SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 10 Bagian 1

SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 10 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: SBS

So melepaskan ciumannya dan melihat tangan Hae Soo bergetar ketakutan. Ia melangkahkan kakinya mundur. Tapi kemudian menarik Hae Soo untuk ikut pergi bersamanya.


Jung berniat kabur melewati pagar istana. Ia melihat So dan Hae Soo berkuda saat hari gelap “Apa yang terjadi?”


Jung melaporkan temuannya pada Wook. Wook jelas tak percaya begitu saja, mungkin dia salah lihat. Bagaimana bisa Hae Soo pergi meninggalkan istana? Jung yakin kok, masa dia tak bisa mengenali Hae Soo. Ia sudah mengkonfirmasi pada penjaga gerbang juga.

Wook marah “Bagaimana bisa seorang dayang meninggalkan istana?”

Jung pikir So tak akan perduli masalah seperti itu. Mungkin dia membawanya dengan paksa, kalau mereka sampai ketahuan maka Hae Soo bisa dihukum mati. Mereka harus menemukannya.


Wook memerintahkan Jung untuk tinggal di istana. Dia yang akan mencari mereka. Tak akan baik untuk Jung keluar tengah malam. Jung menolak saran itu, dia tak akan bisa membayangkan kalau Hae Soo sampai tertangkap keluar istana. Dia akan ikut mencarinya.
Baiklah. Wook mengerti, ia meminta maaf telah karena berfikir Jung masih anak kecil. Aku percaya padamu.


Jung tersenyum kecil mendengar ucapan Wook yang mempercayainya.


So membawa Hae Soo ke tepian pantai dan memandangi deburan ombak. Terdengar kalau Hae Soo mengatakan bahwa mereka tak akan selamat. So menawarkan untuk kabur. Kalau Hae Soo mau maka dia bersedia melakukannya.



Meskipun harus meninggalkan Songak, So sudah berniat akan membawa Hae Soo ketempat ini. Dia selalu dipaksa untuk pergi tapi ia sendiri tak tahu kenapa dia harus pergi “Aku tidak pernah membawa kemalangan. Aku tidak membunuh hewan untuk bersenang – senang. Aku tidak menggunakan pedangku pada orang lain dengan sembarangan. Lalu, kenapa aku harus tetap pergi?”


Dalam batin Hae Soo, dia meyakinkan kalau semua ini cuma halusinasi. Dia harus berhenti dari kepanikannya dan jangan membiarkan So sampai murka.

“Meskipun hidup jauh dari istana disuatu tempat, hiduplah tanpa melakukan hal yang salah atau melakukan pertumpahan darah dan hiduplah dengan tersenyum.”
“Aku akan melakukannya jika kau bersamaku.”

Hae Soo menolak. Dia adalah dayang yang harus tinggal dalam istana. Kalau begitu, So juga tak akan pergi kemana – mana.



Hae Soo menambahkan kalau ia juga memiliki pria lain yang ia cintai. So menebak, Baek Ah?

“Bukan.”

Kalau bukan Baek Ah, maka bukan masalah untuk So. Dia mungkin membunuhnya kalau memang itu pria lain selain Baek Ah. Hae Soo sempat terkejut mendengar ucapan So.
“Ketika aku mengatakan kalau kau adalah orangku saat Yeon Hwa memukulimu. Aku selalu menganggapmu sebagai orangku sejak hari itu. Kau melihatku sebagaimana adanya aku. Tak butuh penjelasan atau alasan. Kau bilang kau takut padaku? Aku tak mempercayaimu.”


Hae Soo adalah satu – satunya wanita kepercayaan untuk So. Dia tak akan minta maaf karena telah mencium Hae Soo ataupun membawanya kemari. Juga mengancamnya untuk tak memiliki perasaan pada pria lain, aku sama sekali tak akan minta maaf.



Sudah lama So ingin memberikan hal semacam ini, ia menunjukkan sebuah jepit rambut untuk Hae Soo. Hae Soo bimbang dan berkata kalau ia ingin membantu So tapi dia sama sekali tak pernah meminta hatinya.

So tersenyum “Kalau begitu, cobalah kau kabur dariku.”

Ia meletakkan jepit rambut itu ke tangan Hae Soo. Hae Soo boleh membuangnya kalau dia tidak mengingikannya.


Dalam perjalanan pulang, Soo masih terus tertunduk tak sedangkan So malah senyum – senyum terus.



Keduanya berpapasan dengan Jung dan Wook. Hae Soo terkejut karena mengira istana mengetahui dia dan So pergi. Jung meminta Hae Soo untuk bergegas kembali, sekarang hanya mereka yang tahu. Tapi mungkin sebentar lagi akan ada yang mengetahuinya.

Wook berjalan menghampiri mereka tanpa sepatah kata pun. Tatapannya lurus terarah pada Hae Soo yang kini berada diatas kuda bersama So.



Jung berniat membantu Hae Soo turun dari kuda. So menghalanginya, dia yang telah membawanya keluar maka ia yang akan membawanya kembali.

Wook tidak setuju, kalau mereka melihat Hae Soo bersama So maka mereka akan mulai bergosip. Ini akan menjadi masalah yang besar. So pikir Raja telah memberikan Hae Soo padanya jadi dia yang berhak bertanggung jawab.

“Memberikannya padamu?” tanya Wook tak suka. Suasana menjadi semakin tegang diantara mereka.


Hae Soo mencoba memecahkannya dengan berkata kalau dia akan kembali bersama Pangeran ke-4. Jangan khawatir dan kembalilah. Dia sudah bilang akan bertanggung jawab.

“Kau akan kembali bersamanya?” tanya Wook.

Hae Soo membenarkan. So cukup senang dengan keputusan Hae Soo, ia menunjukkan senyum kecilnya. Wook memperingatkan agar So menepati kata – katanya dan jangan sampai membuat Hae Soo terluka.

“Aku juga tak mau (dia terluka).” Jawab So mulai memacu kudanya.
Jung tetaplah khawatir, tak ada jaminan kalau So akan membawa Hae Soo kembali ke istana. Wook menatap tajam ke arah kepergian Soo “aku tak akan membiarkannya lepas kalau dia tak menepati ucapannya. Ini terakhir kalinya aku mengirim Hae Soo seperti ini.”

Dayang Oh telah menanti kepulangan Hae Soo di Damiwon. Hae Soo bergegas menghampirinya dengan takut dan mencoba memberikan alasan. So buru – buru mengatakan kalau dia yang telah membawanya keluar dengan tiba – tiba. Jangan salahkan dia.

“Apa anda mengatakan kalau anda membawanya keluar?”

So beralasan kalau ia menerima tugas dari Raja dan meminta bantuan dari Hae Soo. Tetap saja, membawa Dayang keluar sudah melanggar hukum. Dayang Oh meminta So untuk segera meninggalkan Damiwon, kalau ada yang melihat akan semakin ruwet untuk menjelaskannya.

“Aku akan mempercayakannya padamu, Dayang Oh.” Ucap So.
Dayang Oh langsung menceramahi Hae Soo, tindakah kecilnya telah berpengaruh besar pada perasaan Pangeran ke-4. Itulah kenapa dia mengatakan kalau Hae Soo tak cocok berada diistana. Dia menunjukkan kebaikan dengan sangat mudah pada semua orang. Satu – satunya cara bertahan adalah dengan bersikap seolah berjalan diatas es yang tipis.


Hae Soo bingung. Ia bertanya dengan lemah “Apa yang harus aku lakukan?”

Dayang Oh menyarankan agar Hae Soo menunggu sampai perasaan Pangeran Ke – 4 lebih tenang.



Yo berlatih memanah dan berulang kali tepat mengenai sasaran. Wook bergabung bersamanya namun sayang sekali tembakannya melenceng jauh. Yo berkomentar kalau tembakan Wook melenceng, sekarang dia bisa melihat semuanya.

“Aku butuh hari semacam ini agar kemampuan memanahku meningkat.”

Yo berkata kalau dia sering membayangkan seseorang yang menjadi pahlawan selain dirinya. Jika dia membayangkan panah ini melesat mengenai jantung seseorang yang telah menyingkirkannya dari kursi ini maka dia tak akan melenceng.



TAP! Tepat sasaran lagi!

Wook menarik busurnya “Aku tak pernah menembakkan panah dengan memikirkan siapapun.”

Tap! Dan tembakan Wook melenceng lagi. Yo menambahkan kalau seseorang yang tak punya tujuan jelas akan mudah disingkirkan. Dia akan meninggalkan Songak, Raja telah mengirimnya untuk mati tapi dia akan kembali.

“Kau akan kembali dengan selamat.” Ujar Wook.


Selama pergi dari Songak, Yo akan berfikir siapa yang menyenangkan untuk dijadikan target. Dia yakin kalau dirinya dan Wook punya sesuatu yang saling mereka setujui.



Wook sekali lagi mencoba menembakkan panahnya ketika Yo pergi. Ia menajamkan matanya dan panahnya mengenai sasaran dengan tepat.


Rombongan Yo berpapasan dengan Yeon Hwa. Dia berjalan tanpa memperdulikannya namun kemudian terhenti. Dia bilang akan segera kembali. Ia menyuruh Yeon Hwa untuk memperhitungkannya dengan benar.

Yeon Hwa tersenyum “Aku akan menunggumu kembali dengan selamat.”


Wook dan Hae Soo duduk berdampingan, keduanya diam tak mengucapkan sepatah katapun. Sampai akhirnya Hae Soo memecahkan keheningan, ia mengira Wook pasti marah dengannya. Dia cuma melihat matahari terbit sebentar saja kok. Ia memilih kembali bersama Pangeran ke-4 karena takut membuat masalah untuk Wook.



Wook tak marah, dia cuma khawatir kehilangan Hae Soo. Dia akan mendapatkan izin Raja untuk menikahinya.

“Menikah?”

Ketika Hae Soo menghilang dan akan menikah dengan Raja. Wook begitu khawatir dan tak tahu harus bagaimana kalau dia harus kehilangannya sekali lagi. Dia tak mau melakukan kesalahan yang lagi. “Seperti kata Myung Hee, aku tak pernah tidur dengan lelap. Ekspektasi mereka padaku terlalu berat dan membuatku khawatir dengan masa depan.  Ketika tidur nyaman seperti sebuah kejahatan untukku. Untuk seseorang sepertiku, seseorang telah membawa tawaku kembali. Itu adalah kau.”

Wook ingin meninggalkan Istana dan tinggal bahagia di Hwangju bersama Hae Soo. Hae Soo, maukah kau menjadi istriku?



Dalam hatinya, Hae Soo meyakinkan kalau Wook tak akan berubah. Dia tak akan melukainya, dia akan bahagia jika tinggal bersamanya. Kalau Gwangjong membunuhnya..

Wook memperhatikan Soo yang terus diam. Ia bertanya apakah Hae Soo tak lagi ingin bersamanya?

“Bukan begitu.”

“Lalu, kau tak percaya dengan janjiku?”

“Bukan.”



Wook memegang pipi Hae Soo agar bisa menatap manik matanya dengan lebih jelas. Dia meminta sebuah jawaban, maukah kau menikah denganku?


Yah, pembicaraan diantara dua manusia ini terputus karena Dayang Oh datang. Dia tahu sekarang siapa yang telah mengintip para pangeran yang sedang berendam. Itu adalah Hae Soo!

Wook akan memberikan penjelasan.

“Kalau sampai pertemuan kalian terungkap, kau pikir siapa yang akan dibunuh lebih dulu? Tempat ini akan segera ditutup. Siapa yang kedapatan memiliki hubungan dengan dayang akan dihukum berat tergantung pada statusnya. Tolong diingat.” Jelas Dayang Oh.

Dayang Oh mengajak Hae Soo untuk bergegas pergi.

5 Responses to "SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 10 Bagian 1"

  1. Wah wah...seperti baek ah yg nyaman dg so, kayaknya jung jg nyaman dengan wook. Mereka bisa jadi partner setelah ini.
    Dan ttg perkataan so yg selalu dipaksa pergi itu sambil memandang ombak di depannya jd kayak analogi. Ombak mewakili orang orang yg memaksanya utk pergi dan dia sebagai pasirnya yg ditarik tarik utk menjauh dari daratan. Tp ga ding, itu pantai berbatu lol
    Wook ini ngeliatnya kayak yeong, dia mungkin menyembunyikan kemampuannya di depan yo biar bisa menyerang tanpa diwaspadai. Lah itu tepat bener panahnya nyampe tengah kalo ga punya skill.

    ReplyDelete
  2. Aku salpok sama scene jong hyun pas manah,, keinget sama dia pas jadi tamu di running man,,,

    ReplyDelete
  3. Knp Hae Soo g jwb pertanyaan Wook dg jawaban ya aja sich

    ReplyDelete
  4. nice kak. Tapi kok sedikit lama postingnya ya? maaf ini lho... tapi rasa penasaran yang sangat amat besar selalu membuat saya ketar-ketir sama jalan ceritanya. Gomawo...

    ReplyDelete
  5. Aaa,,baper banget ni,,manaa mestii nunggu dari minggu ke minggu ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚pnsran ending ny ,,huhu,,mksh mbaa,,lanjuut ya sinopsis nya

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^