SINOPSIS W – Two Worlds Episode 16 Bagian 1

SINOPSIS W – Two Worlds Episode 16 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: MBC

Polisi sudah berada didepan studio dan menemukan mobil yang ditunggangi Kang Chul. Mereka menghubungi ke kantor untuk memberitahukan temuan mereka.


Chul mengatakan bahwa happy ending untuk cerita W adalah sad ending untuk pembunuh. Yeon Joo mulai frustasi dan menangkup wajahnya bingung. Chul meraih tangannya, ending seperti apakah nanti?

“Seperti apa?”

Chul tersenyum kemudian melepaskan cincin pernikahan yang tersemat dijari manis Yeon Joo. Ia pun juga melepas miliknya.



 Yeon Joo mulai tak mengerti, kenapa kau melakukan ini? Kenapa kau melepas cincin kita?

Chul tak akan menganggap Yeon Joo sebagai keluarganya sekarang. Dia bebas. Dia akan selamat tak perduli bagaimanapun endingnya. Yeon Joo harus membuat keputusan untuk endingnya. Chul akan mengikuti keputuskan Yeon Joo.


Helaan nafas panjang terdengar dari mulut Yeon Joo. Ia memakaikan kembali cincin itu ke tangan Chul dan dia. Siapa yang mengizinkan Chul mengeluarkannya dari daftar keluarga? Kenapa dia bicara omong kosong? Tak ada siapapun diantara mereka yang menghilang. Kenapa harus begitu? Kita semua... bisa bersama.

Chul memperingatkan bahwa Yeon Joo akan terjebak dalam dunia ini selamanya. Hidup seperti apa yang akan mereka jalani? Baik Sung Moo maupun Chul harus dipenjara seumur hidup.



Yeon Joo berfikir positif saja, kalau Chul bersikap baik maka hukumannya mungkin akan dikurangi. Chul masih menentang keputusan tersebut. Itu namanya bukan happy ending, mereka hanya bisa bertemu di ruang jenguk penjara.

“Memangnya apa yang salah? Itu lebih baik daripada tak bisa melihat satu sama lain. Aku membutuhkan kalian berdua untuk tetap disisiku. Kita akan mati karena sakit atau umur yang telah menua. Kita akan hidup seperti itu, seperti orang normal. Aku telah memilih, dan itu pilihanku.”


Terdengat suara sirine mengepung rumah mereka. Chul membawa kabur Ayah dan Yeon Joo keluar melalui pintu belakang. Menurut Chul, Yeon Joo belum membuat keputusan makanya mereka harus pergi dari tempat ini lebih dulu.


Yeon Joo sibuk dengan pikirannya sendiri, memandang keluar jendela sambil termenung.

Chul memperhatikannya dari spion. Dia berkata kalau Yeon Joo pernah bilang suaminya belum pernah menyatakan cinta padanya. “Sarangaeyo..” ucap Chul.


Mata Yeon Joo seketika berair menerima pernyataan cinta disaat yang sangat sulit untuk mereka. Dia menengadahkan kepala mencoba menahan tangisan namun bulir air mata masih terus mengalir diwajahnya.


Kini Yeon Joo bersama Ayahnya ada dimotel. Yeon Joo meraih tangan Ayah yang sudah berkelap – kelip tak ada hentinya. Chul sedang pergi untuk melepaskan Do Yoon. Dia meminta Yeon Joo untuk tetap berada di hotel.

Yeon Joo menoleh ke arah jam dinding, sudah hampir pukul 11 malam tapi Chul belum juga kembali.


Chul sampai ke tempat penyekapan. Bodyguard yang berdiri di depan pintu masuk langsung menyampaikan informasi kedatangan Chul.


Menerima laporan kehadiran Chul, Cheol Ho bertanya mengenai tablet. Anak Buahnya mengatakan kalau Chul meminta Do Yoon lebih dulu. Cheol Ho mengedikkan dagu tanda setuju.



Do Yoon dipapah keluar dengan kondisi babak belur dan darah disekujur tubuhnya. Ia tak sadarkan diri lagi. Chul sangat khawatir melihat kondisinya, dia meminta pada bodyguard yang menemaninya untuk membawa Do Yoon ke rumah sakit.

“Bagaimana denganmu?” tanya Bodyguard Chul.

Chul tak menjawab dan bergegas masuk ke tempat penyekapan.



Cheol Ho langsung menanyakan keberadaan tablet –nya pada Chul.

Chul tak berniat memberikan tablet tapi dia hanya akan memberikan ini, sebuah USB yang berisi video penganiayaan Cheol Ho padanya. Dia tak akan membuat Cheol Ho langsung tertangkap, tapi jika dia terus mengganggunya maka ia tak akan tinggal diam. Aku punya banyak kopiannya! Lagipula menangkapku tak akan ada gunanya, dan jangan mencari – cari tablet lagi kecuali kau ingin lehermu ditembak!



“Aku dengar ini akan berakhir jika kau mati.” Ucap Cheol Ho tiba – tiba.

Chul yang berniat pergi langsung berbalik, Apa?!

DOR!! Saat itu pula Cheol Ho menarik pelatuk pistolnya dan mengarahkan peluru ke dada Chul. Chul tak bisa berbuat apa – apa, ia terjatuh setelah mendapatkan tembakan.



Yeon Joo menanti dengan gusar. Ia terus terjaga untuk menemani Sung Moo. Namun tiba – tiba tangan Sung Moo yang berkelip – kelip berubah, tangan itu kini kembali utuh dan tak berkelip lagi.

Yeon Joo terkesiap aneh melihatnya.


Cheol Ho masih menodongkan pistolnya untuk berjaga – jaga. “Ketika aku menunggumu, aku mendengar sesuatu yang aneh. Dua dunia yang berbeda..”

Cheol Ho menghentikan ucapannya dan menyuruh anak buahnya untuk menunggu diluar. Ia pun mengunci pintunya.

Setelah mereka tinggal berdua, Cheol Ho melanjutkan ceritanya. Dia mendengar dari Do Yoon kalau Chul adalah seorang karakter utama dalam webtoon, sementara dia adalah karakter jahatnya. Tablet itu milik si pembuat webtoon, Oh Sung Moo.


Cheol Ho tertawa tak percaya, “Aku merasa sudah gila, tapi itu semua memang masuk akal. Semua yang terjadi satu tahun lalu sangat aneh.”



Cheol Ho bertanya – tanya kenapa Chul tak pergi ketika ia dipukuli olehnya dan saat ia harus masuk penjara? Padahal Chul bisa muncul dan menghilang sesuai kehendaknya.

Awalnya, Cheol Ho pikir semua itu karena Chul tak punya tablet tapi ternyata penyebabnya karena ini adalah episode terakhir. Dia sudah menyiksa Do Yoon dan dia menceritakan segalanya. Entah karakter protagonis atau antagonis akan menghilang saat episode berakhir.

“Aku akan pergi ke dunia itu ketika semua ini berakhir. Aku harus mengecek dunia itu lagi, dan aku harus membunuhnya untuk bisa melakukan itu.”


Cheol Ho seolah ragu untuk membunuh Chul begitu saja. Ia berdiri memunggunginya sebelum menembaknya. Chul menggunakan kesempatan ini untuk meraih kursi dan menendangnya ke arah Cheol Ho. Sontak Cheol Ho kalap dan berniat menembaknya langsung. Chul sigap berdiri dan menahan tangannya, terjadilah pergulatan diantara mereka.

Anak buah Cheol Ho panik mendengar suara keributan, dia mencoba membuka pintu namun dikunci dari dalam.



Saat bodyguard berhasil masuk dalam ruang sekap, Chul menembak mereka. Chul berjalan dengan tertatih – tatih untuk berusaha keluar dari gedung penyekapan.


Do Yoon memarahi rekannya karena membiarkan Chul masuk dalam gedung penyekapan sendirian.

Mereka kira Chul akan membicarakan sesuatu makannya mereka pergi. Lagipula Chul memerintahkan untuk membawa Do Yoon kerumah sakit.


Ah, rupanya Do Yoon kembali ke gedung penyekapan. Mereka melihat Chul berhasil keluar gedung dengan dikejar beberapa orang. Mereka langsung bergegas menghadang mobil yang berniat untuk mengejar Chul.



Do Yoon menghubungi Yeon Joo untuk menanyakan keberadaan Chul. Yeon Joo sendiri tak tahu malah dia mengira kalau Chul bersama Do Yoon.

“Aku melihat dia kabur tapi aku tak bisa mengejarnya.”

“Kemana dia pergi?

“Aku sedang mencarinya. Dia mungkin disekitar sini. Tolong kirimkan aku alamatmu, aku akan mengirimkan beberapa orang untuk menjagamu.”

Yeon Joo mengerti.


Yeon Joo mencoba menghubungi Chul namun nomornya tak aktif. Dia tak bisa tidur dan terus mondar mandir menunggu kabar selanjutnya. Sekarang bahkan sudah pukul 1 lebih seperempat.



Ponsel Yeon Joo berbunyi, dia bergegas mengangkatnya. Halo?

Akhirnya Chul menghubunginya dan minta dijemput, dia kehabisan bahan bakar. Yeon Joo bertanya dimana posisinya? Kenapa dia menghubunginya tapi tak diangkat?

“Aku ketiduran sebentar.”

Yeon Joo kembali menanyakan keberadaannya. Mendengar suara lemas Chul membuatnya sadar kalau Chul terluka. Chul mengiyakan, dia sedikit terluka. Sekarang dia ada disebuah tempat, dia tak yakin tapi ada halte bus didekatnya.


Yeon Joo meraih tabletnya untuk menggambar mobil, setelah itu dia bergegas untuk mencari Chul.


Dia lalu menghubungi Do Yoon untuk memberitahukan kalau Chul sudah mengabarinya. Yeon Joo masih belum yakin dimana keberadaan Chul saat ini. Kapan bodyguard datang? Tolong jaga ayahku!



Chul berjalan tertatih untuk mengecek alamat halte bus –nya. Dia menghubungi Yeon Joo setelah itu. “Aku di Yangju. Stasiun Daeship –ri.”

“Tetap disana. Aku akan segera kesana.” Jawab Yeon Joo.


Yeon Joo menyambungkan informasi ini pada Do Yoon. Dia tanya apa yang harus ia lakukan? Dia tak mungkin membawa Chul ke rumah sakit. Do Yoon akan membawa dokter pribadi Chul kesana.

“Kirim dia secepatnya.” Pinta Yeon Joo.



Chul semakin lemah, dia terus memuntahkan darah dari mulutnya. Ia kembali menghubungi Yeon Joo. Kenapa kau belum sampai juga?

Yeon Joo mengaku kalau ia dalam perjalanan. Ternyata ini lebih jauh dari yang ia perkirakan.

“Aku menunggumu. Episode akhir tak akan bertahan lama.” Chul mulai berkaca – kaca. “Tentu saja tidak, siapa yang suka dengan ending membosankan? Tolong datanglah. Aku merindukanmu.”

Yeon Joo mulai menangis panik, dia memintanya kuat dan menunggunya. Dia akan segera kesana.


Chul kehilangan tenaga. Ia menjatuhkan ponselnya dan darah terus keluar dari mulutnya.


Yeon Joo makin panik bukan kepalang, dia mencoba memanggil – manggil Chul namun tak menerima jawaban.


6 Responses to "SINOPSIS W – Two Worlds Episode 16 Bagian 1"

  1. Hyaaaa sediiiiihhhh... ditunggu lanjutannya ya. Wlpn dah ntn tapi ga seru klo blm baca sinopnya....

    ReplyDelete
  2. Hyaaaa sediiiiihhhh... ditunggu lanjutannya ya. Wlpn dah ntn tapi ga seru klo blm baca sinopnya....

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^