SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 8 Bagian 2

SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 8 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: KBS2

Keesokan paginya, Young tengah dipakaikan jubahnya oleh Ra On. Kasim Jang terus memberikan wejangan pada Young bahwa dia sudah naik tahta diusia yang sangat muda, 20 tahun. Mungkin dia akan terguncang tapi tetaplah ikuti kata hati. Jangan malas untuk mengurusi masalah negara. Terus belajar...

“Hong Nam..” panggil Young menghentikan ocehan Kasim Jang. “Kalimatmu terlalu rumit. Lakukan yang terbaik! Cukup satu kalimat saja.”


Mata Kasim Jang berkaca – kaca seperti orang tua yang bangga pada putranya sendiri.

“Iya, Putra Mahkota. Lakukan yang terbaik!”

“Terimakasih.”



Young kemudian meminta ucapan dari Ra On. Ra On dengan dingin mengatakan kalau ia tak mempunyai hal yang ingin disampaikan. Young kecewa mendengarnya.

“Karena aku percaya kau akan melakukannya dengan baik.” Tambah Ra On.

Senyum lebar terulas dibibir Young. Ra On pun juga sama, dia menunduk sambil tersenyum.


Young berjalan bersama rombongannya menuju aula pertemuan. Namun tak disangka, balai itu kosong dan tak ada seorang menteri pun yang hadir. Young sempat terkejut namun ekspresinya langsung berubah tajam dan berjalan memasuki ruangan meskipun tak ada siapa – siapa disana.


Para Kim tertawa bahagia membayangka Young yang masuk ke aula pertemuan tanpa ada siapapun disana. Dengan begini, Menteri Ui Gyo yakin kalau Young tak akan bisa membatalkan ujian nasional menjadi ujian sementara.

“Dia pasti tahu kalau kita sudah menentukan pemenangnya.” Ucap Menteri Geun Pyo.


PM Kim membiarkan saja Young melakukan apa yang ia mau, toh dia juga ingin mencari seseorang untuk membantu Raja. Tapi beda ceritanya kalau dia nanti menyerah dengan sendirinya.

Menteri Ui Gyo kembali tertawa, memangnya apa yang bisa dia lakukan di aula sendirian? Mereka harus memberinya pelajaran karena sejak raja – raja terdahulu, Keluarga Kim memang sudah memimpin pengadilan politik.



Young membaca gulungan yang berisi surat izin tak masuk, ada yang sakit perut, ruam kulit dan alasan sakit lainnya. Kasim Jang sebenarnya geram melihat perlakuan tak sopan mereka pada Putra Mahkota. Apa mereka perlu mengirim orang untuk membawa mereka kemari?

“Apa kau tak tahu setelah mendengarnya? Semua orang benar-benar sakit.” Ucap Young dengan penekanan.


Young membaca buku ditemani oleh Ra On yang terus memandanginya.

“Aku tahu bahwa aku memiliki wajah yang membuatmu ingin terus melihatnya, apa kau tak berfikir kalau kau terlihat sangat jelas?” sindir Young.


Ra On terkesiap kemudian memberitahukan kalau wajah Young terlihat begitu murung. Young tersenyum dan mengisyaratkan agar Ra On duduk disampingnya. Ra On menurut, lalu menawarkan camilan untuknya. Permen adalah obat terbaik ketika marah.


Young terus menatap Ra On, “Kalau kau menjadi aku, apa yang akan kau lakukan untuk menghadapi lawan yang sulit?”


Kalau lawan itu adalah lawan yang sulit, maka Ra On akan melakukan yang terbaik untuk bisa mengalahkannya. Tapi kalau belum berhasi juga, dia akan mengikuti arus. Young tersenyum kemudian mengambil permen.

Ra On permisi untuk pergi.


Namun Young mencekal tangannya hingga Ra On berbalik dan langsung jatuh ke pelukannya. Ra On buru – buru melepaskan diri dan ingin mengatakan sesuatu, Putra Mahkota...

Young menyumpal mulut Ra On dengan permen.



“Kau benar, itu obat terbaik.”

Ra On mengeluarkan permen yang masih utuh, “kau bahkan belum menggigitnya.”

“Aku sedang membicarakanmu.” Jawab Young. Hehehe.

Seketika Ra On berubah gugup. Young tersenyum tapi sedetik kemudian berubah serius, dia menyuruh Ra On untuk mengumpulkan para kasim yang bekerja di departemen obat.


Menteri Ui Gyo dan Menteri Geun Pyo juga mencari informasi mengenai klan Hong dan juga putri dari Hong Gyeng Nae. Dia meminta pada anak buahnya untuk bisa mencari tahu tentang klan Hong sebelum para bandit menemukannya.

Menteri Geun Pyo tak percaya mereka menunggu seseorang yang sudah meninggal untuk kembali lagi setelah sepuluh tahun. Hong Gyeong Nae memang luar biasa.


Terdengar suara ribut diluar rumah, mereka berdua bergegas keluar dan memeriksa gerobak penuh muatan. Ketika ia membukanya ada label nama disetiap kotak dan kotak itu berisi obat herbal. Mereka keheranan, apa – apaan ini?


 Tak selang lama, Young muncul dan memberitahukan betapa khawatirnya dia mendengar mereka sakit. Dia sudah menyiapkan obat – obat ini untuk mereka. Syukurlah mereka berkumpul disatu tempat. Ini sangat melegakan.

Young memberikan kotak obat untuk Menteri Geun Pyo, “Kudengar kau sakit perut jadi aku sudah memesan obat untuk membantumu. Ini pasti efektif. Bukankah begitu?”

Mereka tak bisa menjawab apapun menerima sindiran dari Young.


PM Kim muncul, dia dengan segera mengajak Young untuk masuk ke kediamannya.



Byung Yeon sedang berbicara dengan seorang nenek untuk mengorek informasi mengenai Putri Hong Gyeong Nae. Si nenek mengaku kalau dia awalnya mengira wanita yang tinggal disana adalah seorang jadi dengan satu putri. Tapi dia sering mendengar suara perkelahian. Kadang juga ada pria yang datang dan meletakkan gandum didepan pintu. Nenek pikir pria itu adalah suaminya..tapi..

Nenek mendekat dan memelankan suaranya, “tapi pria itu adalah Hong Gyeong Nae.”

“Pernahkah kau mendengar tentang sesuatu sejak kerusuhan itu?”

Nenek rasa mereka sudah mati apalagi prajurit mencari mereka diseluruh negeri.

Beberapa orang suruhan datang dan memata – matai Byung Yeon dan Nenek.


Byung Yeon meminta informasi mengenai putri wanita itu. Nenek tak begitu paham karena saat itu dia masih bayi. Cuma anak itu cantik dan punya mata yang indah.

“Siapa namanya?”

“Ra.. Ra.. Ra On.” Jawab nenek sambil berfikir keras.

Byung Yeon terdiam sejenak, marga mereka Hong jadi.. Hong Ra On.


Di kediaman PM Kim, Young memuji feng shui rumahnya yang menakjubkan. Pantas saja menteri - menteri yang sakit sudah langsung sembuh dan berkumpul dikediamannya. Apa lebih baik mereka memindahkan pertemuan ke kediaman PM Kim saja?


“Kau harus tahu bahwa pejabat berkumpul secara terpisah untuk membahas politik karena loyalitas mereka padamu dan bangsa ini. Tanah ini, Joseon, sudah berjalan selama 400 tahun di bawah kekuasaan 4 klan. Bagaimanapun, untuk membantumu yang mengabaikan sejarah ini dan bersikeras mengambil jalanmu sendiri. Bukankah ini tugas kami untuk membimbingmu ke jalan yang benar?”


Young rasa kata ‘jalan yang benar’ yang dimaksud PM Kim dan dia memiliki arah yang berbeda.

PM Kim mengibaratkan hal ini seperti bunga merah yang tumbuh ditengah rerumputan hijau. Sudah menjadi naluri manusia untuk memetiknya.

Kau akan terluka kalau kau terlalu menonjol? Apa itu yang ingin kau katakan?”

PM Kim menambahkan kalau orang itu juga harus menginjak rerumputan hijau untuk bisa memetik bunganya. Raja pernah menyesal karena kematian Ratu 7 tahun yang lalu, dia meminta agar Young tak meragukan kesetiannya. Dia bisa datang ke kediamannya kapanpun dia mau.

Young terus diam memperhatikan ucapan PM Kim, tersirat kebencian dari sorot matanya.


Yoon Sung dan Ha Yeon melakukan pertemuan. Ha Yeon mengaku kalau dia dengan tak sopan telah meminta pertemuan ini. Meskipun pernikahan ini dirahasiakan, dia tetap penasaran dengan calon suaminya.

“Apa rasa penasaranmu sudah mulai hilang?”

Ya. Tapi Ha Yeon merasa ada sesuatu yang mengganjal dihatinya, dia masih memiliki banyak kekurangan untuk bisa bersama dengan pria sebesar Yoon Sung.


Yoon Sung tersenyum menyadari ucapan klise Ha Yeon ini memiliki makna tersembunyi. Apa yang ingin kau katakan?


Ha Yeon menceritakan keburukannya, dia lebih suka membaca daripada menjahit. Dia bahkan hafal cerita rakyat yang bisa membuatnya takut. Yoon Sung berdecak tak percaya. Ha Yeon menyembunyikan senyum dan mulai menceritakan kekurangannya lagi.

“Aku juga tak seperti rumor yang beredar. Jadi, jangan mengkhawatirkan apapun.” Ucap Yoon Sung.




Yoon Sung bisa menebak kalau sebenarnya Ha Yeon tak ingin pernikahan ini berlangsung tapi takut menerima konsekuensinya kalau menolak. Mereka setuju untuk mencari cara membatalkan pernikahan mereka.


Young melewati area pasar dan melihat seorang pedagang menawarkan gelang pasangan. Gelang keabadian itu bisa mengikat nasib bersama – sama. Walaupun mereka terpaksa berpisah, namun seiring waktu berputar maka mereka akan bertemu kembali.


Young mulai tertarik dan berniat mengambilnya namun disaat bersamaan, seseorang juga mengambil gelang pasangan tersebut. Rupanya orang itu adalah Jo Ha Yeon. Ha Yeon terkejut dan melepaskan gelang itu, dia tak menyangka bisa bertemu dengan Putra Mahkota disana.

Young menatapnya penasaran. Ia menebak kalau pertemuan ini juga sudah direncanakan.
“kali ini benar-benar sebuah kebetulan.” Tegasnya.


Ha Yeon berubah jadi dramaqueen banget, apa ini benar – benar takdir?

“Kau tidak tahu bagaimana caranya berbasa-basi.”



Diujung jalan, Byung Yeon dikejar oleh segerombolan orang. Tanpa sengaja, Young melihat perkelahian mereka. Ia menyipitkan mata dengan herannya.


Ia ingat semalam menanyakan rencana Byung Yeon untuk hari ini. Byung Yeon mengaku akan melakukan pelatihan para penjaga. Dia akan ada ditempat pelatihan sepanjang hari.

Young penasaran. Dia pun menuju ke tempat Byung Yeon pergi. Ha Yeon yang ada disana ikut mengikuti Young.


Byung Yeon sudah dihadang oleh gerombolan tadi, dia terjebak karena mereka menghalangi dari dua sisi jalan. Young sampai disana dan tak tahu apa yang tengah terjadi.



Gerombolan orang kembali datang, mereka menghampiri Young dan Ha Yeon. Byung Yeon sigap melemparkan pedang untuk senjata Young. Young langsung melindungi Ha Yeon yang terjebak dalam pertarungan ini.

Byung Yeon dan Young terpojok. Byung Yeon berbicara dengan pelan, dia akan menghitung sampai tiga dan masuk ke kerumunan. Saat itulah, Young bisa pergi dari belakang.

Young menghitung, 1..2..3



Young memilih bertarung bersama dengan Byung Yeon dan mengalahkan mereka semua. Beberapa orang yang selamat mencoba kabur, Byung Yeon bergegas mengejar mereka.




Young menghampiri Ha Yeon yang gemetar ketakutan. Dia bertanya apa dia baik – baik saja? Ha Yeon langsung meraih tangan Yung dengan mata berkaca – kaca, ia senang Putra Mahkota tak terluka.

Young kurang suka dan langsung membantunya berdiri.


Tanpa sengaja Young menemukan topeng yang tergeletak ditanah. Dia memperhatikan sekitarnya tapi tak ada siapapun disana. Byung Yeon berniat menemui Young kembali, namun niatnya urung ketika sadar Putra Mahkota tengah memegangi topeng miliknya.

Young memperhatikan topeng itu, dia menyipitkan matanya seolah telah mengetahui sesuatu.


Kini Byung Yeon berjalan dibelakang Young, dia bertanya kenapa Young tak menanyakan apapun padanya?

Alasan kenapa kau sampai dikejar – kejar? Young tahu kalau Byung Yeon tak akan merahasiakan sesuatu kalau memang dia ingin mengatakannya. Young ingin sendiri untuk saat ini. Dia menyuruh Byung Yeon untuk pergi.


Sebelum pergi Young sempat berbalik, “Kalau aku harus mempercayai satu orang di dunia ini, itu adalah kau. Kau tahu, kan?”

Young tersenyum ke arah Byung Yeon. Ucapan Young ini seolah membuat Byung Yeon merasakan kebimbangan. Seperti ada hal yang sangat mengganjal dalam hatinya.


Young berjalan menuju ke makam ibunya dipenuhi ilalang. Dia mengingat kembali ucapan PM Kim bahwa Raja sangat sedih ketika kematian Ratu tujuh tahun yang lalu.

Dia juga teringat saat memohon dihadapan Raja, memintanya untuk mengusut perihal kematian Ratu yang tak wajar. Raja menghentikannya namun Young kecil tetap mendesak.

Young menangis mengingat hal itu.


Sepulangnya ke istana, Ra On bertanya darimana perginya Young. Young baru saja pergi ke tempat orang yang sangat ia rindukan, Ibunya. Ra On menanyakan bagaimana sebenarnya sosok mendiang Ratu?

Young menceritakan Ibunya yang jenuh dengan kehidupan istana dan ingan tahu kehidupan diluar sana. Sifat jenakanya tak pernah membuat pekerja di istana menderita.

“Itu seperti kau, kan?” tanya Ra On dengan tersenyum.


Senyum Young mengembang namun air mata sudah menggenang di matanya, “Tapi dia lebih hangat dan lebih bijaksana daripada orang lain. Aku tak bisa melindunginya. Aku tak bisa.”

Tapi sampai saat itu, Young tahu kalau dia harus menjadi kuat untuk melindungi mereka yang berharga untuknya.


Young mendekat pada Ra On, apa kau sangat khawatir karena aku pergi tanpa mengatakan apapun?

Ra On menunduk diam namun dari ekspresinya seolah memberikan jawaban. Ya.

Young tak memintanya mengatakan apapun, hanya dengan berdiam diri saja. Young menjitak topi Ra On, “bukankah kau sudah menjadi obat penyemangatku?”

Ra On diam dan kembali menatap Young yang tersenyum ke padanya.


Ditempat lain, Ha Yeon menyulam dengan susah payah dan akhirnya tersenyum ketika melihat hasil sulamannya telah berhasil ia selesaikan. Ha Yeon menjadikannya sebagai sampul kotak buku.

Ha Yeon membungkusnya dengan kain.

-oOo-


Keesokan harinya, Young menerima kotak pemberian dari Ha Yeon yang dikirim dari kediaman Perdana Menteri. Dia sempat heran menemukan sebuah surat yang terselip didalam kain.




Ra On keluar dari dalam perpustakaan membawa beberapa buku. Ia melihat Young melintas dan mengikutinya menuju ke taman istana. Namun langkah Ra On terhenti ketika ia tahu Young menemui seorang wanita. Jo Ha Yeon.


Ia ingat Ha Yeon bercerita padanya bahwa ia telah diselamatkan oleh pria yang ia sukai. Bukankah ini benar – benar takdir? Ha Yeon berjanji akan serius mengungkapkan perasaannya seperti apa yang dikatakan Ra On.


Ra On bersembunyi dibalik pohon memperhatikan mereka. Dia memegang topi dan baju kasim yang melekat ditubuhnya. Sungguh kontras dengan apa yang Ha Yeon kenakan.


Young mengembalikan hadiah yang telah Ha Yeon berikan. Ia mengaku belum membukanya jadi belum tahu isinya. Ha Yeon sedih mendengar hal itu, dia sudah membuatnya beberapa malam sampai terus terjaga. Dia hanya ingin mengucapkan terimakasih karena Young telah menyelamatkannya.

“Itu hanya kebetulan.” Ucap Young menegaskan meskipun merasa tak enak hati.

Ha Yeon mengaku kalau ia terus memikirkan dan merindukan Young.

Dari kejauhan, Ra On terus memperhatikan reaksi Young sampai matanya berkaca – kaca sedih.


Di perpustakaan, Ra On mencoba terus menghindar namun Young menghadangnya. Ra On berniat pergi tapi urung. Dia bertanya, apakah Young pernah menyukai seorang wanita?

“Pernah.” Jawab Young mantap.

Ra On mulai khawatir, kapan? Seperti apa dia?

Young tersenyum. Sekarang. Seorang wanita yang sangat cantik.


“Kenapa kau terus melakukan hal ini kepadaku?” marah Ra On.

Young mencoba menjelaskan namun Ra On memotong ucapannya. Dia mengaku senang, marah dan sakit hati. Sangat sulit karena terus mempertanyakan perasaan Young padanya. Meskipun dia kasim di istana, bukan berarti perasaannya milik Young juga.


Young tak bisa berbuat apa – apa ketika Ra On berjalan pergi meninggalkannya. Dia sangat terkejut karena tak menyangka akan menerima reaksi semacam ini.


Malam harinya, Ra On tak bisa tidur dan terus memikirkan kejadian ditaman. Dia pasti mengira kotak yang diberikan oleh Young adalah sebuah hadian untuk Ha Yeon.


Young juga merenungkan kembali ucapan Ra On, dia sadar kalau Ra On merasa dipermainkan olehnya.

-oOo-


Kini pergerakan Byung Yeon terus mata – matai. Dia berjalan ditengah pasar dan menyadari keberadaan mereka.


Secara sembunyi – sembunyi, dia menarik pria yang merawat Ra On. Dia membekapnya dan memberi isyarat untuk tetap diam.



Ditempat lain, Young memutuskan untuk menemui Ra On. Ra On langsung gugup bertemu dengannya, ada apa Putra Mahkota?

Young masih terdiam meremas gelang yang ada ditangannya.


Byung Yeon meyakinkan Ayah kalau dia ingin tahu mengenai Ra On. Gadis yang Ayah rawat sejak festival lentera sepuluh tahun yang lalu. Dia tak akan menyakitinya tapi ia akan melindunginya. Ayah mengaku tak tahu, dia sudah pergi melarikan diri.

“Apa kau tahu ke mana dia pergi?”

Ayah tak berani menatap Byung Yeon, dia mengaku tak tahu. Byung Yeon tahu melihat dari gelagatnya. Dia hanya meminta Ayah jangan memberitahukan pada siapapun keberadaannya pada orang lain. Dia harus kabur saat itu.

Ayah mulai khawatir, tak akan terjadi apa – apa pada Ra On kan?

Young meraih tangan Ra On dan memakaikan gelang pasangan. Dia juga sudah mengenakan gelang itu di pergelangan tangannya. Ra On bertanya apa ini?

“Ini adalah aksesori yang cocok untuk wanita cantik. Apa kau tidak melihatnya?”


Ra On masih belum mengerti, wanita cantik? Siapa..

“Sudah kukatakan aku memiliki seseorang. Seorang wanita yang aku cintai... tepat di depanku.” Ucap Young menatap mata Ra On.

Tentu saja Ra On terkejut mendengarnya.


Meskipun ragu dan sempat tak yakin, dia akhirnya mengatakan bahwa namanya.. Sam Nom.

Byung Yeon terkesiap mendengarnya, apa yang kau katakan?

“Hong Sam Nom. Dia ada di istana. Dia dijual ke istana untuk melunasi hutang. Hanya itu yang ia dengar!”


Ra On panik dan mengambil satu langkah kebelakang.

Young menahan tangannya. “Aku akan memperlakukanmu sebagai wanita yang paling berharga. Apa kau tak apa – apa?”

Ekspresi terkejut Ra On perlahan hilang namun ia masih membeku menatap Young.


-oOo-
 Sebenarnya, akhir - akhir ini aku lagi jarang banget buka soompi buat ngintip spoiler dan tebakan teman - teman yang lain. Syukurnya banyak yang komentar dan berbagi info. Gomawoo~~ 

Ada yang tanya hubungan antara Raja, Hong Gyeong Nae dan Young?

Melihat cerita sejauh ini, Hong Gyeong Nae adalah pencetus/pemimpin yang melakukan kudeta (?) dan menyerang kerajaan sepuluh tahun lalu. Semenjak saat itu juga, Raja merasa hidupnya selalu cemas dan dibayangi ketakutan. 

Hong Gyong Nae sendiri mungkin seorang tokoh besar, kalau bukan, mana mungkin dia bisa menggerakkan segerombolan orang untuk melakukan pemberontakan. Mungkin Hong menjadi salah satu dari 4 klan besar saat itu ? Mungkin.

Nah sekarang, warga kembali merasakan pemerintahan yang ga adil. Akhirnya sekelompok orang kembali menggunakan nama Hong Geong Nae untuk membangkitkan pemberontakan lagi? Mereka mungkin saja mencari Ra On untuk memicu semangat mereka . Untuk sekedar menggunakan nama besar Hong Gyeong Nae.

Mereka sekarang merampok para pejabat yang mendapatkan uang dari hasil penindasan pada rakyat dan membagikannya untuk masyarakat miskin.


 Episode kali ini, Putra Mahkota memang sebenarnya cerdas banget dan tahu cara ngomong yang manis yah?

Gak sama Byung Yeon. Gak sama Ra On.

Dia dengan bijaknya tak memaksakan Byung Yeon mengatakan rahasianya. Tapi dia sekali lagi mengatakan pada Byung Yeon kalau Byung Yeon menjadi seseorang yang paling dia percaya.

Dan gombalannya untuk Ra On. "Aku akan memperlakukanmu sebagai wanita yang paling berharga didunia ini." *DIE*

26 Responses to "SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 8 Bagian 2"

  1. Gomawo eonni.. Emosiku ikut meledak - ledak ketika baca sinopsis nya eonni kutunggu update dari episode 9 Minggu depan secepatnya y..

    ReplyDelete
  2. Hwaaaaa suka suka suka.... makasih dah posting, drtd bolak balik nungguin... semangat lanjutin ke preview, ditungguin lagi...

    ReplyDelete
  3. Omg.. Jd makin penasaran... V msh menunggu sinop scRyeo jg c... Semangat oenni buat sinopnyaa.. 🙌

    ReplyDelete
  4. Ma kasih sinopsis nya
    mian baru komen
    baru kemaren ngikuti sinopsis nya dr eps 1-8 pertm sih gk suka krn gk suka pemain nya tp liat komenn netter jd penasarn dan nyoba baca sinopsis nya bener2 bagus ternyt dramanya feel nya dpt chemystri nya jga bagus suka sm byung yeon^^

    ReplyDelete
  5. Wahhhhhh ga sabar nunggu eps 9 yakin .gomawoooo

    ReplyDelete
  6. Hwaaaaa suka suka suka.... makasih dah posting, drtd bolak balik nungguin... semangat lanjutin ke preview, ditungguin lagi...

    ReplyDelete
  7. Kyaaaa!! suka bgt sama episode kali ini, aku sampe baca bolak balik scene yg young ngasih gelang sama ra on trs pas waktu bilang "seorang yg aku cintai tepat dihadapanku" omo omo><

    ReplyDelete
  8. Gomawo banget kakakk sinopsisnya..duhh makin meleleh ma sikapnya young ke ra on.senyumnya itu hlo maniss bangett deh,kaya permen.tapi ntar kedepannya makin rumit ya ceritanya kak?,makin was-was nontonnya..makin was-was ma hubungan mereka..:'(

    ReplyDelete
  9. Putra mahkotanya disini keren... 👍 Dy konyol tp Sebenernya Skillnya luar biasa.. (Bijaksana and keren Dibidang pertempuran)

    ReplyDelete
  10. Putra mahkotanya disini keren... 👍 Dy konyol tp Sebenernya Skillnya luar biasa.. (Bijaksana and keren Dibidang pertempuran)

    ReplyDelete
  11. Mksih sinopsisnya....,
    Sbnrnya udh nnton..., tp seneng aja klo baca sinop nya lg, jg baca2 comen dri tmn2. Seru....

    ReplyDelete
  12. Kemaren abis donlot drama nya,, belom d tonton siih,, baca sinop ny aja udah bikin mesem mesem,,, huwaaaaa

    ReplyDelete
  13. Park Bo Gum, Actor yg meranin Putra Mahkota terkeren, terganteng, terkocak,pokoknya the best dari semua actor di drakor yg berlatar zaman Joseon yg pernah aku lihat..jadi falling in love ...aku pada muhhh abang bogum..hahhaha

    ReplyDelete
  14. Ngeliat young berasa ngeliat hwon, ngeliat byung youn ngerasa ngeliat Un/won....jd rindu tmtets....hahaha....yg nggak ada tuh sosok pangern myung.....kayaknya yoon sung belum kelitan jealousnya.......

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama hahahhahha... Dah mulai jelous sich pas d perpus itu...

      Delete
    2. Sama hahahhahha... Dah mulai jelous sich pas d perpus itu...

      Delete
    3. Sama... aku juga nnton ini brasa lagi di tmtets... hehe keren

      Delete
  15. DAEBAKKK!!! keren bgt ni film sukakkk bgt.. ya ampun..tatapan young k ra on itu loh,,tatapan yg mematikan dan bkin klepek" (kalo gw ,,tau deh kalo ra on)haa..dan gw berharap bgt film ini happy ending..

    ReplyDelete
  16. kerennn, sinopsis nya kusuka hehe. ditunggu yang selanjutnya ^^

    ReplyDelete
  17. Makasih sinopsisnya... Klo aq sich, kyknya Hong gyong nae itu salah satu pejabat jg dlunya, lalu d fitnah sma keluarga (perdana mentri kim) jdinya ada kesalahpahaman antara raja sma keluarga Hong, mgkin ntar Young nikah sma Ha yeon buat nyelametin Ra On, tp mreka bakalan balik lagi (kyk kata penjual gelang) setelah nama ayahnya Ra On dbersihkan....

    ReplyDelete
    Replies
    1. setujuuuuu....harapan saya gelang itu yang bakalan menyelamatkan takdir Lee Young dan Ra On spy mrk bisa bersatu lagi...

      Delete
  18. Pada sbuah postingan, aq baca hong gyong nae itu pemimpin pgerakan tkemuka kaum petani. Pgerakan yg dpimpinny djerihi raja

    ReplyDelete
  19. Suka liat acting park bo gum disini jalan cerita nya pun ringan tapi bikin penasaran.. sejauh ini baru PBG yang aku rasa keren banget peranin putra makota 😃

    ReplyDelete
  20. Admiiin,, eps 9 dooong,, aku baca d blog lain ga enak,, udah terlanjur nyaman sama tulisan kamu, wakakakakak,, yah yah yah pliiiiissss,, sama cinderella and 4 knights

    ReplyDelete
  21. jadi makin jatuh cinta yg namanya drakor....episode 9

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^