SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 11 Bagian 1

SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 11 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: SBS

Putri Yeon Hwa berdiri seketika So berjalan meninggalkan tempat perkumpulan. Dia mengkhawatirkannya.
Ratu Yoo hanya bergumam sambil menyesap minumannya “Dasar monster.”
Melihat Yeon Hwa berdiri, Ji Mong mengira kalau dia ingin mengatakan sesuatu. Awalnya, Yeon Hwa sempat terkejut namun ia segera mengkondisikan dirinya dan tersenyum lembut. Mengatakan kalau dia ingin meminta bantuan Yang Mulia, ini tentang kakaknya.

So berjalan mengikuti Hae Soo, dia seolah ingin meraihnya. Pandangannya makin kabur dan darah memucrat dari perutnya. Hae Soo menoleh, ia terkejut melihat mulut So penuh dengan darah.

So tumbang. Hae Soo menghampirinya dengan panik, meminta bantuan pada orang lain namun So memintanya untuk tetap diam. Dia tak boleh ada disini.

Kembali pada Yeon Hwa, dia ingin melakukan hal sama seperti yang So lakukan. Dia ingin meminum tiga gelas dengan batuan dari Raja. Yeon Hwa menggunakan gelas yang terdapat dihadapan Moo dan Ratu Yoo terkejut dengan niatannya.

“Kakakku, Pangeran Wook, beberapa saat lalu menjadi duda. Berikan dia istri baru agar dia bisa memiliki pewaris.” Pinta Yeon Hwa.

Raja tak bisa memberikan persetujuan langsung, dia meminta pendapat Wook tentang permintaan adiknya.
Wook telah memiliki seseorang yang ia pertimbangkan untuk menjadi pendampingnya. Raja tak punya alasan untuk menentang keputusannya dan mengiyakan saja permintaan itu.

Yeon Hwa berpura – pura meminum cangkirnya namun ia menumpahkan teh itu ke tangannya. Dia tersenyum dan ingin melanjutkan permintaan selanjutnya. Dia ingin....

Belum sempat mengucapkan permintaan itu, Yeon Hwa pura – pura tumbang dan menyebabkan kegaduhan. Ratu Yoo tak percaya melihat aktingnya namun ia segera mengimbuhi dengan sandiwara khawatirnya “Dia diracuni! Cepat panggil tabib.”

Ji Mong mengecek –nya dan menyadari ada racun yang terkandung dalam minuman itu. Dia meminta tabib untuk cepat datang.
Yeon Hwa pingsan dengan mulut berdarah. 
Setelah tahu cangkirnya beracun, Baek Ah bergegas mencari So. Dia menemukan Hae Soo tengah berteriak panik meminta bantuan. Soo memberitahukan kalau So tiba – tiba muntah darah dan pingsan.

“Dia diracuni.” Ucap Baek Ah membuat Hae Soo terkejut.
Tak lama kemudian pangeran lain datang dan menemukan So tergeletak. Ji Mong sigap memeriksa denyut nadinya, denyut nadinya masih ada. Mereka harus membawanya ke tabib istana.

Hae Soo ingin mengikuti mereka.
Ji Mong menghadangnya karena dia adalah dayang yang telah membawa teh beracun. Jung mencoba membela Hae Soo, dia yakin kalau Soo tak bersalah. Won langsung memerintahkan prajurit untuk menggeret Hae Soo.

“Dayang Damiwon Hae Soo ditangkap atas percobaan pembunuhan.” Ucap Ji Mong.
Terjadi penggeledahan di Damiwon. Dayang Oh menanyakan pada bawahannya, dimana Nan berada? Kenapa Hae Soo menggantikan posisinya? Anak buah Dayang Oh mengaku telah melakukan pencarian di Damiwon tapi dia tak bisa menemukan Nan dimanapun.
Young Gyu menemukan kalung yang sangat mahal terdapat di tempat Hae Soo. Selain itu mereka juga menemukan botol racun yang digunakan untuk meracuni teh.
Tabib memeriksa denyut nadi Yeon Hwa. Ratu Hwangbo begitu khawatir dengan kondisinya karena Yeon Hwa terus diam. Tabib menenangkan mereka karena kondisi Yeon Hwa cukup baik, sepertinya dia cuma mencerna sedikit racun tidak seperti Pangeran ke-4.
Kepala Ratu Hwangbo pening melihat kondisi putrinya. Wook menyarankan agar Ibunya beristirahat. Ia memerintahkan tabib untuk menjaganya.
Setelah mereka pergi, Yeon Hwa bangkit dari kepura – puraannya. Tabib sontak kaget melihatnya bangkit dengan sangat cepat. Dia mengaku senang. Yeon Hwa rasa ucapan tabib sangat berbanding terbalik, seolah – olah dia tengah melihat seseorang yang sengaja menggigit bibirnya untuk pura – pura diracuni.
“Kau salah paham.” Ucap Tabib panik.

Yeon Hwa mengancam agar tak seorang pun tak boleh curiga kalau dia sengaja meracuni dirinya sendiri. Dalam istana, satu kata bisa mempengaruhi hidup dan matinya.
Disisi lain, So masih terbaring tak sadarkan diri. Tabib masih memberikan perawatan dan meminumkan obat untuknya.
Ji Mong berkata bahwa racun yang digunakan adalah racun yang tak bereaksi pada perak. Satu cangkir saja sudah bisa membunuh siapapun tapi untungnya Komandan Park telah mengembangkan kemampuann So menangkal racun.  
Baek Ah begitu mengkhawatirkannya, kenapa So harus selalu mengalami hal buruk? Kali ini dia berfikir akan benar – benar kehilangan dia.
Moo merasa bersalah, dia berulang kali telah mengirimkan So ke ambang pintu kematian. Ji Mong yakin kalau So menyadari dirinya telah diracun sehingga menjatuhkan cangkir pertama. Tapi kenapa dia masih meminum dua cangkir lagi? Apa dia mencoba bunuh diri?
Baek Ah merasakan banyak kejanggalan disini. So pasti telah sadar kalau dia telah diracuni tapi masih meminum tiga cangkir dan memilih untuk pergi setelah menimumnya. Ji Mong menebak kemungkinan So mengetahui pelakunya.

“Untuk siapakah dia mempertaruhkan nyawanya? untuk melindunginya?” tanya Moo.
Wook menemui Soo di penjara. Dia tengah meringkuk memeluk lututnya, dia langsung bangkit saat melihat kehadiran Wook. Wook melihat tangan Hae Soo penuh luka dan meraih tangannya.

“Bagaimana keadaan Pangeran So? Dia tidak meninggal, kan? Dia tak mungkin meninggal begitu mudah, kan?” tanya Hae Soo.
Seolah kecewa mendengar pertanyaan Hae Soo, dia melepaskan genggaman tangannya. So baik – baik saja, dia sudah dilatih kekebalan racun dan telah mendapatkan penangkalnya. Hae Soo harus memikirkan dirinya sendiri.

“Tidak. Aku tak melakukannya.”

Wook mengerti tapi semua bukti terarah padanya. Mereka akan memaksa Hae Soo mengatakan siapa penyuapnya. Dia mungkin akan disiksa tapi Wook memintanya untuk tegar. Dia akan membawa Soo pergi.

Hae Soo akan melawan balik kalau mereka memaksanya untuk menuduh seseorang. Dia sudah siap, jangan khawatir..

Dalam pertemuan, Young Gyu menuduh Moo yang telah berusaha untuk membunuh Pangeran So. Mereka menemukan perhiasan mahal serta racun yang terdapat di tempat Hae Soo. Keduanya sering bertemu berkali – kali. Buktinya sangat jelas karena Moo merasa terancam saat Mereka semua meminta pergantian Putra Mahkota.
"Apa kau menjadikanku monster yang mencoba membunuh saudaraku sendiri? Apakah membuat rencana jahat dan licik keahlian kalian? Apa kau berpikir, aku coba meracuni saudaraku agar tetap menjadi Putra Mahkota?” cecar Moo dengan murkanya.
Young Gyu masih kekeuh dan meminta penjelasan Moo yang telah memberikan kalung pada Hae Soo. Bongkar rahasiamu lebih dulu.
Ji Mong menghentikan perdebatan diantara mereka berdua. Dia berbicara setengah berbisik pada Moo, perdebatan ini akan membuat kesehatannya memburuh. Tenangkan diri anda.
Wook mencoba berbicara, memangnya siapa yang akan berani meracuni seseorang saat perjamuan penting dan memakai seorang dayang yang akan dikaitkan dengan mereka. Kalau hal semacam itu terjadi, maka orang itu sudah sangat putus asa. Wook yakin Putra Mahkota menjadi targetnya dan So menggantikannya. Selain itu, Yeon Hwa juga meminum racun itu.
“Jadi kau mau bilang Putra Mahkota targetnya?” tanya Young Gyu.

Tak ada yang bisa memastikan tapi Wook menyuruh mereka untuk tidak membuat kesimpulan sendiri.

Setelah pertemuan berakhir, Ji Mong dan Moo masih menghadap Raja. Raja memutuskan untuk memberikan hukuman gantung pada Soo dengan tuduhan percobaan pembunuhan pada Pangeran. Moo menolaknya, dia yakin kalau Hae Soo tak bersalah.

Ji Mong pikir mereka tak bisa menyelamatkannya karena tak ada bukti. Kalau Moo terus menentang maka posisinya bisa terancam. Mungkin lawannya telah mengetahui penyakit yang diderita oleh Moo.
Moo putus asa dan batinnya seolah tak terima, dia merasa kebajikannya setiap hari telah bekurang. Dia lebih memilih melepaskan posisinya.
Raja menentang keputusannya “Moo, kau putra sulungku. Yang lainnya adalah putra Raja tapi kau sendiri adalah putra Wang Geon. Aku berperang bersamamu dan kita saling menyelamatkan nyawa. Kau putra dan rekanku. Aku ingin memberikan segala yang kumiliki padamu. Mengapa kau tak bisa melihatnya?”
Walaupun masih belum pulih sepenuhnya, So ngotot ingin menemui Hae Soo. Baek Ah mencoba membujuknya kembali tapi So mengatakan kalau Hae Soo pasti sendirian disana.
Wook muncul dan menghalanginya, Park Young Gyu telah menuduh Moo yang mencoba membunuh So dengan bantuan Hae Soo. So menyuruhnya jangan percaya, itu tak benar.

“Semua orang tahu. Tapi tak ada jalan keluar. Aku seharusnya menjauhkannya darimu.” Ujar Wook.
So meminta Baek Ah untuk pergi, dia ingin berbicara empat mata dengan Wook.

Dia memberitahukan pada Wook kalau pelakunya adalah Ratu Yoo. Di sendiri yang sudah mencoba meracuni Moo. Wook bertanya apakah So melakukan ini demi menyelamatkan Ibunya? Seperti kau membantai para pembunuh itu?

“Aku melakukannya untuk menyelamatkan Soo. Untuk menyelamatkan Putra Mahkota.”

“Soo?” tanya Wook.

So sudah berharap tak ada yang tahu masalah ini tapi Yeon Hwa sudah memperumitnya. Dia tak bisa memberitahukan masalah ini karena Ratu Yoo telah mempersiapkan segalanya. So mohon agar Wook bisa menyelamatkan Soo, hanya dia yang bisa melakukannya.

“aku akan menemukan buktinya.” Yakin Wook.

Dipenjara, Hae Soo tergeletak dengan penuh luka dan darah dibajunya. Matanya cukup kabur sebelum akhirnya dia menyadari kedatangan So. Dia mencoba untuk duduk “Sudah kuduga. Sudah kuduha kau tak akan mati.”

“Mana mungkin. Itu bukan apa – apa.”

Hae Soo menebak kalau So melakukan semua ini agar dia tak dicurigai. So mengelak, mana mungkin dia mau mengorbankan dirinya demi seorang gadis.

Batin Hae Soo makin gamang dengan pengorbanan. Kenapa mempertaruhkan nyawanya demi aku? So membuatnya semakin sulit mengabaikan.

So tersenyum kecil, jangan kabur. Hae Soo pandai sekali membuat masalah, kalau mereka berdua berhasil selamat maka mereka akan bertemu kembali. Hae Soo menyuruh So untuk menuruti kata – kata tabib. Obati dirinya dan jangan jalan – jalan. So tak perlu menjenguknya di penjara. Kau mengerti?

“Kau cerewet.” Rutuk So sedih. Ia bangkit dan memutuskan untuk meninggalkan penjara.
-oBAGIAN2o-

13 Responses to "SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 11 Bagian 1"

  1. Dengan langkah gontai ia seolah berusaha menyembunyikan kesedihannya. Wanita di hadapannya sangat tegar tp ia tak bisa berbuat apa apa saat itu. Maka ia memilih pergi. Terpatri dalam benaknya setelah ini ia akan lakukan apapun demi soo, orangnya...
    Begitulah matanya yg basah namun menatap tajam jalan di depannya berkata. It's wang so ><

    ReplyDelete
  2. Semangaaat...dramanya selalu gw tunggu tiap senin. Meskipun sad ending tapi ko gw kecanduan yaaa. Makasi sinopsisnya

    ReplyDelete
  3. Ahhhhhh cepet banget kak....
    Semangatttttt..
    Makinnn sukaaaa

    ReplyDelete
  4. Ahhhhhh cepet banget kak....
    Semangatttttt..
    Makinnn sukaaaa

    ReplyDelete
  5. Sepertinya Hae Soo sudah mulai jatuh cinta kepada wang so

    jadi gemes...gemes...gemes...

    ReplyDelete
  6. Semangaaat...dramanya selalu gw tunggu tiap senin. Meskipun sad ending tapi ko gw kecanduan yaaa. Makasi sinopsisnya

    ReplyDelete
  7. ga sabar nunggu senin depan .. siapa ya yang bakalan mengambil hatinya hae soo ya?

    ReplyDelete
  8. Can't wait bag. 2 nya.. ...
    Semangat 😘😘😘

    ReplyDelete
  9. semangat chingu...seru banget duh miris sama nasib hae soo sama wang so

    ReplyDelete
  10. Dulu pling benci senin krena kerjaan n laporan2 menumpuk bgd, tpi sekrng udah g krena da scarlet pengennya stiap hri tu hari senin heheheh

    ReplyDelete
  11. Dulu pling benci senin krena kerjaan n laporan2 menumpuk bgd, tpi sekrng udah g krena da scarlet pengennya stiap hri tu hari senin heheheh

    ReplyDelete
  12. berharap endingnya gk sepertinya c-drama,,
    sedih soalnya,, wang so harus berkorban trs😥😥😥

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^