis bner dahhhh
    suka suka suka😽😽😽

    ReplyDelete
  14. Waaaaahhhhhhh akhirx smua brkhir dgn bahagia... 😄😄😄😄
    Yaahhhh gk bsa liat kang bersaudara lgi deh nantinya ...
    Seneng baca sinopx dri awal smpe akhir.
    Gomawo eonni... 😊😊😊
    Walaupun aq jarang komen, tpi aq slalu bca trus sinop2 drama korea disini. bhsax jga enak di pahami, jdi yg bca gk kesusahan untk memahaminya, kayak aku ... Wkwkwkwkwkwk ... Top deh pokoknya.... 😘😘😊😊😊😊😊😊😊👌👌👍👍👍👍👍

    ReplyDelete
  15. Akhir y selesai juga , suka bgt cerita y jiwon & hewon serasi.. terimakasih sinopsis y.

    ReplyDelete
  16. Omaigat uri seo woo,,, jadi keinget heirs "cinta pertama tidak pernah berhasil" tapi akhirnya dia deket sama jayoung *meskipun blom jadian* dan itu adalah mimpi sejuta fangirl seperti saya,, CEO Kang juga cute banget, hahaha mungkin itu nurun ke hyunmin yg manis ke semua cewe a.k.a playboy, yoon sung.... haduuuuuhhh jomblo kan loo,, keluarga hawon juga akhirnya baik baik aja,, dan yang masih aku bingungin di drama ini, ituloh ahjussi yang ngaku sebagai ayah kandung ha won, dia siapa sih ???

    ReplyDelete
  17. Oh iyaaa,, kelupaan, makasih juga buat admin ***PUJI EKA RINI***, yang udah nyempet2in buat nulis sinop nya,, 파이팅 selalu ya buat kamuu.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tuan Kang itu kan temen kampus sama temen judonya ibu Ha Won. Waktu kebakaran apartemen itu, dia kan lagi ditempatnya Tuan Kang (tempat judo) makanya ayah sempet mikir macem2 saat itu, apalagi karena ayah nemuin cincin ibu Ha Won (yang ternyata punya Ibu Ji Woon)

      Yang jelas si dia bukan ayah Ha Won.

      Sama2.. mampir terus yah

      Delete
  18. Sukaaaaa sama semua ending nya.....makasih udah buat sinop nya...😍😍

    ReplyDelete
  19. sgt puas bcax.bsa buat ngakak dg adegan2 lucux.ji woon n ha won psgn yg sgt cocok.syuman ji woon bikin meleleh....

    ReplyDelete
  20. sgt puas bcax.bsa buat ngakak dg adegan2 lucux.ji woon n ha won psgn yg sgt cocok.syuman ji woon bikin meleleh....

    ReplyDelete
  21. Terimkasih untuk sinopsis yang selalu diberikan ya unni
    Suka banget ama ceritanya selalu membuat deg degan krn jung il wol ha drama ringan meskipun begitu selalu terpukau haa

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^