SINOPSIS W – Two Worlds Episode 11 Bagian 1

SINOPSIS W – Two Worlds Episode 11 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: MBC
Yeon Joo bergegas mencari obat dan peralatan medis ditempatnya. Setelah dirasanya cukup, dia cepat – cepat pergi menuju tempat kerja Ayahnya.


 -oOo-



Yeon Joo memanggil - manggil Soo Bong tapi tak mendapatkan jawaban. Akhirnya dia langsung saja menuju ke ruang kerja Sung Moo. Yeon Joo melihat ayahnya tengah duduk dikursi memunggunginya. Yeon Joo langsung protes karena Ayah bilang akan membuat kisah happy ending untuk Kang Chul. Tapi kenapa Ayahnya malah membunuh orang – orang itu dan menjebak Kang Chul? Apa Ayah tak bisa membuat mereka semua bahagia?

Sung Moo masih diam. Yeon Joo memanggilnya lagi dan lagi tapi tetap tak menerima respon. Dia akhirnya berjalan mendekati Sung Moo dan melihat wajah Ayahnya sudah rata.
Yeon Joo menjerit ketakutan dan bergegas keluar dari ruangan Ayahnya.


Disisi lain, Soo Bong datang ke rumah sakit dengan tergesa – gesa. Tapi dia tak bisa menemukan Yeon Joo disana. Ponsel Soo Bong berdering dan menerima panggilan dari Yeon Joo.

Yeon Joo dengan ketakutan bertanya apa yang terjadi dengan Ayahnya? Soo Bong mengatakan kalau wajah Pak Oh menghilang. Hidung, mata ataupun bibir tak tampak lagi.



Soo Bong ingat saat ia tersadar dari pingsan –nya, dia melihat wajah Sung Moo sudah rata. Dan ia mendengar suara yang memberi perintah dan Guru Oh menggambar sesuai permintaan suara itu. Soo Bong yang tak bisa menahan rasa takutnya lagi – lagi menjerit, dia berlari keluar ruangan Guru Oh terbirit – birit.



“Jadi Ayah menggambar sesuai permintaan penjahat?” tanya Yeon Joo.

Soo Bong tak tahu, dia tak bisa berfikir untuk saat ini karena ketakutan. Sangat takut. Soo Bong menyuruh Yeon Joo untuk segera pergi dari sana. Disana sangat berbahaya. Yeon Joo menolak soalnya nyawa Kang Chul juga dalam bahaya, dia tertembak.

Soo Bong memperingatkan bahwa Guru Oh yang sekarang bukanlah Guru Oh yang sebenarnya. Yeon Joo bisa saja mati saat ini. Cepat pergi dan tutup pintunya!


Soo Bong mengakhiri panggilan dengan tangan gemetaran. Seok Beom memperhatikan tingkah Soo Bong yang terlihat sangat ketakutan. Dia menyentuh pundaknya tapi Soo Bong malah terkejut bukan kepalang. Dia berjingkat kaget kemudian memeluk Seok Beom.



Yeon Joo perlahan – lahan memasuki ruangan Sung Moo, dia mencoba membuat langkah tanpa menimbulkan suara dan meraih tablet milik Sung Moo. Namun tangan Sung Moo tiba – tiba menahan lengannya. Wajah mengerikannya membuat Yeon Joo menjerit ketakutan.
Entah apa yang terjadi diantara mereka, tapi terdengar suara keributan dari luar ruangan.

-oOo-


Polisi sudah masuk ke penthouse milik Kang Chul dan melakukan penggeledahan. Dia mengambil barang – barang yang sekiranya diperlukan untuk bukti nantinya. So Hee gemetaran namun tak bisa berbuat apapun.



Kebaikan yang selama Kang Chul berikan pun langsung dicap buruk. Detektif yang biasanya bersikap sopan pun sudah tak lagi. Detektif itu memarahi Do Yoon dan meminta –nya untuk ke kantor polisi. Mereka akan melakukan introgasi yang sangat panjang. Dia merasa telah tertipu hingga memberikan informasi dan bersikap kooperatif pada mereka. Bahkan Tuan Son yang mengenal mereka selama 30 tahun, mereka bodohi dan bunuh begitu saja.
Do Yoon hanya bungkam tanpa menyanggah atau protes saat menerima tuduhan itu.


Polisi datang untuk mengonfirmasi jalur kaburnya Kang Chul pada si Detektif. Terakhir Kang Chul terlihat di jalanan Yongin di Provinsi Gyeonggi, satu jam lalu. Dia menghilang di perempatan Baekbong. Mereka yakin akan segera menangkapnya karena Kang Chul dalam keadaan terluka. Dia tak akan bisa kabur jauh.



Polisi melakukan inspeksi pada setiap mobil yang melintas di Provinsi Gyeonggi. Dan menyisir setiap daerah disana. Mereka bahkan mengecek hotel – hotel tanpa terkecuali. Termasuk hotel yang kini tengah ditempati oleh Kang Chul.


Kang Chul yang tengah terluka mendengar suara polisi yang sedang memeriksa kamar satu – persatu. Dia panik dan mencari – cari pistol untuk pertahanan diri.




Polisi itu berniat menuju ke kamar 213, tapi tepat saat itu pula pintu kamar nomor 213 tiba – tiba menghilang seolah terhapus. Tetesan darah yang tercecer dilantai pun menghilang. Polisi itu kebingungan mencari kamarnya, apa mereka salah tulis?

Kang Chul berhasil menemukan pistol didalam jas. Dia mengacahkan pistol itu ke arah pintu sambil menahan rasa sakit diperutnya.

Polisi tadi tanpa curiga mengira kalau catatannya mungkin salah. Mereka akan melakukan pengecekan ke lantai selanjutnya.




Polisi menaiki lift, dan CCTV yang ada dalam lift itu pun juga dihapus oleh Yeon Joo.

Yeon Joo bekerja dengan sangat tergesa – gesa, apalagi Ayahnya sedari tadi terus menggerak – gerakkan pintu agar bisa masuk kedalam ruangannya. Yeon Joo tak memperdulikan Ayahnya saat ini. dia kemudian mengganti warna mobil Kang Chul menjadi hitam dan mengubah plat nomornya.

Saat polisi menghampiri mobil itu, mereka tak mencurigainya sama sekali.


Sekarang tinggal mengurus luka Kang Chul, Yeon Joo mengeluarkan obat yang dia bawa dari rumah sakit. Dia menggambarnya dan meminta agar Kang Chul bisa bertahan sebentar lagi.



Kang Chul bermimpi buruk. Dia memimpikan keluarganya yang mati seketika saat ia kembali dari sekolah. Dan sekarang dia harus melihat Tuan Son meninggal tepat dihadapannya. Dia meninggal tanpa pelaku dan dadanya tertembus oleh peluru tanpa ada yang menembaknya.

Kang Chul bergumam dalam tidunya, “bukan aku, Tuan Son. Bukan aku..”



Benda diatas nakas berubah menjadi obat dan alat untuk mengeluarkan peluru dari dalam perut Kang Chul. Disana juga ada alarm yang berdering untuk menyadarkannya. Kang Chul mengira Yeon Joo masih ada disana, “Nona Oh Yeon Joo, apa itu kau? Tolong jawab aku. Di mana kau?”

Kang Chul mengambil note diatas nakas, Yeon Joo memintanya untuk cepat sadar dan lekas sembuh. Dia tak bisa kesana untuk saat ini. Dia harus merawat lukanya sendiri jadi dia harus segera sadar.



Yeon Joo masih berusaha menggambar sebanyak yang ia bisa. Tapi suara seseorang membuat Yeon Joo terkejut, tablet yang ada dihadapannya pun mulai bercahaya.

“Siapa kau? Apa kau Oh Yeon Joo? Kapan kau keluar dari sini?” tanya Sung Moo palsu.

Tangan Sung Moo mampu keluar dari dalam tablet kemudian meraih leher Yeon Joo dan mencekiknya dengan erat. Yeon Joo mencoba melepaskan diri namun cengkeraman dilehernya terlalu kuat. dengan susah payah, Yeon Joo menggerakkan tangan menuju tombol power ditablet itu. Saat tablet sudah mati, tangan Sung Moo kembali ke dunia webtoon dan Yeon Joo bisa terlepas dari cengkeramannya.


Tepat saat itu pula, Sung Moo asli kehilangan tenaga dan jatuh ke lantai dengan lemas.


Yeon Joo mencoba menenangkan dirinya yang masih begitu syok mengalami semua kejadian mengerikan ini. Nafasnya masih tersengal – sengal ketakutan.


Ia pun berjalan keluar untuk menemui Ayahnya, Ayah sudah tergeletak dilantai. Yeon Joo mendekatinya dengan perlahan, wajah Yeon Joo menunjukkan kalau dia masih bingung dan tak mengerti dengan semua ini. Dia menyentuh ayahnya dengan perlahan, Ayah? Ayah?

Ayah tak berkutik sama sekali. Yeon Joo hanya bisa menahan perasaannya yang tak menentu itu. Yeon Joo pun kemudian mengangkat dan memindahkan Ayahnya agar tidur diatas ranjang.


Soo Bong kembali ke tempat Sung Moo dengan ditemani oleh Seok Beom. Soo Bong masih trauma dengan tempat ini, dia bahkan menggandeng tangan Seok Beom ketika masuk dalam rumah. Seok Beom yang tak tahu apa – apa jelas kesal, mereka belum saling mengenal. Jadi, bergandengan tangan terasa aneh untuknya. Dia mengibaskan tangan Soo Bong dengan kesal.


Yeon Joo berada diruangan Ayah sambil menatap tablet –nya seolah memikirkan banyak hal. Soo Bong datang dengan panik, dia pikir terjadi apa – apa dengan Yeon Joo karena dia tak menjawab panggilannya. Yeon Joo masih diam termenung. Soo Bong bertanya, bagaimana dengan keadaan Guru Oh?

Yeon Joo mengaku kalau ia membaringkan dikamar lalu menguncinya. Dia tak punya pilihan lain.


Seok Beom tengah berkeliling memperhatikan kantor Sung Moo. Dia berniat untuk ke kamar mandi dan menuju salah satu pintu disana. Dia mencoba membukanya tapi ternyata dikunci. Sung Moo ada dalam kamar itu dan dia tak merespon sama sekali dengan suara ketukan pintu, tubuhnya masih diam seperti tadi. Apa dia tak bergerak saat tablet mati juga?


Diruangannya, Yeon Joo menyimpulkan kalau Ayahnya dan Sung Moo palsu tak akan bisa berkomunikasi saat tabletnya dimatikan. Tapi dia sendiri belum tahu pasti tentang teorinya itu. Yeon Joo meminta pendapat Soo Bong, apa mereka harus menggambarnya sebagai mimpi lagi?

Ah, Ya. Soo Bong setuju dengan usulan itu, mereka bisa menggambar saat Kang Chul masih muda, 10 tahun yang lalu sebelum keluarganya tewas. Mereka menggambarnya sebagai mimpi saat penjahat itu belum muncul. Yeon Joo setuju. Hanya saja dia takut, dia takut kalau sampai penjahatnya sedang menunggu dia menyalakan tablet.



Seok Beom masuk kedalam ruang kerja Ayah Yeon Joo. Dia memuji ruang kerja yang bagus ini, tapi dimana Yeon Joo?

Soo Bong tersenyum, “Dia ada disini.” Ucap Soo Bong sambil menoleh. Rupanya tak ada siapa – siapa disampingnya dan Yeon Joo sudah menghilang. Soo Bong mengedarkan pandangan keseluruh ruangan dengan tawa garing.

Seok Beom ikut tertawa dengan sinis dan meninggalkannya. Soo Bong pun buru – buru mengekori Seok Beom untuk pergi.


11 Responses to "SINOPSIS W – Two Worlds Episode 11 Bagian 1"

  1. first komen ye ye ye, mbak aku sering buka blog mbak baca sinopsis cuma baru komen sekarang...
    tabnya mati tapi kok yeon jeo bisa ke dunia webtoon...banyak mister di ep minggu ini

    ReplyDelete
  2. Makasih yaaa.. ditunggu part 2 nya. Semangattt!!~~ yeyey

    ReplyDelete
  3. Makin penasaran.....😁

    D tunggu Selanjutnya .... thankz mbak

    ReplyDelete
  4. Part 2..... love this drama.... ampe bolak balik ngecek blog ini....

    ReplyDelete
  5. kereeeeen😁😁😁😁😁😁
    ditunggu kak part 2nya😁😁😁
    semangaaat😁😁😁😁

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. SINOPSISNYA DAEBAK !!!! ^^
    Berasa nonton dramanya langsung, kebawa suasana tegang dan penasaran..
    Semangat terus mba..

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^