SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 12 Bagian 1

SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 12 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: tvN

Sudah pasti hati Ha Won hancur ketika mengingat seorang pria asing mengaku sebagai Ayah kandungnya. Ha Won menangis dihadapan abu milik ibunya “Itu  tidak benar kan, Eomma? Tolong, katakan kalau itu tidak benar!”


Ji Woon sampai ke krematorium dan menemukan Ha Won tengah meringkuk ditempat gelap sendirian. Ha Won buru – buru bangkit menghapus air matanya “kenapa kau kemari?”

“Aku mengkhawatirkanmu!” sergah Ji Woon. Dia yakin kalau Ha Won sedang menangis sendirian dan merasa sedih. Ha Won mencoba menyakal ucapan Ji Woon. Dia sebenarnya cuma ingin pergi ke tempat abu ibunya saja.



Ji Woon memeluk Ha Won, dia tahu betul kalau ucapan Ha Won cuma kedok untuk menutupi kesedihannya saat ini. “Kau tak perlu mengatakan apapun. Menangislah sebanyak yang kau inginkan. Aku akan berada disini bersamamu.”

Ha Won tak kuasa menahan tangisnya lagi, ia pun melepaskan kesedihannya dalam dekapan Ji Woon. Ji Woon mencoba memberikan sedikit ketenangan, ia menepuk punggung Ha Won dengan lembut.


Hyun Min baru mendengar kabar kalau Ayah Ha Won datang ke Sky House. Ahjumma membenarkan, dia membiarkan pria itu masuk karena mengaku sebagai Ayah Ha Won. Tapi Ha Won malah memanggil pria itu dengan sebutan ‘Ahjussi’.

“Jadi Ha Won lari setelah bertemu orang itu?” tanya Seo Woo.

“Ya. Aku sama sekali tidak tahu apa yang terjadi.”



Ha Won sudah lebih tenang saat ini. Dia menganggap semua yang terjadi hari ini sungguh konyol. Dia tiba – tiba memiliki dua orang Ayah.

Hal konyol semacam itu juga terjadi pada Ji Woon. Satu tahun yang lalu, Yoon Sung tiba – tiba muncul dan mengatakan kalau dia adalah cucu dari Haneul Grup. Namanya berubah dari Han Ji Woon menjadi Kang Ji Woon. Dia belum pernah melihat wajah ayahnya maupun mendengar kisahnya dari sang ibu.

“Oh. Kau pasti sedikit kesal.” Komentar Ha Won.


Ji Woon rasa ia sedikit memahami perasaan Ha Won. Merasakan sebuah keterkejutan karena semuanya begitu tiba – tiba. Ha Won berubah sedih kemudian bertanya apakah Ji Woon sudah bisa menerima semua itu?

“Tidak. Seumur hidupku Aku hidup sebagai Han Ji Woon. Kemudian munculah seseorang dan mengatakannya. Bagaimana aku bisa percaya?”


Sejujurnya, saat Ayah mengatakan kalau Ha Won bukan anak kandungnya, dia pernah bertanya – tanya kebenaran dari ucapan ayah. Dia sudah tinggal bersamanya selama 20 tahun, dia pikir Ayahnya kesal hingga bisa mengatakan semua itu. Tapi Ha Won ingin tahu apa dia memang benar – benar punya Ayah yang berbeda? Kalau iya, dia ingin menemuinya walau cuma sekali.

Namun ketika seorang pria yang mengaku sebagai Ayah kandungnya muncul.

Ha Won menggeleng lemah “Jujur saja, Aku masih tidak percaya kalau....”

“Jangan dipusingkan.” Sergah Ji Woon.



Ji Woon menyarankan agar Ha Won tak perlu memaksakan diri untuk percaya semua hal itu. Tunggu saja sampai dia mampu menerima semua kenyataan ini.

Senyum terulas dibibir Ha Won, “Terimakasih.”

Ha Won kini sudah bisa bersikap jauh lebih santai. Dia mengaku takut berada ditempat seperti ini sendirian. Dalam hatinya sudah berfikir seandainya ada orang lain disana. Dan.. Ji Woon pun muncul.

“Kau pasti senang melihatku.”

Ha Won pura – pura berfikir, memang terkadang kehadiran Ji Woon cukup berguna juga. Ji Woon berdecak dan menganggap Ha Won sudah kembali seperti semula.


Ditempat lain, Hye Ji menggalau karena sikap Ji Woon. Ketika ia bertanya alasan kenapa Ji Woon langsung datang menolongnya malam itu. Ji Woon tak mau memberikan jawaban dan lebih memilih mengucapkan kata maaf.



Knight yang satu ini mulai berubah manis banget. ketika sampai ke Sky House, Ji Woon berjalan mendahului Ha Won kemudian membukakan pintu kamar untuknya. Jelas saja sikap Ji Woon mampu membuat Ha Won tersenyum.

“Tidurlah dengan nyenyak.”

“Ya terimakasih.”


Ketika sudah masuk dalam kamar, Ha Won sempat mengintip keluar pintu. Dia tersenyum ke arah Ji Woon yang berjalan pergi menuju kamarnya sendiri.



Dirumahnya, Yoo Na sewot mengatakan kalau dia tak membutuhkan Hyun Min lagi. Dia tak menyukai pria yang punya selera rendah dan menyukai Ha Won. Soo Kyung menyetujui keputusan putrinya. Tapi kemudian dia bertanya, apakah mereka akan benar – benar melupakan Haneul grup?

Tentu saja tidak. Yoo Na akan menjadikan Seo Woo sebagai target selanjutnya.

“Kau bilang kau akan merayu Kang Seo Woo, jadi apa yang sedang kau lakukan?”

“Lihat saja. Aku akan buat dia jadi milikku, apapun itu!” ucap Yoo Na seraya mewarnai gambarnya dengan geregetan.

-oOo-



Kini, CEO Kang tampak tak terlalu bahagia ketika melihat Hwa Ja datang. Sikap gombal yang biasanya di tunjukkan pun tak lagi ia tunjukkan. Apa yang membuatmu kesini?

“Kenapa kau pergi tanpa pamit?”

“Aku ada pertemuan setelah sarapan pagi ini.”

“Seharusnya kau bilang dulu! Aku akan membuatkan kejutan sarapan untukmu.” Ujar Hwa Ja pura – pura ngambek.

Hwa Ja lalu memperhatikan sikap CEO Kang yang terlihat tak seperti biasanya. Dia memegang tangan CEO Kang, apa kau masih tak enak badan? Dia terlihat lebih diam dan lesu. Apa ada yang mengganggu pikirannya?


CEO Kang melepaskan tangannya dari genggaman Hwa Ja. Dia mengaku telah berbohong pada Hwa Ja. Dia sebenarnya pergi pagi karena ingin pergi ke sauna bersama Presdir Lee. Hwa Ja tak suka untuk pergi ke sauna. Hwa Ja tertawa geli dengan sikap suaminya, kalau seminggu sekali ke sauna sih tak apa – apa.

Wajah CEO Kang masih tampak resah meski telah mengakui kebohongannya. Dia meminta Hwa Ja untuk berkata jujur juga padanya. Dia akan memaafkan kebohongan itu kalau dia mau berkata jujur sekarang.

Hwa Ja mencoba tersenyum meski terlihat gugup “Memangnya apa yang bisa aku sembunyikan darimu, Presdir?”



Pagi – pagi Ha Won sudah menerima panggilan dari petugas krematorium. Mereka mengklaim bahwa abu Park Ok Sun telah melakukan pembayaran sewa tempat bulan ini sebanyak dua kali. Ha Won keheranan sendiri soalnya tak ada yang membayarkan tempat abu ibunya selain dia.

“Tunggu sebentar. Aku akan mengeceknya. Ah.. Namanya Kang Young Jin.”

Ha Won terkejut ketika mendengar nama Kang Young Jin disebutkan. Panggilan pun berakhir. Ha Won terduduk lemas sambil bertanya – tanya kenapa orang itu membayarkan biaya abu ibunya.


Sehabis sebal menerima panggilan dari pihak krematorium. Seo Woo datang seperti vitamin pagi ini, mengajaknya keluar dan memasakkan sphagetti bawang putih keahliannya.

Ha Won makan dengan lahap, dia meminta Seo Woo berhenti menatapnya seperti itu. Seo Woo masih saja memperhatikan Ha Won. Dia merasa belum pernah melakukan apapun untuknya padahal Ha Won selalu membantu mereka menyelesaikan masalah keluarga.

“Kemarin aku baik-baik saja karena Ji Woon datang.”

“Kang Ji Woon?” tanya Seo Woo terkejut.



Ha Won membenarkan. Meskipun Ji Woon sering menyuruhnya menjauh tapi sebenarnya dia orang yang baik. Dan terlebih lagi, seorang bintang besar Kang Seo Woo membuatkannya sarapan. Sepertinya, beruntung sekali untuk bisa bekerja di Sky House!

“Wah.. juru masak yang hebat.” Ucap Ha Won mengacungkan jempol.

Seo Woo membalas senyuman Ha Won tapi tampaknya ada sesuatu yang mengganjal dalam pikirannya.



Hyun Min sedang berdiri dengan grogi didekat tembok. Ha Won menjahilinya dengan berseru, apa yang kau lakukan!

Sontak Hyun Min berjingkat kaget. Dia hanya berdiri saja! Tak melakukan apa – apa!

Ha Won memperhatikannya dengan wajah curiga. Hyun Min mencoba mengenyahkan kecurigaan dengan bertanya apa Ha Won sudah makan. Ha Won menunjukkan perut kenyangnya. Hyun Min mengerti, toh dia tahu kalau Ha Won bukan tipe orang yang mau kelaparan.

Dia memberitahukan kalau Seo Woo kemarin sangat mengkhawatirkannya. Tapi ia meyakinkan kalau Ha Won itu orangnya kuat.

“Tentu saja!” ucap Ha Won menunjukkan kepalan tangan.



Hyun Min memperhatikan kamar Ha Won saat Ha Won membuka pintu. Dia melihat baju training hitam putih yang tergeletak diatas meja. Pikirannya lantas terbayang saat ia tanpa sengaja merangkul Hye Ji karena mengira dia adalah Ha Won.

“Kau tidak akan pergi?” tanya Ha Won.

Sontak Hyun Min grogi, dengan sewot dia menyuruh Ha Won jangan mengenakan baju training itu lagi. Itu norak!


Ha Won jelas keheranan sendiri, dari dulu juga dia sering menggunakan baju itu.


Ji Woon bertemu dengan Hye Ji, ia meminta maaf karena telah meninggalkannya. Hye Ji sama sekali tak mempermasalahkan hal itu, dia dengar terjadi masalah pada Ha Won. Sekarang Ji Woon memiliki sisi lembutnya, padahal dia terlihat kasar diluar. Tapi dia memang tak pernah bisa mengabaikan orang lain kesulitan. Kau harus membantunya.

“Aku menemui Ha Won bukan karena itu.”

Raut wajah Hye Ji berubah serius. Lalu?

“Aku memiliki perasaan khusus pada Ha Won.”



Baiklah. Kalau memang Ji Woon mengatakan kalau dia memiliki perasaan khusus pada Ha Won. Tapi kenapa dia mendatanginya waktu itu? Apa kau mengasihaniku?

“Bukan. Bukan seperti itu..”

Hye Ji menyergah ucapan Ji Woon, perlakuannya itu telah membuatnya terlihat lebih menyedihkan. Seharusnya Ji Woon membiarkannya menyelesaikan masalahnya sendiri.

“Kaulah satu-satunya orang yang menerimaku saat aku datang ke sini. Jadi aku ingin bersikap baik padamu. Maafkan Aku jika hal itu membuatmu kesal.”

Hye Ji menyuruhnya berhenti meminta maaf. Ji Woon adalah satu – satunya orang yang selalu ada untuknya ketika Hyun Min menyakitinya. Dia sendiri merasa tak enak pada Ji Woon. Kalau Ji Woon minta maaf, lalu apa yang harus dia lakukan? Tapi kali ini, dia benar – benar tulus ingin bersamanya.

Ji Woon kembali mempertanyakan ketulusan Hye Ji. Atau semua ini hanya karena dia selalu ada untuk Hye Ji? Apa dia pikir Ji Woon bisa mengisi kekosongan hati Hye Ji yang ditinggalkan oleh Hyun Min?

Hye Ji tak bisa menjawab. Ji Woon pun pergi meninggalkannya.


Hyun Min mendengarkan perdebatan antara Hye Ji dan Ji Woon dari kamarnya. Ia teringat kenangannya bersama Hye Ji di waktu lampau..



Saat itu, Hyun Min baru kembali ke korea dan Hye Ji menyambutnya dengan perasaan gembira. Aku merindukanmu!

“Aku bahkan tidak merindukanmu.” Balas Hyun Min dingin.

Hye Ji jelas tak mengerti dengan perubahan sikap Hyun Min. Dia menganggapnya sebagai gurauan namun ternyata Hyun Min bersungguh – sungguh. Dia menegaskan bahwa ia sama sekali tak merindukan Hye Ji.


Tuan Kang menanti di depan Sky House. Dia yakin kalau kemarin Ha Won masih bingung tapi dengan menggunakan taktik membayar uang sewa krematorium pasti akan berhasil. Seharusnya Ha Won sudah menelfonnya.


Ji Woon keluar dari Sky House dan melihat Tuan Kang. Dia bertanya apakah dia adalah...

Tuan Kang ingat kalau Ji Woon adalah pria yang naik mobil bersama Ha Won. Dengan kikuk, Tuan Kang membenarkan kalau dia memang Ayah Ha Won.


Ji Woon membawa Tuan Kang ke cafe lalu memperkenalkan dirinya. Tuan Kang sungguh tak menyangka bisa bertemu salah satu dari Kang Bersaudara. Bagaimana dia harus memanggilnya? Apa dia memanggilnya Tuan Muda?

Ji Woon mengatakan kalau dia bukan orang yang hebat. Dia hanya teman Ha Won.

“Teman.. seperti apa.. Apa, kalian berdua punya hubungan sesuatu?”



Ha Won sudah menjadi bagian keluarga bagi Ji Woon. Tuan Kang senang mendengarnya, dia berterimakasih karena mereka telah memperlakukan putrinya dengan baik. Ji Woon mengaku telah mendengar ceritanya dari Ha Won. Katanya mereka tak bertemu setelah 10 tahun lamanya.

Dengan tampang memelas, Tuan Kang mengaku terbelit hutang hingga ia tak mungkin bisa mengasuhnya. Dia ingin menjemputnya ketika ia bisa membelikan makanan serta pakaian namun keuangannya tak kunjung membaik. Dia merasa menjadi Ayah yang jahat, tak bisa membelikan makan serta pakaian yang layak.


Ji Woon dengan rasa hormat menyodorkan beberapa lembar uang. Tuan Kang awalnya menolak namun Ji Woon tetap menyuruhnya menerima uang tersebut. Ia juga meminta Tuan Kang untuk tak sungkan menghubunginya kalau membutuhkan bantuan.


Yoon Sung melakukan pengintaian pada Hwa Ja. Dia membuntutinya ke sebuah restoran mewah.


Hwa Ja masuk ke dalam ruangan VIP. Tak lama setelah itu, Pengacara Kim datang dan masuk ke dalam ruangan yang sama.

Yoon Sung memperhatikan Pengacara Kim kemudian menghubungi nomornya. Pengacara Park tak mengangkat panggilan itu dan mengubah ponselnya ke mode getar.



Dalam ruangan, Pengacara Kim mengatakan kalau dia baru saja menerima panggilan dari Sekretaris Lee Yoon Sung. Dia takut kalau sampai CEO Kang mengetahui semua ini. Hwa Ja menenangkannya, bagaimana soal yang aku tanyakan padamu?

Pengacara Kim sigap memberikan map berisi salinan surat wasiat CEO Kang. Hwa Ja mengatakan kalau dia akan mengecek –nya lebih dulu dan menghubunginya nanti. Tolong atasi semuanya.


Diluar ruangan, Yoon Sung mendengarkan pembicaraan mereka dari balik pintu.


Yoon Sung menemui Hwa Ja didekat lift dan bertanya siapa yang ia temui. Hwa Ja masih tak mau mengatakan yang sebenarnya. Yoon Sung dengan sigap meraih map yang ada digenggaman Hwa Ja. Apa yang kau rencanakan? Presdir akan tahu masalah ini.

“Yang harus kau lakukan, menutup mulutmu.”

“Sampai kapan?”

“Sampai yang aku inginkan ada dalam genggamanku.”

Yoon Sung mengejek sikap ibunya yang tak ia temui selama 10 tahun. Tapi setelah mereka bertemu, yang Hwa Ja lakukan hanyalah demi uang.


Hwa Ja menjadikan Yoon Sung sebagai alasannya melakukan semua ini. Dia sudah lama mengabdi pada Haneul Grup, memangnya dia akan terus seperti ini? Apa dia akan mengasuh mereka (Kang Bersaudara) saat Presdir tak ada?

“Jangan munafik!”

“Tidak peduli apa yang kau katakan. Aku akan terus melakukannya.”


Yoon Sung berkata kalau Ibunya memang ingin membuangnya, seharusnya dia tak mencarinya lagi. Atau.. kalau dia mau menemuinya seharusnya dia tak menemuinya dengan cara menyedihkan semacam ini.

Dia pun pergi meninggalkan Ibunya dengan geram.


Hwa Ja tak mau buang waktu. Dia menghubungi seseorang dan memintanya untuk segera melakukan rapat direksi. Mereka tak punya banyak waktu lagi.


Tuan Kang kembali mencoba meyakinkan Ha Won. Dia mengirimkan pesan, apa kau pulang dengan selamat semalam? Dari ayahmu.

Ha Won diam dengan wajah bimbang.



Suatu ketika, ada seorang anak laki – laki meledek anak perempuan. Ha Won jelas tak terima melihat perlakuan anak itu. Dia langsung menghentikan aksi anak nakal tadi, laki – laki tak boleh melecehkan perempuan. Ibunya bilang itu hal yang tak baik. Ha Won menyuruhnya untuk meminta maaf.

“Jangan ikut campur, anak kecil!”

“Aku bukan anak kecil!” seru Ha Won menendang kakinya. Dia lalu mengancam menggunakan nama Ayahnya. Kalau ayah ada disana, dia pasti akan kalah!

“Dimana dia?.. ha?”

Ha Won mengaku kalau Ayahnya sedang pergi jauh. Dia akan kembali 10 hari lagi. Anak nakal tak percaya dan menganggap Ha Won pembohong.


Tuan Kang melihat percekcokan anak kecil itu. Dia pun menghampiri mereka “Ha Won, Ayahmu disini.”

Ha Won sempat heran dan hampir memanggilnya Ahjussi. Tapi Ha Won cepat – cepat menghampiri Tuan Kang dan memperkenalkannya sebagai Sang Ayah. Tuan Kang mengangkat Ha Won ke pundaknya untuk menakuti si anak nakal.



Uwah, rupanya Tuan Kang ini hobi main judi. Setelah mendapatkan uang dari Ji Woon, dia langsung ke tempat main. Ponselnya bergetar menerima panggilan dari Ha Won. Tuan Kang bergegas keluar dari tempat main.

Dengan kikuk Ha Won bertanya apakah dia sudah makan?

“Belum Aku masih kerja sekarang.”

Kalau begitu, Ha Won mengajaknya untuk makan malam bersama.

-oOo-

1 Response to "SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 12 Bagian 1"

  1. Masih penasaran sama masa lalu hye ji hyun min, apa ibunya hyun min yg ngelarang dia deket sama hyeji ??? Kan ibunya hyun min berambisi juga

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^