SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 4 Bagian 2

SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 4 Bagian 2
Sumber gambar dan konten:  KBS2


Byung Yeon dan Young tengah melakukan perjalanan di kota. Seorang Bibi menghampiri keduanya dengan semangat. Tapi sadar mereka berdua tengah mencari Tuan Jung, Bibi itu berubah judes. Tuan Jung sedang melawan anjing disana.

Young menoleh. Dia mengernyit melihat Tuan Jung yang tengah menggonggong seolah melawan anjing yang ada dihadapannya. Tuan Jung tengah mabuk.

Young mengatakan pada Byung Yeon bahwa ia akan berbicara sendiri dengan Tuan Jung. Byung Yeon mengerti.



Ra On terpesona melihat warna – warni kain dan bermacam pernak pernik yang dipajang disebuah toko. Hanbok cantik tergantung disana. Bukannya senang, Ra On malah sedih melihat hanbok itu. Ia mengingat saat ibunya selalu melarang dia menggunakan hanbok dan berdandan layaknya seorang gadis. Ibu selalu menegaskan bahwa ia adalah seorang pria.


Yoon Sung menyadari akan mata Ra On yang berkaca – kaca. Namun seperti biasanya, dia selalu bersikap seolah tak tahu dan mengajak Ra On untuk pergi dari sana. Keduanya berniat pergi, namun sebelum itu. Yoon Sung sempat berbalik dan menanyakan tentang hanbok yang membuat Ra On tertarik.



Setelah menanti cukup lama, akhirnya Tuan Jung tersadar dari pengaruh alk*hol. Tuan Jung awalnya menyapa Young dengan biasa namun setelah beberapa saat menatap wajah Young. Ia menyadari sesuatu.


Ditengah siang yang cerah, hujan turun dengan lebatnya ketika Yoon Sung dan Ra On kembali dari pasar. Yoon Sung segera meraih tangan Ra On menuju ke sebuah pondokkan. Mereka berdua berteduh disana. Sebagai pria yang pengertian, Yoon Sung melihat tetesan air hujan mengenai baju Ra On hingga ia pun memberikan jaket hanbok yang disukai Ra On.

Ra On menolak, bagaimana bisa dia menggunakan pakaian milik wanita?

Yoon Sung menyuruhnya untuk menggunakan saja jaket itu, cuma untuk memayunginya dari hujan.



“Tidak. Bukannya kau bilang kalau itu hadiah untuk orang yang spesial?” tolak Ra On.

Yoon Sung membenarkan hal itu, cuma sekarang belum saatnya dia memberikan kado tersebut. Dia akan menunggu sampai orang spesialnya mau menerima hadiah itu dengan senang hati.

Ketika Ra On masih terus menolak tawarannya, Yoon Sung meletakkan hanbok itu dikepala Ra On. Wah, seketika Ra On tampak seperti seorang gadis cantik hanya karena hanbok itu. Keduanya sempat bertatapan cukup lama namun Yoon Sung segera berdehem. Dia izin pergi untuk membeli payung dan meninggalkan Ra On sendirian.


Tak berselang lama, Young datang ke pondok itu untuk berteduh. Baik Ra On dan Young sama – sama tak menyadari kehadiran masing – masing dan sibuk dengan pikiran mereka sendiri.



Young menengadahkan tangannya meraih tetesan air hujan. Suasana ini mengingatkannya dengan kenangan bersama Ibu. Saat itu, dia masih kecil dan hujan turun dengan lebatnya. Ibu mengajaknya untuk bermain dengan air hujan tapi Young ragu. Dia belum mempersiapkan sepatu dan payung.

“Itu adalah kesempatan yang baik.” Ucap Ibu melangkahkan kakinya. Dia bermain dengan air hujan dan membiarkan kaki polosnya mengenai rerumputan.

“Kau ratu dan aku Putra Mahkota... Bagaimana mungkin (kita hujan – hujanan)?”


Dengan senyum hangatnya, Ibu mengingatkan bahwa tak ada aturan kalau seorang Ratu tak boleh berjalan menggunakan alas kaki. Young yang awalnya ragu, perlahan mulai tertarik dan melepaskan alas kakinya.
Anak – ibu keluarga kerajaan itu bermain dengan riang layaknya manusia biasa. Melepas penat diantara ketatnya peraturan didalam istana.


Kembali ke masa kini, mata Young berkaca – kaca setelah mengingat kenangan manis bersama ibunya. Dan sesaat setelah itu, Ra On menengadahkan tangannya merasakan tetesan air hujan. Young akhirnya menyadari keberadaan seseorang disampingnya, meskipun dia tak bisa melihat wajah orang itu. Ra On kemudian menoleh, dia langsung menganga ketika tahu Young berdiri tepat disampingnya.

Ra On pun berniat untuk pergi saat itu juga.



“Hujannya akan segera reda. Kau bisa menanti sebentar lagi. Menyenangkan saat hujan mengenaimu meskipun dinginnya terasa cukup lama.” Ucap Young.

“Anda benar.” ucap Ra On.

Young awalnya tak menyadari apapun namun setelah mendengar suara Ra On yang familiar, dia mulai penasaran dan mengernyit menatap wanita disampingnya.

“Apa anda Yang Mulia Putra Mahkota?” tegur Yoon Sung yang baru saja kembali. Dia bergegas berdiri diantara mereka berdua.



Yoon Sung mengatakan bahwa Nona itu datang bersamanya. Young semakin penasaran, apa kau pekerja diistana? Angkat kepalamu.

Ra On sempat bimbang untuk menoleh atau tidak. Tapi Yoon Sung buru – buru menghalangi pandangan Young “Dia adalah wanitaku. Dia mungkin terkejut bertemu dengan anda ditempat seperti ini.” Klaimnya.

Young merasa kecewa dengan sikap wanita Yoon Sung, dia mengatakan kalau dia mau pergi. Jadi tolong katakan pada wanitamu untuk tak bersikap seolah – olah tengah bertemu dengan monster.

Setelah Young sudah pergi, Yoon Sung tersenyum kecil kearah Ra On dan Ra On pun terlihat lega setelah lolos dari situasi ini.

-oOo-


Malam harinya, Young merenungkan kembali percakapannya bersama dengan Guru Jung tadi siang.



Dia memberitahukan pada Guru Jung bahwa ia membutuhkan persetujuan dari Qing agar bisa menjadi Raja Sementara. Young yakin kalau PM Kim akan membuatnya terlihat buruk didepan utusan Qing. Guru Jung menyarankan agar Young tidak menentang dan bersikap taat.

Bukan itu cara yang diharapkan oleh Young, dia ingin diterima sebagai diplomat yang setara. Tujuannya bukan hanya untuk mendapatkan persetujuan menjadi Raja Sementara saja.

Guru Jung mengatakan fakta negara ini, seorang Raja dan Putra Mahkota tak bisa mengalahkan seorang Perdana Menteri. Bagaimana kalau mereka tinggal memenggal saja kepala Perdana Menteri?

Young merasa tersinggung dengan rencana picik yang tak pernah ia bayangkan itu. Ia permisi karena merasa buang – buang waktu untuk menemui Guru Jung.



“Tapi Putra Mahkota, kau tak perlu melihat darah untuk bisa menang. Kau bisa membunuh mereka dengan madu yang manis. Kenapa kau harus menggunakan racun?” ucap Guru Jung sebelum Young pergi.



Young menemukan sebuah ide ketika mengingat kembali ucapan Guru Jung. Ia bergegas menuju ke ruang musik dan memperhatikan alat – alat disana. Dia akan menggunakan tarian dan musik ketimbang menggunakan pedang untuk mengalahkan Perdana Menteri.

-oOo-



Rombongan Gisaeng terbaik masuk ke lingkungan istana dan membuat para Menteri merasa kesal. Menteri Ui Gyo menyindir Putra Mahkota yang berniat memuaskan kesenangannya sendiri ketimbang menyiapkan pesta ulangtahun Raja.


Young memimpin jalannya persiapan, dia menunjuk Ae Shim sebagai gisaeng yang akan menari diakhir. Lalu ia pun menunjuk Ra On untuk melakukan dokumentasi persiapan festival ini.

“Baik, Yang Mulia.”


Kasim Jang merasa terabaikan, dia menunjukkan wajah imut penuh harap dihadapan Young. Tapi Young menanggapi dengan dingin, apa? Hahahahaha.



Persiapan berjalan dengan lancar, dan Ra On menyabadikan kegiatan ini menjadi catatan. Tanpa sengaja dia menubruk Young yang tiba – tiba berhenti dihadapannya. Young menatap Ra On dengan judes tapi aslinya tersenyum ketika Ra On tak melihatnya.

Berulang kali Young mencuri pandang dan tersenyum melihat Ra On. Hayoooloh..



Ae Shim, gisaeng yang akan menari dipenghujung acara berulang kali melakukan kesalahan. Young dengan tegas menyuruhnya mengulang gerakan itu terus menerus. Ra On menggeleng agar Young tak kebablasan marahnya.

Young memutar matanya dengan malas, namun ia segera menurunkan nada suaranya. Dia meminta Ae Shim menyadari betapa pentingnya penampilan akhir ini. Dia menyuruhnya untuk mengakhiri latihan hari ini.


Ae Shim sepertinya sengaja banget, dia pura – pura terpeleset kemudian jatuh dalam pelukan Young. Ra On memberi kode agar Young memberikan tepukan dibahunya. Young sempat menggeleng tapi akhirnya patuh juga sama saran Ra On.


Ratu Kim tersenyum sinis melihat pelukan Young dengan Ae Shim. Menarik, kalau dia menjadi Raja Sementara maka kehidupan gisaeng akan berubah. Dia meminta Menteri Ui Gyo mengatakan pada Ayahnya untuk tak perlu khawatir. Dia akan menikmati festival nanti.



Malam harinya, Ra On yang tengah menggambar menanyakan alasan Young meminta penari untuk menghitung 50 ketukan dalam hati ketika Ae Shim selesai menarikan bagiannya. Untuk alasan apa?

Young tak mau mengatakan alasannya, dia meminta Ra On melihatnya sendiri. Pertunjukkan menarik akan dimulai saat itu. Ra On cuma mengangguk saja, dia tak begitu penasaran dengan alasan Young.



Young mengingatkan kalau dia menyuruh Ra On untuk menyalin gerakan tarian dalam buku. Ra On memang tengah menggambarnya, dia hafal kalau masalah gerakan dan lagu setelah sekali dengar. Young tak percaya, dia meminta untuk melihatnya.

Wah, Young terperangah saat melihat gambar – gambar itu sama persis dengan yang ada dibukunya.

“Bagaimana bisa?” tanya Young. Tapi saat dia menatap ke arah Ra On, kasim itu sudah tidur dengan menopang kepala. Ngoroknya kedengaran kemana – mana, Young pun tersenyum.


Matahari semakin meninggi dan sinarnya menerangi kamar Young. Ra On tersadar dan mendapati dirinya tidur diranjang Putra Mahkota. Dia memukuli kepala sendiri karena sudah bertindak ceroboh lagi. Dia bangun dengan terburu – buru dan tanpa sengaja menjatuhkan topinya.



Ra On memungut topinya. Untuk sesaat, wajah polos Young yang tertidur telah membuatnya tertarik. Dia menatap wajah itu hingga tanpa sadar tersenyum sendiri.

“Yang Mulia, apa anda sudah bangun?”

Akibat terlalu terkejut mendengar suara Kasim Jang, Ra On malah cegukan dengan kerasnya.



Kasim Jang berfikir suara cegukan Ra On sebagai kode baru dari Putra Mahkota. Dia pun mengumumkan akan masuk kedalam ruangan. Ra On makin panik, dia berbisik untuk membangunkan Young tapi tak ada jawaban.

“Jangan membangunkan aku. Kembali satu jam lagi.” Ucap Young yang masih memejamkan mata.

Kasim Jang yang sudah ada dibibir pintu pun membatalkan langkanya, “Baik, Yang Mulia. Eeek (suara cegukan).” Hahahaha.



Young membuka matanya, dia tersenyum pada Ra On yang masih terlihat panik. Dia lalu mengacak rambut Ra On dengan lembut. “Hanya karena suara pria saja kau sudah panik.”

Young kemudian menoyor kepala Ra On lembut. Awww. Sontak cegukan Ra On yang sempat menghilang, kini kembali muncul setelah menerima perlakuan manis dari Young.


Setelah berhasil menghembuskan nafas lega, Ra On harus berpapasan dengan Byung Yeon. Ra On dengan canggung menuturkan kalau dia diberikan banyaaaaak sekali pekerjaan oleh Putra Mahkota. Dia sampai tak bisa pulang. Ra On sampai meyakinkan, aku ga bohong.

“Aku ga nanya.” Ucap Byeng Yeon ngeselin banget. Hahaha.


Alhasil Ra On bungkam dengan malunya. Byung Yeon meminta Ra On untuk bekerja sebaik mungkin karena ini sangat penting untuk Putra Mahkota. Beberapa orang ingin menggagalkan acara ini seperti PM Kim.



Utusan dari Qing sampai dengan menggunakan tandu. Kasim Song menyambutnya menggunakan bahasa Qing tapi ternyata Utusan itu bisa menggunakan bahasa korea. Kasim Song cuma bisa melongo, malu saat terabaikan. Banyak kasim terabaikan dalam drama ini. hahaha.


Festival dimulai, dekorasi lampu lampu cantik menemani jalannya acara ini. Raja terlihat puas melihat pertunjukan sampai sejauh ini.



Ae Shim menatap pantulan dirinya didalam cermin. Dia tampak sedang bimbang ketika mengingat kejadian yang menimpanya. Ratu menemui dia sebelum festival berlangsung dan menyuruhnya untuk pergi sebelum dia tampil. Ae Shil awalnya menolak, dia takut dieksekusi.

Ratu Kim dengan wajah liciknya berjanji akan melenyapkan keluarga Ae Shim. Dia bekerja sebagai gisaeng karena keluarganya, Ae Shim menganggap keluarganya sebagai beban untuknya.



Kasim Jang membisikkan sesuatu pada Ratu Kim. Kemudian Ratu Kim tersenyum kecil memberikan kode pada Ayahnya. Tak jauh dari sana, Yoon Sung menyadari kejanggalan diantara sikap mereka.

Ratu Kim tersenyum licik ketika melihat Kasim Putra Mahkota kelimpungan.


Yoon Sung berpapasan dengan Kasim Jang, dia bertanya apa yang terjadi? Kasim Jang pun memberitahukan bahwa penari yang akan menari diakhir acara menghilang. Yoon Sung terkejut, dia akan membantu mencarinya.



Ra On masuk ke ruang ganti para gisaeng, mereka langsung melemparinya dengan pakaian. Namun ada juga yang menggoda Ra On, dia mengira Ra On akan mengintip mereka. Ra On mengelak, dia ingin mengecek penari bernama Ae Shim. Rekan – rekannya tadi melihat Ae Shin disana tapi beberapa saat lalu menghilang, yang ada cuma kostum miliknya.


Setelah memikirkan kembali betapa pentingnya acara ini untuk Putra Mahkota. Ra On memutuskan untuk mendandani dirinya dan menggantikan posisi Ae Shim.


Tanpa ia sadari, sepasang mata tengah memperhatikannya dari luar ruangan. Kasim Ma melihat wajah Ra On dari cermin, entah dia melihat keseluruhan atau hanya ketika Ra On sudah berdandan. Entah dia mengenalinya atau tidak.


Young ketar ketir setelah menerima kabar dari Kasim Jang.


PM Kim tak menyia – nyiakan kesempatan ini, dia mengatakan bahwa Putra Mahkota telah menyiapkan acara dengan sepenuh hati. Tapi mungkin ada masalah, dia memohon maaf karena kurangnya pengalaman Putra Mahkota.

Utusan Qing menanggapi enteng, mari kita lihat sampai akhir. Bagaimana kemampuan Putra Mahkota Joseon?



Namun mereka yang punya rencana jahat langsung terkejut ketika seorang penari bercadar memasuki panggung. Baik Young maupun Yoon Sung, mereka menajamkan mata untuk bisa mengenali si penari. Tapi sepertinya hanya Yoon Sung yang berhasil mengenali Ra On sedangkan Young malah terhanyut dalam setiap gerakan yang dilakukan Ra On.



Gerakan tarian yang dilakukan oleh Ra On mengingatkannya pada sosok sang Ibu yang menari ditengah hujan. Suara cipratan air yang ditendang halus oleh Ra On membuat sebuah fantasi untuk Young.

Dia seolah dibawa menuju kesebuah padang rumput hijau dengan suasana menyejukkan. Bersama dengan penari bercadar, hanya berdua dan penari itu menarikan tarian hanya untuknya. Young terhanyut. Terlarut.


Fantasi Young terhenti ketika seorang kasim memberikan gulungan padanya, dia dipersilahkan untuk mengucapkan selamat kepada Raja. Semua orang pun berdiri untuk menghormati Young.

Young mengucapkan rasa senangnya diberikan kesempatan untuk bisa menyelenggarakan acara ini. namun dia mempersilahkan orang lain untuk memberikan ucapan selamat, Young menunjuk PM Kim sebagai wakil untuk membacakan ucapan selamat.

PM Kim tak mungkin bisa menolak perintah dari Putra Mahkota didepan semua orang. Ia pun terpaksa melangkah maju ke tengah panggung.


Young tersenyum. Terdengar suara pembicaraan Young bersama Ra On, Young menjelaskan bahwa acara baru dimulai ketika penari menghitung selama 50 ketukan. Ra On kembali bertanya, memangnya siapa yang akan tampil?

“Aku memiliki seseorang yang tak punya persiapan untuk tampil.”


Young dan PM Kim sempat bertatapan sengit. Akhirnya PM Kim harus membaca tulisan yang tertera didalam gulungan dengan sangat sangat terpaksa. Dia mengatakan bahwa kalahiran Raja merupakan sebuah kehormatan untuk mereka. Dia menjadi satu – satunya pembuat aturan, kebesaran yang tak terkalahkan.

PM Kim memberikan penghormatan mereka kepada Raja.


Menteri Ui Gyo tersenyum, dia sadar kalau mereka kalah pintar untuk kali ini. Young berhasil membodohi mereka.



Sebelum acara berakhir, Ra On menyelinap melalui orang – orang dan keluar dari panggung. Dengan kaki polosnya, dia lecet karena kerikil. Dia berjalan dengan kesakitan.


Sosok penari bercadar membuat Young penasaran. Dia mencari – carinya ketika acara telah berakhir. Dia sempat melihat penari itu ada didekat gerbang. Young pun menghampirinya.



Yoon Sung tiba – tiba muncul, dia menarik Ra On untuk bersembunyi dibalik semak – semak. Young sampai kedepan pintu gerbang, dia menajamkan matanya menatap ke arah semak tempat Ra On dan Yoon Sung bersembunyi.

KOMENTAR:
Operasi apa yang kasim lakukan?
Kemarin masih ada komentar yang masuk nih, bertanya masalah ini. Kasim itu harus melakukan operasi alat vitalnya. Soalnya untuk memastikan bahwa anak – anak dalam lingkungan kerajaan itu asli anak Raja/Kaisar. Soalnya didalam istana kan biasanya istri banyak tuh, mbok sampai ada yang nyeleweng gitu sama kasim yang ngejagain mereka. Gitu... stop jangan bahas lagi hahaha.

Sekian~~ Ekkk (suara cegukan)

8 Responses to "SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 4 Bagian 2"

  1. Ini sinopsis paling saya tunggu, Mbak... Semangat terus ya... :)

    ReplyDelete
  2. Sejauh ini msh bikin senyum2 sndr .. Itu PM bisa2 jatuh hati sama ra on tnp tau klo dia cewe' gmn galaunya y PM ngerasa jd jatuh cinta sama cowo'

    ReplyDelete
  3. Baca sinopsis episode ini buat senyam senyum sendiri masa
    apalagi pas ra on cegukan :v


    ditungge next nya

    semangat

    ReplyDelete
  4. yoon sung tuh sebenrnya sapa yaa knp pm kim justru terkesan sembunyiin jatidiri yoon sung saat diramal klo yoon sung berjiwa sprti kaisar. tp g stuju juga klo young naik tahta. maunya apa ya...hhmmm masih bingung

    ReplyDelete
  5. Salah satu drama favorit nieee
    Kmrin kecewa preview eps 5 nya tdk ada
    Pas buka youtube sdh ada, makin seru
    Di tungguh ya sinopsi lanjutanya

    ReplyDelete
  6. Makin suka ama drama ini,liat young senyum" ama raon gak sabar pengen cepet" young tahu klo raon cwe wkwkwkšŸ˜€
    Semangattt terus min,ditunggu eps selanjutnya..šŸ˜Š

    ReplyDelete
  7. Daebak! Gidarigo isseulkkeyo episode 5.. semangat min for next sinopsis..

    ReplyDelete
  8. Ketagihan sama drama ini...naksir sama pengawal nya Putra Mahkota.. muka juteknya itu loh šŸ˜šŸ˜

    Btw.. makasih sinopsisnya..

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^