SINOPSIS Cinderella and Four Kinghts Episode 10 Bagian 1

SINOPSIS Cinderella and Four Kinghts Episode 10 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: tvN


Ha Won melihat Hye Ji yang sedang menembak Ji Woon. Jelas saja ia terkejut dan berdiri ditempat melihat mereka. Hyun Min sama terkejutnya, ia bergegas masuk ke kamar dan membanting pintunya.

Ji Woon juga bingung memberikan respon namun Hye Ji tidak meminta jawaban sekarang.  Sudah larut malam dan ia harus pulang.

Ha Won berdiri didepan pintu dalam diam, ia memegang jam tangan yang ada ditangannya.


Ji Woon baru menyadari keberadaan Ha Won ketika ia hendak masuk kedalam kamar. Keduanya sama – sama canggung dan Ji Woon memutuskan untuk bergegas masuk ke kamarnya.

Ha Won memanggil Ji Woon, dia menghampiri untuk memberikan jamnya. Ha Won mencoba bersikap tenang dan membahas mengenai pernyataan cinta Hye Ji, dia pikir Ji Woon tidak akan bisa tidur malam ini. Dia sangat mencintai Hye Ji, ‘kan? Apa kalian sudah resmi berpacaran?

Ji Woon tak memberikan jawaban. Ha Won akhirnya memutuskan untuk pamit kembali ke kamar, “Selamat malam.”


Dalam kamarnya, Ji Woon kembali memikirkan pernyataan cinta Hye Ji. Dia masih belum bisa memutuskan apa yang akan ia pilih.

FLASHBACK


Waktu itu, Ji Woon keluar dari ruang pribadi miliknya sambil memainkan sebuah kamera lawas. Dia menjepret dengan asal untuk memeriksa kamera itu. Namun tanpa ia sadari, dihadapannya ada seorang gadis yang tengah duduk menangis.

Ji Woon jelas merasa kikuk karena tanpa sengaja memotretnya. Tanpa berkata – kata, dia memutuskan untuk kembali ke ruangannya.


Hye Ji mengikuti Ji Woon untuk mengkonfirmasi identitasnya, kenapa dia memotretnya?

“Tidak.”

Hye Ji belum bisa percaya dan mengecek kamera yang ada ditangan Ji Woon. Kamera itu memang sudah tak berfungsi dengan baik. Hye Ji kembali meyakinkan, apa kau benar – benar tak mengambil gambarku? Kau bekerja di sini? Apa yang kaulakukan disini?



Ji Woon mengaku tak melakukan apapun disana. Ia balik mempertanyakan alasan Hye Ji menangis sendirian. Hye Ji tak bisa menjawab, Ji Woon pun tak ada niatan untuk menanyakan hal ini lebih lanjut. Ia memintanya jangan menangis diluar, menangislah disini.

Ji Woon pergi meninggalkan ruangannya dan Hye Ji kembali menangis disana sendirian.


Tangisan Hye Ji telah membangkitkan kenangan masa kecil Ji Woon. Dia sering melihat ibunya menahan tangis sendirian tengah malam. Ji Woon kecil tak bisa berbuat apa - apa, dia hanya bisa ikut sedih mendengar isakan tertahan ibunya.


Ji Woon sampai tertidur menunggu Hye Ji diluar ruangan. Hye Ji yang sudah lega akhirnya keluar ruangan, ia menyelampirkan jaketnya ketika melihat Ji Woon tertidur meringkuk didepan pintu.

FLASHBACK END



Dilain sisi, Hyun Min juga masih belum bisa tidur. Ia tengah memandangi foto emoticon senyum yang ada dalam ponselnya. Ia kemudian melemparkan pandangan pada foto kecil bersama Hye Ji dan kakaknya.

-oOo-



Keesokan harinya, Ha Won merana dan menceritakan kisah ini pada Young Ja. Dia mengatakan kalau kisah ini adalah kisah milik anak sepupu teman ibunya. Orang itu mendapatkan sebuah pengakuan cinta dari orang yang sudah lama ia cintai. Young Ja bertanya, apa wanita itu cantik?

Ha Won langsung mendesah mengingat sosok Hye Ji memang cantik.

Baiklah. Young Ja rasa pasangan baru telah terlahir kedua ini. Ha Won tak menyetujui pendapat itu, kan si pria belum memberikan jawaban.

“Apa perlu dijawab? Lagipula, si wanita itu cantik.”

“Hei, cantik itu bukan segalanya!”

“Tapi memang begitulah kenyataan.”



Ha Won masih membuat alasan kalau si pria harusnya menegaskan hubungan dulu, barulah mereka resmi pacaran. Young Ja mengejek sifat kolot Ha Won, sekarang ini banyak orang yang cuma main mata dan lihat bagaimana nanti.  Tapi mungkin akan berbeda hasilnya kalau cintanya bertepuk sebelah tangan dalam waktu yang lama.

“Bagaimana?”

“Misalnya, dia bisa saja mulai menyukai perempuan lain.” ujar Young Ja.

“Perempuan lain?”


Ha Won mengintip Ji Woon yang tengah sibuk di ruang pribadinya. Melihatnya sedang sibuk, dia memutuskan untuk pergi. Ha Won mulai berfikir mengenai perempuan lain yang dimaksud oleh Young Ja. Tapi Ji Woon selalu sendiri, perempuan lain selain Hye Ji hanya....

Dia mengingat kembali ciumannya bersama Ji Woon saat mabuk. Senyum tersungging dibibir Ha Won, “Aku?”

Sontak Ha Won menggeleng untuk membuang pikirannya ini. Namun wajah Ha Won tak bisa berbohong dan menunjukkan senyum senang yang tak bisa ia tutupi.


Sekarang Ha Won mulai penasaran dan menebak – nebak. Dia meminta pendapat di internet, bagaimana tanda seseorang menyukainya?

Tak selang lama jawaban bermunculan. Apa kau cantik? Jangan tanyakan pada semua orang, tanyakan sendiri padanya. Ha Won mengeluh menerima jawaban asal - asalan di media sosial.

Sampai akhirnya Ha Won menemukan sebuah jawaban yang membuatnya tertarik. Netizen itu menulis kalau seorang pria tak akan marah pada wanita yang dia sukai.

Ha Won tersenyum menemukan sebuah ide.


Ha Won mengintip waspada sambil memegangi sebuah buku. Ji Woon muncul dan Ha Won langsung pura – pura membaca bukunya. Ia kemudian melemparkan buku itu tepat ke kepala Ji Woon.

Ji Woon menoleh dengan wajah keheranan. Ha Won bertingkah seolah tak bersalah dan meminta maaf. Dia tak sengaja.

Ji Woon tidak menunjukkan reaksi marah lalu meninggalkan Ha Won dengan heran. Ha Won juga heran menerima reaksi itu, dia masih tak bisa mengetahui apakah Ji Woon menyukainya atau tidak.


Keduanya kembali bertemu di dapur, Ji Woon sempat curiga menatap kehadiran Ha Won namun Ha Won menggeleng polos. Ji Woon berniat meninggalkan dapur, Ha Won sengaja menyenggol tangannya ketika berpapasan. Sontak gelas yang berisi minuman tumpah mengguyur baju Ji Woon. YAK!

“Maafkan aku! Kau baik – baik saja?”

Ji Woon menahan amarahnya dan pergi meninggalkan dapur dengan baju basah kuyup.


Ha Won masuk ke dalam ruang pribadi milik Ji Woon. Dia lalu mengobrak – abrik isi yang ada didalamnya. Dia mengacak alat – alat bengkel yang tertata rapi dan melemparkan beberapa barang ke sembarang tempat.

Setelah ruangan berantakan, Ha Won tersenyum puas.


Ji Woon masuk ke ruangan miliknya, dia keheranan melihat ruangan itu sudah berubah berantakan. Tanpa pikir panjang, dia langsung menebak Ha Won sebagai pelakunya. EUN HA WON!!



Ha Won bergegas ke ranjangnya sebelum Ji Woon masuk. Ji Woon dengan geram membentak Ha Won dan mempertanyakan alasannya melakukan semua ini. Ekspresi Ha Won berubah sedih, ia berbalik menatap Ji Woon dan menunjukkan wajah lemahnya. Bicara apa kau? Kenapa kau kejam sekali pada orang sakit?

Ji Woon tersenyum tak percaya dan menyibak selimut Ha Won. Ia menuduh Ha Won sedang pura – pura. Kalau dia bosan hidup, ya sudah tidur saja.



Ha Won melemparkan bantalnya ke arah Ji Woon dengan kesal. Ji Woon berbalik dan kembali berteriak pada Ha Won.

“Apa? Toh kau juga tidak khawatir waktu aku sakit. Kau tidak pernah khawatir denganku, atau membelikan makanan untukku!” keluh Ha Won.

Wajah Ji Woon langsung melunak mendengar keluhan dari Ha Won. Tapi ia masih bersikap acuh tak acuh dan bertanya, apa kau masih anak kecil? Merepotkan saja.

Ha Won menatap kepergian Ji Woon dengan sedih. Ia berfikir kalau Ji Woon pasti tak pernah menyukainya.


Hye Ji sudah bersiap untuk pergi. Ia melihat foto masa kecilnya bersama Hyun Min dan menatapnya sejenak dengan senyuman. Ia lalu mengirimkan pesan pada Ji Woon, memintanya untuk bertemu hari ini.


Dia berjalan meninggalkan rumah dan menyempatkan untuk mengecek kotak surat. Disana ia menemukan banyak sekali surat dari bank, Hye Ji heran namun tak begitu memikirkannya.


Tanpa Hye Ji sadari, ada seseorang yang memperhatikannya dari kejauhan. Orang itu tak lain adalah Hyun Min. Dia menatap Hye Ji dan kembali mengingat ucapannya semalam bahwa Hye Ji ingin melupakannya dan menyatakan cinta pada Ji Woon.



Hyun Min memutuskan untuk menemui Hye Ji di studionya dan mengajaknya bicara. Hye Ji menolak karena dia tak ingin membicarakan apapun dengannya. Hyun Min bertanya apakah semua ini karena dia? Hye Ji memanfaatkan Ji Woon karena dia?

Hye Ji jelas kesal mendengar topik yang dibahas Hyun Min. Hye Ji menegaskan bahwa ia melakukan semua ini karena ia sadar kalau selama ini Ji Woon yang ada disisinya, bukan Hyun Min.

Pembicaraan mereka terputus karena kehadiran Ji Woon. Dia bertanya ada apa hingga Hyun Min datang kesana jauh – jauh?

“Kau sendiri?”

Ji Woon mengaku kalau ia memiliki janji dengan Hye Ji. Ia pun mengajaknya pergi kalau sudah selesai bicara dengan Hyun Min. Ji Woon meraih kain berat yang dibawa Hye Ji lalu membawanya ke dalam studio.

Hyun Min dan Hye Ji sempat bertatapan sejenak sampai akhirnya Hye Ji memilih mengikuti Ji Woon.



Yoo Na mempertanyakan perkembangan ibunya dengan Hwa Ja. Soo Kyung langsung berubah muram mengingat ia harus terus memijat sampai tangannya jadi besar. Dia ingin mendapatkan kesan baik dari Hwa Ja namun belum berhasil juga.

Yoo Na berbicara dengan lucu lalu memijat lengan ibunya. Dia berjanji akan memberikan perawatan botox tiap hari kalau dia menikah dengan Kang bersaudara.

Keduanya pun tertawa kesenangan.



Soo Kyung kemudian menceritakan tentang rumor aneh Hwa Ja, katanya ini bukanlah pernikahan pertamanya. Berarti CEO Kang telah tertipu oleh Hwa Ja.

Yoo Na tak terlalu mempercayainya rumor itu, aneh juga kalau orang terpenting ke –lima di Haneul Grup tak punya rumor yang beredar. Yoo Na punya ide, bagaimana kalau mereka menggunakan rumor tersebut untuk mendekati Hwa Ja? Mereka bisa menjadi sekutu dan menceritakan semua rumor ini padanya?

“Jadi, dengan kata lain, kau tangan kanannya!”

“Dan kemudian, Ibu akan jadi mertua bagi Kang Bersaudara!”

Keduanya memekik kegirangan saat mendapatkan ide baru.


Ji Woon dan Hye Ji sampai ke studionya. Hye Ji bertanya apakah Ji Woon ingin menanyakan sesuatu tentang kemarin?

Ada. Ji Woon berjalan menghampiri Hye Ji dan mempertanyakan ketulusan dari ucapannya kemarin. Hye Ji sempat terdiam sejenak sambil mengingat tuduhan Hyun Min kalau dia hanya memanfaatkan Ji Woon demi dia.

Hye Ji tak memperdulikan ucapan Hyun Min dan mengangguk pada Ji Woon. “Ya. Aku tulus saat itu.”


Hyun Min kembali ke kamarnya lalu merebahkan diri disana. Ia kembali mengingat ucapan Ji Woon yang berniat pergi dengan Hye Ji. Sontak ia menendangi selimutnya untuk melampiaskan kekesalan.


Ha Won pun telah membuat sebuah keputusan, dia harus menjadi dirinya sendiri seperti biasa. Dia hanya perlu menanyakan langsung pada Ji Woon, apa dia menyukainya atau tidak? Ya. Aku bisa.



Hyun Min berada dikamar Ji Woon dan melihat mobil – mobilan berwarna kuning. Ia sengaja menjatuhkannya lalu menginjak mobil itu sampai remuk.

“Ya! Kang Hyun Min!” sentak Ha Won memergokinya.


Ha Won langsung menceramahi Hyun Min yang masih seperti anak SD. Dia harus minta maaf. Jelas Hyun Min menolaknya toh dia cuma menghancurkan mobil – mobilan. Ha Won memperingatkan kalau Ji Woon sangat menyukai mobil. Mungkin ini bisa dia anggap sebagai pembunuhan.

“Benarkah?” tanya Hyun Min bangkit dari duduk. “Barang mana lagi yang harus aku hancurkan?”



“Kau seperti ini karena Hye Ji, 'kan? Aku kebetulan melihat Hye Ji menyatakan perasaannya pada Ji Woon waktu itu. Tapi tetap saja, kau tidak bisa menyalahkan Ji Woon!”

Hyun Min masih bersikap acuh tak acuh, mereka pacaran atau tidak, tak ada hubungannya dengan dia. Dia juga kesal karena Ha Won sudah berulang kali menanyakan hal itu. Berhentilah, aku bisa gila.

Hyun Min berjalan pergi, dia sempat berbalik dan bertanya. “Tapi, kenapa kau masuk ke kamar Ji Woon?”

Ha Won bingung untuk membuat alasan. Hyun Min mengatakan kalau Ji Woon sedang berduaan dengan Hye Ji.


Sontak Ha Won pun ikut murung mendengar Ji Woon bersama Hye Ji.

7 Responses to "SINOPSIS Cinderella and Four Kinghts Episode 10 Bagian 1"

  1. Myhyunmin sabar ya, aq selalu ada untukmu...

    ReplyDelete
  2. Kepo tingkat dewa... ngak sabar nunggu part 2 keluar.

    ReplyDelete
  3. ji woon kurang greget..ayo ditunggu part 2 nya

    ReplyDelete
  4. Benci deh sama Hye Ji. Dia perusak suasana banget. Trus Akhir Akhir ini ceritanya malah lebih fokus ke Ji Woon dan Hyun Min yang ngerebutin Hue Ji

    ReplyDelete
  5. Uri seo woo belom muncul ya ??? Hehehe,,, feeling aku makin kuat deh tentang hwa ja dan yoon sung,, mungkin mereka bukan cuma pacaran malah yang lebih parah pasangan suami istri ??? Haaaaaaaaaaaak *jantungan* ditunggu part 2 nya admiiin hwaitiiiing !!!

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^