SINOPSIS Prince of Wolf Episode 4 Bagian 2

SINOPSIS Prince of Wolf Episode 4 Bagian 2
Sumber gambar dan konten:  SET Metro, TTV Main Channel

Hua Wei mengajak Mi Mi dan Ze Ming untuk melihat produk unggulan dari perusahaannya. Perusahaan ini menghasilkan banyak peralatan olah raga yang telah diakui keunggulannya. Dan sekarang Mi Mi mendapatkan tugas untuk membuat iklan untuk produk – produk mereka.

Mi Mi memegang sebuah raket tenis, Ze Ming memperhatikan benda asing itu dengan penasaran. Mi Mi memberikan raket itu dan Ze Ming pun bergegas mengayunkannya dengan senang. Hua Wei bertanya apakah Ze Ming tahu cara menggunkannya?

Ze Ming menggeleng.

“Kalau aku punya waktu, aku akan mengajarimu. Aku tak akan kalah darimu.”

“Baiklah, ayo bertanding. Aku juga tak akan kalah.” Ucap Ze Ming tersenyum.

Mi Mi senang melihat mereka berdua sudah sedikit lebih akrab.

Ze Ming tertarik pada skateboard yang dipajang disana. Hua Wei mengatakan kalau dia akan mengirimkan satu kalau memang Ze Ming suka. Mi Mi agak sungkan, apa tak apa – apa?

“Tak apa – apa. Ze Ming adalah temanmu yang berarti temanku juga.” Jawab Hua Wei membuat Mi Mi tersenyum lega.


Hua Wei kemudian meminta maaf pada Ze Ming karena telah salah paham saat di gunung. Sama hal –nya dengan Ze Ming, dia juga sudah salah paham saat insiden di jembatan kemarin. Hua Wei mengulurkan tangan dan Ze Ming pun menjabatnya. Mereka berdua sudah saling memaafkan.

-oOo-

Dalam perjalanan pulang, Mi Mi memberitahukan pada keluarganya bahwa kontrak mereka berjalan dengan lancar.

“Ayo guru! Semangat!” seru murid – murid. Ze Ming dan Mi Mi terhenti melihat seorang guru wanita kesulitan untuk mengambil balon yang tersangkut di pohon. Ze Ming berlari hingga membuat Mi Mi terkejut. Tanpa sengaja ponselnya tertubruk hingga jatuh.

Ze Ming memanjat pohon dengan gampangnya lalu memberikan balon itu pada pemiliknya. Mereka bersorak kagum melihat aksi Ze Ming.

Mi Mi memungut ponselnya yang terjatuh, wah. Ponselnya rusak parah.




Mi Mi melirik tajam ke arah Ze Ming saat anak – anak sudah pergi. Ia menunjukkan ponsel rusaknya. Ze Ming kebingungan, kenapa bisa begitu?

“Aku juga tak tahu.” ketus Mi Mi.

Ze Ming polos banget, terus bagaimana?

Mi Mi tak mempermasalahkan ini terlalu lama, toh memang ponselnya sudah ia pakai sangat lama. Dia akan beli yang baru saja. Ayo pergi!


Keduanya pun sudah memilih sampai dan memilih ponsel keluaran terbaru. Mi Mi mencoba kamera ponsel itu. Dia meledek Ze Ming yang tersenyum tanpa ekspresi. Ze Ming keheranan, kata siapa? Aku terlihat ganteng kok. Hahaha.

Mi Mi menawarkan Ze Ming untuk membeli ponsel juga. Ze Ming secara otomatis meminta dua ponsel warna biru dan pink.

Mi Mi berjalan meninggalkan toko sementara Ze Ming masih memainkan ponsel disana. Tak lama kemudian ponsel Mi Mi berdering, dia menerima pesan dari Ze Ming. [Aku akan menjagamu.]


Seketika senyum terulas diwajah Mi Mi, dia menghampiri Ze Ming. Apa kau mengirimkan pesan pertamamu padaku?

“Iya. Karena kau orang yang sangat penting untukku.” Jawab Ze Ming.

Keduanya bertatapan dengan penuh... cinta?

-oOo-

Malam harinya, Ze Ming menerima kiriman paket dari Hua Wei. Ia semangat membopong paket itu untuk dibuka. Tetangga Mi Mi yang gendut bertanya paket dari siapa? Ze Ming mengatakan kalau dia memperolehnya dari senior Mi Mi.

Tetangga itu menawarkan membuka paketnya. Ze Ming menatap ragu, dia tak mempercayainya. Hahaha. Ze Ming mulai bersikap waspada nih sekarang.

“Heh.. kalian berdua, waktunya makan malam.” Seru Zi Zi.

“Tapi aku sedang....”

“Makan dulu.” Sergah Zi Zi.


Saat makan, mereka bersulang untuk merayakan Ze Ming yan telah menerima pekerjaan pertamanya. Mama Tian menjelaskan bahwa Ze Ming telah menjadi dewasa sekarang. Jadi ketika ia menghadapi masalah dimasa mendatang, dia harus bisa menghadapinya. Tapi saat dia kesulitan, Keluarga Tian akan membantu dengan senang hati. Sama halnya dengan Mi Mi dan Zi Zi, Ze Ming sudah menjadi bagian dari keluarga mereka.

Ze Ming berterimakasih karena mereka sudah memperlakukannya seperti keluarga. Dia tak pernah berfikiran untuk mempunyai keluarga lagi sebelumnya.

Mi Mi tersenyum, dia mengajak mereka untuk segera makan dan mengakhiri obrolan ini. Mereka pun makan dengan senang dan Ze Ming tampak nyaman dengan suasana kebersamaan ini.

Seusai makan, Ze Ming berlatih untuk menaiki skateboard barunya. Dia awalnya kesulitan tapi berkat ingatan masa kecilnya saat dia berlatih keseimbangan dengan melewati kayu – kayu dihutan, Ze Ming mulai mempraktek –an teorinya itu. Wah, tak lama kemudian, ia sudah bisa bermain skateboard dengan lancar.

Mi Mi sampai terpukau dibuatnya.


Jiang Ping menghampiri Zi Zi dan berkata kalau Kakak Zi Zi sepertinya menatap Ze Ming dengan tatapan yang berbeda. Papa dan Mama Tian juga bisa melihat sorot mata cinta dari putri mereka.

Ze Ming tengah belajar dengan serius. Ibu dan Ayah Tian berbicara ditangga, mereka bertanya – tanya kalau seandainya punya menantu manusia serigala bagaimana? Ayah sih tak ada masalah asalkan hidup mereka bahagia. Keduanya yakin akan terjadi perebutan cinta antara Hao Wei dan Ze Ming.

Ayah rasa itu tak ada masalah kalau ada perkelahian antar pria.

“Apa kau pernah berkelahi dulu?”

“Tidak. Soalnya kan ga ada yang diajak bersaing untuk mendapatkanmu.” Ucap Ayah setengah meledek. Ibu kesel ingin memukul Ayah Tian.

Ze Ming membuka jendela saat lelah belajar. Dia merasakan ada yang aneh dengan udara hari ini. Dia memberitahukan pada Ibu Tian, akan segera turun hujan. Angkat jemuranmu!
Ibu Tian mengiyakan. Ayah Tian masih belum yakin, tadi saja bulan masih bersinar terang.

“Aku lebih mempercayai Ze Ming dari pada kau. Ayo angkat jemuran.” Ucap Ibu.

Tak lama kemudian, hujan memang turun dengan lebatnya sesuai perkiraan Ze Ming.

-oOo-

Esok paginya, Ayah Tian memuji keakuratan Ze Ming dalam memperkirakan cuaca.

Tak lama setelah itu, seorang bapak datang terburu - buru . Dia memberitahukan keluarga pergi ke gunung serigala semalam. Hujan turun dengan lebatnya, mereka terpeleset kemudian jatuh dalam jurang.

Ze Ming tanpa pikir panjang bergegas pergi.

Ayah Tian heran, kenapa mereka tak mencari bantuan?

Pria itu memang sudah menghubungi petugas tapi berhubung keluarga Tian punya banyak anggota, dia memintanya untuk datang membantu.

Keluarga Tian sampai ke jurang tempat jatuhnya Xiao Bao. Bibi Zhangterus menangisi putranya, Ayah menenangkan. Ze Ming bilang dia akan menyelamatkan putra mereka.

Ayah terkejut, Ze Ming turun ke bawah?

Ibu Tian sontak khawatir memikirkan kondisi Ze Ming. Mi Mi menenangkan, Ze Ming akan baik – baik saja. Dia tumbuh dan besar di gunung serigala, dia akan baik – baik saja..

Mi Mi lama kelamaan ikut panik juga soalnya Ze Ming belum juga kembali. Zi Zi menenangkannya, dia sendiri yang menyuruh Ibu untuk tentang jadi dia juga harus tenang.


Jiang Ping melongok ke arah jurang, “Mereka sudah naik!”

Mereka berteriak menyuruh Ze Ming untuk berhati – hati.

Ze Ming menapaki teping selangkah demi selangkah. Dia menenangkan Xiao Bao untuk tak menangis. Peganglah yang erat! Ze Ming pun memanjat dengan susah payah karena harus menggendong Xiao Bao.

Akhirnya, setelah perjalanan panjang dan teriakan kekhawatiran pun terhenti saat Ze Ming berhasil mendaki sampai ke puncak. Raut khawatir mereka langsung berubah menjadi kelegaan.

Setelah aksi penyelamatan yang dilakukan Ze Ming, dia tiba – tiba menjadi idola di kompleksnya. Mereka membawakan Ze Ming makanan dan juga memuji aksi heroiknya. Dia sangat kuat juga!

Ze Ming cuma tersenyum ramah menerima pujian dari mereka.

Malam harinya, Ze Ming termenung menatap kosong pemandangan dihadapannya. Dia masih teringat akan kejadian tadi siang, Ibu Tian sangat mengkhawatirkannya karena dia menuruni tebing begitu saja tanpa pikir panjang. Dan juga, keluarga Zhangyang sudah menerimanya dan mengucapkan terimakasih karena telah menyelamatkan putra mereka. Xiao Bao.


“Ada apa denganmu?” tegur Mi Mi membuyarkan lamunan Ze Ming.

“Aku ingat sesuatu di masalalu.”

“Sesuatu seperti apa?”

Ze Ming hanya berfikir dulu dia dianggap aneh dan menyeramkan oleh manusia. Tak ada yang mau mendekatinya. Para pemburu juga mencoba untuk membunuh kawanan serigala. Dia pun akhirnya tak punya rasa percaya pada manusia.


“Ga heran kalau kau tak pernah mau turun gunung.”

Kau tahu? Mi Mi adalah orang pertama yang mau dekat dengannya. Sekarang Ze Ming punya keluarga dan orang – orang desa juga. Dia senang, untuk pertama kalinya mereka mengerubunginya dan tak takut padanya. Mi Mi, apa mulai sekarang aku sudah termasuk warga desa?

Mi Mi meraih tangan Ze Ming, tentu saja.

Senyum lega terulas di bibir Ze Ming. Dia merasa semuanya baik – baik saja. Dia dibuang atau Ibunya masih mengingat dia atau tidak, sudah bukan masalah untuknya. Sekarang dia punya teman dan keluarga baru.

“Kau masih ingat dengan pohon permohonan? Ayo pergi kesana besok?”

“Serius?” tanya Ze Ming dengan antusias.

Mi Mi mengangguk membenarkan.

-oOo-

Seperti janji mereka, keduanya pun pergi ke pohon permohonan keesokan harinya. Mi Mi menjelaskan kalau Ze Ming membuat permohonan, bunyi lonceng disana akan menyampaikan permohonannya sampai ketempat yang sangat sangat jauh. Membiarkan orang yang kau rindu mendengarnya.


Ze Ming meriah lonceng yang tergantung di pohon, terdengar dentingan indah dari ponsel itu.

“Ibu, aku Ze Ming. Apa kau baik – baik saja? Kondisiku sangat baik disini. Aku punya teman, pekerjaan dan sekarang aku sudah dewasa. Mulai sekarang, aku akan melakukan yang terbaik untuk melindungi Mi Mi dan Wolf Dad. Aku harap aku bisa hidup dengan baik.”


Yah. Ibu Ze Ming kini merayakan ulang tahun Putranya meskipun telah lama dia dinyatakan hilang. Kakek Ze Ming jelas merasa terpukul melihat menantunya masih saja merayakan ulang tahun Ze Ming. Dia harusnya menerima kenyataan.

“Dia masih hidup!” sergah Ibu. “Aku tahu Ze Ming masih hidup. Dia pasti hidup dengan baik disuatu tempat.”

Du Ki Hong mengingat Ze Ming yang ada dirumah Keluarga Tian. Dia sempat khawatir tapi dia berbicara pada kakek untuk membiarkan saja kakak iparnya begitu. Mungkin ini karena Ze Ming putra satu – satunya.

Ki Hong menerima panggilan dari Tetua Wang. Dia segera menyingkir dari hadapan Kakek dan Kakak iparnya.

“Tuan Du, kau masih ingat aku? Aku Tetua Wang.”


Ki Hong ingat bahwa dulu, dia pernah menyerahkan masalah Tim Penyelamat pada Tetua Wang. Dia juga memintanya tutup mulut dan hanya memberitahukan informasi apapun padanya.

Tetua Wang mengerti. Ia pun menerima uang suap setelah menyetujui perjanjian dengan Ki Hong.

Kini, Tetua Wang memberitahukan kalau Ze Ming yang ada di rumah keluarga Tian kemungkinan memang Tuan Muda Keluarga Du yang hilang 20 tahun yang lalu.

Ki Hong mungkin sudah menduganya sehingga ia tampak tak terkejut. “Aku mengerti.”


Ze Ming dan Mi Mi menjalani piknik mereka sambil suap – suapan gitu. Malu tapi mau sambil senyum – senyum gaje. Ze Ming bertanya, apa yang ada dibalik gunung didepan mereka?

Mi Mi berkata kalau dibalik sana ada sebuah kota besar yang jauh berbeda dengan desa Mudan. Ditempat itu, hati mereka akan terasa lebih berat dan rumit. Suatu hari, Ze Ming akan menghadapi dunia yang rumit. Dia harap Ze Ming tak akan kehilangan kepolosan dalam hatinya.

“One day, you might go into such a complicated world. But I hope that you will never forget your innocent heart.”


Ze Ming berlatih skateboard, dia mencoba naik menuju papan loncatan. Mi Mi sudah khawatir tapi takjub juga soalnya Ze Ming langsung mahir.

BRUK!!

Kekaguman Mi Mi langsung pudar dan menghampiri Ze Ming yang terkapar di lantai. Mi Mi memperingatkan kalau papan loncat hanya digunakan oleh pemain yang sudah berlatih cukup lama. Bukankah sakit jatuh seperti itu?

Harga diri Ze Ming serasa tercabik. Dia langsung bangkit membusungkan dada, dia sudah biasa jatuh berulang kali di gunung serigala. Ini tak ada apa – apanya.


Mi Mi menyarankan agar Ze Ming berhenti berlatih. Ze Ming kekeuh kalau dia tak akan berhenti sampai berhasil.

“Baiklah. Aku akan mengambil gambarmu yang terlihat bodoh.” Ancam Mi Mi.


Brak! Bruk! Brak! Bruk!

Berulang kali Ze Ming terjatuh dari papan skateboard, Mi Mi sampai bergidik ngeri melihatnya.

Kegigihan Ze Ming berbuah manis, akhirnya dia berhasil melewati papan loncatan. Mi Mi sontak berdiri dengan kagumnya tapi berhubung Ze Ming dongkol, dia berjalan melewati Mi Mi dengan sok cuek. Wkwkwk. Gayamu iku loh bang!!

Ze Ming dan Mi Mi duduk ditepian lapangan sambil menyaksikan beberapa orang bermain basket. Bola menggelinding menuju ke arah Ze Ming. Nalurinya langsung bertindak, dia berdiri meraih skateboard dan menggunakannya sebagai pijakan. Dia melompat lalu memasukkan bola basketnya kedalam ring.

Dua orang anak SMA yang sempat kagum dengan ketampanan Ze Ming tak mau kehilangan kesempatan. Dia mengabadikan momen ini dan menguploadnya ke internet.


Wah.. barang tentu yah, namanya orang ganteng kalo masuk medsos kan langsung terkenal. Video rekaman slamdunk Ze Ming menjadi sangat populer di internet.

Mi Mi juga melihat video itu dengan bangga. Dia menunjukkan hasil jepretannya pada Zi Zi.

“Dia cukup bagus juga.” Komentar Zi Zi.

-oOo-


Setelah video tersebar, Ze Ming menjadi terkenal. Bahkan dia dikerubungi oleh beberapa siswa SMA yang sedang lewat. Dia meminta tanda tangan padanya. Ze Ming belum pernah diperlakukan semacam ini, dia langsung ketakutan dan meraih tangan Mi Mi untuk kabur.

“Apa yang terjadi?” tanya Ze Ming saat berhasil kabur.

Mi Mi menahan tawa, dia menunjukkan video slamdunk Ze Ming yang sudah punya jutaan penonton di internet. Dia sekarang populer di internet. Mi Mi berjalan begitu saja tanpa menjelaskan apa makna dari populer di internet.

Ze Ming kebingungan, apa itu Mi Mi?


Ditempat lain, Hao Wei tengah melakukan presentasi dan menerangkan tema yang akan digunakan oleh Mi Mi untuk produk mereka. Mereka akan mengusung tema, keindahan gerak.

Foto Ze Ming bermain skateboard muncul di layar.

Reflek Ki Hong berdiri ditengah rapat. Semua orang pun memandangnya dengan heran.

-oOo-

9 Responses to "SINOPSIS Prince of Wolf Episode 4 Bagian 2"

  1. Akhir nya yg d tunggu2 muncul jg d lanjut ters mba jngn lama2 suka sm ze ming

    ReplyDelete
  2. Akhir nya yg d tunggu2 muncul jg d lanjut ters mba jngn lama2 suka sm ze ming

    ReplyDelete
  3. Wah... Udah kangen bgt pngn liat ze ming, makasih Mba udah bikin sinopsisnya, smoga lanjut ya mba, SEMaNgaT!!!

    ReplyDelete
  4. Makasih sdh lanjut..klo bisa lanjutnya jgn lama2.

    ReplyDelete
  5. Amber an your drama always interested,

    ReplyDelete
  6. Amber an xi ya dari drama to the diarest intruder dah membuat meleleh sekarang Prince of wolf membuat ku kagum hingga menghabiskan bnyak kuota tolong dong sinopsisnya kan kuota internet nya lebih hemat thanks ya ditunggu lagi ep selanjutnya trimakasih

    ReplyDelete
  7. Amber an xi ya dari drama to the diarest intruder dah membuat meleleh sekarang Prince of wolf membuat ku kagum hingga menghabiskan bnyak kuota tolong dong sinopsisnya kan kuota internet nya lebih hemat thanks ya ditunggu lagi ep selanjutnya trimakasih

    ReplyDelete
  8. mba kok ngga di lanjut sinopnya 😢 udah kangen ze ming .. tapi thanks udah buat sinopnya *menarik 😊😊😀

    ReplyDelete
  9. Uhuyyyy... Kak lanjut lagi sinopsis.a ditunggu 😘🙌👏
    Dan thanks of you sudah kerja keras buat sinopsis.a lancar trus... 😁

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^