SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 8 Bagian 1

SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 8 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: tvN


Hyun Min terbangun dari tidurnya dan segera terkejut karena ia tak ada didalam kamarnya. Dimana aku? Tanyanya. Ha Won memanggil Hyun Min dan melambaikan tangan dengan riang. Dia memintanya untuk kembali tentang.

Hyun Min bangkit dengan linglungnya, dimana aku Ahjussi? Kenapa goyang – goyang? Seharusnya aku tak ada didalam pesawat?

Petugas yang ada disana segera membopong Hyun Min untuk kembali duduk ditempatnya. Hyun Min gelojotan kesal setelah sadar kalau dia dibawa pergi tanpa sepengetahuannya ketika masih tidur.


Ha Won tengah menggambar didalam bukunya, ada malaikat kecil yang polos terlihat tidur dengan tenang.

[Sungai keenam: Berisirahat. Bukan dalam artian berhenti atau bermalas – malasan.]



Sesampainya dipenginapan, Seo Woo langsung protes karena mereka tak berlibur ke thailand seperti yang Ha Won katakan. Dan juga, kenapa kau harus membawa gadis ini? tanya Seo Woo sambil melihat Ja Young dengan risih. Ja Young terus menempel padanya untuk bisa berfoto bersama.

Ha Won meminta maaf atas kebohongannya. Tapi kalau masalah Ja Young, bukannya lebih seru kalau makin banyak orang.

“Kau senang kau datang juga, 'kan?” tanya Ha Won pada Hyun Min.

Hyun Min dengan malas mengibaskan pajamanya, bagaimana dia bisa senang dengan penampilannya yang semacam ini?

“Kau masih saja keren kok!” puji Ha Won menunjukkan jempolnya.



Ji Woon mengajak Hye Ji agar mereka bisa menikmati liburan ini karena sudah terlanjur ikut. Hye Ji pun menyetujui ajakan itu.

Ha Won terlihat tak begitu suka dengan kedekatan mereka berdua. Cieee.



Sebelum mereka menuju kamar masing – masing, Yoon Sung datang sambil membawa tas lalu meletakkannya dihadapan Ha Won. Ha Won membedah tasnya dan menunjukkan jaket kembaran yang telah ia persiapkan, dipunggungnya juga terdapat bordiran nama mereka masing - masing.

Selama disana, Ha Won ingin memberikan mereka jaket seragam ini untuk mereka. Dia juga akan memberikan jadwal yang harus mereka ikuti. Semuanya bertujuan agar mereka bisa saling mengenal satu sama lain.

Ha Won memberikannya pada Hyun Min, Ji Woon dan Seo Woo namun tak seorang pun dari mereka yang bersedia menerimanya. Bahkan Hye Ji yang baik hati juga menolak aturan konyol tersebut.


“Ahjussi..” ucap Ha Won penuh harap. Yoon Sung menatap setelan jasnya, dia merasa sudah nyaman menggunakan pakaian ini. Ia pun pergi.

Ja Young menepuk pundak Ha Won dengan kasihan, “kau tak bisa berbuat seperti itu.”

Alhasil, Ha Won tertinggal diruang tamu sendirian ketika yang lain sudah pergi karena menolak rencananya.



Yoon Sung menghubungi CEO Kang untuk memberikan kabar tentang liburan mereka. Ha Won telah mempersiapkan banyak hal namun tak seorang pun menerimanya dengan senang hati.

“Kau tak perlu memberi informasi kecil setiap saat. Kau juga harus berlibur.” Ucap CEO Kang.

Yoon Sung terkejut, dia meminta maaf tak bisa ada disamping CEO Kang ketika beliau tengah sakit. CEO Kang tak mempermasalahkannya, pastikan kau beristirahat menikmati liburan ini!



Hwa Ja datang menghampiri CEO Kang, dia mengutarakan pendapatnya tentang CEO Kang yang tak memberitahukan siapapun saat dia memeriksakan diri di RS. Anak – anak sudah besar, mereka sudah pantas tahu apa yang seharusnya diketahui. Mereka tak akan senang berlibur kalau tahu kakeknya sedang sakit.

“Aku melakukan ini supaya aku bisa menghabiskan waktu dengan istriku. Kau tahu?” ujar CEO Kang.

“Aku tak tahu.”

CEO Kang tersenyum miris, toh kalau mereka tahu, dia tak yakin anak – anak berandal itu akan menjenguknya. Hwa Ja tersenyum, kalau begitu dia yang akan mengkhawatirkan CEO Kang untuk menggantikan mereka.


Dipenginapan, Yoon Sung menerima pesan dari ibunya bahwa dia tak akan mengirimkan pesan lagi asalkan dia mau makan bersamanya. Yoon Sung mengernyit heran menatap pesan tersebut.



Hyun Min merebahkan diri diranjangnya. Dia melihat tempelan kertas bintang di langit – langit. Tempat ini tak berubah sedikit pun, gumamnya.


Ha Won dengan ceria berniat menempelkan jadwal didepan pintu Hyun Min. Tepat saat itu, Hyun Min keluar dari dalam kamarnya dan pergi tanpa mengatakan apapun. Ha Won bertanya, kau mau kemana?

Hyun Min masih dalam mode ngambek dan mengabaikan Ha Won.

Ha Won pun akhirnya melanjutkan pekerjaan untuk menempelkan jadwal dipintu yang lain.


Ha Won masih terus berusaha dan berteriak dari ruang bawah untuk mengumpulkan mereka. Tapi usahanya tak berhasil karena tak seorang pun yang bersedia kumpul.


Ha Won masuk ke kamar Seo Woo dan melepaskan headset yang menyumpal telinganya. Apa yang kau lakukan? tanyanya. Seo Woo mengaku kalau dia tengah bersenang – senang. Ha Won tak sependapat, bagaimana dia bisa bersenang – senang ketika ia seorang diri? Senang – senang itu akan lebih seru dengan orang lain saat sedang berlibur.

“Nona Selebriti. Aku bahkan tidak punya 10 hari libur dalam setahun. Dan hari ini salah satu dari 10 hari itu! Jadi jangan ganggu aku, ya?” tegas Seo Woo kembali menyumpal telinganya dan kembali bermain gitar.

Ha Won kesal lalu menarik headset Seo Woo, tidak mau!



Ditempat lain, Hye Ji tengah menikmati kesendiriannya dengan berjalan – jalan santai. Ia melihat bangku taman lalu memperhatikan ukiran kecil yang terdapat dibangkut tersebut. Hye Ji cinta Hyun Min. Hye Ji mengusap ukiran itu seraya tersenyum.


Ha Won mengagetkan Hyun Min yang tengah bersantai di pinggir kolam renang. Hyun Min masih berusaha mengabaikannya sebisa mungkin. Ha Won dengan sangat bersungguh – sungguh meminta maaf karena telah membuatnya menjadi bahan tertawaan satu negeri dan membawanya berlibur tanpa izin.


Dengan penasaran, Hyun Min akhirnya mau bicara juga dengan Ha Won untuk bertanya kenapa dia menyuruhnya merenungkan perasaannya? Apakah ada bedanya kalau dia mencintai Ha Won dengan tulus atau tidak?
  
“Tentu saja, karena seorang pria dan wanita yang berkencan...”


Hyun Min menghentikan penjelasan Ha Won yang bertele – tele. Dia menganggapnya seperti Mossol. Seorang wanita yang punya selera buruk pada pria. Hah, sudahlah mungkin dia hanya merasa sedikit tertekan akhir – akhir ini. Hyun Min mengusir Ha Won, hush hush.

Ha Won kesal dikatai Mossol, dia menepuk lengan Hyun Min dengan marah. Dasar Playboy!


Selepas kepegian Ha Won, Hye Ji datang dengan menggunakan pakaian renang. Ia melihat ada Hyun Min yang sedah bersantai di tepian kolam.




Suara cipratan air terdengar berisik, Hyun Min merasa terganggu. “Apa kau belum pergi Mossol?”

Hyun Min menatap ke arah kolam renang karena mengira Ha Won ada disana, namun wajahnya langsung berubah malas saat tahu Hye Ji yang tengah berenang. Hye Ji menghampiri Hyun Min dan membahas mengenai kenangan masa kecil mereka. Mereka dulu sering berenang bersama dan Hyun Min selalu kalah darinya. Apa kau ingat?

“Entahlah. Aku lupa.”

Hye Ji menawarkan untuk berenang bersama. Hyun Min dengan dingin menolak tawaran tersebut, aku tak memakai pakaian renang. Ia pun pergi karena malas harus berada dekat dengan Hye Ji.


“Hyun Min....” seru Hye Ji gelagapan didalam air. Hyun Min yang tadinya hampir pergi segera kembali demi menyelamatkannya. Dia akhirnya berenang dan mengangkat Hye Ji ketepian.


“Kau baik – baik saja? Mana yang kram?” tanya Hyun Min perhatian kemudian memijit pergelangan kaki Hye Ji. Namun setelah kondisi Hye Ji membaik, Hyun Min kembali bersikap acuh tak acuh.

“Terima kasih. Aku...”

Hyun Min segera menyela ucapan terimakasih Hye Ji. Dia yakin kalau bukan dia yang ada disini, siapapun pasti akan menolongnya. Hyun Min seolah ingin menegaskan bahwa ia sama sekali tak perduli pada Hye Ji. Ia pun bergegas pergi namun setelah berjalan beberapa langkah, ia sempat memperhatikan Hye Ji dengan khawatir.



Ji Woon memperhatikan susunan jadwal Ha Won yang banyak sekali dan semuanya menggunakan nama – nama aneh. Dia berpapasan dengan Ja Young, apa kau sedang mencari Ha Won?

Sontak Ji Woon menggelengkan kepala. Masih enggan untuk mengaku kalau dia perduli nih, ia kemudian bertanya dimana Ha Won berada?

Ha Won baru saja pergi tapi Ja Young sendiri tak tahu dimana keberadaannya.

-oOo-


Dirumah, Yoo Na tengah membuat sebuah diagram untuk menunjukkan keterkaitan Ha Won. Dia menyimpulkan kalau mereka berhasil menemukan Ayah Ha Won, maka Ayahnya akan membawa dia keluar dari Sky House.

Soo Kyung menyetujui kesimpulan itu, ditambah juga hubungan mereka dengan Ha Won akan terputus soalnya Ayah tak mempunyai hubungan darah dengan Ha Won. Mereka tak perlu lagi melihat wajah bodoh Ha Won!

“Ayo kita cepat-cepat menyerahkan dia ke ayah kandungnya!” ucap Yoo Na.



Sebuah pesan masuk ke ponsel Soo Kyung. Dia sudah mendapatkan alamat pria yang diduga menjadi ayah kandung Ha Won. Soo Kyung berapi – api akan meminta uang ganti setelah membesarkan Ha Won selama ini.

“Ibu, fighting!” seru Yoo Na mengepalkan kedua tangannya.

-oOo-


Ha Won sibuk sendirian di peternakan untuk memberi makan kambing. Cuma mereka saja yang mau bermain dengannya, ujar Ha Won memberikan rumput.



Suasana ini mengingatkan Ha Won pada kenangan masa kecil, dimana keluarganya begitu bahagia saat itu. Dia pergi piknik bersama orangtuanya dan makan kimbap sambil bercengkrama ditengah rerumputan hijau.

Tersisalah satu kimbap, Ha Won dan Ayah bertatapan sengit memperebutkan kimpat itu. Ayah mengingatkan bahwa orang tua harus mendapatkan potongan yang terakhir. Ha Won jelas saja tak mau mengalah, apa ayahnya tak tahu istilah Ladies First?


Ibu menunjuk sesuatu secara tiba – tiba, “apa itu!”

Setelah keduanya lengah, Ibu memakan potongan akhir kimbapnya. Suami dan anaknya jelas saja protes. Namun Ibu mengingatkan tentang 36 Tipu Muslihat Sun Tzu, Bab 1, Ayat 6! Membuat keributan di timur dan menyerang dari barat! Apa artinya?

“Mengalihkan perhatian musuhmu  di tempat lain!” jawab Ha Won.



“Apa itu?” seru Ayah.

Saat Anak dan Istrinya lengah, Ayah mencuri kecupan dipipi mereka. Keluarga ini akhirnya kembali tertawa riang menunjukkan kebahagiaan diantara mereka.

FLASHBACK END


Ha Won melihat jadwal yang ia bawa, sekarang jadwalnya untuk menunggang kuda. Baiklah, dia akan bersenang – senang sendirian.


Bukannya menunggangi kuda, Ha Won malah lebih asyik memberikan makan mereka. Ji Woon akhirnya datang ke istal dan langsung menyindirnya, apa ini yang kau maksud menunggang kuda?



Bagi Ha Won, memberi makan mereka sudah seperti menungganginya. Ji Woon tak setuju, dia kira Ha Won akan mematuhi jadwal yang ia buat sendiri. Dia pun berniat membuka istalnya.

Ha Won ketakutan setengah mati, dia memohon agar tak melakukan ini. Ji Woon tersenyum jahil, “Kau tidak boleh begitu.”


Seo Woo mengupload selca –nya seperti biasa, dia meletakkan caption kalau ia tengah menikmati kebebasan. Tak lama setelah itu, Managernya menelfon dan bertanya dengan ketus, apa kau menikmati kebebasanmu?

Tentu saja, tak biasa - biasanya Seo Woo dapat berlibur semacam ini. Terimakasih atas tipuan Manager dan juga Ha Won hingga ia bisa bersantai. Manager masih dongkol, kau tahu kenapa kau bisa sampai berlibur seperti ini?

“Apa maksudmu?”

“Aku harus bernegosiasi dengan foto ini!” ucap Manager mengakhiri panggilan.

Tak lama berselang, Seo Woo mendapat pesan gambar yang menunjukkan ia tengah memakai seragam wanita. Hahaha. Seo Woo tak tahu kalau Ja Young sudah mengabadikan momen memalukan itu.


Di sisi lain, Ha Won tengah menunggang kuda bersama dengan Ji Woon. Dia terlihat ketakutan sekaligus antusias karena ini baru pertama kali untuknya. Ji Woon dengan telaten membuat laju kudanya lambat sampai Ha Won terbiasa.

Setelah perjalanan mulai jauh, ia anggap Ha Woo telah terbiasa dan memacu kudanya dengan kencang. Ha Won terlihat ketakutan namun menikmati momen ini. aaaaahhhh... sweet...


Seo Woo menemui Ja Young dengan wajah kesalnya, dia menunjukkan foto memalukannya pada Ja Young. Kau yang sudah mengirimkan ini pada Ha Won?

Ja Young sampai menyemprotkan air yang ada dalam mulutnya. Dia mengangguk polos higga Seo Woo makin kesal.

Yoon Sung datang dengan membawa daging. Dia meminta Seo Woo untuk menyiapkan pesta barbekyu. Seo Woo jelas malas soalnya ribet kalau harus menyiapkan barbekyu segala.

Yoon Sung mengedikkan dagu ke arah jadwal yang tertempel di pintu. Setelah tahu ini semua rencana Ha Won, Seo Woo tak melakukan penolakan lagi. Ja Young menawarkan bantuan namun Seo Woo menolaknya dengan segera. Bersihkan airnya!

“Baiklah.” Ucap Ja Young pasrah.



Ji Woon dan Ha Won berjalan kembali ke penginapan setelah selesai menunggang kuda. Celakanya kalung yang digunakan oleh Ha Won hilang. Dia menyuruh Ji Woon untuk kembali lebih dulu, dia akan mencari kalungnya.

“Kenapa dia selalu membuatku khawatir?” keluh Ji Woon.


Akhirnya Ji Woon tak tega dan menemani Ha Won untuk mencari kalungnya. Apa itu penting bagimu?

“Itu milik ibuku.”

Ji Woon pun akhirnya memutuskan untuk membantu mencari. Tapi dia meminta imbalan kalau seandainya bisa menemukan kalung tersebut. Dia ingin Ha Won mengabulkan satu permohonannya. Ha Won menanggapi dengan remeh, permohonan apaan?

“Apa yang permohonanku?” gumam Ji Woon.


7 Responses to "SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 8 Bagian 1"

  1. Hahaha, lucu liat expresi hyun min pas bangun d pesawat.������

    ReplyDelete
  2. D tunggu kelanjutan y..seru banget cerita y..😊

    ReplyDelete
  3. Ah kang ji won 😍
    D tggu yh part2x fighting 💪

    ReplyDelete
  4. jangan2 permohonan ji woon adalah ha won jadi pacarnya ji woon 😆😆 sepertinya hyun min beneran masih suka sama hye ji 😢 padahal aku lebih suka hyun min sama ha won 😀😀😍 d'tunggu kelanjutannya min 😚 fighting nulisnya min 😍😍

    ReplyDelete
  5. Part duanya mbak di tunggu... fighting..

    ReplyDelete
  6. Semangat... Hwaiting... Too much handsomeness in 1 drama... Fave 1
    Jung il woo,.. Jungshin chingu.. 😀😀😀😀😚😚😚😚

    ReplyDelete
  7. Pesona jung il woo sdh keliatan.....dan chemistrinya bgs bgt sama park soo dam, setelah diawal awal episode dibikin ngakak sama hyun min dan ha won , skrg liat jung il woo saja saa sdh senyum2 GEje:-)

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^