SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 7 Bagian 1

SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 7 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: KBS2


Ketiganya sampai ke istana, Young memerintahkan Byung Yeon untuk kembali. Awalnya Byung Yeon menolak karena ia ingin mengantarkan Young ke Dongungjeon.

“Lihat dia, dia sudah mau jatuh mati.” Ucap Young menatap Ra On.

Ra On mengaku kalau ia baik – baik saja namun Young hanya menyipitkan mata tak percaya.


Kasim Jang menemukan mereka bertiga, ia langsung berlari ke arah Young dengan panik. Dia mencecarnya dengan pertanyaan dan khawatir kalau dia sampai terluka. Young meletakkan jarinya di bibir Kasim Jang, bertanyalah satu persatu mulai besok.

“Sampai bertemu di Dongungjeon.” Ucap Young pada Ra On.


Ra On serta Byung Yeon kembali ke Janghyeondang. Byung Yeon melepaskan baju yang ia kenakan. Punggungnya memiliki banyak luka yang belum sembuh. Ra On jadi merasa tak enak, “Kim Hyung, kau terluka karena aku?”

“Ini tugasku. Bukan karena kau.”


Ra On memintanya jangan seperti itu, Byung Yeon selalu mengkhawatirkannya. Bahkan dia sudah merawatnya semalaman ketika ia sakit. Byung Yeon berkata kalau dia bukan orang yang merawat Ra On.

“Satu – satunya orang yang tinggal di Janghyeondang...” ucapan Ra On terhenti.

Ia baru mengingat kejadian di festival lampion, dia sempat heran kenapa Young bisa tahu kalau dia berpisah dengan ibunya. Rupanya dia yang mengatakan hal itu ketika ia sakit dan pria yang telah marawatnya saat itu adalah Young.


Ra On tersenyum menyadari pria yang telah merawatnya adalah Young.


Ra On berbicara dengan Byung Yeon yang duduk dilangit – langit. Ia merasa semua ini begitu menakjubkan, terasa damai. Byung Yeon pernah mengatakan padanya kalau tak ada seorang pun yang menyukai istana. Namun semua itu berubah menjadi tempat yang menyenangkan ketika kita menyukai seseorang dalam istana.

Byung Yeon seolah tak tahu harus merespon apa, ia akhirnya meminta Ra On untuk istirahat.


Ra On menggulung selimutnya, “kau tahu, aku takut kalau sampai menyukai istana lebih dari yang saat ini.” 

Bab 7: Pengakuan



Keesokan paginya, Yoon Sung berlarian di istana untuk bisa menemui Ra On secepat mungkin. Ra On terkejut melihat kehadirannya disana. Yoon Sung mengaku kalau ia ingin mengkonfirmasi sesuatu. Kau tak terluka, ‘kan?

“Ah, ya. Aku baik – baik saja. Apa kau mengkhawatirkan aku?”

Benar. Yoon Sung memintanya untuk tak membuat ia khawatir. Ra On adalah orang yang spesial untuknya. Hanya dia, kasim yang bisa membuatnya berlarian seperti ini. Ra On pun tersenyum malu mendengar ucapan Yoon Sung.



Hm. Suara dehem Young menghentikan percakapan diantara mereka. Young kemudian membahas mengenai bantuan yang telah Yoon Sung berikan, dia mendengar dari Byung Yeon kalau dialah yang telah memanggil investigator Qing.

Yoon Sung dengan hormat mengaku kalau ia hanya memberikan bantuan kecil untuk sesuatu yang penting untuknya. Young melirik ke arah Ra On, sesuatu yang cukup penting sampai kau tak mematuhi perintah kakekmu? Young menebak kalau Yoon Sung tak ingin mendapatkan banyak pertanyaan, toh dia memang tak ingin memberikan bantuan padanya.

“Ya, yang mulia.”

Ra On merasakan suasana ketegangan diantara mereka, ia tak mengucapkan apapun dan terus menunduk meskipun sempat terlihat penasaran.


Young berjalan masuk menuju ruangannya, dia sempat terhenti seolah merasakan ada sebuah kejanggalan. Tak lama kemudian, Ra On mengekori Young untuk masuk ke ruangannya.



Ratu Kim tertawa – tawa di ruangannya, dia merasa lucu melihat Putra Mahkota dengan kepribadian gila bisa perduli dengan kasim itu. Sejak kapan Putra Mahkota perduli dengan bawahannya?

Kasim Song berbisik kalau ada rumor yang tersebar di istana katanya Putra Mahkota lebih menyukai pria. Ratu Kim tersenyum jijik, tak ada hal yang lebih menyedihkan dari hal itu.

“Kau bilang namanya Sam Nom, ‘kan?” tanya Ratu Kim tersenyum licik.



Seorang dayang memberikan tonik untuk Ratu Kim. Namun dayang itu tiba – tiba mual dan tak tertahankan. Sontak Ratu Kim murka lalu melempar tonik yang ada ditangannya. Dayang tadi memohon maaf dengan ketakutan, ia punya masalah pencernaan beberapa hari ini.

Ratu Kim tak mau mendengarkan alasan apapun, dia meminta dayang lain untuk menyeretnya keluar.


Do Gi dan Sung Yeol tengah berkumpul dengan beberapa dayang untuk melakukan akupuntur wajah. Wol Hee masih khawatir nanti wajah mereka bisa melar kalau jarumnya diletakkan dalam posisi yang salah.

Itu yang mereka tujukan, Sung Yeol menjelaskan kalau mereka akan menusuk pada area senyum agar kerutannya berkurang. Di area dahinya akan bulat dan area dibawa mata akan berisi. Sung Yeol menunjuk Do Gi sebagai ahli racun.



Salah seorang dayang kemudian bergosip topik hangat akhir – akhir ini tentang perapian bawah ruangan. Do Gi dengan polosnya berkata kalau perapian memang tempat menghangatkan, itulah kenapa menjadi panas.

Bukan itu, Dayang tadi menjelaskan kalau ada seorang kasim yang kesepian bersama seorang dayang istana yang sering bersembunyi disana. Wol Hee gugup mendengar gosip yang diucapkan dayang tadi, dia segera mengatakan kalau matahari telah meninggi. Apa kalian tak mau pergi?


Wol Hee bersama dayang – dayang itu pun bergegas untuk pergi sebelum gosip mereka rampung diceritakan.

“Apa jangan – jangan mereka bersembunyi untuk... makan daging?” tanya Do Gi pada dayang yang masih rebahan.

PLAK! Sontak Sung Yeol memukul kepala Do Gi yang super lemot.


Diruang para kasim, Kasim Song membahas mengenai rumor yang tersebar di istana. Dan juga tadi ada seorang dayang yang muntah dihadapan Ratu Kim. Kasim Han berfikir sejenak, tapi untuk beberapa tahun terakhir Raja tak pernah berkunjung ke tempat para dayang.

Kasim Ma terlihat gugup dan berkata, “Kalau bukan Raja, mungkin keluarga bangsawan atau penjaga istana.”

Kasim Song pikir dari waktu ke waktu, ada saja kasim yang berhasil hidup lagi alat vitalnya. Sekarang terjadi keributan di istana dalam dan Ratu Kim memerintahkan untuk menangkap siapa saja yang terlihat mencurigakan.

“Kita akan memerintahkan seluruh pekerja di istana dalam untuk melakukan tes obat.” Putus Kasim Han.

Kasim Song setuju, mereka harus menghilangkan rumor yang terarah pada para kasim.

“Lalu apa yang akan kita lakukan pada kasim baru?” tanya Kasim Ma.



Ra On keheranan melihat Young belum menyentuh makanannya sama sekali. Young mengaku tak bisa makan kalau belum ada yang mengetes makanannya. Dia menyuruh Ra On untuk mengetes makanannya dari racun.

Ra On sempat ragu namun dia menuruti saja permintaan Young. Senyum langsung terulas dibibirnya ketika merasakan masakan istana yang enak. Young pun ikut tersenyum memperhatikannya.



Setelah selesai mengetes, Ra On mempersilahkannya untuk makan. Young mencicipi makanan yang ada dihadapannya, dia mengeluh makanannya ke asinan dan tak enak. Ia memerintahkan Ra On untuk memakannya.

Ra On menyarankan agar Young memakan barang satu sendok, paling tidak untuk menghargai usaha juru masak istana.

“Kalau kau tak mau makan, aku akan meminta dibuang saja. Disini...”


Ra On tak bisa membiarkan makanan lezat itu dibuang. Ia akan memakannya. Ra On pun memakan hidangan yang tersedia dihadapannya dengan sangat lahap. Young memandanginya dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya.

Dua meja penuh makanan telah habis dilahap oleh Ra On. Young masih tersenyum, bagaimana bisa semua ini masuk ke dalam tubuh kecil itu?



Perut Ra On sudah kenyang. Dia kemudian berkata, “Kata kakekku, pria yang bijak tidak akan ragu untuk bertanya.”

“Tanyakan saja.” Sela Young tak ingin mendengar penjelasan yang bertele – tele.

Ra On menanyakan makna mengenai tinggal disisinya yang dimaksud oleh Young.

“Ya seperti kataku, memangnya ada yang aneh kalau aku meminta kasim yang ku sukai untuk berada disampingku?” jawab Young enteng.


Young bangkit dari duduknya sedangkan Ra On masih berdiri jauh dibelakang. Dia memperingatkan kalau Ra On sudah ketinggalan lima langkah darinya. Ra On pun tanpa banyak tanya langsung berlari dan berdiri tepat dibelakang Young.

Ketika Young berbalik, dia lagi – lagi tersenyum senang.



Yoon Sung tengah melukis dirumahnya, ia melukiskan wajah Ra On yang mengenakan hanbok sebagai penutup kepala. Tapi disini Yoon Sung menggambarnya dengan menambahkan beberapa aksesoris wanita dikepala Ra On. Dia tampak cantik.

Terdengar suara PM Kim datang, Yoon Sung bergegas menyembunyikan lukisannya.


Tanpa banyak kata, PM Kim memberitahukan kalau ia telah merencanakan sebuah perjodohan untuknya. Dan ia juga akan menyiapkan salah satu orangnya untuk menjadi istri Putra Mahkota. Yoon Sung jelas kaget, dia belum siap untuk mempunyai pasangan.

Jarang untuk bisa menemukan pasangan untuk Yoon Sung, sampai kapan dia berhenti pendek akal! PM Kim menyuruhnya untuk melakukan saja apa yang ia katakan. Toh gadis itu dikenal cantik dan pintar, jadi jangan khawatir!

Yoon Sung tak bisa membantah ucapan kakeknya, ia terpaksa diam tanpa melawan lagi untuk saat ini.


Ra On tengah berada diruang perapian, ia sigap bersembunyi ketika ada seseorang yang datang.

Mereka adalah Wol Hee dan Kasim Ma yang tengah berdebat. Wol Hee meminta untuk berhenti bertemu, dia dengar dayang yang hamil telah menghilang tanpa jejak. Dia tak mau bertemu sembunyi – sembunyi seperti maling bahkan seperti tikus. Kasim Ma meyakinkan untuk lebih berhati – hati. Mereka tak punya pilihan lain karena status mereka, orang lain juga melakukan hal yang sama.

“Bisakah kau mengatakan menyukaiku didepan orang lain?”

“Apa kau gila? Bagaimana kalau sesuatu yang buruk menimpamu?”

“Itulah kita, kalau kita saling mencintai. Kita hanya akan terluka.” Ucap Wol Hee sedih.


Ra On memperhatikan keduanya, ia terlihat simpati dengan kondisi keduanya.



Terdengar suara langkah kaki, Kasim Ma bergegas menarik Wol Hee untuk bersembunyi. Kasim Ma terkejut saat menyadari keberadaan Ra On disana, keduanya bertatapan dalam diam.

Wol Hee tak menyadari ada Ra On, dia marah dengan Kasim Ma yang begitu penakut. Ia pun memilih pergi meninggalkannya begitu saja.

Saat hanya berdua, Ra On meminta maaf karena tak sengaja melihat mereka. Kasim Ma mengisyatakan untuk tutup mulut, “Tetap diam demi kebaikanmu!”


Myung Eun tengah berolah raga dengan susah payah, keringat bercucuran didahinya tapi ternyata dia baru sit up sebanyak 25 kali. Ha Yeon ada disana tapi dia sibuk dengan pikirannya sendiri. Dia lalu bertanya, “Putri, disini pasti banyak dayang yang selalu mengikuti Putra Mahkota, ‘kan? Putra Mahkota pasti kadang ingin menyendiri.”

“Kadang dia berjalan – jalan sendiri di taman.”

Ha Yeon tersenyum, taman?

Myung Eun kembali mengangkat tubuhnya dan bertanya berapa banyak dia sudah sit up. Bukannya menyahut, Ha Yeon sudah menghilang entah kemana.


Ha Yeon takjub melihat taman indah di istana. Ia tersenyum melihat Young tengah duduk santai sambil membaca buku. Ia menegurnya, kau Putra Mahkota kan? Kau mengingatku?

“Aku ingat. Tapi kenapa kau kesini?”

“Aku ingin bertemu Putri tapi...”

Young menebak kalau Ha Yeon salah jalan. Ha Yeon mengelak dan mengaku kalau ia tetarik dengan bunga indah disini. Young menatap Ha Yeon dengan curiga, taman ini bukan tempat yang bisa membuat orang tertarik. Apa Myung Eun memberitahukan lubang yang menuju ke taman ini?

“Apa kau berfikir kalau aku masuk melalui lubang?” tanya Ha Yeon reflek.

Young makin menatapnya curiga.


Ha Yeon tak bisa mengelak lagi, dia mengaku sudah tertangkap basah dan ingin membuat suasana seperti kebetulan dalam rencananya. Ha Yeon melihat buku yang ada dipangkuan Young.

“Menurut Joo Young (Buku Kepemimpinan), melatih tubuh dan pikiran adalah sesuatu yang penting, tapi orang tersebut bisa beristirahat ketika sudah gelap. Menurut Seo Gyeong, saat seseorang tahu sesuatu yang harus dihindari, maka dia butuh kerja keras untuk menghindarinya pula.”


“Apa kau bilang aku harus sepenuhnya istirahat ketika tengah istirahat?”

Ha Yeon tersenyum dan mengajak Young untuk jalan – jalan.


Ra On membawa beberapa buku memasuki taman. Langkahnya terhenti ketika melihat Young tengah berbicara dengan seorang gadis. Wajahnya menunjukkan sebuah kekecewaan.


5 Responses to "SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 7 Bagian 1"

  1. Trimakasih mbak puji sinopsisnya, ditunggu part 2 nya…

    ReplyDelete
  2. Wah, udah aja part 1 nya....
    ♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡

    ReplyDelete
  3. waaah gak sabar baca part 2 nya. ditunggu part 2 nya... segera yaaa min ;)

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^