SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 2 Bagian 1

SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 2 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: SBS

Hae Soo diangkat kepangkuan Wang So ketika hampir terjatuh ke sungai. Dia masih syok dan menatap ke arah Wang So terus menerus sambil menunggang kuda.


Setelah bermanis – manis diatas tunggangan mereka, Wang So bergegas mendorong Hae Soo dari atas kudanya. Sontak Hae Soo terjatuh ditanah sambil meringis kesakitan. Dia berteriak marah dan menyuruh Wang Soo untuk jangan pergi. Bagaimana bisa kau melempar manusia seperti karung? Dan kenapa kau menunggang kuda dengan kecepatan tinggi disaat banyak orang? Bukankah manusia lebih penting daripada mobil... maksudku kuda.


Wang So tersenyum sinis sambil menarik tali kudanya. Kuda itu merespon dengan ringkikan dan mengangkat kedua kaki depannya tinggi tinggi. Jelas saja Hae Soo langsung mundur takut kena sepak.

Sekali lagi Wang Soo tersenyum kecil dan pergi.

Seorang Ahjumma menyarankan agar Hae Soo melupakan semua kejadian ini. Hae Soo masih tak terima dong, dia mau melapor pada polisi. Ahjumma langsung bergidik menasehatinya, apa kau tak kenal dengan Pangeran Ke-empat? Kau masih hidup saja sudah beruntung.



Hae Soo tak habis pikir harus bertemu dengan pangeran lagi. Memangnya berapa putra yang dimiliki oleh Raja Taejo?

Tak lama setelah itu, Chae Ryung datang dengan sangat tergesa – gesa. Hae Soo bertanya mengenai tamu dirumah mereka yang posturnya cukup tinggi. Matanya besar, apakah ada tamu seperti itu dirumah mereka?

Chae Ryung tak menggubris pertanyaan itu, saat ini masalahnya lebih genting lagi. Putri Yeon Hwa sudah mencari – cari keberadaan Hae Soo sejak tadi.


Yeon Hwa sedang melakukan pertemuan dengan para pangeran tampan nan rupawan. Dia  menanyakan keberadaan Pangeran ke-empat yang belum juga menampakkan diri. Wang Eun menuturkan ketakutannya ketika harus bertemu dengan Pangeran ke-empat. Dia kemarin tak sengaja menginjak kakinya, tapi Pangeran ke-empat langsung berkata dengan mengerikan. Apa kau mau mati?

Wang Jung setuju, dia bahkan saudara satu ibu tapi tak bisa berbicara dengan lancar padanya. Wang Jung juga selalu menyapanya tapi tak pernah menerima jawaban. Bagi Wang Won, Pangeran ke-empat punya tendensi untuk merubah mood dalam sekejap.


Suara decitan pintu membuat suasana ribut para pangeran langsung terhenti. Wang So masuk kedalam ruangan dan seketika itu pula suasana menjadi menegangkan. Yeon Hwa bersikap tenang dan menyapa Wang So dengan ramah.

Wang Eun, Wang Jung dan Wang Won juga langsung menyapanya bak anak patuh kemudian mereka bergegas duduk dipojokan.



Wang Wook mencoba mencarikan suasana dengan mengatakan kalau Wang So terlambat. Mereka seharusnya bisa berlatih untuk ritual.

“Kita bisa melakukannya.” Ucap Wang So.

Yeon Hwa mengaku kalau mereka hampir mengirim orang ke Shinju. Dia tak pernah mendengar kalau Wang So akan kesini.

“Aku sudah disini, ‘kan?”

Yeon Hwa menyarankan agar Wang So bisa tinggal dirumah mereka selama berada di Songak. Dia ingin mendengar banyak hal mengenai Shin Ju. Wang Wook membenarkan, Wang So bisa tinggal disana ketimbang berada dikediaman Ratu.


Wang Yo seolah tersinggung dengan ucapan mereka, dia menyuruh Wang Wook jangan terlalu memaksakan diri. Toh Wang Soo lebih tahu bahasa hewan ketimbang bahasa manusia.

“Ah, tak heran.. aku pikir kata – katamu terlalu jelas.” Sindir Wang So.

Suara ketegangan sedikit terpecah ketika beberapa pelayan masuk ke ruang pertemuan. Mereka akan menghidangkan jamuan makan.



Hae Soo masuk ke dalam ruang pertemuan dengan takut – takut. Dia menutup wajahnya dan bersembunyi dibalik tiang. Wang Eun sigap menghampiri ketika ia melihat tingkah ajaib gadis yang satu ini. Dia menarik Hae Soo dengan paksa dan menatap wajahnya lekat – lekat.

“Apa kita pernah bertemu sebelumnya?”

“Tidak.”

“Kau terlihat familiar. Kau yang sudah mengintip kita mandi yah?”

“Tidak. Tidak mungkin!” sanggah Hae Soo.



Wang Eun mengangkat wajah Hae Soo yang terus menunduk, “benar kok!” serunya.

Hae Soo sontak mengibaskan tangan Wang Eun dan tanpa sengaja tangannya mengenai nampan berisi minuman. Nampan itu pun terjatuh hingga menimbulkan keributan. Hae Soo malu hingga akhirnya dia buru – buru kabur meninggalkan ruangan.



Baek Ah berkomentar bahwa sikapnya sungguh berubah. Bukankah begitu, hyung? Wang Wook masih tersenyum dan mengatakan kalau dia tak tahu. Ia tak begitu mengenal Hae Soo.

Yeon Hwa meyakinkan Wang Eun kalau mungkin dia sudah salah orang. Wang Eun masih mengernyit heran, dia paling handal kalau disuruh mengenali wajah orang. Dia cukup yakin.


Hae Soo menepuki dadanya agar bersabar. Kalau dia bisa menghindar hari ini, maka kemungkinan mereka tak akan bertemu lagi.


Rasa penasaran Wang Eun masih begitu tinggi, dia akhirnya memutuskan untuk mencari keberadaan Hae Soo. Tapi dimana dia?

Hae Soo melihat kedatangan Wang Eun, dia pun buru – buru bersembunyi.



Wang Eun sampai ke sebuah gubuk kecil, dia melihat ada lubang dipagarnya. Ia pun mendekat dan mengintip dari sana. Rupanya didalamnya ada Chae Ryung yang tengah mengganti pakaian. Wang Eun diam – diam asyik mengintip sambil terus menelan ludah.

Chae Ryung merasa ada yang mengawasi, ia pun menoleh ke arah pagar. Chae Ryung sontak berteriak ketika memergoki ada yang mengintipnya.


Hae Soo menahan Wang Eun yang berniat kabur. Dia yakin kalau Wang Eun yang sudah mengintip. Wang Eun langsung membusungkan dada, dia adalah pangeran. Bagaimana bisa dia mengintip seorang pelayan seperti dia?

Chae Ryung keluar dari ruangan sambil berteriak namun teriakan langsung reda ketika tahu pelakunya adalah Pangeran. Wang Eun berjalan mendekatinya, apa kau yakin itu adalah aku? Apa kau yakin kau melihatku?

“Aku tak yakin telah melihatnya dengan baik.” Ucap Chae Ryung takut.


Wang Eun berniat pergi namun Hae Soo tak akan membiarkannya. Chae Ryung mungkin tak melihatnya dengan jelas, tapi dia melihatnya dengan jelas. Jadi dia meminta Wang Eun untuk meminta maaf, sekarang juga!

Wang Eun menolaknya, bagaimana bisa dia meminta maaf pada pelayan rendahan? Tak ada hukum seperti itu dinegeri ini.

“Kau tak malu? Dasar orang yang memalukan.” Ketus Hae Soo.

Wang Eun mendelik mendengar ucapan lancang Hae Soo, ia mendorong Hae Soo untuk menyingkir dari jalannya.


Hae Soo tak mau kalah dengan perlakuan tak adil ini. Dia mengejar Wang Eun untuk menuntut permintaan maaf. Wang Eun masih kekeuh dan mendorong tubuh Hae Soo ketanah. Hae Soo tak terima, dia menarik pergelangan kaki Wang Eun sekenanya. Dia pun ikut jatuh.

Mereka berdua sudah kalap, akhirnya saling jambak dan berteriak – teriak bak perkelahian antar cewek.

Semua pangeran keluar dari dalam ruangan saat mendengar keributan ini kecuali Wang So yang masih sibuk memejamkan mata. Bukannya melerai, mereka malah asyik menonton mereka berdua.



Hae Soo bisa menindih Wang Eun. Dia pun memukul kepala Wang Eun dengan menggunakan kepalanya. Ia berniat melayangkan pukulan agar dia tahu bagaimana rasanya dipukul.

Tapi tangan Hae Soo terhenti. Wang So sudah berdiri disampingnya menahan tangan Hae Soo. Dia mencoba melepaskan diri tapi cengkeraman Wang So sangatlah kuat.


Wang Eun bangkit dan berniat menghajar Hae Soo lagi. Tapi Wang Wook langsung menahannya, banyak penjaga yang memperhatikan. Wang Eun mendecih kesal dan pergi dengan marah.

Tangan Hae Soo masih dijagal oleh Wang So, dia tersenyum meledek ala – ala badboy saat melepaskan cengkeramannya.



Hae Soo tinggal mengejar Wang So ketika ia akan pergi. Lagi – lagi dia juga menuntut permintaan maaf darinya. Wang So menanggapi dengan dingin, aku? Memangnya kau siapa?

“Hae Soo. Aku Hae Soo!”

“Aku tak tanya siapa namamu. Aku tanya posisimu sampai kau punya nyali bertingkah seperti itu pada pangeran.”

Hae Soo mendesis tak percaya, betapa konyolnya mereka harus menggunakan hukum seperti itu. memangnya dia hanya mau minta maaf kalau dia Putri dan menolak meminta maaf saat dia pelayan? Dia tak hanya menuntut dari Wang So tapi juga pada Pria Kecil itu. Kalau jabatanmu lebih tinggi maka kau harusnya lebih mengedepankan keadilan, ‘kan?


Wang So mendekatkan wajahnya ke arah Hae Soo. Dia setuju tapi saat ia mendengar kata maaf darinya. Saat itu pula, Hae Soo akan mati.

Hae Soo mulai gamang mendengar ucapan yang penuh intimidasi itu. Wang Soo bersiap mengucapkan kata maaf, “Aku minta...”



“Nyonya Hae! Kau datang untuk menengokku?” seru Hae Soo pada Nyonya Hae.

Ucapan Wang Soo terhenti ditengah jalan. Hae Soo membimbing Nyonya Hae untuk menghadap dan memberi salam pada Wang Soo. Ia kemudian buru – buru mengekori Nyonya Hae agar bisa kabur dari hadapan Wang Soo.


Nyonya Hae melakukan ritual dengan meletakkan sebuah batu pada gunungan batu. Dia kemudian mengatakan pada Hae Soo bahwa ia tak akan bisa menghindari hukuman. Dia telah memukul seorang putra dari pemimpin negeri ini. Hae Soo dengan canggung meminta bantuan dari Nyonya Hae. Dia akan berbicara sebaik mungkin dihadapan Raja.

“Kau pikir bertemu dengan Raja itu mudah?”

Nyonya Hae merasa bahwa Hae Soo telah berubah. Dulu dia gadis yang berperilaku baik. Dan apa Hae Soo tahu kenapa dia berdoa ditempat ini? Hae Soo tak mengerti. Tempat yang mereka datangi ini adalah tempat berdoa bagi para ibu agar anaknya bisa tumbuh dengan baik. Meskipun Nyonya Hae tak punya anak dia selalu kesini.



Nyonya Hae menunjukkan gunungan batu disampingnya, itu dibuat oleh Ratu Hwang Bo untuk Putri Yeon Hwa. Sedangkan yang ada dihadapan mereka, itu adalah gunungan yang dibuat Nyonya Hae untuk Hae Soo. Hae Soo memang tak punya ibu dan tumbuh besar sendirian. Oleh karena Nyonya Hae tak pernah menganggapnya sebagai keponakan, dia selalu menganggapnya sebagai anak semenjak dia datang kerumahnya.


Tapi sekarang, Nyonya Hae me merasa usahanya belumlah cukup hingga Hae Soo harus terjebak dalam masalah ini. Dia yakin Ibu Hae Soo melihat mereka dari langit, ini membuatnya merasa malu.

Ucapan tulus Nyonya Hae membuat Hae Soo tersentuh. Dia pun memikirkan ibunya dan menangis dipelukan Nyonya Hae.

“Tolong. Apa yang telah aku lakukan untukmu? Pikirkan tentang ibumu dan hiduplah dengan baik.” Ucapnya seraya membelai Hae Soo dengan penuh kasih sayang.

-oOo-


11 Responses to "SINOPSIS Scarlet Heart: Ryeo Episode 2 Bagian 1"

  1. yeaaaah thank you~ aku nyari" sinopsis ep 2, tp cuma nemu di sini. aku tunggu par 2' ^^

    ReplyDelete
  2. Drakor saeguk yg di tunggu2. Paling suka sam Smirk nya Wang So... Hwaiting mba puji

    ReplyDelete
  3. Seruseruseruuuu...
    IU buat baper soalnya dikelilingi pria tamvan...πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹
    Semangat terus untuk penulisnya...fighting!!!

    ReplyDelete
  4. leejunki guanteng bngt mskpn wajahnya tertutup sebagian

    ReplyDelete
  5. leejunki guanteng bngt mskpn wajahnya tertutup sebagian

    ReplyDelete
  6. Pangeran wang so cool lee jun ki oppa..dtunggu klnjutnya ching..

    ReplyDelete
  7. seperti biasa lee jun ki selalu sukses memerankan karakternya di drama2 saeguk...tp untuk kali ini sy lebih menyukai pangeran ke 8 pangeran wang wook, pangeran dengan kepribadian hangat...suka banget dengan cara kang ha neul memerankannya...terima kasih sinopsisnya..semangat terus yah..fighting !!!

    ReplyDelete
  8. Bingung ama nama2 pangerannya.. Wang ber saudara... Eemmm.. Yg lebih bingung lagi..ktnya acting baekhyun exo ma iu jelek.. Tp menurutku lucu kok.. Jd bikin ketawa.. Jd niy drama ada komedinya jg.. Eeemmm.. Dasar haters..

    ReplyDelete
  9. seriusan ngakak liat wong eun dan hae so kalo ketemu πŸ˜† ada aja tingkahnya... maksih sinopnya😊

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^