SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 11 Bagian 2

SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 11 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: SBS

Untuk mencari bukti dan saksi, Wook mengikuti seorang dayang dan dia melihatnya tengah melakukan transaksi dengan seorang bertudung. Wook mengambil tusuk rambutnya dan langsung mengarahkannya pada leher dayang.

Dayang gemetar ketakutan, memohon agar tidak dibunuh. Wook tak akan membunuhnya kalau dia mau bersaksi.

“Tunjukkan dirimu! Tak ada anggota kerajaan yang boleh membiarkan dayang kerajaan mati.” Suruh Wook pada seorang bertudung dibalik tembok.

Orang dibalik tudung masih diam ditempat.

Wook menunjukkan bahwa dia sudah punya saksi. Apa perlu ia memanggil penjaga istana?




Yeon Hwa membuka tudungnya dan menunjukkan diri dihadapan Wook. Wook membeku dan dayang yang ia tahan pun dilepaskan. Bagaimana... bagaimana kau ada disini?

Apa pentingnya? Yeon Hwa mempersilahkan kakaknya untuk mengadukan ia pada Raja dan menyelamatkan Hae Soo. Wook masih termangu bingung, kalau dia ketahuan maka keluarga mereka akan menjadi pengkhianat.



Seolah Yeon Hwa sudah siap dengan konsekuensinya, dia akan dibunuh dan dimutilasi. Keluarganya akan dibantai dan Ibu dikucilkan.

“KENAPA?” teriak Wook marah.

“Untuk menyadarkanmu. Kau harus menjadi raja tapi kau membuang semua itu demi seorang gadis!”

“Aku tak ingin menjadi raja!”


Tidak! Yeon Hwa yakin ketika Wook tengah sendiri, pernah terbersit keinginan untuk menjadi seorang Raja. Ketika melihat So memimpin ritual hujan dan semua bersorak, pasti akan keinginan Wook untuk berdiri disana “Aku melihatnya di raut wajahmu. Kau ingin menjadi raja. Jika kau bisa menyangkalnya, tinggalkan aku dan ibu kita.”



Wook melemparkan tusuk rambutnya dengan keras. Yeon Hwa memejamkan mata dengan takutnya. Tapi rupanya Wook mengarahkan tusuk rambut itu pada dayang istana yang mencoba untuk kabur.

Yeon Hwa terkesiap kaget melihat kenekatan kakaknya. Kekejaman yang belum pernah dia tunjukan.

Dengan tatapan dingin, Wook berkata kalau dia tak bisa menelantarkan Yeon Hwa maupun Ibu. Mereka sekarang sama – sama berhutang. Yeon Hwa berhutang padanya dan Ia berhutang pada Yeon Hwa.


Yeon Hwa rasa hutangnya tak akan bisa dibayar dengan hidupnya. Dia akan membayar hutang itu dengan menjadikan kakaknya sebagai Raja.

“Sampai akhir, kau tetap memanipulasiku.” Ucap Wook. Ia berjalan menghampiri dayang dan mengambil tusuk rambut yang tertancap di lehernya.



Tangan Wook gemetaran saat melihat tusuk rambut penuh darah ada ditangannya. Tusuk itupun terjatuh, tatapan dinginnya kini berubah menunjukkan sebuah penyesalan. Dia hanya menatap ke arah penjara tapi memutuskan untuk tidak masuk menjenguk Hae Soo.
-oOo-


Esok harinya, Jung mondar mandir tak karuan mengkhawatirkan Hae Soo. Dia mengajak Won dan Wook untuk memohon pada Raja, kalau mereka semua memohon mungkin Raja akan mengampuninya.

Sepertinya Wook memilih melepaskan Hae Soo? Dia diam tak menjawab perkataan Jung.



Wook menyadari kehadiran Chae Ryung, dia menyuruhnya untuk keluar dari persembunyiannya. Won menyeret Chae Ryung yang berani menguping pembicaraan mereka.


Chae Ryung bertanya, apakah benar kalau Hae Soo akan dihukum mati? Dia memohon dihadapan Wook dengan khawatir. Ia memohon agar Wook bisa menyelamatkan Nona Soo.
Wook kebingungan untuk memberikan respon. Dia masih diam tak menjawab.


Raja tetap memutuskan untuk menghukum Soo dengan hukuman berat. So pikir Raja selalu adil tapi kenapa kali ini dia tidak mau melakukan penyelidikan? Semua orang tahu kalau Hae Soo tak bersalah. Apa Raja sengaja membiarkan Hae Soo mati demi menyelamatkan Putra Mahkota?


“Itu demi melindungi negeri kita. Kehilangan sedikit nyawa dapat menyelamatkan banyak nyawa.”



So tak menyangka kalau Raja akan tawar – tawar soal nyawa. Raja mengganggap sikap So sudah lancang. Ia pikir So adalah pedang tajam tapi ternyata ia salah. Dia menyuruhnya pergi atau dia akan membunuhnya lebih dulu. Entah So atau orang lain yang mencoba untuk menyelamatkan Hae Soo.

“Yang Mulia...” So memohon.


Dayang Oh menjenguk Hae Soo dipenjara namun Hae Soo tengah terkapar dan terlelap karena kelelahan. Ia memperhatikan anak itu dengan iba.


Wook telah menanti di Damiwon ketika Dayang Oh kembali. Tanpa basa – basi, dia memohon agar Dayang Oh mau membela Hae Soo. Ia bisa membujuk Raja. Dayang Oh belum bersedia melakukannya. Dia memang pernah dekat bukan berarti dia bisa membujuknya.

Lalu apa dia akan diam saja? Wook tahu kalau Dayang Oh sudah menganggap Hae Soo sebagai putrinya.


Dayang Oh membalikkan ucapan Wook, kenapa dia tak menyelamatkan Hae Soo sendiri? Katakan kalau dia mencintai Soo dan memohon pengampunan untuknya. Atau... Dayang Oh menebak keluarganya terlibat dalam masalah ini.

Satu hal yang bisa mengubah pangeran menjadi pengecut adalah sebuah takhta.

“Nona Oh..” ucap Wook.


Dayang Oh memperingatkan bahwa Wook akan menyesal dengn sikap pengecutnya sendiri. Sekali dia meninggalkannya maka ini akan menjadi beban untuknya selamanya. Dayang Oh akan mencoba menyelamatkan Hae Soo karena dia perduli. Sedangkan Wook, dia telah gagal menyelamatkan siapapun.


Saat Dayang Oh sudah pamit dari hadapannya. Wook termenung diam, kata – kata dari Dayang Oh mungkin sudah menohok perasaannya.


Dayang Oh menghidangkan teh untuk Raja. Raja cukup tahu ada sesuatu yang ingin disampaikan olehnya. Dia menyuruhnya bicara tapi tidak boleh menyangkut Hae Soo. Dayang Oh mengaku kalau dirinya yang telah meracuni Putra Mahkota, dia melakukannya karena iri anaknya meninggal disaat para pangeran sudah tumbuh.

“Sudah kubilang jangan coba menolongnya.” Tandas Raja tak percaya.



Dayang Oh menunjukkan kain penuh darah. Sepuluh tahun yang lalu, seorang wanita kerajaan mengirimkan teh quince yang katanya akan menyembuhkan mual dipagi hari. Dayang Oh meminumnya bahkan sampai bangun dimalam hari. Dalam kurang dari seminggu, dia kehilangan anaknya (keguguran).

“Aku menganggap Soo putriku. Aku tak ingin kehilangan dia karena wanita yang sama.”

Raja berkata kalau Soo bukanlah anak Dayang Oh. Mereka juga tak bisa membuktikan istrinya yang bersalah.

Dayang Oh menatap Raja dengan mata basah, apa kau ingin mengabaikannya sekali lagi?



Dayang Oh mengaku punya penyakit pencernaan. Dia tak bisa mencerna makanannya dan tabib telah memvonisnya terkena kanker. Raja mungkin tak bisa menyelamatkan keduanya dan lebih mementingkan Putra Mahkota. Tapi kali ini, jangan biarkan Ratu itu merenggutnya darinya “Selamatkan anakku. Ini permintaan terakhirku.”


“Apa kau juga melepaskanku?” tanya Raja dengan sedih. Dayang Oh diam tak menjawab, air matanya tak bisa ia tahan dan lolos mengalir dipipinya.


Sampai keesokan harinya, Raja masih duduk di ranjangnya sendirian menatap ke arah meja yang semalam digunakan oleh Dayang Oh.


Soo digiring menuju ke tempat penjara. Dia mengedarkan pandangan untuk mencari kehadiran Wook.



Malah So yang datang dengan tergesa – gesa. Dia langsung melawan penjaga yang menggiring Soo. Dia akan membawanya pergi. Dia mengancam akan melakukan pertumpahan darah kalau mereka tak melepaskannya.


Ji Mong datang memberitahukan bahwa hukuman dibatalkan karena pelaku telah ditemukan. Soo yang sudah terlampau lelah akhirnya pingsan tepat ketika menerima kabar itu.


Rupanya Dayang Oh benar – benar menjadikan dirinya sebagai pelaku. Penjaga istana menunggunya untuk membawanya ke penjara. Dia didakwa telah melakukan percobaan pembunuhan pada anggota kerajaan.

“Aku menerima dakwaan Raja.”


Hae Soo kembali bersama dengan So. Dia terkejut mendengar pembicaraan mereka. Dia menghampirinya dengan panik. Dayang Oh dengan tenang mengatakan kalau dia yang telah meracuni Putra Mahkota. Maaf karena dia telah menjebak Hae Soo.

Bohong! Hae Soo menggeret Dayang Oh kembali ke Damiwon.


So menghalangi penjaga yang berniat mengejar mereka. Biarkan mereka.


Hae Soo membawanya masuk ke jalan rahasia menuju namun jalannya telah ditutup. Tak ada jalan keluar. Kalau sudah tertutup maka Hae Soo akan membukanya kembali “Kau ingin pulang. Ayo pergi. Jika kau ingin pergi, aku akan pergi ke mana pun bersamamu.”

Air mata Dayang Oh tak tertahan lagi melihat Soo mencoba membuka jalan yang sudah ditutup batu. Dia mencoba menghentikannya.



Soo tak mau, dia tak bisa membiarkan Dayang Oh menggantikannya menerima hukuman. Bagaimana mungkin dia bisa hidup?

Dayang Oh memeluknya dan berkata kalau dia melakukan semua ini karena Raja. Ini bukan salah Hae Soo. Umurnya tak akan panjang lagi jadi jangan kasihani aku ataupun merasa bersalah. Ia ingin melindungi apa yang ingin ia lindungi jadi dia tak merasa menyesal.



Tangis Soo semakin pecah mendengar ucapan Dayang Oh. Dayang Oh memeluknya berharap kesedihannya sedikit berkurang.

Berhati - hatilah pada segala hal. Jangan percaya pada orang lain sepenuhnya. Di setiap saat dan di setiap langkahmu, berhati - hatilah pada segala hal seaolah - olah kau berjalan di atas es tipis. Jangan... berakhir sepertiku.” Batin Dayang Oh.


Hae Soo berjalan dengan tertatih – tatih dan duduk bersimpuh didepan kediaman Raja. Dia memohon agar Nona Oh bisa dibebaskan. Dia tak bersalah. Yang Mulia. Tolong tarik titah anda.



Wook mendengar kabar ini, dia bergegas untuk menemui Soo namun Ratu Hwangbo mencegahnya. Kalau Wook mau menemuinya maka dia harus melangkahi dulu dirinya. Dia harus melindungi anak – anaknya, apa Wook tak tahu bagaimana arti Nona Oh untuk Raja? Jika Wook terlibat maka ia akan mempertaruhkan nyawanya sendiri.

“Kau sudah mengecewakannya sekali. Mengapa kau tak bisa melakukannya lagi?” tanya Yeon Hwa.

“Yeon Hwa, berapa banyak kau ingin berutang kepadaku?”


Ratu Yoo datang, ia menyindir Wook yang pasti sedih melihat Hae Soo seperti itu. Ratu Hwangbo menyangkalnya “Kau salah paham. Dia pernah menjadi sepupu iparnya.”

Ratu Yoo menebak kalau Wook tak percaya kalau Soo dan Nona Oh bersalah. Kalau begitu siapa yang bersalah, apa Putra Mahkota atau Orang Klan?


Ratu Hwangbo berlutut dihadapan Ratu Yoo memohon agar dia bisa melepaskan Wook dan Yeon Hwa. Wook meminta ibunya berdiri namun Ratu Hwangbo tetap berlutut dihadapan Ratu Yoo.  

Ratu Yoo menyuruhnya untuk mendidik putranya lebih baik lagi. Meski terlahir sebagai Pangeran tapi dia harusnya tahu siapa yang berkuasa.

Dalam diam, Wook mengepalkan tangannya dengan geram.



Ratu Yoo mengomentari Soo yang menyia – nyiakan nyawanya sendiri. Dia harusnya sudah mati lebih awal saja.

“Bangunlah. Para dayang menyaksikannya.” Olok Ratu Yoo pada Ratu Hwangbo sebelum pergi.


Hari berganti gelap, Soo belum juga menyerah untuk memohon. Baek Ah menghela nafas melihat kebodohan yang dilakukan oleh Soo. Apa Soo pikir Raja akan berubah pikiran? Yang ada Soo akan jatuh sakit kalau terus begini.


“Nona Oh menggantikanku agar dia bisa menyelamatkanku.”

Semua orang juga tahu hal itu namun yang lebih menakutkan adalah kemarahan Raja. Soo masih kekeuh, dia lebih baik begini dari pada tak melakukan apapun.



Baiklah. Baek Ah tak bisa memaksakan lagi. Bertahanlah dan dia akan mempersiapkan obat terbaik. Sebelum Baek Ah pergi, Soo menanyakan kabar Wook. Baek Ah tak mendengarnya dengan jelas.
“Lupakan saja..” ucap Soo.
-oOo-



Ratu Hwangbo menyarankan agar Raja mengurungkan hukuman untuk Nona Oh. Ini hanya akan membuatnya sedih. Boleh saja mempertahankan Putra Mahkota dan Goryeo tapi jangan menelantarkan orang – orang terpentingnya.

“Ini tugas seorang raja. Aku membuang apa yang kubisa, saat aku bisa.” Tegas Raja.


Ji Mong memberitahukan bahwa Hae Soo sudah protes selama dua hari untuk memohon pengampunan Nona Oh. Raja tak menggubrisnya, biarkan saja sampai dia menyerah dengan sendirinya. Hukum siapa saja yang memihaknya.


Hujan mengguyur dengan derasnya, Jung ingin membantu Hae Soo dengan membawakan payung namun saudaranya yang lain menghentikan niatan Jung.




Yah mungkin memang Jung tak bisa memayungi Hae Soo. Maka dia memilih berlutut ditengah hujan dan merasakan penderitaan yang sama dengan Hae Soo. Baek Ah dan Moo pun ikut menemaninya.

Won hanya menggeleng tak perduli. Dia memilih meninggalkan mereka bertiga.


Wook akhirnya menunjukkan dirinya dihadapan Hae Soo. Dia berjalan menghampirinya. Hae Soo pun terlihat senang melihat seorang yang ia cintai menemuinya. Namun saat Wook berhasil menatap Hae Soo, langkah kakinya terhenti. Pandangan matanya berubah gamang dan penuh penyesalan.

Ia bimbang. Penuh sesal. Dan akhirnya Wook memilih melangkahkan kakinya menjauhi Soo.

Soo menunduk sedih melihat kepergian Wook.


Dan So pun muncul untuk memayungi Hae Soo menggunakan jubahnya. Hae Soo yang sempat tertunduk penuh kepedihan, mulai meneggakkan tubuhnya, kembali ke posisi tegap untuk melanjutkan protesnya.



Nona Oh dipaksa berlutut ketika berpapasan dengan Ratu Yoo. Ratu Yoo sinis berkata kalau dia sudah lama menantikan kematiannya. Impiannya sekarang terwujud, Nona Oh kalah dan dia menang.

“Kau tahu benar kau tak pernah mengalahkanku. Aku berdoa kau memiliki hidup panjang. Aku akan mengawasimu dari atas, betapa kesepiannya kau saat kau mati.” Balas Nona Oh.

Silahkan saja. Toh Nona Oh hanyalah seorang Dayang tak berarti yang tak akan diingat.


Dalam batin Nona Oh berkata, “Aku hanya butuh satu orang untuk mengingatku.”


Gong ditabuh pertanda eksekusi Nona Oh akan dilakukan. Semua orang terkejut mendengarnya.



Nona Oh sudah berada ditiang gantungan. Dan eksekusi pun dilakukan. Nona Oh telah meninggal.


Meninggalkan seseorang yang ia cintai.


Meninggalkan seseorang yang ia sayangi. 

Soo meraung ingin menemui Nona Oh, ia pun pingsan dalam pelukan So.
Seandainya aku tahu aku akan membuat orang lain mati aku takkan berusaha amat keras untuk hidup. Seandainya semua ini hanyalah mimpi. Seandainya aku bisa terbangun dan tak mengingat semua ini.” – Hae Soo

-oOo-
Scene ini sungguh... secara lebaynya sih aku bilang kalau PD -nim kayak berniat buat mengatakan kalau Hae Soo mungkin akan sedikit jauh dari Wook. Dari Soo sendiri yang merasa ditinggalkan dan Wook yang merasa bersalah karena pernah mengabaikannya sekali.

Akhirnya So datang. Dia memberikan payung untuk Hae Soo. Soo yang awalnya membungkuk menopang tubuhnya denga tangan, akhirnya kembali mendudukkan tubuhnya dengan tegap. 
Berarti dengan adanya So membuat Hae Soo bisa kembali bangkit.

Yaa aampuuun... So
 Hidup berasa di So So So kan setiap lihat wajah So.. Pikirannya cuma So So So..So So So 

Klan So disini menunggu aksi -mu mendapatkan hati Hae Soo yah. Klan Wook udah senyum dari kemarin bisik - bisik manja sama Hae Soo. Besok giliran klan So yang kayaknya bakal makin doki - doki.

Apa malah makin mewek - mewek?

Ditunggu Previewnya yah..

29 Responses to "SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 11 Bagian 2"

  1. Aaaaa greget bgt...g sabar nunggu ep selanjutnya..
    Gemes & greget sama versi koreanya drpd versi china, apalagi ada KHN
    Makasih sinopsisnya..

    ReplyDelete
  2. makasih sinopsisnya kak 😒😒😒

    ReplyDelete
  3. D tunggu preview nya mba makin seru

    ReplyDelete
  4. D tunggu preview nya mba makin seru

    ReplyDelete
  5. Dari awal wook emang anak baik. Jadi keinget joon young kan kalo gini? Cintanya buat keluarga lebih besar dibanding buat soo. Dimaklumi sih tp ya itu jadi kejam kan keliatannya. Dia dulu pernah membunuh orang demi keluarganya dan sekarang pun terulang. Di masa depan tak bisa terelakkan lagi mungkin.
    Eh di masa lalu nyebutnya kanker apa ya? Bingung jg tuh penerjemahnya ngartiin penyakit goryeo hihihi
    Saya suka penutupnya...sedih banget apalagi ditambah ost itu beuhhhhh

    ReplyDelete
  6. Hidup klan so...πŸ˜‰πŸ˜‰(jingkrakjingkrak sambil lempar lembing😜😜😜)
    Yg pastinya berharap jika sooso ga bisa bersatu di jaman goryeo mereka kan bisa bertemu dijamannya soo😊😊😊
    Semangat terus chingu, ditunggu episod selanjutnya... fightingπŸ’ͺ

    ReplyDelete
  7. sedihnya, wangso rela minum racun demi putra mahkota dan dayang oh rela mati demi hae soo.
    ep.10 & ep.11 buat aku nangis, tpi walaupun begtu ditunggu lanjutannya ya.
    Fighting......

    ReplyDelete
  8. Ini drama bikin aku rela bangun pagi d hari selasa n rabu udh itu d kantor masih ngepoin sinopsisnya...

    ReplyDelete
  9. ditunggu kelanjutan sinopsisnya... wahh tambah seru,jd penasaran sama kelanjutan episodnya..

    ReplyDelete
  10. Wangwook pengecut sekali. Haesoo semoga cepet sadar ya siapa yang lebih peduli sama kamu. Yang lebih mampu mengorbankan dirinya sendiri demi kamu. Wangwook mah apaatuh. Pada akhirnya yang selalu berbicara dengan manis akan kalah dengan yang langsung action!

    ReplyDelete
    Replies
    1. dia masih punya keluarga. sedangkan keluarga so malah mengabaikannya...
      wajar wook memilih keluarganya dan so meninggalkan keluarganya. meski yang dilihat di sini wook lebih pengecut, tp seperti yang saya bilang sebelumnya sebenarnya dia jg baik. tahta masih nomor kesekian dari keluarganya

      Delete
  11. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  12. ya ampun episode ini sedih banget ya. wook lebih memilih keluarga dan mengabaikan hae soo. dia akhirnya milih tahta daripada cinta. dan bwt wang so salut banget karna dia bersedia ngorbanin segalanya bwt hae soo. mimin semangat terus ya nulis sinopsisnya ditunggu..

    ReplyDelete
  13. Wang S berani membela Hae Soo smpai akhir krna dy tw rasany terabaikan, tdk diinginkan, dan tidak dipedulikan oleh orang yg disayang. Wang Wook sbnrnya tdk 100% salah, dy jg tdk bs membiarkn kluarganya mnjadi penghianat, trlebih hati anak mana yg tega ngliat ibu nya berlutut didpn orang lain? hanya saja yg mengecewakan dy bnr2 tdk brtindak sma skli, stdknya wlau dr tgn orang lain atw sembunyi2. sekarang Hae Soo pun mgkn bs merasakan terabaikn dan dikhianati sprti Wang Soo. dan dg ini mreka psti lbh dekat. episode berikutnya sprtinya byk adegan Wang Soo & Hae Soo nya :D

    ReplyDelete
  14. Mba fetty nur... klau versi china endingny gimna mba?

    ReplyDelete
  15. Mba fetty nur... klau versi china endingny gimna mba?

    ReplyDelete
  16. Jadi ngerti dan paham knp hae soo bs berpaling..mengingat love line biasanya dr awal ya cm 1 org aja yg saling mencintai.awalnya dy sempat bingung..hal apa yg bs membuat hae soo bs berpaling pda So?jika Wook yg mmg sejak awal selalu manis dan cute ke dia..tp disni SW nim bs menjabarkan dgn masuk akal dgn segala yg trjd..pda awal2 episode bnyk yg protes..pster tokoh utama So sm hae so..tp knp yg mesra2an hae soo sm wook?naahh pda episode ini qt jd ngerti bgmna cinta itu bs berpaling..sangat masuk akal dan wajar...great job SW nim!!

    ReplyDelete
  17. Tisu mana tisu mana, g da persiapan tisu jadi pake yang ada aja lah

    ReplyDelete
  18. Klan So^^~ Hae Soo lopheu Wang So~

    Gomawo author yg udah nulis^^

    ReplyDelete
  19. nasib second male emg sllu gtu,, sllu diantara pilihan yg sulit,,
    suka liat bromance antara wang so ama baek ah,,
    tipekel cowok kyak wang so itu lbh sweet,, di sisi lain keliatan cuek dan dingin,, di sisi satunya care'nya top lah,,
    #teamso atau #klanso,,
    hahaa

    ReplyDelete
  20. wow...daebak. Mulai episode 10 kayaknya cerita inti yg emg bakal menguras air mata. Pengen ada scene romantis ni, jangan banyakan sedih melulu ya. Kesannya episode 10 ke atas bakal sisi melow yg ditonjolkan :)
    klo wang wook emang pasti ngerasa galau tingkat dewa n pada akhirnya milih keluarga daripada cinta but konsekuensi pilihannya bakal bikin dia menyesal, kayak yang dibilang dayang Oh...
    Unnie makasih recap sinop keren ini ya . Tetap semangat sampe ending

    ReplyDelete
  21. Sososososo gk sabar episode selanjutnyaaaaa,, soso makasih sinopsisnya

    ReplyDelete
  22. So.... kau mengalihkan duniaku,, halaaah,,

    ReplyDelete
  23. Episode yg ni bkin mewek"
    Q nebakx sih yg jd raja selanjutx bkn so tp wook n dr kmaren dah greget sm hae soo knp g naksir" jg sm so? Q z dah naksir stengah mati😍

    ReplyDelete
  24. Uda nonton, masih baca sinopsis, trus nonton lagi. Great drama, awesome.

    ReplyDelete
  25. Uda nonton, masih baca sinopsis, trus nonton lagi. Great drama, awesome.

    ReplyDelete
  26. Episode 11 menguras air mata bgt..ratu Yo tega bgt blg So monster..pdhl So udh rela mnum racun demi putra mahkota..kasihan Hae Soo udh dfitnah dtggl ma dayang Oh lg..wkt scene dayang Oh..mewek q..Wook kejam dsaat Hae Soo kyk gt dy mlh nggalin..skrg klhtan mna yg bner² tlus cinta ma Hae Soo..yaitu So..bner² sedih episode 11 nya..eonni gamsahamida..fighting y nulis sinop slnjutnya..😊

    ReplyDelete
  27. Min ini bakal kya Shine Or Go Crazy g ya di akhir cerita��
    Yg jd istri wang so adlh adik dr wang wook��
    Gak sabarrr....

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^