SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 4 Bagian 1

SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 4 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: KBS2TV


Menteri kembali menentang keputusan Raja untuk menaikkan tahta Putra Mahkota. Namun Raja bersikeras karena ini merupakan otoritasnya sebagai seorang raja. PM Kim yang tadinya sempat menyetujui keputusan Raja, kini berbalik opini. Dia mengutarakan pendapatnya dan sangat menghormati keputusan Raja untuk membagi beban dengan Putra Mahkota.

“Terimakasih, pengabdianmu membuatku bahagia.”

Namun PM Kim menambahkan, menaikkan tahta Putra Mahkota merupakan keputusan yang sangat penting. Dimasa lalu, Joseon mengalami dua masa sulit setelah melanggar pakta dengan Qing. Memilih Raja Sementara akan mengubah perwakilan diplomatik sebuah negara. Jadi, mereka harus menerima persetujuan dari Qing sebelum menaikkan tahta Putra Mahkota.

“Tolong mengertilah, Yang Mulia.” Ucap para menteri serempak.



Raja mulai gugup mendengar penolakan dari para menteri. Young menanggapi dengan tenang, dia mengindahkan penjelasan yang telah diberikan oleh PM Kim. Oleh karena keputusan ini sangat penting sampai mengubah perwakilan diplomatik. Maka Young meminta Raja untuk menunda pengangkatannya. Sampai mereka mendapat persetujuan dari Qing, dia mendengar bahwa perwakilan Qing akan datang untuk merayakan ulang tahun Raja.

“Tolong tunda keputusan anda, Yang Mulia.” Seru menteri seraya bersujud dihadapan Raja.

-oOo-




Kembali ke scene terakhir episode 3, Perpustakaan Dongunjeon. Ra On mengajak Young untuk segera keluar dari perpustakaan. Young menunjukkan dirinya yang mengenakan jubah Putra Mahkota dan memberitahukan namanya, Lee Young.

Ra On terperangah, menunjukkan dirinya begitu terkejut. Namun wajah terkejut itu berubah menjadi tawa renyah Ra On. Dia mengira menertawakan Sendok Perak yang menggunakan jubah Putra Mahkota. Dan kau tahu, di sini kan perpustakaan untuk Putra Mahkota?

Ra On terdiam sejenak untuk mencerna semua ini. Young hanya mengernyit melihat reaksi Ra On.


Ra On tergagap setelah otaknya mulai bekerja dan menyadari manusia yang ada dihadapannya benar – benar Putra Mahkota. Sontak dia bersujud dihadapan Young untuk meminta ampun. Dia telah membuat dosa besar.

Bukannya memberi hukuman, Young malah memungut topi Ra On dan meletakkan ke kepala Ra On lagi. Dia seolah meledek, haruskan aku menghukummu atau mengampunimu? Bukankah hanya ada dua pilihan itu?


Ra On hampir mewek dihadapan Young.

“Kita adalah teman. Bukankah itu yang kau katakan?”

“Nde?”

“Kau bertanya apa hubungan kita kalau kita bukanlah teman, ‘kan?” tanya Young sambil menunjukkan senyum lembut pada Ra On.

(Chapter 4: setelah permainan berakhir)


Malam harinya, Ra On lemas di rumah bersama Byung Yeon. Dia mengira kalau pernyataan sebagai teman yang diucapkan oleh Young adalah sebuah ancaman untuknya. Ra On beranggapan kalau Young pasti sangat marah padanya. Apalagi dia ingat pernah mengatai Putra Mahkota sebagai manusia setengah anjing dihadapan Young sendiri. Tatapan Ra On kosong, dia membenturkan kepalanya ke tiang dengan pasrah.

“Berhenti. Pilarnya akan rusak.”

Ra On mewek, “Aku sepertinya lebih buruk dari pilar.”

Ra On akhirnya menaruh curiga pada Byung Yeon, apa dia prajurit biasa? Byung Yeon mengatakan kalau dia cuma prajurit biasa. Ra On masih menatap Byung Yeon, dia malah merasa kalau dia juga menyimpan rahasia.


Keesokan harinya, Ra On bertugas untuk membangunkan Young. Kasim Jang memberitahukan bahwa Ra On harus terus memanggil Putra Mahkota terus menerus sampai dia berdehem. Saat sudah berdehem, dia baru boleh masuk ke dalam kamarnya.



Ra On berjanji akan melakukan semua hal dengan baik dan berhati – hati. Tapi dia meminta pada Kasim Jang untuk mengirimnya kemanapun. Kasim Jang kecewa, apa kau tak menyukaiku? Apa kau sangat membenciku?

“Bukan itu maksudku tuan. Bukan kau.”

“Lalu, apa karena aku?” tanya Young tiba – tiba muncul.



Ra On akhirnya harus memakaikan jubah untuk Young. Young agaknya masih kecewa dengannya. Dia meminta penjelasan, kenapa Ra On memutuskan untuk dikirim kemana saja selain Dongungjeon?

“Bukan apa apa. Bagaimana aku bisa memilih siapa yang akan aku layani?” jawab Ra On takut – takut.

Young kembali bertanya, lalu bagaimana saat kau mengatai orang yang kau layani sebagai babi dan bertindak ceroboh ketika mabuk. Apa itu tak apa – apa? Ra On mengaku kalau dia memang pantas mendapat hukuman atas kecerobohannya.

Seolah kecewa dengan jawaban Ra On, “Apa kau menyesal sudah dekat denganku?”



“Ya. Aku menyesal, Putra Mahkota.” Jawab Ra On dengan suara lirih.

“Kau membenciku?” tanya Young mendekatkan wajahnya pada Ra On.

Bukan seperti itu maksud Ra On, hanya saja seharusnya Putra Mahkota mengatakan segala sesuatu lebih awal sehingga dia tak bersikap ceroboh apalagi memintanya menjadi teman.

Young juga mempunyai alasan sendiri untuk tak memberitahukan identitasnya pada Ra On. Sudah jelas Ra On akan bersikap canggung dan terlalu kaku padanya. Jadi dia memerintahkan Ra On untuk menganggapnya sebagai teman ketika mereka hanya berdua. Ini perintah!




Young mengedikkan dagu agar Ra On segera memakaikan topinya. Ra On pun segera mengikuti perintah namun saat ia ingin meletakkan topi diatas kepala Young, Putra Mahkota jahil satu ini sengaja membuat tubuhnya tegas. Ra On sudah sampai jinjit tapi masih belum bisa memasangnya.

Young makin puas, dia ikut jinjit supaya Ra On makin kesulitan. Hahaha. Akhirnya Ra On kehilangan keseimbangan dan berpegangan pada dada Young.

SSPPPT! Desis Young saat topinya terpasang miring. Ra On menahan senyumnya.



PM Kim tengah membahas mengenai utusan Qing yang akan dikirim ke Joseon. Rupanya Yoon Sung cukup tahu siapa orang itu, dia adalah orang yang sangat setia pada kaisar dan dikenal sangat kejam. Menteri Ui Gyo menanyakan tentang isu bahwa utusan itu pernah meminta persembahan satu peti perak saat kunjungannya.

“Dia mengatakan itu dengan bercanda saat minum, tapi mengingat perbuatannya di masa lalu, kurasa itu bukan sepenuhnya lelucon.”

PM Kim merasa kalau orang itu memang benar – benar kejam. Mereka akan menyiapkan makan malam ketika utusan datang. Yoon Sung memperingatkan agar kakeknya jangan terlalu dekat dengan utusan itu. Tak akan menguntungkan untuknya.

“Ini demi bangsa. Tidak semuanya bisa menguntungkan. Aku mengerti kau khawatir kepada kakekmu.”

Yoon Sung mengiyakan saja ucapan kakeknya. Dia kemudian pamit untuk mempersiapkan festival diistana.


Menteri Ui Gyo menyarankan untuk memberikan apa yang utusan Qing mau lalu mereka menyuruh mereka untuk menolak keputusan dari Raja. PM Kim tak sependapat, hubungan politik tak jauh berbeda dengan memenangkan hati wanita. Kalau mereka hanya menuruti keinginannya, maka hubungan itu hanya terjalin untuk satu malam.

“Lalu bagaimana rencanamu?”

PM Kim mengingatkan tentang temperamen putra mahkota yang tak terduga. Menteri Ui paham dengan pikiran picik milik PM Kim. Dia ingin mengadu keduanya, Utusan yang sombong dan Putra Mahkota yang pemarah. Menteri Ui Gyo tertawa senang mendengar rencana bijak PM Kim.


Yoon Sung bisa mendengar pembicaraan mereka berdua dari kejauhan. Dia kelihatannya tak terlalu suka dengan rencana busuk Kakeknya dan Menteri Ui Gyo.



“Apa kau merindukan dunia luar? Apa yang kau rindukan?” tanya Young pada Ra On yang sibuk mengepel lantai.

Ra On jelas sangat merindukan suasana kota yang ramai dengan permainan dan uap kue beras pinggir jalan. Tak seperti kehidupan di istana yang banyak larangan. Young berdecak prihatin melihat nasib Ra On saat ini, kau pasti sangat tertekan karena dulunya kau sangat bebas.

“Ya, peserta pelatihan seperti aku tidak bisa pergi ke luar secara bebas.” Keluh Ra On.



“Bersiap-siap untuk pergi keluar. Aku akan bermurah hati untuk membawamu keluar dari istana.”

Ra On langsung menunjukkan wajah riangnya, apa yang kau maksud dengan itu?

Young mengangguk dengan tampang bijak. Sayangnya Ra On cuma bersandiwara, wajah riangnya seketika berubah ketus. Seperti kata Kasim Jang, dia tak akan memperbolehkannya. Kalau sampai dia keluar bersama Young dan kehilangan jejaknya. Maka dia akan diberi hukuman berat.


Young tiba – tiba memegang perutnya dengan meringis kesakitan. Ra On menyindir dengan bertanya apakah Putra Mahkota sedang berpura – pura? Young langsung bungkam tak mengerang kesakitan lagi.

“Ah, tak mungkin putra mahkota yang tampan (berbohong)..” sindir Ra On.

Hahaha. Young buru – buru merubah sikapnya dan meminta Ra On membawa buku ke perpustakaan.



Diperpustakaan, Ra On mengeluh karena sudah mencari buku dengan kata – kata yang diminta oleh Young tapi belum menemukannya. Apa Young tak ingat judulnya? Young masih memunggungi Ra On dan sibuk membaca buku.

Ra On menuntut jawaban. Putra Mahkota berbalik tapi celakanya Ra On sudah kena tipu. Pria dihadapannya bukanlah Putra Mahkota melainkan seorang kasim. “Saat kita sendirian, kau boleh terus memperlakukanku sebagai teman. Ini adalah perintah.”

Kasim itu mengaku kalau dia cuma diperintah oleh Putra Mahkota untuk mengatakan semua itu. Ra On mendesis kesal, dia mulai gila dibuat dengan tingkah ajaib Putra Mahkota. Dia merebut jubah yang dikenakan kasim dengan geregetan.



Ditempat persiapan festival, suasana mangkin ribut dengan banyaknya pekerjaan disana. Yoon Sung datang ke tempat itu dan Kasim Song langsung menghampirinya. Seharusnya Tuan tak perlu sampai datang kesana. Yoon Sung mengaku akan mengirimkan beberapa layar yang rusak ke gedung kesenian tapi sepertinya Kasim Song sangat kerepotan saat ini.
Kasim Song mengelak, dia kemudian menyuruh seseorang menemani Yoon Sung. Siapa lagi kalau bukan Hong Sam Nom yang disuruhnya.

Senyum terulas dibibir Yoon Sung ketika menatap Ra On.

7 Responses to "SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 4 Bagian 1"

  1. Waaaa akhirnyyaa
    Tingkah leyoung lucu yh klu dket RaOn. Pnasaran am ksah cinta mreka br2 nnti.
    Pnasaran knp RaOn pura² jd cwo yh. Psti ad ssuatu .
    Mkasih min bwt sinop ny 😀😀
    Fighting 👊

    ReplyDelete
  2. Ditunggu part 2 nya min,semangattt...

    ReplyDelete
  3. Ditunggu berhari" akhirnya ada juga, Makasih mbak ditunggu part 2nya

    ReplyDelete
  4. PM emang punya tingkah ajaib hahaha

    suka sam mukanya lugu Ra on yg trus dijailin PM

    ditunggu ya part 2nya

    semangat

    ReplyDelete
  5. Waaaah kayaknya udah kena syndrom second lead nih.. gregetan... 😍😍

    ReplyDelete
  6. akhirnya kluar jg sinopnya.. dr kmrin2 bolak balik ngecek blm ada2, pdhal dtnggu bgt.. gumawoo..

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^