SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 6 Bagian 1

SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 6 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: SBS


Upacara pemakaman Nyonya Hae diselimuti duka oleh semua orang yang hadir disana. Salah satunya adah Hae Soo yang tak bisa menghentikan tangisnya. Sedangkan Wook berusaha sabar karena dia –lah yang memimpin jalannya pemakaman.


Baek Ah memilih untuk tetap tinggal dan tak ikut dalam upacara pembakaran mayat Nyonya Hae. Dia masih sedih karena kepergiannya, ia menangis ketika menatap wajah Nyonya Hae yang terlukis cantik dalam bukunya.


So memperhatikan Hae Soo yang terus menangis tanpa henti melihat orang yang menyayanginya telah pergi untuk selama – lamanya.


Sedangkan Wook masih tetap diam, dia tak menangis namun wajahnya menunjukkan duka yang dalam.


Hae Soo sudah kembali, ia duduk berdampingan dengan Baek Ah sambil bertanya – tanya akankah dia bisa bertemu dengan Nyonya Hae lagi? Belum lama berpisah namun ia telah merindukannya. Apa yang harus ia lakukan mulai sekarang?

Baek Ah menyuruh Hae Soo untuk melihat Nyonya Hae. Dan ia yang akan memperhatikan Hae Soo.

Hae Soo tersenyum ditengah kesedihannya, “Aku senang bisa memiliki teman sepertimu.”

Malam harinya, Hae Soo masuk dalam ruang baca Wook untuk membawakan penerangan. Wook tengah duduk meringkuk dipojokan dengan sedih. Ia meminta Hae Soo untuk meletakkan penerangannya disitu saja.

Hae Soo menuruti perintahnya lalu menghampiri Wook yang terlihat masih sangat terpukul.


Wook mulai mengungkapkan betapa menyesalnya dia yang tak pernah mengatakan kata cinta pada Nyonya Hae. Dia tak pernah menyangka perasaan yang ada dalam hatinya adalah cinta, namun ternyata itu cinta. Aku kira itu hanya rasa syukur. Tapi ternyata itu cinta. Aku kira dia hanya membuatku nyaman. Ternyata itu cinta.

Dia tak bisa menahan tangisnya lagi, ia meremas ujung baju Hae Soo dengan sedih. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Apa yang harus aku lakukan, Soo –ya?


Wook sangat sangat menyesal setelah sadar kalau Nyonya Hae telah menatikan ucapan cintanya selama ini. kenapa? Kenapa? Kenapa? Kenapa? Kenapa baru sekarang ia menyadarinya. Hae Soo kini lebih tenang dibanding sebelumnya, dia menepuk pundak Wook menenangkan. Dia yakin kalau Nyonya Hae telah menyadari perasaan Wook sejak dulu.

Wook menepis tangan Hae Soo, dia kembali menangis meratapi penyesalannya.

-oOo-


Hae Soo mengawali harinya dengan helaan nafas, dia merasa tak punya tujuan sekarang. Apa yang harus ia lakukan dalam hidupnya saat ini?

TOK TOK! Suara ketukan terdengar namun Hae Soo sempat mengabaikannya. Suara ketukan itu kembali terdengar hingga Hae Soo bangkit dari duduknya dan mengecek siapa yang mengetuk jendela.


Hae Soo membuka jendela dan dikejutkan dengan kemunculan wayang boneka. Seseorang dari balik jendela mulai memparodikan pertemuan mereka di pemandian air panas. Hae Soo kesal karena merasa diledek.

Tapi orang dibalik jendela masih terus melanjutkan parodi bonekanya, dua boneka itu mulai berkelahi dan tak henti – henti saling memaki satu sama lain. Hae Soo lama – lama tertawa juga melihat kelakuan dua boneka itu.

Eun mengintip dari balik jendela, dia senang bisa melihat senyum Hae Soo mengembang lagi.


Celakanya, pijakan yang Eun tempati tak bisa lagi menahan tubuhnya. Dia pun akhirnya terjatuh bersama anak buahnya. Hae Soo buru – buru keluar untuk melihat apa yang terjadi, sontak ia tak bisa menahan tawa melihat Eun bersama anak buahnya sudah terkapar di tanah.


Hae Soo memperhatikan boneka yang Eun bawa, sangat mirip dengannya. Dia merasa tersentuh karena Eun sudah melakukan ini semua untuknya. Hae Soo menunjukkan jempolnya memberi pujian, kau memang jjang!

Eun mengaku kalau ia juga merasa sedih karena kakak iparnya meninggal.


Eun kemudian menunjukkan jempolnya seperti Hae Soo, dia bertanya apa maksud dari gerakan tangan yang ia lakukan.

“Jjang.. luar biasa. Ibu jari adalah kepala dari lima jari.” Jelas Hae Soo.


Eun buru – buru menangkup jemari Hae Soo soalnya disana masih ada Raja. Dia lebih memilih untuk diberi telunjuk saja. Ide Eun cukup bagus, Hae Soo pun menunjukkan telunjuknya.

“Pangeran ke -10, kau sungguh luar biasa hari ini. Aku bisa tertawa, aku sungguh berterimakasih padamu.”

“Sayangnya, hanya aku orang luar biasa dalam hidupmu.”


Eun memainkan kedua bonekanya lagi, dia mulai besar kepala dan membanggakan dirinya sendiri.

“Yang Mulia, kau paling tampan.”

“Benarkah? Siapa yang paling kau suka?”

“Tentu saja, Pangeran Eun.”


Hae Soo berubah bete melihat Eun malah membanggakan dirinya sendiri. Eun masih tersenyum polos pada Hae Soo.





Seperti biasa, Yo selalu menyindir So kalau dia bertemu dengannya namun kali ini So melawan ucapannya balik. Yo kemudian menyindir Baek Ah ketika ia datang bersama Pangeran lain, dia bilang Baek Ah sebagai pangeran artis yang paling tidak dibutuhkan.

Yo mengklaim kalau Goryeo sekarang dalam bahaya.

So langsung tersenyum remeh menanggapi ucapannya Yo yang terlalu tinggi padahal Ayah mereka -lah yang masih memegang tampuk kekuasaan. Dia yakin kalau Yo tak akan berani mengatakan hal semacam itu dihadapan Raja.

Ketika So keluar, Baek Ah langsung mengikutinya. Dia mengucapkan terimakasih karena So telah membantunya.

Hae Soo tengah membersihkan makam Nyonya Hae.

Aku kira telah tinggal ditempat ini cukup lama. Awalnya, aku kira tak bisa hidup disini. Tak terlalu buruk tinggal disini, tapi.. berapa lama lagi aku harus tinggal disini sebagai Hae Soo? Aku selalu ingin mengatakan ini semua padamu, Myung Hee unni. Aku minta maaf atas segalanya. Dan terimakasih.” Benaknya.


Tak selang lama, Jung dan Baek Ah juga datang ke makam Nyonya Hae. Jung dengan girangnya berlarian seperti anak kecil untuk bisa bertemu Hae Soo.



Mereka bertiga kembali dari makam sambil bercerita. Baek Ah menyapa Yeon Hwa yang tengah berjalan disana. Yeon Hwa dengan akrab bertanya dari mana mereka? Mereka mengaku habis dari makam Nyonya Hae.

Yeon Hwa yakin kalau Nyonya Hae pasti senang. Dan Yeon Hwa juga punya sebuah berita bagus. “Kau akan menikah.” Ucap Yeon Hwa menatap Hae Soo.

Hae Soo sontak mendelik kaget, “Menikah? Aku!”

FLASHBACK



Sepertinya penikahan ini terjadi karena rencana Yeon Hwa dan para tetua. Wook sempat terkejut namun tetua meyakinkan bahwa Hae Soo sudah di umur yang pantas menikah. Mereka telah menemukan pria yang luar biasa, mereka harus segera melangsungkan pernikahan atau kesempatan seperti ini tak akan datang lagi.

Wook mencoba membuat alasan, belum lama Hae Soo kehilangan Nyonya Hae. Berilah dia sedikit kelonggaran.

“Bukankah ini baik. Jika dia terus mengingat masalah Unni, malah akan merusak kesempatan menikahnya nanti.” Jelas Yeon Hwa.

Wook tak bisa memberikan alasan lebih lanjut lagi atau malah membuat semuanya semakin mencurigakan.

FLASHBACK END

Baek Ah menarik So dengan panik. So malah bersikap santai, memangnya apa yang mengejutkan dari sebuah pernikahan? Memang benar kalau dia sudah memasuki usia menikah. Baek Ah mengajak So untuk menentang pernikahan ini.

“Itu masalah keluarga Hae. Kita tak bisa ikut campur.” Ucap So.


Eun, Jung dan Won menghampiri So. Jung panik ketika mendengar kalau Hae Soo akan dinikahkan dengan seorang pria yang usianya 60 tahun dan punya banyak sekali putra. Baek Ah ikut terperangah, kalau begini namanya bukan pernikahan tapi Hae Soo telah dijual!

Won mengamini ucapannya, dia memang telah dijual.

Wook datang dan bergabung bersama mereka. Eun langsung kesal karena Wook melakukan ini pada Hae Soo. Jung juga sama, pria yang telah menawarkan pernikahan telah memperlakukan Hae Soo dengan tak adil. Menjual Hae Soo seperti ini telah merendahkannya.

“Aku membutuhkan bantuan kalian semua.” Ucap Wook.


Hae Soo duduk termenung dengan lemas. Chae Ryung berbenah sambil terus terisak memikirkan nasib Nona –nya. Hae Soo tiba – tiba bangkit, dia mau pergi saja! Bagaimana bisa dia tinggal dengan seorang pria yang belum pernah ia temui sebelumnya? Nyonya Hae juga tak akan rela kalau dia menikah dengan cara seperti ini.



Chae Ryung menyerahkan kotak pakaiannya dengan sedih. Dia menyuruhnya untuk pergi, dia tak akan memberitahukan pada siapapun kalau nona telah pergi meskipun dia dipukul sampai mati.

“Chae Ryung..” ucap Hae Soo tersentuh dengan ucapan Chae Ryung.



Eun bertugas untuk membawa Hae Soo keluar dari kamarnya. Dia mengajaknya untuk cepat pergi. Keduanya pun bergegas keluar dengan terburu – buru apalagi ada beberapa penjaga yang berseliweran.

Baek Ah membantu dan telah menanti mereka, ia bergegas menarik keduanya untuk bersembunyi dan menunjukkan arah kaburnya.


Didepan pintu belakang, Wook telah menatinya. Mereka berdua sempat bertatapan dengan canggung namun Wook bergegas membimbingnya dan mengenakan jaket ungu pada Hae Soo. Jung juga telah menanti, ia tersenyum seolah memberikan ketenangan.

“Apa semua akan baik – baik saja?”

“Aku tak akan mengirimmu dengan cara seperti itu.” jawab Wook



Yeon Hwa mengantarkan tetua ke gerbang. Tanpa sengaja ia melihat Wook menunggang kuda bersama seseorang yang mengenakan jaket ungu. Dia langsung merasakan kejanggalan dan meminta penjaga untuk mengejar mereka.



Wook dan Jung sampai ke hutan berkabut. Tak jauh dari mereka, rombongan Yeon Hwa dan penjaga melakukan pengejaran. Jarak diantara mereka semakin menipis hingga Wook terpaksa menghentikan kudanya.

Penjaga menghadang Wook. Jung memarahi mereka karena telah bersikap lancang dan menghalangi jalan seorang pangeran. Wook masih menjaga Hae Soo dan memegangi jaketnya.

“Aku yakin keponakanku telah menjadi beban untukmu..” ucap seorang tetua. Dia lalu menarik jaket yang menutupi wajah Hae Soo.

CILUK BAA!! Mereka kena tipu karena orang yang ada dibalik jaket bukan Hae Soo melainkan Wang Eun.

Yeon Hwa geram dan meminta mereka melakukan pencarian di jalur yang berbeda.



ASA! Kini Hae Soo bersama dengan So menunggang kuda melalui jalur yang berbeda. Hae Soo menatap So dengan penuh tanda tanya kemudian terdengar suara percakapan diantara mereka.

“Aku tak menyangka kau akan menolongku juga, Pangeran So.”

“Aku hanya tak mau melihatmu hidup dikontrol orang lain. Sangat tak berharga untuk hidup seperti itu.”

So menegang pinggang Hae Soo selama perjalanan ini.


Celakanya ketika ia keluar dari hutan berkabut, mereka harus bertemu dengan rombongan Ji Mong. Tak lama setelah itu, rombongan Yeon Hwa juga bertemu dengan mereka. Bak Ah bertanya dengan heran, kenapa Ji Mong keluar bersama rombongan prajurit?

“Bukankah itu Hae Soo dari kediaman Pangeran ke -8? Kau harus ikut denganku.” tanya Ji Mong.

So ikut bertanya, apakah Ji Mong adalah pria yang akan menikahi Hae Soo?

“Ini sebuah perintah untuk membawa Nona Hae Soo ke istana.”


Wook mulai menyadari sesuatu tapi dia merasa hal itu tak mungkin.


Ji Mong mengkonfirmasi bahwa Nona Hae Soo memang akan menikah dengan Raja. Dia harus membawanya menuju ke istana. Putri dari Hong Ha Jin dan In Gyu Gong Myung akan menikah dengan Raja.


Semua orang terkejut. So bertanya apakah Hae Soo sudah mendengar semuanya? Dia menyuruh Hae Soo jangan turun dari kuda.



Tak lama setelah itu, tetua keluarga Hae datang dan menyambut kehadiran Ji Mong. Wook langsung menghampiri mereka untuk meminta penjelasan. Tetua berkata kalau Raja tahu akan usaha keluarga Hae, dia senang kalau bisa menjadi menantu mereka.

“Kenapa kau tak memberitahuku kalau dia adalah Raja?”

Tetua berkata kalau Nyonya Hae sudah meninggal sehingga mereka tak punya hubungan lagi. Toh nanti Hae Soo juga akan mengandung putra raja.

“Kau takut kami akan menghentikannya kalau kami tahu?” tanya Wook.

Yeon Hwa juga merasa tertipu dan kesal, dia mengajak mereka semua untuk kembali.


Penjaga menghampiri So untuk membawa Hae Soo. So menolak melepaskannya. Yeon Hwa memperingatkannya kalau mereka semua bisa mati jika terus menahan gadis itu. Hae Soo menatap mereka semua kemudian memutuskan untuk mengikuti perintah Ji Mong. 

So masih menahannya, kalau dia pergi sekarang maka ia akan sulit untuk kembali.

“Aku harus pergi. Itu cara agar tak seorang pun terluka.”



So menatap ke arah Baek Ah. Baek Ah pun memberi isyarat untuk melepaskan Hae Soo sesuai keinginannya. Meskipun berat, So akhirnya membantu Hae Soo untuk turun dari kuda.

“Apa kau tak akan menyesal?”

“Jangan khawatir, aku akan mencoba bicara dengannya.”


Hae Soo tersenyum ke arah Wook sebelum masuk ke tandu. Dia juga sempat menoleh pada So.


Hae Soo sudah berlalu pergi menggunakan tandu. So bergumam, “dasar gadis bodoh.”


Jung hampir memukul Eun geram, dari mana dia mendengar rumor pria tua usia 60 tahun dan punya banyak putra. Itu adalah Raja! Dimana kau mendengarnya?

Eun cuma bisa murung. Sepertinya dia memang biang gosip dan paling cepet dapet info dimana – mana yah. :D


31 Responses to "SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 6 Bagian 1"

  1. Wkwkwkwk dasar!
    Di bagian ini so-ya sama sama ngalah dulu ya kayak yg lain^^
    Masih episode 6...blm nyampe tengah episode

    ReplyDelete
  2. Makasih ya atas sinopsisnya
    Semangat

    ReplyDelete
  3. Ditunggu lanjutannya mb.puji...
    Aq selalu baca sinopsismu
    Gomawo

    ReplyDelete
  4. Makasih buat sinopsisnya 😊😊😊😊

    ReplyDelete
  5. semangatt kakk nulisnyaa ditunggu part 2 okee

    ReplyDelete
  6. Wkwk dasar eun ko bs dy blang pria tua n bnyak ank pdhal itu ayah nya sndri ngakak pas bc itu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soalnya Eun awalnya ga tau dan ga sadar klo yg dimaksud itu bapaknya sendiri...

      Delete
  7. Wkwk dasar eun ko bs dy blang pria tua n bnyak ank pdhal itu ayah nya sndri ngakak pas bc itu...

    ReplyDelete
  8. Huaaaa...
    Gak nyangka ternyata Hae so bkalan Nikah sama Raja . Tpi bner kan apa yg di ktakan Eun, Hae so bkalan nikah sama priq tua umur 60thun dan banyak putra . wkwkw

    Kesian jugq liat Hae so bkalan nikah sama Raja .

    ReplyDelete
  9. Cepet banget update, luar biasa daebak ^~^

    ReplyDelete
  10. What???... Nikahnya ma raja.. Weleh2... Hebatlah tu raja.. Wkwkwkwk.. Smangat mbak...

    ReplyDelete
  11. Yg semangat y nulis sinop ny makin g sabar nunggu kelanjutan part 2 ny di tunggu y...

    ReplyDelete
  12. Semangat yach kak..... 😀
    Jngn bosen krn sinopsis nya slalu di tnggu kelanjutannya

    ReplyDelete
  13. Wkwkkwk ..parah prah :D
    Makin seru aja nih drama

    ReplyDelete
  14. Versi cina soo mau dinikahin sama putra mahkota

    ReplyDelete
  15. Fighting eonni..q tnggu part 2 y..kasihan hae soo mw dnikah kn dg raja..tp q yakin wook dan So tdk akn diam bgt sja mlihat hae soo nkah dg raja..
    Gamsahamida eonni..😊

    ReplyDelete
  16. Fighting eonni..q tnggu part 2 y..kasihan hae soo mw dnikah kn dg raja..tp q yakin wook dan So tdk akn diam bgt sja mlihat hae soo nkah dg raja..
    Gamsahamida eonni..😊

    ReplyDelete
  17. Part 2 nya mana min ? Nggak sabar -_-

    ReplyDelete
  18. Daebak.. fighting.. ditggu part 2 nya ����

    ReplyDelete
  19. Meskipun sdh ntn tetep aja mesti baca tulisan sinopnya 😉, kurang lengkap rasanya 😆, fighting eonni 😉😉

    ReplyDelete
  20. Hwuaaaa mkin seru....suka bged liat bakso ma.so...jadi msem2 smngat y next sin...nya...

    ReplyDelete
  21. Soryy...bakso slah ketik...haeso maksudnya...xxx

    ReplyDelete
  22. Soryy...bakso slah ketik...haeso maksudnya...xxx

    ReplyDelete
  23. Semangat yach kak..... 😀
    Jngn bosen krn sinopsis nya slalu di tnggu kelanjutannya

    ReplyDelete
  24. tetep semangat buat sinopsis ya Sist, selalu ditunggu soale...

    ReplyDelete
  25. berharap endingnya Hae Soo nikahnya sama Si Pangeran Cool Wang So...

    ReplyDelete
  26. mbk puji... tolong beritahu judul lagu di awal eps 6 ini donk? apa ya judul lagunya??

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^