SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 7 Bagian 2

SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 7 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: KBS2

Ha Yeon berjalan dengan sebal karena ajakannya ditolak oleh Young. Meskipun begitu, dia tetap tersenyum mengingat Young menolaknya sambil tertawa dan membuat hatinya berdebar.



Kasim Ma berteriak malam – malam didepan pondokkan untuk para dayang. Wol Hee tersadar dari tidurnya dan mengintip Kasim Ma dengan khawatir. Kasim Ma masih duduk bersimpuh dijalan dengan frustasi, Keluarlah! Keluarlah!

Suara Kasim Ma langsung menghilang karena ada seseorang yang membekapnya.

Wol Hee menutup jendelanya dengan khawatir tapi masih dongkol juga, “Si Gila itu, apa yang akan dia lakukan sekarang?”


Kasim Ma mencekik Ra On karena telah mengikutinya. Kalau sampai dia mengganggu Wol Hee, dia tak akan membiarkannya. Ra On sesak nafas dan berbicara dengan terbata – bata. Dia hanya mengkhawatirkannya.

“Siapa yang khawatir pada siapa? Seseorang yang berpura – pura menjadi kasim adalah...”



Byung Yeon datang dan langsung mendorong Kasim Ma. Dia khawatir melihat Ra On yang terus memegangi dadanya karena sesak. Ia berniat memegang leher Ra On namun tangannya langsung ditampik oleh Young.

Young bersikap so acuh tak acuh, “Kalau kau tak mati, itu sudah cukup. Pria apaan yang kalah hanya hal kecil begitu..”

Byung Yeon dan Ra On sempat memperhatikan sikap Young. Namun Young bergegas pergi meninggalkan mereka.


Keduanya bergegas mengikuti Young. Ra On bertanya pada Byung Yeon dengan setengah berbisik, apakah seorang yang bekerja dalam istana tak bisa mengubah takdir mereka? Baik dayang maupun kasim?

“Tanpa persetujuan Raja, itu hal yang tak mungkin.”

Young menghentikan langkahnya, dia akan pura – pura tak mendengar pembicaraan mereka. Jangan memikirkan hal semacam itu lagi!

“Kau mendengar semuanya? Meskipun begitu, apa ada cara..”

Young menegaskan bahwa dalam hukum hal itu dilarang. Ra On masih protes karena masalah hati tak bisa dikaitkan dengan hukum, hati tak bisa dikontrol. Young mendesis untuk menghentikan ucapan Ra On.

-oOo-


Ra On merenung dibawah pohon, ia kembali mengingat kejadian saat Young terlihat tersenyum pada seorang wanita. Dia pun tertunduk sedih memikirkannya.


Suara helaan nafas seseorang membuat Ra On menoleh. Dia mendapati Kasim Ma juga datang kesana untuk menenangkan diri. Kasim Ma lantas menghampiri Ra On dengan kesal, dia menuduh Ra On sudah memukul tengkuknya kemudian lari.

Ra On tak bisa menjelaskan tapi yang jelas Kasim Ma telah melakukan keputusan yang salah. Dia mabuk lalu berlari ke tempat para dayang dan berteriak – teriak. Ra On bertanya, apa yang akan kau lakukan?


Kasim Ma terduduk pasrah mengingat posisi yang ia miliki. Ra On dengan hati – hati menawarkan sebuah bantuan. Kasim Ma mengira itu hanya sebuah omong kosong, apa kau mau aku mati?

“Bagaimana kalau sebuah cara yang bagus?” tanya Ra On membuat Kasim Ma sedikit percaya padanya.


Raja tengah melakukan pertemuan dengan PM Kim, mereka membahas mengenai Jin Yool Chung yang diserang dan negara kehilangan suplay gandum. Disisi lain, Menteri Kam Jang Suk juga mengundurkan diri.

Raja mendengar kalau Kim Jang Suk melakukan penyelundupan suplay gandum dan menjualnya di Pasar Sang Won. Kenapa tak ada laporannya?

PM Kim seolah menyepelekan rumor yang Raja dengar, harusnya dia lebih mementingkan laporan nasional. PM Kim menunjukkan sebuah topeng dan mengatakan kalau pelaku yang menyerang mereka semuanya menggunakan topeng. Tokoh poros dari gerakan itu adalah Hong Gyeong Nae.


Sontak Raja panik mengingat kejadian penyerangan kerajaan. Dia menegaskan kalau orang itu sudah mati. PM Kim membenarkan namun orang – orang itu tengah berusaha mencari garis keturunannya. PM Kim sendiri tak bisa menjelaskan lebih lanjut karena menyangkut masalah kesehatan Raja. Tapi beberapa waktu terakhir, pergerakan Hong Gyeong Nae sangat mencurigakan.


Raja panik bukan main, dia meminta PM Kim menangkap mereka semua. Jangan sampai kejadian dimasa lalu terulang kembali!


Ra On sibuk menjahit dan tangannya terkena jarum terus menerus. Dia mencoba berbicara dengan Byung Yeon yang duduk di langit – langit agar bisa membantunya. Byung Yeon tampak sedang serius dan tak ingin diganggung, diamlah!

Ra On berdecak sebal, ini tak semudah yang kau pikirkan! Kau mungkin tak bisa memasukkan benang ke dalam jarum.


Tak lama setelah itu, Byung Yeon sudah ada dihadapan Ra On dan menjahit sebuah boneka dengan cekatan. Ra On memberikan tepuk tangan kagum, Kim Hyung memang orang yang berbicara menggunakan tubuhnya. (Tak banyak omong tapi langsung dilakukan)

Byung Yeon meminta Ra On mematikan penerangannya, dia mau tidur. Ra On menghentikan Byung Yeon kemudian memberikan bahan boneka yang baru. Dia minta dibuatkan satu lagi.

Hahaha. Byung Yeon menatapnya dengan serius. CYAT! Pedang Byung Yeon keluar sarang untuk memotong lilin hingga padam.

-oOo-



Young tengah melakukan perjalanan pagi hari, mereka tanpa sengaja melihat beberapa Kasim berkelahi.

“Berhenti sekarang juga!” bentaknya. Rupanya kasim yang tengah berkelahi adalah Kasim Jang.


Mereka kembali ke Dongungjeon namun Kasim Jang belum juga mau memberitahukan alasan dia berkelahi. Young merasa kalau Kasim Jang tak mau mempercayainya lagi. Haruskah dia mengirimkannya ke tempat lain? Kantor administrasi atau kantor investigasi?
Young berteriak minta dipanggilankan petugas penyelidik.


Kasim Jang akhirnya buka mulut, para idiot itu telah mengatakan hal yang tak penting. 

Young memintanya untuk mengatakan saja. Dia yakin kalau mereka mengucapkan kritikan, toh Putra Mahkota tak selamanya bisa mendengar apa yang ia inginkan. Katakan padaku!

Kasim Jang berucap dengan lirih, “Katanya Putra Mahkota.. menyukai.. pria.”

Ra On melotot terkejut. Kasim Jang langsung bersujud dihadapan Young.


Young sempat melirik ke arah Ra On sebelum akhirnya tertawa. Dia pikir kata – kata mengerikan yang mereka katakan. Jangan dipikirkan.

Kasim Jang menambahkan kalau mereka mengatakan bahwa Putra Mahkota melihat Ra On dengan tatapan hangat layaknya seorang pria pada wanita. Gosip itu sudah menyebar ke seluruh penjuru istana.

“Tatap aku! Aku bilang berhenti!” bentak Young.

Kasim Jang mengaku khawatir kalau gosip ini akan mempengaruhi Putra Mahkota. Dia seseorang yang akan mengambil alih tampuk kekuasaan.



Young menatap Ra On dan keduanya bertatapan untuk sekilas. Mereka sama – sama canggung setelah mendengar ucapan Kasim Jang.



Ra On tengah berjinjit untuk bisa meraih boneka kasim yang ia letakkan di rak buku. Keseimbangannya terganggung, boneka itu pun tanpa sengaja terjatuh dari tangannya. Young datang kemudian memungut boneka tersebut, ia meminta penjelasan dari Ra On. Ra On enggan untuk menjelaskan, dia berniat merebut boneka itu dari tangan Young.


Terjadilah tarik menarik diantara mereka hingga tangan boneka sobek. Young lantas merasa tak enak namun ia memperingatkan agar Ra On tak mencampuri urusan Kasim Ma.

Ra On meyakinkan kalau ia tak akan melakukan hal yang melanggar hukum. Young mengklaim hal itu tak akan ada gunanya, menyampaikan perasaan tak akan mengubah apapun. Young mengembalikan boneka tersebut pada Ra On.


“Ini tak seperti seseorang yang meregangkan tangan untuk menggapai sesuatu di lagit. Toh mereka semua tahu kalau dayang adalah milik Raja.”

“Lalu?” tanya Young tak jadi pergi.

Meskipun tak ada gunanya, tapi tak seorang pun bisa menahan perasaan jatuh cinta. Bagaimana pun mereka tetap ingin mengungkapkan perasaannya pada orang yang mereka cintai.


Tapi bagi Young, seseorang yang mengungkapkan perasaannya agar dirinya sendiri merasa lega adalah sebuah ke –egoisan.


Ra On rasa tak ada salahnya mengungkapkan rasa cinta, sebuah kata pisah juga sama tulusnya dengan perpisahan. Mungkin saja perasaan cinta itu juga lah yang menjadi semangat untuk tetap melanjutkan hidupnya.

Ra On tertunduk, “Meskipun kau tidak akan pernah mengerti bagaimana rasanya.”


Dia pun berjalan pergi meninggalkan Young di perpustakaan. Ucapan Ra On sendiri telah membuat Young sempat ragu, seolah ada kebimbangan yang tergambar diraut wajahnya.


Setelah lelah berdebat dengan Young, Ra On memutuskan untuk menenangkan diri di bawah pohon. Dia malah tanpa sengaja bertemu dengan Yoon Sung yang sama galaunya, dia memegangi sebuah kotak dengan ukiran yang indah.

Yoon Sung bertanya apa yang membuat Kasim Hong terlihat sangat sedih?

Ra On sedih karena dirinya sendiri. Dia merasa telah menjadi beban untuk putra mahkota.


Yoon Sung kira ini semua karena Ra On memang tak seharusnya ada disana. Pakaian kasim juga sangat tak cocok untuknya. Yoon Sung membuka kotak ukiran yang ada ditangannya dan didalam kotak itu terdapat setelan hanbok.

“Bukankah ini pakaian yang kau beli untuk seseorang yang istimewa?”

Ya. Yoon Sung memang berniat memberikan pakaian itu saat dia mau menerimanya dengan senang hati. Dia akan bertanya padanya hari ini.


Yoon Sung meletakkan kotak itu ke pangkuan Ra On, “Apa kau tak ingin hidup sebagai wanita?”

Mata Ra On seketika membulat terkejut.


Ha Yeon terkejut ketika menerima kabar kalau ia PM Kim menawarkan pernikahan untuknya dan Yoon Sung. Ha Yeon bertanya, bukankah kau belum memberikan jawaban? Aku ingin menikah tapi dengan seseorang yang ia inginkan.

Menteri Jo mengernyit melihat jawaban yang diberikan oleh putrinya.


Kembali pada Ra On, ia mengaku nyaman menjalani kehidupannya sekarang. Yoon Sung masih mencoba berbicara padanya apalagi tinggal di istana seperti ini sangatlah berbahaya. Dia akan membantunya meninggalkan istana dan hidup sebagai seorang wanita. Apa tak bisa ia melakukannya untuk Ra On?

Yoon Sung sudah berniat mengatakan hal ini semenjak ia membeli hanbok itu.


Ra On bersiap mengucapkan penolakan lagi namun Yoon Sung sigap berdiri. Dia akan menunggu sampai dia menyadari apa yang benar – benar Ra On inginkan.



Selepas Yoon Sung pergi, Ra On memandangi hanbok cantiknya dengan wajah bimbang.


Malam harinya, Do Gi dan Sung Yeol melakukan pertunjukan wayang golek untuk menghibur para dayang. Ra On menjadi salah satu yang penabuh gendang.

Kisah yang mereka bawakan tentang dayang yang ingin dekat dengan Raja. Namun dayang itu bertemu dengan kasim yang selalu mengikutinya meskipun sudah ditolak berulang kali. Tapi lambat laun, dayang mulai luluh karena kasim selalu ada menemaninya ketika mendapatkan kesulitan.


Wol Hee bersama temannya yang lain datang, Ra On langsung memberikan kode pada Kasim Ma yang masih bersembunyi.


Kasim Song tengah berjalan, dia berpapasan dengan para dayang yang terlihat bergegas menuju ke suatu tempat. Bawahannya mengatakan kalau hari ini mereka semua bebas tugas dan beberapa anak baru mengadakan pertunjukan.

Kasim Song mendesis sebal, disaat situasi serius seperti ini. siapa mereka?

“Kau mengenalnya. Kupikir namanya Hong Sam Nom. Orang yang dulunya bergabung dengan rombongan sirkus.”


Kisah berlanjut, si dayang kini bisa bertemu dengan raja namun sosok kasim masih membayanginya. Dia bertanya – tanya kenapa si kasim tak mengatakan pada semua orang kalau ia mencintainya?

Kasim pasrah karena mereka adalah seorang kasim dan dayang. Seumur hidup sudah ditakdirkan untuk tinggal di istana. Kasim dan dayang pun akhirnya berdebat hingga memutuskan berpisah. Kasim berteriak, sana pergi saja!


Mata Wol Hee berkaca – kaca mendengarkan kisah pria – wanita itu. Dibalik layar, Kasim Ma pun terlihat ingin menangis dan membawakan karakter wayangnya dengan sangat menjiwai.

Wol Hee memutuskan untuk pergi.



“Tapi...” teriak Kasim  Ma membuat langkah Wol Hee terhenti. “aku ingin mengatakan ini untuk terakhir kalinya. Aku ingin mengatakan ini keras-keras di depan semua orang! Aku mencintaimu sepenuh hati! Apa kau mendengar betapa aku peduli kepadamu? Kau hanya salah satu dari sekian banyak dayang untuk Yang Mulia, tapi bagiku kau adalah dunia.”

Wol Hee berbalik, ia melihat pertunjukan wayang golek itu dengan senyum disela – sela tangisnya.


Ra On ikut tersenyum memperhatikan pasangan ini bisa saling mengungkapkan perasaannya meskipun secara tak langsung.


Young melintas di tempat para dayang dan kasim melakukan pertunjukan. Dia sempat terdiam melihat pasangan itu tetap tersenyum ketika cinta mereka tak bisa bersatu. Dalam benaknya terulang kembali ucapan Ra On, bahwa mengucapkan rasa cinta bukanlah sesuatu yang salah.

Entah apa yang ada dalam pikirannya, ia terlihat sedih dan memutuskan untuk berlalu meninggalkan tempat pertunjukan.


Kasim Song tiba – tiba muncul dan membubarkan mereka. Dia sempat tersenyum kemudian memerintahkan siapapun yang merencanakan acara ini untuk ikut dengannya.


Kini Ra On sudah bersujud dihadapan Ratu Kim. Tak lama berselang, rombongan Young datang untuk membawanya kembali. Ratu Kim seolah menyindirnya dan bertanya kenapa Young tak biasa – biasanya datang kesana?

Dengan dingin, Young berkata kalau dia hanya ingin membawa umpan yang dipakai oleh Ratu Kim. Kini dia sudah melihat wajahnya jadi dia akan membawa Ra On.


Ratu Kim berkata kalau Kasim Hong hanyalah kasim pelatihan, dia berani melakukan hal yang lancang. Dia lalu menyetuh dagu Ra On, kau tahu kalau semua dayang adalah milik Raja?

PLAK! Ratu Kim menampar Ra On dihadapan semua orang.


Tak disangka Young malah tersenyum geli. Dia menganggap pertujukan antara dayang dan seorang kasim adalah sesuatu yang lumrah. Bahkan Young mendengar kalau Raja begitu bodoh karena mau dikontrol oleh ratu padahal dia adalah seorang pemikat wanita. Young menyindir, apa kau ingin menghukum semua orang?


Ratu Kim marah besar, “Putra Mahkota!”


Young meminta Ra On untuk berdiri. Byung Yeon membantunya karena Ra On terlihat gemetaran dan menangis setelah menerima tamparan.


Ratu Kim memperingatkan mengenai rumor tentangnya yang tersebar di istana. Young tak perduli dan menasehati Ratu Kim untuk menjaga emosi. Kasim Hong hanyalah seorang kasim pelatihan, kalau dia terus menunjukkan emosinya maka semua akan menjadi rumit.

Young mengakhiri ucapannya dengan memberikan salam hormat dan tersenyum ramah.


Ratu Kim menatap kepergian mereka, dia bicara pada Kasim Song kalau mata Young bukanlah mata yang menatap seorang kasim. Tapi itu tatapan seorang pria pada kekasihnya.


Seusai menyelesaikan masalah hari ini, Ra On duduk di ruangannya dengan sedih sembari memegang boneka kasim. Dia ingat ucapan Kasim Jang dan juga Ratu Kim mengenai rumor yang telah beredar luas.

Dengan sedih ia memukul boneka kasim itu.

-oOo-


Pagi – pagi, Kasim Song sudah geregetan karena berhadapan dengan Ra On. Ia memintanya melepas celana untuk melakukan tes obat – obatan. Ra On kebingungan dan ingin mengatakan sesuatu padanya.


Perkataan mereka langsung terputus saat Kasim Ma masuk ke dalam ruangan. Dia membawa sebuah kotak berisi daging, Ratu Kim yang memerintahkan untuk mengantarkan daging itu ke tempat PM Kim. Tapi sepertinya Kasim Song sedang sibuk, dia yang akan mengantarkannya saja.

Kasim Song melarang, dialah kasim yang melayani Ratu jadi dia yang akan mengantarnya. Kasim Song meminta bantuan agar Kasim Ma mengecek Ra On.



Ra On bisa menghembuskan nafas lega meskipun masih ngeri saat bertatapan dengan Kasim Ma. Kasim Ma tak banyak omong, dia berjalan menuju meja dan memberikan stempel lulus untuk Ra On.

Kasim Ma menoleh dan menunjukkan senyum kecilnya.


Kini keduanya duduk bersebelahan di bawah pohon, Kasim Ma mengaku telah mengetahui fakta ini semenjak festival ulang tahun raja. Ra On meminta maaf telah membohongi mereka.

Baiklah. Kasim Ma menerima maafnya. Ra On tersenyum, dia mengaku senang melihat Kasim Ma dan Wol Hee.


Kasim Ma kini berbalik mengkhawatirkan Ra On, sangat berbahaya untuknya berada di istana. Mungkin kali ini dia lolos tapi entah lain waktu.

Ra On tertunduk mengerti, dia sendiri merasa harus pergi kalau memang bisa.


Saat perjalanan bersama Young, Ra On sebisa mungkin berusaha untuk menjaga jarak. Young merasa janggal, dia memintanya untuk berdiri tegap dan tatap matanya. Ra On menolak karena memang beginilah seharusnya seorang kasim berdiri. Young menebak ada yang telah memarahi Ra On karena berdiri disampingnya dan menatapnya?

“Tidak ada, Putra Mahkota.”

“Kalau tidak, aku berasumsi kau marah kepadaku.”


Young mendekatkan wajahnya untuk bisa menatap Ra On. Reflek Ra On mengambil beberapa langkah mundur, dia memintanya untuk tak bersikap terlalu baik. Dia tak bisa menjadi teman atau apapun untuk Young. Katanya seorang kasim juga harus berdiri satu langkah dibelakang, tak boleh lebih atau kurang.

“Kau orangku. Siapa yang bisa menentukan jarak di antara kita?” protes Young.

“Tolong perlakukan aku sama seperti kasim lainnya. Itu akan membuatku cukup bersyukur.” Jawab Ra On masih terus tertunduk.


Young tak lagi memprotes keinginan Ra On, ia berjalan dengan wajah kecewa.

Young termenung dikamarnya, dia ingat ucapan Ra On jika mereka tak perlu menahan perasaan meskipun ketika diungkapkan tak bisa membawa perubahan. Ia kemudian meraih kuas untuk menuliskan sesuatu.



Disisi lain, Ra On memperhatikan hanbok pemberian Yoon Sung. Dia mengingat tawaran Yoon Sung dan juga keinginannya sendiri untuk pergi dari istana. Ia mengusap hanbok itu dengan raut sedih dan bimbang.


Ra On menemui Young ditaman karena ia memanggilnya. Tanpa berbasa – basi, Young mengaku telah mengatakan sebuah kehobohongan. Dia meminta Ra On untuk berada disisinya bukanlah untuk menjadi seorang kasim. Young sendiri tak tahu alasannya dan ia terus bertanya sampai tak bisa tidur. Namun kini ia menemukan sebuah jawaban.


Young meraih tangan Ra On dan menghapus jarak diantara mereka. Sebelum dia seorang Putra Mahkota, ia adalah seorang pria dan dia mencitai Ra On.

Ra On menepis tangan Young dengan gugup. Young seorang putra Mahkota, bagaimana dia bisa menyukai seorang kasim?

Young meminta Ra On jangan menghakiminya, dia sendiri yang mengatakan hal itu. Hatinya telah memilih sendiri sesuai apa yang ia inginkan. Ra On langsung gugup dan menegaskan bahwa disini ada cinta yang buruk dan cinta yang baik. Ini dilarang, tak akan ada yang mengizinkannya.



Young menahan pinggang Ra On, “Aku tahu. Tapi aku berencana untuk tetap melakukannya.”

Ra On berdiri dengan gugup dihadapan Young. Jarak diantara mereka begitu dekat namun tanpa menjawab, Ra On memejamkan matanya dengan polos. Hahahaha. Young tersenyum melihat reaksi Ra On.

Ia pun mencium Ra On dengan lembutnya.


-oOo-

27 Responses to "SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 7 Bagian 2"

  1. Duh penasaran jadinya, sbnrnya Young udah tau blm seh Ra On tu ceweeeeekkk huaaaaaa penasaraaaaaaannnnnn....

    ReplyDelete
  2. Makasih Kaka sinopsis ini memang aku tunggu dari tadi pagi.. Bolak balik ngecek blog Kaka tapi masih belum ada.. Kalo bisa besok sinopsisnya lebih pagi lagi y Kaka.. Gomawo

    ReplyDelete
  3. Sebenernya young tau ga sih, kl ra on tuh wanita ?? Gemes deh liatnya. Aku pikir waktu young nyelamatin raon di danau itu lho, apa kepegang / ga ya hahaha

    ReplyDelete
  4. Kisssuuuuuuuu.... ��

    Pas young nglirik yoon sung yg ngobrol sama raon, apa dia sadar kalo ra on cewek ya?

    ReplyDelete
  5. Duh penasaran jadinya, sbnrnya Young udah tau blm seh Ra On tu ceweeeeekkk huaaaaaa penasaraaaaaaannnnnn....

    ReplyDelete
  6. Kayaknya young tau deh..kalo ra on cewek...
    Yg dimaksud young melakukan cinta yg buruk mungkin karena status young yg putra mahkota
    Dan ra on yg belum jelas...
    Makanya hubungan mereka akan ditentang oleh para mentri...
    Hehehehehe ngeramal....

    ReplyDelete
  7. wahhhh makinn seruu nihhhh
    lanjutkannn

    ReplyDelete
  8. kynya si emang udh tau young kl ra on cew buktinya pas byung yeon mau pegang ga boleh kan
    knya tau pas dia nungguin ra on sakit semalaman cm blm di flashback aj x.hehe

    kynya ni drama bukan menekankan ra on yg nyamar jd cow tp lbh ke ra on anak nya pengkhianat

    smg ep ke depan nya ga bikin sedih
    smg jg ha yeon ga bikin tmbh ribet cukup yoon sung aja

    ga sabar nunggu smp besok

    thx u mb puji sinopisnya
    ttp smgt

    ReplyDelete
  9. yg jd ha yeon itu ky yg jadi hwareyong di jung yi goddess of fire ya..

    ReplyDelete
  10. Kayanya Lee Young udah tau kalau Ra On ini cewek. Udahlah Ra On hidup jadi cewek aja. Btw, ini drama berdasarkan sejarah atau cuma fiksi? Kalau sesuai sejarah takutnya sad ending. Lee Young ini kan meninggal di umur 20 tahun. Terus istrinya itu Ratu Jo. Ha Yeon marganya Jo kan? Udah parno duluan :'v

    ReplyDelete
  11. Aku dpt bocoran fanspage boogum ya,,,
    Bagaimanapun juga lee young tetap akan menikah dgn Ha Yeon,,,tpi disini lee young terpaksa. Dan Lee young tetap akan meninggal diusia muda. Kisah ygbingin dibahas ini adalah kisah tersembunyi antara Lee Young dan Ra on. Kisah terlarang dizaman ini. Dan kandidat penerus pengganti Lee Young ada di Yoon Sung.
    Lee Young sudah tw kalo Ra On cwek,,tpi dia berusaha utk membantu Ra On menjaga rahasianya, karna dia tw Ra On pasti memiliki alasan. Dan Ra on itu salah satu anak pejabat entah guru besar Raja yg tertuduh sebagai anak pengkhianat. Makanyabraon pintar mengingat dengan sekali lihat.
    Itu kutipan cerita yg aku dpt. Aku gg tw ini bocoran kisah atau hanya pendapat netter saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setauku ini diangkat dr cerita webtoon ya? Mgkn ada bisa koreksi klo aku salah hehe

      Delete
    2. smoga beda jlan ceritanya...happy ending please...
      semangat mba puji...makasih utk sinopsisnya

      Delete
  12. Ga'sabar nunggu ep slajutx,gomawo kk udah nulis sinopx...park bo geum emang kereeen...

    ReplyDelete
  13. Hhhh..ni drama bikin geregetann. Nunggu seminggu tayang kaya nunggu setaonn, dohh kah.
    Tapi kayaknya lee young tu taw deh klo ra on aslinya cew. Ditunggu sinopsisnya kakakk..nungguinn bangett. Kkkk

    ReplyDelete
  14. Endingnya bagussss banget romantisssss. Tapi aneh putra mahkota kan belum tau kasim ra on itu cewek atau cowok main nyosor aja. Hahaha tapi bagus sihh. Ditunggu ni episode berikutnya

    ReplyDelete
  15. Endingnya bagussss banget romantisssss. Tapi aneh putra mahkota kan belum tau kasim ra on itu cewek atau cowok main nyosor aja. Hahaha tapi bagus sihh. Ditunggu ni episode berikutnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pangeran Lee Young udah tw kok kalo Ra On itu cewek.

      Delete
    2. Pangeran Lee Young udah tw kok kalo Ra On itu cewek.

      Delete
  16. So sweet....
    Berharap nnti happy ending.G ada yg meninggal...

    ReplyDelete
  17. Kedumpryaaaaaaaannngggg,,, ending eps 7 nya melelehkan hatiii,,, hhahahaha

    ReplyDelete
  18. dpt bocoran juga dr youtubers klo scene kissu itu cuma di bayangan/imajinasi Lee Young doank...tp ngga' papa lah...yg jelas mrk tetap kissing khan....wkwkwkwkk...

    ReplyDelete
  19. Kayaknya bakalan kayak splash splash love...putra mahkota sebenarnya dah tau kalo ra on cwe.

    ReplyDelete
  20. Yaaah.. klo dr sejarah lee young akhirnya ma ha yeon, kecewa.. ma ra on ja please.. oke deh nikah ma ha yeon tp jgn sekali2 menyentuh ha yeon kan cinta nya ma ra on, setia ma ra on, n biar nyaho tuh si ha yeon, maksa, trs di sejarahnya lee young meninggal umur 20 thn tp bs ga diubah di filmnya, bahwa itu cuma pemberitaan ke publik aja, gara2 mau meninggalkan tihtah sbg putra mahkota, tp sebenernya lee young msh hidup n pd akhirnya nikah ma ra on.. happy endding deh... (ngarep bgt)

    ReplyDelete
  21. Buahaha... mimpi sapa yak scene di taman ituuu... *devilsmile*

    ReplyDelete
  22. Cieee2.. Park Bo gum lucu bngett pokokny kalian perfect Couple..😃 ckckck

    ReplyDelete
  23. Cieee2.. Park Bo gum lucu bngett pokokny kalian perfect Couple..😃 ckckck

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^