SINOPSIS W – Two Worlds Episode 14 Bagian 1

SINOPSIS W – Two Worlds Episode 14 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: MBC


Kang Chul bergegas menuju ke rumah sakit dan menemukan Yeon Joo masih belum sadarkan diri. Dia menerima perawatan diruang UGD. Di jari manisnya, Yeon Joo telah mengenakan cincin pertunangannya dengan Chul.




Jaksa Han Cheol Go sampai ke pabrik tempatnya menuliskan alamat. Dia ingat sebelumnya, Kang Chul menodongnya kemudian ia menuliskan alamat pabrik Yoo Jin. Jaksa Han mengambil alamat tersebut dari dalam mobil Chul. Dia telah bersiap menggunakan sarung tangan agar tak meninggalkan sidik jari.


Ia juga mengecek mobil Penjahat yang sudah tak sadarkan diri bersimbah darah. Ia tak memperdulikan dirinya dan mengambil ponsel dalam saku penjahat.


Cheol Ho mengecek dalam bagasi penjahat, ia mengernyit menemukan sesuatu didalam sana. Entah apa...


Cheol Ho menemukan beberapa orang yang telah tertembak ditanah. Dia melihat ke gudang tersebut dan menemukan noda darah namun tak ada siapa – siapa disana. Dia menghampiri seorang gangster yang tertembak, noda darah siapa itu?


“Dia menembak seorang wanita.” Jawab Gangster tersebut menahan sakit.

Setelah usai melakukan sedikit penyelidikan, dia pun bergegas pergi.


Sung Moo yang tak memiliki wajah, perlahan fitur diwajahnya muncul lagi. Mata, hidung dan mulutnya telah muncul dan kembali seperti semula. Ia terkejut saat tersadar apalagi menemukan PC –nya telah hancur.

Dia bergegas mencari keberadaan Yeon Joo dan Soo Bong.


Sung Moo bergegas meraih telefon untuk menghubungi seseorang. Namun selintas, ia bisa melihat ingatan penjahat yang telah melukai Yeon Joo dan Yeon Joo yang pasrah memohon pada penjahat.

“Yeon Joo-yah~” gumam Sung Moo lemas.


Soo Bong duduk didepan studio sendirian dengan gemetar. Ia mencoba menghubungi Yeon Joo sedari tadi, akhirnya panggilannya diangkat juga. Ia langsung mencecar Yeon Joo dengan pertanyaan, dimana kau? Apa kau baik – baik saja?

Namun rupanya yang mengangkat telefon bukanlah Yeon Joo melainkan Sung Moo.


Sung Moo berjalan keluar studio dengan diikuti oleh Soo Bong. Soo Bong panik untuk menghentikannya. Sung Moo tak perduli, dia harus menemukan Yeon Joo dengan segera.


Tanpa buang waktu, mereka menuju ke pabrik tempat mereka menggambar lokasi tertembaknya Yeon Joo. Soo Bong bertanya dengan hati – hati, apakah disana ada yang melihat seorang wanita terluka?

“Wanita itu? Dia sudah dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans.” Jawab seorang petugas.


Sung Moo duduk dengan gusar didalam mobil. Soo Bong mencoba menenangkan, Yeon Joo akan baik – baik saja. Belakangan kinerja 911 sangat baik apalagi Kang Chul yang telah membawanya.

Tidak. Tidak. Tidak boleh. Gumam Sung Moo terus menerus dengan gusarnya.


Soo Bong memapah Sung Moo menuju ke rumah sakit. Dengan panik dia bertanya pada seorang suster.

“Ah, anda wali Nona Oh Yeon Joo? Begini...” jawab Suster ragu.

FLASHBACK

Saat itu, Kang Chul mendapat panggilan dari Soo Bong. Ia menghela nafas mengingat ia sendiri masih sangat panik. Dia menatap ponselnya dan melihat tangannya kembali berkelip – kelip seperti akan menghilang.

Dokter memanggilnya. Chul pun lupa untuk mengangkat panggilan dari Soo Bong dan menghampiri dokter.

Dokter menyatakan operasi berhasil namun Yeon Joo sempat kekurangan darah dan ia terkena serangan jantung. Mereka telah melakukan CPR selama 30 menit namun Yeon Joo belum juga sadar. Yeon Joo bernafas menggunakan alat bantu dan pupil matanya tetap terbuka. Ia tak bereaksi pada stimulus apapun. Jadi kemungkinan, ia tak akan selamat.

“Dia mungkin tidak akan selamat?” tanya Chul.

FLASHBACK END


Pihak rumah sakit memperkirakan bahwa Yeon Joo mungkin mengalami kelumpuhan otak. Sung Moo lemas seketika itu juga dan terduduk dilantai. Ia bertanya, dimana Yeon Joo?

“Itu...” lagi – lagi Suster ragu.

FLASHBACK


Chul menemui Yeon Joo dan menatapnya dalam. Ia meneteskan air mata mengingat kondisi Yeon Joo yang belum sadarkan diri. Ia menggenggam tangannya, namun tangan kiri Chul pun kini tak ada hentinya berkelip – kelip.


Polisi datang ke rumah sakit, dia ingin meminta pernyataan dari suaminya mengingat luka yang diderita Yeon Joo adalah luka tembak. Suster mempersilahkan polisi untuk masuk dalam ruang rawat.

Sayangnya ketika mereka masuk, baik Yeon Joo maupun Chul telah menghilang.

FLASHBACK END


Suster kini menceritakan kejadian aneh tersebut pada Soo Bong dan Sung Moo. Ia terduduk dengan lemas dilantai. Sung Moo mencerna penjelasan suster tersebut, agaknya dia tahu sesuatu tentang hal ini.


Ibu dan Bibi Yeon Joo masih bisa tertawa senang tanpa tahu kondisi Yeon Joo. Tapi semakin larut, ia pun penasaran dan menghubungi Yeon Joo. Bibi dengan asal menebak kalau Yeon Joo mungkin sedang pacaran.



Ponsel Yeon Joo berdering, Sung Moo buru – buru keluar dari dalam ruangannya. Soo Bong mengatakan kalau Ibu Yeon Joo menelfon, apa yang harus ia katakan?

“Bilang saja kau tidak tahu.” Ucap Sung Moo kembali ke ruang kerjanya.


Dengan berat hati, Soo Bong mengangkat panggilan Ibu dan berkata ponsel Yeon Joo ketinggalan. Ibu heran, bagaimana bisa ponselnya ketinggalan?

Soo Bong berbohong kalau Yeon Joo mampir ke studio tapi kemudian buru – buru pergi setelah menerima panggilan dari rumah sakit. Ia akan menyampaikan kalau Bibi menelfon. Soo Bong pamit menutup telfonnya dengan alasan sedang tak enak badan.


Sung Moo duduk murung didalam kamarnya, ia resah tak tahu apa yang bisa ia lakukan. Berkali – kali menggeleng dengan bingung. Ia sampai pada titik frustasi dan memilih minum alkohol serta obat penenang.


Sampai satu botol alkohol telah selesai ia tenggak, kesadarannya masih terus terjaga. Ia menatap ke arah fotonya bersama dengan Yeon Joo dalam diam.


Bel berbunyi, Soo Bong berlari ke luar studio mengira kalau Yeon Joo kembali. Namun ternyata orang itu bukan Yeon Joo melainkan Chul. Chul meminta dibukakan pintu dan bergegas untuk menemui Sung Moo.

Soo Bong menanyakan kondisi Yeon Joo namun Chul enggan menjawabnya.


Sung Moo berjalan dengan berpegangan pada dinding. Chul menemuinya dan menjelaskan bahwa ia telah membawa Yeon Joo menuju dunianya.

“Kenapa? Kenapa kau membawanya?” tanya Sung Moo.

Chul mengaku kalau dokter telah menyatakan Yeon Joo tak akan sadarkan diri. Apa yang ada didunia ini tak akan bisa dirubah lagi. Yeon Joo sudah dirawat selama 3 hari dan belum juga sadarkan diri. Ia memindahkannya ke hotel karena tak bisa menjelaskan kronologi tertembaknya Yeon Joo. Yeon Joo sudah satu minggu disana dan belum sadarkan diri.



Saat itu, Chul menunggu Yeon Joo dengan menggenggam tangannya. Tiba – tiba tangan Yeon Joo bergerak merespon genggaman tangannya. Perlahan mata Yeon Joo terbuka dan menatap Chul. Chul langsung bertanya, Kau bisa lihat aku?

Yeon Joo menatapnya sekilas dan kembali terpejam tak selang lama.



“Lalu bagaimana keadaannya sekarang?” tanya Sung Moo.

Mulut Chul bergetar, berat untuk mengatakannya, “Dia sudah meninggal.”

Tak ada kata apapun lagi yang dipertanyakan oleh Sung Moo. Tubuhnya lemas dan duduk tak berdaya. Chul juga sama sedihnya, ia pun ikut menangis dalam diam.


Prof Park masuk ke ruang kerja Seok Beom dan menanyakan kondisi Sung Moo. Seok Beom memberitahukan bahwa Sung Moo tengah dirawat dirumah sakit. Dia katanya stres dan mungkin mengkonsumsi obat serta alkohol.

Prof Park merasa bersalah, dia menyesal telah meninggalkan komentar negatif agar dia tak membuat webtoon sampah. Bahkan dia menggunakan kata – kata umpatan dalam komentarnya. Apa jangan – jangan itu telah membuatnya stres? Dimana dia dirawat?


Soo Bong menemani Sung Moo dirumah sakit. Ponselnya berdering, ia menerima panggilan dari Kang Chul dan bergegas pergi.



Prof Park masuk ke ruang rawat Sung Moo, dia berbasa – basi dengan mengatakan bahwa ia adalah Dokter yang telah mengoperasinya. Dia menyarankan agar Sung Moo jangan minum alkohol seberapa banyak pun pekerjaannya. Prof Park celingukan mencari Yeon Joo. Harusnya dia menemaninya?

Sung Moo masih terus diam.

Prof Park lalu mengoceh tentang kematian Yeon Joo dalam komik. Kenapa tiba – tiba? Memang sih dia bukan karakter yang penting tapi kalau mati begitu saja agak.. kasihan.



Kini Sung Moo ingat bahwa penjahat yang menggunakan wajahnya yang telah adu tembak dengan Chul. Juga ketika ia menembak Yeon Joo dalam pabrik, dia mengingatnya.


Sung Moo bergegas bangkit dari tidurnya dan berjalan panik menuju ke suatu tempat. Chul memergoki tingkah anehnya hingga ia mengikuti Sung Moo.



Rupanya Sung Moo berusaha bunuh diri. Chul jelas menghentikannya. Sung Moo masih terus menyalahkan dirinya sendiri, dia yang telah membunuh anaknya. Dia yang telah melakukan semua ini. Ia tak bisa hidup kalau seperti ini. Chul meyakinkan bahwa Sung Moo bukan pelakunya. Sung Moo masih kekeuh.

Chul pun menjelaskan bahwa maksudnya menemui Sung Moo adalah untuk menyelamatkan Yeon Joo. Dia bisa diselamatkan dan hanya Sung Moo yang bisa menyelamatkannya. Dia harus sadar dan jangan panik.

“Bagaimana caranya? Dia sudah meninggal.”



Chul mengingatkan bahwa Yeon Joo tertembak dan meninggal di dalam komik. Seperti apa yang terjadi padanya, saat ia diselamatkan dari kematian. Saat dia menjadi karakter komik, maka ia bisa diselamatkan menggunakan gambar komik. Gambar itu hanya bisa dibuat oleh Sung Moo.

Dan itu menjadi alasan Chul membawa Yeon Joo ke dunia komik sebelum dia meninggal. Mereka tak boleh menyerah dan harus menyelamatkan Yeon Joo.

“Bagaimana aku menggambarnya? Tabletnya sudah rusak.”

“Pasti ada. Aku yakin tablet itu ada di suatu tempat.” Yakin Chul.


4 Responses to "SINOPSIS W – Two Worlds Episode 14 Bagian 1"

  1. 2 episode terakhir

    Huhuhuhu...

    Mian, anonymous..lupa google akun ��
    Aq selalu baca sinopsis disini

    Kamsahamnida...

    ReplyDelete
  2. waahh daebak .. beberapa hari lalu aku komen di sebuah status tentang lanjutan drama w.. dan woah tebakanku yun joo bakal di selamatkan lewat webtoon benar.. aishh jinjja, akhirnya bisa ketebak dikit nih drama...

    ReplyDelete
  3. W kerennnn....tiap episodenya mantapz...gak rela tamat hehehe
    Nb:biarpun anonymous saya pembaca setia lanjut yaa semangat tulis sinopnya
    Thanks berkat sinopsis gak penasaran sampe nemu wifi or dpt jatah kuota ^^v

    ReplyDelete
  4. kak, bagian 2 nya kok belum dipublish yaa ? 😟😟

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^