SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 12 Bagian 1

SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 12 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: KBS2


Diawali dengan kilas balik pertemuan antara Young dan Ibu Ra On di tempat Guru Dasan.

“Kenapa kau datang dengan wajah sedih lagi?” tanya Guru Dasan pada Ibu Ra On. Ibu mengaku sedih karena melihat seorang anak yang mirip anaknya di Festival Lampion. Young mengernyit ketika mendengar Festival Lampion disebutkan.



Setelah Ra On berjanji kalau dia tetap akan mempertahankan Young ketika mengalami situasi yang sulit. Young memberitahukan bahwa ia telah menemukan Ibu Ra On. Ketika berbalik, Ibunya memang benar – benar sudah berdiri tak jauh darinya lagi. Ibu – anak yang terpisah lama itupun berpelukan melepas kerinduan.

Guru Dasan ada disana dan memperhatikan pertemuan haru mereka.


Kilas balik, Young menyadari bahwa Guru Dasan telah menyembunyikan keberadaan Ibu Ra On. Dia bertanya apa alasannya? Setelah tahu mereka berusaha keras untuk saling mencari, kenapa kau menyembunyikannya?

“Apa yang akan kau lakukan jika dia menemukan ibunya?”

Tentu saja Young akan mempersatukan mereka. Guru Dasan kembali bertanya, bagaimana kalau pertemuan mereka akan membuat Yang Mulia dalam bahaya? Kalau dia diam, mungkin dia bisa hidup bahagia selamanya bersama Ra On.

“Aku tak tahu seberapa berbahayanya itu, tapi aku tak mau mencegahnya hanya karena aku.”

SINOPSIS Love in The Moonlight Episode 12: Kepercayaanmu Menjadi Takdirmu


Ibu terus mengusap wajah Ra On dengan penuh kasih sayang. Dia tahu kalau putrinya mengalami waktu yang sulit. Ra On mengelak, dia sudah melupakan semuanya. Dia pikir tak bisa bertemu lagi dengan Ibu tapi mereka akhirnya bertemu lagi seperti ini.

Keduanya kembali berpelukan.


“Tapi, apa yang terjadi? Kau perempuan, bagaimana menjadi kasim?”

Ra On berjanji akan menceritakannya seiring berjalannya waktu. Dia bertemu dengan banyak orang baik dan berbaur dengan mereka. Putra Mahkota juga memperlakukannya dengan begitu baik.


Mendengar nama Putra Mahkota, Ibu langsung cemas. Pria yang ada disana adalah Putra Mahkota?

Ra On mengangguk.

Young sepertinya belum mengetahui detail tentang Ra On dan keluarganya. Dia tidak akan bertanya lebih lanjut pada Guru Dasan karena dia telah berjanji. Meski khawatir dengan apa yang telah dikatakan oleh Guru Dasan, ia tetap berterimakasih karena telah diijinkan untuk memutuskan lebih dulu.


Guru Dasan mengatakan bahwa takdir bukan sesuatu yang bisa dibuat atau dihindari sesuai dengan keinginannya. Young tersenyum, dia juga ingin mengatakan hal itu.



Ra On dan Ibu datang menghampiri mereka. Young tersenyum pada Ibu yang membungkuk hormat padanya “Anak ini akan aku berikan hari libur, tolong jangan bersedih.”

Young memberi isyarat dan Ra On langsung paham. Dia meminta izin untuk kembali ke istana dan menyuruh ‘kakek’ untuk tidak mabuk – mabukan. Guru Dasan dengan bercanda menolak untuk dipanggil kakek. Mananya yang kelihatan kakek – kakek?



Setelah Ra On pergi, Guru Dasan berkata kalau sekarang tinggal menunggu bagaimana Ra On akan memilih.

Ibu langsung menolaknya karena Ra On tak akan bisa memilih. Bagaimana dengan istana dan dari sisi Putra Mahkota? Ini benar – benar tak masuk akal. Kau tahu kalau ini sesuatu yang tak boleh terjadi?


Hujan turun dengan lebatnya sebelum Young dan Ra On masuk ke istana. Mereka berteduh dibawah pohon. Ra On pikir hujan tak akan reda dalam waktu dekat, dia akan mengambil payung.

Tidak. Young tak mengizinkannya dan meraih tangan Ra On, membimbingnya berjalan ditengah hujan.


“Tolong berjalan lebih cepat...” pinta Ra On.

Young semakin tersenyum dan berjalan dengan lambat menikmati dinginnya tetesan air hujan. Ra On menyindirnya “Tak ada sesuatu didalam istana yang bisa membuat Putra Mahkota berlari, kan?”

“Tidak ada. Tidak akan ada.”

Ra On mengiyakan saja ucapan Young dengan wajah tak ikhlas.


Young bertanya apakah sebelumnya pernah ada Putra Mahkota yang menyukai seorang kasim? Entahlah tapi yang jelas, semua mengalir begitu saja bagi Young. Dia menarik tangan Ra On lebih erat dan jarak diantara keduanya semakin dekat.


Ia mengangkat tangannya untuk memayungi Ra On. Keduanya tersenyum bahagia dan berlari menuju ke istana.


Byung Yeon secara sembunyi – sembunyi masuk ke Dongungjeon dan meletakkan dua buku tebal di meja Young. Dia bergegas keluar namun tepat saat itu, Ra On dan Young datang. Byung Yeon sigap bersembunyi dibalik pintu.



Begitu khawatir, Ra On langsung menyambar kain yang ada didalam laci dan mengusap wajah basah Young. Bagaimana kalau sampai dia demam? Young terus diam memperhatikan Ra On. Dia kemudian memegang tangannya yang sibuk mengelap wajahnya.

Young membopong tubuh Ra On.


Dia memangku Ra On dan mengusap wajahnya dengan kain. Ia melakukannya dengan perlahan sambil terus menatap lurus ke kedua belah matanya. Ra On tersenyum tapi dia berkata kalau ia takut.

“Takut apa?”

Ra On merasa sangat bahagia hari ini, tapi dia juga sedih kalau berfikir kebahagiaan itu mungkin seharusnya milik orang lain? Bagaimana kalau itu direnggut dengan segera?

“Apa kau sangat bahagia karena bertemu ibumu?”

“Ada orang didalam istana dan diluar istana yang aku harapkan tinggal bersama, bagaimana mungkin aku tak bahagia?”


Young senang kalau Ra On senang. Meskipun dia merasa sedih karena Ra On seolah ingin mengatakan dia baik – baik saja kalau harus tinggal diluar istana. Ra On tersenyum memastikan “kemana aku akan pergi kalau tanpa izinmu?”

Young gemas dan menyentuh wajah Ra On dengan teluntuknya seperti biasa.


Rupanya Byung Yeon menerima tugas dari Kasim Han untuk meletakkan buku tersebut dimeja Young. Dia bertanya bukankah dengan kejadian akhir – akhir ini malah akan membuat penjagaan semakin ketat, apa anda baik – baik saja?


Sama sekali bukan masalah untuk Kasim Han, kalau dia tak melakukan apapun maka tak ada gunanya dia tinggal bersembunyi. Kasim Han ingin menunjukkan bahwa mereka tengah diawasi dari suatu tempat yang sangat dekat.


Sebelum pergi, Byung Yeon menanyakan rencana Kasim Han tentang Hong Ra On. Kasim Han masih menanti sampai waktu dimana Putra Mahkota tak bisa berbuat apa – apa mengenai hal ini.

-oOo-

11 Responses to "SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 12 Bagian 1"

  1. Bagus eonni nulis nya tambah semangat lagi y .. Makasih udah nulis lebih pagi buat para penggemar Moonlight kaya aq yg nungguin sinopsis ini.. Di tunggu part 2 nya y. Kamsahamnida

    ReplyDelete
  2. Bagus eonni nulis nya tambah semangat lagi y .. Makasih udah nulis lebih pagi buat para penggemar Moonlight kaya aq yg nungguin sinopsis ini.. Di tunggu part 2 nya y. Kamsahamnida

    ReplyDelete
  3. Eonni dulu in nulis sinopsis Moonlight episode 12 bagian 2 y? Aq lagi gak sabar nunggu mbak

    ReplyDelete
  4. gomawo eonnie.. . fighting ya nulisnya..

    ReplyDelete
  5. tolong di lanjutkan yaa....aku suka bangeet...dan terima kasih..aku tungguu yaa..

    ReplyDelete
  6. Mdbc Part 2 nya ditunggu ya kak... update sinop ryeo udah selesei duluan, tp mdbc nya masih part 1, huhu...

    Bikin sinop on the way to the airport juga dong kak

    ReplyDelete
  7. Min ditunggu part 2 nyaaa. Biasanya cepet , ini kok lama ya updatenya. Hayuks min semangat !!!!

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^