SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 8 Bagian 2

SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 8 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: tvN

Seo Woo dan Ja Young mempersiapkan makanan untuk barbekyu mereka. Seo Woo memastikan apakah Ja Young hanya mengirimkan foto itu pada Ha Won saja?

Tentu saja Ja Young hanya mengirimkan pada Ha Won. Seo Woo mulai penasaran dan bertanya mengenai kondisi keluarga Ha Won yang sebenarnya. Ja Young pikir keluarga Ha Won tak terlalu miskin hanya saja Ibu tirinya tak pernah memberikan uang sehingga Ha Won harus bekerja paruh waktu.

“Dan Kakaknya, Choi Yoo Na.. Kenapa dia seperti orang gila?”

“Choi Yoo Na, aku juga sudah tak bisa bilang apa – apa soal dia. Sesuatu banget orangnya. Dia selalu memanfaatkan Ha Won seperti saudara tiri didalam dongeng.”



Seo Woo heran kenapa Ayahnya tak berbuat apa – apa. Ja Young memberitahukan kalau Ayah Ha Won berkerja diluar kota dan jarang pulang. Lebih parahnya lagi, karena Ibu tirinya ingin Yoo Na punya kamar sendiri sehingga Ha Won terpaksa tidur di balkon.

Seo Woo sampai kelepasan marah hingga melempar tusuk sate, keterlaluan sekali.. Tapi seolah tampak malu, Seo Woo memelankan ucapannya dengan canggung. “Wow, mengerikan sekali!”

“Ya. Mereka terlalu kejam padanya.”

“Tapi, apa Eun Ha Won pernah pacaran?” Tanya Seo Woo hati – hati.

“Pacaran? Apanya! Dia tidak pernah pacaran selama hidupnya!”


Saat tahu Ha Won belum pernah pacaran, Seo Woo langsung sumringah dan hampir keceplosan saking semangat. Dia segera menenangkan diri kemudian bertanya dengan tenang, lalu bagaimana tipe idealnya?

Ja Young rasa Ha Won tak punya waktu untuk memikirkan hal semacam itu. Tapi kenapa Seo Woo sangat perhatian dengan Ha Won?

“Hah? Oh itu ...itu karena kami tinggal bersama.” Jawab Seo Woo dengan kikuk.

Ja Young tak curiga sama sekali, dia meminta Seo Woo untuk memperlakukan Ha Won dengan baik. Dia gadis yang malang.


Kalung Ha Won belum juga berhasil ditemukan. Mereka berdua masih menyisir di padang rumput yang luas. Ha Won meminta maaf pada Ji Woon yang terpaksa harus membantunya padahal dia ikut piknik karena Hye Ji.

“Terus siapa orang yang memanfaatkan mereka, bukannya kau?”

Ha Won mengelak, sejujurnya dia memang tulus mengajak Hye Ji bukan karena embel – embel misi dari CEO Kang. Dia merasa berterimakasih karena Hye Ji sudah menampungnya ketika ia pergi dari Sky House. Ini pertama kalinya dia menginap dirumah seorang teman.

Ji Woon melihat ketulusan dari wajah Ha Won, dia tampak menyesal sudah menuduhnya yang bukan – bukan. “Baguslah kalau begitu.”



Tanpa disengaja, Ji Woon melihat benda berkilauan diantara rerumputan. Ia memungut kalung Ha Won secara diam – diam. Ji Woon kemudian berkata kalau dia sudah berjanji akan menemukan kalung Ha Won. Ji Woon meminta Ha Won untuk mengabulkan permintaannya.

“Aku akan membersihkan kamarmu.”

Ji Woon mendesah sebal, kalau begitu dia pergi saja lah.

“Aku akan menuruti apa katamu!” sergah Ha Won.



Ji Woon tersenyum lalu berjongkok dihadapan Ha Won. Dia mengangkat tangannya yang terkepal lalu kalung Ha Won muncul dari telapak tangannya. Ha Won senang bukan kepalang, reflek dia memeluknya dengan bahagia saking senangnya mereka sampai jatuh ke tanah.


Setelah sadar mereka berdua berpelukan, keduanya buru – buru menjauh dengan canggungnya. Mereka pun bergegas pulang ke penginapan.

-oOo-


Soo Kyung pergi ke tempat konstruksi untuk menemui orang yang diduga sebagai Ayah Ha Won. Dia mengernyit malas saat melihat Tuan Kang adalah seorang kuli yang penuh keringat. Soo Kyung mengampirinya dan meminta waktu untuk berbicara.



“Ya ampun, dia kelewatan sekali. Ayahnya kerja di sini seperti ini, tapi dia main-main di rumah orang kaya?” desis Soo Kyung.

“Kau siapa? Barusan kau bilang apa?”

Soo Kyung memberitahukan kalau dia adalah orang yang telah membesarkan Eun Ha Won. Tuan Kang keheranan tak mengerti. Soo Kyung memperjelas, Eun Ha Won! Putrimu!



Loh, Tuan Kang jelas saja tak terima. Dia masih bujang kenapa ada yang membahas masalah anak dengannya. Soo Kyung menebak kalau Tuan Kang tak bisa berhenti memikirkan Park Ok Sun sampai belum menikah?

“Apa kau bilang... Park Ok Sun?” tanya Tuan Kang seolah mengetahui sesuatu tentang Ibu Ha Won.


Tuan Kang tak mau mengaku kalau dia adalah Ayah Ha Won. Soo Kyung masih keras kepala dan memintanya jangan berpura – pura bodoh. Kau punya hubungan dengan Ok Sun, kan? Dia sudah membesarkan Ha Won selama sepuluh tahun ini tapi sekarang dia tak bisa lagi melakukannya.

“Sepertinya ada sebuah kesalahpahaman disini.”

Soo Kyung yang sudah salah paham selama ini karena menganggap Ha Won sebagai putri suaminya. Dia meminta Tuan Kang untuk tak menyangkal lagi. Sekarang anak itu sedang mengincar kekayaan dengan mendekati Haneul Grup. Anak tidak tahu malu itu tak tahu kalau Ayahnya hidup seperti ini! Karena Tuan Kang adalah Ayahnya, dia meminta Tuan Kang mengeluarkan Ha Won dari Haneul Grup.

Soo Kyung mendesis sebal ketika sudah keluar dari area konstruksi. Dia tak bisa mendapatkan uang tapi paling tidak Ha Won harus keluar dari Haneul Grup.


Ponsel Tuan Kang berdering menerima panggilan dari penagih hutang. Dia berjanji akan membayarnya bulan depan. Setelah panggilan usai Tuan Kang terdiam memikirkan sesuatu.

-oOo-




Ha Won memberikan susu sebagai ucapan terimakasih. Ji Woon tak terima karena imbalannya cuma susu. Tapi ngomong – ngomong, kenapa kalung itu sangat penting bagimu?

“Oh, ini cincin kenang – kenangan dari ibuku.”

“Apa itu cincin pernikahannya?”

Entahlah, Ha Won tak tahu pasti cincin apa hanya saja Ayah tak menggunakan cincin seperti ini. Jadi ini bukan cincin pernikahan. Tapi sepertinya cincin itu sangat penting untuk ibunya karena dia memegangnya ketika meninggal.



“Ibuku tak meninggalkan apapun untukku.”

“Dia meninggalkanmu.”

Mendengar kata – kata so’ puitis membuat Ji Woon merinding. Ha Won sebal sendiri mendengar ucapan Ji Woon, “Lupakan saja kata – kataku. Aku duluan.”

“Ayo bareng aja!”



Hye Ji menemukan baju basah Hyun Min yang tergeletak diatas meja. Dia khawatir kalau ia tak membawa baju ganti. Saat melihat Hye Ji memegangi bajunya, dengan jutek Hyun Min mengatakan kalau dia akan mengeringkan bajunya dan memakainya lagi.

“Jangan lakukan itu. Pinjam saja bajunya Ji Woon.”

Hyun Min mana mau meminjam baju Ji Woon. Dia menyuruh Hye Ji untuk bermain saja dengan Ji Woon, tujuannya datang kesini kan karena dia. Tinggalkan aku sendiri!

“Aku datang kesini karenamu.” Sergah Hye Ji.



Mereka sudah tak datang ke tempat ini selama sepuluh tahun. Apakah Hyun Min tak punya perasaan apapun datang kesana?

“Tidak. Aku tidak merasakan apa-apa.”

Hye Ji memberitahukan kalau tulisan mereka ada disana, dibangku kayu. Dia ingin sekali kembali kesini namun sikap Hyun Min masih sama sampai sekarang. Hyun Min membenarkan kalau dia memang masih sama. Jadi, jangan membahas lagi masalah ini lagi.


Hye Ji tak tahan lagi setelah diabaikan terus menerus, ia pun memilih meninggalkan Hyun Min.

Hyun Min juga tampaknya tak tega juga, “Kenapa juga kita harus datang ke sini, dari semua tempat yang ada?”


Ji Woon mulai curi – curi pandang saat berduaan dengan Ha Won. Namun saat Ha Won melihat kearahnya, dia langsung buang muka. Ha Won senyum – senyum khas anak kasmaran gitu.


Perjalanan keduanya terhenti saat berpapasan dengan Hye Ji. Melihat atmosfer diantara mereka berdua, Ha Won menjadi canggung dan memutuskan untuk kembali ke penginapan lebih dulu. Ji Woon sempat ingin menahannya namun Ha Won sudah berlari kencang.



Ji Woon berkata kenapa Hye Ji terlihat sangat serius. Hye Ji mengaku kalau sejujurnya sangat menaruh harap pada piknik ini. Tapi terkadang melihat Hyun Min mengabaikannya membuat dia merasa kecewa. Memang semua tak akan selalu berjalan sesuai keinginan kita.

“Kau itu sudah cantik. Tetaplah jadi dirimu sendiri.” hibur Ji Woon.

Hye Ji hanya tersenyum kecil namun sebenarnya ia masih sedih.

-oOo-



Pengacara Kim menemui CEO Kang untuk memberitahukan bahwa persiapan telah selesai. CEO Kang berkata kalau dia akan menulis ulang surat wasiatnya. Dia mendapatkan anggota keluarga baru sehingga semuanya berubah menjadi sangat rumit. Pengacara Kim mengerti.

CEO Kang juga sebenarnya merasa kalau dia harus cepat membuat keputusan karena masa depan perusahaan tengah dipertaruhkan. Dia harus segera menentukan penerusnya.


Dari luar ruangan, Hwa Ja mendengarkan pembicaraan mereka berdua dengan gusar.



Pengacara Kim keluar dan menyapa Hwa Ja. Dia meminta maaf karena tak bisa menghadiri pesta pernikahan mereka. Hwa Ja mengaku kalau dia sering mendengar mengenai Pengacara Kim dari Ketua. Ia mengulurkan tangannya, “kita akan sering bertemu mulai sekarang.”

Pengacara Kim seolah ragu untuk menerima jabatan tangan Hwa Ja. Namun akhirnya ia menjabat tangan Hwa Ja juga.

-oOo-


Karena hari ini Hwa Ja membatalkan perawatan kecantikannya, Soo Kyung dialihkan untuk melayani Nyonya dari Jaeil dan Joonmyung grup. Dua Nyonya itu membahas masalah perkawinan antara keluarga para chaebol.

Nyonya yang tengah dipijat oleh Soo Kyung mengaku kalau putrinya belum menemukan orang yang pantas. Dia akan merestui kalau putrinya bisa menikah dengan Kang Bersaudara. Soo Kyung tak terima mendengar ucapan Nyonya itu, dia pun memijitnya dengan kencang hingga si Nyonya komplain.

Para Nyonya itu kemudian menggunjing masalah Hwa Ja yang agaknya terlihat menyebalkan. Dia mendengar rumor kalau sebenarnya Hwa Ja bukanlah seorang perawan ketika menikah dengan CEO Kang. Dia telah membodohinya.

“Jangan mudah percaya dengan gosip.”

Nyonya satunya meyakikan, dia mendengar gosip itu dari pembantu rumah tangga Ketua Jangwon Grup. Dulu dia tetangga Hwa Ja dan mengatakan kalau Hwa Ja adalah pengantin baru ketika pindah disebelah rumahnya. Pembantu Jangwon Grup sudah sangat lama, masa dia bohong?

Mendengar gosip diantara mereka, Soo Kyung pun tersenyum penuh rencana.

-oOo-



Seorang penjaga menemui Yoon Sung, dia memberikan dua buah botol minuman. Yang bertutup merah berisi anggur beras sedangkan yang tutupnya kuning adalah susu asli. Yoon Sung menerimanya kemudian memberikan pada Ja Young untuk disimpan.

Yoon Sung pergi untuk berbicara dengan bapak penjaga sedangkan Ja Young meletakkan kedua botol itu berjejeran didalam kulkas.


Saat pulang ke rumah, Ji Woon teringat dengan kejadian pelukannya dengan Ha Won. Tanpa ia sadari, senyum kecil terulas dibibirnya. Namun ia buru – buru menggeleng dan membasuh wajahnya dengan keras.


Hyun Min masuk ke kamar mandi. Ji Woon heran, kenapa kau ada disini? Hyun Min menyuruhnya untuk mengunci pintu kalau begitu. Ji Woon yakin kalau dia sudah mengunci pintunya. Kalau begitu mungkin kuncinya sudah rusak.

“Kenapa kau membasuh wajahmu dengan keras?” tanya Hyun Min.

“Urusi saja urusanmu.” Ketus Ji Woon.

“Ya. Benar juga.”


Didalam kamarnya, Ha Won kesal mengingat tatapan Ji Woon langsung berubah saat melihat Hye Ji. Ia mendesis dengan sebal. Hehehehe..



Ha Won melepaskan kalungnya sebelum mandi, ia menatap kalung itu dan tersenyum saat mengingat kejadian tadi siang. Ji Woon sudah membantu untuk menemukan kalungnya di rerumputan.

Ha Won meletakkan kalungnya diatas baju yang bergambar hati. Secara tak langsung, PD –nim mengatakan kalau Ha Won mulai menaruh hati pada Ji Woon.


Dikamarnya, Ji Woon sedang mencari sesuatu namun ia tak kunjung menemukannya.



Ha Won pun masuk ke kamar mandi. Diluar luar tempat shower, Ji Woon datang dan mengira kalau orang yang sedang mandi adalah Hyun Min. Dia mengaku hanya ingin mengambil ponsel saja.

Ha Won panik dan tak menjawab ucapan Ji Woon.

Sikap aneh Ha Won malah membuat Ji Woon mengira ada sesuatu yang terjadi pada Hyun Min. Ia pun membuka pintu dengan penasaran tapi saat belum sempat melihat apa – apa, kepalanya malah langsung dilempar sabun oleh Ha Won. Ji Woon sempat marah..

“Maaf, tapi bisakah kau keluar?” ucap Ha Won.

Ji Woon sontak melongo mendengar suara Ha Won. Maaf! ucapnya segera meninggalkan kamar mandi.


Ji Woon mondar mandi didepan kamar mandi dengan panik. Jantungnya mungkin sudah melompat – lompat tak karuan.

Tak lama berselang, Ha Won keluar dari kamar mandi. Ji Woon berkata kalau dia sedang menunggu didepan kamar mandi takut ada yang masuk lagi. Kunci kamar mandinya rusak. Ha Won hanya mengangguk dengan kikuk.


Mereka super canggung setelah ini. Ha Won mempersilahkan Ji Woon untuk jalan lebih dulu. Ji Woon balik menyuruh Ha Won.

“Tidak! Kau saja dulu..”

“Baiklah kalau begitu.” Ucap Ji Woon memasangan tampang yang dibuat sebiasa mungkin.


Ha Won panik didalam kamarnya, dia sama berdebarnya dengan Ji Woon. Ja Young datang dan mengatakan kalau barbekyunya telah siap. Ha Won mengiyakan saja ucapannya. Ja Young kemudian menyuruh Ha Won untuk meminum susu yang baru mereka dapatkan.

Tanpa pikir panjang, Ha Won berlari menuju ke dapur untuk meminum susu. Bahkan saat Ja Young menyuruhnya untuk minum botol bertutup kuning pun dia tak dengar.

Celakanya, Ha Won malah minum botol dengan tutup merah yang berisi anggur beras. Karena sangat panik, dia sampai tak sadar isinya dan meminum satu botol penuh angguh beras.


Persiapan sudah selesai, Yoon Sung berniat untuk memanggil yang lain tapi Ha Won malah sampai kehadapannya dengan bertingkah aneh. Yoon Sung keheranan, apa kau baik – baik saja nona?

Ha Won kesal karena Yoon Sung selalu saja berbicara formal padanya. Dia memintanya untuk berbicara dengan banmal saja. Yoon Sung berkata akan mengusahakannya.

“Baiklah. Coba ucapkan, Ha Won –ah~” tuntut Ha Won sambil menodongkan botolnya sebagai microphone.

“Ha Won.”


Kang Bersaudara tersenyum – senyum menyaksikan tontonan gratis ini. Ja Young heran karena sikap Ha Won seperti sedang mabuk.

Yoon Sung mencium bau dari dalam botol, “Ini anggur beras?”



Seo Woo tak bisa menahan tawanya melihat tingkah konyol Ha Won. Ha Won jadi kesal, memangnya lucu?

“Ya. Kau lucu sekali sekarang!”

Ha Won menganggap kalau Seo Woo selalu bersenang – senang sendirian. Mereka tak ada yang mau bermain dengannya hingga dia harus bermain sendirian. Padahal ini menjadi impiannya untuk bisa bermain dengan teman – teman yang lain.


Yang lain sudah berkumpul, mereka cuma senyam senyum karena Ha Won masih terus menggerutu tak jelas sejak tadi.


Seo Woo protes, dia sudah menyiapkan barbekyu seperti yang sudah Ha Won rencanakan.

Terserah! Tapi sekarang waktunya rekreasi! Ha Won menunjukkan bajunya, dia ingin memakai baju yang sama lalu melakukan pengenalan satu sama lain. Ha Won berputar – putar menunjukkan seragam yang berbordir namanya tersebut dengan riang.

Ha Won melakukan permainan kata dengan semangat tapi yang lain mengabaikannya. Ja Young akhirnya menyahut dan Seo Woo pun ikut bermain pula. Yoon Sung seolah tertarik namun ia tak mau melepas keseriusannya.



Selanjutnya mereka bermain urutan angka. 1.. 2.. 3.. ketika angka empat, Ji Woon dan Hyun Min berdiri secara bersamaan sehingga mereka tereliminasi. Ji Woon kesal lalu menatap Hyun Min dengan sebalnya.


Mereka semua mabuk kecuali Hyun Min dan Hye Ji. Yoon Sung bahkan sudah roboh tak tahan, dia sempat mengucapkan nama Ha Won sebelum roboh. Ha Won menunjukkan tanda jempolnya.


Selanjutnya permainan saling menyampaikan kata. Seo Woo mengatakan aku mencintaimu pada Hye Ji.


Hye Ji yang belum mabuk dengan canggung mengucapkannya pada Hyun Min. Mereka berdua sama – sama masih waras sehingga terlihat mendalam banget. Hyun Min dengan ogah menyampaikan pada Ji Woon.


Ji Woon melanjutkannya pada Ha Won namun Ha Won membalas dengan kata – kata yang selalu Ji Woon katakan padanya saat baru bertemu, “Pergi kau!”



Pas mabuk Ji Woon lucu banget, dia berbalik menatap Hyun Min. “aku cinta kamu.” Ucapnya dengan suara menggoda.

Hyun Min syok mendengar ucapan itu. hahahaha. “Oh ya ampun, hampir saja aku mau mengumpat. Hei, pacar! Ayo kita tukaran tempat.” Ucap Hyun Min pindah ke samping Ha Won.


Ha Won langsung menggeplak kepala Hyun Min karena dia memanggilnya pacar. Hyun Min bukanlah tunangan melainkan majikannya. Seo Woo bertanya, kalian berdua tidak tunangan?

“Kenapa kita jadi main Permainan Kejujuran sekarang?” keluh Hyun Min.


Ha Won menepuk pundak Hyun Min dengan kesal. Semua ini karena Hyun Min hingga orang – orang mengenalnya. Mereka mengenalnya sebagai gadis psiko yang sudah menolak Hyun Min.

“Memang benar kau kau itu agak psiko.”

Ha Won menepukinya lagi, hidupnya sudah sulit tapi Hyun Min malah mempermainkan hidup orang lain.

Hye Ji terlihat cemburu dengan kedekatan diantara mereka berdua.


Yoon Sung sudah duduk kembali tapi dia sudah mabuk berat. Tiba – tiba ia terlihat mual langsung memuntahkan semua isi perutnya pada Seo Woo dan Ja Young.

Hyun Min tak kuat melihat muntahan, dia langsung lari terbirit – birit meninggalkan mereka semua.

-oOo-



Ja Young sudah agak mendingan, dia ke kamar Seo Woo untuk mencucikan bajunya. Namun Seo Woo sedang ada dikamar mandi sehingga ia pun menanti sambil membuka buku lirik milik Seo Woo.

Seo Woo keluar dari kamar mandi dan langsung merebut buku miliknya. Ja Young sedih, apa kau sedang menyukai seseorang?

“Apa yang kau bicarakan?”

Ja Young mengaku kalau dia adalah penggemar Seo Woo semenjak dia masih menjadi penyanyi jalanan. Liriknya kali ini terlihat berbeda. Ja Young mengingatkan bahwa Seo Woo sudah menjadi idola bagi puluhan orang. Jadi, jangan jatuh cinta pada siapapun, mengerti?

Ja Young pun pergi.



Seo Woo membuka buku catatannya lalu melihat lirik yang dikomentari Ja Young.

[Aku tidak menyadarinya di saat kau tersenyum, aku juga tersenyum. Senyummu bagaikan mawar putih yang selalu kunantikan setiap pagi.]

Seo Woo membuka lipatan dipojokan kertas, disana tertulis kalau ia menciptakan lagu ini untuk Ha Won. Seo Woo terdiam seolah dia telah menyadari perasaannya.


Hyun Min tengah duduk di bangku. Secara kebetulan, Hye Ji juga lewat sana dan menyapanya. Hyun Min buru - buru bangkit namun Hye Ji memintanya untuk tetap tinggal. Hyun Min tak seperti biasanya, ia pun kembali duduk.

Sekali lagi Hye Ji mengucapkan terimakasih atas bantuan Hyun Min. Namun Hyun Min masih saja berkata kalau semua orang juga akan membantu kalau melihatnya.

“Apa situasinya akan sama persis, jika orang lain yang membantuku?”

Hyun Min tak berani menjawab karena dia memang terlihat panik dan segera membopongnya. Dengan telaten, ia juga memijit kaki Hye Ji sampai membaik.



Hye Ji berkata kalau dia akan pemanasan saat akan berenang. Hyun Min mengiyakan agar tak merepotkan orang lain. Hye Ji tak menyerah begitu saja ketika Hyun Min menanggapinya dengan dingin, dia menceritakan kisah nostalgia mereka. Lalu menunjukkan tulisan Hyun Min cinta Hye Ji. Kakakku, Jung Hyun Oppa, meledek kita karena kita kekanak-kanakan sekali menulis ini? Dia iri karena kita sangat dekat.

Hyun Min tertawa, “Tapi, dia-lah yang paling kekanak-kanakan dibanding kita.”


Hye Ji mengaku ingin kembali ke masa – masa bahagia mereka. Hyun Min menolak, dia sudah bahagia saat ini.

Tapi tidak begitu bagi Hye Ji, dulu Hyun Min sangat baik tapi sekarang dia terlihat sedang menyimpan sebuah rahasia darinya. Hyun Min mengelak, hidupnya sudah rumit jadi untuk apa dia harus repot – repot menyimpan rahasia.



“Lalu kenapa kau bertingkah seolah kau lupa tentang tempat ini?”

Hyun Min seperti tertangkap basah tapi dia buru – buru bersikap tenang. Dia mengaku hanya jalan – jalan saja karena tak bisa tidur. Ga ada alasan lainnya. Hye Ji mengambil pulpen disakunya lalu menggambar emoticon senyum di tangan Hyun Min.

“Kita selalu menggambar ini di tangan kita waktu kita tak bisa tidur supaya kita tidak bermimpi buruk.”



Waktu kecil Hyun Min –lah yang menggambarnya ditangan Hye Ji. Setelah menggambar emoticon itu, Hyun Min mengecup Hye Ji kecil.


Namun sekarang ini keadaan telah berbalik, Hye Ji mendekatkan wajahnya untuk mengecup Hyun Min. Awalnya Hyun Min terkejut namun untuk sesaat ia memejamkan mata dan menggenggam erat tangan Hye Ji.

Kejadian ini tak berlangsung lama, Hyun Min bergegas bangkit untuk pergi.


“Kau masih tidak ingat? Kalau begitu, apa aku boleh menyukai orang lain?”

Hyun Min keheranan, memangnya untuk apa minta izin darinya. Hye Ji seolah mengetes perasaan Hyun Min, “Meski orang lain itu adalah Kang Ji Woon?”

Entah apa yang akan dijawab oleh Hyun Min, dia terlihat ragu mendengar pertanyaan ini.




Ha Won memainkan wine masih dengan kondisi mabuk. Ji Woon memperhatikannya terus menerus. Dia kemudian menunjukkan tanda hati dengan menyatukan telunjuk dan jempolnya, aku mencintaimu.

“Pergi kau!” ucap Ha Won.

Ji Woon melakukannya lagi dengan menyatukan kedua tangannya, “Aku mencintaimu.”

“Pergi kau.”

Dia lalu menunjukkan tanda hati dengan meletakkan tangan diatas kepala, “Aku mencintaimu.”


Ha Won penasaran, beneran? Ji Woon menjawabnya dengan sebuah kecupan. Mereka berdua yang tak sadar pun cuma ketawa – tawa gaje. Lalu Ji Woon merebut wine ditangan Ha Won. Ia meminumnya sekali tenggak.

Dia memegang kedua pipi Ha Won dan kemudian mengecupnya lagi. Apa yang kau lakukan? Kau menciumku?

Ha Won tertawa, “Tidak. Kau yang menciumku.”

“Baiklah. Sekali lagi yah.” Ucap Ji Woon. Dan chu~~

KOMENTAR:
Yaampun lucu banget.. episode ini aku suka banget antara Ji Woon dan Ha Won. Dan aku mulai melupakan eksistensi Hyun Min meskipun interaksi mereka awalnya bagus tapi apa daya, kali ini interaksi Ji Woon – Ha Won manis banget.
Yang masih bertanya - tanya, siapa knights yang ke empat? Itu kan Yoon Sung.
Siapa yang bakal sama Ha Won? Ji Woon.
So, memang dari awal aku cuma suka mereka cuma memang keknya mereka berdua ga akan bersatu. Aku sebenarnya ga terlalu suka akting Son Na Eun jadi ga berharap dia sama Hyun Min tapi keknya mereka bakal bersatu juga.
Tuan Kang yang diduga menjadi Ayah Ha Won. sepertinya orang ini mengetahui sesuatu tapi aku yakinnya dia bukan ayah kandung Ha Won kalau dilihat dari reaksinya.
Seo Woo? Ahh... aku kira dia ga akan jatuh hati sama Ha Won, tak kira dia cuma jadi teman yang baik buat dia. Tapi ternyata kebersamaan mereka telah membuatnya menaruh hati juga. Second lead sama Hye Ji. Seo Woo sama Ja Young? Jangan deh, sama aku saja.
Ja Young ini tipe K-fans pada umumnya. Mungkin dia tak punya bayangan untuk memiliki idolnya dalam artian sebenarnya seperti pacaran. Cukup punya mereka sebagai pacar fantasi dan tak mau melihatnya berkencan dengan wanita lain. Aku tahu...
Episode ini super manis meskipun aku ga terlalu suka kalau banyak popo scene. Hehehe..


Drama ini ratingnya sedang , setelah diawal banyak yang bilang drama ini flop tapi sekarang stabil di rating 3%+ lumayan untuk drama tv kabel

11 Responses to "SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 8 Bagian 2"

  1. gomawoyo eonni

    ditunggu priviewnya

    ReplyDelete
  2. omooo akuu sukaa bangett sama ji woon dan ha won udah mereka jadian ajaa,tapi kayanya si yoon sung juga naksir deh ama ha won wahh ribett ya se woo juga sukaa...
    trus itu gimana ya klo yg dikira ayah kandungnya ha won malah nnti manfaatin si ha won buat bayar hutangnya wahhh kasiann baget si ha won yaaT.T
    fighting yaa buat nulis sinopnya terus
    aku sukaaaa

    ReplyDelete
  3. Astaga ending episodnya buat aku senyam senyum geje masa

    aaahhh suka sma Il woo
    awalnya aku pikir dia bakal marah2 pas mabok eh ternyata malah jdi kyak org ayan hahah

    di tunggu ya episod lanjutanya
    gomawo

    ReplyDelete
  4. Waaahhh...pertama hyunmin...trus seowoo...
    Kalo jiwoon belom mau ngaku kalo dia dah suka, buktinya ngomong..kenapa selalu bikin khawatir? Mulai dr awal ketemu
    Hahay...pura2 lupa ciuman n pengakuannya juga di ep19
    Aq ga suka actingnya na eun...paling jelek menurut q
    Yoonsung mau dijadikan next successor sama ibunya (istri tuan kang) tp kyk nya ga akan mau begitu aja
    Hawoon bukan anak tuan kuli, tp sepertinya dia tau kalo hawoon dr keluarga haneul n bakal dimanfaatin buat minta uang ke tuan kang

    Meskipun endingnya dah bisa ketebak, tp suka lihatnya...ikuti alurnya ajah

    Meakipun drama on going fav tetep W
    Tetep ditunggu sinop berikutnya
    Kamsahamnida

    ReplyDelete
  5. Hahahahaha...ini bner2 lucu gue aja smpe ketawa2 gaje:)
    kyaaa Jiwoon sma Hawoon udh ada rasa nih ye:)
    fighting...aduh bner2 gk sabar nunggu kelanjutannya..
    Jiwoon klo lgi mabuk asli lucu bgt..
    hyungmin aja ampe stress dibuatnya:)

    ReplyDelete
  6. hyunmin sm sy aja..zzsss
    setuju sm komentar ms.puji.

    ReplyDelete
  7. Ternyata seo woo juga punya perasaan sama hawon,, ya iyalaaaaah,, tinggal serumah, seharian bareng,, pasti lah ada rasa,,

    ReplyDelete
  8. Pengennya jiwoon sama hawoon :(( kenapa bilang ga bisa bersatu ntar jadi nyata ngheeee

    ReplyDelete
  9. Iyah puji.....hawon sama jiwoon itu klop....mereka sama sama kehilangan ibunya di usia muda, jd kayaknya mereka berbagi kenangan aja kalo sdh bicara ibunya.sdh ada clue yah kalo ada 1 anggota kang BErsauara lagi, apa yoon sung? Berharapnya sih iya.......
    Pokoknya ini episode ygbikin saya ngakak.....awal sampe akhir.ekspresinya jung il woo daebak....soo cute bgt....hahaha.
    Kamsaeyo puji....HIM!

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^