SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 9 Bagian 1

SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 9 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: MBC

Ra On mundur dengan terkejut, “Kau tahu? Saat ditaman bunga juga..”

Young membenarkan. Ra On semakin kecewa dan mengira kalau dirinya telah dipermainkan oleh Young.


Young sama sekali tak punya niatan untuk menyepelekan Ra On. Ketika ia tahu, ia merasakan sebuah kelegaan. Namun ia juga tak sanggup untuk mengatakannya pada Ra On.

Dia meraih lengan Ra On dan menatap kedua manik matanya dalam.

“Di saat aku duduk diam dengan nyaman, kau berjalan. Saat aku sedang berjalan, kau berdiri sambil memegang payung seolah-olah lenganmu akan jatuh. Saat aku duduk di atas sutra, kau berada di atas tikar berdebu. Bagaimana mungkin aku bisa memberitahumu bahwa aku menghargaimu sebagai seorang wanita?”


Ra On mengambil satu langkah kebelakang. Dia adalah seorang kasim, mengerjakan semua itu adalah sebuah kehormatan untuknya.


Tapi itu bukanlah sikap seorang pria memperlakukan kekasihnya. Mulai sekarang, Young akan menganggap Ra On sebagai wanita paling berharga didunia ini. Dia akan menghalangi angin dan melindunginya dari matahari.

Ra On mendongak untuk membalas tatapan Young.

Young menggenggam tangan Ra On dengan erat, “Aku akan menjagamu. Bolehkah aku melakukan itu?”


Ra On terharu mendengar penuturan tulus yang keluar dari mulut Young. Air matanya mengalir begitu saja.


Young tersenyum, ia menghapus air mata yang mengalir membasahi pipi Ra On.


Setelah mengetahui siapa identitas Ra On yang sebenarnya. Byung Yeon kembali ke Janghyeondang dengan terburu – buru. Ia malah harus melihat adegan romantis antara Ra On dan Young.

Byung Yeon tak mengganggu mereka, dia bergegas meninggalkan Janghyeondang sebelum ada yang menyadari kedatangannya.


 Ra On kembali mengambil langkah mundur. Dia memang seorang wanita namun ia tak pernah hidup sebagai wanita. Young memintanya untuk hidup sebagai wanita mulai sekarang. Ra On menggeleng, ia tak bisa melakukannya. Ia telah memilih untuk menjadi seorang kasim maka ia harus pergi sekarang.

Young membeku ditempatnya ketika Ra On berjalan pergi.


Ra On terhenti ketika melihat gelang yang terpasang di pergelangan tangannya. Dia kembali mengingat ucapan Young yang akan membuatnya sebagai wanita yang paling berharga di dunia ini.

Ia berbalik menatap Jahyeondang dengan sedih.


Young sama galaunya, dia juga ingat perkataan Ra On yang menolak untuk hidup sebagai seorang wanita.


Tak hanya mereka berdua yang dilanda gundah gulana, disisi lain Byung Yeon juga dihadapkan pada situasi yang sulit. Putra Mahkota yang menginginkan Putri Hong Gyeong Nae sebelum PM Kim mendapatkannya. Anggota kelompok rahasianya juga ingin agar dia bisa mencari Putri Hong Gyeong Nae.

Dan yang paling membuatnya kesal, orang yang tengah tengah mereka cari adalah temannya sendiri. Hong Ra On aka Hong Sam Nom.

Byung Yeon melampiaskan kekesalannya dengan berlatih pedang. Ia mengayunkan pedang dengan wajah kesal.


Malam harinya, Ra On tak bisa tidur. Byung Yeon juga sama, dia terus menatap Ra On kemudian menghela nafas panjang. Ra On bertanya, apa ada sesuatu yang kau khawatirkan?

“Tidak. Aku punya pertanyaan.”

Ra On mempersilahkannya untuk bertanya.


“Sebelum menjadi seorang kasim, apa yang kau lakukan?”

Sebelumnya Ra On bergabung dengan kelompok pertunjukan. Byung Yeon bertanya apa yang Ra On kerjakan sebelum itu.

“Aku tinggal bersama ibu.”

“Dimana ayahmu?”



Ra On dengar kalau Ayahnya sudah meninggal ketika ia masih kecil. Dia bahkan tak mengetahui namanya. Yang ia ingat hanya ibunya saja.

“Pasti sangat berat.” Gumam Byung Yeon.

Ra On tersenyum. Dia penasaran kenapa Byung Yeon tiba – tiba bertanya masalah ini.

“Apa kau masih betah di istana?” tanya Byung Yeon.

Ra On diam tak bisa menjawab pertanyaannya.

-oOo-


Pagi ini, Ra On sudah menerima omelan dari Kasim Jang karena ia telat berangkat ke Dongungjeon. Kasim Song mengejek kalau Ra On pasti sudah tak bisa bertahan disana, apa dia mau dipindahkan lagi?

Kasim Jang berkata kalau tak ada yang bisa mengosongkan posisi tanpa izin Yang Mulia. Kasim Song dengan gaya mengejek berkata akan mencari orang lain untuk menutupi posisi kosong.

Do Gi dan Sung Yeol sontak muncul didepan pintu, ia menawarkan diri untuk mengisi posisi yang sedang kosong.

Kasim Song dengan songongnya membahas mengenai pertemuan pertama Putra Mahkota. Dia dengar tak ada seorang pun yang hadir disana. Memang benar, kalau mau berjalan di jalanan penuh bunga memang tergantung pada kebaikan yang telah diperbuat. Kalau tidak, malah dengan mudahnya akan berjalan menuju ke jalan neraka.


“Song Hyung!” bentak Kasim Jang menghentikan ocehan Kasim Song.

Kasim Jang kemudian menatap Ra On, dia memberitahukan bahwa setiap tindakan kecil yang dilakukan oleh Ra On akan mendapatkan kritikan dari Yang Mulia.


Didepan istana, para mahasiswa tengah bersujud mengajukan keberatan atas penghapusan tes yang dilakukan oleh istana. Mereka mengatakan bahwa ujian yang dilakukan selama tiga tahun sekali akan menjadi batu loncatan bagi mahasiswa yang tinggal di luar kota agar bisa mencapai ketenaran dan kemansyuran. Tolong pertimbangkan keputusan Anda!



Raja tengah berkumpul bersama Young dan PM Kim. Apa mereka tak punya jalan lain untuk menenangkan para sarjana?

Young akan membuat sebuah jalan untuk mereka. Toh untuk apa mereka melakukan ujian kalau kelulusan ditentukan oleh hubungan pihak internal. PM Kim menentang keras keputusan Young, baginya keputusan yang berat sebelah akan mempengaruhi masa depan generasi muda.



Seorang dayang menghidangkan camilan untuk Young. Disana ada permen yang sebelumnya dibawakan oleh Ra On ke perpustakaan. Dia menanyakan keberadaan Ra On pada Kasim Jang. Apa dia tak mau datang ke Dongungjeon lagi?

Kasim Jang membenarkan. Dia sendiri heran dengan sikap Putra Mahkota, dia biasanya memperlakukan Ra On dengan baik tapi kenapa dia bisa memarahinya sampai seperti itu. Kini Ra On memilih untuk bekerja ditempat lain, melakukan hal yang lebih berat dan melelahkan.



Di kediaman Selir Park, Putri Young Eun tengah sibuk bermain petak umper bersama dengan dayang – dayangnya.

Ra On datang membawakan alat tulis untuknya. Young Eun memberikan isyarat kalau dia tengah bermain. Ra On tersenyum saat tahu Putri Young Eun bermain petak umpet. Dia menyuruhnya untuk segera bersembunyi.


Ra On menghabiskan harinya dengan duduk melamun dibawah pohon. Tanpa ia sadari, Young datang kesana dan memperhatikannya. Ra On buru – buru bangkit ketika menyadari keharidan Young.



Putri Young Eun sibuk bersembunyi, dia senang sekali ketika dayangnya tak bisa menemuakannya. Dia berniat berpindah tempat namun tanpa sengaja ia malah melihat PM Kim. Putri Young Eun terbelalak melihat sosoknya, ia bergegas masuk ke dalam gudang agar PM Kim tak melihatnya.


Seorang dayang masuk ke gudang untuk meletakkan sesuatu. Ia segera keluar dan mengunci pintu gudang.

Putri Young Eun terkejut, dia tak bisa berbuat apa – apa dan matanya mulai berkaca – kaca karena terkunci dalam gudang.


Ra On menunduk hormat pada Young dan berniat untuk pergi. Young berkata kalau dia sudah mendengar semuanya dari Kasim Jang. Apa dia mencoba untuk melarikan diri?

“Iya.”

“Apa alasannya?”


Ra On merasa kalau dirinya telah membuat malu untuk semua biro kasim. Bagaimana bisa dia menghadapi Putra Mahkota setelah ia mengetahui segalanya? Dia tak punya kepercayaan diri.


Young mencoba meluruskan apa yang ada dalam pikiran Ra On, dia hanya ingin satu langkah lebih dekat dengan Ra On. Bukan sebagai seorang kasim tapi sebagai dirinya sendiri.

Ra On membalikkan ucapan Young, apa anda juga belum mengerti? Dia telah melanggar hukum dengan memalsukan diri menjadi seorang pria. Kalau bukan sebagai kasim, lalu dia harus menjadi apa agar bisa berada di sisi Putra Mahkota?

“Itu...” ucap Young gamang.



Pembicaraan diantara mereka terhenti akibat beberapa gerombolan dayang mencari – cari keberadaan Putri Young Eun dengan khawatir. Young dan Ra On ikut khawatir saat tahu kalau Putri Young Eun belum ditemukan sedari tadi.


Mereka melakukan pencarian sampai malam hari. Ra On berjalan melewati gudang dan menemukan alat tulis yang tergeletak. Dia celingukan dan melihat pintu gudang yang tergembok. Ra On mendeketkan telinganya ke pintu gudang dan mendengar suara isakan lirih Putri Young Eun.

“Putri! Putri!, ini aku! Kasim Hong.”



Ra On menemukan kuncinya dan segera membuka gudang. Ketika pintu terbuka, yang dilihat oleh Putri Young Eun bukan sosok Ra On melainkan wajah PM Kim yang mengerikan. Putri Young Eun sangat sangat ketakutan hingga ia hilang kesadaran dan pingsan begitu saja.


Kini Putri Young Eun sudah terbaring di kamarnya dengan wajah pucat. Young membelainya dengan penuh kasih sayang. Dulu Young Eun adalah gadis ceria yang suka bicara.

“Kutukan yang menjadikannya tidak mampu berbicara sangat membuat frustasi. Setidaknya kau mengajari dia cara membaca, kalau dia sudah bisa tersenyum dan hidup seperti ini.” ujar Selir Park.


Tiga tahun yang lalu, saat Putri Young Eun masih trauma dan tak mau mengucapkan sepatah kata pun. Young mencoba untuk mendekatinya, dia berusaha bicara meskipun Young Eun tak mau menyahut padanya.

Dia menunjukkan alat komunikasi lain selain ucapan, yaitu dengan tulisan. Dia menulis sesuatu ke telapak tangan Putri Young Eun dengan jarinya.


Kembali ke masa kini,
Young tampak khawatir dan bertanya pada Selir Park, apakah Young Eun masih ingat dengan kejadian dimasa lalu?

Selir Park membenarkan, dia menatap sedih putrinya. Pasti sangat berat bagi tubuh kecil itu untuk menahan semuanya. Dia harus berusaha melupakan segalanya setelah demam tinggi beberapa hari.

Yoon Sung keluar dari kediamannya dengan tergesa – gesa. Ia berpapasan dengan Menteri Ui Gyo dan langsung bertanya, mau kemana dia?

Yoon Sung mengaku ingin pergi ke istana. Menteri Ui Gyo kesal, orang lain sedang meninggalkan istana untuk memberi pelajaran pada Putra Mahkota.

“Oleh karena itu, setidaknya aku harus ke istana.”

“Yoon Sung –ah!” panggil PM Kim dari dalam ruangannya.


PM Kim mengira kalau Yoon Sung mungkin kasihan pada Young karena dia teman baiknya. Yoon Sung mengelak, dia hanya merasa keputusan Young memang benar.

PM Kim menegaskan bahwa semua orang pasti awalnya akan beranggapan keputusan yang adil adalah sesuatu yang benar. Tapi keputusan yang tepat bukanlah satu - satunya yang bisa membuat semua warganya hidup dengan baik. 


Yoon Sung mengungkapkan ke –tidak setujuannya. Dia tak mengerti alasan apa yang membuat klan Kim harus memperluas kekuatannya, Bagaimana dengan klan kami memperluas kekuatan kami bisa menjadi bantuan untuk seluruh warga?

PM Kim jelas langsung mendamprat putranya. Kekuatan yang dibagi malah akan menciptakan peperangan antar kubu. Politik bukanlah tempat saling berteman tapi yang kuat yang berkuasa memimpin orang lain.



“Pertemuan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan menjadi besan adalah cara lain untuk mempertahankan kekuasaan?”

“Ya.”

Kalau itu memang maksud kakeknya, maka Yoon Sung meminta dia mencari orang lain saja untuk dinikahkan. Dia tak mau menikah dengan seseorang yang tak bisa memahami kata – kata serta hatinya.

Yoon Sung pun bergegas pamit dan pergi.


-oOo-

3 Responses to "SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 9 Bagian 1"

  1. Ditunggu part dan episode selanjutnya kak! Fighting *\(^o^)/*

    ReplyDelete
  2. Huaa,, ra on mulai menjauh dari young,, iiih ga sabar episode 10,, hwaiting admiiinn

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^