SINOPSIS W – Two Worlds Episode 6 Bagian 1

SINOPSIS W – Two Worlds Episode 6 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: MBC
DORR!! Soo Bong meraba – raba dadanya dengan panik. Dia kira kalau dia telah terkena tembakan tapi tak ada setetes darah pun yang menempel didarahnya. Rupanya bukan dia yang terkena tembakan, perhatian Soo Bong teralih ketika melihat sosok Chul keluar dari rumah dengan pistol di tangan kanannya.



Soo Bong melongo tak percaya.

“Kau bisa memanggil 119 sekarang, dia mungkin masih bisa selamat, kalau dia beruntung.” Tutur Chul sebelum pergi.

Soo Bong mengerjap sadar dan berlari menuju tempat kerjanya, “Guru... guru...”


Pelataran tempat kerja Sung Moo sudah dipenuhi oleh suara sirine polisi. Hujan menguyur deras namun Yeon Joo sama sekali tak perduli. Dia menerobos masuk ke dalam ruangan meskipun polisi menegurnya.

Yeon Joo bertemu dengan Soo Bong yang menangis sesenggukan.


Yeon Joo menoleh dan menemukan Ayahnya terkapar penuh darah. Ia dengan panik menggocangkan tubuh Ayah yang sedang menerima pertolonga pertama.
Yeon Joo sangat ketakutan dan menjerit, “AYAH!”

-oOo-



Ibu Yeon Joo sibuk membereskan kamar putrinya yang berantakan. Dia meminta Soo Young untuk membantunya. Ya, jawab Soo Young.

Ponsel berdering, Soo Young mengangkat dan membenarkan kalau teleon itu memang milik Ibu Yeon Joo. Seketika wajah Soo Young berubah kaku.

“Siapa itu?”

“Dia mengaku sebagai Soo Bong, pekerja di tempat kakak ipar.”

“Kenapa dia menelfon?” tanya Soo Sun tak suka.

Soo Young memberitahukan kalau kakak ipar dalam kondisi kritis dan tengah dilarikan ke rumah sakit Yeon Joo, kakak ipar tertembak. Wajah Soo Sun pun berubah khawatir.

-oOo-



Kondisi Sung Moo setengah sadar dan Yeon Joo memintanya untuk bertahan, mereka akan segera sampai.

Alat pendeteksi denyut jantung mulai memberikan alarm. Petugas mengatakan bahwa denyut nadi dan tekanan darah tak terdeteksi lagi. ECG juga menunjukkan penurunan. Yeon Joo memohon agar petugas memberikan CPR.

Mereka bergegas menekan dada Sung Moo tapi belum bereaksi. Yeon Joo menyingkirkan mereka dan memberikan CPR sendiri untuk Ayahnya. Dia menekan dada Sung Moo dengan panik, “Aku mohon. Aku mohon!”



Sesampainya di rumah sakit, Seok Beom memberikan CPR dibantu oleh Yeon Joo.

Dokter Park sampai kesana, Seok Beom mengatakan bahwa mereka sudah berusaha melakukan CPR. Yeon Joo dengan panik menjelaskan apa saja yang ia lakukan dan memberitahukan kondisi Ayahnya.

“Siapkan ruang operasi. Panggil tim bedah jantung dan anestesi masuk. Cepat!”



Dokter Park masuk ke ruang operasi dan meminta Yeon Joo untuk keluar. Yeon Joo kekeuh untuk menyaksikan jalannya operasi. Dokter Park tanya apakah Yeon Joo tak percaya padanya? Apa dia mau memberikan beban saat dia operasi dengan tetap disana?

Dokter Park dengan andal memberikan arahan lalu bersiap dengan membedah dada Ayah. Yeon Joo tak kuasa menahan air mata ketika darah keluar dari permukaan kulit Ayah.

“Apa kau masih ingin disini?” tanya Dokter Park lagi. Seok Beom menyikut tangan Yeon Joo agar menurut. Yeon Joo pun akhirnya keluar.


Yeon Joo menangis diluar ruang operasi. Memukul dadanya yang nyeri melihat kondisi sang Ayah tengah kritis.


Soo Bong menghampiri Yeon Joo untuk memberitahukan bahwa Kang Chul –lah pelakunya. Dia melihat Chul keluar dengan membawa pistol.
“Kemana dia pergi?”

Soo Bong tak tahu, polisi bahkan bertanya padanya apa dia melihat pelaku. Hanya saja Soo Bong tak berani menjawab, dia sendiri tak tahu bagaimana menjelaskannya. Sekarang Soo Bong tahu kenapa Guru bersikeras membunuhnya dari awal. Noona, kenapa kau menyelamatkannya? Kau harusnya biarkan dia mati saja..

Yeon Joo tak menjawab, ada rasa kesal yang menyelimutinya. Bahkan dia mengangguk kecil mendengar penuturan Soo Bong.


Soo Sun dan Soo Young datang dan menghampiri Yeon Joo dengan panik.


Dokter Park berhasil mengangkat peluru yang bersarang di tubuh Sung Moo. Beruntung peluru itu tak menghunus tepat di jantungnya. Ini bukan beruntung, lebih tepatnya Kang Chul memang sengaja melakukannya.



Kang Chul menuju ke tempat jaga di rumah sakit Myungsei. Dia memberikan surat pada seorang penjaga disana, dia meminta agar orang itu mengirimkan surat tersebut pada Oh Yeon Joo dari departemen bedah jantung.



Berita mengenai penembakan Sung Moo segera menyebar luas.

Seorang karyawan penerbit webtoon W bertanya, apakah mereka harus menghubungi anak Sung Moo. Tim Manager Park kurang yakin kalau mereka harus menghubungi disaat Sung Moo berada diambang kematian.

“Itu alasan kenapa kita harus melakukannya. Mungkin ini akan menjadi clue untuk polisi.” Karyawan wanita itu menunjukkan layar tabletnya pada Tim Manager Park. Dia bergidik ngeri, ini sangat aneh!



Yeon Joo menemani Ayahnya yang terbaring tak sadarkan diri. Yeon Joo memegang tangan Ayahnya. Kilasan kejadian yang beberapa waktu terjadi membuat Yeon Joo menghela nafas. Ayahnya menekankan bahwa Kang Chul adalah monster. Dia telah menciptakan sesuatu yang salah.

Yeon Joo menitikkan air mata. Mungkin masih dengan rasa sesal karena dia tak mendengarkan ucapan sang Ayah.


Ketemu chunsang disini ^^


Seok Beom menemui Yeon Joo, dia menyuruhnya untuk beristirahat. Biarkan dia yang menggantikannya.

“Dimana ibu?”

“Aku sudah mengirim mereka pulang dengan taksi. Sana istirahat.”

Yeon Joo berterimakasih. Ia berjalan meninggalkan ruang ICU dengan loyo.



Ponsel Yeon Joo berdering, Tim Manager Park menghubunginya dan menanyakan kondisi Sung Moo. Yeon Joo memberitahukan bahwa kondisinya masih tetap sama, belum sadarkan diri.

“Ah ya... Aku tak tahu apa ini seharusnya disampaikan saat situasi seperti ini. Aku punya sesuatu yang harus aku konfirmasi.”

“Ada apa?”

Tim Manager Park mengatakan bahwa mereka mendapatkan kirima baru. Tapi dari segi cerita seperti bukan milik Sung Moo hanya saja cara menggambarnya sama seperti buatan Sung Moo. Siapa yang menguploadnya? Apa dia punya draft? Kontennya agak...

“Kapan itu dikirim?”

“Sekitar setengah delapan dan kita baru membacanya.” Jawab Tim Manager Park. Yeon Joo terkejut dan meminta Tim Manager untuk mengizinkannya membaca chapter itu.



Yeon Joo mengecek email –nya. Tim Manager Park sudah mengirimkan chapter itu dan ia pun bergegas untuk membacanya.

Kisah ini memang sama persis dengan apa yang terjadi menimpa Kang Chul. Helaan nafas panjang meluncur ketika melihat gambar Chul menodongkan pistol ke arah Ayahnya.



Masih didalam webtoon, setelah kejadian penembakan itu. Kang Chul berjalan dengan loyo tanpa arah tujuan. Dia melemparkan pistolnya sembarangan. Ia menatap kembali pistol yang telah dibuangnya. Dia memejamkan mata seolah apa yang ia lakukan itu memang diluar nalurinya. Dan ia menyesali hal itu.

[Generasi pembela kebenaran, Kang Chul.] – tulisan disebuah papan promosi komik W.
Ini semakin menunjukkan bahwa terjadi pertarungan batin dalam diri Chul. Dia menyesal melakukan tindakannya barusan.



Chul menuju ke mini market untuk membeli pulpen dan kertas. Ia sesekali tersenyum miris saat menorehkan kata demi kata diatas selembar kertas. Terakhir ia masukkan ke dalam amplop,[untuk Yeon Joo]



Suara perawat menganggetkan Yeon Joo yang fokus menatap gambar surat yang ada didalam webtoon. Yeon Joo terperanjat, Ayah?!

Perawat menggeleng, dia ingin memberikan surat. Yeon Joo menatap surat itu dalam diam. Pelayan dengan canggung meletakkannya diatas meja.

“Siapa yang mengantarkannya?”

“Aku tak tahu karena saat itu aku tak berada ditempat.” Jelas pelayan. Ia pun permisi pergi pada Yeon Joo.



Yeon Joo memastikan kalau surat itu memang sama dengan yang dibuat Chul. Yap. Persis. Yeon Joo membaca suratnya.

[Mengetahui kebenaran dibalik kehidupanku. Seorang protagonis yang berusaha menemukan... tapi akhirnya berakhir menjadi pembunuh, Akhir apa yang akan lebih baik? Jadi, sampai jumpa.]

Yeon Joo segera menggeser layar komputer untuk melihat adegan terakhir. Rupanya ada gambar Chul berdiri ditepian jembatan sungai Han. Yeon Joo terperangah tak percaya.





Malam itu hujan mengguyur dengan derasnya. Kang Chul menunjukkan tatapan putus asa.
“Untuk karakter utama yang menjadi pembunuh saat mencari pembunuh, disini tak ada ending yang lebih pantas lagi.” Senyum miris kembali terulas diwajah Chul.

Ditepian jembatan tertulis, [Waktu itu hidup]*

Ia melepas cengkeramannya di tepian sungai Han. Dia mengakhiri hidupnya seperti apa yang seharusnya ia alami beberapa tahun lalu. 

*Dikorea, Jembatan Hangang sampai Mapo memiliki tingkat bunuh diri paling tinggi. Jadi tulisan itu dijadikan sebagai penenang agar mengurungkan diri atas niatan bunuh diri.



Yeon Joo menutup mulutnya, dia kembali menscroll menuju halaman terakhir dan menemukan gambar Chul mengambang dalam air. Dipojokan tertulis The End.


Yeon Joo berlari menuju Jembatan Hangang, ia menatap ke hampara air yang tak menunjukkan adanya tubuh Chul. Yeon Joo meringkuk di tepian jembatan.
Nampaklah tulisan di jembatan itu, [adalah sangat berharga.]

-oOo-



Soo Sun merawat mantan suaminya menggantikan Yeon Joo. Ia bergegas memanggil suster ketika Sung Moo mulai membuka mata.

-oOo-



Polisi memberikan laporan mengenai hasil investigasi mereka untuk saat ini. mereka sudah mengecek CCTV dan tak menemukan jejak seseorang masuk melalui pintu depan. Dan kalau sampai dia masuk melalui rumah tetangga, seharusnya ada jejaknya tapi tetap tak bisa ditemukan.

Dan pistol yang dicari pun belum ditemukan.



Jadi saat polisi melakukan penyisiran dimalam hari, hujan turun sangat lebat. Mereka sampai ke tempat sampah tempat Chul membuang pistolnya tapi tiba – tiba pistol itu berubah seperti gambar dan hilang.

Begitu pula dengan peluru yang bersarang di dada Sung Moo. Selepas operasi, peluru itu raib.

“Apa ada orang di rumah sakit yang anda curigai?”

Yeon Joo menggeleng. Polisi mengatakan bahwa kasus penembakan ini memang sangat ganjil.

-oOo-




Yeon Joo membangunkan Ayahnya dengan perlahan. Ayah tersadar. Yeon Joo bertanya apakah Ayahnya ingin tahu sesuatu?

Ayah tetap diam. Yeon Joo ingin membicarakan masalah Kang Chul tapi dia tak sanggup untuk mengucapkannya. Akhirnya Soo Bong angkat bicara kalau Kang Chul telah bunuh diri setelah penembakan. Komik telah dikirim ke pihak editorial. Jadi kemungkinan akan segera diberikan ke pihak kepolisian. Jadi mereka harus menyatukan kesaksian agar bisa menutupi sekaligus memberi penjelasan pada polisi. Kalau tidak, masalah akan semakin rumit.



Tamatnya webtoon W menjadi topik terhangat pagi ini. setelah akhirnya tujuh tahun pembuatan komik dan Sung Moo mengalami depresi karena hal ini. dia malah mengakhiri komik dengan kematian Kang Chul.

Penggemar serentak membaca komik itu. Ada yang menangis dan ada pula yang tak percaya dengan ending itu. Banyak yang kecewa dan juga marah dengan akhir kisah menyedihkan ini.

-oWo-

17 Responses to "SINOPSIS W – Two Worlds Episode 6 Bagian 1"

  1. Aku smlm udh nonton d youtube cm ga ada tfanslate na..baca sinopsi chingu jd ngerti deh...makasih chingu
    Semangat chingu

    ReplyDelete
  2. Di tunggu part 2 nya ya 😊😊

    ReplyDelete
  3. gomawo sinop nya,,smngat trus nulisnya^^

    ReplyDelete
  4. Dari sebelum tayang dikorea,sdh berkali kali buka blognya, dan akhirnya dilanjut W nya ☺ terimakasih kakak

    ReplyDelete
  5. Paling update blog ini.. Kerenn.. Makasih atas kerja kerasnya kakak..😊

    ReplyDelete
  6. Sangat membantu sekali. Jadi paham alurnya. Kamsahamnida 😊

    ReplyDelete
  7. Thanks sinopsisnya, part 2 nya ditunggu....

    ReplyDelete
  8. Alur nya termasuk cepet ya baru ep 6. Btw thankss bgt kaa udh bikin sinopsis yg keren&cepet hehe! Semangatt

    ReplyDelete
  9. Terimakasih admin atas sinopsisnya... Selalu menunggu part srlanjutnya

    ReplyDelete
  10. yaah kok chul mati sihh .. ya ampuuunnn ini drama bikin greget greget gimana gituu.. ga bisa nebak ceritanya.. btw makasih udh d update cpet bangett... ttep smngat bikin snop nya .. fighting !

    ReplyDelete
  11. Ko kang chul y mati sih.aduh derama in emg susa di tebak jalan cerita y bikin makin penasaran aja sama cerita y.

    Semangat eonni bikin sinopsis y fitinggg dan di tunggu prat 2 y ya eonni...

    ReplyDelete
  12. Udah gak sabar nunggu part 2 nyaaa..

    ReplyDelete
  13. masih nunggu part 2 nya😁😁😁😁

    ReplyDelete
  14. Ayo semangaaat.. di tunggu part 2 nya ya kaak..

    ReplyDelete
  15. Ditunggu part 2 nya. Semangat!!!

    ReplyDelete
  16. Ditunggu part 2. Semangaaaat!!

    ReplyDelete
  17. Berharap KC gak mati...
    Semoga aja kejadiannya seperti YJ klo didlam webtoon. Gak bakal terluka klo bukan didunianya masing2..
    Hahah... ngayal ples asbun...
    Fighting chingu... ditunggu part 2nya.

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^