SINOPSIS W – Two Worlds Episode 8 Bagian 1

SINOPSIS W – Two Worlds Episode 8 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: MBC
Kang Chul kembali menerima panggilan misterius dari nomor tak dikenal. Tulisan pun seketika muncul dihadapan Kang Chun beserta suara seseorang yang terdengar mengerikan.



[Aku tanya, dimana kau? Bagaimana kau kembali? Siapa yang memberimu izin untuk mati? Aku sudah menunggu sangat lama.]

“Siapa kau?”

[Kau pikir siapa? Kau tak tahu aku? Aku membunuh keluargamu. 10 tahun yang lalu.]



Kang Chul mengarahkan pistolnya ke arah tulisan melayang itu. Dia ingat betul saat Sung Moo mengatakan kalau pelaku sesungguhnya dari pembunuhan keluarga Chul hanya tokoh buatan yang bertujuan untuk membuat Chul semakin kuat.

Chul sekali lagi bertanya, siapa kau?

Aku yang telah membunuh orang tua dan saudaramu dengan empat peluru, aku membuat lubang dikepala mereka. Aku penembak jitu sepertimu. Itulah kenapa kau harus menemukanku. Kau tak boleh mati sebelum menemukanku. Hanya ada akhir setelah kau dan aku bertemu. Kau punya keluarga baru? Maka giliran dia yang kubuat lubang dikepalanya.”

Chul melirik ke arah Yeon Joo yang tidur dengan khawatir. Panggilan telah diakhiri oleh nomor tadi.



Yeon Joo terbangun dan menyapa Chul yang sudah ada disana. Melihat ekspresi wajah Chul, Yeon Joo penasaran apa yang telah terjadi. Chul bertanya dengan serius, sebelumnya apa alasan tulisan ‘tamat’ berubah menjadi ‘bersambung’?

Yeon Joo mengernyit, dia ingat saat itu tengah memegang ponsel dan tulisan tiba – tiba berubah begitu saja. Dia tak tahu apa alasannya, tapi dia yakin ada sesuatu dibalik berubahnya tulisan itu.



Seseorang mengetuk pintu dan Chul waspada memegang pistolnya. Tapi itu hanya pelayan yang memberitahukan kalau gaun telah siap. Chul mengiyakan.

“Gaun?”

Chul hanya tersenyum menatap Yeon Joo. 


Chul terus duduk ditepi ranjang dengan tatapan serius, dia mungkin berfikir keras untuk bisa mengetahui siapa identitas pria berjubah hitam.




Pelayan telah menyediakan beberapa gaun dengan style yang berbeda. Dia meminta Yeon Joo untuk memilihnya. Chul datang hingga Yeon Joo langsung bertanya, apa ini?

Chul hanya mendengar kalau Yeon Joo juga tertarik dengan pesta. Dia tadinya juga ingin memilih konsep cinderella dimana pesta khayalan diadakan. Jadi Chul mengusahakan untuk mendapat undangan pesta resmi. Mereka akan menghadiri pesta di Blue House.

Yeon Joo terkejut, Blue House?

Chul menambahkan kalau dia sendiri lebih suka pakaian yang terbuka. Ia kemudian pergi untuk menerima panggilan dari Do Yoon. Pelayan dengan sigap menunjukkan gaun hitam terbuka.

“Jangan! Jangan ikuti kata – katanya. Dia hanya bercanda.” Tolak Yeon Joo.



Kang Chul menerima panggilan dari Do Yoon yang memberitahukan bahwa nomor yang coba mereka cari tak ditemukan lokasinya dan nomor itu juga tak terdaftar. Cukup aneh. Memangnya siapa yang menghubungimu?

Chul terdiam mengingat ancaman pria misterus tadi. Dia hanya meminta Do Yoon untuk melakukan penyelidikan lebih dalam.



Kang Chul membuat hipotesis projek W, laporan 353. Dia menganggap kalau semua hipotesis yang telah mereka lakukan hanya percuma. Tapi pelaku sebenarnya memang ada. Pelaku sebenarnya dipastikan...ada.

Karena dewa (red.penulis webtoon) tak membuat identitas untuk pelaku, maka dia tak memilikinya. Dia tak memiliki wajah ataupun identitas. Dan dia juga tak punya penyesalan setelah melakukan pembunuhan. Dia tak merasa sedih ataupun senang. Alasannya karena dia memang tidak punya sifat. Perannya hanya untuk membuatku kuat. Untuk membuatku masuk dalam dunia kriminal.


Dia muncul saat dibutuhkan dalam cerita dan menghilang saat tak dibutuhkan. Tentang dimensi mana dia berasal, atau dalam bentuk apa, menurut pencipta, tanpa ada alasan logis, dia bisa muncul kapan saja untuk membunuh.


Yeon Joo sudah berganti dengan gaun merah muda yang simple. Dia berdiri memikirkan apa yang akan dia lakukan dalam pesta resmi. Mungkin disana ada pangeran dari kerajaan lain. Lalu bagaimana kalau mereka harus dansa? Aku buruk dalam berdansa.

Yeon Joo menari – nari layaknya princess dinegeri dongeng. Hahaha. Tapi akhirnya Yeon Joo ketawa sendiri, bagaimana aku bisa menari seperti ini? Aku pasti sudah gila.

Didekat pintu, bodyguard juga tak bisa menahan tawa melihat tinggah konyol Yeon Joo.



Yeon Joo memutar tubunya dihadapan Chul dan meminta pendapat tentang penampilannya. Chul tak merespon, pikirannya masih tertuju pada ancaman pria berjubah. Melihat ekspresi Chul, Yeon Joo yakin kalau penampilannya memang aneh. Dia akan kembali.

“Kembalilah.”

“Aku memang akan kembali. Apa aku terlihat sangat aneh?”

Bukan itu maksud Kang Chul, dia ingin agar Yeon Joo kembali kedunianya. Tempat ini bahaya. Yeon Joo mengeluh karena dia tak bisa kembali ke tempatnya begitu saja. Kenapa kau bersikap seperti itu sejak tadi?




TTAKKK!!! Mata Chul melotot dan menoleh ke arah kaca disebelahnya. Kaca itu sudah bolong oleh peluru dan ketika ia menoleh ke arah Yeon Joo, kepalanya sudah bolong. Yeon Joo seketika itu pula mati dan tubuhnya terkulai ke lantai.

Chul ketakutan melongok ke arah lantai, tapi Yeon Joo tak ada disana. Ini hanya halusinasi Kang Chul semata.



“Kenapa kau seperti ini?” tanya Yeon Joo kebingungan.

Chul menatapnya dengan nafas tak teratur. Dia menghampiri Yeon Joo lalu memeluknya seolah tak ingin kehilangan Yeon Joo. Dia kemudian mengecup puncak kepalanya dengan penuh sayang.



Didalam limo, Yeon Joo terus menenggak minumannya dengan gusar. Kang Chul memintanya untuk terus tersenyum saat keluar dari mobil karena media akan mengambil foto mereka. Yeon Joo makin panik saja, apa yang harus aku lakukan? Aku tak terbiasa melakukan hal semacam ini.

Kang Chul meraih tangan Yeon Joo, yang harus dia lakukan hanyalah mengikuti arahan Chul.


Mereka berdua turun dari limo dan disambut dengan kilatan kamera. Keduanya menunjukkan senyum lebar mereka melewati karpet merah.



Yeon Joo dan Kang Chul berjalan menuju ke tengah – tengah pesta. Yeon Joo masih saja terperang tak percaya dan terus tersenyum malu disana. Chul mengecup tangan Yeon Joo lalu mengajaknya untuk berdansa. Yeon Joo mengikuti gerakan Chul, mereka tampak sangat serasi dan bahagia. Yeon Joo bersender dipundak Chul saat akhir dansa mereka hanya saja, dia terpeleset hingga akhirnya..



BRUK! Yeon Joo jatuh dari tempat tidur dan pesta tadi hanya ada dalam dunia mimpinya. Ah!

Bodyguard langsung masuk ke kamar dan berniat untuk membantunya tapi Yeon Joo bilang dia tak apa – apa. Sedangkan Kang Chul buru – buru meraih pistol dan menuju kamar Yeon Joo, apa yang terjadi?

Yeon Joo mengaku tak apa – apa, hanya jatuh dari tempat tidur. Kang Chul memberikan pistol pada bodyguard kemudian meminta mereka keluar.



“Kenapa kau jatuh saat tidur?”

Yeon Joo tersenyum dengan malu, dia terjatuh karena sebuah mimpi... mimpi yang indah. Kang Chul terlihat penasaran tentang mimpi yang dibilang indah itu. Hanya saja Yeon Joo bertanya kenapa Chul belum tidur? Sekarang sudah pukul 3 pagi.

Chul meminta Yeon Joo jangan khawatir saat tidur. Semua orang terus menjaganya. Yeon Joo menahan Chul, apa aku harus memiliki bodyguard? Aku tak bisa tidur lelap karena merasa diperhatikan terus.



Chul tak bisa menarik penjagaannya karena mereka tak tahu apa yang akan terjadi. Yeon Joo rasa dia tak perlu menerima penjagaan seketat itu, disana dia tak akan mati karena tembus jika ditembak.

Kang Chul mengatakan kalau mereka hidup didunia tanpa kepastian. Mereka tak ada yang tahu apa yang akan terjadi saat pelaku itu berasal entah darimana. Tak ada cara lain sampai mereka bisa menemukan pelaku itu. Kang Chul meminta Yeon Joo untuk kembali istirahat.


Yeon Joo merasa sedih, dia baru saja keluar dari penjara tapi harus merasa seperti dipenjara juga disana. Mereka harus terus berada disana padahal Kang Chul berjanji akan melakukan hal yang manis bersama, belanja dan membeli pakaian. Dia bilang akan melakukan 10 macam hal setiap hari.

“Kita tak bisa keluar tapi kita bisa melakukan hal yang dilakukan disini. Kau lapar? Aku iya.”




Kang Chul bersiap untuk memasak tapi dia hanya bisa membuat satu makanan. Ramen. Yeon Joo tertawa kecil karena ramen dianggapnya sebagai makanan, tapi apa boleh buat. Chul mulai mencari ramen disetiap laci dapurnya bahkan sampai oven pun dia buka.

“Itu oven, kenapa kau mencarinya disana?” tegur Yeon Joo. Yeon Joo membuka salah satu pintu lemari disana, dan memang ramen tersimpan disana. Dia saja yang akan membuatkan ramen. Kalau Chul sudah belajar, dia bisa membuatkan ramen untuknya.


“Ada satu hal yang aku tak mengerti. Kenapa ayahmu melakukan itu? Kenapa dia membuat pelaku untuk membunuh putrinya? Dia adalah karakter yang mengikuti perintah ayahmu.”

Yeon Joo sendiri tak tahu, tapi dia percaya kalau Ayah tak akan melakukan hal semacam itu padanya. Kang Chul penasaran, lalu siapa yang melakukannya?

“Siapa yang tahu? Tapi tak mungkin Ayah yang menggambarnya. Untuk apa dia melakukannya?”



Ah! Jari Yeon Joo terpotong pisau dan mengeluarkan darah. Kang Chul buru – buru meminta bodyguard memanggilkan perawat. Yeon Joo jelas menolak soalnya itu cuma luka kecil, dia hanya perlu obat. Kang Chul mengelap lukanya dengan tisu tapi tiba – tiba dia menyadari sesuatu, kenapa kau berdarah?

“Apa?” tanya Yeon Joo tak mengerti.

Harusnya Yeon Joo tak mengeluarkan darah, kalau dia mengeluarkan darah artinya dia bisa mati disana. Mereka berdua bertatapan dengan terkejut. Dipojokan, terdapat tulisan ‘bersambung’ dan Yeon Joo perlahan menghilang. Kang Chul masih berdiri dengan gusar di dapur.

-oWo-


Yeon Joo kini sudah berada di rumah. Dia menatap jarinya yang berdarah sambil menghela nafas.



Yeon Joo mengobati lukanya kemudian bergegas melihat webtoon yang sudah diposting. Dia terkejut saat tahu kalau Kang Chul menerima ancaman dari pria jubah dan pria itu tahu tentangnya.

Dia terus menggeser kursor sampai melihat khayalan Kang Chul, saat kepalanya terkena tembakan dan bolong. Yeon Joo mengusap dahinya dengan takut lalu melihat ke arah jarinya yang terluka.

-oWo-



Kang Chul berdiri dengan gusar dan dia ingat kejadian beberapa waktu lalu. Saat dia berusaha menusuk Sung Moo di atap, ternyata Sung Moo tak terluka dan darah yang ada di tangannya itu darah Chul. Dan saat ia menembak Yeon Joo, peluru tembus melewatinya.

Apa ini? Apa yang berubah? Kenapa variable (ketidakpastian) muncul? Apa konteks –nya?


Yeon Joo mencoba menghubungi Ayahnya tapi nomor itu masih belum aktif. Dia belum sampai ke tempat tujuan.

-oOo-




Kang Chul kembali ke kamarnya dan melihat buku Yeon Joo yang sudah memiliki banyak tanda. Ponselnya berdering, dia menerima panggilan So Hee yang tengah mabuk sekarang.

“Ada apa kau menghubungiku jam segini?”

“Apa aku tak boleh melakukannya? Apa istrimu ada didekatmu? Apa dia tidur disampingmu? Aku tak bisa membayangkan, apa kau benar – benar sudah menikah?”

So Hee hampir menangis, dia tahu kalau Kang Chul memang tak salah jika menikah dengan Yeon Joo. Dia memang tidak peka, So Hee pikir kalau dia terus menunggu maka semua akan berjalan dengan baik. Bukan hanya dia saja yang berikiran seperti itu.

“So Hee..”

“Siapa aku? Siapa? Siapa aku bagimu?”



So Hee menenggak lagi minumannya tapi ada yang aneh. Tiba – tiba tangannya tembus pandang, dia mencoba mengerjapkan mata tapi memang tangan itu tembus pandang. So Hee berdiri dengan sempoyongan, dia berteriak saat melihat tubuhnya juga tembus pandang.

Kang Chul memanggil So Hee tapi tak menerima jawaban, dia ingat ucapan Do Yoon yang mengatakan kalau tangan So Hee tiba – tiba tembus pandang seperti hantu. Kang Chul pun bergegas untuk menemuinya.




Dalam perjalanannya, Kang Chul masih berfikir keras untuk menemukan hipotesis atas kejadian aneh yang mereka alami. “Tujuan dari karakter. Mereka diciptakan untuk melakukan tujuan tertentu sesuai cerita.”

Hal yang terjadi pada So Hee ternyata juga menimpa Soo Hyuk. Saat Kang Chul memutuskan untuk mengakhiri proyek W dan menghentikan pencarian pelaku, saat itu pula tangan Soo Hyun mulai terlihat tembus pandang. Seperti yang terjadi pada So Hee.

Ketika tujuan itu telah berakhir. Mereka menghilang? Dari dunia ini selamanya? Dan sebaliknya, saat sebuah karakter dibutuhkan.

Kang Chul ingat dengan jari Yeon Joo yang berdarah.

Mereka bisa menambah karakter. Dengan paksa?”
-oOo-


Yeon Joo berfikiran kalau dia telah menjadi karakter kartun yang sebenarnya. Dia sudah menikah dengan karakter utama jadi dia menjadi pemeran penting. Dia berdarah jadi mungkin dia bisa mati. Yeon Joo terkejut mengetahui fakta ini.

-oOo-


Kang Chul mulai penasaran, kalau memang begitu teorinya lalu kenapa pelaku itu tak menghilang setelah karakternya tak dibutuhkan lagi. Kang Chul terkejut, “Apa dia melakukan ini sesuai keinginannya? Apa dia bangkit? Seperti aku?

-oOo-




5 Responses to "SINOPSIS W – Two Worlds Episode 8 Bagian 1"

  1. tulisanny bagus semangaaat..lanjut teruus dtunggu episod berikutny..

    ReplyDelete
  2. tulisanny bagus semangaaat..lanjut teruus dtunggu episod berikutny..

    ReplyDelete
  3. Aiiisshh... sudah mulai menegangkan jalan ceritanya...😰😰
    Bikin degh2an bacanya... hahha lebaiii...😆😆
    Tetap semangat chingu...

    ReplyDelete
  4. huwaah bacanya deg-deg'an ��

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^