SINOPSIS W – Two Worlds Episode 8 Bagian 2

SINOPSIS W – Two Worlds Episode 8 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: MBC
Yap. Pria berjubah itu memang masih bisa bergerak saat dunia Chul mulai terhenti waktu itu. Dia berada dipenjara dan melihat portal menuju dunia nyata. Pria berjubah melewati portal tersebut.



Kang Chul kembali menebak, “Jadi pria itu sekarang ada di dunia nyata?

-oOo-


Dijalanan, Pria berjubah menabrak seseorang yang mabuk. Orang mabuk itu mencak – mencak karena terjatuh. Dia menarik kerah bajunya, menantang. Tapi nyali pria itu langsung melempem begitu tahu pria dihadapannya tak memiliki wajah. Pria berjubah berbicara dan seketika tulisan muncul dihadapannya, dimana aku? Dimana tempat ini? Dimana Kang Chul?

“Aku tak tahu! Tolong aku!” teriak pria mabuk sambil lari terbirit – birit.


Sampai didepan sebuah toko buku, dia menemukan komik W yang menunjukkan Kang Chul tenggelam ke sungai. Dia memecah kaca –nya lalu mengambil komik tersebut.

Pelaku mengikutiku sampai ke dunia manusia kemudian menemukan segalanya. Dia marah karena tahu kalau dia tak nyata. Seorang yang paling ingin identitas –nya terungkap bukanlah aku, melainkan dia sendiri.” – Kang Chul.



Pria itu berdiri ditepian jembatan sungai Han dengan sangat marah saat tahu Kang Chul telah mati. Dia sudah menunggu selama sepuluh tahun agar Kang Chul bisa menemukannya. Apa ini berakhir begitu saja?

Dia sangat marah saat terlambat mengetahui kematianku.” – Kang Chul.




Saat itu pula, tulisan yang seharus ‘tamat’ dalam komik W telah berubah menjadi ‘bersambung’.

Dia menghentikan ending komik. Untuk melihat akhirnya bersamaku. Dan sekarang, karena dia tak tahu caranya kembali. Maka dia masih berkeliaran disana (dunia nyata)?

-oOo-



Yeon Joo terbangun dari tidurnya, dia belum juga kembali ke dunia kartun. Ia memikirkan Kang Chul yang mungkin mengkhawatirkannya. Yeon Joo kemudian berjalan mengangkat telefon yang berbunyi, halo?

Seketika tulisan muncul di hadapan Yeon Joo, “Kau...sudah kembali? Putri Oh Sung Moo, ‘kan? Kau Oh Yeon Joo? Wanita yang menikah dengan Kang Chul?”

Yeon Joo ketakutan mendengar suara pria berjubah, dia buru – buru melempar ponsel dengan gemetaran.



Pria berjubah kini berada di perusahaan penerbit kartun. Dia mendapatkan nomor Seong Moo dari daftar yang terdapat disana. Dia pun kemudian menghilang.

Wanita yang memiliki komputer tadi masih terus duduk diam. Karyawan yang lain menyapanya tapi dia tak menyahut, mereka kira wanita itu ketiduran. Tapi ternyata dileher wanita tadi ada bekas cekikan dilehernya. Pria itu membunuhnya? Wah.


Yeon Joo dengan panik menarik Soo Bong dari tidurnya. Dia menyuruhnya untuk bangkit untuk kabur. Soo Bong yang masih setengah sadar hanya keheranan. Yeon Joo bergegas mengambil lapton dan tablet lalu kunci mobil. Dia menggiring Soo Bong keluar, Cepat! Cepat! Cepat!

“Apaan sih? Ini masih pagi!” keluh Soo Bong. Tapi Yeon Joo tak perduli dan terus menyuruhnya untuk bergegas.


Tak selang lama, pria berjubah itu muncul ditempat kerja Sung Moo. Tak ada siapa – siapa, dia pun menghilang dan muncul di kamar Yeon Joo.



Soo Bong bertanya kemana mereka akan pergi. Yeon Joo tak tahu yang penting mereka harus pergi sejauh mungkin. Soo Bong mengaku marah dengan apa yang dilakukan Yeon Joo pagi – pagi begini, dia yakinnya tak akan membuat dia terkejut.

Yeon Joo masih saja panik, dia menyuruh Soo Bong jangan mengangkat panggilan dari nomor yang tak dikenal. Soo Bong enteng, siapa yang akan menelfonku?

“Pelaku yang sebenarnya, sedang... mencariku.”




Celakanya baru saja kalimat itu meluncur, mereka sudah dihadang oleh pria berjubah. Yeon Joo dengan tergagap meminta Soo Bong memundurkan mobilnya. Nalar Soo Bong masih belum berjalan dengan sempurna, dia melihat pria itu menodongkan pistol ke arah mereka. Itu pistol beneran?

Saat sadar, mereka langsung berteriak panik untuk memundurkan mobilnya tapi karena terburu – buru mereka malah menubruk tembok.



DOR! Tembakan terdengar dan mengarah langsung ke kepala Yeon Joo. Tapi... beruntung sepersekian detik sebelum peluru menembus kepalanya, Yeon Joo tertarik kedalam dunia kartun.


Yeon Joo muncul di mobil Kang Chul dengan nafas terengah – engah, aku disini. Kang Chul memberitahukan pada bodyguard kalau dia telah menemukan istrinya. Dia pun mengakhiri panggilan itu dan begegas menepikan mobil.

“Apa kau baik – baik saja?”



Dengan nafas tersengal – sengal, Yeon Joo memberitahukan kalau dia hampir mati. Pelaku menghubungi Ayahnya dan dia mengangkat panggilan itu. Tapi tak selang lama, pelaku malah muncul dirumah. Dia kabur tetapi berhasil dikejar.

Kang Chul menenangkan Yeon Joo dengan memeluknya, dia mengecup puncak kepala Yeon Joo. Yeon Joo baru ingat, bagaimana dengan Soo Bong?

“Siapa Soo Bong?”

“Dia murid Ayahku.”



Soo Bong menyembunyikan kepala dibalik kemudi. Dia memohon agar pria itu mau menyelamatkannya. Tapi Pria berjubah sama sekali tak ada niatan mengganggu Soo Bong, dia melihat Yeon Joo yang sudah tak ada disana kemudian menghilang.

Soo Bong mendongar, setelah sadar Yeon Joo tak ada disana dan pria berjubah telah hilang. Dia pun kabur meninggalkan mobilnya dijalanan.



Yeon Joo khawatir kalau pria berjubah menembak Soo Bong. Hanya saja Kang Chul yakin kalau Pria berjubah tak akan membunuhnya tanpa alasan karena target –nya adalah Yeon Joo. Haah, Yeon Joo masih saja panik kalau – kalau pria itu bertemu dengan ibu saat tengah mencarinya.



Soo Bong berlari dan hampir tertabrak oleh mobil Soo Sun. Soo Bong bergegas masuk dalam mobil dengan paniknya. Soo Sun tanya apakah Yeon Joo ada ditempat Ayahnya? Dia berniat mencarinya kesana.

Soo Bong tak bisa berfikir lurus, dia menyuruh Ibu untuk segera memutar balik mobil. Jangan kesana! Cepat! Cepat! Putar! Kesana! Cepat! Teriak Soo Bong super panik.


Pria berjubah kembali masuk ke dalam rumah ruang kerja Sung Moo dan menemukan jadwal penerbangan menuju ke New Zealand.

-oOo-


Seorang anak muda melihat Sung Moo dengan hormat, dia mengaku sebagai fans Sung Moo dan meminta tanda tangan. Sung Moo terlihat kurang nyaman tapi dia menurutinya saja.

“Apa W akan berakhir begitu saja, apa anda akan membuat sequel –nya?”

Sung Moo menatap anak itu dengan tajam. Nyali anak itu langsung ciut, dia mengaku merindukan kisah W buatan Sung Moo. Dia pun permisi setelah menerima tanda tangan.

Penerbangan akan sampai dalam 30 menit lagi, Sung Moo menuju ke toilet untuk membasuh wajahnya. Dia tampak tak begitu bahagia, entah kenapa. Dan tiba – tiba suara mengerikan pria berjubah muncul. Tulisan melayang dihadapan Sung Moo, sampai membuatnya ketakutan.

“Siapa aku? Dimana Kang Chul? Siapa aku? Kenapa kau tak memberitahu siapa aku? Aku tanya siapa aku?”

Sung Moo celingukan dan berusaha keluar toilet, tapi tangannya ditahan oleh seseorang.


Diluar, pramugari mengetuk pintu saat mendengar suara ribut disana. Tak ada jawaban tapi suara keributan itu makin terdengar. Tuan, apa kau baik – baik saja?

-oOo-


Kang Chul bertanya mengenai keadaan Ayah Yeon Joo. Yeon Joo mengaku tak bisa menghubunginya saat ini, dia masih dalam penerbangan.

“Ngomong – ngomong, kau mau kemana?”

Kang Chul diam tak menjawab.




Mereka sampai didepan apartemen bernomor 702, itu apartemen milik So Hee. Kang Chul mencoba untuk mengetuk pintu tapi tak menerima jawaban. Dia tanya apakah Yeon Joo tahu berapa sandi So Hee.

Yeon Joo pun ingat kalau Soo Bong itu terobsesi dengan Soo Hee. Nomor kamarnya 702 karena ulang tahun Soo Bong adalah 2 juli. Dan semua kode serta pin –nya 2405, sama dengan nomor ponselnya. Soo Bong tertawa dengan nakal, Soo Hee memang tak akan lepas darinya.

“2405.” Ucap Yeon Joo.


Yap. Mereka berdua akhirnya bisa masuk kedalam rumah So Hee. Kang Chul meminta Yeon Joo untuk tak ikut bersamanya.



Kang Chul menemukan So Hee meringkuk didekat kursi dengan ketakutan. Dia terus menangis mengira kalau dia sudah mati, dia bahkan tak punya tangan. Kang Chul menenangkan, ini semua hanya karena So Hee mabuk saja.

Yeon Joo terkejut saat mendengar tangan So Hee menghilang. Dia ingat percakapan antara Kang Chul dan Do Yoon didalam komik. Ia pun akhirnya melihat apa yang sebenarnya terjadi, dia terkejut melihat tubuh So Hee sudah setengah menghilang.




Kang Chul membujuk So Hee untuk pindah dari lantai. Tapi So Hee langsung kesal saat melihat cincin pernikahan Chul. dia menangis kesal, dia kira kalau Chul akan menikah dengannya tapi kenapa semua ini terjadi? Siapa aku?

“Kau salah paham So Hee. Pernikahan ini hanya rekayasa saja, kau tahu juga. Ini semua palsu, kita tak punya hubungan seperti itu. Apa yang kau pikirkan? Kau berharga untukku. Kau orang yang sangat dekat denganku. Aku akan membutuhkanmu sepanjang hidupku.”

“Kau membutuhkanku?”

“Tentu saja.”

Kang Chul memeluk So Hee dengan penuh kasih sayang. Dia meyakinkan kalau So Hee juga tak akan mati. Dia akan baik – baik saja saat bangun nanti.



Chul memperhatikan So Hee yang sudah tertidur pulas. Yeon Joo sedang merawat luka ditangannya akibat pecahan kaca.

Ia ingat dengan kenangan masa SMA mereka. keduanya sangat dekat dan sering bercanda. Saat hampir lulus SMA, dia mengatakan kalau dia mau masuk ke jurusan teknik mesin. So Hee pikir kalau Chul akan melanjutkan olimpiade, ayahnya pasti akan kecewa. Kang Chul pikir dia akan menguasai dunia dengan komputernya saja.

“Memangnya kau si jenius yang bisa melakukan apapun?”

“Ya, aku memang jenius.”

Mereka berdua pun saling ledek kemudian, So Hee mengait leher Chul dengan lengannya.


Yeon Joo ikut sedih melihat So Hee, dia pikir posisi lead female So Hee sudah terganggu karenanya. Kang Chul berkata kalau ini semua karena ulah sialan Ayah Yeon Joo, sebuah karakter dengan tujuan tertentu. Ini kejam, ‘kan? Bagamana bisa alasan keberadaan seseorang hanya satu alasan. Mereka manusia juga.



Dalam perjalanan kembali, Yeon Joo terlihat sangat tertekan. Semuanya berantakan, ini bukan sequel yang ia harapkan. Kang Chul menatap Yeon Joo dalam diam, dia kemudian memasang flashdisk pada ponselnya lalu mengetikkan sesuatu.

Untuk kartunis Oh Sung Moo...



Dalam lift, Yeon Joo masih terus termenung menyibukkan diri dengan pikirannya. Kang Chul menatapnya lalu berjongkok dihadapannya. Yeon Joo heran, apa yang kau lakukan?

“Aku mencoba mengikat tali sepatumu saat aku punya kesempatan. Jadi, aku sudah melakukan 4 hal yang manis.”

“Apa ini waktunya mengerjakan PR?”

Kang Chul meraih tangan Yeon Joo dan menggenggamnya. Ia menahan tangan Yeon Joo yang berniat keluar lift. Mereka akan menghirup udara segar.



“Kau ingat tempat ini?” tanya Kang Chul.

Mereka sudah berada di atap gedungnya, tentu saja Yeon Joo ingat karena disana pertama kali mereka bertemu. Dia mengira kalau Kang Chul akan mati, tapi dia beruntung karena bertemu dengan dokter bertalenta. Yeon Joo mengibaskan rambutnya dengan bangga.

Kang Chul membenarkan, dia memang beruntung. Tapi ada satu ingin dia minta dari Yeon Joo saat kembali ke dunianya. Dia ingin Yeon Joo menggambarkan sesuatu. Yeon Joo heran, gambar apa?

“Sebuah mimpi.”

“Mimpi?”


Kang Chul ingin membuat scene mereka bertemu dua bulan lalu sampai dengan saat ini menjadi sebuah mimpi. Hanya sebuah mimpi panjang. Tak sulit, ‘kan? Dia bahkan bisa menyelamatkan orang mati. Dia sudah memikirkannya dan ini memang jalan terbaik. Kembali ke saat dimana dia belum berfikir Yeon Joo adalah kunci hidupnya. Saat dia mulai bertemu dengan Yeon Joo dan menaruh perhatian padanya. saat Yeon Joo mulai ditarik dalam dunia ini. Dan kenyataan yang seharusnya tak ia ketahui bahwa dia adalah karakter komik. Dia bertemu dengan Ayah Yeon Joo lalu melakukan hal yang tak seharusnya. Pelaku mengikutinya ke dunia nyata dan membuat ulah. Teman – temannya yang mulai terganggu. Yang terpenting juga, Yeon Joo tak boleh mati karena dia tak akan bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri.




“Kalau kita kembali ke saat dimana kita tak bertemu, maka semuanya akan kembali seperti semula. Aku tak akan memikirkanmu dan kau tak akan tertarik dalam dunia ini. Melalui –mu, aku menemukan sebuah kebenaran. Aku tak akan menembak Ayahmu dan pelaku sebenarnya tak akan meninggalkan dunia ini.”

Kang Chul berterimakasih pada Yeon Joo, hanya saja dia memang seharusnya hidup sesuai takdirnya. Kalau memang dia diharusnya memburu pelaku selamanya, maka dia akan melakukan hal itu.

Yeon Joo masih terus menunduk.



“Bagaimana menurutmu? Kau mengerti maksudku?”

Yeon Joo menunduk, dengan berat hati dia mengangguk. Sekali lagi Chul mengulang kalau semua ini adalah mimpi. Waktu kembali saat dia terluka dan memimpikan sesuatu yang tak ia ingat. Kang Chul memberikan flashdisk miliknya, dia meminta Yeon Joo langsung menggambar saat kembali. Jangan biarkan dia ragu.

Yeon Joo masih menunduk.

“Jawab aku, kita tak punya waktu. Kita tak tahu apa yang dia lakukan. Dia tak punya perasaan seperti manusia.”

Yeon Joo mengangguk, “Aku berjanji padamu.”



Kang Chul mulai berjalan mundur, dia hanya melakukan 4 hal manis saja padahal ada banyak yang ingin ia lakukan bersama Yeon Joo. Dia ingin memeluk Yeon Joo tapi tak bisa. Dia takut perasaannya akan terus tertinggal pada Yeon Joo.

“Kau mau pergi ke suatu tempat?”

Kang Chul berjalan ke tepian gedung, dia meminta Yeon Joo untuk melihatnya lewat buku saat merindukan dia. Lupakan dia. Dia hanya karakter dalam komik.



Yeon Joo terperangah melihat Kang Chul menjatuhkan diri tepat dihadapannya.

-oOo-



Kang Chul membuka mata yang meneteskan air mata. Dia kembali ke saat dimana dia terbaring dirumah sakit saat tertusuk pria berjubah. Do Yoon tengah menonton berita dan So Hee datang menjenguk Chul.

“Kau sudah bangun? Bagaimana keadaanmu?” tanya So Hee.

Kang Chul bertanya mengenai laporan CCTV dan So Hee mengatakan kalau mereka belum menemukan jejak apapun. So Hee melihat mata Chul, kau menangis?

Do Yoon terkejut mendengar majikannya bisa menangis. Kang Chul mengusap air matanya, mungkin saja dia mimpi. So Hee heran, mimpi seperti apa yang bisa membuatmu menangis?

“Aku tak ingat.” Jawab Chul kemudian meminta segelas air. Chul kembali melihat jarinya yang basar oleh air mata dengan heran.

-oOo-



Yeon Joo duduk didalam mobilnya sambil melihat scene drama W. Kang Chul telah melupakannya tapi bagaimana dengan Yeon Joo yang masih ingat kenangan manis mereka sendirian. Yeon Joo menangis sesenggukan melihat cincin yang melingkar dijari manisnya.
-oOo-



12 Responses to "SINOPSIS W – Two Worlds Episode 8 Bagian 2"

  1. Gomawoo,
    Kak mau tanya, eps 9 nya minggu depan aku nanti mlem?

    ReplyDelete
  2. Arrrrgggghhhh nyesek banget... knp kang chul ga ingat sih wlpn itu mimpi. Kasian yeon jo ingat sendiri. Makasih ya mba sinop nya... ditunggu episode berikutnya ya

    ReplyDelete
  3. Hiks .. Hiks .. Akhirnya pisah jg ;-( ;-(

    ReplyDelete
  4. Thankuuu ka cepet bgt sinop nya^^Kirain scene yg mereka jalan2 makan ice cream itu ep 8:(ini emg perasaan dong apa gmn ya kok scene nya kyk byk yg di cut huhu

    ReplyDelete
  5. Kenapa chul mesti lupa ma yeon joo????walaupun cuma mimpi tapi paling g dy ingetkan...
    😭😭😭

    ReplyDelete
  6. Kenapa chul mesti lupa ma yeon joo????walaupun cuma mimpi tapi paling g dy ingetkan...
    😭😭😭

    ReplyDelete
  7. OMG....
    Bner2 menguras air mata :(
    tpi rasanya ada yg dongol di hati.
    arrggghh ini rasa jdi ruwet :(
    BTW Thank Kak udah ngepost lbih cepet :)
    semangat :)
    nunggu kelanjutannya :)

    ReplyDelete
  8. Saya bacanya kok jadi nangis yaaa :" aaaaahhhhh baper hikz hikz

    ReplyDelete
  9. Kk sinopsis nya berrrhasiil bikin gw nangiiizz seseguukan.. (reaaal)!!! Gumao.. nuna..

    ReplyDelete
  10. Eps 9 bqn nangis wlw cma bc sinopsis ny aq blm brani liat video ny.org yg qta sayang ga inget knangan manis sma skali dn qta ga lupa sdqt pun knangan itu rasany nyesek bgt admin.
    ADMIN FIGHTING....!!!!!
    EPS 10 pali...pali.. admin...

    ReplyDelete
  11. loh loh kok bgini episode yang ini. sedih euy jadi Yeon Joo ����

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^