SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 14 Bagian 1

SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 14 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: tvN


Karena terpaksa harus pergi, Ha Won mengepak barang – barang miliknya dengan perasaan sedih apalagi saat mengingat hubungannya dengan Ji Woon yang baru dimulai belum lama ini. Dia membuka kotak kado kosong pemberian Ji Woon dengan sedih.


Seo Woo sibuk menandatangani album yang akan dia berikan pada penggemarnya. Dalam pikirannya masih saja terbayang tentang Ha Won. Dia seringkali memberikan kode – kode cinta untuknya namun Ha Won selalu menganggap kata – katanya cuma bagian dalam lirik lagu ciptaannya.

Dia menulis pesan dalam albumnya, ‘Tetap saja, kau harus saling mengasihi.


Ponsel Seo Woo berdering, ia segera mengangkatnya. Entah apa yang dikatakan oleh orang diseberang telefon, Seo Woo tampak kaget.



Hyun Min tengah berada ditaman bermain. Dia kembali mengingat masa kecilnya bersama dengan Hye Ji. Ia memberikan sebuah cincin mainan dan menyematkannya ke jari kecil Hye Ji.

Kini cincin mainan itu ada ditangan Hyun Min, dia menyimpannya sampai sekarang.


Entah apa yang ada dalam pikiran Hyun Min, dia akhirnya memilih meninggalkan cincin itu diatas jungkat jungkit taman.


Ponsel Hyun Min berdering. Ia terkejut mendengar ucapan orang diseberang telefon.


Ji Woon tengah dalam perjalanan. Yoon Sung menghubunginya. Ji Woon lantas menanyakan keberadaan kakek saat ini, dia harus menemuinya. Dia sekarang dalam perjalanan menuju ke kantor. Apa Kakek ada di rumah? Atau ada di kantor?

Yoon Sung menghela nafas. CEO Kang tak ada disana, dia pingsan.

Sontak berita ini membuat Ji Woon terkejut. Ia menginjak gas mobilnya untuk segera menjenguk kakeknya yang sakit.


Ha Won juga pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi CEO Kang. Perawat mengatakan kalau CEO Kang ada diruang ICU. Ha Won semakin panik dan khawatir dengan kondisi CEO Kang.


Hwa Ja muncul dan menyela pembicaraan mereka berdua. Ia tengah mencari keberadaan Dokter Park. Perawat mengatakan kalau Dokter Park ada diruangannya sendiri.

Ha Won sangat panik, dia menyapa Hwa Ja kemudian menanyakan kondisi CEO Kang saat ini. Bagaimana? Ini salahku.

Hwa Ja tak mengerti maksud pembicaraan Ha Won, bagaimana bisa ini salahnya?


Ha Won mengaku telah melanggar aturan yang dibuat oleh CEO Kang. Dia berkencan dengan Ji Woon. Belum lama ini mereka bertemu dan CEO Kang sangat marah. Mungkin karena itulah dia jatuh sakit seperti ini.


Hwa Ja mendesak Ha Won ke tembok. Dia bertanya ucapan apa yang telah Ha Won katakan pada CEO Kang “Beraninya anak binatang sepertimu.. Apa kau tahu kondisi kesehatan Ketua?”

Hwa Ja memberitahukan bahwa CEO Kang tengah berjuang melawan kanker hati. Dia tak punya harapan hidup kalau tak mendapatkan donor hati. Karena itulah mereka berjuang melawan waktu. Yang mereka butuhkan adalah menunggu sedikit lebih lama namun Ha Won sudah merenggut waktu yang begitu terbatas tersebut.

“Maaf, aku bahkan tidak tahu...”


Baiklah. Jadi kebaikan mereka yang telah memberikan tumpangan untuk Ha Won dibayar seperti ini. Dia bertanya apa yang CEO Kang katakan menyangkut hubungan mereka berdua. Ha Won berkata kalau dia diberikan dua pilihan oleh CEO Kang. Antara menerima bayaran atas pekerjaannya atau tetap tinggal bersama Ji Woon.

Hwa Ja kira jawabannya sudah cukup jelas sekarang. Dia menyuruh Ha Won untuk pergi secepat mungkin tanpa ada yang tahu kepergiannya. Tanpa sepatah kata pun. Lupakan kalau Ha Won pernah datang kesini dan apa yang pernah mereka bicarakan. Sebagai balasan, Hwa Ja akan merahasiakan perbuatan Ha Won yang telah membuat CEO Kang pingsan.


Ha Won ragu.

“Semua orang sangat khawatir pada Ketua sekarang. Apa hubungan asmara konyolmu itu lebih penting dari kesehatan Ketua? Yang lain akan segera datang kesini. Kalau begitu, haruskah kuberitahu semua orang?”

Ha Won menunduk meminta maaf. Hwa Ja memperingatkan agar Ha Won tak lagi dekat – dekat dengan Haneul Grup.


Ha Won berjalan pulang sambil menangis. Dia berselisih arah dengan Ji Woon, namun keduanya sama – sama tak menyadari keberadaan masing – masing.


Jam besuk telah berakhir, Ji Woon tak bisa melihat kondisi CEO Kang didalam. Dia bertanya mengenai kondisi kakek pada Yoon Sung. Yoon Sung menjelaskan bahwa CEO Kang mengalami koma hepatik dan mereka belum tahu kapan dia akan sadar. Dia mengidap kanker hati namun mereka merahasiakan kondisi kesehatannya pada Kang Bersaudara. Oya, katanya tadi Ji Woon ingin bicara dengan CEO Kang. Apa yang ingin dia bicarakan?

Ji Woon urung untuk mengatakannya. Bukan apa – apa.

Yoon Sung menyarankan agar Ji Woon menunggu diluar, dia yang akan menjaga CEO Kang. Hyun Min dan Seo Woo juga dalam perjalanan menuju kemari.

“Bagaimana dengan Ha Won?”

“Katanya dia akan datang.”


Ji Woon mencoba menghubungi Ha Won tapi panggilannya tak mendapatkan jawaban. Hwa Ja duduk disamping Ji Woon dan berkata kalau Ha Won tak bisa mengangkat panggilannya karena CEO Kang telah mengetahui hubungan mereka berdua.

“Terus kenapa?”

Hwa Ja menganggap kalau Ha Won adalah anak yang kasar. Dia tahu tujuannya dan melakukan tipu muslihat untuk mendapatkan keinginannya.

“Jangan beraninya kau bicara seperti itu tentang dia.”


Hwa Ja memberitahukan kalau CEO Kang telah memberikan pilihan pada Ha Won antara uang atau hubungannya dengan Ji Woon. Dia yakin kalau Ha Won tengah merenungkan perbuatannya.

Ji Woon menghentikan ucapan Hwa Ja dan memilih pergi untuk mencari keberadaan Ha Won.


Yoon Sung tengah berbicara pada Seo Woo dan Hyun Min mengenai kanker hati yang diderita oleh CEO Kang. Beliau tak memberitahukan pada mereka karena takut menjadi beban pada ketiga cucunya. Hyun Min bertanya apa akibatnya kalau mereka tak melakukan donor hati? Apa perawatannya akan sulit?

“Ya.”


Hyun Min kesal mendengar semua ini. Kakek sendiri yang telah menceramahi mereka mengenai keluarga tapi malah Kakek yang sudah mengabaikan keluarganya. Baiklah, Hyun Min akan tetap mengabaikannya sampai kakek bicara sendiri pada mereka.


Seo Woo dan Hyun Min kemudian bertanya – tanya alasan CEO Kang tiba – tiba pingsan. Biasanya dia bekerja namun semuanya baik – baik saja. Yoon Sung mengaku tak tahu, dia tiba – tiba saja pingsan.

Keduanya pun kemudian memutuskan untuk menemui Dokter Park dulu.



Hye Ji sedang bersama temannya. Teman Hye Ji senang melihat Hye Ji bisa menemuinya kembali, dia khawatir saat mendengar berita kebangkrutan Ayah Hye Ji. Dia menawarkan Hye Ji untuk menginap dirumahnya yang sempit. Hye Ji tersenyum mengucapkan terimakasih.


Dokter Park menjelaskan betapa sulitnya prosedure untuk melakukan operasi hati. Meskipun mereka berdua siap, tapi keduanya harus mempunyai kecocokan antara pendonor dan penerima donor hati.

Hyun Min mengerti. Dia meminta Dokter Park untuk melakukan pemeriksaan secepat mungkin.


Diluar ruangan, Hyun Min mengaku meninggalkan mobilnya dipinggir jalan dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan taksi. Tangannya gemetaran sampai tak bisa mengemudi. Seo Woo mengomentari sikap sok keren Hyun Min ternyata bisa hilang juga.

“Aku kehilangan ayahku saat aku berumur 10 tahun. Semenjak saat itu hanya Kakek orang yang aku punya.” Tutur Hyun Min.

Seo Woo membenarkan. Dia juga mengkhawatirkan kondisi kakek, apakah mereka akan berhasil melakukan operasi?


Ha Won keluar dari kamarnya dengan membawa koper. Ji Woon tiba – tiba muncul dan berdiri dihadapan Ha Won “Apa yang akan kau lakukan?”

Ha Won rasa dirinya sudah tak berhak tinggal di Sky House. Pekerjaan paruh waktunya telah berakhir. Ji Woon menahan tangan Ha Won. Kau kenapa?


Ha Won berusaha menutupi perasaannya dengan sedikit berbohong mengenai perasaannya sendiri. Mungkin dia telah salah paham mengira Ji Woon menyukainya dan menganggap dirinya sendiri seperti Cinderella. Dia bekerja disini karena diusir dari rumah dan Kakek memberikan uang serta tempat tinggal. Siapa yang bisa melewatkan kesempatan semacam itu?

“Hentikan. Aku tak mau mendengarnya.”




Ha Won melepaskan tangan Ji Woon yang memegangi kopernya. Dia ingin mengakhiri semuanya sampai disini. Ji Woon memohon agar Ha Won tak bersikap semacam ini, dia sudah cukup kacau.

“Kenapa kau bersikap seperti ini padaku? Aku tahu itu bukan perasaanmu yang sesungguhnya. Janganlah seperti ini.” ucap Ji Woon.


Ha Won berjalan melewati Ji Woon.

“Eun Ha Won. Kalau kau pergi hari ini, aku tak akan menemuimu lagi.”

Ha Won diam dengan mata berkaca – kaca namun keputusannya sudah bulat. Ia tetap memutuskan untuk pergi meninggalkan Ji Woon.


Kenangan manis bersama Ji Woon terngiang dalam setiap langkah Ha Won meninggalkan Sky House. Dia tak bisa menahan kepedihannya dan terisak sepanjang jalan. Ada perasaan berat untuk melanjutkan perjalanannya, namun ia tak mungkin untuk kembali ke Sky House lagi.


Ji Woon menggalau karena Ha Won memutuskan untuk mengakhiri hubungan diantara mereka. Dia merenung dalam ruang pribadinya dengan sedih.


Ahjumma membawa tumpukan barang milik Hye Ji. Dia menggerutu bingung mau meletakkan barang itu kemana. Hyun Min tanya apa yang tengah dilakukan Ahjumma?

Dia mengaku kalau barang – barang ini milik Nona Hye Ji yang tertinggal. Kalau mau dibuang sayang tapi dia tak tahu harus meletakkan kemana.




Hyun Min membawa barang – barang Hye Ji ke kamarnya. Dia menemukan dress biru muda yang pernah Hye Ji kenakan ketika pernikahan kakeknya dengan Hwa Ja. Hyun Min pun mulai teringat dengan semua ke- brengsekan yang telah dia lakukan pada Hye Ji selama ini.

“Kau memang brengsek, Kang Hyung Min.”


Hye Ji sama galaunya memikirkan tentang Hyun Min. Dia memegangi fotonya bersama kakak dan Hyun Min. Ucapan Hyun Min terngiang dalam pikirannya kalau dia mengabaikan Hye Ji karena merasa bersalah atas kematian yang menimpa kakak Hye Ji.

Dia masih terus memperhatikan foto mereka bertiga. Ia kembali ingat bagaimana Hyun Min memperlakukan dia selama ini. Selalu mengabaikannya dan menganggap kalau dirinya bukan siapa – siapa bagi Hyun Min.


Yoon Sung menghampiri Hwa Ja yang tengah menerawang jauh keluar jendela rumah sakit. Hwa Ja memastikan tak ada seorang pun yang tahu kalau mereka tengah bersama ketika CEO Kang pingsan.

“Ya.”

“Darimana Ketua bisa tahu kita ada di sana?”

Yoon Sung kesal dengan Hwa Ja yang mengkhawatirkan masalah semacam itu.


Hwa Ja telah berbicara dengan Dokter Park dan koma yang dialami oleh CEO Kang belum bisa dipastikan kapan akan sadar. Haneul Grup membutuhkan pemimpin dan tak ada orang yang lebih cocok selain Yoon Sung.

“Itu bukan hakmu, Nyonya.” Tolak Yoon Sung.

Hwa Ja akan membuat keputusan dan bertindak sebagai Ibu Yoon Sung. Dia akan melakukannya mulai sekarang.



Ha Won mengunjungi krematorium untuk menceritakan masalahnya hari ini. Dia terus menyelahkan dirinya karena mengira sebagai penyebab CEO Kang jatuh sakit. Semua orang sangat khawatir. Semua ini salahnya.

“Apa yang harus aku lakukan, Eomma? Aku sangat takut. Aku tak tahu harus berbuat apa.” Tutur Ha Won menangis sedih dihadapan abu ibunya.

-oOo-


Keesokan harinya, CEO Kang telah dipindahkan ke ruang pasien. Sedangkan Yoon Sung menerima kabar buruk karena tak ada satu pun dari Kang Bersaudara yang memiliki kecocokan untuk melakukan donor hati. Dokter Park menyarankan agar mereka mencari pendonor lain, kerabat jauh CEO Kang pun tak masalah karena akan lebih sulit kalau mencari orang asing yang memiliki hati cocok.


Yoo Na dan Soo Kyung pergi ke toko untuk menjual tas lawas mereka. keduanya berlagak sok dengan mengatakan kalau mereka baru saja membeli banyak sekali tas. Mereka tak membutuhkan tas lama itu jadi menjualnya.

Pelayan menerima tas itu namun ketika mengecek keasliannya, dia mulai ragu. Dia meminta sertifikat asli pada mereka.

Soo Kyung mengaku telah membuangnya. Yoo Na menambahkan kalau mereka membeli tas itu dengan mahal, tanpa perlu setifikat pun sudah keliatan aslinya kok. Pelayan jelas lebih pintar lah, dia menjelaskan kalau harusnya ada jahitan sepanjang garis ini namun di tas milik mereka tak ada.

Soo Kyung tak bisa mengelak lagi, dia menawarkan untuk menjual dengan harga murah. Pelayan menolak dan mengembalikan tas KW mereka begitu saja.



Ji Woon merenung dalam mobilnya. Dia melihat foto ibunya dimasa lalu, disana Ibu Ji Woon tersenyum berdiri didepan cafe. Ji Woon mengernyit memperhatikan plang nama cafe tersebut.



Dia pun menemukan cafe yang sempat dikunjungi oleh Ibunya. Dia masuk dalam cafe yang punya nuansa santai dengan foto dan note – note yang menghiasi dindingnya. Seorang pemilik cafe menyambut kehadiran Ji Woon dengan ramah.


Hye Ji menumpang di tempat temannya. Dia sekalian bantu – bantu menjaga butik milik temannya. Hye Ji tampak senang dan nyaman menjalani pekerjaannya ini.


Hyun Min memperhatikan Hye Ji dari kejauhan. Dia kemudian menghubungi seseorang, entah siapa.



Ji Woon sibuk memperhatikan note yang tertempel di dinding cafe. Pemilik cafe menghidangkan secangkir kopi. Pemilik cafe menebak kalau Ji Woon baru putus dari kekasihnya. Soalnya sebagian besar pengunjung disana ingin melihat note yang mantan mereka tulis. Sebagian besar yang datang kesini karena mantan kekasihnya.

“Oh, aku kemari bukan karena hal itu.”

Pemilik cafe melihat foto yang dipegang oleh Ji Woon. Ji Woon mengaku kalau itu adalah ibunya. Pemilik Cafe melihat tahun yang tertera dalam foto tersebut, tahun 1995. Dia menebak kalau Ayah Ji Woon pasti telah menjepret foto ini.

“Oh, sebentar. Tunggu di sini.” Suruh Pemilik Cafe pergi.



Pemilik Cafe kembali dengan membawa kardus kecil. Dia mengatakan kalau kotak itu berisi note yang ditulis pada tahun 1995. Semoga saja Ji Woon bisa menemukan note yang ditulis oleh orangtuanya.

Ji Woon membuka – buka note dalam kardus dan menemukan salah satu milik Ayahnya.

[Aku takkan pernah membuatmu meninggalkanku lagi.] tulis Ayah Ji Woon.

Ibu Ji Woon kemudian membalasnya. [Terimakasih telah menemukanku.]

Ji Woon kemudian membuka lipatan di note tersebut. Didalamnya, Ibu Ji Woon menambahkan tulisan lagi. [Maaf, aku pergi.. Aku sangat takut..]

Ji Woon meminta pada pemilik cafe untuk mengambilkan note tahun  1996 juga.


Ji Woon menemukan kelanjutan note yang ditulis oleh Ibunya. Disana Ibu Ji Woon selalu datang ke cafe untuk menantikan Ayah. Kemudian Ji Woon dilahirkan, Ibu memberitahukan hal itu dan mengatakan kalau Ji Woon mirip dengan Ayahnya.

Selanjutnya, catatan itu menunjukkan kalau Ji Woon sudah semakin tumbuh. Ibu mengaku tak masalah tak memiliki seorang suami tapi sungguh sulit ketika melihat putranya tak memiliki Ayah.


Dinote terakhir, ibu meminta Ayah jangan terlalu membenci CEO Kang. Tapi dia sendiri sengaja menyembunyikan Ji Woon dari CEO Kang karena ia membencinya. Dia menyembunyikan Ji Woon supaya Ji Woon bisa menikah dengan wanita yang dicintainya tanpa memandang status sosial “Karena itulah, aku tak bisa kembali padamu sayang.. Maafkan aku, aku tak akan kesini lagi mulai sekarang.” Tulis Ibu

Ji Woon menangis melihat catatan pilu yang ditulis ibunya. Jadi kakek yang telah membuat ibunya seperti ini?

3 Responses to "SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 14 Bagian 1"

  1. Hiiks,, sediih,, ibunya ji won baik, ga mau kalo anaknya bernasib sama dengan ayahnya,, ckckck

    ReplyDelete
  2. Gomawo.. nntn nya bru sampe 13, krn dikasih nya cuma sampe segitu 😂 ada sinopsis nya jd terbantu dr rasa penasaran

    ReplyDelete
  3. Gomawo.. nntn nya bru sampe 13, krn dikasih nya cuma sampe segitu 😂 ada sinopsis nya jd terbantu dr rasa penasaran

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^