SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 12 Bagian 2

SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 12 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: tvN


Tuan Kang makan dengan lahapnya sedangkan Ha Won hanya memperhatikan saja. Ha Won membahas mengenai pembayaran sewa krematorium yang dilakukan oleh Tuan Kang. Tuan Kang membenarkan kalau ia telah membayarnya.

“Soal yang kemarin kau katakan, apakah itu benar?”

Tuan Kang berkata bahwa dia dan Ibu Ha Won punya hubungan yang tak diketahui olehnya. Mereka teman kuliah dan membuka dojo bersama – sama. Keduanya terlambat dalam menyadari perasaan cinta diantara mereka. Cinta memang terkadang terasa buruk.

Mata Ha Won berkaca – kaca. Dia mempertanyakan alasan Tuan Kang yang baru mencarinya sekarang.

Tuan Kang mengaku memiliki masalah keuangan. Dia berfikir untuk menjemput Ha Won ketika keuangannya telah membaik. Akhirnya malah sampai selama ini Tuan Kang baru bisa menjemput Ha Won.



Tuan Kang meraih tangan Ha Won sembari mengingatkan kenangan dimasa kecilnya. Tapi waktu berjalan begitu cepat dan kini Ha Won sudah tumbuh besar.


Ha Won membeku dengan kikuknya. Dia melihat jaket yang dipakai Tuan Kang sudah berlubang. Dia kemudian menarik tangannya dari genggaman Tuan Kang. Dia permisi pergi untuk menemui temannya sebentar saja.


Tuan Kang menggerutu dengan sebal. Mau pergi kemana anak itu, bahkan dia belum sampai ke pokok pembicaraan masalah uang.



Ha Won rupanya pergi ke toko baju membelikan pakaian untuk Tuan Kang. Dia bergegas kembali ke cafe membawa kantung pakaian namun sesuatu menghentikan langkah Ha Won. Dia melihat Tuan Kang tengah menggeledah tas yang ia tinggalkan tanpa seizinnya.


Ha Won menghampiri Tuan Kang ketika dia sudah kembali ke tempat duduknya. Tanpa banyak basa – basi, Ha Won bertanya apakah Tuan Kang masih kesulitan masalah uang? Tuan Kang mengaku telah terbiasa dengan semua itu. Dia bekerja di bangunan dan menerima gaji harian. Hanya saja dia tak mempunyai rumah, ini membuatnya cukup sedih. Jika kau bisa memberikanku sedikit uang..

“Aku juga tidak punya uang sebanyak itu.” sergah Ha Won.

Tuan Kang menyarankan agar Ha Won meminta uang dari salah satu cucu CEO Kang saja. Siapa yah namanya.. Kang Ji Woon?



“Bagaimana kau kenal Ji Woon?”

Tuan Kang mengenal Ji Woon karena bertemu ketika ia mengunjungi Sky House. Dia tampaknya sangat baik bahkan memberikan dia uang untuk membeli makanan lezat.

Ha Won terkejut saat tahu Tuan Kang menerima uang dari Ji Woon tanpa sepengetahuannya. Ha Won dongkol dan segera permisi pergi.


Hye Ji masih terus merenungkan ucapan Ji Woon. Dia yang bertanya apakah kehadiran dirinya mampu menggantikan posisi Hyun Min dan mengisi kekosongan hati Hye Ji yang telah ditinggal oleh Hyun Min.

Seorang pria kenalan Hye Ji menghampirinya, dia tak menyangka Hye Ji yang lembut bisa minum sendirian. Hye Ji menyuruh Joon Soo untuk menemaninya minum. Joon Soo keheranan melihat sikapnya, dia biasanya tak perduli dengan pria lain selain Hyun Min. Ada apa denganmu?

“Apa aku seperti itu?”

Joon Soo membenarkan. Dia menawarkan diri untuk menjadi teman kencan Hye Ji kalau hubungannya dengan Hyun Min sudah kandas.

“Itu tak akan mudah.” Ucap Hye Ji.



Seorang kenalan Hyun Min melihat kedekatan antara Hye Ji dan Joon Soo. Dia bergegas menghubungi Hyun Min untuk memberitahukan hal ini. Hyun Min masih bersikap cuek, memangnya kenapa?

“Wuaa, sepertinya mereka berdua saling merayu.” Ujar teman Hyun Min.

Akhirnya Hyun Min tak bisa mengabaikan Hye Ji begitu saja “Sial.” Desisnya.


Ji Woon memperhatikan kotak hadiah miliknya dengan ragu. Dia berniat mengirimkan pesan pada Ha Won. Ia memilih kata yang tepat dan mengajaknya jalan – jalan.

Entah kenapa, Ji Woon merasa kalau sekarang bukan waktu yang tepat untuk mengirimkannya sekarang.  Ia pun batal mengirimkan pesan pada Ha Won.


Ponsel Ji Woon berdering ketika sudah ia letakkan ke atas meja. Ji Woon bergegas menerima panggilan itu, halo?

Ahh, ini ayahnya Ha Won.” ucap Tuan Kang diseberang telefon.



Ji Woon keluar dari kamarnya. Hyun Min gusar menantikan Hye Ji kembali. Dia bertanya kemana Ji Woon mau pergi? Apa dia mau menjemput Hye Ji?

“Memangnya dimana dia?”

“Tidak apa-apa. Lupakan saja!”



Ji Woon mengajak Hyun Min untuk mengakhiri semua permainan ini. Dia melemparkan kunci yang pernah Hyun Min berikan padanya. Lakukan saja sesukamu! Kalau kau sangat perduli dengannya. Urus dia.

Hyun Min menggenggam kunci yang dilempar Ji Woon ke arahnya. Ji Woon sedang bergegas menuju ke suatu tempat.


Ji Woon berpapasan dengan Ha Won di pelataran rumah. Dia langsung bertanya apa Ha Won baru saja menemui Ayahnya? Ada apa?

“Apa kau merasa kasihan padaku?” tanya Ha Won membuat Ji Woon keheranan.

Ha Won tahu kalau Ji Woon telah memberikan uang pada Tuan Kang. Dia mengira kalau Ji Woon cukup mengerti perasaannya karena Ji Woon berkata kalau situasinya hampir sama dengannya satu tahun yang lalu.

“Apa maksudmu?” tanya Ji Woon tak mengerti.


Ha Won merasa dia tak seberuntung Ji Woon yang terlahir dikeluarga kaya. Meski begitu, dia mencoba untuk tak mengeluh. Dan saat ini, semua terasa sulit untuk bagi Ha Won ketika harus berfikir bagaimana kalau Ahjussi itu benar – benar Ayahnya. Tapi kenapa Ji Woon harus menempatkannya di posisi yang menyedihkan?

“Kau tahu, bukan itu maksudku.”


Ha Won mengaku dirinya tak tahu. Ia berniat masuk ke Sky House. Ji Woon menahan tangan Ha Won namun Ha Won memperingatkan agar Ji Woon jangan lagi melibatkan diri dalam urusannya.



Ji Woon memijit kepalanya yang pusing mengingat pembicaraannya dengan Tuan Kang di telefon barusan. Tuan Kang bertanya bukankah sebelumnya Ji Woon mengatakan kalau dia boleh menghubunginya ketika membutuhkan bantuan?

“Ya, bicaralah.”

Tuan Kang mengaku telah berpisah dengan Ha Won selama selama lebih dari sepuluh tahun. Aneh saja kalau mereka tak tinggal satu rumah sekarang. Dia ingin setidaknya memiliki sebuah apartemen yang lengkap di Seoul.

“Apa Ha Won tahu kalau kau minta ini padaku?” tanya Ji Woon.

Tuan Kang membenarkan bahkan Ha Won yang memintanya untuk bicara sendiri. Ji Woon mengerti dan dia akan menemuinya ditempat kerja besok.


Ji Woon sepertinya memang sudah agak curiga dengan sikap Tuan Kang.


Ha Won menangis dalam kamarnya sambil melainkan liontin peninggalan sang ibu “Eomma, Apa yang harus aku lakukan? Apa kau benar-benar mencintai orang seperti dia?”

-oOo-


Tuan Kang mentraktir rekan kerjanya dengan segelas kopi. Mereka bertanya – tanya dari mana dia mendapatkan uang, bahkan kemarin dia mentraktir mereka makan. Tuan Kang mengaku kalau dia memiliki sponsor yang hebat.

Waktu kerja kembali di mulai. Tuan Kang bergegas membuang gelas minumannya untuk melanjutkan pekerjaan. Ji Woon memperhatikan tingkah Tuan Kang dari balik tembok. Dia lalu memungut gelas kopi yang dibuang oleh Tuan Kang.


Ha Won memperhatikan buku tabungannya sambil mengingat ucapan Tuan Kang yang tak memiliki tempat tinggal. Ha Won sepertinya akan mencairkan uang tabungan untuk membantu Tuan Kang.



Seo Woo sedang melakukan siaran radio. MC bertanya seputar lagu gobaek ciptaan Seo Woo, banyak yang mengira kalau lagu itu tentang cinta pertamanya. Seperti apa cinta pertamamu?

“Seperti yang sedang aku rasakan saat ini?”

“Saat ini? Jadi, siapa wanita yang sudah menjadi cinta pertamamu saat ini?” tanya MC terkejut.

Seo Woo tersenyum menggambarkan gadis pujaannya yang lebih suka menggunakan tinju daripada kata – kata. Menggunakan sample perawatan kulit selama tiga hari berturut – turut. Sering menggunkan training tapi saat dia menggunakan gaun, dia terlihat sangat cantik. Laki – laki seperti Seo Woo mengungkapkan perasaan pada gadis itu tapi dia masih belum sadar kalau ada pria yang menyukainya. Seperti itulah wanita yang Seo Woo sukai.

“Aku tidak tahu siapa orangnya tapi, aku sangat cemburu dengannya!” komentar MC.

Seo Woo hanya bisa menanggapi dengan senyuman kecut.


Yoo Na sedang berlatih untuk jatuh dan memilik kata yang tepat saat bicara dengan Seo Woo. Dengan lebay –nya Yoo Na berkata “apa kau takdirku?”

Dia pun jejingkrakan sendiri dan mengatakan kalau kata – katanya sudah sangat natural.




Seo Woo keluar dari studio. Yoo Na berjalan dengan anggun untuk menghampirinya tapi sayang sekali, keanggunan palsu Yoo Na langsung lenyap karena puluhan penggemar Seo Woo dengan ganas berlarian dan menubruknya.

Salah satu diantara mereka adalah Ja Young. Yoo Na memanggil Ja Young dengan nama Hong Ja Mong. Ja Young jelas protes dan menyuruh Yoo Na mengucapkannya dengan benar, namanya adalah Hong Ja Young.

“Oh Ya. Hong. Ja. Mong. Kenapa kau disini?” tanya Yoo Na.

“Aku penggemarnya Seo Woo.”

Yoo Na menganggap kalau Ja Young ini rendahan sekali. Ja Young kesal dan memanggil Seo Woo dengan lantang. Oppa! Oppa! Oppa! Ini loh kakak tirinya Ha Won yang punya hati busuk.



Yoo Na menyuruh Ja Young tutup mulut. Seo Woo menghampiri mereka berdua dan meminta buku yang ada di tangan Yoo Na. Dia memberikan tanda tangan untuknya. Ja Young sempat heran melihat Seo Woo masih bersikap ramah pada Yoo Na.



Seo Woo sudah masuk ke mobilnya. Yoo Na membuka bukunya dengan antusias tapi ternyata tak ada tanda tangan dari Seo Woo. Yang ada disana Seo Woo menyuruh Yoo Na untuk bersikap lebih baik pada Ha Won.

Sontak tawa Ja Young pecah ketika melihat buku Yoo Na. Dia menebak kalau Yoo Na menjadi salah satu orang yang ada dalam daftar pencarian Seo Woo. Dia menyuruhnya untuk bersikap lebih baik pada Ha Won.


Hyun Min masih memandangi kuncinya dengan bimbang. Ucapan Ji Woon terngiang dalam pikirannya, Ji Woon menyarankan agar Hyun Min menjaga Hye Ji kalau dia memang memperdulikannya.



Namun bukan hanya itu yang mengganjal dalam pikiran Hyun Min. Ketika ia kecil, ia bermain dengan kembaran Hye Ji di jalanan. Kakak Hye Ji mengejar Hyun Min yang menyebrang namun celakanya ada mobil yang melaju kencang ke arah kakak Hye Ji.

Hyun Min menjadi saksi atas tabrakan yang menimpa kakak Hye Ji.


Hyun Min seolah ketakutan mengingat kejadian tersebut.


Ditempat lain, Ha Won menemui Tuan Kang dan memberikan uang untuknya. Tuan Kang menerima uang tersebut dengan girang karena Ha Won telah mendapat uang untuk sewa rumah.

“Tidak. Itu uang sewa krematorium ibuku, aku mengembalikannya padamu.”

“Apa maksudmu tidak punya alasan? Aku ini ayahmu...”

Ha Won mengaku tak ingat kalau dia adalah Ayahnya. Tuan Kang meyakinkan bahwa dia adalah Ayah Ha Won. Apa kau pikir aku berbohong?


Ji Woon tiba – tiba muncul dan meletakkan amplop dihadapan Tuan Kang. Benar atau tidaknya hubungan darah diantara mereka ada dalam amplop tersebut. Tuan Kang mencoba menghindar dari amplop itu, dia malah mencecar Ha Won dengan pertanyaan.

“Ha Won. Kau tidak percaya denganku? ha?”

Ji Woon meletakkan amplop itu dihadapan Tuan Kang lagi. Dia menyuruh Tuan Kang membukanya atau dia yang akan membukanya. Ha Won mengambil amplop itu dan menyobeknya tanpa melihat lebih dulu isi di dalam amplop tersebut.


Ji Woon menatap Ha Won dengan heran. Ha Won tersenyum, dia tak perlu melihat isi amplopnya karena dia yakin ibunya tak akan jatuh cinta pada orang seperti Tuan Kang.


Ha Won mengatakan bahwa Tuan Kang sudah salah tempat kalau ingin mencari uang darinya. Dia juga tak punya apa – apa. Ia tinggal di Sky House hanya untuk melakukan pekerjaan paruh waktu saja. Sekarang semuanya sudah berakhir, tak ada alasan untuk mereka bertemu lagi.


Ha Won berjalan pergi meninggalkan Tuan Kang yang menunduk kesal.

“Jika bukan karena kebakaran di aparteman itu, hidupku tidak akan berubah jadi kacau seperti ini.” ujar Tuan Kang.


Ha Won kembali menatap Tuan Kang dengan kesal. Dia meremas ujung bajunya karena tangannya yang gemetar menahan amarah.

“Kau tahu ada banyak orang yang kehilangan nyawa mereka saat itu seperti ibuku! Menurutmu, akan seperti apa kehidupanku setelah hari itu? Tapi terlepas dari semuanya, Aku tidak pernah sekalipun berpikir kalau hidupku jadi kacau! Orang yang mengacaukan hidupmu adalah kau sendiri!”


Ji Woon mengikuti Ha Won yang berjalan pergi dengan marah. Dia lalu berjalan mensejajarinya dan mengajaknya pergi ke tempat yang batal mereka kunjungi.


Hyun Min berpapasan dengan Hye Ji tapi seperti biasa, Hye Ji masih terus mengabaikannya. Ponsel Hye Ji berdering menerima panggilan dari Joon Soo. Hye Ji akan segera kesana, cafe di jalur 4 jalan Shinshadong.

Hyun Min mendengar ucapan Hye Ji. Dia kemudian ingat kata – kata temannya kalau Hye Ji dan Joon Soo telihat saling merayu.


Sesampainya di cafe, Joon Soo kembali mempertanyakan status hubungan antara Hye Ji dan Hyun Min. Apakah mereka benar – benar telah berakhir?

Hye Ji membenarkan. Mereka hanya sekedar teman saat ini.



“Hanya teman?” tanya Hyun Min tiba – tiba muncul dan mengajak Hye Ji pergi.

Joon Soo tak terima dengan sikap Hyun Min. Namun dengan satu ucapan Hyun Min sudah mampu membungkam mulut Joon Soo. Dia mengingatkan tentang wanita yang kemarin dikencani oleh Joon Soo.

Sontak Joon Soo malu mendengar Hyun Min mengungkit tetang pacarnya dihadapan Hye Ji. Hyun Min menyuruhnya pergi sebelum pacarnya menelfon. Joon Soo tak protes lagi dan menurut pada ucapan Hyun Min.


Hyun Min mengajak Hye Ji pulang dengan paksa. Hye Ji tak terima diperlakukan semacam ini, dia mempertanyakan alasan Hyun Min melakukannya. Hyun Min berkata kalau dia hanya memperbolehkan Hye Ji berkencan dengan orang yang layak. Dia juga sebenarnya tak mau mencampuri urusan Hye Ji tapi Hye Ji sendiri yang pergi bersama pria aneh setelah dicampakkan Kang Ji Woon.

Hye Ji marah dan menuntut untuk diturunkan.


Hyun Min menepikan mobilnya dan bergegas menuju ke minimarket untuk membeli sekaleng soju. Hye Ji heran sendiri, apa yang kau lakukan?

“Aku tidak bisa menyetir sekarang. Kau tahu hukumnya. Dilarang menyetir jika mabuk.”

Hyun Min pun kembali ke mobilnya dan duduk dibagian kursi penumpang.



Manager Seo Woo menerima panggilan dari seorang reporter yang mengkonfirmasi akankah Seo Woo memiliki seorang kekasih. Manager membantahnya dan meyakinkan kalau Seo Woo kencan dengan siapapun. Panggilan pun berakhir.

Seo Woo tanya apakah dia kembali kena gosip pacaran? Manager Seo Woo menjelaskan kalau reporter itu tak menyebutkan namanya tapi ini terkait dengan berita sebelumnya. Manager sekali lagi mempertegas, kau tak sedang kencan kan? Sebelumnya memang bisa diatasi dengan foto Seo Woo berseragam wanita tapi kalau ada skandal lagi, maka semuanya akan sulit.

“Kapan aku punya waktu untuk kencan?”

Manager menyebut ungkapan Seo Woo untuk cinta pertamanya agak terdengar aneh. Seo Woo meyakinkan kalau dia melakukan semua itu demi kepentingan siaran saja.


Hye Ji terpaksa mengemudikan mobil Hyun Min. Tapi sepertinya dia tak terlalu ahli dalam mengemudikan mobil. Mobil dibelakangnya terus saja mengklakson dan Hye Ji kebingunan caranya untuk ambil jalur kanan. Hyun Min menghela nafas lelah sambil memegangi sabuk pengaman dengan ngeri, sampai kapan kita berada dijalur lurus?

“Aku sudah bilang, ini pertama kalinya Aku menyetir sejak aku dapat SIM!”

“Aku rasa, satu hari kita baru sampai, karena dunia itu bulat.” Ujar Hyun Min terdengar seperti ejekan.


Ha Won memperhatikan jalan disekitarnya dengan tatapan kagum. Ji Woon bertanya apakah dia masih kesal karena ia telah ikut campur dalam masalahnya. Ha Won terlihat tak enak hati pada Ji Woon, dia meminta maaf karena terlalu kasar waktu itu. Dia sedang gusar, entah ingin percaya dengan Tuan Kang atau tidak.

“Tapi, saat kau muncul dengan amplop itu. Aku tahu jawabanku, aku tidak perlu memastikan isi amplopnya. Aku percaya dengan ibuku.” Ujar Ha Won.

Ji Woon tersenyum dan mengelus kepala Ha Won penuh kasih sayang. Grogi, Ha Won mengomentari pemandangan jalan yang terlihat membosankan.

Membosankan? Tanya Ji Woon langsung menginjak pedal gas –nya. Ia pun mengendarai mobil dengan kecepatan penuh hingga Ha Won jejeritan ngeri.



Ha Won memandangi pemandangan rumput hijau dengan antusias. Ji Woon bertanya apakah sekarang masih membosankan? Tentu saja tidak, Ha Won mengaku ini pertama kalinya ada orang yang mengajaknya ke tempat seperti ini.

“Uwah.. indahnya. Aku suka.” Ujar Ha Won menunjukkan kekaguman.


Keduanya berjalan kaki menikmati udara sejuk disana. Ji Woon berkata kalau ini pertama kalinya dia bertemu dengan seseorang yang punya nasib mirip dengannya. Ha Won juga menganggap mereka punya kesamaan tapi Ji Woon orangnya aneh. Kau tidak berusaha mendekati mereka dan hanya marah-marah! Kau sudah mengunci hatimu dan terus menyuruhku pergi!

“Seperti itukah?”

“Yap. Seperti itu. Hadiah dari manusia berdinding baja!”


Ji Woon memberikan kotak hadiah untuk Ha Won. Namun ketika membuka kotak hadiah tersebut, Ha Won tak menemukan apapun didalamnya. Apa ini?

“Apa kau tidak lihat? Perasaanku..”

Ha Won berjalan mendahului Ji Woon dengan kesal.



“Eun Ha Won! Aku sudah membeli permen di White Day untuk aku berikan padamu.”

Ha Won membalikkan badan seraya menunjukkan kotak kosong pemberian Ji Woon. Ji Woon mengaku kalau isinya sudah lumer.

“Jadi... Bukan Hye Ji.. Tapi kau.. yang mengisi hatiku. Terimakasih untuk selalu dekat denganku.”


Ji Woon menyuruh Ha Won tetap berdiri ditempatnya sekarang. Kini dia yang akan berjalan mendekati Ha Won. Ji Woon pun mendekati Ha Won dan menciumnya. Ha Won sempat ragu namun akhirnya ia membalas ciuman Ji Woon.


-oOo-

2 Responses to "SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 12 Bagian 2"

  1. Akhirnya ada juga ,, udah 2 minggu bolak balik tapi blum update .. sempet baca di blog lain tapi tetep gk bisa se keren blog ini .. gumawo eonni

    ReplyDelete
  2. omo omo... bersambungnya gini 😍😍
    iyaa aku juga nungguin lama episode ini. sampe2 episode 11 juga blom aku baca karna episode 12 blom publish2, kan gk enak kalo brenti bacanya..
    astagaaa knapa aku jd seneng Ji Woon nyatain prasaan ke Ha Won, apalagi kisseunya 😢😢

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^