SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 11 Bagian 1

SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 11 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: KBS2

“Bagaimana kau tahu nama itu? Hong Ra On.” Tanya Young.

Kasim Han sempat terkesiap kaget mendapati Putra Mahkota hadir disaat seperti ini. Dia langsung mengaku kalau ia mengenal Ra On ketika masih kecil tapi sepertinya Ra On tidak mengingatnya.



Kini Kasim Han dan Young duduk berhadapan di sebuah ruangan. Young tak menduga bisa bertemu dengan Kasim Han ditempat seperti ini. Tapi apa alasan Kasim Han mencari keberadaan Ra On sejak dulu?


Kasim Han mengaku pernah memiliki hutang budi pada Ibu Ra On. Ia ingin membalas hutang budi itu dengan menjaga Ra On dari dekat tapi karena perpisahan yang tak terduga, dia tak bisa melakukannya.

“Jadi kau sudah tahu situasinya, kan?”

“Kalau dia (Ra On) bukan seseorang yang bisa menjadi kasim?” tanya Kasim Han.


Young pikir sekarang waktunya bagi Kasim Han untuk membayar hutang budinya. Dia memintanya untuk menjaga Ra On ketika tengah berada di Istana. Kasim Han berfikir sejenak, kemudian dia mengiyakan perintah Young.


Ra On menghampiri Kasim Han ketika dia keluar dari ruangan Young. Kasim Han paham kalau Ra On memiliki banyak sekali pertanyaan “Tunggu sampai aku memanggilmu.”

Sinopsis Love In The Moonlight Episode 11: Janji

Young tengah menulis, dia akan mengatur kembali jadwal pertemuan dengan Guru Dasan (Guru Jung). Ra On bertanya, orang macam apa Guru Dasan itu?

Bagi Young, Guru Dasan adalah seseorang yang bisa mereka contoh kecuali kebiasaan minumnya. Dia menjadi bersahabat dengan semua makhluk hidup yang kecil ataupun besar dan berbicara dengan mereka.


Penjelasan Young membuat Ra On teringat dengan kakeknya di desa. Ketika dia mabuk maka semua orang bahkan anjing juga akan menghindarinya. Ra On tersenyum mengingatnya.


“Ra On –ah..” panggil Young seraya mendekatkan wajahnya ke arah Ra On. Sontak Ra On gugup menunggu apa yang akan Young katakan lagi. Dan pluk!.. Young menotol dahinya menggunakan kuas yang bertinta.

“Apa ini lucu?”

“Ini hatiku.”


Ra On menunjuk tanda hitam yang terletak ditengah kedua alisnya. “Ini hatimu?”

“Aku sudah menandaimu sejak lama. Seperti itu.” ujar Young. Young langsung berubah serius sambil menahan tawanya. Ra On menutupi dahinya sambil pasrah karena noda hitam itu tak bisa dihapus.

-oOo-


Byung Yeon bertemu dengan Kasim Han. Dia bertanya – tanya apakah Kasim Han menyembunyikan identitasnya dengan tujuan menghancurkan keluarga istana?

Kasim Han disini menegaskan kalau dia sama sekali tak mengkhawatirkan soal Byung Yeon. Byung Yeon tahu sendiri siapa yang telah menghancurkan keluarganya dan membunuh mereka semua. Kasim Han mengaku telah melayani tiga raja. Setiap pergantian tersebut, dia selalu memiliki harapan baru pada mereka. Namun kenyataan malah berakhir dengan putus asa. Tak ada harapan bagi Joseon bagi Keluarga Yi (Lee).



“Lalu, untuk harapan baru, apa tugas dari Topeng Putih? Pemberontakan baru?”

Kasim bilang kalau semua ini cuma sebuah taktik belaka. Bagaimana bisa sebuah pemberontakan membawa harapan baru? Soal Ra On, apa anak itu tak ingat apapun mengenai pemberontakan sepuluh tahun yang lalu?

Byung Yeon cukup yakin kalau Ra On tak mengingatnya.


Young menemui gadis penjual lentera yang dipenjara. Gadis itu ketakutan dan duduk meringkuk sambil menangis tanpa henti. Young ingat betul pembicaraan mereka sebelumnya, dia bertanya bagaimana menurut gadis itu tentang sebuah negara yang bagus?

Dengan polos gadis lentera tak memberikan jawaban, Raja yang perduli dengan rakyatnya pasti lebih paham soal itu.


Dalam pertemuan, Young tak bisa menyetujui hukuman yang diterima oleh gadis lentera. Untuk orang dewasa saja hukuman itu sudah terlalu kasar, bagaimana anak kecil bisa menanggungnya?


Menteri Geun Pyo menyatakan kalau anak kecil itu sudah berbahaya bagi kerajaan. Umur bukanlah tolak ukur –nya.

“Kalau begitu bawa barang bukti yang menunjukkan kalau gadis itu berhubungan dengan penjahatnya langsung.” Tuntut Young.




Pepatah mengatakan sesuatu yang besar berawal dari yang kecil. Menteri Ui Gyo bilang kalau mereka tak bisa membiarkan api besar terjadi dengan mengabaikan api kecil. Young menolak untuk mendengar lebih. Dia menyuruh mereka melepaskan gadis itu.

“Tolong pertimbangkan keputusan anda yang mulia!” pinta seluruh menteri.



Dayang tengah mempersiapkan santapan Raja. Namun belum sempat Raja memakan santapannya, mereka dikejutkan dengan sumpit yang menunjukkan bercak hitam. Raja panik bukan kepalang.


Suasana istana berubah panik dan dayang berseliweran sana sini. Kasim Song keheranan dan menghentikan salah seorang dayang yang melintas. Ia tanya apa yang tengah terjadi?

Dayang dengan takut – takut memberitahukan kalau makanan milik Raja telah diracun tapi untuknya Raja sama sekali tak terluka. Kasim Song menggerutu kesal mendengarnya, departemen kasim akan porak poranda.


Menteri Geun Pyo melakukan pengecekan pada makanan yang dihidangkan untuk Raja. Dia bertanya pada Kepala Prajurit mengenai insiden ini. Kepala Prajurit menjelaskan bahwa hanya satu orang saja yang masuk ke dapur selain dayang istana. Itu adalah orang yang mengantarkan bahan makanan yang digunakan untuk makanan Raja. Ketika ditemukan kejanggalan, dia kabur dan menghilang.


“Siapa orang itu?”

“Itu adalah Ayah dari gadis yang ditemukan melakukan propaganda.”

Menteri Geun Pyo jelas terkejut mendengarnya.


Kini Duk Ho mencoba untuk bisa curi pandang pada Putri Myung Eun dan menantikan kedatangannya. Tak selang lama Myung Eun benar – benar muncul, Dayangnya meminta dia untuk makan. Myung Eun menolak keras, dia sudah susah payah menurunkan berat badan dan sulit untuk mempertahankannya.

Dia mengusir dayangnya dengan kesal.



Myung Eun jalan – jalan sendiri dan mengeluarkan cerminnya. Dia memperhatikan wajahnya yang sudah berubah tirus. Tanpa sengaja dia melihat Duk Ho yang tengah mengikutinya di belakangnya.

Sontak dia ketakutan dan berjalan cepat – cepat.


Duk Ho mengendap – endap mengikuti Myung Eun. Tapi rupanya Myung Eun sudah menantikan dia dibelakang tembok dan memergoki aksi Duk Ho. Siapa kau? Duk Ho gelagapan saat ingin memberikan jawaban. Dia berniat mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya.

Myung Eun semakin ketakutan dan melangkahkan kaki mundur. Dia mengancam akan memanggil penjaga.



Tanpa sengaja, Myung Eun menginjak rok hanboknya hingga ia hampir terjatuh. Duk Ho cepat – cepat menahan tubuhnya dan mereka berhadapan sangat dekat. Sontak lutut Duk Ho lemas dan terjatuh ke tanah. Myung Eun yang ada dalam pelukannya pun ikut terjatuh hingga ia menindih Duk Ho.


Myung Eun bergegas bangkit dan menamparnya. Duk Ho sama sekali tak perduli. Yang ia perdulikan adalah keselamatan Tuan Putri, apa kau baik – baik saja?

“Apa yang kau lakukan?” kesal Myung Eun dan menampar Duk Ho sekali lagi.

“Sungguh.. kau baik – baik saja?”

Myung Eun berniat menamparnya lagi tapi Myung Eun mengurungkan niatnya “Kalau kau mendekatiku lagi. Aku tak akan memaafkanmu!”


Wah, rupanya sesuatu yang ingin Duk Ho berikan adalah kotak berisi permen. Dia pun hanya bisa melihat kepergian Myung Eun dengan sedih.


Menteri Geun Pyo melaporkan temuannya kalau ia menduga anak kecil penjual lentera bekerja sama dengan Ayahnya. Young ingat, anak itu mengatakan kalau dia datang ke istana untuk mengirimkan sayuran bersama Sang Ayah. Young tak lagi bisa membantah ketika Menteri Ui Gyo menyarankan untuk mencari mereka dan memberikan hukuman.


Departemen Kasim kena imbas dan mereka melakukan penggeledahan. Penjaga Istana keheranan saat Kasim Song menyuruh mereka menggeledah Jahyeondang padahal biro kasim sudah selesai digeledah. Kasim Song berkata kalau ada satu anak aneh yang tinggal disini.

Dan keanehan itu langsung terbukti dengan ditemukannya hanbok. Kasim Song tak habis pikir “Apa – apaan ini? Tak bisa dipercaya, sungguh!”


PM Kim menemui Raja untuk menanyakan tentang kecemasan yang dialaminya. Raja sepertinya tak terlalu cemas saat ini. Dia bersyukur karena penjahatnya telah tertangkap. PM Kim menyalahkan Putra Mahkota atas insiden ini.

“Apa yang sebaiknya dilakukan?” tanya Raja.


PM Kim menyarankan agar Raja memperingatkan Putra Mahkota yang telah melakukan kesalahan berulang kali. Dan mereka harus meredam kemarahan orang – orang dengan mempercepat pernikahan kerajaan.

“Putra Mahkota tak punya keinginan untuk menikah..”

“Apa baiknya mengikuti keinginan Putra Mahkota? Aku telah menyuruh mereka untuk memasang daftar kandidat di perencanaan pernikahan kerajaan.”

Raja terkejut karena PM Kim sudah bertindak cepat untuk menggagalkan rencana pernikahan Young dan Ha Yeon. PM Kim menambahkan “Aku hanya ingin meringkankan pekerjaan Yang Mulia.”


Malam ini, Young tampak tak bersemangat dan duduk tanpa tenaga sambil melamun.


Dia ingat perbincangannya dengan sang Ibu ketika ia masih kecil. Ibunya bilang kalau ia ingin melihat Putra Mahkota mampu menjadi Raja dengan mata yang berbinar.  Ketika ia menjadi seseorang dengan posisi yang begitu tinggi, akhirnya dia tak akan mampu melihat orang – orang yang berada dibawahnya.

“Selain itu?” tanya Young.


Ibu tidak mau melihat putranya mengabaikan perkataan orang lain. Tapi dia juga tak boleh hanya mendengarkan ucapan seseorang yang berteriak keras dihadapannya.

Young menyimpulkan “Melihat seseorang tanpa memandang dia kalangan tinggi atau rendah. Lebih memperhatikan omongan pelayan tapi bedakan dengan yang rayuan dan hinaan. Begitukan?”


Bangga melihat ucapan Young, Ibu meraih tangannya. Dia meminta Young untuk memperlakukan setiap orang seperti mereka satu – satunya orang Young. Bisakah kau berjanji pada ibu kalau kau akan menjadi Raja semacam itu?

“Aku akan mengingatnya, Ibu.” Jawab Young.


Young terlihat bimbang dan tak tahu apa yang harus ia lakukan. “Ra On –ah. Entah kau melihat sesuatu yang benar, kata – kata siapa yang akan kau dengar? Bagaimana kalau sesuatu yang kau anggap benar ternyata salah? Apa yang akan kau lakukan kalau semuanya tanpak sulit?”


Ra On menatap Young dengan tatapan lembut. Seperti kata kakeknya, ketika hati tengah sedih maka semuanya tampak meragukan.



Young merenungkan ucapan itu. Dia sadar kalau maksud Ra On, ia bimbang karena pengaruh perasaannya yang tengah sedih. Ia pun bangkit dengan tersenyum, menopang kepalanya dengan tangan “Kalau begitu, aku membutuhkanmu. Buang semua keraguanku menjadi kebahagiaan.”

Ra On ikut menopang kepalanya dengan tangan. Membalas tatapan Young dengan senyuman “Bagaimana kalau begini Yang Mulia?”


“Ya, aku terisi penuh denganmu..” ucap Young menyentuh pipi Ra On gemas.
-oOo- 

5 Responses to "SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 11 Bagian 1"

  1. Eonni cepetin lanjutan bagian 2 nya y.. Makasih udah nulis lebih pagi hari ini.. Gomawo eonni

    ReplyDelete
  2. Young itu sesuatu banget siih,, hhehehe hwaiting admin nulis kelanjutannya

    ReplyDelete
  3. Trims buat sinopsisnya. Semangat๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^