SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 5 Bagian 2

SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 5 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: KBS2

Malam harinya, Ra On demam tinggi dan ia terus merintih selama tidurnya. Rupanya, Ra On tengah terhanyut dalam mimpinya. Saat itu, Ra On masih kecil dan berpergian bersama Sang Ibu.

Suara Prajurit terdengar, lewat situ!

Ibu dengan panik mengajak Ra On untuk melakukan petak umpet. Dia akan menghitung sampai sepuluh dan dihitungan kesepuluh Ra On harus bersembunyi. Sembunyi sampai jangan terlihat satu helari rambut pun.

Baiklah, Ra On setuju. Dia akan menang ketika Ibu belum menemukannya dalam hitungan ke 100. Ibu menolak aturan tersebut, kali ini aturannya berbeda. Ra On jangan sampai keluar kalau Ibu belum menemukannya.





Ra On sempat ragu namun saat ia melihat senyum Ibu. Ra On tak lagi ragu dan membalas senyumannya. Ia bersembunyi sesuai permintaan Ibu.

Ibu berhasil menyembunyikan ketakutannya sampai akhirnya Ra On bisa bersembunyi dibalik meja. Ia pun kemudian berlari ketika Prajurit telah mendekatinya. Ra On masih terdiam meringkuk dibalik meja hampir menangis.


Young sudah duduk disamping Ra On memperhatikannya. Dia mengusap air mata yang mengalir di pipinya. Dasar bocah. Ra On membuka matanya setengah sadar dan penglihatannya samar, ia menarik lengan baju Young untuk pegangan. Dia mengira Young adalah Byung Yeon.

Young cuma tersenyum, kenapa kau berbicara dalam tidurmu?

“Aku bermimpi tentang hari saat aku terpisah dari ibuku.” Ucap Ra On disela isakan.



“Kau mendapatkan mimpi yang menyedihkan.”

Tidak. Bagi Ra On ini adalah sebuah mimpi yang menyenangkan. Setidaknya ia bisa melihat Ibu lagi.

Byung Yeon masuk ke Jahyeondang dan melihat keduanya. Ia meremas luka di perutnya yang bersimbah darah. Byung Yeon tak mengeluarkan suara apapun dan memilih pergi sebelum Young menyadari kehadirannya.

-oOo-



Keesokan harinya, Ra On sudah sehat dan berada di perpustakaan bersama Young. Dia ingat kalau Young yang telah menyelamatkannya saat tenggelam di kolam. Ia ingin mengucapkan terimakasih padanya. Tapi belum sempat dia mengatakan terimakasih, Young sudah memotong ucapannya dan menyuruh Ra On untuk tidak datang ke perpustakaan sebelum kesehatannya pulih.

Ra On tak mau, kesehatannya telah membaik berkat Urri Kim Hyung (Kakak Kim Byung Yeon –ku) yang telah merawat semalaman.


“Urri Kim Hyung?”

Ra On membenarkan. Berkat dia yang telaten merawatnya hingga ia pulih, tidak seperti seseorang yang takut ketularan. Young memintanya untuk duduk namun Ra On menolak.
“Kau menolak?!”

Ra On berpura – pura batuk, apa dia akan dipukuli karena telah membuat si sendok perak sakit? Young membungkam mulut Ra On dengan meletakkan pil dimulutnya. Itu sepuluh kali lebih efektif ketimbang Urri Kim Hyung itu.


Young pun bergegas pergi setelah menjejalkan pil tersebut dalam mulut Ra On. Ia tersenyum kecil ketika sudah berbalik.



Kasim Jang berjalan mendekati Ra On dengan tampang sangat serius. Ra On sampai ketakutan karena berfikir telah membuat kesalahan. Namun ternyata itu cuma pura – pura, peserta pelatihan akan diberikan libur ketika chuseok.

Ra On jelas girang menerima kayu tanda keluar. Ia mengucapkan terimakasih dengan senangnya. Ketika Ra On telah pergi, dia keheranan dengan sikap Putra Mahkota yang beda akhir – akhir ini.


Ra On menghampiri dua rekan kasimnya, disana Sung Yeol tengah menghibur Do Gi. Ra On keheranan dengan apa yang tengah terjadi. Sung Yeol menjelaskan bahwa Do Gi telah melakukan persiapan demi menyambut utusan Qing tapi tiba – tiba dia malah dihapus dari daftar. Ra On heran, memangnya apa menyenangkannya dekat dengan para utusan?

Ya tentu ada keuntungannya. Hidupnya sebagai seorang kasim telah diatur kalau bisa dekat dengan utusan. Ra On bertanya dengan menggebu – gebu, lalu tikus mana yang telah menghapus Do Gi dari daftar?


Tepat saat itu, Kasim Ma melintas dan mendengarkan ocehan Ra On. Sung Yeol buru – buru menarik tubuh Ra On dan memutarnya agar menyadari kehadiran Kasim Ma disana. Kasim Ma berdiri disamping Ra On dan berbisik. ‘kau lebih cantik dari gadis yang ada diluar sana.’

Kasim Ma pergi setelah mengucapkan itu. Ra On tak menangkap kecurigaan sedikit pun.

“Dialah tikusnya.” Bisik Do Gi membuat Ra On melongo.


Utusan Qing menanyakan PM Kim mengenai Putra Mahkota. PM Kim mengakui bahwa Putra Mahkota memanglah layak namun sekarang belum waktunya. Utusan Qing tertawa dan berjanji akan menyampaikan keraguan PM Kim pada Kaisar.

Yoon Sung yang tadinya ikut dalam pertemuan mulai merasa jengah. Dia pamit untuk melakukan persiapan jamuan.


Utusan Qing kemudian membahas mengenai keindahan sungai Joseon namun lebih indahnya lagi adalah para wanitanya. Menteri Ui Gyo bertanya, wanita mana yang membuat Utusan tertarik?

Utusan Qing berkata kalau wanita penari solo kemarin cukup menarik. Dia ingin melihatnya menari sekali lagi.


Kasim Ma datang ke tempat jamuan, dia mendengar pembicaraan mereka. Kasim Ma sempat menunjukkan senyum liciknya.



Yoon Sung pergi ke depan gedung Jahyeondang dan mengingat kenangan masa kecilnya bersama Young. Mereka berdua dengan satu temannya lagi (Byung Yeon?) sahabat tak terpisahkan yang bermain dan saling berbagi kejahilan satu sama lain.


Yoon Sung tersenyum ketika mengingat masa itu. Young datang dan bertanya, apa yang kau lakukan disini?

Kehadiran Young membuat suasana menjadi tegang. Yoon Sung meminta alasan Young yang bersedia menjadi Raja sementara. Suasana semakin menegang dengan pertanyaan tersebut.

“Untuk menjauh musuh dalam selimut joseon.” Jawab Young yang mengarah pada Keluarga Kim.

Yoon Sung sempat terkesiap. Dia akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Young.



Young pun teringat dengan masa lalunya bersama Yoon Sung. Saat itu ketika ia berlajar bersama disana. Guru menjelaskan bahwa teman masa kecil itu setara, namun seorang Raja dan rakyatnya memiliki tatanan kedudukan yang berbeda. Kalau digambarkan dalam garis horisontal dan vertikal. Hubungan mana yang akan mereka pilih?

Yoon Sung dengan segera membuat sebuah jawaban dengan menggabungkan garis horisontal dan vertikal, bahwa seorang teman dan pelayan memiliki kedudukan yang sama. Dia akan menegur apabila Putra Mahkota membuat keputusan yang salah. Dan dia akan mencari solusi bersama untuk jalan keluarnya.


“Bagaimana pendapat anda Putra Mahkota?” tanya Guru.

Young berbinar menatap sahabatnya, dia pasti akan menjadi Raja yang hebat jika memiliki teman dan pelayan yang hebat seperti Yoon Sung.



Ra On masuk keruangan Yoon Sung tapi saat tahu tak ada siapa – siapa, Ra On langsung kegirangan untuk berbalik pergi. Namun ternyata Yoon Sung sudah ada didepan pintu hingga keduanya tepat berhadapan satu sama lain.


Mereka berdua duduk berhadapan sekarang. Yoon Sung bisa menebak alasan kehadiran Ra On kesana dikarenakan masalah Do Gi dan Sung Yeol. Dia sendiri telah menduga adanya kejanggalan hingga ia telah mengirimkan seseorang ke kator disiplin kasim.

“Terimakasih.” Ucap Ra On.

“Hanya ucapan saja?”

“Bagaimana aku harus menunjukkan rasa terima kasihku?”

Yoon Sung tahu tentang libur hari chuseok Ra On, dia meminta setengah hari dari liburan Ra On. Ra On menolaknya karena dia mempunyai acara di festival lentera. Yoon Sung tak mempermasalahkan kalau mereka bertemu setelah festival lentera? Bagaimana?

Ra On masih diam.

Baiklah, Yoon Sung memutuskan diam Ra On sebagai jawaban Ya.



Yoon Sung meletakkan pil dihadapan Ra On. Ra On tersenyum, dia telah menerima pil tersebut dari Putra Mahkota. Yoon Sung tampak heran, Putra Mahkota?

Ra On membenarkan. Tapi alasan Putra Mahkota memberikan pil padanya itu supaya dia tak ketularan sakit. Yoon Sung seolah kecewa mendengar hal itu namun ada sedikit kejanggalan yang ia rasakan.


Myung Eun pergi ke tempat dimana ia bermain ayunan. Ia menatapnya dengan sedih ketika ingat kalau Tuan Jang menyukai dia yang terbatuk ketik bermain ayunan.




Saat itu, Myung Eun bermain ayunan ditengah musim gugur dan kelopak bunga sakura bertebaran menemaninya bermain ayunan. Tuan Jang melihatnya dari kejauhan, namun bukan Myung Eun yang menjadi pusat perhatiannya melainkan Dayang Wol Hee.

Wol Hee terbatuk ketika menemani Myung Eun yang tengah bermain ayunan dengan riang.


Myung Eun menatap Wol Hee dengan cemberut. Tapi dalam benaknya, dia juga merutuki dirinya sendiri karena sudah perduli dengan pria yang belum pernah ia temui. Wol Hee mengajak Putri Myung Eun untuk pergi ke festival lentera sekarang.

Myung Eun sejujurnya masih cemberut dan cemburu pada Wol Hee.


Tak lama berselang, giliran Tuan Jang yang datang ke tempat ayunan. Dia berkomentar bahwa tempat ini masih sama seperti yang dulu. Tuan Jang ingin bertemu sekali lagi dengannya.



Yoon Sung kini dihadapkan dengan Menteri Jo yang dikenalkan oleh PM Kim padanya. Menteri Jo memuji ketampanan Yoon Sung yang memang teruji kebenarannya. PM Kim balas memuji Putri Menteri Jo yang cantik.

Mereka berdua saling basa – basi agar bisa membantu satu sama lain. Lagi – lagi Yoon Sung merasa jengah harus berada ditengah pembicaraan mereka. Dia kira keduanya belum bertemu bertahun – tahun. Yoon Sung permisi agar mereka bisa bicara dengan lebih leluasan.

“Tidak. Kau disini saja. Pertemuan ini untukmu.”


Ternyata, Ra On menghabiskan hari liburnya untuk berdiri didekat jembatan dimana Ibunya pergi. Mungkinkah ia menaruh harapan untuk bisa bertemu kembali dengan ibunya? Ra On menatap orang yang berlalu lalang dihadapannya dengan sedih.


Hari telah petang, Young berdiri menerawang jauh entah kemana. Pikirannya masih tertuju pada Ra On yang semalam mengigau tentang ibunya. Dia menangis dihadapan Young dan berkata kalau ia memimpikan ibunya.


Dulu ketika kecil, Ra On berjalan mencari sosok ibunya yang tak bisa ia temukan. Gadis kecil itu menangis dengan takut ditengah manusia yang hilir mudik terus berganti. Dia menangis diantara mereka, duduk terpekur memeluk kakinya dengan takut sekaligus sedih.




Mata Ra On berkaca – kaca mengingat masa itu, ia berdiri dengan terkejut ketika melihat sosok ibunya melambai ke arah Ra On. Namun... itu hanyalah sebuah halusinasi Ra On semata. Pada kenyataannya, sosok yang ia temukan bukan ibunya melainkan Young.

Young tersenyum dan berjalan menghampiri Ra On.

Tepat saat itu, puluhan kembang api meluncur menghiasi malam chuseok yang indah ini. kedua bertatapan ditengah manusia yang hilir mudik disana.



Young menyindir Ra On yang dikiranya bersenang – senang tapi nyatanya cuma duduk melongo disana. Ra On mengelak, kalau sekarang ini saja dia bersenang senang. Lagipula kenapa Young bisa kesana? Katanya tak mau keluar? Tanpa pengawalan juga.

“Aku bersamamu.”

“Aku harus menemui seseorang.”

Young mengejeknya, anggap saja kau bertemu seseorang deh.


Young mengingatkan bahwa liburan berharga Ra On tinggal empat jam. Dia akan mengajak Ra On pergi. Ra On menolak namun Young memaksa, dia meraih tubuh Ra On dan merangkulnya dengan erat. Apa yang diajarkan oleh Kasim Jang kepada para peserta pelatihan?



Keduanya bermain dan menikmati hiburan rakyak yang ada disepanjang jalan. Ra On mencoba untuk bermain panahan namun beberapa kali mencoba tapi belum juga berhasil. Young berdiri menjauh dibelakang, sepertinya dia yang sudah membatu Ra On dan menembakkan panah.

Saat Ra On menoleh, Young pura – pura tak tahu apa – apa.


Yoon Sung sampai ke tempat perayaan chuseok dengan tergesa – gesa. Sayangnya dia tak berhasil menemukan Ra On yang entah berada dimana.


Young bertemu dengan seorang pedagang lentera. Dia seorang anak kecil, ia menawarkan sebuah lentera yang bisa mengabulkan permintaannya. Young tak berniat membeli lentera, dia hanya memberikan beberapa keping uang untuk gadis itu. Gadis kecil itu menolak, dia bukanlah pengemis.

Young merasa bersalah, ia meminta maaf tapi niatnya bukan seperti itu. Kalau memang betul lentera itu bisa mewujudkan keinginannya. Lalu apa keinginanmu?

Gadis lugu itu mengatakan kalau ia ingin bertemu dengan Raja. Ia ingin meminta agar Raja bisa membuat joseon lebih baik lagi. Young tersenyum, lalu apakah kau tahu apa yang membuat sebuah kerajaan menjadi maju?

“Raja tahu lebih baik karena dia peduli tentang rakyatnya.” Jawabnya gadis kecil itu.



Seorang gadis datang untuk membeli sebuah lentera, dia Ja Ha Yeon (Chae Soo Bin). Ia mencari uang disakunya namun tak bisa menemukannya.

Young melihat gelagatnya, dia berkata pada si gadis penjual kalau ia ingin membeli semua lentera miliknya. Sontak Ha Yeon sedikit kepedean sambil tersenyum – senyum malu. “Kau tak perlu melakukannya.”

Young mengambil salah satu untuknya. Lalu memberikan satu lentera pada gadis penjual. Sisanya, Young meminta gadis kecil itu untuk memberikan pada seseorang yang tak mampu membeli. Hahahaha. Young pun pergi setelah mengambil sebuah lentera.


Gadis penjual tadi benar – benar memberikan salah satunya pada Ha Yeon. Ha Yeon sempat melihat kepergian Young, ia tersenyum ke arahnya.



Tuan Jang berjalan di festival lentera juga. Tanpa sengaja, dia berpapasan dengan Myung Eun dan Wol Hee. Dengan gemetaran dia memangginya, “Wanita...”

Myung Eun dan Wol Hee berbalik namun tak selang lama, mereka segera kabur ketika melihat kearah Tuan Jang. Hahaha. Tuan Jang lemas terduduk ditanah.


Rupanya bukan karena Tuan Jang, melainkan Young yang ada dibelakangnya. Young hanya berdecih tersenyum melihat adiknya kabur setelah melihat dia ada disana.


Tuan Jang paling sedih sendiri karena mengira mereka berdua kabur setelah menatap wajahnya.


Setelah berlari jauh, Wol Hee bertanya dimana lentera milik Putri Myung Eun? Sadar kalau lenteranya sudah hilang, Myung Eun langsung mewek.


Tapi tak takdir memang pas banget yah, Tuan Jang menemukan lentera milik Myung Eun dan menerbangkannya ke langit. Tuan Jang berharap agar mereka bisa bertemu kembali.

Sedangkan dilentera itu, Myung Eun berdoa agar ia bisa menjadi secantik dia (Wol Hee).



Di istana, Raja memperhatikan lentera yang beterbangan di langit dengan cantik. Ia mengatakan bahwa lentera itu sebenarnya doa yang rakyatnya ingin sampaikan padanya. Raja mengaku kalau dia tak punya sebuah lentera, tapi dia menginginkan sesuatu dari Kasim Han.

Raja meminta agar Kasim Han mau membimbing putranya dan jangan membiarkan dia terguncang. Jangan biarkan Young menjadi Raja bodoh sepertinya. Kasim Han jelas menerima titah tersebut tanpa penolakan. Namun dalam rautnya, dia seolah merasakan sebuah kejanggalan dari permintaan Raja.



Byung Yeon berada disebuah tempat dengan kertas ditangannya. Orang dibalik tirai memberitahukan bahwa hari ini adalah jadwal kembalinya para utusan Qing. Upeti yang diberikan pada mereka adalah hasil keringat rakyat. Mereka harus mengembalikannya.

Byung Yeon masih diam.

“Apa kau takut dengan putra mahkota?”

“Kalau kau bisa menunggu sampai Putra Mahkota memutuskan...”

Pria dibalik tirai menyela, “Kau bukanlah teman Putra Mahkota.”



Ra On berkaca – kaca melihat lentera yang tengah terbang. Young kembali dan menunjukkan lentera yang telah ia beli. Keduanya menatap lentera tersebut, Ra On meminta Young menyebutkan keinginannya. Kalau hanya satu keinginan mereka yang terkabul, akan lebih baik kalau itu adalah harapan Young.



Yoon Sung tersenyum ketika berhasil menemukan sosok Ra On. Namun senyumnya dalam sekejap langsung pudar, disana Ra On tengah bersama Young.



Ra On menawarkan untuk menerbangkan lentera tersebut. Tepat saat itu, Young melihat wajah Ra On sebagian tertutup oleh lentera. Lagi – lagi mata Ra On mengingatkannya pada penari bercadar.

Seseorang berteriak berharap agar desa mereka lebih makmur. Saat itulah, secara serempak mereka menerbangkan lentera tersebut. Langit pun bertaburan dengan ratusan lentera warna warni yang indah.


Ra On berharap agar harapan Putra Mahkota bisa menjadi kenyataan. Keduanya melepaskan lentera secara bersamaan. Namun saat lentera sudah mulai terbang, Ra On bisa melihat tulisan yang tertera disana. Young berharap kalau Ra On bisa bertemu dengan ibunya.

Ra On sempat tertegun, apa itu harapanmu?

“Iya, itu harapanku. Harapanku untuk membuat harapanmu menjadi kenyataan.”



Ra On bertanya dari mana Young tahu kalau dia berpisah ibunya? Young tak menjawab namun ia lebih memilih memperhatikan Ra On. Dalam bayangannya kembali terlintas penari bercadar dalam diri Ra On.

Ra On merasa terganggu menerima tatapan itu, kenapa kau menatapku begitu?

“Aku tahu ini pasti terdengar konyol. Aku tidak tahu kenapa... Aku terus melihat orang lain di dalam dirimu. Seorang wanita..”



“Kasim Hong!” seru Yoon Sung.

Yoon Sung meminta maaf karena terlambat. Young memicingkan mata melihat kedekatan diantara mereka. Yoon Sung mengatakan kalau dia punya janji dengan Ra On. Dia bertanya padanya, kau tak lupa kan?

Ra On membungkuk memohon diri. Namun secara mengejutkan tangan Young meraih tangannya, “Aku tak memberi izin.”

Young menarik Ra On lebih dekat, “Dia orangku.” Klaim Young penuh tekanan. Atmosfer diantara mereka berdua pun seketika berubah penuh persaingan.

-oOo-
KOMENTAR:

Aku suka sekali dengan setiap jengkal drama ini, setiap warna warni dalam drama ini buat nagih banget tiap minggunya. Bahkan aku selalu menomor satukan drama ini sekarang. Sungguh!!

Kemistri antara Ra On dan Young pun tak bisa terbantahkan. Karisma Young juga ga bisa dipungkiri bikin melelel. Jujur, dari dulu ga pernah mikir Park Bo Geum itu ganteng.. eh kok sekarang mesemnya itu bikin nagih gini.. ya ampuunnn..

Byung Yeon?
Aku mulai penasaran dengan identitas dia sebenarnya. Apa mungkin keluarga/kelompok dia yang sudah menyerang istana 10 tahun yang lalu. Orang yang menyuruhnya itu sepertinya sangat antipati dengan pemerintahan Raja saat ini. 

Ha Yeon?
Akhirnya keluar juga kamu mbak. Aku masih suka sama sosok dia, cantik dan sepertinya hatinya belum tercemar. tergantung kena polusi cemburu, sama ego sama serakah gak -nya nanti. 

Ah,,, yang belum nonton. Ayo nonton.. ga nyesel deh.. 

Ep 1 : 8.3%
Ep 2 : 8.5%Ep 3 : 16%Ep 4 : 16.4%Ep 5 : 19.3%

Ratingnya oke banget kan.. pas ep 3 + 4 naik dua kali lipat gara - gara Doctor udah tamat. Wah pokoknya, aku sukkkaaaaak sama drama ini. Mian dinomor duakan, soalnya subnya lebih lama dibanding Moon Lover. Tetep stay yah say.. 

11 Responses to "SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 5 Bagian 2"

  1. Oke min, mkasih udah lbh cpet posting'y minggu ini.. Dtunggu eps 6'y bsok siang, ttep semangat nulis n posting'y aq suka bgtt ama tulisan'y mba puji ini.. 😊 Gomapta

    ReplyDelete
  2. Entah kenapa nonton ini mood sya naik turun, sama kaya nonton drama W...
    Apa karna ML yaaa... hahaha
    Ost'y juga enak kan di ML.
    Atau justru karna Yoo Jung. Gk tau knpa sya kurang sreg, sya ngerasa dia masih terlalu kecil. Akting sama muka'y emang gk bisa diremehin.
    Tpi entah knpa sya lbih seneng liat RO sama YS. sya ngerasanya RO lebih cocok ama YS ketimbang ama LY. sya suka PBG dan kya'y sya lebih sreg kalau dia ama CSB.

    Kalau nonton ML gk puas klau cuma sekali. Banyak neter yg ngritik akting IU krna akting'y kaku. sya juga mikirnya gitu, apalagi pas adegan tenggelam, bahkan nonton'y pun sya skip. hahaha jahat.
    Tpi semakin kesini sya pikir IU akting'y makin baik ko.
    sya suka IU sama Ha Neul.
    Tapi sya dibuat dilema sama hubungannya HS-Wook. sya pengen mereka bersatu. Tapi sya ngerasa itu salah! salah besar! apalg klo ngeliat kebaikan Nyonya Hae. sya ngerasa mrka berdua lg berhianat... aaaah sya kadang kesel sama Wook, tpi sya seneng kalau liat scane HS sama Wook. hahaha...

    Maaf, kesannya sya kaya ngebandingin 2 drama itu yaaa...
    Tapi yaaa mau gimana lagi...
    sya gk bisa ngebohongin perasaan sendiri... LOL
    Tapi masing" dr keduanya punya daya tarik n keunggulan tersendiri.

    Dan daya tarik yg berhasil menarik perhatian sya yaa ML. LITM juga kuat, cuma belum cukup untuk ngalahin ML dihati sya. hahaha lebay mode on.

    Kyanya komen sya kepanjangan yaaa... hahaha

    Oya, sya gk bermaksud mancing fanwar ko. Setiap org punya pemikirannya masing" kaaan...

    Khamsahamnida Puji ^_^

    ReplyDelete
  3. jd g sbr nunggu eps 6.. dtnggu update nya bsok siang mb.. jd suka drma ini.. gumawoo..

    ReplyDelete
  4. Ceritanya bagus kk. Makin suka dechh

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. suka bnget sama ni drama,,, aktingnya PBG mah ga ush di raguin lagi,, chemistry ke duanya dapet banget.. ratingnya tinggi berbanding terbalik sama scarlet heart ryeo.. tp intinya kedua drama ini sangat bgus, gomawo bwt sinop nya 화이팅

    ReplyDelete
  7. Daebak .... Ditunggu lanjutannya

    ReplyDelete
  8. Daebak .... Ditunggu lanjutannya

    ReplyDelete
  9. Makin seruuuuu... ditunggu lanjutannya. Hwaiting

    ReplyDelete
  10. Utk ukuran aktor yg kayaknya kali pertama maen sageuk...akting PBG bagus....umurnya masih muda pula.tentu jgn dibandingin dg aktingnya jun ki yg sudah makan asem garem sageuk, bahkan ada yg bilang, dia mmg dilahirkan utk sageuk....tp rating kan tidak semata mata nunjukin ukuran sebhah drama baghs ato tidak, coz sukanya orang beda2....utk saat ini mmg kayaknya PBG lagi bersinar bgt......
    Tp tidak berarti mkon lover jelek, keduanya bgs, punya plus minusnya sendiri.cuman, kalo saya pribadi lebih suka LITML.sungguh bukan krn bo geum yg gantengnya kebangetan , tp kayakny mmg ini sageuk tema dan bawaannya ringan gitu, hehehe....kamsaeyo puji.

    ReplyDelete
  11. Saya lebih suka MDBC ini sich dibanding ML,krn MDBC lbh ringan dan scene lucu-nya lbh natural, akting KYJ dan mimik wajah-nya juga lebih bagus dan lebih dari IU, pdhl wkt You-re the best Lee Soon Shin, IU bagus banget akting-nya knapa di ML jd aneh ya...dia kaya'nya kurang cocok di drama saeguk, jadi kaya lbh kaku dan lebih dibuat-buat...

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^