SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 10 Bagian 2

SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 10 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: tvN


Ha Won merebahkan tubuhnya dengan wajah murung. Seo Woo datang dan menawarkan untuk jalan – jalan, hari ini dia cuma punya satu jadwal. Ha Won masih sibuk dengan perasaannya sendiri dan menolak ajakan Seo Woo.

Seo Woo memperhatikan wajah Ha Won, “Apa terjadi sesuatu?”

Ha Won bangkit kemudian bertanya apakah seorang pria akan lebih menyukai seorang wanita yang cantik dan feminim seperti Hye Ji? Seo Woo mengernyit tak mengerti kenapa Ha Won tiba – tiba membahas soal Hye Ji.

“Oh, aku cuma penasaran saja apa ada orang yang akan menyukai perempuan seperti aku ini.”

Seo Woo pikir tak ada yang salah dengan Ha Won. Baginya, dia malah lebih cantik daripada Hye Ji.


Ha Won tersenyum menganggap ucapan Seo Woo hanyalah gombalan saja, mungkin efek dia sudah membuat banyak lagu jadi pintar memuji begini. Ha Won menunjukkan jempolnya memberikan pujian. Ia pun kemudian kembali ke kamarnya.


Seo Woo masih terus memandangi Ha Won dengan heran.



Ji Woon masih terus mengingat ucapan Hye Ji kalau dia tulus dengan apa yang ia katakan. Dia merenung sambil menantikan lampu merah. Tanpa sengaja, ia menoleh ke tepian jalan dan melihat seorang pedagang menjajakan roti.

Dalam pikirannya, ia langsung teringat dengan ucapan Ha Won kalau dia tidak mengkhawatirkannya dan tidak memberikan makanan padanya. Ji Woon cepat – cepat mengusir pikiran itu. “Ah, terserahlah.”

Ji Woon kembali melajukan mobilnya.



Tuan Kang sedang makan siang bersama rekannya di konstruksi. Dia tanpa sengaja melihat berita di koran yang ia jadikan sebagai alas, disana tertulis kalau Haneul Grup sebagai raja perumahan. Dia langsung bergumam kalau Haneul Grup pasti sangat kaya.

Rekannya membenarkan, bahkan sebidang tanah disini juga milik Haneul Grup.


Seo Woo tengah melakukan sesi pemotretan. Ia lalu mengakhiri jadwalnya dengan sebuah wawancara. MC bertanya mengenai title song album Seo Woo yang berjudul Gobaek (pengakuan cinta). Apa kau menulis lagu ini untuk seseorang?


Manager Seo Woo cepat-cepat maju untuk mengelak pertanyaan tersebut, Seo Woo menulis lagu itu bukan untuk siapapun.

Baiklah. Melihat reaksi gugup Manager, MC memutuskan untuk mengakhiri sesi wawancara kali ini. mereka juga punya sebuah hadiah untuk Seo Woo. Sebuah cangkir yang bisa memunculkan beberapa kata kalau diletakkan disebuah benda hitam seperti tatakan.

Seo Woo memperhatikan tatakan cangkit itu, dia tersenyum seolah menemukan sebuah ide.


Hwa Ja menyiapkan obat untuk CEO Kang, dia memperingatkan agar CEO Kang tetap meminum obatnya ketika ia tak ada disana. Dia akan marah kalau sampai CEO Kang mengabaikan kesehatannya.

CEO Kang langsung meledek istrinya yang terlihat ngambek.


Pembicaraan mesra mereka berdua langsung terhenti ketika Yoon Sung masuk dalam ruangan. Anda memanggilku, pak?

CEO Kang memberikan perintah pada Yoon Sung untuk mengantarkan Hwa Ja kesebuah pertemuan. Dia belum bisa menemukan orang yang cocok untuk mengawal istrinya. CEO Kang meraih tangan istrinya dihadapan Yoon Sung, untuk sementara ia akan meminta Yoon Sung mengawalnya.

Yoon Sung tampak keberatan.

Hwa Ja menatapnya penuh harap, “Kau tidak keberatan 'kan Sekretaris Lee?”

“Ya. Baiklah.” Jawab Yoon Sung.



Seo Woo tengah mencoba tatakan hadiah yang katanya bisa mengeluarkan tulisan. Dia menghitung sampai tiga untuk menantikan reaksinya.

“Sedang apa kau?” tanya Ha Won.

Sontak Seo Woo terkejut dan menumpahkan air panas dicangkir ke tangannya. Dia buru – buru menyembunyikan cangkir itu lalu membalik tatakan yang bisa mengeluarkan kata – kata.

“Apa kau tak apa – apa?”

Seo Woo mengaku baik – baik saja dan bergegas pergi dengan tangan kepanasan.


Ha Won keheranan melihat tingkah ajaib Seo Woo. Kemudian, tanpa sengaja ia menemukan album baru Seo Woo yang tergeletak diatas meja. Aah! Gumamnya.



Seo Woo mondar – mandir dikamarnya, Ha Won mengikuti Seo Woo lalu mengucapkan permintaan maaf. Ha Won menunjukkan album milik Seo Woo, besok lagunya akan dirilis tapi dia lupa.

“Sudahlah.” Ucap Seo Woo merebut album ditangan Ha Won.

Ha Won menunjukkan alarm di ponselnya kalau besok adalah hari perilisan album Seo Woo, dia tak berniat untuk melupakannya. Baiklah, Seo Woo tak akan mempermasalahkannya dan album itu memang untuk Ha Won.

Ha Won meminta agar Seo Woo menyanyikan lagunya secara langsung. Seo Woo menolak, masih ada 30 menit sebelum album rilis. Dia tak mau memberikan bocoran.


Ha Won menunjukkan wajah penuh harap. Seo Woo tak tahan melihat wajah itu, dia pun tak bisa menolak permintaan Ha Won lagi. Dia duduk didepan keyboard dengan gugup sebelum menyanyikan lagunya.


Seo Woo melantunkan lagu itu sambil menatap Ha Won sesekali. Lagu yang menceritakan seorang pria yang menyadari perasaannya dan tak bisa mengekang perasaannya lagi. Aku menyukaimu.. aku mencintaimu.. kau segalanya bagiku. Maukah kau menerima perasaanku?


Ha Won awalnya menikmati lagu tersebut, namun dia lama – kelamaan merasakan sesuatu yang berbeda. Ha Won menghentikan Seo Woo bernyanyi. Seo Woo keheranan, memangnya kenapa?

Ha Won mengaku tak enak pada fans yang lain kalau dia mendengar lagunya sebelum dirilis. Dia akan mendengar sisanya nanti. Ha Won menunjukkan album Seo Woo dengan gembira, dia akan mendengarkan lagunya.

Ha Won pun bergegas meninggalkan kamar Seo Woo.


Diluar kamar Seo Woo, Ha Won langsung mengibas wajahnya yang merona. Dia heran kenapa Seo Woo menyanyi sambil menatapnya. Pantas saja dia punya banyak anggota fansclub.


Disisi lain, Ji Woon pulang ke rumah sambil membawa kantung makanan. Ia berpapasan dengan Hyun Min dan suasana diantara mereka langsung berubah tegang. Hyun Min bertanya apakah kencan mereka lancar? Sepertinya hubungan mereka bukan teman lagi.

“Apa kau mulai gila karena dia ingin pacaran denganku?”

“Apa katamu?”



Ji Woon seolah mengibaskan debu dipundak Hyun Min, dia yakin kalau Hyun Min sudah kalah darinya. Hyun Min sontak menarik kerah baju Ji Woon dengan kesal.

“Responmu ini telah membuat semuanya semakin jelas.” Sindir Ji Woon. Dia lalu melepaskan tangan Hyun Min yang menarik kerahnya, kau menyesali keputusanmu? Kenapa kau tidak mendekatinya sebelum kau semakin menyesal?

Ji Woon berjalan meninggalkan Hyun Min yang masih menatapnya dengan marah.


Ha Won menghilangkan rasa gugupnya dengan minum air. Ji Woon datang kemudian menunjukkan kantung makanannya pada Ha Won. Ha Won sempat heran namun saat melihat ada makanan dalam kantung itu, ia langsung berbinar senang. Ini untukku?

“Memangnya untukku?”

“Aw, kau tak perlu melakukannya!” ucap Ha Won.

Ji Woon memperingatkan untuk tak mengatainya tidak membawakan makanan lagi. Ha Won langsung mengiyakan dengan wajah sumringah.



Ha Won memakan cupcake yang dibawakan Ji Woon ditemani dengan secangkir kopi. Dia menggunakan cangkir milik Seo Woo yang bisa mengeluarkan tulisan. Ha Won kemudian menikmati waktu santainya dengan tersenyum riang diberanda.

Tanpa Ha Won sadari, tatakan yang digunakannya menunjukkan tulisan ‘Gobaek’.



Dikamarnya, Seo Woo masih memperhatikan buku lagu miliknya. Dia memutuskan untuk menghapus nama Ha Won yang tertulis dipojokan buku dibagian sub judulnya.


Hyun Min menghabiskan malamnya dengan minum di bar. Seorang wanita menghampiri dan mengajaknya bicara. Hyun Min bertanya dengan tatapan kosong, menurutnya apakah dia bisa mencintai orang lain selain dia?

Wanita itu jelas mengelak, mana mungkin dia bisa mencintai orang lain.

“Kenapa dia melakukan ini padaku sekarang? Dia bertingkah seolah-olah dia takkan pernah meninggalkanku, lalu kenapa sekarang dia meninggalkanku demi orang lain?”

Wanita tadi meyakinkan kalau ia tak akan pernah meninggalkan Hyun Min dan selalu ada disisinya. Hyun Min bergumam, jangan meninggalkanku. Wanita itu langsung bergelayut dilengan Hyun Min, dia memintanya jangan menarik kembali perkataannya. Jangan sampai melupakan kata – kata itu.

Hyun Min tak merespon, dia masih duduk dengan tatapan kosong.

-oOo-


Yoon Sung mengkhawatirkan Ha Won yang berniat pergi ke rumah sakit sendiri. Dia memintanya untuk menghubunginya kalau ada sesuatu yang terjadi. Ha Won meyakinkan kalau ia tak akan ada masalah. Toh ini bukan pertama kalinya ke rumah sakit. Yoon Sung masih berusaha agar dia bisa mengantarkannya.

Ha Won memerintahkan agar Yoon Sung berangkat kerja. Dia lalu tersenyum dengan penuh harap, kalau memang Ahjussi sangat khawatir, bisakah dia mengajak orang lain untuk mengantarnya?



Orang lain yang dimaksud Ha Won ternyata adalah Ji Woon. Ha Won beralasan kalau Ahjussi sibuk, Seo Woo pemotretan dan Hyun Min tak ada kabar sejak semalam. Ha Won nyengir kuda, “dan yang tersisa hanya kau.”

“Merepotkan saja.”

Ha Won menunjukkan wajah memelas. Kakinya masih di gips, masa dia harus naik bus empat kali untuk ke rumah sakit. Dia tak sanggup kalau kakinya seperti ini.

“Memangnya aku pembantumu?” Tanya Ji Woon lalu masuk ke kamar.

Ha Won menggerutu kesal, memang sia – sia saja mengajaknya.



Yoon Sung melakukan tugasnya untuk mengantarkan Hwa Ja sesuai permintaan CEO Kang. Dia memperlakukannya layaknya seorang atasan namun Hwa Ja tampak kurang suka. Mereka sampai ke tempat pertemuan, Yoon Sung berniat menunggu diluar namun Hwa Ja memintanya untuk ikut.

Yoon Sung sempat keheranan namun mengikuti saja permintaan Hwa Ja.



Didalam ruangan, sudah ada wanita cantik yang menanti mereka. Hwa Ja memperkenalkan keduanya namun Yoon Sung masih kebingungan dengan maksud semua ini.

Wanita itu memperkenalkan dirinya dengan nama Kim Hye Na. Dia mengaku sempat menolak saat disuruh hadir ke tempat perjodohan. Namun ketika melihat Yoon Sung secara langsung, dia senang bisa datang kesini. Hye Na mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.

Yoon Sung baru sadar apa yang telah Hwa Ja persiapkan, dia tak menjabat uluran tangan Hye Na dan hanya membungkuk meminta maaf.


Hwa Ja mengejar Yoon Sung yang berjalan pergi meninggalkan ruang pertemuan. Yoon Sung masih tak terima dan bertanya maksud Hwa Ja melakukan semua ini. Hwa Ja mengaku kalau dia ingin menikahkan Yoon Sung dengan wanita kaya sehingga hidupnya bisa berkecukupan. Dia melakukan semua ini sebagai Ibunya.

“Apa karena itu kau memanfaatkan Ketua?”

“Memang apa salahnya? Itu semua demi kau! Itu semua demi kau!”

Yoon Sung memperingatkan agar Hwa Ja tak menggunakannya sebagai alasan. Dia akan menganggap hari ini tak ada yang terjadi.


Yoon Sung pergi dan Hwa Ja masih menatapnya dengan sedih.

FLASHBACK


Pertemuan antara Yoon Sung dan Hwa Ja terjadi ketika CEO Kang memperkenalkan mereka. Keduanya sama – sama terkejut melihat kehadiran satu sama lain.


Saat mengantarkan pulang, Hwa Ja berkomentar kalau putranya sekarang sudah tumbuh menjadi pria hebat. Mereka sudah tak bertemu selama 12 tahun. Dia tak menyangka kalau mereka bisa bertemu hari ini. Apa kau terkejut?

“Sepertinya Anda salah orang, Nyonya. Ibuku sudah meninggal 12 tahun silam.”

Baiklah. Hwa Ja menerima kalau Yoon Sung sudah membuangnya dari ingatannya. Berpura – pura saja mereka tak kenal, dia tak akan mengungkitnya. Lagipula dia mengaku belum pernah menikah pada CEO Kang.

“Sepertinya bukan hanya aku yang telah melupakannya.” Ujar Yoon Sung.

Hwa Ja meminta agar Yoon Sung berpura – pura agar ia bisa tetap tinggal bersama dengan CEO Kang.


Yoon Sung diam sambil mengemudi, dia menitikkan air mata mendengar permohonan sadis dari ibunya.

FLASHBACK END


Ha Won tersenyum saat melihat Ji Woon sudah menantikannya didepan rumah. Dia meminta Ji Woon untuk membukakakn pintu. Ji Woon jelas menolaknya, memangnya tangamu buat apa?

Ha Won menunjukkan dua kruk ditangannya. Dengan terpaksa, Ji Woon harus membantu meletakkan kruk Ha Won dikursi belakang. Ha Won masih menatapnya dengan senyum lebar. Ha Won mengisyaratkan agar Ji Woon membukakan pintu mobil. Ji Woon menghembuskan nafas sebal tapi tetap menuruti permintaan Ha Won.


Tuan Kang berada di Haneul Grup memperhatikan mereka berdua, “Sepertinya Ha Won sudah tumbuh besar.”



Dokter sudah memeriksa hasil rongent Ha Won dan menyatakan kakinya sudah sembuh. Dia sudah bisa melepas gipsnya. Sontak Ha Won menoleh ke arah Ji Woon yang menatapnya dengan senyuman menyeramkan.

Ha Won mengaku kalau kakinya masih terasa sakit.

“Tak perlu khawatir. Kakimu sudah sembuh.” Ucap dokter.



Ji Woon bertanya pada dokter, berarti kaki Ha Won sudah bisa bergerak dengan leluasa?

Tentu saja. Bahkan kalau dia mau berlari pun sudah bisa. Ha Won tersenyum garing ketika melihat senyum kesal Ji Woon. Ji Woon langsung meninggalkan kruk Ha Won dan berjalan pergi.


Ha Won bertanya kenapa Ji Woon sangat marah padanya. Ya iyalah dia kesel, ternyata Ha Won sudah sembuh tapi tetap mengajaknya ke rumah sakit. Ha Won mengaku kalau kakinya memang tadi masih sakit kok, gips –nya saja baru dilepas!

“Kalau begitu, pulang ke rumah saja sendiri. Kau tadi bilang kau sudah sembuh, 'kan? Aku tidak perlu lagi menemanimu kemana-mana.”



Ha Won terpancing emosi mendengar ocehan Ji Woon, memang apa salahnya mengantar dia ke rumah sakit. Ji Woon jadi tak enak melihat ekspresi kecewa Ha Won, dia cuma bercanda kok.

Ha Won sudah terlanjur dongkol, ia pun memilih meninggalkan Ji Woon begitu saja.

Dalam perjalanan, Ji Woon masih bertanya – tanya dimana keberadaan Ha Won. Tas –nya ketinggalan dimobil. Dia tak pernah berfikir Ha Won akan marah dengan hal sepele macam ini.

Ji Woon tersenyum saat melihat Ha Won tengah berjalan sendirian. Ia pun bergegas menepikan mobilnya.



Ha Won masih jual mahal dan memalingkan wajah ketika Ji Woon menawarkan tumpangan. Lebih baik dia jalan kaki atau naik bus saja. Ji Woon menunjukkan tas Ha Won, memangnya kau punya uang?

Tidak punya. Makanya Ha Won memilih untuk jalan kaki. Cuacanya bagus dan udaranya segar. Dia mau jalan kaki menggunakan kakinya yang sehat ini. Pasti menyenangkan!

Ji Woon tersenyum, “Ayo bersamaku.”


Ji Woon keluar dari mobil lalu membukakan pintu, dia mengedikkan dagu memberi isyarat agar Ha Won segera masuk. Ha Won berubah semangat, baiklah kalau itu maumu!

Keduanya pun sama – sama tak bisa menahan senyuman mereka.


Keduanya menikmati perjalanan mereka melewati tempat yang masih asri. Terlihat hijau dan Ha Won sangat menyukainya. Dia terus tertawa sepanjang jalan dengan girangnya. Ji Woon cuma senyum – senyum memperhatikan cewek disampingnya itu kegirangan.



Ditempat lain, suasana hati Hyun Min masih belum membaik. Dia bermain bilyard dengan sangat serius sampai membuat temannya keheranan. Ponsel Hyun Min berdering menerima panggilan dari Hye Ji. Dia memilih mengabaikannya meskipun berkali – kali ponselnya terus berbunyi.



Hye Ji duduk dengan gusar sendirian, wajahnya sudah memerah ingin menangis. Ia menatap ke arah beberapa orang berjas hitam yang tengah memeriksa rumahnya. Rumah Hye Ji seperti akan disita.


Ji Woon membawa Ha Won menuju ke sebuah tempat, disana mereka bisa melihat pemandangan kota yang indah. Ha Won jelas kegirangan dengan senangnya. Ji Woon berdiri disamping Ha Won lalu meraih minuman milik Ha Won. Ia menyeruputnya tanpa ragu.

“Itu punyaku.”

“Punyaku sudah habis.”

Ha Won memperhatikan bibir Ji Woon yang tengah menyeruput minumannya. Dalam benaknya kembali terfikir ciuman mereka. Dia langsung menggeleng seolah ingin menghilangkan pikiran itu.



“Kenapa dengan ekspresimu?”

Ha Won mengelak lalu mengipasi wajahnya yang mulai panas. Ji Woon dengan iseng menarik Ha Won mendekat padanya. Dia menatapnya dengan intens, apa ada yang ingin kau katakan padaku?

“Begini... Apa mungkin... kau menyukai seseorang...”


Ucapan Ha Won belum selesai ia katakan tapi panggilan sudah masuk ke ponsel Ji Woon. Ji Woon langsung menerima panggilan dari Hye Ji dan berkata akan segera kesana.

Ji Woon mengajak Ha Won untuk bergegas pulang.


Dalam perjalanan, Ji Woon langsung berubah diam dan tak mengatakan apapun. Ha Won dengan hati – hati bertanya apakah Ji Woon akan menemui Hye Ji?

Ji Woon membenarkan. Ha Won meminta untuk diturunkan saja, dia akan naik bus. Ji Woon melarang, dia akan mengantarnya sampai ke rumah.

“Hye Ji sudah menunggumu.” Ucap Ha Won.


Ji Woon menepikan mobilnya, “Maaf.”

Ha Won tak menjawab ucapannya dan bergegas turun.


Saat dibus, Ha Won merasa semakin sedih dan tak bisa menahan air matanya. Ia mencoba untuk menahannya namun air mata itu tetap mengalir.


Ji Woon menuju rumah Hye Ji. Hye Ji memberitahukan kalau rumahnya disita dan akan dilelang. Ayahnya diperiksa kantor kejaksaan. Melihat tangisan Hye Ji, Ji Woon berniat menepuk pundaknya. Tapi tak disangka, Hye Ji malah menghambur ke pelukan Ji Woon.

Ji Woon sempat tertegun tak bereaksi namun akhirnya ia menepuk pundak Hye Ji menenangkan, semuanya akan baik – baik saja.


Hyun Min menyesal karena tak mengangkat panggilan dari Hye Ji. Tapi ia tak mau untuk menelfonnya balik.

Ponselnya kembali berdering, ia langsung bete saat tahu penelfonnya bukan Hye Ji. Hyun Min mengangkatnya dengan malas. Orang diseberang telefon memberitahukan kalau Youngshin Konstruksi sudah bangkrut. Bukankah itu keluarga Hye Ji?

Tanpa pikir panjang, Hyun Min langsung menghubungi nomor Hye Ji tapi sayangnya nomornya tidak aktif.


Hyun Min berlari keluar rumah dengan tergesa – gesa, dia berpapasan dengan Ha Won yang baru sampai rumah. Tak selang lama, mobil Ji Woon sampai dan Hye Ji ikut bersamanya. Mereka berempat terlihat kikuk satu sama lain.


Hyun Min sempat ingin mengatakan sesuatu pada Hye Ji.. “Hei.. Kau..” tapi ucapannya tertahan.

Ji Woon menarik tangan Hye Ji kemudian memberitahukan pada mereka kalau Hye Ji akan tinggal dirumah ini untuk sementara waktu.


-oOo-
Hye Ji dan Ha Won adalah dua wanita yang punya kepribadian yang jauh berbeda satu sama lain. Hye Ji dengan sikap gloomy -nya dan Ha Won yang membawakan keceriaan setiap saat.

Hubungan antara Hye Ji dan Hyun Min masih dipertanyakan, kenapa mereka berdua harus berpisah? 

Tapi memang aku sendiri sulit untuk menyukai ataupun merasakan kasian pada Hye Ji. Setiap kali aku melihatnya, dia selalu murung entah alasan apa.

Semoga PD - Nim memberikan dia sedikit keceriaan diepisode selanjutnya.

Tapi episode kali ini, Seo Woo udah manisnya ga ketulungan. Siapa coba yang ga meleleh kalau di nyanyiin lagu romantis koyo ngono? Yaa ampun, aku harap dia segera mendapatkan pasangan. 

Selain itu, kita juga bisa melihat sisi lain dari Yoon Sung. Dia yang biasanya kalem dan iya - iya aja tanpa protes, tiba - tiba bisa marah. Dan ternyata kisah dibalik kehidupannya juga ga sesimple itu. Perpisahan apa yang menyebabkan retaknya hubungan keluarga mereka?

Disisi lain, Ji Woon dan Hyun Min masih terombang ambing dengan perasaannya sendiri.

PREVIEW Cinderella and Four Knights Episode 11

17 Responses to "SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 10 Bagian 2"

  1. hwa ja ..... ibu macam apa... teganya.kebalikannya ama ha won, dia tidak seegois hwa ja.lanjutkN

    ReplyDelete
  2. Mba, sinopsis episode ke-9 memang gak dibuatkan? Saya jadi baper jadinya, hehehee

    Terima kasih Mba, sudah meluangkan waktu utk membuatkan sinopsis. Semoga selalu sehat ☺️

    ReplyDelete
    Replies
    1. bantu jwb episode 9 ada diblog drama diary

      Delete
  3. Omg,, ternyata hyeji masih sangat berharap sama hyunmin. Buktinya yg d telpon pertama x saat dia dalam masalah hyunmin. Katanya tulus sama jiwoon.

    ReplyDelete
  4. Si hye ji tega juga, demi melampiaskan kekecewaannya dia memanfaatkan ji won yang tulus memperhatikannya. Bikin ji won galau aja

    ReplyDelete
  5. Kesel sama Hyunmin disini. Hyeji itu sebenernya lebih butuh Hyunmin, buktinya yang dia telpon pertama kali saat dia punya masalah ya Hyunmin. Tapi yang selalu ada ya cuma Ji Won. Cewek digituin mulu ya lamalama juga nyerah. Ngapain nunggu yang nggak pasti. Nggak guna :'v

    ReplyDelete
  6. beneran deh, enggak suka hye ji aku 😩 seo woo so sweeeettt 😍 gak gugup gimana coba kalo d'nyanyi'in d'tatap'in mulu 😍😍 kangen hyun min yg ceria 😳

    ReplyDelete
  7. Oooops,, part 2 udah d post,, hhehe dan seo woo-ku langsung nongol di part kedua ini,, yoon sung dan hwa ja,,, perkiraan ku salah !!! Ternyata mereka ibu dan anak,, aku malah berharap ny mereka itu pacaran wahahahahahha,,, hye ji psti masih cinta sma hyun min, buktinya waktu rumah hyeji d geledah, hyunmin org pertama yg d tlpon,, hyunmin juga pasti msih cinta banget sama hye ji, buktiny dia kehilangan hyeji yang selalu ngejar dia *makanya jangan jual mahal lo miiin !!!*
    Ji woon dan ha won,,, cute laaah mereka berdua *tapi tetep cute-an seo woo titik* daaannn rasa rasanya aku jatuh cinta lagi sama jung il woo setelah drama 49days hhahahahhahahhahhaha

    ReplyDelete
  8. Jadi mls ngikutin drama ini...., g smgt lagi. Coba aja Hyun Min ttap suka ma Hwon....

    ReplyDelete
  9. Aku udah nonton drama ini dan ngelanjutin baca drama ini karna mau cari lagu yang di nyayiin sama kang seo woo Aku malah mau ha won sama kang seo woo labih bikin greget

    ReplyDelete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. Kan kan kan....yoon sung anknya hwa ja....
    Kamsaeyo puji....

    ReplyDelete
  12. Entah kenapa aku lebih suka Hyun min sama hawon :D

    ReplyDelete
  13. Ya kang seo woo sama ha won boleh juga tuh, biar ceritanya anti mainstream haha.
    Seo woo cute bgt ahh pengen punya pacar kaya seo woo haha *lol*

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^