SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 10 Bagian 2

SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 10 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: SBS

Secara mengejutkan, Dayang Oh mengajak Hae Soo untuk pergi bersamanya ke kampung halamannya. Kesehatannya semakin parah dan dia dianjurkan untuk keluar dari istana. Ia tahu hubungan antara Hae Soo dan Wook. Lebih baik untuk menghindarinya.

“Pangeran ke-8 memintaku untuk menikah dengannya, dan aku juga ingin mengiyakannya.”



Dayang Oh menyuruh Hae Soo mempertimbangkan perasaan Pangeran ke-4. Memangnya dia pikir bisa bertahan hidup diantara dua pangeran. Jika salah satu diantara mereka berubah maka hidup Hae Soo dalam bahaya.


Hae Soo yakin kalau Pangeran ke-8 berbeda. Dia tak akan berubah.


Tidak bagi Dayang Oh, istana adalah tempat dimana siapa saja bisa berpaling. Seperti kisahnya, ketika Raja ingin menikahinya namun dia ingin lebih mementingkan tahta. Dia melupakannya yang berstatus sebagai putri rendahan dari penjual tanaman herbal di kampung.

Meskipun begitu, Dayang Oh ingin tetap berada disampingnya dan rela menjadi seorang dayang. Membuat teh, mencuci rambutnya, memakaikan baju dan memanggil sang mantan kekasih dengan sebutan Yang Mulia. Bahkan dia harus memandikan wanita yang menjadi istrinya.


Dayang Oh meraih tangan Hae Soo. Memintanya mempertimbangkan kembali keputusannya dan melihat hal disekitarnya. Dia bisa mendapatkan bahaya. Hae Soo masih yakin kalau ia bisa bahagia bersama Wook asalkan dia tak serakah mengejar tahta.

Dayang Oh tak bisa berkata – kata lagi mendengarkan keputusan Hae Soo.


Hae Soo melihat jepit rambut pemberian So dengan ragu.
-oOo-


Ketika So keluar dari kamar dengan lesu, So sudah menantinya. Menanyakan kabarnya dan menyuruhnya untuk beristirahat hari ini. Dia yang akan memberitahukan Dayang Oh. So pun berniat pergi.

“Yang Mulia.” Panggil Hae Soo “Masuklah ke dalam ruang berhias. Aku akan membantumu.”


Dalam benar Hae Soo berbicara kalau dia tak membenci So maupun takut padanya. Dia hanya mengkhawatirkannya saja.

Hae Soo mulai membahas mengenai seseorang yang menerima bantuan di masa yang sulit. Ia yakin kalau mereka akan menghargai orang yang telah membantunya. Dia percaya orang itu ada dipihaknya dan menganggapnya sebagai teman. Persahabatan dan cinta adalah dua bentu kasih sayang, tapi keduanya berbeda. Dia pikir So tak bisa membedakan dua perasaan itu. Karena itulah, dia khawatir.


So memegang tangan Hae Soo. Dia malah lebih mengkhawatirkan Hae Soo. So bukan tipe orang yang menerima kasih sayang semacam itu. Entah persahabatan atau cinta, keduanya sama saja.

Dia menatap Hae Soo dalam. Ia sadar kalau Hae Soo ingin menjauhinya tapi itu tak akan mempan.


So menarik pinggang Hae Soo, tak ada jarak lagi diantara mereka “Aku bilang kau harus siap.” Ujar So mendekatkan wajahnya.


Hae Soo cepat – cepat menunduk dan menutup bibirnya dengan tangan.


So tersenyum melihat ekspresi polos Hae Soo. Jangan khawatir, dia tak akan melakukannya tanpa izin Hae Soo lagi.

Hae Soo melepaskan tangannya yang membekap bibir. Sekali lagi So tersenyum memperhatikan tingkahnya.


Ketika sedang dalam perjalanan, Jung melihat Hae Soo dari kejauhan. Ia bergegas menghampirinya. Hae Soo sontak bermain.. Cham! Cham! Cham! Jung bisa menebak gerakan tangan Hae Soo dan tak terkecoh.

“Cham Cham Cham!” seru Hae Soo lagi.

Jung akhirnya kalah dan Hae Soo berniat menggetak dahinya. Niatan Hae Soo urung, dia bisa ditangkap karena telah memukul seorang pangeran. Jung menanyakan kabar Hae Soo, apa dia baik – baik saja setelah dibawa pergi oleh So Hyungnim?

Tentu saja. Toh Hae Soo cuma dibawa pergi untuk mencari udara segar. Dia sangat menikmatinya.


Jung mengaku tak terlalu suka dengan So yang bertindak sesuka hatinya. Hae Soo memintanya untuk sedikit memahami So. So tidak mendapatkan kasih sayang yang berlimpah. Dia tak dekat dengan keluarganya dan jarang menerima perlakuan baik dari orang lain.

Semua butuh usaha, lagipula Jung merasa kalau kehadiran So di istana sudah membuat perlakuan Ibu dan Yo berubah.

“Kau tidak menyalahkan Pangeran ke-4 karena hal itu, kan?”


Tidak juga. Malah dengan adanya So telah membuatnya tahu tentang masalah yang disebabkan oleh kakak serta ibunya. Jung kemudian berkata kalau dia rindu dengan masa lalu. Dimana Hae Soo tinggal dirumah Wook dan sangat cantik ketika tersenyum.


Hae Soo tersenyum “Aku juga sering berpikir seperti itu. Aku juga ingin kembali ke masa itu.”


Wook benar – benar ingin merealisasikan ucapannya. Dia memberitahukan Ratu Hwangbo kalau dia ingin menikah dengan Hae Soo pada Festival Double Yang. Dia akan meminta izin pada Raja dan tinggal di Hwangju bersama Hae Soo. Wook tahu kalau keluarganya menaruh banyak harapan agar ia bisa menjadi Raja tapi politik telah membuatnya muak. Dia hanya ingin sebuah kehidupan yang tenang.


Yeon Hwa tidak setuju sama sekali. Wook telah mengesampingkan dia dan ibunya, lalu bagaimana nasib mereka? Siapa yang akan melindungi Keluarga Hwangbo?

Wook meyakinkan kalau ada cara lain selain menjadi Raja. Percayalah padaku!




Ratu Hwangbo membiarkan Wook untuk melakukan apa yang diinginkannya. Namun tak akan mudah untuk mendapatkan semua itu. Wook senang, Hae Soo juga pasti akan sangat berterimakasih padanya.


Yeon Hwa panik dan meminta Ibunya melarang keputusan Wook. Ratu Hwangbo rupanya benar – benar merestui hubungan mereka. Dia saja sudah muak dengan perebutan tahta apalagi Wook. Ia yakin beban Wook begitu besar jadi biarkan saja dia.

Yeon Hwa mengingatkan kejadian dimasa lalu, saat Ratu Hwangbo dituduh menggugurkan kandungan dayang istana yang di cintai Raja dan dia diasingkan. Semua pun tahu kalau Ratu Yoo yang telah melakukannya. Tak seorang pun mau membantu mereka. Dia yakin selir lain akan menyerang mereka kalau mereka tak bisa merebut tahta.

“Aku juga ingin kembali ke masa itu. Negeri ini juga sudah berbeda. Jangan panik dan gegabah.”


Habis sudah kesabaran Yeon Hwa, dia memutuskan untuk keluar dari perlindungan Ibunya mulai sekarang. Dia tak mau lagi menjadi adik seorang Raja. Dia sendiri yang akan menjadi dewa diatas Raja.

Yeon Hwa pun pergi setelah mengucapkan kata – katanya.


Ratu Hwangbo tampak khawatir dengan apa yang akan dilakukan oleh putrinya.


Tak lama kemudian, Yeon Hwa berkunjung menemui Ratu Yoo. Dia langsung menawarkan untuk menceritakan sebuah kisah menarik padanya. Ratu Yoo menerima tawaran itu dengan senang hati kalau memang Yeon Hwa ingin bercerita.



Baek Ah mendengar rumor kalau ada penari hebat. Dia ingin memastikannya karena tak ada penari hebat kalau bukan dia yang mengatakannya. Baek Ah pun memperhatikan segerombolan wanita yang berlatih tari pedang.

Dia langsung tertarik pada salah seorang diantara mereka, siapa lagi kalau bukan Woo Hee.


Setelah acara latihan selesai, Baek Ah masih terus memperhatikannya sampai Woo Hee sadar akan kehadirannya. Dia menuduh Baek Ah telah mengikutinya. Baek Ah tentu tak mau dituduh, dia kesini hanya untuk memainkan musik untuk para penari. Buat apa juga dia mengikutinya?

Baek Ah juga tak menyangka Woo Hee adalah seorang gisaeng. Dari cara bicaranya sudah seperti bangsawan saja.



“Entah kau musisi atau pelukis kerajaan, fokuslah saja pada pekerjaanmu. Jangan mengkritik status orang lain, itu kebiasaan buruk.” ketus Woo Hee.

Baiklah. Baek Ah sudah bertemu dengannya sebanyak tiga kali, dia ingin tahu siapa namanya.

“Bok Soon.”

“Hei, Woo Hee! Kita harus masuk ke ruangan kita sekarang.” Seru temannya.

Woo Hee tertangkap basah berbohong, dia pun langsung ngacir meninggalkan Baek Ah. Baek Ah tersenyum geli melihat tingkahnya.


Ratu Yoo tengah membuat rencana untuk bisa menghilangkan kepercayaan Raja pada Pangeran ke-4. Park Young Gyu menyarankan agar Ratu Yoo untuk sementara berpura – pura mendukungnya saja.

Won mengatakan kalau Paman dari Putra Mahkota tengah dililit hutang. Dia akan memberikan dokumennya pada So agar saat terungkap, Putra Mahkota akan mencurigainya.

“Yo sedang berada di Seokyeong bersama dengan Wang Shik Ryeom. Semuanya sempurna. Kalau begitu, aku harus melakukan bagian tugasku sekarang.” Ucap Ratu Yoo.


Baek Ah sudah kembali ke istana. Dia bertanya – tanya kenapa Putra Mahkota mengunjungi keluarga ibunya? So rasa dia memiliki urusan dan meminta Baek Ah untuk tidak menanyakan hal itu.

Baek Ah lalu bertanya mengenai So yang kabarnya membawa Hae Soo keluar istana. Dia memperingatkan bahwa Hae Soo adalah dayang istana. Jika So memperlakukannya seperti wanita biasa maka mereka dalam bahaya. Dia tak boleh membuat So semakin sulit.


Tak ada niatan untuk mempersulit Hae Soo. So hanya tak tahu bagaimana harus bersikap dan berhubungan baik dengan orang lain. Haruskah dia dikritik karena hal semacam itu?


Baek Ah baru sadar kalau ternyata So sangat memperhatikan Hae Soo. So menepuk pundaknya “Hanya kau dan Soo orang yang kupunya di dunia ini.”


Ji Mong tiba – tiba datang membawa kabar mengenai kegemparan di istana Cheondeokjeon. Keluarga Putra Mahkota menaikkan pajak sampai dua kali lipat. Banyak keluarga penguasa yang ingin memohon pada So untuk melengserkan Putra Mahkota dan menggantikan posisinya.



Para menteri kasak – kusuk dalam aula. Young Gyu berkata kalau mereka mendengar laporan bahwa Putra Mahkota ada disana ketika keluarganya menarik pajak. Moo tentu saja tak terima menerima tuduhan ini, dia sendiri baru mengetahuinya.

Tetap saja, Young Gyu menuduh kalau Moo telah lalai dalam mengawasi korupsi yang terjadi dalam anggota keluarganya.


“Kami ingin memprotes bahwa masa depan bangsa ini seharusnya tidak diberikan kepada tangan Putra Mahkota yang tak bermoral ini.” tuntut para Menteri.


Baiklah kalau mereka menginginkan hal itu, lalu siapa yang mereka anggap cocok untuk menggantikan posisi Putra Mahkota?


Park Sool Hee terkejut mendengar ucapan Raja. Apakah ini berarti dia ingin melengserkan Putra Mahkota?


Raja hanya ingin memberikan alternatif saja. Menurut mereka siapa Pangeran yang cocok kalau memang ingin menggantikan Moo. Salah seorang diantara mereka mengajukan Wang So.

Young Gyu setuju dengan saran itu. So telah diadopsi sehingga tak ada keluarga yang akan memanipulasinya. Dia memimpin ritual hujan dan telah menerima restu dari keluarga kerajaan dan rakyat seluruh negeri.

“Dialah menurut kami, yang paling cocok menjadi Putra Mahkota.” Seru mereka.


Moo berjalan dengan pikiran kosong melewati jalanan istana. Won menghampirinya dengan panik dan meminta maaf. Dia tak menyangka semuanya akan menjadi kacau seperti ini. Dia menceritakan masalah Keluarga Moo pada So. Dia pikir So adalah orang yang sangat memperdulikan Putra Mahkota, makannya dia menunjukkan catatan yang ditulis oleh pamannya.

“Maksudmu saudara ke-4 kita tahu semua tentang keluarga ibuku?”


Won membenarkan. Dengan pura - pura polos, dia mengaku tak menyangka semua ini akan berimbas pada kedudukan Putra Mahkota. Maafkan aku, hukum saja aku Hyungnim.


Moo diam tak merespon. Wajahnya tampak tegang menahan kesal.


Raja melakukan pertemuan dengan Moo, So dan Ji Mong. Dia memutuskan agar So bisa kembali ke shinju. Dia harus pergi setelah Festival Double Yang. So terkejut karena secara tiba – tiba dia dikirim pergi.



Alasan Raja karena beberapa faksi ingin menunjuknya sebagai Putra Mahkota. Ratu Yoo –lah yang ada dibalik semua ini. Dia memanfaatkan So untuk mendapatkan kekuasaan. So merasa tak adil, bahkan dia sendiri tak pernah berhubungan dengan mereka.

“Manusia bisa berubah-ubah dan menjadi licik.” Ucap Raja.


So ingat ucapan Ratu Yoo bahwa dia hanya dijadikan sebagai tameng oleh Raja. So jadi semakin kesal saja, merasa kalau rasa kesetiannya tak dianggap sama sekali. Raja mengaku kalau dia ingin So tetap berada diistana. Tapi mau bagaimana lagi, tunas harus dipotong sebelum menjadi besar. Begitulah cara kerja istana.


So mencoba menatap Moo. Moo sudah salah paham lebih dulu, dia memalingkan wajahnya tak mau membela So.


Seorang dayang istana menemui dayang damiwon. Dia memberikan botol secara sembunyi – sembunyi “Harus anak itu yang menyajikan minuman ini.”

Dayang Damiwon pun mengiyakan tugas itu.


Dayang istana langsung menemui seorang wanita bertudung. Wanita bertudung itu tak lain adalah Yeon Hwa. Yeon Hwa menekankan bahwa Ratu Yoo tak boleh tahu kalau dia telah memerintahkan hal ini.



Seorang dayang membisikkan sesuatu pada Ratu Yoo dan tepat saat itu pula So datang. Dia dengan kesal mencecarnya Ratu Yoo, apa belum puas dia membuatnya menderita? Kapan dia akan berhenti mengganggunya?

Ratu Yoo dengan santai mengklaim bahwa dirinya hanya ingin mewujudkan keinginan So saja. Dia menginginkan tahta, kan? Kalau semua berjalan sesuai rencana, tahta itu akan menjadi milik So.



So menyuruh ibunya berhenti mengklaim semua ini demi dirinya. Rencananya tidak akan berjalan sesuai lancar. Ratu Yoo memberitahukan rencananya yang akan meracuni Putra Mahkota saat Festival Doubel Yang. So tak akan bisa menghentikannya.

So mengancam akan memberitahukan rencananya.

Seolah menantang, Ratu Yoo bertanya bagaimana rencana So untuk membeberkan semua itu? Mereka akan mengira kalau So yang telah melakukannya.

“Jika itu yang harus kulakukan, maka aku harus melakukannya.”
  
Baiklah kalau memang So beranggapan demikian, tapi Ratu Yoo bisa saja mengklaim semua ini dengan alasan ingin menjadikan So sebagai Raja. Mereka tinggal memfitnah dan membunuh Putra Mahkota kemudian mengajukan permohonan pengangkatan So. Begitulah caranya kehidupan dalam istana. Semuanya berjalan sesuai rencana jika semua orang menggigit ekor sesamanya.



Ratu Yoo mempersilahkan So melaporkannya tapi dia sendiri yang akan menerima hukuman gantung. So yakin kalau rencana Ratu Yoo tidak akan berjalan lancar.

“Raja telah mengusirmu. Apa kau masih tidak mengerti? Seorang dayang rendahan yang menyajikan teh akan mati, begitu juga Putra Mahkota Moo. Lalu kau akan memiliki segalanya.”

So yang berniat pergi tampak gamang. Dia menoleh “Ibu, mana mungkin aku mempercayaimu?”



Ji Mong memperhatikan langit malam. Dia melihat bintang Putra Mahkota meredup tapi ada satu bintang lain yang tampak berkedip dengan terangnya. Siapa?
-oOo-


Woo Hee melakukan pertemuan dengan Young Gyu dan meminta informasi tanggal kudetanya. Dia ingin mengungkapkan kejahatan Wang Geon. Young Gyu tak bisa memastikannya, disini Goryeo. Mereka tak bisa menentukan momen yang pas.

Woo Hee mengancam akan membeberkan kejahatan Young Gyu pada rakyat Hubaekje kalau sampai dia mempermainkannya. Dia tak yakin hidupnya akan bertahan berapa lama setelah dia membeberkan semuanya.


Young Gyu mendesak Woo Hee yang berniat melukainya dengan pisau. Baek Ah datang tepat saat itu. Woo Hee menyadari kehadirannya dan langsung pura – pura dilecehkan oleh Young Gyu.

Baek Ah buru – buru bersembunyi saat melihat baju yang ia kenakan.

Young Gyu sadar akan maksud sandiwara Woo Hee dan bergegas meninggalkannya.

Selintas Young Gyu bisa melihat Baek Ah yang memunggunginya dan membawa alat musik. Ia memperhatikan ukiran yang terdapat pada alat musiknya. Setelah Young Gyu pergi, Baek Ah bertanya – tanya “kenapa dia ada disini?”


“Apa kau baik – baik saja?” tanya Baek Ah.

Woo Hee mengejek sikap pengecut Baek Ah. Saat Woo Hee berniat pergi, Baek Ah menunjukkan gantungan baju merah yang ia temukan. Dia tahu kalau gantungan baju itu milik Woo Hee.
-oOo-


Wook berkunjung ke makam Nyonya Hae. Dia selamanya tak akan melupakan hutang budinya pada Nyonya Hae. Dia akan menepati janjinya untuk mencintai Hae Soo. Tolong jagalah kami..


Diistana, Keluarga Kerajaan tengah berkumpul dan melakukan permainan. Mereka mengocok dadunya dan nama Baek Ah terpilih. Dia dipersilahkan memilih salah satu diantara mereka untuk minum bersama. Semua orang buang muka dengan malas dan akhirnya Baek Ah menjatuhkan pilihan pada Jung.

Jung males banget harus minum teh sambil bersilang tangan bareng pria. Mereka semua menertawakan keduanya.


Selanjutnya mereka sambung puisi dan saling melengkapi sambil menenggak segelas alkohol. Mereka saling tambah dengan lancar sampai akhirnya Baek Ah menunjuk Jung untuk melengkapinya. Ratu Yoo menantikan jawaban putranya dengan penuh harap.

Tapi nyatanya Jung tidak bisa menjawab dan Won melengkapinya “Jika ada kelopak bunga dalam minumanmu, itu artinya makananmu akan tetap segar. Itu puisi yang ditulis oleh Zhong Hui tentang bunga krisan.”


Raja memuji Won dan menyuruh Jung untuk lebih giat pada belajarnya meskipun dia lebih menyukai beladiri.


Moo ingin meminum gelas alkoholnya tapi berulang kali tak jadi. Ratu Yoo bertanya apakah ada sesuatu yang terjadi? Moo tak apa – apa, dia hanya sedang tak ingin minum alkohol. Raja menyarankan agar Moo minum teh krisan saja, itu baik untuk kesehatannya.


Hae Soo bertugas untuk membagikan makan siang para dayang. Dayang suruhan mendekatinya untuk meminta bantuan, Putra Mahkota minta dilayani teh krisan. Dia tak bisa melakukannya karena sedang tak enak badan. Hae Su meminta maaf soalnya dia dilarang melayani para Pangeran saat ini.


Dayang itu akal – akalan dengan menjatuhkan teko dan pura – pura lemas. Hae Su panik melihat rekannya seperti itu.


Dijalan, Eun terus mengomel karena Soon Duk berdandan sangat lama sehingga mereka harus terlambat. Soon Duk membalas omelan Eun dengan menatapnya. Eun tambah kesal karena mengira Soon Duk menyalahkannya karena dia sudah bangun kesiangan.


Hae Soo berpapasan dengan keduanya, dia langsung memberikan salam untuk Eun. Eun masih jengkel dengan Hae Soo dan berniat mengabaikan salamnya. Soon Duk memperingatkan kalau Eun mengabaikan salamnya, maka Hae Soo harus berdiri terus seperti itu.

Eun tak tega dan meminta Hae Soo mengangkat kepalanya. Tapi dia harus berbalik karena ia tak mau melihat wajahnya. Mulai sekarang, dia harus berbalik kalau mereka bertemu.

Eun ingin kembali ke kediamannya saja. Terserah Soon Duk mau ikut dia atau tidak?


Hae Soo diam dengan kecewa, Eun yang ia anggap sahabat telah berubah sikap padanya. Soon Duk dengan sebal bertanya kenapa Hae Soo tak menjadi istri kedua Eun saja?

“Kau cukup menyukainya sampai kau mengkhawatirkannya. Jagalah dia. Pastikan dia tidak buat kegaduhan dalam Istana. Dia orang yang mudah dipengaruhi, jangan biarkan dia dekat-dekat dengan sembarang orang.”


Mendengar wejangan Hae Soo malah membuat Soon Duk kesal, dia memutuskan untuk kembali bersama Eun “Aku istrinya sekarang! Kau tidak perlu khawatir soal itu.” rutuknya dan berjalan pergi sambil menyincing roknya dengan kesulitan.


Sebelum masuk ke tempat pertemuan para Pangeran, teh yang dibawa Hae Soo diuji lebih dulu menggunakan perak.



So membulatkan tekadnya untuk mengatakan sesuatu. Dia pun berdiri dan meminta izin untuk mengatakan sesuatu. Putra Mahkota mempersilahkannya.

“Sebenarnya...” ucapan So tergantung ketika ia melihat Hae Soo berjalan membawa nampan berisi teh krisan. Dia kemudian menghidangkan teh itu untuk Moo. Moo meminta So untuk melanjutkan ucapannya.



“Aku telah menyebabkanmu berada dalam masalah baru-baru ini. Sebagai saudaramu, aku ingin meminum tiga tuangan minuman darimu untuk memperkuat persaudaraan diantara mereka.”

Ucapan So membuat Ratu Yoo dan Yeon Hwa terkesiap.


Hae Soo memberikan satu cangkir untuk So namun dengan sengaja So menjatuhkannya. Dia mengaku tangannya berminyak karena habis makan serabi makannya gelas itu bisa terjatuh.

Moo memerintahkan Hae Soo memberikan teh selanjutnya untuk So.

So menenggak teh itu ragu. Pertama, So meminum teh ini untuk umur panjang Putra Mahkota. Cangkir kedua, So mempersembahkannya demi keberhasilan Moo di medan perang.

Ketika menerima cangkit ke tiga, tangan Soo sudah bergetar. So melirik ke arah Ratu Yoo, dia sadar kalau racunnya terdapat pada teh krisan, bukan pada cangkirnya. So kemudian menatap Hae Soo, batinnya berkata “Aku meminum racun yang kautuangkan.”

Cangkir terakhir, sebagai tanda persahabatan mereka tak akan berakhir meskipun banyak yang ingin memisahkan mereka.


Hae Soo permisi pergi, dia akan mengambil teh selanjutnya karena tehnya sudah habis.

So masih memperhatikan kepergian Hae Soo yang terus menunduk dihadapannya. Moo menerima ketulusan So dan meminta Raja untuk tak membiarkannya kembali ke Shinju.


So menahan tangannya yang gemetaran. Dia meminta izin pada Raja untuk kebelakang sebentar. So bergegas berbalik dan perlahan penglihatannya mulai buram dan mulutnya sudah hampir memuntahkan darah.

13 Responses to "SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 10 Bagian 2"

  1. Ya ampunnnn makin seru,, mski sdh ntn versi china tetap berasa beda sama versi korea..semoga aja ending nya ga kya versi china nya..mksh mba sinopsisnya
    Fighting!!!!

    ReplyDelete
  2. kasian wang so,, tega amat ibu sama bapaknya ,, huhuhu,,
    woohee,, gisaeng yg elegan,, krn pakaiannya gk kyk gisaeng kebanyakan,,
    selain krn para cogan2 dan IU,, suka ma drama ini krn ada Seohyun SNSD (I'm SONE)😊😊😊
    gomawo yaa author puji saeng,,
    SEMANGAT trs,,

    ReplyDelete
  3. Omg..q sedih bgt liat So mnum teh beracunnya 😒..demi menyelamat kn putra mahkota..jahat bgt sih ratu yo..dy manfaatin So utk mnyingkirkn putra mahkota..dy g ksihan ap anknya mnum racun..😒makin seru dan ga sbar pngen bca episode 11..fighting eonni nulis sinop nya..gamsahamida..😊

    ReplyDelete
  4. Ahhhhhh wanggg soooo...
    Makin seruuuh
    Suka sukaaaa

    ReplyDelete
  5. wahh makinn seruu ,gimana ya nnti hae so bisa dihukum gara" racun ituu,ahhhh si yeon hwa jahattt bangett siii

    ReplyDelete
  6. serba salah deh jadi hae so baik salah gak baik makin salah

    ReplyDelete
  7. Penasaran ma episod selanjut nya.
    Semangat terus ya Min.
    Chayo,,Fighting...Ok��

    ReplyDelete
  8. aaahhhhh penasaran episode 11 😧😧😧

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^