SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 16 Bagian 1

SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 16 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: tvN


Pemungutan suara terkait pemberhentian CEO Kang Jong Du mendapatkan hasil 52 persen tidak setuju, 46 persen setuju dan 2 persen memilih untuk absen dari pemungutan suara ini. Dengan begitu, maka CEO Kang Jong Du tidak akan diberhentikan dari kedudukannya.

Hyun Min tersenyum senang atas keberhasilannya mempertahankan kedudukan sang kakek.


Hwa Ja bertanya apa alasan Yoon Sung melakukan semua ini? Kegagalan mereka terjadi karena keputusannya. Yoon Sung berkata kalau ini adalah satu – satunya cara menghentikannya.

Hwa Ja tentu saja marah karena Yoon Sung masih terus melindungi Haneul Grup dan anak – anak berandal itu sampai mengkhianati ibunya! Ia pun pergi dengan geram.
Hyun Min menemui Ha Won yang tengah menanti di ruang tunggu operasi dengan gusar. Dia bertanya apa yang terjadi?

Ha Won tidak tahu, CEO sudah dipindahkan menuju ruang rawat tapi Ji Woon masih ada didalam ruang operasi.
Tak lama kemudian, Dokter keluar ruangan untuk memberitahukan bahwa operasi kedua sudah berhasil. Kang Ji Woon mengalami kejang, dia sudah melewati masa kritis tapi belum sadarkan diri.
“Kau bilang tidak ada masalah saat memeriksanya?” tanya Hyun Min khawatir.

Dokter akhirnya memberitahukan bahwa Ji Woon memiliki alergi anestesi. Dia telah memperingatkannya tapi Ji Woon tetap ingin menjalani operasi ini.

Ha Won terus diam mendengarkan penjelasan Dokter dengan mata berkaca – kaca khawatir.

“Jadi maksudnya dia mungkin tidak bisa bangun, begitu?” tanya Hyun Min.


Dokter belum bisa memastikan namun mereka akan terus memantaunya. Seketika tubuh Ha Won lemas terhuyung, Hyun Min buru – buru menopang tubuh Ha Won yang hampir jatuh.
-oOo-


Dokter memeriksa kondisi CEO Kang yang kini sudah sadar pasca operasi. Dia berkata kalau CEO Kang bisa hidup berkat Ji Woon. Hyun Min bertanya bagaimana kondisi Ji Woon saat ini?

Untuk sementara, tak ada pergerakan dalam tubuhnya yang menunjukkan penolakan organ tapi Dokter akan mengawasinya dengan ketat.

“Apa Ji Woon, baik-baik saja?” tanya CEO Kang.

Dokter kontak mata dengan Hyun Min. Hyun Min memberikan isyarat agar Dokter merahasiakan kondisi Ji Woon yang sebenarnya.

“Dia dalam tahap pemulihan dari operasi. Kau tidak perlu khawatir, Pak.” Jelas Dokter.
Seo Woo menemui Ha Won yang terus menemani Ji Woon sejak semalam. Dia menyuruhnya pulang dan istirahat. Ia akan menghubunginya kalau Ji Woon siuman.


Ha Won terus memandangi Ji Woon dan menggenggam erat tangannya. Tidak pernah terfikirkan kalau Ji Woon akan pergi meninggalkannya. Dia pikir menjauhinya saja sudah cukup. Karena itu, dia berusaha melupakannya dan terus berlari. Banyak sekali urusan yang belum ia selesaikan.

Seperti pergi ke menara Namsan dan memasang gembok cinta. Ke taman hiburan dan belanja pakaian bersama – sama. Bahkan, dirinya belum mengungkapkan cintanya dengan semestinya “Aku harusnya lebih mencintainya. Kalau dipikir-pikir, aku belum pernah berbuat apa-apa baginya.”

“Aku yakin Ji Woon tahu perasaanmu.” Ucap Seo Woo.
-oOo-
CEO Kang telah mengurus surat pengunduran diri untuk Yoon Sung. Dia memastikan Yoon Sung secara resmi tidak berhak atas saham yang dimilikinya. Selain itu, ia memintanya untuk memberikan surat cerai pada Nyonya Ji.
Meskipun berat, Yoon Sung berkata dengan jujur kalau sebenarnya dia adalah Putra dari Hwa Ja. Ibunya tidak bersalah tapi dirinya sendiri, dia akan bertanggung jawab atas semuanya “Terima kasih atas semuanya sampai sekarang, Pak.”
CEO Kang terkesiap saat tahu kalau Yoon Sung adalah Putra Hwa Ja. Meskipun terkejut, dia sama sekali tak mengatakan apapun.
“Bukannya aku sudah peringatkan jangan pernah temui Kakek lagi.” Tegur Hyun Min ketika berpapasan dengan Yoon Sung di koridor.

Yoon Sung mengaku kalau dia baru saja mengucapkan salam perpisahan. Hyun Min tersenyum sinis dan merasa Yoon Sung tak berhak melakukannya. Dia harap mereka tak akan pernah bertemu lagi.
Sambil mengompres tangan Ji Woon, Ha Won bercerita alasannya bisa jatuh cinta pada Ji Woon. Awalnya, Ji Woon adalah seseorang yang br*ngsek. Tapi Ji Woon selalu muncul disaat dia tengah kesusahan hingga tanpa sadar dia selalu menunggunya saat sedang kesusahan. Ha Won sangat bersyukur dengan hal – hal sederhana yang membuatnya jatuh cinta pada Ji Woon.

Tapi sekarang... Ha Won menggenggam tangan Ji Woon erat – erat. “Tapi sekarang, kau tepat berada depanku, seperti ini. Aku merindukanmu.”

Ha Won tak bisa lagi menahan tangisnya saat melihat Ji Woon masih belum sadarkan diri.
Hyun Min sedang membawa CEO Kang jalan – jalan. Rupanya CEO Kang sudah tahu kalau Ji Woon alergi anestesi tapi tetap ngotot menjalani operasi. Dia menghela nafas berat ketika mengingat ucapan Dokter.
Keduanya menjenguk Ji Woon yang masih belum sadarkan diri saat ini. CEO Kang memerintahkan agar Hyun Min bisa menjaga Ji Woon. Dia ingin Ha Won bisa mengantarnya kembali ke kamar.

Hyun Min menuruti perintah Kakeknya tanpa banyak bicara.
“Kukira kau sudah pergi sekarang.” Ucap CEO Kang.

Ha Won meminta maaf, dia merasa bersalah karena mengira CEO Kang pingsan karena ulahnya. Dia berniat pergi setelah operasi Ji Woon berakhir tapi...

“Jangan salah paham. Bukan karena kau, aku pingsan.”

Kalau begitu, setelah Ji Woon siuman, CEO Kang tahu sendiri kalau dirinya sama sekali tidak perduli dengan masa depan maupun uang. Dia akan mengembalikan uang yang ia peroleh dari misi yang ia lakukan. Dari awal Ha Won tak mengharapkan apapun jadi dia tak merasa kehilangan apapun.

CEO Kang tahu maksud ucapan Ha Won, apa artinya kau lebih memilih Ji Woon?

“Aku ingin tetap berada di sisi Ji Woon.” Jujur Ha Won.

“Meski kau nanti sangat membutuhkan uang meski kau punya kesempatan melarikan diri dari hidupmu yang suram itu. Apa menurutmu kau masih mampu, merelakan semuanya dan memilih tetap bersama Ji Woon? Jika kau tidak bisa komitmen atas perasaanmu terhadap Ji Woon sampai akhir, harusnya kau tak perlu mengatakan hal semacam itu.”
Ha Won tak menjawab. Air matanya mengalir dan ia mencoba menahan suara tangisnya.
-oOo-

Hari terus berlalu dan Ji Woon belum juga sadarkan diri. Ha Won merawatnya setiap hari sampai malam dan menangis setiap saat. Namun Ha Won mencoba meneguhkan hatinya dan mencoba riang saat bersama Ji Woon.

CEO Kang diam – diam memperhatikan keteguhan dan ketulusan hati Ha Won yang terus merawat Ji Woon.

Tak seperti biasanya, Soo Kyung dan Yoo Na menemui Ha Won dengan wajah sedih. Dia bertanya – tanya kenapa mereka menemuinya? Soo Kyung memberitahukan kalau Ayah ada di kantor polisi karena ketiduran saat menyetir. Ha Won terkejut dan bertanya mengenai kondisi Ayah.

Kondisi Ayah baik – baik saja tapi pengemudi lain mengalami luka parah. Mereka berniat memenjarakan Ayah kalau mereka tidak menyetujui sebuah kesepakatan. Mereka meminta 6 juta won.

Soo Kyung memohon agar Ha Won mau membantu mereka. Dia tidak punya uang sepeserpun. Ha Won kan dekat dengan keluarga Haneul Grup, mintalah uang pada mereka.

Ha Won ragu mengingat dia sudah membuat janji dengan kakek.

“Ini bukan saatnya kau mengurusi kakek orang lain!” bentak Yoo Na.
Saat perjalanan pulang, Ha Won masih terus merenungkan ucapan Soo Kyung. Ponselnya berdering menerima kabar tentang Ji Woon. Ha Won tersenyum senang dan bergegas kembali ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Ha Won melihat CEO Kang dan Hyun Min masuk ke ruang rawat Ji Woon. Dalam ingatannya kembali terngiang ucapan CEO Kang kalau Ha Won harus bisa berkomitmen pada perasaannya. Apa dia mampu bertahan ketika dalam keadaan sulit dan tetap memilih bersama Ji Woon?

Ha Won termenung di tempatnya berdiri.
Ji Woon sudah siuman. CEO Kang meraih tangannya “Maafkan aku.”

“Tidak apa – apa.”

Ji Woon mengedarkan pandangannya, dimana Ha Won?
Ha Won melihat dari balik pintu “Terimakasih sudah sadarkan diri, Ji Woon. Terimakasih banyak.”
Dan dia memutuskan untuk tidak menemui Ji Woon. Berjalan tengah malam sendirian dengan wajah sedih. Ia juga mengabaikan panggilan dari Ji Woon.
-oOo-
Hwa Ja menemui CEO Kang setelah menerima surat cerainya. Dia merasa sudah mempermalukan dirinya sendiri ketika CEO Kang sedang tak sadarkan diri. Hwa Ja meletakkan surat cerai beserta cincin pernikahannya diatas meja.

“Apa kau pernah mencintaiku?”

Semua memang berawal dari cinta, Hwa Ja mengakuinya. Namun saat ia melihat Yoon Sung, naluri keibuannya mengendalikan dirinya. Ia berubah menjadi serakah. CEO Kang berkata apakah Hwa Ja ingin menyalahkan nalurinya sebagai ibu?

“Tidak. Itu hanyalah caraku sendiri mencintai anakku. Meski itu tak pantas dilakukan, aku tidak menyesal. Aku hanya merasa menyesal terhadapmu, itu saja.” Tutur Hwa Ja.

CEO Kang mempersilahkan Hwa Ja untuk merasa menyesal sepanjang hidupnya tapi dia tidak akan memaafkannya.
Hwa Ja pun juga tak apa jika CEO Kang terus membencinya. Tapi anak itu (Yoon Sung) sudah menjaga CEO Kang serta cucunya sampai akhir. Dia tak pernah membiarkannya melakukan hal ini, melakukan rapat istimewa pemegang saham hanya untuk menghentikan pemecatan CEO Kang. Satu – satunya kesalahan Yoon Sung adalah memiliki ibu sepertiku.
CEO Kang tampak sedikit melembut mendengar ucapan Hwa Ja. Dia melihat cincin serta surat cerainya “perempuan sialan itu..”
Hyun Min berdiri didekat pintu ketika Hwa Ja keluar. Sepertinya dia mendengar pembicaraan mereka.

Ha Won sudah mengirimkan uangnya dan berhasil mengeluarkan Ayahnya dari kantor polisi. Ayah bertanya – tanya darimana putrinya mendapatkan uang sebanyak itu? Ha Won mengaku kalau dia mendapatkan uang hasil kerja kerasnya di Haneul Grup. Tenang saja, uangnya halal kok.

Ayah meraih tangan putrinya “Ayo kita pulang, Ha Won –ah..”

Setelah kembali ke Sky House, Ji Woon tak menemukan Ha Won disana. Ia pun langsung menantinya didekat halte sekitar rumah Ha Won. Benar saja, ia pun bertemu dengan Ha Won yang baru turun dari bus bersama Ayahnya.

Ha Won terkejut melihat kehadirannya. Ayah langsung paham dan permisi jalan duluan.

“Ayo bicara.” Ajak Ji Woon.

Ha Won menyuruhnya bicara, dia akan segera pulang ke rumah. Tanpa babibu, Ji Woon berkata kalau dia menanti Ha Won. Saat dia membuka mata, Ha Won tak ada disana. Dia menanti sampai malam hari dan keesokan harinya “Aku merindukanmu.”

“Sudah kubilang 'kan. Membuatmu ke rumah sakit itu adalah misiku. Misi terakhirku.”

“Hanya itu?”


Tentu saja, Ha Won pikir Ji Woon akan grogi saat akan menjalani operasi besar makanya dia menemaninya. Ji Woon menyuruhnya jangan berbohong, dia melihat tingkah laku Ha Won saat itu begitu tulus. Dia tak mungkin bersikap semacam itu kalau memang ingin berpisah.

Ha Won menegaskan bahwa ia melakukan semua itu demi masa depannya, demi uang! Ji Woon sama sekali tak memperdulikan alasan Ha Won. Yang terpenting, dia tetap berada disisinya.

“Ketua bilang padaku dia akan membayar atas misi yang kuselesaikan serta biaya kuliah, dan menguliahiku di luar negeri jika aku merelakanmu!”

“Jadi itu karena kakek?”

Tidak. Ha Won melakukan ini karena dirinya sendiri. Dia sudah sadar kalau dunia mereka memang tak cocok, itulah kenapa dia lebih memilih masa depannya daripada Ji Woon. Demi kepentinganku sendiri.

Ji Woon menahan tangan Ha Won yang berniat pergi. Kalau begitu dia akan meninggalkan Haneul Grup.

Ha Won tentu saja melarangnya, dia tak suka Ji Woon bersikap semacam itu. Dia melepaskan kehidupan yang begitu didambakan oleh orang lain. Jangan bersikap sombong seperti itu! Aku lebih suka kalau aku tidak melihatmu lagi!

Ha Won berjalan pergi.

“Eun Ha Won! Aku tidak bisa hidup tanpamu. Jika aku kehilanganmu, itu sama saja aku kehilangan segalanya.” Seru Ji Woon.

Ha Won sudah mengambil keputusan untuk pergi, dia tetap pergi dengan berat hati meninggalkan Ji Woon.

6 Responses to "SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 16 Bagian 1"

  1. Daebak eonni, gomapta. selama ini cuma jadi silent reader. semangat buat sinopsisnya😊

    ReplyDelete
  2. Kerennn..bgt. biar udah nonton tp tetep suka baca sinopsisnya...diindo ga terlalu gaung ya..mungkin yg punya tv kabel aj kLi...lanjut min

    ReplyDelete
  3. Kerennn..bgt. biar udah nonton tp tetep suka baca sinopsisnya...diindo ga terlalu gaung ya..mungkin yg punya tv kabel aj kLi...lanjut min

    ReplyDelete
  4. Terimakasih sinopsis nya di tunggu lanjutannya

    ReplyDelete
  5. selalu ada pilihan berat kalo ceritanya ttg org kaya dan tak mampu,, hehee,,
    gomawo puji,,

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^