SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 10 Bagian 2

SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 10 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: KBS2

Ha Yeon menerima kabar perjodohannya dari Menteri Jo. Ayahnya tampak bingung namun dia meminta Sang Ayah untuk mematuhi perintah Raja. Ia mendengar kalau Putra Mahkota tengah dihadapkan dengan rakyat yang tak patuh. Ia ingin tahu seberapa bisa ia menghiburnya.

“Apa kau memiliki perasaan semacam itu kepada Putra Mahkota?”

Ha Yeon ingin membatu Putra Mahkota, meskipun bukan dia sendiri yang dibutuhkan melainkan keluarganya.


Menteri Jo mengingatkan mengenai konsekuensi kalau sampai Ha Yeon gagal oleh rencana PM Kim. Mungkin ia akan menghabiskan semua sisa hidupnya sendirian. Ha Yeon sama sekali tak bergeming, dia tak akan menyesal apapun hasilnya.


Young membuka kaus kaki Ra On, luka memar dikakinya sangat parah dan sudah membengkak. Dia memperingatkan agar Ra On jangan sampai bergeming dan tetap berada disini. Ra On menolaknya, dia yakin Kasim Jang akan mencarinya.

Nah itu dia, kalau sampai Ra On bekerja mungkin luka dikakinya akan semakin parah. Ra On meyakinkan kalau ia baik – baik saja.


“Kau akan menentang perintahku lagi?” ucap Young mendekatkan wajahnya pada Ra On.

Ra On meletakkan telapak tangannya didepan wajah, “Baik, Putra Mahkota.”

Young tersenyum setelah berhasil membuat Ra On menurut. Dia kembali mendekatkan wajahnya pada Ra On. Ra On buru – buru menjaga wajahnya dari serangan Young tapi ternyata kali ini cuma salah paham. Young hanya berniat mengambil buku yang ada tergeletak dibelakang Ra On.

Young pun tersenyum mengejek kegugupan Ra On dan menunjukkan buku miliknya.

Ra On tersenyum melihat kepergian Young. Wajahnya berseri – seri melihat (kekasih?)-nya pergi.


Belum lama aksi lovey dovey antara Young dan Ra On berlangsung, kini Young harus dikejutkan oleh kabar yang disampaikan oleh Ayahnya. Dia akan dijodohkan dengan Putri Menteri Jo.


Raja menegaskan bahwa keluarga Jo merupakan keluarga yang dominan selain keluarga Kim. Keluarga Jo bisa menjadi kekuatan untuk mereka tanpa dikendalikan oleh Keluarga Kim. Ini pilihan terbaik karena Young akan memiliki lebih banyak kerabat dan juga akan menciptakan stabilitas bagi keluarga kerajaan. Selain itu, mereka bisa memantapkan hati rakyat yang sempat goyah oleh pemberontak.


Young tetap menolak keputusan ini. Dia tak mau menikah hanya demi mendapatkan sebuah kekuasaan politik “Aku akan mengumpulkan pendukungku dengan caraku sendiri.”


Ratu Kim khawatir mendengar kabar pernikahan antara Putra Mahkota dan Putri dari Keluarga Jo. PM Kim masih bersikap tenang tanpa rasa takut sedikit pun. Ratu Kim bergetar kesal, memang Ayahnya tak memikirkan Pangeran yang ada dalam kandungannya? Bagaimana kalau sampai seseorang dari Keluarga Jo menjadi Ratu.

“Kau adalah seorang gisaeng dan aku menjadikanmu Ratu. Aku mengatakan hal ini agar kau tak khawatir dan fokus melahirkan anakmu dengan aman.”


Young melampiaskan kemarahannya dengan berlatih pedang bersama Byung Yeon. Dalam benaknya masih terngiang semua ucapan Raja. Namun gerakan Young segera terhenti, ia ingat kalau dia menyuruh Ra On untuk tetap duduk didepan tangga dan tak pergi kemana pun.

Young mencukupkan latihan pedang hari ini.

Young bergegas menuju ke tempat dimana ia meninggalkan Ra On tadi pagi. Ra On sedang berjalan dengan kaki pincang. Sebenarnya dia ngambek soalnya Young sendiri yang sudah menyuruhnya menunggu disana tapi kenapa dia malah datang sangat terlambat?


Young tak memberikan penjelasan. Ia berjongkok dihadapan Ra On dan memintanya naik ke punggungnya. Ra On melotot tak percaya, bagaimana bisa seorang kasim naik ke punggung Putra Mahkota?

Young memintanya jangan bingung, kalau kaki Kasim Jang terluka maka ia akan melakukan hal ini juga.

“Kalau begitu aku menolak.” Ketus Ra On.

“Ini perintah.”


Ra On merutuki sikap Young, dia sendiri yang menyuruhnya untuk memperlakukan dia seperti teman saat sedang berdua tapi kenapa dia selalu berkata “ini perintah. Ini perintah.”

“Apa kau menolak untuk mematuhinya?”

Ra On berdehem sembari memperhatikan kondisi sekitarnya.


Setelah malu – malu kucing, akhirnya Ra On mau di gendong juga. Young berkata kalau tubuh Ra On ringan banget kaya bulu.

“Tapi sepertinya lengan anda bergetar.”

Young langsung berdehem. Ra On masih khawatir kalau sampai ada yang melihat mereka berdua seperti ini. Young meyakinkan, dia tahu jalan di istana yang jarang dilewati orang lain.


Young meminta Ra On melanjutkan kisah tentang Putri Duyung yang kemarin malam ia ceritakan.

Ra On mengira kalau Young pasti tertidur hingga ia tak mendengar akhir kisahnya. Di akhir cerita, Pangeran tak tahu kalau Putri Duyung mencintainya. Pangeran yang tak sadar akan kecintaan Putri Duyung akhirnya menikah dengan wanita lain. Putri Duyung pun berubah menjadi busa air laut dan menghilang selamanya.


Deg. Young menghentikan langkah kakinya, “Itu cerita yang menyedihkan..”


Ra On minta diturunkan soalnya mereka sudah mau sampai Jahyeondang. Young menolak, dia akan kembali ke Dongungjeon.

“Kalau begitu, janji kau akan menurunkan aku disana.”

“Tidak. Aku akan kembali ke Jahyeondang lagi.” Ujar Young berlari menggendong Ra On.



Malam harinya, Ratu bersama dayangnya berjalan menuju sebuah ruangan tersembunyi. Dia menemui seorang dayang yang terlihat ketakutan dan pucat. Dayang suruhan Ratu memberikan makanan untuknya.

Dayang tadi ketakutan, apa yang akan terjadi padanya dan anaknya?

Dayang Ratu meyakinkan tak akan terjadi apapun pada mereka, asalkan dia mau diam dan tutup mulut.

FLASHBACK


Seorang dukun menemui PM Kim dan Ratu Kim. Dukun itu berkata kalau bayi itu adalah Pangeran. Dia merasakan energi yang cerdas dan kuat keluar darinya.


Setelah PM Kim meninggalkan ruangan, Ratu Kim bertanya apakah memang benar anak dalam kandungannya adalah perempuan?

“Sudah jelas itu adalah seorang putri.”

Sudah enam tahun ia menanti untuk bisa hamil. Ratu Kim tak akan menyerah setelah penantiannya selama ini.

FLASHBACK END

Ratu Kim menatap Dayang hamil yang kini tengah makan dengan sangat lahap. Dia tersenyum licik, Ia akan membuat seorang pangeran baru untuk mewarisi kerajaan Joseon. Bagaimanapun caranya.

-oOo-


Keesokan harinya, Kasim Song menuju ke tempat para Kasim mencari beberapa orang untuk membantunya mempersiapkan pernikahan. Ra On bertanya, memangnya ada yang akan menikah?

“Siapa lagi kalau bukan Pangeranmu.”


Ra On duduk dibawah pohon dengan sedihnya. Dia ingat semalam menceritakan kisah Putri Duyung yang berakhir tragis pada Putra Mahkota. Ia meremas bajunya dalam kepedihan.


Yoon Sung melihat Ra On dan duduk disampingnya. Dia berkata kalau Kasim Hong ini sangat menggoda, ketika melihatnya ia jadi ingin bersadar disana. Ra On menebak kalau Yoon Sung saat ini tengah sibuk. Yoon Sung membenarkan, dia tengah sibuk menyiapkan pernikahan Putra... Dia menghentikan ucapannya.

“Aku juga sudah dengar tentang hal itu. Maksudmu pernikahan Putra Mahkota, kan?” ucap Ra On dengan tampang pura – pura ceria.



Yoon Sung memperhatikan senyum palsu Ra On. Dia sebenarnya ingin berpura – pura tak tahu tapi semua sudah tertulis dengan jelas diwajah Ra On. Yoon Sung kini tak punya pilihan dan berdiri untuk meninggalkannya.

“Kalau begitu aku akan berpura-pura menjadi sibuk. Aku akan meninggalkanmu sendirian agar kau bisa beristirahat.”


Ketika Yoon Sung berjalan pergi, dalam benaknya berkata agar Ra On bisa menjadi sesedih mungkin. Menangis sebanyak yang ia mau, rasakan patah hati dan datang padanya.


Young melakukan pertemuan lagi dengan Guru Jung. Guru Jung bertanya apakah dia akan menjadi seorang pejabat tinggi ketika ia memihak Young? Apa itu yang ingin ia katakan?


Bukan itu maksud Young, dia tak memerintahkan Guru Jung untuk menjadi pendukungnya tapi ia ingin agar dia mau menjadi seseorang yang ada disisinya. Mampu bertahan kuat menjaga kebenaran dalam hidup dan cukup yakin agar tak dibutakan oleh apapun.

“Sebuah tali yang ditarik terlalu kuat pada sebuah busur pada akhirnya akan putus.” Ujar Guru Jung.


Itulah yang sebenarnya Young inginkan, dia akan menjadikannya sebagai penasehat yang mampu menunjukkan mana yang benar dan salah. Guru Jung mengerti, lalu apa lagi yang ingin Young bicarakannya dengannya? Dia bilang punya dua hal yang ingin dibicarakan.

“Ini adalah tentang seorang wanita. Aku butuh bantuanmu agar aku tak kehilangannya.” Tutur Young.


Ra On meletakkan buku ke atas meja. Dia melihat sebuah sapu tangan berbodir bunga. Ia memperhatikannya tertarik. Kasim Han masuk kedalam ruangan dan bertanya ada apa dia kesana?

Ra On mengaku disuruh mengantarkan buku oleh Tuan Yoon. Dia lalu memperhatikan bunga putih yang terbordir di sapu tangan milik Kasim Han.

“Kau pasti tahu banyak tentang bunga. Tidak banyak orang tahu bunga ini.”

“Ibuku dulu menyukai bunga ini, tuan. Dia mengatakan kalau bunga itu tidak hanya cantik, tapi juga memiliki arti yang baik.”


Kasim Han menceritakan kalau sapu tangan itu adalah sapu tangan yang selalu dibawa oleh teman lamanya. Dia bilang sapu tangan itu dibordir oleh istrinya.

Ra On bingung mau melakukan apa lagi, dia permisi setelah melaksanakan tugasnya.


Kasim Han meraih sapu tangan berbordir bunga putih dan memperhatikannya. Dia kemudian tersentak mengetahui sesuatu, ia memperhatikan ke arah Ra On pergi.


Gadis penjual lentera kedapatan membawa selebaran pemberontak yang ada didalam gerobak sayurnya. Dia menangis tak tahu menahu tentang selebaran itu. Petugas Istana seolah tak mau mendengar pembelaan apapun, dia langsung menyeret gadis kecil itu untuk menerima hukuman.


Byung Yeon melihat kejadian itu tapi ia tak bisa berbuat apa – apa. Dia merenung memperhatikan istana yang kini ada dihadapannya.

FLASHBACK

Seorang bangsawan dituduh telah melakukan sebuah konspirasi. Petugas istana telah menemukan bukti bahwa bangsawan itu telah memberikan persediaan makanan pada para pemberontak.

Jelas saja bangsawan itu tak terima, dia hanya memberikan persediaan makanan pada rakyat miskin. Mereka bukanlah perusuh melainkan petani miskin yang kelaparan. Apa mereka menganggap tindakan patriotisme dengan tak melakukan apapun dan melihat orang tak bersalah mati kelaparan?



Petugas Istana tak mau menerima alasan apapun, mereka langsung mengambil pedang dan menebas kepala si bangsawan.

Seorang anak bersembunyi dibawah kolong rumah dengan gemetaran. Dia membungkam mulutnya sendiri saat melihat Ayahnya dibunuh begitu saja tanpa ampun.


Anak tadi menangisi kematian Ayahnya sepanjang hari. Sampai seorang pria misterius yang menggunakan tudung bambu menemuinya, dia mengulurkan tangan pada anak yang tengah menangis itu. Dan kini, anak itu telah tumbuh dewasa dan menjadi pria yang kuat. Dia Byung Yeon.

FLASHBACK END


Kasim Han tengah duduk membuka bukunya. Dalam pikirannya, ia masih mengingat mengenai ucapan Ra On ketika ia hendak di bawa oleh utusan Qing. Dia bilang kalau ibunya menghilang ketika terjadi kerusuhan 10 tahun yang lalu. Dan kini usianya sudah menginjak 18 tahun.


Kini Young menghadap Raja untuk memintanya mencabut hukuman untuk gadis lentera. Dia yakin gadis itu hanya menerima imbalan sedikit atau bahkan hanya untuk sesuap makanan. Dia tak seharusnya dihukum sebagai pengkhianat. Dia mungkin tak bisa membaca sampai tak tahu seberapa pentingnya selebaran itu.


Raja masih mencurigai gadis lentera, mungkin banyak orang yang berada dibalik gadis kecil itu. Mereka tak boleh lengah sedikit pun atau keamanan mereka akan di terobos. Dia akan menjadikan gadis kecil itu sebagai contoh dan memberikan hukuman seberat mungkin.

Young tak bisa berkata apa – apa lagi.


Yoon Sung melakukan pertemuan dengan Young setelah sempat merenungkan dugaannya kalau Ra On sudah jatuh hati pada Young.

Dia berkata pada Young “Aku merenungkannya, apa aku harus meminta bantuanmu sebagai hambamu atau aku harus memperingatkanmu sebagai seorang teman. Semua tergantung melihat pada reaksimu, Putra Mahkota.”

“Aku akan mendengarkannya.”



Yoon Sung membicarakan masalah persiapan pernikahan Young telah dimulai. Akan ada seseorang yang patah hati atas penikahan ini tapi dia akan berpura – pura bahagia. Yoon Sung mengaku kalau dia mencintai orang itu, orang yang patah hati itu.

“Apa yang ingin kau katakan?” tanya Young dengan mimik wajah serius.

“Aku tidak ingin melihat dia menderita patah hati karena keserakahanmu. Aku tak akan membiarkannya terjadi.”


Byung Yeon sampai ke tempat pertemuan dengan kelompok rahasianya. Tanpa diduga, dia malah diserang dan dikepung pedang oleh pasukan bertopeng. Ketua bertanya, Hong. Ra. On. Kenapa kau tak memberitahuku? Apa kau ingin membiarkan Putra Mahkota memilikinya?

“Tidak.”

“Apa untuk Perdana Menteri?”


Dengan jujur, Byung Yeon berkata kalau Ra On sudah melalui banyak hal. Dia tak mau Ra On melalui semua hal sulit dan rasa sakit seperti dirinya. Dia tak tahu apapun dan tak tahu informasi mengenai Hong Gyeong Nae. Jadi, bisakah mereka biarkan dia hidup tanpa mengetahui kebenarannya?



Ketua mengeluarkan pedangnya. Dia sudah memperingatkan sejak awal agar Byung Yeon melakukan perintah tanpa membuat keputusan sendiri. Tak ada yang lebih berbahaya dari seorang mata – mata yang suka mengambil keputusan sendiri!

Ketua mengayunkan pedangnya.

“Hentikan!” ucap seseorang menghentikan Ketua. Seseorang menggunakan tudung bambu pun berjalan memasuki ruangan.


Young menerima surat yang dikirim oleh Guru Jung. Dia mengaku telah menemukan sebuah cara. Dia menyuruhnya untuk menyiapkan sebuah pertemuan dengan gadis itu.

Jelas surat ini membawa kebahagiaan untuk Young. Ia tersenyum dan bergegas pergi.



Tak diduga tak dinyana, pria bertudung bambu adalah Kasim Han. Tentu saja Byung Yeon terkejut, dia sekarang ingat sosok yang ditemuinya dimasa kecil adalah Kasim Han. Dia bertanya apakah Kasim Han adalah Ketua Kelompok Baekwoon? Bukankah pria yang membawanya kesini 10 tahun lalu adalah Kasim Han?

“Iya benar. Aku telah mengawasimu.”

Kasim Han kemudian mengumumkan bahwa ia akan membawa Putri Hong Gyeong Nae saat pertemuan kelompok Baekwoon. Dia akan membawanya dihadapan semua orang.


Di Jahyeondang, Ra On menyambut kehadiran Young dengan senang hati. Dia senang bisa melihat wajah Putra Mahkota. Young tersenyum, dia bertanya kenapa Ra On berpura – pura seolah tak mengetahui apa – apa?

Ra On diam.

“Bukan, maksudku kenapa kau berpura – pura semua baik – baik saja?”


Ra On meminta Young untuk tak berusaha terlalu keras. Young juga tak bisa berbuat apa – apa untuk mengubah hal itu. Dia tak bisa menangisinya terus menerus.


Young jelas sedih, lalu apa yang Ra On pikirkan? Apa dia akan menghilang seperti buih air laut dan menghilang seolah tak ada apapun yang terjadi?

Ra On menunduk tak menjawab.


Young memberikan secarik kertas, ia telah menemukan cara untuk membuat Ra On hidup sebagai seorang wanita. Dan.. dia juga tak suka dengan kisah yang Ra On ceritakan jadi ia akan mengubah ending cerita itu. *loh loh kok jadi inget W-TwoWorlds gini.hehe

“Mereka akan hidup bersama selamanya. Seperti kita.” Tandas Young.

Ra On tersenyum tulus kali ini. Dia bahagia mendengar ucapan Young. Young geregetan sendiri melihat reaksinya, dia mengusap puncak kepala Ra On dengan gemas.

-oOo-


Ra On tersenyum menantikan Young didepan gerbang istana. Yong akan mengajaknya menemui seseorang.

Seseorang berdiri dibelakang Ra On, Ra On sontak berbalik dengan antusias.


Young sama riangnya, dia melangkahkan kaki ringan untuk bisa menemui Ra On.


Ra On terkejut melihat Kasim Han menemuinya, “Tuan Han, apa yang membawamu kemari?”

“Aku sudah menghabiskan banyak waktu untuk bisa menemukanmu.”

“Maaf? Kau mencariku?”

“Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu, Ra On-ah.”


Ra On gemetar ketakutan, bagaimana Kasim Han tahu namanya?


“Bagaimana kau tahu nama itu? Hong Ra On.” Tanya Young tiba – tiba muncul.


-oOo-
Terimakasih Melisa Young. Aku jadi kepikiran buat posting Poster Ha Yeon.

Sampai saat ini aku belum juga menemukan preview episode sebelas loh, kalau aku sudah nemu pasti akan segera posting deh. 

Ada nih yang masih sebel kalau Young sampai menikah dengan Ha Yeon? Sepertinya memang sudah ditakdirkan semacam itu sejak awal dibuatnya drama ini yah, mau bagaimana lagi kalau sejarah sudah berkata demikian. Apalagi ini mengisahkan tentang zaman kerajaan, ga cuma Ra On yang menderita karena di madu kok. Dong Yi dll juga mengalami hal yang sama.

Aku sendiri sebenarnya suka juga dengan karakter Ha Yeon disini. Dia polos dan tak ada niatan licik dalam mendekati Putra Mahkota. Dia tulus menyukainya tanpa embel - embel jabatan Putra Mahkota.
Pokoknya, aku semua suka karakter dalam drama ini. Mulai dari Yoon Sung bahkan sampai PM Kim (hidup Young ga akan rame tanpa ni orang :D)

Akhirnya dua episode bisa dikejar juga yah... Heol.. C4Knight akan segera menyusul sesegera mungkin.

Ngomong - ngomong, makasih loh udah meramaikan blogku dengan komentar kalian. Berasa makin berwarna hidup gua!! :D

18 Responses to "SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 10 Bagian 2"

  1. Akhir episode selalu buat penasaran kelanjutannya...

    ReplyDelete
  2. hwaaa dari awal mikirin ending drama ini, takut entar malah jadi sad ending atau open ending, gak rela liat Ra On tersakiti, mulai minggu depan harus siap sedia tisu nihh 😭

    ReplyDelete
  3. Aigoo aigoo...young itu yaaa,, waktu cute ya cute banget,, waktu serius ya manly banget,, hwaiting admiin,, aku tau nulis sinop itu susah T.T daan semoga bo gum ikut running man setelah drama ini selese,, :D

    ReplyDelete
  4. Kereeen terima kasihbyaaa walau udah lihat tetep kepo sama sinopsis nya

    ReplyDelete
  5. kalo bisa semoga drama ini diperpanjang epsnya, ditayangin sampe 8 tahun ke depan :")

    ReplyDelete
  6. Cerita puti duyung pangeran, menghilang seperti bui di lautan, jadi inget Secret Garden huhhu baper

    ReplyDelete
  7. Hoalahh aku kira aku doang yang nyariin preview ep 11 nya .😂😂😂
    Makasih yaa sipnosisnya keren..
    Walau udah nonton tapi kalo udah baca ini langsung tambah paham.. 😁😁😁

    ReplyDelete
  8. sama-sama mbak, hehehe untuk preview episode 11 kyaknya emank sengaja di keep dari sana maybe cerita udah mulai naik klimaks ya, ;) ngeliat dari tempo cerita episode 9 dan 10 yg lambat kyaknya nih drama bisa ampe 18 or 20 episode. semangat terus mbkny!!! ;D

    ReplyDelete
  9. Hadeuh.......puji.kamsahamnida jeongmal......nunggu bgt hati srnin selasa, gundah kalo gak nonton dan baca sinop.......ituh ha yeon udah pasti jadi sejabin ya??????cz posternya kaya gt.....tapi gimana nasib uri raon yah????apa mesti kayak dong yi entar, jadi dayang dulu terus snggung gitu.....bagaimanapun yg penting hati young hanya utk raon ya.......semoga nggak sad ending......hik hik hik

    ReplyDelete
  10. Yah jangan dong..., g rela kalo Ha Yeon jd pndamping pgeran, klo smpe itu trjadi g cuma Ra On yg ptah hati..., aku juga bkal patah hati
    :-(
    Mudah2an poster itu hnya skedar untuk bkin penonton harap2 cemas..
    Tu liat, pangeran aja niat bgt mau ngubah ending ceritanya....
    Ra On jg pny potensi jd pndamping Pangeran wlo dy ank pemberontak.
    Inget kata PM kim kan, Ratu yg skrg dulunya apa...,

    ReplyDelete
  11. Gk sabar buat nunggu episode berikutnya 😉

    ReplyDelete
  12. Mkasih kakak sinopsisnya....😍...aku suka-aku suka...

    ReplyDelete
  13. eps 11 bikin penasaran banget.. sayangnya previewnya ga dikasih ama sana.. tapi ga pp.. yang penting lanjut terus kak buat sinopsisnya.. makasih

    ReplyDelete
  14. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  15. or this
    https://www.youtube.com/watch?v=7atSJ9qOWso

    and then poster ha yeon bkan hanya sekedar, huhuhu

    ReplyDelete
  16. Iya..., previewnyabudh ada. Sepertinya ep 11 bkal sedih bgt..., :-(

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^