SINOPSIS Fantastic Episode 1 Bagian 2

SINOPSIS Fantastic Episode 1 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: jtbc

Ponsel So Hye berdering menerima panggilan dari kakaknya. Oppa memberi ucapan selamat atas dramanya yang akan tayang. So Hye berniat menceritakan sesuatu namun Oppa langsung menyergah ucapannya. Dia meminta pinjaman uang untuk deposit rumah.

So Hye tak jadi mengatakan apapun. Ia menyanggupi untuk mengirimkan uang 10 juta won sesuai permintaannya.


Ketika pulang ke studio, So Hye disambut oleh kakaknya yang membawakan dia sup rumput laut. Kakaknya meminta maaf karena tak bisa membawakan makanan dengan segera. Suaminya mendapatkan masalah dan terpaksa menjual rumah milik keluarga mereka.

So Hye jelas saja marah, rumah tempat ia tinggal semenjak kecil akan dilelang. Kakaknya memohon agar ia bisa mendapatkan bantuan. So Hye memasukkan kembali makanan kedalam kantung, dia meminta kakaknya membuat makanan yang lebih sehat bukannya makanan dari bahan sisa jualan. Ia lalu mencecarnya dengan kakaknya dengan frustasi, kenapa dia datang hanya saat membutuhkan uang? Berapa lama lagi aku harus mengurusmu? Bagaimana kau akan hidup jika aku mati dan menghilang? Kau ingin mati bersamaku?




Kakak mulai geram, meskipun ia mendapatkan uang dari So Hye tapi dia tetaplah kakaknya. So Hye yang sedang kurang mood malah makin menjadi, harusnya kakaknya tanya bagaimana kondisinya? Menyemangati dia ketika ia lelah membuat naskah drama.

So Hye meminta Kakak untuk pergi sekarang juga, dia lelah! Kakak yang merasa diperlakukan kasar pun sama jengkelnya. Ia keluar dari studio So Hye dengan segera.




So Hye membuka makanan instan yang ada dikulkas. Karena ia tergesa – gesa, tangannya tanpa sengaja terluka. So Hye melampiaskan kesedihannya dan menangis sesenggukan.



Esok paginya, Choi Jin Sook (Choi Jung Nan) sudah bertamu ke studio So Hye. Tanpa basa –basi ia mengungkapkan keinginannya untuk mengambil alih rumah produksi milik So Hye. Dia bertanya apakah So Hye ingin membatalkan Hitman?

Tentu saja tidak. Dia akan membuat drama Hitman dengan aktor yang lebih baik. Jin Sook tak mau menerimanya, So Hye penulisnya dan Hye Sung adalah artis dalam naungannya. Kalau sampai terjadi pembatalan, dia akan menuntut ganti rugi. Jin Sook seolah menyindir, apa keluargamu lebih baik sekarang?


Tak lama berselang, agen penyewaan datang untuk melihat kondisi studio So Hye. Jin Sook tersenyum sinis, kau tak tinggal disini kan?

So Hye menatapnya tak percaya, kini dia dipaksa pindah dari studionya.



Sebelum berangkat ke bandara, Hae Sung menyempatkan diri menemui neneknya di panti. Nenek langsung memeluk cucunya dengan bahagia, tapi kok cucunya tampak kelelahan hari ini?

“Aku kena penyakit cinta. Aku sangat merindukanmu..” ucap Hae Sung memeluk neneknya.


Hae Sung berbicara dengan dokter yang merawat nenek. Nenek menderita diabetes dan kini penyakitnya semakin parah. Tak lama lagi ia tak bisa melihat, tapi nenek kini berusaha untuk mengurangi penyakitnya dan tak makan permen. Dia ingin melihat Hae Sung dalam drama.

“Tidak peduli berapa biaya nya. Apa ada jalan keluar?” tanya Hae Sung.



Nenek tengah membanggakan Hae Sung yang selama ini main drama China, tapi sekarang dia akan main drama korea. Judulnya... Heaterman.. Nenek meyakinkan temannya kalau drama itu akan tayang musim dingin ini. Dia menjelaskan pada mereka dengan antusias.

Hae Sung memperhatikan neneknya dari kejauhan.


Setelah merenung cukup lama, So Hye memutuskan untuk menyetujui tawaran Jin Sook dan memintanya menandatangi kontrak agar ia bisa menerima bayaran dimuka. Jin Sook menyetujuinya yang penting dia mendapatkan naskah yang berkualitas.

“Tentu saja. Ini adalah pekerjaanku.”

Tapi meskipun kontrak telah ditandatangani, sepertinya So Hye akan kesulitan untuk mendapatkan Hae Sung. Dia sudah menuju bandara untuk pergi ke China.



Dengan berat hati, So Hye harus buru – buru menemukan Hae Sung dan menghadangnya. Kini mereka berdua ada dirumah Hae Sung dan So Hye mengakui kesalahannya yang sudah terlalu kasar kemarin. Mari kita melakukan drama ini bersama – sama.

Hae Sung masih jual mahal dan memalingkan wajah, bagian mana yang keterlaluan itu?

“Akting yang buruk, impoten. Harusnya aku tak mengatakan hal itu meskipun aku marah. Maafkan aku.”

Hae Sung menahan tawanya tapi masih bersikap cool dihadapan So Hye. Baginya yang terpenting So Hye tak mengatakan hal semacam itu lagi. Hae Sung dengan so mengatakan kalau dia sudah berniat pergi ke bandara, ia akan menghubungi managernya untuk membatalkan tiket. Fansclub -nya mungkin sudah menanti.



Manager Oh kebingungan menerima perintah dari Hae Sung, dia bahkan belum membeli tiket. Hae Sung berpura – pura kaget, lima juta won? Kau memesan jet pribadi? Yaampun, tapi tak apa – apa dia akan membayarnya. Penulis sudah datang untuk minta maaf jadi dia akan menanggung kerugiannya.


Hae Sung kemudian membuat sebuah permintaan pada So Hye. Dia setuju asalkan So Hye mau menerima panggilannya selama 24 jam. Ia hanya ingin konsultasi mengenai karakternya dalam drama. Dia akan total untuk mengerjakan drama ini.

So Hye sempat menolak namun akhirnya ia setuju juga.


Keduanya bersalaman. Hae Sung dengan segala tingkahnya sengaja memegang tangan So Hye berlama – lama. “Sukses!”



Setelah berhasil menahan kesalnya dihadapan Hae Sung, sampainya di studio dia menenggak minuman. Namun ketika ia melihat dalam label minuman tersebut, Hae Sung yang menjadi modelnya. Lagi – lagi ia harus dihadapkan dengan wajah orang yang membuatnya dongkol.

Sontak So Hye melemparkan botol minuman ke arah tumpukan buku.


Buku So Hye berantakan, ia pun membereskannya dan tanpa sengaja menemukan foto ulang tahunnya bersama teman SMA.

FLASHBACK


Diantara ketiga temannya, hanya So Hye yang paling rajin ketika pelajaran. Baek Sul (Park Shi Young) lebih suka melamun sedangkan Jo Mi Sun (Kim Jae Hwa) lebih suka tidur. Keduanya baru sadar setelah jam pelajaran hampir habis.


Ketika pulang sekolah, Sul memberikan hadiah sebuah laptop untuk hadiah ulang tahun So Hye. Mi Sun menatapnya curiga, apa kau mencuri?

Jelas tidaklah. Sul mengaku kalau dirumahnya ada banyak laptop milik Ayah. Dia meminta So Hye untuk tak pergi ke warnet terus menerus. Dia bisa menggunakan laptop tersebut dan menjadi penulis sesuai cita - citanya. So Hye sempat tak enak hati menerima hadiah mahal itu namun ia menghargainya. Ia akan membuat cerita yang lebih sukses mulai sekarang.



Seorang murid laki – laki melemparkan kotak susu tempat ke arah laptop baru So Hye. Sebuah kotak kembali melayang, Sul dengan cekatan menangkapnya dan melemparkan lagi kotak itu pada si pelaku. Dia berlari ke arah mereka dan menendangnya.

Murid pria tak terima, mereka memanjat pagar pembatas dan terjadilah tawuran besar diantara dua sekolah. Sekolah wanita dan sekolah pria.


Mereka merayakan ulang tahun So Hye dan mengabadikan momen kebersamaan mereka.
FLASHBACK END



Dirumahnya, Hae Sung tengah melakukan latihan untuk hitman. Manager Oh membantu dengan membacakan narasi yang ada didalam naskah. Ia sempat menahan tawa ketika memperhatikan tingkah konyol Hae Sung. Hehehe.

“Kau tertawa?”

“Tidak. Aku batuk, tenggorokanku sakit.” Elaknya.

Hae Sung mengeluh dengan karakternya sendiri, bagaimana dia harus menggambarkan karakter hanya menggunakan tatapan matanya. Dia membutuhkan CG untuk melakukan semua ini. Dia tak yakin dengan rating yang akan drama ini dapatkan.

Manager Oh berpendapat kalau drama ini bukan tentang komedi romantis, ini lebih menonjolkan keindahan dari sisi gelap.

Tak bisa, pokoknya Hae Sung ingin membuat perubahan pada karakternya.


Ponsel So Hye bergetar menerima panggilan dari Hae Sung. Ia tak ada niatan untuk mengangkatnya. So Hye pun bergegas menuju ke kedai kakak dan meminta dibuatkan makanan dari bahan yang bagus tak seperti kemarin.

So Hye memuji makanan kakaknya yang terasa seperti buatan Ibu. Kakak memperhatikan So Hye yang terlihat kelelahan, apa kau hamil?


So Hye sampai tiduran di lantai karena tak bisa menahan tawa. Tebakan kakaknya ini jauh banget, meskipun begitu mungkin akan lebih baik kalau benar. So Hye memberitahukan kalau ia telah mendepositkan uang sebesar 500 juta. Ini benar – benar yang terakhir kali.


Kakak merasa terharu, dia mengucapkan terimakasih. Maafkan dia. Selama ini, ia selalu mengkhawatirkannya dan ingin menanyakan kabar. Tapi karena dia selalu meminta bantuan, kakak sendiri merasa tak enak makanya ia tak menghubungi So Hye.

Suara dengkuran terdengar. Kakak menghampiri So Hye dan menemukan ia terlelap tidur.


Kakak membuka kantung hitam yang dibawa So Hye, rupanya dia membawakan sepasang sandal karena kemaren kakak datang ke studio menggunakan sandal rusak. Lagi – lagi kakak terharu dengan perhatian yang So Hye berikan.



So Hye menuju ke kantor polisi dan bertemu dengan Detektif Lee. Ia telah meminta sebuah bantuan padanya. Detektif Lee memberitahukan kalau ia telah menemukan wanita yang So Hye cari. Apa benar wanita itu telah membawa kabur uangnya? Wanita apa yang benar – benar nekat?

“Dimana wanita itu?” tanya So Hye.



Disebuah salon, Mi Sun tengah menikmati waktunya melayani pelanggan. Mobil polisi datang dan Detektif Lee mencarinya. Mi Sun sempat hampir menangis ketakutan, dia tak melakukan kesalahan apapun.

“Kejahatanmu karena tak menghubungi teman lama.” Ucap So Hye yang muncul dibalik punggung Detektif Lee.

Sontak Mi Sun terkejut, keduanya melakukan salaman ala – ala anak SMA dan berpelukan penuh rindu.



Mi Sun membawa So Hye untuk bertemu dengan suaminya disawah. Mereka rupanya saling kenal semua, suami Mi Sun memanggilnya dengan sebutan Lee So Bal. Mi Sun memberitahukan kalau So Hye telah mencarinya di kantor polisi. Penulis memang punya cara yang berbeda.

Mi Sun berniat menyiapkan makanan untuk menyambut kedatangan So Hye.

Kemudian mereka bertanya – tanya tentang keberadaan Sul? Mi Sun mengaku pernah melihatnya dua tahun lalu, dia sudah kembali dari Amerika dan menjadi istri pengacara terkenal.


Sul tinggal disebuah rumah mewah namun penghuninya masih sangat kuno sepertinya. Mereka menggunakan hanbok sebagai pakaian sehari – hari. Bahkan saat Sul terkejut mendengar orang yang menelfonnya adalah So Hye. Ibu mertunya langsung menegur, tak sopan sekali.



Sul memutuskan untuk berpindah kekamar agar bisa bicara lebih leluasa. So Hye mengatakan kalau mereka tengah berkumpul bersama Mi Sun dan Pil Ho. Mi Sun memintanya untuk datang. Sul meminta maaf, dia tinggal bersama orangtuanya jadi banyak sekali pekerjaan.

So Hye tak mempermasalahkannya, bisa menghubunginya saja sudah membuatnya senang. Sul memperingatkan So Hye untuk tak sering – sering minum kopi dan begadang, itu akan merusak kesehatannya. Sul ingin sekali bertemu, dia akan meluangkan waktu. Mereka harus bertemu.

Pembicaraan mereka terputus, Ibunya memanggil karena ada tamu yang datang.



Seorang Anggota Majelis yang bertamu, ia datang untuk menawarkan kemungkinan suami Sul untuk masuk dalam ranah politik. Majelis Lee memuji masakan yang dibuat oleh Sul namun Jin Sook (Produser Hitman) langsung memotong ucapannya. Dia mengatakan kalau ada chef hotel berbintang yang telah mengajarinya.

Mereka semua seolah memperlakukan Sul seperti pembantu dan tak menganggapnya.



Majelis Lee memuji ke sopanan Sul yang menunjukkan golongan keluarganya. Ibu Mertua Sul mengiyakan namun waktu itu, tapi saat ini... yah mereka terpaksa sudah mengikat sebuah janji dan tak bisa membatalkannya.

Jin Sook berbisik dan mengatakan kalau Sul tak bisa hamil.

Sul yang tengah membawa gelas wine dapat mendengar pembicaraan mereka.


Hae Sung sedang melatih ototnya. Hahaha. Ni orang bener – bener narsis, dia langsung ketawa ketiwi sendiri ketika harus menatap wajahnya dengan tatanan rambut klimis –nya itu.

Hae Sung mencoba untuk menghubungi So Hye namun tak pernah menerima balasan.

So Hye sibuk menulis naskah, dia terkejut saat tahu Hae Sung melakukan video call. Ia buru – buru mengabaikannya lalu mengubah nama kontak Ryu Hae Sung menjadi Si Akting Kaki.


Hae Sung langsung ngedumel sendiri, menganggap So Hye sudah gila mengabaikan panggilan orang tampan seperti dia. Baiklah kalau begitu, dia akan selfi saja. Dia mau selfi.


Sul meminta bantuan suaminya untuk bisa keluar dan menemui temannya. Suami Sul menolak dengan alasan dia bukan gadis lagi. Bertemu dengan teman hanya akan membuat gosip saja.

Sul masih memohon, buat saja alasan untuk pertemuan keluarga. Suami Sul masih enggan untuk menuruti permintaan istrinya.


Sul berterimakasih karena Ibu Mertuanya sudah mengirimkan uang ke panti jompo. Ibu membahas mengenai kartu kredit Sul yang ada tagihan 38000 won (380000) dua kali. Ibu memintanya jangan boros – boros. Mereka sudah harus bayar tagihan panti 20 juta won setiap tahun.

Sul mengatakan kalau uang itu dipakai untuk membeli makanan jepang pesanan Jin Sook. Dia memang tak akan boros – boros. Ibu mertua lalu memperingatkan agar Sul jangan sampai membuat reputasi keluarga rusak dipertemuannya.

Jin Sook lalu datang, dia mengingatkan pekerjaan Sul untuk mengurus Yoon Ah. Lalu memberikan sebuah file agar ia bisa memberikannya pada Jin Tae (Suami Sul).


Sul Hyung dan Sang Hwa sampai ke studio. Mereka memuji episode kesepuluh buatan So Hye yang bagus. Kalau Hae Sung bisa melakukannya, ia yakin ini akan menjadikan karirnya sukses. Sul Hyung mengaku kalau Hye Sung menelfonnya dan mengadu kalau So Hye tak mengangkat telfonnya hampir 100 kali.


Tak lama setelah itu, ponsel So Hye berdering. Ia terpaksa mengangkat panggilan dari Hae Sung.

Hae Sung mengeluh dengan sikap So Hye, dia telah melanggar perjanjian mereka. Tapi akan memberikan hadiah yang mahal untuk menginspirasi So Hye. So Hye menolak tawaran itu mentah – mentah, dia tak mengambil hadiah dai aktor.


Tak lama setelah panggilan itu, ponsel So Hye berdering menerima hadiah malah yang dimaksud Hae Sung. Orang narsis ini mengirimkan fotonya yang super alay, mulai dari ABS sampai otot bisepnya pun dia foto.

Sang Hwa paling demen liatnya. Suaranya langsung melengking melihat body Hae Sung yang.... hot? Hahaha.


So Hye bergegas dengan semangatnya menuju ke tempat pertemuan dengan Sul dan Mi Sun. Namun kesenangannya berubah suram saat menerima panggilan dari Hae Sung. So Hye tanpa pikir panjang menekan tombol abaikan.

Bagaimana pun dia mengabaikan, Hae Sung berdiri tepat dihadapannya. So Hye mengaku ingin pergi jadi mereka bisa bertemu besok. Hae Sung menebak So Hye mau berkencan, dia menawarkan tumpangan untuknya.



So Hye mulai jengkel, memangnya kau tak punya aktifitas apa?

“Ya. Aku sudah membersihkan jadwalku demi Hitman.”

So Hye meminta untuk bicara besok saja. Hae Sung kekeuh, toh dia mau ke arah yang sama. So Hye yakin kalau Hae Sung tak tahu jalannya mau kemana. Hae Sung bener – bener usaha banget, pokoknya dia bisa mengantarkannya.


Hae Sung menyindir So Hye yang tak bisa memilih pria yang baik, harusnya kalau mau kencan dia dijemput. So Hye sebal mendengarkan ocehannya, kau minta bertemu, sekarang bicaralah.

Hae Sung menawarkan agar karakter pembunuhnya juga bisa berakting gwiyomi. Dia pikir dengan begitu bisa membuat karakternya lebih multi dimensi dan mereka bisa menunjukkan kemampuan akting yang berbeda.

So Hye memutar matanya malas, itu namanya bukan multi dimensi kalau seorang membunuh lalu berakting gwiyomi. Ia malah menderita kepribadian ganda.

“Bagaimana kalau dia berpura-pura menjadi manja dan manis untuk menyembunyikan kesalahannya? Sesuatu yang segar. Penderitaan manja dan manis!”

So Hye tak mau menyahut ocehan Hae Sung yang ngelantur lagi.



Ketika So Hye mengantarkan file ke kantor Jin Tae, dia mendengar suara cekikikan wanita dan pria. Saat So Hye membuka pintu, ia menemukan suaminya berselingkuh dengan anggota Majelis Lee.

So Hye terkejut, tanpa mengatakan apapun lagi, ia memilih pergi meninggalkan tempat itu. Jin Tae mencoba mengejarnya sambil membenahi tatanan bajunya yang sudah berantakan.


Baik Majelis Lee maupun Jin Tae mencoba untuk membujuknya namun So Hye menolak. Dia memilih mengendarai mobilnya dengan semrawut demi lolos dari mereka.


Hae Sung masih ngoceh tentang karakternya. Kini dia menyarankan agar pembunuh punya dua pekerjaan. Bagaimana kalau repoter?

“Itu superman.”

“Bagaimana dengan ahli waris?”

“Batman.”

“Seorang mahasiswa?”

“Spiderman.”

“Seorang playboy yang kaya.”

“Iron Man.”

So Hye menganggapnya sedang bercanda. Hae Sung serius, dia malah merasa dirinya setara dengan pemikiran Hollywood. Hahaha.


Saat tahu kalau So Hye tak menemui pacarnya, Hae Sung bersiap mengenakan kacamata dan menemui Mi Sun. Awalnya Hae Sung tak mengenalinya dan mengira dia kakak atau bibi So Hye.

Namun Mi Sun mengatakan kalau dia Mi Sun, stylist –nya Hae Sung. Hae Sung baru sadar.
So Hye mencukupkan basa – basi mereka dan menyuruh Hae Sung untuk pergi.


Disisi lain, Sul masih dalam pengejaran suaminya dan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Ketika ia berbelok, Sul malah menabrak mobil Hae Sung yang terparkir didepan restoran.

Sontak Hae Sung melindungi So Hye yang masih berdiri didepan restoran. Hae Sung menoleh dan mendapati Baobeinya rusak, ia langsung melupakan So Hye dan melihat kondisi mobil kesayangannya.

So Hye memperhatikan kedalam mobil dengan khawatir, tapi ia lebih terkejut ketika tahu wanita didalamnya adalah Baek Sul.


-oOo-

1 Response to "SINOPSIS Fantastic Episode 1 Bagian 2"

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^