SINOPSIS W – Two Worlds Episode 14 Bagian 2

SINOPSIS W – Two Worlds Episode 14 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: MBC


Prof Park dan Soo Bong mencari keberadaan Sung Moo namun belum juga menemukannya. Soo Bong keharanan karena Sung Moo bisa pergi begitu saja, memangnya Prof Park mengatakan apa? Prof Park dengan polos mengaku menanyakan masalah karakter kartun dan alasan kenapa karakter Yeon Joo bisa tiba – tiba mati.

Soo Bong meremas kepalanya dengan frustasi, bagaimana bisa dia menanyakan hal semacam itu? Tak sopan! Kau gila?


Kemarahan Soo Bong langsung tertahan karena kehadiran Chul yang menggendong Sung Moo. Ia meminta agar segera dipanggilkan perawat.

Prof Park masih berdiri sendirian dengan bingung, dia belum tahu apa salahnya kalau menanyakan soal karakter kartun. Dia jadi merasa bersalah sendiri karenanya.


Soo Bong mengantarkan Chul menuju ke pelataran rumah sakit.

Sung Moo yang tadinya memejamkan mata akhirnya bangun. Dia kembali merenungkan pembicaraan antara dia dan Kang Chul.


Chul membuat pengakuan betapa berarti Yeon Joo untuknya. Dia menjadi satu – satunya keluarga Chul saat ini, keluarganya yang nyata bukan dari hasil imaginasi. Ia punya kenangan nyata bersama Yeon Joo. Dia adalah takdir yang telah Chul pilih sesuai kehendaknya. Maka dari itu, dia tak bisa membiarkan Yeon Joo mati begitu saja. Yeon Joo adalah simbol kalau ia tak ada bedanya dengan manusia lain. Chul meyakinkan akan mengubah semuanya dan membuat kisah ini menjadi happy ending.


Selain itu, Chul juga menganggap Sung Moo berharga untuknya. Bukan sebagai pencipta melainkan ayah dari istrinya. Entah setuju atau tidak, tapi itulah arti Sung Moo bagi Chul. Dia memintanya jangan bertindak bodoh lagi.


Mengingat hal itu membuat Sung Moo tersenyum kecil, “Anak sombong itu.”


Soo Bong mengkhawatirkan Chul dan memintanya untuk lebih berhati – hati. Chul mengerti, ia meminta Soo Bong untuk menunggu dan dia akan mengirimkan pesan SOS. Soo Bong penasaran, aku? Soal apa?

Chul tersenyum, dia sendiri belum yakin.

Kembali ke pembicaraan Chul dan Sung Moo. Sung Moo mengaku kalau ia hanya mempunyai satu tablet saja. Dia tak pernah menggunakan yang lain.

Chul yakin kalau penjahat pasti punya duplikat, kalau tidak maka ia tak akan berani meminta Sung Moo menghancurkan tablet miliknya. Tablet itu barang berharga untuk penjahat.Dia menyuruh Sung Moo menghancurkannya karena sudah punya duplikat di dunia webtoon. Apa kau tak ingat?


Sung Moo perlahan mengingat kembali, dia telah menggambarkan sebuah tablet duplikat dan penjahat telah meletakkannya dibagasi.

Chul pikir polisi tak menemukan barang bukti berupa tablet. Jadi kemungkinan.. Chul langsung menduga Cheol Ho yang telah mengambilnya.



Yap. Memang Cheol Ho yang telah mengambilnya dari dalam bagasi penjahat lalu membawa tablet itu ke kantor firmanya. Sekretaris Cheol Ho menjelaskan kalau tablet itu digunakan oleh ilustrator profesional untuk menggambar. Ia kemudian menunjukkan cara kerja alat itu pada Cheol Ho.

Cheol Ho jelas masih bingung, kenapa penjahat membawanya? Ini bukanlah senjata.

Sebuah panggilan dari Pak Park masuk. Cheol Ho bergegas menuju ke pertemuan dan meminta Sekretarisnya mematikan tablet tersebut.


Sung Moo masih bertanya-tanya, apakah cara kerja duplikatnya bisa sama dengan yang asli? Chul belum bisa memastikan namun ia akan melihat perbedaannya.


Chul sampai ke sebuah gedung kemudian menyiapkan pistolnya. Dalam hati, ia bertekad untuk bisa menemukan tablet duplikat. Ia memejamkan mata, tak selang lama nuansa dalam ruangan tersebut berubah. Kini ia telah beralih menuju dunia webtoon dan berada didalam ruangan Cheol Ho.

Dia bergegas menuju ke meja lalu meletakkan pistolnya, ia mengecek tablet tersebut. Namun sesuatu terasa janggal, tabletnya berbeda. Chul terkesiap, ini jebakan?



Insting Chul benar, seorang dari balik punggungnya tiba – tiba muncul lalu memukul tengkuk Chul. Ia kemudian mendorongnya ke atas meja dan menyuntikkan sesuatu. Chul tak bisa melakukan perlawanan, pistol yang menjadi pelindungnya pun terjatuh ke lantai.

Samar – samar, Chul bisa mendengar suara tawa seseorang yang tak lain adalah Cheol Ho. Dia menunjukkan tablet duplikat, apa ini yang kau cari?


Ketika kesadaran Chul mulai pulih, ia sudah berada disebuah gudang yang tak ia kenali. Disana Cheol Ho sudah menanti dan menyapanya dengan sinis. Mereka sudah lama tak bertemu, semenjak Chul menjadi Presdir, Cheol Ho tak bisa menyentuhnya lagi. Tapi saat ini, Chul sudah memalsukan kematiannya. Kalau dia membunuh Chul sekarang, tak akan ada yang tahu.

Cheol Ho mencekik Chul dengan geramnya. Namun ia segera menahan diri dan mempertanyan apakah Chul penasaran dari mana datangnya suntikan yang ia punya?



Cheol Ho menunjukkan tablet duplikat yang ada dihadapannya. Ia mendapatkan suntikan itu dari tablet tersebut. Dia membuka gambar suntikan lalu menekan tombol enter, saat itulah muncul suntikan dihadapan Cheol Ho.

Namun ketika ia memencet tombol enter lagi, suntikan itu menghilang. Menarikkan? Bagaimana benda seperti ini ada?



Bagaimana ceritanya sampai Cheol Ho tahu tentang ke istimewaan tablet duplikat itu?

Dia awalnya hendak pergi menemui Tuan Park namun rasa keingintahuannya membuat dia membatalkan janji. Dia memilih memeriksa file – file gambar yang ada dalam tablet. Ia menemukan banyak gambar pistol. Cheol Ho pun tertawa dan menganggap penjahat sudah gila. Dia gila saat sedang menggambar.

Namun kegilaan itu memang terjadi. Tanpa sengaja Cheol Ho menekan tombol enter dan secara gaib, sebuah pistol telah berada ditangannya. Cheol Ho sempat terkejut tak mengerti. Ia membandingkan gambar pistol dan pistol yang ada dalam genggamannya. Ia pun menyadari sesuatu dan mulai mencoba menekan enter pada gambar yang lain.



Kembali ke masa kini, Cheol Ho menawarkan obat untuk Kang Chul. Dia mau disuntik obat yang mana? Dalam tablet banyak sekali varian, Cheol Ho secara acak memilih untuk menggunakan sodium pentotal.

Ia menekan enter dan suntikan pun telah tersedia dihadapannya. Lantas ia segera menghampiri Chul lalu menyuntikkan obat tersebut ke lehernya. Cheol Ho hanya menyuntikkan setengah dari obat itu, ia membuangnya sebagian agar Chul tak sampai overdosis. Namun dengan obat itu, Cheol Ho yakin kalau daya gerak Chul akan berkurang.



Cheol Ho merasa semua ini seperti dalam komik. Muncul ketika menekan enter dan menghilang ketika ia menekan enter lagi. Dia yakin pertarungan antara Chul dan Sang Hoon punya keterkaitan. Tapi yang paling membuat Cheol Ho penasaran adalah tablet ini.

Cheol Ho menghampiri Chul lalu menjambak rambunya. Dia lantas mencecarnya dengan pertanyaan, darimana Han Sang Hoo dapat benda itu? Apa hubungan kalian berdua? Darimana kau tahu bahwa aku yang memiliki tablet itu? Siapa pemilik awal tablet itu? Siapa wanita yang menghilang setelah ditembak itu? Bagaimana kau bisa datang ke ruanganku?


Chul masih bungkam. Cheol Ho mengambil batang besi kemudian memukulnya untuk balas dendam masalah sepuluh tahun silam.

Tanpa ampun, Cheol Ho memukuli Chul membabi buta sampai akhirnya Chul babak belur dan tergeletak dilantai dengan berlumuran darah. Cheol Ho menyuruh Chul untuk berbicara.



Cheol Ho menerima panggilan dari Tuan Park, ia pun bergegas untuk segera pergi. Dia kemudian menyuruh Chul untuk menjawab pertanyaannya, dia tahu sendiri kan apa yang ada dalam tablet itu?

“Rumah sakit.” Lirih Chul.

“Bilang lagi. Apa katamu?”

“Aku harus membawa benda itu ke rumah sakit.”

Cheol Ho menghampiri Chul dengan penasaran, dia meminta penjelasan kenapa harus membawa tablet itu ke rumah sakit.


Soo Bong masih mondar – mandir menerima kabar dari Chul. Ponselnya berbunyi menerima pemberitahuan pembaruan webtoon. Ia berdoa sebelum membuka chapter terbaru webtoon W.

Sontak dia berteriak kaget saat melihat Chul babak belur dipukuli Cheol Ho.Ku bilang apa, kau harus berhati – hati Hyung!



Cheol Ho menatap Chul dengan serius, kau bilang aku harus percaya padamu?

“Betul.”

Entah apa penjelasan yang Chul berikan, Cheol Ho masih belum mempercayainya dan kembali menendang kepala Chul.


Cheol Ho keluar dari ruangan membawa tablet, dia meminta bodyguard -nya untuk tak memberikan setetes air pun pada Chul. Dia sudah mati.


Bodyguard menjaga Chul lalu mendudukkannya ke kursi. Chul bertanya jam berapa saat ini. Sekarang sudah pukul 2.30 pagi. Chul bergumam kalau waktu telah berjalan selama 30 menit.

“Dia harusnya ada di sini sekarang. Soo Bong. Ambilkan benda itu sekarang. Jaga benda itu.” ucap Chul.

Bodyguard itu tak mengerti makna ucapan Chul. Mereka juga tak sadar kalau dipojokan keluar tulisan [Bersambung].


Soo Bong melihat pesan yang Chul tinggalkan untuknya. Dia bergegas menemui Sung Moo untuk memberitahukan hal ini. Dia mengatakan kalau W sudah di perbaharui, Chul mungkin akan mati.

Sung Moo langsung meraih ponsel untuk membaca chapter terbarunya. Soo Bong masih bergumam bingung, benda itu? Itu tablet, ‘kan?


Disisi lain, Cheol Ho menuju ke rumah sakit sambil membawa tabletnya. Dia akan menuju ke rumah sakit lantai 8 bangsal nomor 810.

FLASHBACK

Apa yang terjadi sebelum itu?

Chul ternyata menjelaskan niatannya untuk menyelamatkan seseorang. Cheol Ho membuat kesimpulan dari penjelas Chul. Wanita yang ditembak adalah Hang Sang Hoon adalah istri Chul, Oh Yeon Joo. Itulah alasan Chul hingga menembak Han Sang Hoon. Dan istri Chul mengalami kelumpuhan otak dan tinggal di penthouse Chul. Istri Chul telah meninggal beberapa saat yang lalu.

Chul menambahkan kalau ia ingin menyelamatkan istrinya sehingga ia menginginkan tablet yang kini berada ditangan Cheol Ho.

“Apa dia akan bangkit dari kematian jika kau menekan tombol enter?”

Chul tersenyum, cara membangkitkannya dengan menggambar. Pemilik tablet itu ada di rumah sakit, itulah kenapa dia meminta Cheol Ho untuk kesana.


Cheol Ho merasa tak masuk akal, dia menarik baju Chul dengan geramnya. Memangnya kau pikir ini ada dalam komik?

“Bukankah yang tadi kau lihat juga seperti komik?” balas Chul.


Untuk membuktikan ucapan Chul, Cheol Ho mengirimkan anak buahnya menuju penthouse Chul. Mereka mengaku menerima perintah dan mendapatkan izin dari Presdir Kang. Do Yoon jelas tak mempercayai ucapan mereka, Presdir Chul sudah meninggal. Beraninya mereka menggunakan namanya?

Mereka pun memutuskan untuk menelfon Chul dan membiarkan Do Yoon berbicara sendiri dengannya.


Chul langsung meminta Do Yoon membiarkan mereka masuk. Do Yoon masih belum bisa membiarkan mereka begitu saja. Apa kau gila?

“Biarkan mereka melihatnya.” Ucap Chul.



Tiga Bodyguard akhirnya dipersilahkan masuk ke kamar Yeon Joo. Mereka bisa melihat dengan mata kepala mereka sendiri, disana ada seseorang yang terbaring dan alat pendeteksi jantung sudah tak menunjukkan tanda – tanda kehidupan lagi.


Cheol Ho sudah mendapat konfirmasi dari anak buahnya, memang wanita dengan luka tembak telah meninggal di penthouse Chul. Cheol Ho menghampiri Chul, bagaimana aku harus menanggapi hal ini?

Chul memintanya untuk mengkonfirmasinya sendiri. kalau gambar bisa membuat istrinya hidup kembali maka itu semua akan menjawab pertanyaan yang ada dibenak Cheol Ho.

FLASHBACK END


Ditempat Chul disekap, muncul tulisan bersambung. Tepat saat itu pula, tubuhnya pun menghilang dan ia kembali ke dunia nyata.

Kini Chul berada disebuah gudang penyimpanan.



Cheol Ho sampai ke rumah sakit kamar nomor 810. Namun disana tak ada pasien bernama Oh Sung Moo. Yang ada hanyalah seorang pasien wanita. Perawat mengatakan kalau ruangan disana adalah ruang VIP. Dia menawarkan untuk mencari pria yang Cheol Ho cari.

Cheol Ho menolak, dia hanya salah ruangan saja. Ia meminta perawat untuk kembali bekerja.

“Kenapa dia berbohong?” gumam Cheol Ho.


Digudang, Chul membuat dugaan ketiganya. Ketika ia berada di dunia nyata, maka ia bisa memanggil karakter komik kedalam dunia nyata sesuai persepsinya. Sekarang Chul akan memanggil Han Cheol Ho ke dunia nyata.

Chul memejamkan mata penuh harap.


Cheol Ho berniat meninggalkan ruang pasien dengan geram setelah merasa dibohongi Chul. Namun suasana dalam ruangan tiba – tiba berubah, ia merasakan ruangan itu tiba – tiba berubah. Cheol Ho menoleh dan mendapati sudah ada Sung Moo dan Soo Bong dalam ruangan.

Mereka bertiga sama – sama terkejut. Cheol Ho langsung bisa mengenali Sung Moo namun ia merasa sesuatu yang aneh. Kenapa dia sangat mirip dengan Sang Hoon?


Soo Bong sontak merebut tablet yang ada ditangan Cheol Ho. Cheol Ho pun tak membiarkannya begitu saja. Ia langsung mencekik Soo Bong dengan marah.

Sung Moo sempat panik namun ia bergegas meraih tiang infus lalu memukul tengkuk Cheol Ho sampai pingsan.



Sung Moo bergegas menyalakan tabletnya dengan gugup. Saat tablet sudah menyala, tubuh Cheol Ho yang tadi pingsan dilantai menghilang. Soo Bong terkejut bukan kepalang menyaksikan hal itu.

Sung Moo tak memperdulikannya, ia langsung menyiapkan diri untuk menyelamatkan Yeon Joo. Tapi hal aneh terjadi, tangannya tiba – tiba berkelip seperti tokoh kartun yang mau menghilang. Sung Moo sempat panik namun yang terpenting saat ini adalah menggambar dan menyelamatkan putrinya.


Digudang penyimpanan, dua orang pria datang untuk memeriksa gudang. Mereka berdua terkejut melihat Chul tergeletak pingsan.



Kini detak jantung Yeon Joo telah kembali. Perlahan kesadaran Yeon Joo mulai kembali dan membuka matanya.

Do Yoon masuk ke kamar Yeon Joo sambil menghubungi seseorang. Dia terbelalak kaget saat melihat Yeon Joo sudah sadar kembali. Ia bergegas keluar untuk memanggil perawat.
Tak lama setelah itu, tulisan bersambung muncul di pojok ruangan.



Soo Bong menuju ke gudang tempat Chul kembali ke dunia nyata. Dia bertanya pada seorang pekerja namun Chul sudah tak ada disana. Kejadian sudah berlangsung 20 menit yang lalu.

Ponsel Soo Bong berdering, suara Yeon Joo terdengar diseberang telefon. Sontak Soo Bong kegirangan, apa ini benar Yeon Joo noona? Serius, kau Yeon Joo noona?

“Ya, aku pasti sudah selamat.”

“Di mana kau sekarang?”

Soo Bong panik menanyakan keberadaan Yeon Joo, apa kaki tangannya bisa bergerak? Bagaimana ingatannya? Lukanya?

Yeon Joo mengaku berada disebuah hotel, dia baik – baik saja. Dia tak merasakan sakit apapun. Tapi bagaimana aku bisa hidup kembali?



Soo Bong lega mendengarnya, ini semua karena gambar Guru Oh. Yeon Joo terkejut, berarti Ayahnya telah kembali normal. Tapi kok dia menelfon tak diangkat?

Soo Bong pikir Guru Oh sedang ada di hotel untuk melihat update terbaru webtoonnya. Dan kini Soo Bong tengah berada ditempat Chul disiksa. Soo Bong mengatakan kalau ia tengah mencarinya tapi tak bertemu untuk saat ini.


Saat Chul berhasil dipapah ke luar, karyawan berniat untuk memanggilkan ambulans. Chul menghentikan mereka, dia mau dipanggilkan taksi saja. Dia akan pergi ke hotel.


Soo Bong mengatakan kalau Chul menghilang ketika karyawan ingin memanggilkan taksi, dia pikir Chul mungkin pergi ke hotel untuk menemui Yeon Joo.

Baiklah. Yeon Joo mengerti, tapi bagaimana dengan keadaan Ayahnya? Soo Bong berkata kalau Yeon Joo bukan ada diposisi untuk mengkhawatirkan orang lain. Mereka yang khawatir kalau tak bisa menyelamatkan Yeon Joo.

“Baiklah. Aku akan membaca webtoon untuk melihat kelanjutannya.” Ucap Yeon Joo mengakhiri panggilan.


Yeon Joo meminjam internet di hotel untuk melihat kelanjutan kisah W. Dia menangis ketika melihat Chul rela disiksa demi menyelamatkannya.



Yeon Joo menanti didepan hotel dengan cemas karena sampai saat ini Chul belum juga muncul. Dia berniat masuk ke dalam hotel namun tiba – tiba petir menyambar. Hujan turun dengan seketika begitu lebatnya.

Anehnya lagi, So Hee muncul dan berjalan menuju ke hotel. Yeon Joo memperhatikannya dengan keheranan. So Hee melihat Yeon Joo sekilas, dia mengernyit seolah merasa familiar. Dia tak begitu paham dan berjalan masuk ke dalam hotel.


Yeon Joo memperhatikan lingkungan disekitarnya yang tampak berbeda. Dia menemukan tulisan yang melayang, [Episode Terakhir]. Yeon Joo mengernyit memperhatikan tulisan tersebut.

-oOo-
Note: Mian telat, aku kemarin udah nulis sampai akhir. Niatnya mau langsung tak pos tapi tiba – tiba file word tak buka malah corrupt gegara PC mati. T_T Mood serasa ga ada jadi tak tulis ulang dengan santai sambil menyiapkan mood.
Hehe..


1 Response to "SINOPSIS W – Two Worlds Episode 14 Bagian 2"

  1. alhamdulillah sudah di post. hehee mian eonnie kburu ditagih bagian 2 nya. abis penasaran bngt, mau baca di sinopsis yg lain tp nggak bisa seenak baca kyk disini..

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^