SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 14 Bagian 2

SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 14 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: tvN

Rangkaian bunga terpajang dalam kamar rawat CEO Kang. Disana tertulis kalau vas bunga tersebut pemberian dari karyawan Haneul Grup. Seo Woo merasakan kasian pada kakeknya karena karyawannya hanya memberikan bunga saja padanya.


Malam harinya Hyun Min datang untuk menemani kakek. Dia dan Seo Woo jadi sedikit lebih dekat karena sakitnya kakek bahkan Hyun Min mau menanyakan jadwal Seo Woo. Seo Woo mengaku kalau ia menunda jadwalnya.

Hyun Min menghampiri kakek dan mengajaknya bicara “Sampai kapan kau akan tidur, Kakek? Aku sudah tak patuh padamu selama bertahun – tahun, jadi aku juga tak bisa memaksamu mendengarkanku. Jadi bangunlah, kek?”

Seo Woo menggeleng melihat sikap Hyun Min. Keduanya pun saling melemparkan senyum kecil di sudut bibir mereka.

Yoon Sung berjalan masuk ke dalam ruang kerja CEO Kang. Dia mengusap papan nama yang terletak diatas meja.

Kenangan masa lalu terngiang dalam pikirannya. Semasa kecil, keluarga Yoon Sung bukanlah keluarga yang harmonis. Dia menangis diluar kamar sendirian dan mendengar suara ribut dari dalam kamar.

Ayahnya keluar, dia adalah seorang pemabuk dan bersikap kasar pada Hwa Ja.

Hwa Ja keluar kamar dengan tangan gemetaran. Dia ketakutan dan meminta izin pada Yoon Sung untuk pergi sebentar saja. Yoon Sung masih terisak dalam tangisannya, Hwa Ja berniat mengelus punggung Yoon Sung namun tangannya gemetar. Dia ragu dan memilih pergi secepat mungkin.

Tangis Yoon Sung sudah reda namun ia masih duduk memeluk lutut diluar kamar. Mungkinkah sejak saat itu Hwa Ja tak kembali ke rumah?


Yoon Sung tumbuh dewasa dan dia pintar bela diri. Rekan tandingnya memuji Yoon Sung yang tak pernah bisa ia kalahkan. Apa rahasiamu?

“Aku hanya punya sesuatu yang penting yang sangat ingin kulindungi, itu saja.” Jawab Yoon Sung.
-oOo-


Hyun Min bertemu dengan seorang designer kenalannya. Keduanya berbasa – basi kemudian Designer itu mengatakan kalau dia mengirimkan pakaian baru musim ini ketempat Hyun Min. Apa dia menyukainya?

Tentu saja. Hyun Min sangat berterimakasih. Designer berkata kalau ini sebuah kebanggaan untuknya saat rancangannya dipakai oleh Hyun Min. Tapi, ada apa? Sepertinya Hyun Min menelfonnya bukan sekedar untuk saling sapa saja.

“Aku butuh batuanmu.” Ujar Hyun Min sambil memegang buku desain milik Hye Ji.

Ji Woon masih dilanda kebimbangan ketika ia melihat foto album yang ia letakkan di mobilnya.


Hyun Min menemui Dokter Park setelah menerima panggilan. Dokter Park menanyakan kabar tentang Eun Ha Won soalnya dia tak bisa menghubunginya. Sebelumnya, Ha Won menawarkan untuk menjadi pendonor saat CEO Kang masuk rumah sakit.

“Eun Ha Won?” tanya Hyun Min terkejut.

Dokter Park mengatakan kalau hati Eun Ha Won juga ternyata tak cocok.

Hyun Min sungguh menaruh perhatian pada CEO Kang. Kini giliran dia yang menemani kakeknya. Seorang perawat datang untuk melakukan pengecekan rutin. Dia memberitahukan bahwa pihak restoran sempat menghubungi rumah sakit, katanya ada beberapa barang milik CEO Kang yang tertinggal disana.

Pihak restoran memberikan amplop yang berisi ponsel milik CEO Kang. Mereka meminta maaf karena seharusnya mengebalikan barang itu lebih cepat. Pihak Restoran menduga amplop itu terjatuh ketika CEO Kang dilarikan ke rumah sakit. Awalnya mereka ingin memberikan amplopnya pada Sekretarisnya tapi dia tiba – tiba pergi.

“Sekretaris?”

“Ya, Sekretaris CEO Kang ada di restoran bersama dengan Nyonya Ji. Setelah itu, Ketua datang, tapi dia akhirnya pingsan.” Jelas Pihak Restoran.

Sepertinya Hyun Min menaruh sedikit kecurigaan pada Yoon Sung. Dia pergi ke kantor untuk menemuinya tapi ternyata Yoon Sung sedang absen. Dia katanya akan menjenguk CEO Kang bersama dengan Nyonya Ji.

Hyun Min memutuskan untuk menghubungi Yoon Sung dan menanyakan keberadaannya. Yoon Sung berbohong dengan mengatakan kalau dia berada di kantor. Kebohongan Yoon Sung ini semakin membuat Hyun Min curiga.

“Apa ada masalah? Apa ada hal mendesak?”

“Tidak. Sampai nanti, di rumah sakit.” Ucap Hyun Min mengakhiri panggilannya.

Hwa Ja memberikan sertifikasi transfer sahamnya pada Yoon Sung. Kalau Yoon Sung mendatangani berkas itu, maka seluruh saham Hwa Ja akan berpindah tangan padanya.

“Apa kau harus...”

Hwa Ja mengingat kembali ucapannya dulu ketika CEO Kang memperkenalkan mereka untuk pertama kalinya. Dia mengaku ingin menjadi seorang wanita dan meminta Yoon Sung pura – pura tak mengenalnya. Namun semua itu cuma kebohongan, sesungguhnya dia tak ingin menjadi wanita. Tapi dia menginginkan untuk menjadi seorang ibu.

“Aku ingin menjadi ibu yang baik meskipun hanya sekali. Jadi, apa kau memperbolehkan aku melakukannya sekali saja?”

Yoon Sung diam. Hwa Ja mempersilahkan Yoon Sung untuk menentukan pilihannya, dia akan menunggu.

Setelah Hwa Ja pergi, Yoon Sung merenungkan kembali ucapan Pengurus Panti yang ia temui kemarin. Pengurus Panti mengatakan kalau panggilan Ibu yang dilontarkan anak – anak itu tak akan sebanding jika anaknya sendiri yang menyebutnya Ibu.

Ja Young murung mendengar kabar kalau Seo Woo membatalkan jadwal manggungnya selama dua minggu kedepan. Penggemarnya turut sedih mendengar kakek Seo Woo sakit.

Ha Won datang dan mengagetkan Ja Young. Ja Young bertanya mengenai kondisi kakek Seo Woo. Kenapa Ha Won tak menceritakan masalah itu padanya?

“Apa gunanya? Nanti, kau akan khawatir.” Jawab Ha Won berubah sedih.

Ja Young menyarankan agar Ha Won kembali ke Sky House lagi saja. Toh disini dia cuma diizinkan menginap selama satu minggu. Ha Won kekeuh menolak, dia akan bekerja di bioskop sampai larut malam kalau begitu.


Meskipun tak menceritakan apapun dan terus tersenyum, Ja Young tahu kalau Ha Won pasti sedang punya masalah.

“Ja Young! Im okay..”

“Ain’t okay..”

“Okay.”

Ayah datang untuk menemui putrinya. Dia bertanya – tanya apakah putrinya sudah tak bekerja lagi di Haneul Grup? Ha Won berbohong dengan mengatakan kalau dia punya dua pekerjaan saat ini.

Ayah khawatir Ha Won bekerja dilingkungan yang sangat berbeda dari mereka. Pantas saja orang seperti Tuan Kang mencoba untuk memerasnya. Ha Won meyakinkan kalau ia baik – baik saja kok.

“Oh ya, Ha Won. Apa kau masih menyimpan cincin ibumu?”

Ha Won menunjukkan cincin yang ia kalungkan.

“Rupanya, cincin itu bukan milik ibumu.”

Ha Won terkejut. Tapi cincin itu ada ditangan Ibu saat ia meninggal.

Ayah memberitahukan kalau cincin itu adalah milik wanita tetangga yang ingin Ibu selamatkan ketika kebakaran. Wanita itu ingin agar cincinnya di simpan oleh anaknya. Ayah juga merasa bersalah karena salah paham gara – gara cincin itu. Bagaimanapun juga, cincin itu menjadi wasiat terakhir ibu Ha Won. Bagaimana kalau mereka mencari pemilik cincin yang sebenarnya?

Meskipun agak berat, Ha Won mengiyakan ucapan Ayah.


Hye Ji menerima panggilan dari Designer kenalan Hyun Min. Tanpa basa – basi, Designer itu mengaku suka dengan karya miliknya. Dia ingin menjadi mentor Hye Ji dan merekomendasikannya untuk beasiswa kuliah mode di paris.

Hye Ji merasa ini seperti sebuah mimpi tapi bagaimana bisa dia melihat desain buatannya?

“Aku selalu rajin mencari desainer baru. Sepertinya sedikit sekali yang memperhatikan karyamu.” Jelas Designer.


Malam harinya, Hyun Min tengah mengutak – atik ponsel milik kakek. Seo Woo nimbrung dan bertanya ada apa?

Hyun Min menunjukkan ponsel milik kakek. Seo Woo keheranan, bagaimana bisa ada ditangannya?

“Ya begitulah. Tapi, apa tak ada orang yang datang hari ini?”

“Ya, tidak ada satu pun.”

“Jadi maksudmu Yoon Sung Hyung juga tidak datang?”

“Ya. Memangnya kenapa? Ada masalah apa?”

Tak ada apa – apa. Hyun Min tak ada niatan mengatakan keanehan Yoon Sung hari ini. Dia lalu mengatakan kalau sedari tadi ingin membuka lockscreen –nya tapi tak berhasil. Seo Woo meminta ponsel itu dan dengan acak dia menggunakan pola L untuk membuka kuncinya.

Bingo. Kunci pun terbuka. Seo Woo tak menyangka kunci ponselnya sama dengan kakek.

Hyun Min pikir Seo Woo dan Kakek memang cukup mirip.


Seo Woo terdiam melihat walpaper yang digunakan oleh kakek. Itu foto buram Kang Bersaudara dengan Yoon Sung dan Ha Won. Hyun Min memberitahukan kalau Ha Won sempat menawarkan diri menjadi pendonor tapi ternyata tak cocok. Yang tersisa tinggal Ji Woon, tapi mereka tak tahu berandal itu ada dimana saat ini.

-oOo-



Keesokan harinya, Ja Young membuatkan bekal makanan untuk Seo Woo. Dia menceritakan kisah Ayahnya yang pernah terkena kanker, tapi sekarang selamat meskipun belum bisa bekerja.

Ja Young dulu sering menemani Ayahnya dan makan makanan sisa ayah. Ha Won mengunjunginya membawakan makanan kedaluarsa tapi bagi Ja Young, saat itu makanannya terasa sangat enak. Sejak saat itu, mereka berdua pun menjadi sahabat.

Seo Woo berjanji akan memakan semua ini karena ini buatan Ja Young. Dia lalu permisi pergi untuk membeli minuman dulu.


Perasaan dalam hati Ja Young sungguh berbunga – bunga. Tak menyangka sang idola akan memakan makanan buatannya.

Dia dengan iseng men –scan barcode di ponsel Seo Woo untuk mengecek kecocokan diantara mereka. Wah, hasilnya 95 persen cocok. Ja Young berfikir apa mungkin mereka berjodoh.

Seo Woo kembali dan bertanya apa yang tengah Ja Young lakukan. Ja Young langsung mengembalikan ponsel Seo Woo ke tempat semula, dia mengatakan kalau tadi ada kotorannya disini.

“Tapi.. Mm.. Kau tahu dimana Ha Won?”

“Aku tak bisa mengatakannya meskipun aku tahu.” Jawab Ja Young.

Entah apa yang dilakukan Seo Woo pada Ja Young, akhirnya dia bisa menemukan keberadaan Ha Won saat ini. Seo Woo bilang akan menunggu dan mengajak Ha Won bicara.

“Bagaimana keadaan Ketua?” tanya Ha Won ketika mereka berdua sudah duduk berhadapan.

Keadaan Kakek masih sama seperti sebelumya. Tapi kenapa Ha Won tak mengangkat panggilannya setelah diperiksa. Hasilnya juga tetap tak cocok. Hanya tinggal Ji Woon saja yang belum diperiksa.

“Ji Woon tidak diperiksa?”

Mereka belum bisa menghubungi Ji Woon setelah kakek pingsan. Dia yakin ada sesuatu yang tak beres. Oleh karena itu, mereka membutuhkan bantuan Ha Won.

Seo Woo meletakkan ponsel kakek dihadapan Ha Won. Ada sesuatu dalam ponsel itu yang harus Ji Woon lihat. Hanya Ha Won yang bisa membawa pulang Ji Woon.

“Aku?” tanya Ha Won heran.

Dengan miris Seo Woo mengaku tahu hubungan diantara mereka berdua. Seo Woo akan menjaga rahasia ini karena kalau kakek tahu maka semuanya menjadi semakin runyam. Setelah ia pikir – pikir, mereka bertiga sudah tinggal bersama selama satu tahun tapi sama sekali tak mengenal satu sama lain. Makanya, Seo Woo meminta bantuan pada Ha Won.

Malam harinya, Ha Won menangis bimbang. Dia telah meninggalkan Ji Woon disaat ia mengalami masa sulit. Ji Woon bahkan berkata tak ingin menemuinya lagi kalau Ha Won pergi saat itu.

Ha Won telah memilih meninggalkan Ji Woon. Tapi saat ini, Seo Woo datang dan memohon bantuannya untuk bisa membawa Ji Woon kembali.  

Ha Won membuka ponsel CEO Kang. Disana ada deretan pesan yang dikirim oleh CEO Kang pada putranya yang telah meninggal.

Untuk anakku Kang Suk Chul: Namanya Ji Woon. Aku benci ibunya, tapi dia memberi nama yang bagus untuk anakmu. Dia pintar, dan suka memperbaiki barang-barang, dia mirip denganmu. Kenapa kau mati meninggalkan seorang anak seperti dia?” tulis CEO Kang.

-oOo-

Keesokan harinya, Ha Won pergi ke bengkel tempat Ji Woon dulu bekerja. Dia bertanya pada salah seorang pekerja disana.

“Han Ji Woon! Ada yang mencarimu!”

Ji Woon tengah sibuk memperbaiki mobil. Ia sempat terkejut melihat Ha Won mencarinya tapi dia masih cukup dongkol dengan keputusan Ha Won kemarin. Ia sempat memalingkan wajah dengan tak suka.



Suasana cukup canggung diantara mereka. Ji Woon memberikan segelas air dan menyuruhnya minum sebelum pergi. Ha Won menunjukkan ponsel milik CEO Kang dan memberikannya pada Ji Woon.

“Tak perlu.”

“Ini ada hubungannya dengan ayahmu. Coba baca dulu pesannya.”

Dengan malas Ji Woon menuruti saja ucapan Ha Won. Ha Won menjelaskan bahwa pesan itu adalah pesan yang dikirim oleh CEO Kang pada Ayah Ji Woon setiap hari setelah berhasil menemukannya. Apa kau mau membesuknya kakekmu? Semua orang menunggunya.

“Jangan salah paham. Tidak ada orang yang menungguku.”

Ha Won membujuk Ji Woon, CEO Kang sedang sakit parah dan pasti membutuhkan Ji Woon.

“Aku tak membutuhkannya.”

Ha Won kesal dengan sikap Ji Woon pada kakeknya. Seberapa bencinya dia, CEO Kang tetaplah kakeknya. Jadi apa yang kaulakukan disini, melarikan diri seperti seorang pengecut? Ha Won memang tak tahu apa yang terjadi tapi..

“Kau tidak tahu apa-apa, jadi jangan beraninya kau bicara seperti itu padaku.” Sergah Ji Woon.

Ha Won memang tak tahu apa – apa. Tapi saat ini, Ji Woon adalah harapan terakhir mereka. Ha Won sebenarnya ingin membantu dan diperiksa tapi sayangnya tak cocok. Ini semua karena mereka tak punya hubungan darah “Tapi kau keluarganya. Lalu, apa yang kau lakukan di sini?”

“Kakeklah orang yang tidak mengakuiku sebagai keluarganya.”

Apakah Ji Woon belum paham juga dengan makna SMS yang dikirimkan oleh CEO Kang? Mungkin semua ini karena Ji Woon belum sepenuhnya menerima keberadaan kakeknya. Tapi kesampingkan semua itu saat ini, jangan melarikan diri!

“Tunggu sampai kau menyelamatkan kakekmu dan dia sadarkan diri! Barulah, kau dengarkan penjelasannya! Marah padanya, teriak padanya! Hadapi masalah ini antara kau dan kakekmu secara langsung!”

Ji Woon diam mendengarkan perkataan Ha Won.

Hwa Ja melangsungkan rapat direksi karena perusahaan sedang mengalami krisis akibat berita mengenai CEO Kang telah tersebar. Mereka akan menangani krisis semacam ini dengan awal yang baru.

Salah satu kubu merasa Hwa Ja tak memiliki hak untuk membicarakan masalah awal baru. Mereka cuma buang – buang waktu datang ke rapat ini. Kubu yang lain bersikap lebih tenang dan menyarankan agar mereka mendengarkan Hwa Ja sampai akhir.

“Aku tidak memanggil kalian kesini untuk mendengarku. Sekarang ini, kita akan mengubah lima pemegang saham utama dari Haneul Group. Apa kalian semua tahu itu? Aku sudah memanggil orang itu hari ini.”


Ji Woon masih terus bergulat dalam pikirannya. Sedangkan Ha Won masih menanti Ji Woon berubah pikiran. Dia memperhatikannya dari kejauhan.

Dokter Park memberitahukan bahwa hati CEO Kang sudah tak berfungsi lagi. Mereka tak boleh membuang waktu lagi dan harus segera melakukan operasi.

Hwa Ja memperkenalkan pemilik saham utama mereka adalah Yoon Sung.

Disisi lain, Ji Woon berubah pikiran dan menjenguk kakek dirumah sakit. Hyun Min dan Seo Woo segera menghampirinya ketika Ji Woon datang. Mereka bertiga menatap kakek yang masih terbaring tak sadarkan diri.

-oOo-
Minggu depan udah say bye lagi nih buat four Knights kita. huhu.. 

Setelah sebelumnya menduga - duga kalau Ha Won adalah cucu Haneul Grup ternyata cuma niatan penulis mengelabui kita aja. Syukurnya Ha Won tetap putri dari Ayahnya dan yang jelas ini lebih melegakan dong.

Terus Yoon Sung kok tiba - tiba gini?

Seperti biasa, aku sih nebaknya Yoon Sung punya rencana sendiri. Eneng percaya sama kamu bang! :D Mungkin dia ingin membuat Seo Woo, Hyun Min dan Ji Woon untuk bersama - sama melawan dia. Membuat mereka bersatu ketika zona aman mereka mulai terusik? 

Aku sih pengennya gitu.

Kesan aku nonton Cinderella ep 1 - 14. Ga berasa. Tiba - tiba aja udah mau ending padahal aku sendiri ga sadar pokok cerita yang bikin ni drama nonton tiap minggu dan bikin penasaran banget2 juga engga. Cuma drama ini mengalir ajah, serasa ditonton enak tanpa mikir sana sini. Tau - tau besok mau pisah aja.. ^_^

CEK PREVIEW Episode 15

9 Responses to "SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 14 Bagian 2"

  1. Duh tinggal 2 episode lg g kerasa udh mau ending d tunggu lanjutn nya mba tetp semngt recap nya

    ReplyDelete
  2. La .. Cuman 16 eps aja toh .. Gk berasa y sdh eps 14 beneran lo .. Drama ini ringan klo mnrt ku gk ada konflik yg bnr2 bikin tegang tp knp y si joon sung jd ambisius gtu

    ReplyDelete
  3. Yup, aq juga sama, waktu sadar minggu besok ending rasanya,,,,, masa sich?? Padahal belum ada yg nyangkut...

    ReplyDelete
  4. Iyah puji....mengalir ajah.katanpuji kan mmg drama ini camilan drama2 yg berat kemaren kan....uf dah kelar, lets fights ghost jg udah, dan camilan kita bentar lagi jg habis, entar tinggal baperin yg baru....hehehe....gimana??????
    Kamsaeyo puji.....

    ReplyDelete
  5. Haha iya iyaa,, ga nyadar udah mau abis aja,, apa ibunya hawon yang nyelametin ibunya ji woon ya ? Meskipun akhirnya kedua nya meninggal,, trus si ahjussi kang yang ngaku ngaku ayah hawon itu siapa ???

    ReplyDelete
  6. SW-nim anti mainstream,, hahaa,,aQ jg sempet nebak klo ha won tu cucu aslinya kakek kang,, trnyata cuma kamuflase,, hahaa,,
    aQ rasa yoon sung mau krja sama dg hwa ja,, krn dia mau ngelindungi haneul grup dri hwa ja (setuju dg coment puji)hehee,,
    gk kerasa tnggal 2 episode,, pdhl klo nunggu seminggu buat tayng brasa lama,, hehee,,
    akhirnya kang bersaudara mau akur jga,,

    ReplyDelete
  7. nga nyinop shopping king louie mbak ..ini juga cukup ringan malah lucu and baper .. hihi ...
    finally udah mau hbs .. nih kdrama .. bakalan kangen dngn kang bersaudara ..

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^