SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 11 Bagian 2

SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 11 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: KBS2

SINOPSIS Love in The Moonlight Episode 11 Bagian 2

PM Kim pura – pura polos dihadapan Menteri Jo. Dia mengatakan kalau pernikahan Putra Mahkota mungkin akan membuat pernikahan anak – anak mereka akan tertunda. Tapi semuanya akan berakhir dengan cepat karena mereka telah menentukan calonnya.


Menteri Jo terkesiap saat tahu mereka telah menentukan pemenangnya.

PM Kim membenarkan “Kalau bukan dari keluarga Kim, siapa lagi yang bisa menangani posisi tersebut? Aku juga dengar, katanya kau dipanggil oleh Yang Mulia?”


Dengan ragu Menteri Jo mengiyakan, ia merasa tak enak hati pada PM Kim semenjak kejadian itu. PM Kim memintanya untuk bersikap biasa saja. Toh dia juga sebelumnya sudah menyuruhnya tak perlu berfikir terlalu keras “Pegang tanganku atau terima nasehatku. Kau hanya perlu memilih dari dua hal itu.”

Menteri Jo tampaknya kurang suka dengan ucapan PM Kim tapi ia tak bisa membantahnya.



Kasim Song membertahukan temuannya pada Ratu Kim. Dia sungguh penasaran setengah mati. Ratu Kim tersenyum licik. Kalau mereka penasaran maka mereka harus memeriksanya.

“Anda pikir Putra Mahkota akan membiarkannya?”

“Tentu saja tidak. Itulah kenapa ini sangat menarik. Kenapa terjadi saat ada pemilihan Putri Mahkota?”


Setelah melihat kegundahan Putra Mahkota, Ra On pun ikut merasakan kesedihan. Do Gi menghampirinya dan bertanya apa yang terjadi. Ra On menanyakan kebenaran dari keahlian Do Gi soal mengenali racun.

Sebenarnya rumor itu cukup berlebihan sih. Jadi Do Gi menyuruh Ra On bicara saja apa masalahnya?


Ra On membahas mengenai racun yang terdapat di makanan Raja. Bukankah mereka memberikan makanan sisa tersebut pada hewan dan ternyata hewan itu tak ada yang mati. Do Gi terdiam memikirkan ucapan Ra On.



Do Gi melakukan percobaan dihadapan Young dan Ra On. Dia mencelupkan sendok dan sumpit kedalam air gleditsia. Ini dibuat dengan cara mendidihkan air rendaman honey locusts.

Setelah mencelupkan sendoknya, Do Gi mengusap sendok itu dengan kain. Bercak hitam yang ada disana bisa hilang. Kalau misalkan memang ada racun didalamnya, maka bercak di sendok itu tak akan menghilang ketika dicelupkan pada air gleditsia.


“Lalu.. apa alasannya hingga sendoknya berubah warna?” tanya Ra On.

“Kita harus memeriksanya.” Jawab Do Gi.



Young pergi ke sebuah tempat dan ia berpapasan dengan wanita yang mirip atau bahkan memang Ibu Ra On. Tentu saja keduanya tak mengenali satu sama lain. Dan tempat yang Young kunjungi adalah tempat Guru Dasan. Why? Why? Ada hubungan apa mereka?


Guru Dasan terkejut ketika mendengar insiden racun dalam makanan Raja. Bagaimana kondisi Yang Mulia saat ini?

Young berkata kalau Ayahnya cukup kesulitan karena kejadian ini berbarengan dengan insiden propaganda. Dia bertanya kapan Guru Dasan mau kembali ke istana dan menerima tawarannya?

Guru Dasan masih menolak tawaran tersebut, dia sibuk membantu rakyat miskin menggunakan kemampuan akupuntur amatirnya. Masih banyak tabib hebat yang ada dalam istana.


“Ini bukan masalah medis, ini tentang menyelamatkan seorang gadis kecil. Kau ingat saat kau mengatakan agar aku tak membiarkan pergi satu orang pun dari rakyatku? Aku butuh bantuanmu, guru.”


Ra On diseret menuju ke hadapan Ratu. Ratu Kim mengisyaratkan agar dayangnya meletakkan hanbok yang mereka temukan. Ra On gelagapan tak tahu harus memberikan alasan apa ketika hanbok pink –nya tepat berada dihadapannya.

Kasim Song dan Ratu Kim senang melihat ekspresi Ra On “Apa kau mau bilang kalau itu bukan milikmu?”


Ra On diam.

“Baiklah. Kau tak perlu menjawabnya. Aku akan memeriksanya sendiri. Telanjangi dia!” perintah Ratu Kim.


Ra On melotot ketakutan, “Yang Mulia..”


Young sedang menyendiri sambil melihat bulan sabit yang kini terpampang dilangit. Dia menghela nafas berat.


Tanpa sengaja ia berpapasan dengan Ha Yeon. Ha Yeon bertanya apakah Yang Mulia sedang jalan – jalan?

“Kau tak punya rasa takut.”

Ha Yeon meminta maaf karena telah lancang. Dia telah mengganggu... Bukan itu maksud Young, dia sedang membahas tentang Ha Yeon yang berjalan sendiri tengah malam. Ha Yeon tersenyum lega, dia lalu meminta izin untuk menanyakan sesuatu pada Young.

Young mengangguk mempersilahkannya.


Ha Yeon penasaran apakah Putra Mahkota tak menyukainya karena dia bersikap arogan ketika pertama kali bertemu. Apa dia membosankan karena dengan naif menunjukkan perasaannya pada Putra Mahkota?


Terdiam sejenak, Young akhirnya mengatakan kalau dia memiliki seorang wanita dalam benaknya. Jadi dia ingin mengatakan kalau tak ada siapapun yang salah dalam hal ini. Apa ini cukup menjawab pertanyaan Ha Yeon?

Jelas Ha Yeon kecewa, “Wanita... seperti apa itu?”


Belum sempat Young menjawab, Kasim Jang datang dengan panik. Dia memberitahukan kalau Ra On dibawa ke tempat Ratu Kim. Young berubah khawatir dan berjalan pergi meninggalkan Ha Yeon begitu saja.


Ha Yeon melihat kepergian Young dengan kecewa.


Tanpa buang waktu, Young bergegas menemui Ratu Kim untuk menanyakan alasannya membawa Ra On kemari. Ratu Kim dengan wajah menyeramkan memegang dagu Ra On dan menatap wajahnya lekat – lekat. Dia pernah berfikir kalau wajah Ra On ini sungguh disayangkan ada dalam tubuh seorang pria “Bagaimana menurutmu, Putra Mahkota?”

“Lepaskan tanganmu darinya!” tegas Young.


Ratu Kim mendorong wajah Ra On dengan keras. Wajahnya memang cantik hingga Young menjadi sangat perhatian padanya. Dia lebih terlihat lebih wanita dari seorang wanita. Ratu Kim menunjukkan hanbok yang ia temukan “tapi ketika menggeledah asrama, mereka menemukan ini.”
Ra On hampir menangis melihat hanboknya membuat dia kena masalah lagi.

“Tampaknya kau kesulitan ketika rumor terus menyebar. Jadi aku sebagai ibumu akan membersihkan rumor itu, dihadapan semua orang.” Ujar Ratu Kim.


Young mempersilahkannya kalau memang dia menginginkan hal itu.


Ra On kebingungan ketika Ratu memerintahkan agar ia melepas seragam kasimnya.


“Kasim Hong, ikuti saja perintah Ratu sekarang juga!” bentak Young

“Dulu kau memanggil seorang Kasim tengah malam dan sekarang kau bermain untuk menelanjanginya. Kapan kau akan berhenti melakukan hal keterlaluan pada wanita istana menggunakan rumor tak berdasar? Sekarang juga, ayo tunjukkan kata – kata siapa yang benar. Kalau kau salah, aku akan memastikan kau menanggung akibatnya karena telah melakukan perbuatan yang salah!”


Ratu Kim terpancing emosi dan memaksa melepaskan pakaian Ra On. Namun perbuatannya terhenti ketika kasim Han datang ke kediamannya.


“Apa yang membawamu kemari tengah malam?”

Kasim Han berkata kalau melepaskan pakaian seorang kasim bukanlah hal yang sulit. Tapi jika Ratu Kim melakukannya dengan tujuan tertentu, maka Departemen Kasim dan Istana Dalam tak akan mendapatkan reputasi yang buruk sama sekali. Kasim Hong telah lulus dari ujian. Bahkan Kasim Song juga secara pribadi mengujinya. Bukankah begitu?

“Y..y..ya..” jawab Kasim Song dengan takut – takut.

“Yang Mulia, saya cukup mengerti keinginan anda untuk menghukum kasim yang melakukan kesalahan. Tapi bagaimana bisa seorang ibu negara yang tengah hamil ingin menyaksikan tubuh pria tel*njang? Kalau sampai yang mulia tahu..”


Young meminta mereka membiarkan saja Ratu Kim melakukan apapun yang dinginkan. Mereka bisa sakit kalau membiarkan dia ragu “Yang Mulia, kenapa anda ragu? Silahkan periksa!”


Ratu Kim meremas pakaian Ra On dengan geram. Dia akhirnya membatalkan niatannya dan menyuruh mereka membawa Ra On kembali.


Di Jahyeondang, Young menemani Ra On sampai terlelap dalam tidurnya. Dia memperhatikanya dengan sedih.



Byung Yeon pulang dan bertanya apa ada sesuatu yang terjadi. Young mengaku kalau ia ingin selalu membiarkan orang yang ia sayang ada disampingnya. Tapi entah kenapa, sesuatu yang membuatnya merasa bersalah terus terjadi.

Dia bangkit. “Oleh karena itu, aku sangat berterimakasih padamu.” Ucap Young pada Byung Yeon.


Tak disangka, Byung Yeon melakukan pertemuan dengan Yoon Sung. Byung Yeon beralasan kalau dia merasa mereka punya tujuan yang sama. Yoon Sung seperti mengingat kembali masa mereka kecil yang sering menghabiskan waktu bersama di Jahyeondang. Dia juga mendengar tentang insiden di kediaman Ratu. Apa kasim Hong baik – baik saja?

“Yang mulia ada disampingnya.” Jawab Byung Yeon.


Yoon Sung kurang suka mendengarnya “Semasa kecil, aku ingin menjadi salah satu teman kepercayaan Putra Mahkota, tapi tiba – tiba aku menjadi seseorang yang membuatnya tak nyaman. Untuk pertama kalinya, aku menemukan wanita yang aku inginkan berada disisiku..”


“Jangan lanjutkan. Simpan saja dalam hatimu.” Sela Byung Yeon.


Tidak. Yoon Sung menolak untuk menahan perasaannya karena ini pertama kalinya dia sangat menginginkan sesuatu.


Guru Dasan pergi ke istana sesuai permintaan Young. Dia berpapasan dengan Ra On dan berniat menanyakan jalan. Keduanya bertatapan lama, mengernyit satu sama lain. Berputar sambil berfikir.

“Kata kakekku..” “Kakekku mengatakan...” seru mereka berbarengan.

Guru Dasan mengenal Ra On. Tapi Ra On segera meralat namanya, disini dia Sam Nom.


Guru Dasan sudah bilang untuk tidak memanggilnya kakek. Tapi kenapa Ra On ada disini? Bagaimana kau bisa menjadi seorang kasim?

Ra On berkata ceritanya cukup panjang. Meskipun terlihat seperti ini, Ra On mengaku dia kasim yang cukup dihormati. Guru Dasan semakin khawatir mendengarnya, mereka sudah lama tak bertemu.


Keduanya berpelukan.

“Kakekku mengatakan bahwa entah bagaimana kau akan selalu bertemu orang yang memang seharusnya kau temui.” Ucap Ra On.


Dalam benak Guru Dasan, dia ingat kejadian dimasa lalu. Prajurit datang ke rumahnya untuk melakukan penggeledahan. Mereka menunjukkan gambar seorang anak perempuan dan ibunya pada Guru Dasan. Prajurit akan mencari kerabat dekat dari Hong Gyeong Nae.


Guru Dasan masuk dalam gudang untuk memberitahukan bahwa Ibu dan Ra On telah aman. Prajurit telah pergi dari rumahnya. Saat itu, Ra On masih berpenampilan seperti gadis pada umumnya. Menggunakan hanbok dan duduk ketakutan dalam pelukan ibunya.


“Jadi kau terpisah dari ibumu di Festival Lentera?” tanya Guru Dasan. Ra On membenarkannya.

“Bagaimana kalian berdua bisa saling kenal?” tegur Young.

Mereka bertiga berdiri dengan keheranan satu sama lain. Ra On baru ngeh kalau Guru Dasan yang dimaksud oleh Young adalah kakek. Young lebih kaget lagi saat tahu Guru Dasan adalah Kakek Ra On.

Kini Guru Dasan dihadapkan pada makanan yang disiapkan untuk Raja. Dia menunjuk Samchae sebagai pelakunya. Pelaku yang telah membuat bercak hitam pada sendok dan sumpit. Di dalam sini, warna perak berubah karena jumlah belerang yang dicampurkan. Ini bukan obat herbal yang memiliki efek beracun.

Young masih belum begitu yakin.


Guru Dasan memakan makanan itu dihadapan Young dengan nikmatnya “Apa kau masih belum mempercayaiku?”

Meskipun ini berasal dari negara-negara yang berbatasan dengan Cina barat, tapi tidak mungkin bahwa dokter tidak tahu. Kenapa semua orang diam saja dan bertindak seolah-olah sesuatu yang mengerikan terjadi?


Young hanya tersenyum nyinyir menyadari ada cerita dibalik semua kejadian ini.


Menteri Ui Gyo dan Menteri Geun Pyo tertawa gembira ketika menebak Young belum mengetahui fakta dibalik insiden racun. Semua tabib diam, jadi mungkin Young akan semakin penasaran tapi tak bisa mengungkapkan kebenaran.

“Pada titik ini, Putra Mahkota harus tahu bahwa tidak ada yang memihak kepadanya di istana.” Ucap Menteri Ui Gyo. Keduanya pun tertawa puas.


Gadis Penjual lentera keluar dari penjara dengan lemas. Mereka berdua langsung bersujud dihadapan Young ketika menyadari kedatangannya. Young memint maaf pada gadis lentera karena telah membuatnya melewati semua ini diusia mudanya.

“Apa keinginanku untuk melihat Yang Mulia Raja menjadi kenyataan?” tanyanya polos.

“Iya, Aku berharap kau tidak melupakan hal yang ingin kau tanyakan kepada Raja. Tolong awasi aku, jika aku membuat bangsa yang baik.”


“Baik Putra Mahkota.”

Young tersenyum seraya mengusap rambutnya yang berantakan.


Ra On ikut senang melihat keduanya bisa tersenyum.


Young mengantarkan Guru Dasan ke gerbang istana. Dia mengucapkan terimakasih, berkat bantuannya dia bisa melepaskan anak yang tak bersalah. Tapi, kapan Guru Dasan mau menjawab permintaan yang ia ajukan?

“Bantuan apa yang bisa diberikan orang tua ini sampai kau terus melakukan hal ini?”



Guru Dasan pamit pergi. Ra On menghampirinya untuk bertanya, apakah Guru Dasan mengetahui kabar tentang ibunya? Guru Dasan dengan iba berkata kalau dia mungkin membawakan kabar yang baik dipertemuan mereka selanjutnya.

Jelas Ra On sedih, sampai sekarang ia belum mengetahui kabar tentang ibunya.


Raja tetap kekeuh untuk melanjutkan pernikahan kerajaan. Apa Young pikir dia terlalu pengecut dan tak bisa membedakan kepentingan pribadinya?
Young sama sekali tak memiliki pikiran semacam itu. Dia hanya tak ingin melangsungkan pernikahan yang tak ia inginkan.
Raja mengerti perasaan Young. Dia sendiri sudah duduk di tahta ini semenjak usianya 10 tahun. Tak ada hari tanpa kekacauan ataupun hari yang tak membuatnya ketakutan. Berjalan seolah tengah melawan arus deras. Meyakini telah mengambil 10 langkah kedepan namun ketika menoleh, ternyata dia hanya diam ditempat. Jadi, bukankah lebih baik kalau Young bisa berpegangan pada ranting dan berjalan diarus yang lebih lemah?
Ra On tengah membereskan buku dalam perpustakaan. Ia ingat ucapan Kasim Jang, kalau Putra Mahkota menikah dengan keluarga yang berpengaruh maka posisinya akan terjamin. Ada banyak orang yang memihaknya, bukankah itu bagus?

Ra On pun hanya bisa menunduk dengan sedih.
Young memperhatikan Ra On dan berjalan menghampirinya. Dia berbisik tepat dibelakang telinganya “Ra On –ah”
Ra On berjingkat kaget namun saat sadar Young datang, dia berubah tersenyum. Young tanya apa yang tengah dipikirkan oleh Ra On hingga tak menyadari kedatangannya? Ra On tersenyum “Bisakah kau mengantarkanku ke Jahyeondang?”


Keduanya berjalan dalam berdampingan. Young tersenyum geli seraya menyenggol pundak Ra On, mau berapa kali lagi mereka bolak balik Jahyeondang dan Dongungjeon? Apa kau sangat tidak ingin berpisah denganku?

Ra On tersenyum. Taukah Young sesuatu yang membuatnya sangat bahagia akhir – akhir ini? Yaitu saat Young memanggilnya dengan “Ra On-ah.”

 

Sama halnya dengan Young. Dia bahagia karena saat ia memanggilnya, Ra On berada tepat dihadapannya. Ra On mengerti, dia tak akan serakah untuk menginginkan sesuatu yang lebih.

“Aku akan lebih serakah. Bukankah itu berkah kalau kau menjadi serakah saat kau menyukai seseorang?” ucap Young.

“Ya, lakukan seperti yang kau inginkan karena aku sudah menjadi milikmu.”

Young berdecak senang mendengar ucapan Ra On.



Tapi Ra On menambahkan kalau dia tak mau Young dalam bahaya karena dia. Meskipun dia tak menjadi wanita yang berada disampingnya, bukan berarti cintanya untuk Young akan menghilang.

Mimik wajah Young berubah kesal, Jangan mengatakan apapun!

“Jangan menolak pernikahan kerajaan lagi, Putra Mahkota.”

Young sekali lagi menyuruh Ra On berhenti. Dia pun berjalan meninggalkannya dengan perasaan jengkel. 

Ra On berdiri ditempat dengan perasaan hancur. Dia menahan isakannya sebisa mungkin dan membiarkan Young pergi begitu saja.



Di Dongungjeon, Young masih merenungkan ucapannya tadi siang dengan Guru Dasan. Dia memberitahukan kalau Ra On adalah wanita yang ia bicarakan. Wanita yang ingin ia buatkan rumah dan menemukan orangtuanya.

“Kenapa kau begitu peduli kepada seorang kasim muda?”

Young mengaku Ra On adalah kekasihnya.

“Perbedaan status dan permainan takdir, kau memintaku untuk membantumu mengatasi semua kemalangan itu, bukan?”

“Ya.”

“Tapi apa kau tahu? Seseorang yang dibutuhkan oleh anak itu bukanlah kau, Putra Mahkota.”
-oOo-


Keesokan harinya, Young menemui Guru Dasan karena dia ingin memberitahukan sesuatu yang mendesak.


Petangnya, Ra On dan Young duduk berdampingan menikmati indahnya langit jingga. Young bertanya apakah Ra On ingat dengan gadis lentera? Tentu saja Young ingat, tatapan bahagia anak itu ketika bertemu dengan Ayahnya.

“Anak itu mengatakan kepadaku, bahwa Raja yang terbaik adalah untuk bangsa yang terbaik.”

“Joseon seperti apa yang kau impikan, Putra Mahkota?”

Young menginginkan sebuah Joseon yang membuat para anak hidup bahagia dan seorang wanita mampu hidup sebagai wanita. 

Dia meraih tangan Ra On dan menatapnya dalam, bisakah Ra On menunggu sampai dia bisa menciptakan Joseon seperti itu? Dalam Joseon yang baru, ia akan membuat Ra On sebagai seseorang yang utama untuknya.

Dalam benak Young teringat ucapan Guru Dasan tadi pagi “Bagaimana kalau anak yang bertemu ibunya itu menjadi bahaya besar bagimu, Yang Mulia? Kalau kau hanya berpura-pura tidak tahu apa-apa dan menutupinya, kau dan Ra On mungkin bisa hidup bahagia bersama.”

Young kembali menatap Ra On dalam – dalam. Kalau dia disuruh melepaskan sesuatu dalam situasi sulit, Ra On tak boleh melepaskannya. Bisakah Ra On berjanji padanya?


“Baik, Yang Mulia.”


Young lega “Sekarang, kurasa keinginanku sudah menjadi kenyataan. Sekarang, kurasa keinginanku sudah menjadi kenyataan. Aku menemukan ibumu.”
Ra On menatap dalam kedua manik mata Young mencari kebenaran dalam ucapannya. Young tersenyum dan memperhatikan sesuatu yang ada dibelakang Ra On.



Ra On menoleh dengan perlahan. Dia membeku dalam kebahagian ketika melihat ibunya berdiri tak jauh darinya. Mata –nya berkaca – kaca menghampiri Sang Ibu, “Ibu...”

“Ra On, aku terlambat bukan?”

Keduanya melepaskan kerinduan dengan saling berpelukan erat.

Mata Young ikut berkaca – kaca melihat keduanya bisa bertemu kembali.
-oOo-

PREVIEW Moonlight Drawn by Clouds Episode 12:



Young dan Ra On hujan – hujanan gitu. Terus Young melepaskan ikat topi Ra On, menatapnya.. dan.. ?

Kasim Han berkata kalau dia tengah menunggu, menunggu sampai Young tak bisa berbuat apa – apa.

Terjadi penyerangan di istana. Ra On ditahan dengan menggunakan pedang. Yoon Sung sepertinya membantu pekelahian mereka. Young tertusuk dan Ra On membeku terduduk ditempat.


Mungkin ga sih kalau Ra On tahu sesuatu dan dengan adanya insiden ini, dia mengingat sesuatu?


Dan episode MDBC udah dipastikan cuma 18 episode. Ga jadi nambah..

13 Responses to "SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 11 Bagian 2"

  1. Ending ny bikin nangis,,, dan yang lebih bikin nangis,, episode ny ga ditambaaaaaahhhhh,,, padahal udah seneng bakal ditambah 2 episode,, tp ntar kalopun ditambahin mungkin ceritanya jadi agak ngalor ngidul yaa,, jadi mengurangi kualitas dramanya,, heuuuufftt... 파이팅 !!

    ReplyDelete
  2. OMG!!!!!!!!!!! Campur aduk perasaan gw baca ini..senang sedih senang sedih..smoga happy ending,please.please....

    ReplyDelete
  3. Masih sama harapanku... Sesedih apapun jln ceritanya..., brhrap pda akhinya ada kebhagiaan buat Pangeran n Ra On....

    ReplyDelete
  4. Masih sama harapanku... Sesedih apapun jln ceritanya..., brhrap pda akhinya ada kebhagiaan buat Pangeran n Ra On....

    ReplyDelete
  5. Umur putra mahkota tinggal 1 tahun lagi kalau sekarang umurnya 19 tahun... hiks... sedih deh...

    ReplyDelete
  6. Mbak tq Sinopsisnya, aq cuma mau koreksi nih... Untuk percakapan Menteri Jo sm PM kim itu kurang tepat. PM Kim bilang: "Kamu mau menggenggam tanganku atau melawanku" bukannya memegang tanganku atau menerima nasehatku. Atau itu untuk kata pilihan Mbak. Kalo memegang tanganku sm menerima nasehatku kenapa gak pake kata penghubung & aja. Makasih, ini hanya saran dr saya mbak spy lebih dipahami.

    Trims

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. Mba2 ada yang tau judul sountrak yang mengakhiri episode ini? Saya sangat suka lagunya tp saya tidak tau judulnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beige - Because i Miss You

      OST -nya emang jempol mba^^

      Delete
  9. please jangan sad ending :( udah mulai takut nih

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^