SINOPSIS Prince of Wolf Episode 4 Bagian 1

SINOPSIS Prince of Wolf Episode 4 Bagian 1
Sumber gambar dan konten:SET Metro, TTV Main Channel
Baik Ze Ming maupun Du Ki Hong tak mengenal satu sama lain saat berpapasan. Ze Ming bahkan melewatinya tanpa sadar karena kini Ze Ming tengah sedih. Ia merasa menjadi beban untuk keluarga Tian.

Du Ki Hong sempat bertanya – tanya apakah Ze Ming ini memang kemenakannya atau bukan.



“Ze Ming, ayo mandi dengan air hangat. Kau bisa sakit kalau terus seperti itu.” seru Mi Mi. Ki Hong terperanjat kaget. Ze Ming berniat untuk masuk ke rumah, Ki Hong pun buru – buru membuang muka dan mengenakan kacamata hitamnya.

-oOo-



Mi Mi yang melihat Ze Ming murung memintanya untuk jangan mengambil hati apa yang sudah Paman dan Bibi Zhang katakan, semua ini hanyalah salah paham. Ze Ming berkata kalau dia tak ingin merepotkan Mi Mi karena dia dan Ayah serigala.

Mi Mi sekali lagi menjelaskan bahwa ini hanya kesalah pahaman, penduduk desa Mudan sudah seperti keluarga. Mereka hanya perlu menunggu waktu dan menjelaskan kepada mereka.


Ze Ming tertunduk hingga membuat Mi Mi menanyakan alasan kesedihannya. Ze Ming mengaku kalau dia sebenarnya hanya tak ingin Mi Mi dalam bahaya dan pergi bersama dengan Senior. Mi Mi tersenyum, memang sebenarnya dia yang salah telah membatalkan acara mereka tiba – tiba.

Ze Ming tak mempermasalahkannya, apalagi ini karena Mi Mi ingin bertemu dengan idolanya. Kau pasti sangat senang bertemu dengannya?

Mi Mi sedikit murung, dia terlambat dan tak bisa bertemu dengan Master Annie. Dia mengaku bahwa awalnya dia pergi ke North Star's Tears untuk mengambil foto dan mengikutkannya dalam kontes tapi setelah melihat tempat itu, dia malah mengurungkannya.

“Kau tak jadi ikut kontes?”

“Itu adalah tempat yang indah. Untuk bisa mengabadikan tempat yang penuh cinta didalam hati saja sudah cukup. Kesakralannya tak boleh diganggu.” Jelas Mi Mi.



Mi Mi menunjukkan kembang api pada Ze Ming. Dia menjelaskan bahwa kembang api itu juga bisa membuat mood menjadi baik seperti coklat. Dia mengajarkan cara menyalakan kembang api dan bermain dengan riang. Senyum indah terulas diwajah keduanya.

“Ini cantik. Mi Mi juga cantik.”

“Dari mana kau belajar omong kosong itu.” rutuk Mi Mi.

Mereka kembali bermain kembang api. Ze Ming menatap ke arah jam tangan pemberian Mi Mi. Dia ingat kalau Mi Mi menyuruhnya untuk melihat jam tangan itu dan mengingat kenangan indah mereka.

Jam sepuluh saat ini. Ze Ming mengatakan pada Mi Mi kalau dia sangat senang dan akan terus mengenang saat ini. Mi Mi awalnya terdiam kemudian tersenyum mendengar ucapan Ze Ming.


Malam semakin larut, Mi Mi mengajak Ze Ming untuk kembali tapi Ze Ming menolak. Dia akan berada disana sebentar lagi. Mi Mi masuk saja duluan.

Mi Mi berjalan masuk tapi ada raut kekhawatiran saat melihat Ze Ming menatap ke kota dalam diam.

-oOo-


Keesokan paginya, Ze Ming melipat pakaiannya dengan rapi dan meletakkan diatas meja beserta sepatu pemberian Mi Mi. Ia hanya memasukkan selimut kecilnya kedalam tas. Ze Ming berjalan keluar rumah bersama dengan Wolf Dad.

Ia menatap ke arah rumah keluarga Tian dengan sedih. Berat mungkin untuk meninggalkan tempat itu, hanya saja ia merasa kalau dengan kepergiannya akan membuat Mi Mi tak mendapatkan masalah lagi.

“Jam empat. Inilah waktu kita berpisah, Mi Mi.”



Sebelum memasuki hutan, Ze Ming sempat menoleh sedih. Ia mengingat semua kenangan indahnya bersama keluarga Tian. Minum alkoh*l bersama. Belajar menulis dengan Mi Mi dan makan bersama keluarga. Sesuatu yang akan menjadi kenangan manis untuk Ze Ming.

“Ayo Wolf Dad, kita kembali ke Gunung Serigala. Itulah rumah kita.”



Tanpa dinyana, Mi Mi telah menantikan Ze Ming diperbatasan masuk ke dalam hutan. Ze Ming sempat terkejut saat Mi Mi menatap wajahnya dengan sedih. Mi Mi bertanya dengan suara bergetar, apa Ze Ming akan benar – benar meninggalkan rumahnya? Tak apa – apa kalau mereka tak bertemu?

“Bagaimana kau ta...”

“Aku sudah tahu kau bersikap aneh dari kemarin. Aku sudah menebaknya. Apa kau benar – benar akan pergi?”

Ze Ming mengakui bahwa dia tak ingin pergi, hanya saja... Mi Mi memotong perkataannya dan menyuruh Ze Ming untuk tak memikirkan keributan yang dilakukan keluarga Zhang. Mi Mi meraih tangan Ze Ming, “Tinggallah, jangan pergi.”

Ze Ming membulatkan tekad untuk tak membuat masalah bagi Mi Mi lagi. Ia melepaskan tangan Mi Mi yang membujuknya dan pergi menuju ke arah hutan.



Mi Mi masih berusaha meyakinkan, mereka akan berusaha membuat warga desa menerima mereka. Apa kau tak ingin berteman lagi dengan yang lain? Mi Mi berlari mengejar Ze Ming dan memeluknya dari belakang. Air matanya mengalir mencoba menahan kepergian Ze Ming.

“Apa... tak apa – apa?” tanya Ze Ming setelah terdiam cukup lama, hanya isakan Mi Mi yang terdengar.

“Kau tak percaya padaku?”

“Aku percaya.”

“Terimakasih.” Ucap Mi Mi disela – sela tangisannya. Ia tersenyum berhasil menahan sahabatnya pergi.
-oOo-


Assa, Ze Ming dan Mi Mi sudah pulang dan kini Mi Mi tengah mengajar cara menulis dan membaca. Paling awal, Mi Mi pun mengajarkan bagaimana cara menulis karakter untuk nama Ze Ming.

Ze Ming memegang pensil layaknya anak umur tiga tahun sehingga Mi Mi harus membimbingnya. Dia memegang tangan Ze Ming lalu membimbingnya menulis. Keduanya tampak bahagia.

Ze Ming menatap Mi Mi, “Kau tampak cantik saat rambutmu digerai ke bawah.”

“Terimakasih.” Senyum Mi Mi malu – malu. Ia perlahan melepaskan genggaman tangannya dari Ze Ming dengan kikuk.



Ponsel Mi Mi berdering. Ia menerima pesan dari temannya. Ze Ming melongok ponsel Mi Mi kemudian bertanya tulisan apa yang ada disamping foto. Mi Mi menunjukkan bahwa itu adalah nama inggris temannya. Dia juga punya, namanya Vivian yang berarti penuh dengan energi.

“Nama ingris, itu terdengar menakjubkan.”

Menyadari ketertarikan Ze Ming, ia akan membuatkan nama untuk Ze Ming. Tapi apa... ia mulai berfikir keras.



Wolf Dad menggeram. Ah, Mi Mi punya ide untuk menamai Ze Ming dengan Wolf. Memiliki artian sebagai orang yang akan berusaha keras untuk menghadapi segala situasi. Seorang yang tak akan menyerah untuk menggapai keinginan mereka. itu sangat mirip dengan Ze Ming.

“Wolf?” ulang Ze Ming berfikir. Dia merasa kalau banyak hal yang ia tak ketahui, dia ingin belajar pada Mi Mi.

“Tentu saja.” Ucap Mi Mi setuju.



Ze Ming mulai belajar bahasa inggris, menggunakan ponsel, bermain gitar, dan mungkin masih banyak hal dasar lain yang Mi Mi ajarkan pada Ze Ming.

-oOo-


Disuatu petang, Keluarga Tian menghabiskan waktu bersama – sama untuk sekedar ngopi dan ngobrol bersama. Ayah Tian bertanya bagaimana perasaan Ze Ming setelah tinggal bersama mereka selama sebulan?

Ze Ming tentu saja kerasan, hanya saja dia ingin bekerja. Dia tak mau terus bergantung pada keluarga Tian.

“Wow.” Kagum Mi Mi.



Ponsel Mi Mi bergetar. Seketika itu pula wajahnya berubah sumringah, ia memberitahukan bahwa Senior telah mengabarinya kalau perusahaan sudah setuju untuk menjadikannya sebagai photographer bayaran mereka. Ibu dan Ayah Tian ikut bergembita. Ibu menyarankan agar Mi Mi membawa Ze Ming besok, ini akan sangat berguna untuk Ze Ming.
Ze Ming riang.

“Tapi –kan, besok Mi Mi akan menandatangani kontrak.” Sela Ayah.

Ibu kekeuh dan Mi Mi setuju usulan itu, karena Mi Mi sudah menjadi photographer bayaran maka dia butuh assisten. Dia akan menjadikan Ze Ming menjadi asistennya. Kau setuju?

Ze Ming menganggukan kepala dengan antusias.

-oOo-



Hua Wei menatap kehadiran Mi Mi dengan kurang nyaman karena Ze Ming ikut bersamanya. Mi Mi memperkenalkan Ze Ming sebagai assitennya. Hua Wei berkata kalau dia sama sekali tak ingin ikut campur dengan pilihan Mi Mi, tapi apa dia yakin?

“Ze Ming sangat cepat belajar, dia pasti bisa.”

“Aku minta maaf soal sebelumnya.” Ucap Ze Ming. “Aku akan berusaha dan menjadi assisten Mi Mi yang terbaik.”

Hua Wei mengingatkan kalau photography adalah hal yang sangat penting untuk Mi Mi. Ze Ming dengan mantap mengatakan kalau dia akan melakukan yang terbaik.

“Kalau begitu, ayo kita ke atas.” Ajak Hua Wei.


Dan tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Ibu Ze Ming. Dia menjabat sebagai wakil Presdir dengan nama Mandy. Hua Wei memperkenalkan mereka sebagai photographer bayaran dan assistennya.

Mi Mi mengucapkan salam dengan formal dengan nama Vivian. Mandy meminta mereka tak usah terlalu formal, toh mereka bukan pekerja tetap disana. Mereka bisa bersikap lebih nyaman dengannya, panggil saja dia Mandy.


Giliran Ze Ming menjabat tangan Mandy, dia memperkenalkan diri sebagai Wolf. Kedua tertawa dan Mandy memuji nama unik itu.

Mi Mi menarik saku Ze Ming agar segera melepaskan tangan Mandy. Ze Ming pun segera menarik tangannya. Mandy meminta Hua Wei untuk memperlakukan mereka dengan baik. Dia permisi karena ada rapat yang akan dia hadiri.


Sebelum naik ke lift, Ze Ming sempat menoleh dan begitupula dengan Mandy. keduanya tersenyum dan Ze Ming melambaikan tangannya dengan riang. Mandy membalas lambaian itu, ia tersenyum saat sudah berbalik.

Pertemuan singkat anak – ibu itupun berakhir tanpa ada yang saling mengenal.

-oOo-

Q: Download dimana?
A: Aku download video dari viki dengan bantuan tubeoffline . silahkan cari linknya sendiri lewat google. Aku ga bisa ngasih link spesific -nya.

Q: Tayang kapan?
A: Tayang setiap Minggu malam. Video tersedia di viki setiap senin pagi, jam 7-an. Engsub tersedia senin malam atau bahkan sampai selasa. ^^ Ayo silahkan yang mau download. Pagi ini sudah sampai episode 6.

4 Responses to "SINOPSIS Prince of Wolf Episode 4 Bagian 1"

  1. Makasih, kak udah dibuatin sinopsisnya 😊 Belom sempet download soalnya. Heheee.
    Ditunggu kelanjutannya.

    ReplyDelete
  2. Bnyk sih link klo mo download. Bs dramanice, dramacool, kissasian ato myasian

    ReplyDelete
  3. dtunggu sinopsis lnjutanya mbak.., fighting..

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^